Kebijakan Keamanan

Top PDF Kebijakan Keamanan:

Analisis Kebijakan Keamanan, Organisasi Keamanan Informasi, Pengelolaan Aset, dan Keamanan Sumber Daya Manusia Berdasarkan ISO 27001 pada Sistem TKK PT. Pos Indonesia.

Analisis Kebijakan Keamanan, Organisasi Keamanan Informasi, Pengelolaan Aset, dan Keamanan Sumber Daya Manusia Berdasarkan ISO 27001 pada Sistem TKK PT. Pos Indonesia.

1. Divisi TI pada PT. Pos Indonesia telah memahami proses-proses dalam mengelola dokumentasi kebijakan keamanan informasi, namun belum dikaji secara utuh dalam satu dokumentasi dan belum adanya pengkajian secara regular dalam interval waktu yang terencana, pengkajian dilakukan masih secara ad-hoc atau pada waktu yang dibutuhkan saja. Dokumentasi kebijakan keamanan sudah disetujui oleh dewan direksi dan dapat memastikan kesesuaian, kecakupan, dan keefektifan tetapi belum secara efektif berjalan pada bagian divisi IT pada PT.Pos Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan visi dan misi perusahaan untuk menyediakan layanan yang handal dan terpercaya kepada pelanggan dan seluruh pemagku kepentingan. Dengan hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa GAP kesesuaian antara proses pada PT. Pos Indonesia dan proses dalam ISO 27001:2005 menyangkut Kebijakan Keamanan cukup kecil.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Peran dan posisi Pemda dalam Keamanan Nasional (Penataan Kebijakan Keamanan Nasional).

Peran dan posisi Pemda dalam Keamanan Nasional (Penataan Kebijakan Keamanan Nasional).

sebagai kepanjangan kepentingan dari DKN untuk mengontrol dinamika politik lokal atas nama keamanan melalui tangan kepala daerah. Di sisi lain, pada draft 16 Oktober 2012 konsepsi FDKND ditiadakan dan berubah menjadi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang tidak lain adalah ‘reinkarnasi’ dari Forum Muspida. Keberadaan FKPD ini pada kenyataannya tidak memiliki kewenangan apapun berkaitan dengan posisi dan kewenangan Pemda dalam proses penataan kebijakan keamanan nasional. Kepala daerah yang menjadi ketua FKPD hanya berfungsi sebagai fasilitator dari pertemuan dan keberadaan sejumlah institusi terkait dengan keamanan nasional. selain itu peran yang diembannya lebih banyak penciptaan keterpaduan dan harmonisasi antar institusi terkait lainnya, yang tergabung dalam FKPD dari pada memosisikan sebagai pemegang kewenangan di daerah.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Penerapan kebijakan keamanan pangan dan hubungannya dengan perilaku pada pengelola kantin dan penjaja pangan jajanan anak sekolah di Jakarta dan Bogor

Penerapan kebijakan keamanan pangan dan hubungannya dengan perilaku pada pengelola kantin dan penjaja pangan jajanan anak sekolah di Jakarta dan Bogor

Sebaran sekolah berdasarkan penerapan kebijakan keamanan pangan di Jakarta dan Bogor dapat dilihat pada Tabel 8. Secara umum, sebagian besar sekolah yang dijadikan contoh penelitian telah memiliki peraturan mengenai penjaja makanan. Berdasarkan hasil jawaban dari pihak sekolah, peraturan lebih banyak dikeluarkan oleh pihak sekolah itu sendiri (97.6%) dan sebagian lainnya dikeluarkan oleh pihak Sudin Kecamatan (12.2%), Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (9.6%), Dinas Pendidikan Provinsi (6.1%), Depdiknas Pusat (2.4%) dan lainnya (1.2%). Hal ini sejalan dengan hasil penelitian PJAS dalam skala nasional oleh SEAFAST Center, LPPM IPB (2008) dimana peraturan sekolah dikeluarkan oleh berbagai sektor antara lain kepala sekolah (95.0%), Dinas Pusat (1.7%), Dinas Provinsi (1.7%), Dinas Kabupaten/Kota (8.5%), dan Sudin Kecamatan (7.4%). Umumnya pihak sekolah memberikan sanksi jika melanggar peraturan yaitu tidak diizinkan lagi berjualan di sekitar sekolah (64.6%) dan tidak boleh berjualan pada selang waktu tertentu (26.8%). Namun, sebanyak 8.5% sekolah tidak memberikan sanksi apapun kepada penjaja makanan jika melanggar peraturan.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Kebijakan Keamanan Nasional Perancis Ter

Kebijakan Keamanan Nasional Perancis Ter

Secara umum, jelas terlihat bahwa baik itu aktor militer, polisi maupun intelijen, ketiga aktor saling berperan satu sama lain. Intelijen memberikan informasi terkait isu-isu dan juga penilaian terhadap situasi yang dihadapi oleh Perancis terkait terorisme. Tugas intelijen ini berguna untuk memfasilitasi kebijakan dan tujuan kebijakan yang akan diambil oleh Perancis. Sedangkan dua aktor lain yaitu polisi dan juga militer, lebih kepada langkah aktif dalam usaha implementasi kebijakan seperti langkah pencegahan dan perlindungan yang sudah disebut sebelumnya. Polisi dalam tugasnya banyak bekerja sama dengan militer untuk melindungi infrastruktur penting yang ada dalam Perancis serta juga melindungi berbagai pintu masuk dan keluar serta perbatasan dari Perancis. Tempat-tempat seperti pelabuhan, bandara, terminal dan juga stasiun menjadi tempat diproritaskan untuk dijaga dan dilindungi dari serangan terorisme. Dengan mekanisme seperti ini, dapat dikatakan bahwa dalam upaya anti terorisme, Perancis tidak hanya fokus pada satu aktor saja, namun juga memiliki langkah komprehensif karena masing- masing aktor keamanan memiliki fungsi dan tugas yang jelas dan saling bekerja sama.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KEBIJAKAN KEAMANAN AMERIKA SER

PERUBAHAN KEBIJAKAN KEAMANAN AMERIKA SER

Fungsi dari kebijakan luar negeri suatu Negara adalah untuk memenuhi kepentingan- kepentingan nasionalnya. Kepentingan suatu Negara sering mengalami konflik dengan kepentingan Negara lain. Secara umum ada dua tujuan dari kepentingan nasional : pertama, memberi orientasi umum kebijakan terhadap lingkungan eksternal; kedua, yang lebih penting kepentingan memberikan control terhadap kriteria pilihan dalam situasi yang mendesak. Dengan kata lain kepentingan nasional membantu menentukan arah kebijakan luar negeri jangka panjang dan mampu memerintahkan apa yang harus dilakukan dalam konteks jangka pendek, dengan demikian akan menambah konsistensi dari kebijakan luar negera tersebut (Lerche & Said dalam Vandana, 1996: 133).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Kebijakan Keamanan Informasi di lingkungan

Kebijakan Keamanan Informasi di lingkungan

Pada intinya kebijakan ini juga memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk memanfaatkan sistem informasi sebebas- bebasnya tanpa kendali, namun setelah dilakukan sejumlah aktivitas kontrol, seperti: (i) menutup lubang-lubang kerawanan dalam sistem dimaksud; (ii) menonaktifkan port atau antar muka input-output yang tidak dipergunakan; (iii) /'0)-10>)63#4+#04'37'3&#0>3'8#..44'&'/+-+#0362#4'*+0))#5+&#-&+/60)-+0-#0#&#09##-4'4&#3+'-45'30#.13)#0+4#4+ ke dalam; dan lain sebagainya.

4 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Kebijakan Keamanan, Organisasi, Aset dan Sumber Daya Manusia Berbasis ISO 27001:2005 (Studi Kasus: Unit TI PT. KAI).

Analisis Pengendalian Kebijakan Keamanan, Organisasi, Aset dan Sumber Daya Manusia Berbasis ISO 27001:2005 (Studi Kasus: Unit TI PT. KAI).

Informasi merupakan salah satu aset yang sangat penting untuk PT.KAI. Dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, kemungkinan terjadinya gangguan terhadap keamanan informasi semakin meningkat. Untuk itu, PT.KAI harus dapat menerapkan kebijakan yang tepat untuk melindungi aset informasi yang dimiliki. Laporan ini membahas tentang analisis pengendalian manajemen keamanan informasi berbasis ISO/IEC 27001:2005. Hasil analisis yang didapat di antaranya adalah masalah pemahaman proses-proses dalam mengelola dokumentasi kebijakan informasi sudah dapat dijelaskan dengan baik, serta dapat memastikan kesesuaian, kecakupan, dan keefektifan secara berkelanjutan. Pemahaman dalam mengelola keamanan informasi di dalam ataupun di luar organisasi sudah ada, tetapi penerapan pada pihak internal perusahaan masih kurang baik. Unit TI pada PT.KAI sudah memahami tentang pentingnya pemeliharaan aset serta perlindungan terhadap aset. Aset sudah diidentifikasi dengan baik, hanya saja metode yang kurang baik menyebabkan aset masih ada yang tidak valid. Unit TI pada PT.KAI sudah memahami pengelolaan sumber daya manusia sebelum dipekerjakan, selama bekerja, ataupun yang sudah diberhentikan serta perubahan pekerjaan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

02   AMIKOM Yogyakarta INFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM

02 AMIKOM Yogyakarta INFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM

¾ Kebijakan keamanan, atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Security Policy. Contoh kebijakan keamanan ini misalnya adalah sebagai berikut: Semua kejadian pelanggaran keamanan dan setiap kelemahan sistem informasi harus segera dilaporkan dan administrator harus segera mengambil langkah-langkah keamanan yang dianggap perlu. Akses terhadap sumber daya pada jaringan harus dikendalikan secara ketat untuk mencegah akses dari yang tidak berhak. Akses terhadap sistem komputasi dan informasi serta periferalnya harus dibatasi dan koneksi ke jaringan, termasuk logon pengguna, harus dikelola secara benar untuk menjamin bahwa hanya orang/ peralatan yang diotorisasi yang dapat terkoneksi ke jaringan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Materi Kuliah Teknik Informatika Gratis Komunikasi Data   Dunia Kuliah komdat11

Materi Kuliah Teknik Informatika Gratis Komunikasi Data Dunia Kuliah komdat11

Strategi dan Kebijakan Berdasar spesifikasi dari OSI, sebuah layanan kebijakan keamanan meliputi : • Access Control, Perlindungan terhadap pemakaian tak legal • Authentication, Meny[r]

15 Baca lebih lajut

Contoh makalah mahasiswa Universitas Indonesia

Contoh makalah mahasiswa Universitas Indonesia

Manajemen keamanan mencakup manajemen resiko, kebijakan keamanan, dan pendidikan keamanan. Manajemen resiko adalah proses mengidentifikasi aset-aset perusahaan, mengetahui resiko-resiko yang mengancam aset perusahaan, dan memperkirakan kerusakan dan kerugian yang dapat ditanggung perusahaan jika resiko tersebut menjadi kenyataan. Hasil dari analisa resiko membantu pihak manajemen untuk mengembangkan kebijakan-kebijakan keamanan yang mengarahkan tindakan-tindakan pengamanan dalam perusahaan dan menentukan pentingnya program keamanan perusahaan. Pendidikan keamanan memberikan informasi ini kepada setiap pegawai perusahaan sehingga semua orang mengetahui dan dapat melakukannya dengan lebih mudah dalam mencapai tujuan keamanan yang sama.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

TKB7351   PERTEMUAN 0 pendahuluan

TKB7351 PERTEMUAN 0 pendahuluan

Tujuan Perkuliahan • Memberikan penjelasan tentang semua pihak yang bertanggung jawab terhadap sistem yang dikomputerisasikan • Mahasiswa memahami tentang kebijakan keamanan sistem inf[r]

6 Baca lebih lajut

Kebijakan Poros Maritim Dan Keamanan Nasional Indonesia: Tantangan Dan Harapan

Kebijakan Poros Maritim Dan Keamanan Nasional Indonesia: Tantangan Dan Harapan

Kebijakan poros maritim bersamaan dengan kebijakan keamanan. Keamanan nasional Indonesia dalam kebijakan poros maritim membutuhkan kerja sama dengan negara-negara tetangganya (regional) dan kerjasama global. Kerjasama regional maupun global tersebut bukan hanya diilakukan oleh Kementerian Kelautan dan perikanan (aspek kesejahteran/ prosperity) dan Kementerian Pertahanan (aspek keamanan/security). Namun memerlukan kerjasama seluruh pihak karena pada dasarnya kebijakan poros maritim merupakan kebijakan intermestik yang memerlukan keterpaduan dan kesemestaan seluruh komponen bangsa untuk menyukseskannya. Jika tidak maka akan terjadi kegagalan kebijakan. Implementasi kebijakan poros maritim sebagai suatu kebijakan intermestik memerlukan kebijakan teknis dan menentukan implementator pada masing-masing bidang sebagai leading sector. Selanjutnya sosialisasi kebijakan tersebut ditujukan kepada semua pihak terutama yang terlibat langsung sehingga dapat menerima kebijakan poros maritim sebagai kepentingan bersama (common interest). Dilain pihak,
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

M11 Keamanan pada Sistem Terdistribusi

M11 Keamanan pada Sistem Terdistribusi

 Menyangkut apa saja yang diterapkan  Contoh: Kebijakan keamanan untuk suatu dokumen: hanya diperbolehkan sekelompok pegawai untuk mengakses  Mekanisme Keamanan  Kebijakan dapat [r]

66 Baca lebih lajut

TKB7351   PERTEMUAN 0 pendahuluan

TKB7351 PERTEMUAN 0 pendahuluan

Tujuan Perkuliahan • Memberikan penjelasan tentang semua pihak yang bertanggung jawab terhadap sistem yang dikomputerisasikan • Mahasiswa memahami tentang kebijakan keamanan sistem inf[r]

6 Baca lebih lajut

Audit Keamanan Informasi Menggunakan SNI ISO 27001:2009 pada Institut Teknologi Nasional.

Audit Keamanan Informasi Menggunakan SNI ISO 27001:2009 pada Institut Teknologi Nasional.

Teknologi Informasi sangat memegang peranan penting dalam berbagai kegiatan,termasuk bagi Institut Teknologi Nasional (ITENAS). Banyak kemudahan yang ditawarkan dalam penggunaan teknologi informasi. Dibalik semua kemudahan teknologi informasi yang ditawarkan terdapat banyak sekali ancaman. Untuk mengatasi ancaman terhadap keamanan informasi adalah dengan menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). SNI ISO 27001:2009 adalah salah satu model pendukung keamanan informasi. Laporan ini membahas tentang Audit Keamanan Informasi menggunakan SNI ISO 27001:2009 pada Institut Teknologi Nasional, yang meliputi beberapa proses di dalam SNI ISO 27001:2009 diantaranya adalah Kebijakan Keamanan, Organisasi Keamanan Informasi, Pengelolaan Aset dan Keamanan Sumber Daya Manusia. Dari hasil audit dan dilakukan analisis memperoleh kesimpulan diantaranya Pada klausul 5.1 terkait dengan kebijakan keamanan informasi merupakan klausul yang paling utama, karena pada klausul 5.1 merupakan isi dari keseluruhan klausul mulai dari klausul 5 sampai dengan klausul 15.Pihak rektorat ITENAS sudah mengetahui serta memahami pengelolaan keamanan informasi di dalam maupun diluar organisasi, tetapi masih belum sepenuhnya dilakukan dengan baik. ITENAS sudah memahami pentingnya pemeliharaan aset serta perlindungan terhadap aset dengan dibuatnya SIMAS. ITENAS juga sudah memahami cara pengelolaan sumberdaya manusia sebelum dipekerjakan, selama bekerja, yang sudah diberhentikan atau jika terjadi perubahan pekerjaan, tetapi belum semua bisa diterapkan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGAMANAN SISTEM PERTEMUAN 6 ppt

PENGAMANAN SISTEM PERTEMUAN 6 ppt

7. Partisipasi aktif dan intensif dari manajemen atau pimpinan puncak organisasi untuk mensosialisasikan dan mengawasi implementasi kebijakan dimaksud. Peranan dan Tujuan Keberadaan Kebijakan Keamanan Secara prinsip paling tidak ada 2 (dua) peranan penting dari sebuah dokumen kebijakan keamanan, yaitu:

30 Baca lebih lajut

Antisipasi Cybercrime Dalam Bidang Keuangan

Antisipasi Cybercrime Dalam Bidang Keuangan

Penutup Dimensi keamanan komputer / informasi tidak dibatasi hanya pada teknologi Luas dan dalamnya kebijakan keamanan menentukan gerak dan proses keamanan sebuah sistem Membangun sis[r]

43 Baca lebih lajut

AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT BERDASARKAN ISO 27002:2005 PADA RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI

AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT BERDASARKAN ISO 27002:2005 PADA RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI

ISO 27002: 2005 merupakan suatu standar keamanan informasi sebagai best practice atau panduan umum yang dapat menejaskan contoh penerapan keamanan informasi dengan mempergunakan bentuk kontrol sehingga dapat dicapainya sasaran yang diterapkan. Standar ISO 27002: 2005 dapat dipergunakan sebagai titik awal dalam menyusun dan mengembangkan ISMS. Standar ISO 27002: 2005 mampu memberikan panduan dalam merencanakan dan mengimplementasian suatu program untuk melindungi aset-aset informasi.

8 Baca lebih lajut

Rencana Strategis Badan Karantina Pertanian Tahun 2015-2019

Rencana Strategis Badan Karantina Pertanian Tahun 2015-2019

Gambar 1 di atas menjelaskan bagaimana ketiga aspek tersebut menjadikan keberadaan dan misi Badan Karantina Pertanian memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian RPJMN 2015-2019, yakniketerkaitannya dengan upaya mendukung agenda pembangunan ekonomi di bidang ketahanan pangan. Aktualisasi peran Badan Karantina Pertanian untuk berkontribusi guna mengimplementasikan kebijakan ketahanan pangan nasional yakni melalui peningkatan ketersediaan pangan, kualitas distribusi pangan dan aksesibilitas masyarakat terhadap pangan, peningkatan perbaikan kualitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat, serta mitigasi gangguan terhadap ketahanan pangan.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

 this  file 1595 6476 1 PB

this file 1595 6476 1 PB

persegi saja, sehingga didalam ruangan sekilas tampak tidak rapi. Penataan kabel listrik dan kabel LAN (Local Area Network) di didalam ruangan belum baik, beberapa hanya dirapikan seadanya. Kabel listrik dan kabel LAN belum terlindungi dari kerusakan atau tindakan penyadapan karena kabel listrik dan telefon di lingkungan Data Center hanya dirapikan seadanya. Pasokan listrik sangat penting bagi kelangsungan sebuah Data Center. Pasokan listrik Data Center PMBSI berasal dari listrik PLN (Perusahaan Listri Negara). Dalam keadaan darurat Data Center PMBSI tidak memiliki cadangan listrik alternatif dikarenakan tidak adanya genset. Untuk mengurangi resiko kerusakan akibat turunnya tegangan secara tiba-tiba ketika terjadi pemadam listrik, Data Center PMBSI memiliki Uninterruptible Power Supply (UPS) yang masih bekerja dengan baik. Untuk menghindari ancaman lonjakan arus tegangan akibat petir, diatas gedung terdapat penakal petir. Untuk menanggulangi kebakaran Data Center PMBSI hanya mengandalkan hand extinguisher yang terdapat di pos keamanan dekat gerbang utama. Peneliti juga tidak menemukan alat pendeteksi api atau asap di lingkunga ruangan Data Center.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...