kebugaran fisik

Top PDF kebugaran fisik:

Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kebugaran Fisik Pada Siswa Sman 1 Sungai Apit

Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kebugaran Fisik Pada Siswa Sman 1 Sungai Apit

Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tingkat kebugaran (p=0.000, r=0.878). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tingggi tingkat aktivitas fisik, maka semakin bagus tingkat kebugarannya. Hasil penelitian European Youth Heart Study menunjukkan bahwa remaja yang aktivitas fisiknya tergolong aktif memiliki kapasitas kardiovaskuler yang baik juga (Vizcaino dan Lopez 2008). Hal ini sesuai dengan pernyataan Casperson et al. (1985) bahwa aktivitas fisik yang terencana, terstruktur dan dilakukan berulang-ulang dapat memperbaiki atau memelihara kebugaran fisik. Fatmah (2011) menyatakan bahwa aktivitas fisik yang rutin dapat memberikan dampak positif bagi kebugaran fisik, yaitu peningkatan kemampuan pemakaian oksigen dan curah jatung; penurunan detak jantung, penurunan tekanan darah, peningkatan efisiensi kerja otot jantung; mencegah mortalitas dan morbiditas akibat gangguan jantung; peningkatan ketahanan saat melakukan latihan fisik; peningkatan metabolisme tubuh (berkaitan dengan gizi); meningkatkan kemampuan otot; dan mencegah obesitas.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

PENGARUH KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEBUGARAN FISIK PADA SANTRIWATI PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - PENGARUH KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEBUGARAN FISIK PADA SANTRIWATI PONDOK PESANTREN AL - MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA - DIGILI

PENGARUH KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEBUGARAN FISIK PADA SANTRIWATI PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - PENGARUH KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEBUGARAN FISIK PADA SANTRIWATI PONDOK PESANTREN AL - MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA - DIGILI

Tabel 2 menunjukan bahwa seluruh responden yang kadar hemoglobin tidak normal dan kebugaran fisik baik (8,8%). Responden yang kadar hemoglobin tidak normal kebugaran fisik cukup (28,8). Responden yang kadar hemoglobin normal kebugaran fisik baik (0,1%). Responden dengan kadar hemoglobin normal kebugaran fisik cukup (46,6%). Sementara itu responden yang kadar hemoglobin normal kebugaran fisik kurang (13,3%). Hasil uji pearson-product moment menunjukan nilai signifikan sebesar 0,006. Nilai signifikan (p) yang menunjukan angka di bawah 0,05 (0,006 < 0,05). Untuk menentukan hipotesis diterima atau di tolak maka besarnya taraf signifikansi (p) dibandingkan dengan taraf kesalahan 5% (0,05). Jika p lebih besar dari 0,05 maka hipotesis tidak diterima. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa p lebih kecil dari 0,05 (0,006 < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesi (Ha) diterima. Dengan demikian hasil penelitian ini mengidentifikasikan adanya hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan kebugaran fisik sremaja Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,406 menunjukan keeratan hubungan yang cukup.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI KEBUGARAN FISIK DAN MINIMALISASI STRESS KERJA TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PADA PEDAGANG KECIL BERBASIS HUMAN APPROACH DI PURWOKERTO UTARA

OPTIMALISASI KEBUGARAN FISIK DAN MINIMALISASI STRESS KERJA TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PADA PEDAGANG KECIL BERBASIS HUMAN APPROACH DI PURWOKERTO UTARA

Para pedagang kecil setiap hari mempunyai beban kerja yang tinggi dari pagi sampai sore atau malam hari. Beban kerja fisik dan mental dapat menyebabkan stress kerja dan menurunkan motivasi kerja dalam berwirausaha. Optimalisasi kebugaran fisik pada pedagang kecil penting dilakukan sebagai upaya untuk mencegah timbulnya stress kerja dan untuk meningkatkan motivasi kerja sehari-hari. Kondisi fisik yang bugar bermanfaat untuk melakukan safety behaviour dalam bekerja. Tujuan penelitian adalah mengoptimalkan kebugaran fisik dan meminimalkan stress kerja pada pedagang kecil agar motivasi kerja meningkat dengan berbasis human approach di Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Metode dalam kegiatan ini berfokus pada Human approach. Intervensi yang dilakukan kepada khalayak sasaran berupa Safety behavior training, pelatihan senam kebugaran, pelatihan peningkatan motivasi kerja. Pelatihan manajemen organisasi untuk pengurus paguyuban, pendampingan kepada pedagang kecil dan pemberian bantuan modal bergulir kepada paguyuban. Khalayak sasaran ini adalah pedagang kecil di Kecamatan Purwokerto Utara yang berjualan di sekitar kampus Unsoed. Khalayak sasaran dipilih berjumlah 48 orang yang telah mengikuti kegiatan PKM Berbasis Riset tahun I. Instrumen evaluasi menggunakan kuesioner pre dan pos-tes, lembar observasi dan lembar advokasi. Analisis data dengan uji t pada pre dan pos tes. Hasil Dari 48 peserta setelah melakukan pelatihan sebanyak 5 kali pertemuan menunjukkan perubahan kenaikan pengetahuan tentang kebugaran fisik, stress kerja, kepuasan kerja dan motivasi kerja. Simpulan. Kebugaran fisik pada para pekerja sangat diperlukan untuk menjaga agar para pekerja dapat bekerja sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Saran. Para pekerja disarankan untuk rajin melakukan olah raga ringan seperti jalan pagi, joging, senam kebugaran dan senam aerobik agar fisik tetap bugar.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Minuman Isotonik, Minuman Beroksigen, dan Minuman Yang Mengandung Vitamin C Terhadap Kebugaran Fisik Setelah Latihan Fisik  Dengan Metode Harvard Step Test Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran  Universitas Sumatera Utara

Pengaruh Minuman Isotonik, Minuman Beroksigen, dan Minuman Yang Mengandung Vitamin C Terhadap Kebugaran Fisik Setelah Latihan Fisik Dengan Metode Harvard Step Test Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

kebugaran fisik adalah suatu kondisi fungsional tubuh yang ditandai dengan kemampuan untuk mentoleransi beban latihan fisik (Robert A.Robergs, steven J.Keteyian, 2003). Sedangkan menurut Sadoso (1992) dalam Sinaga (2004), kebugaran fisik adalah kemampuan fungsional seseorang dalam melakukan pekerjaan sehari-hari yang relatif cukup berat untuk jangka waktu yang cukup tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan serta masih mempunyai tenaga cadangan untuk melakukan hal-hal yang mendadak, setelah selesai bekerja dapat pulih ke keadaan semula dalam waktu yang relatif singkat pada saat istirahat.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Pengaruh Kebugaran Fisik dan Perbedaan W

Pengaruh Kebugaran Fisik dan Perbedaan W

lain, tingkat cybersickness paling rendah dialami oleh peserta pada kondisi pagi hari setelah beristirahat pada malam hari. Komponen oculomotor lebih dominan dibandingkan komponen nausea dan disorientation. Hal ini menunjukkan bahwa kebugaran fisik dan perbedaan waktu mengemudi memberikan pengaruh besar pada sistem penglihatan manusia. Penelitian ini memberikan rekomendasi waktu dan kondisi yang paling optimal untuk menggunakan simulasi mengemudi, yakni pagi hari dengan kondisi bugar setelah beristirahat cukup.

4 Baca lebih lajut

PENGARUH SENAM LANSIATERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN FISIK PADA KELOMPOK LANSIA PEREMPUAN DI DESA DAUH PURI KAUH DENPASAR BARAT.

PENGARUH SENAM LANSIATERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN FISIK PADA KELOMPOK LANSIA PEREMPUAN DI DESA DAUH PURI KAUH DENPASAR BARAT.

Kebugaran fisik (physical fitness) yakni kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya (Irianto, 2004). Olah raga adalah bentuk latihan fisik yang memberikan pengaruh baik tingkat kemampuan fisik seseorang, bila dilakukan secara baik dan benar (Depkes RI, 2001). Aktivitas olahraga akan membantu tubuh tetap bugar dan segar karena melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja optimal, dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh, dengan kata lain mempunyai kesegaran jasmani yang baik bila jantung dan peredaran darah baik sehingga tubuh seluruhnya dapat menjalankan fungsinya dalam waktu yang cukup lama (Sumosardjuno, 1998).
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENINGKATAN STATUS BESI DAN KEBUGARAN FISIK PEKERJA WANITA USIA SUBUR

PENINGKATAN STATUS BESI DAN KEBUGARAN FISIK PEKERJA WANITA USIA SUBUR

Secara umum kebugaran f i sik semua pe- kerj a wanit a sudah t ergol ong baik hingga su- perior, mungki n karena mereka t erbiasa beker- j a keras. Rut init as akt ivit as f isik yang dilaku- kan oleh pekerj a wanit a t ermasuk sedang hing- ga berat . Para pekerj a wanit a t erbiasa bekerj a dalam rent ang wakt u yang cukup panj ang (8- 10 j am) dan ist irahat pada rent ang wakt u yang cukup singkat (1 j am). Dengan demikian j an- t ung dan paru-paru mereka sudah t erlat ih be- kerj a pada kondisi bekerj a sedang hingga berat dan dapat memanf aat kan wakt u ist irahat de- ngan baik. Hal ini sesuai dengan Sharkey (1991) dan Lee et al . (2008), yang menyat akan bahwa denyut j ant ung ist irahat pada orang yang yang t erlat ih l ebih rendah (l ebih cepat t urun set elah melakukan akt ivit as berat ) di - bandingkan dengan yang t idak t erlat ih. Sese- orang yang memiliki kapasit as aerobik t inggi memiliki denyut j ant ung pasca kerj a (pemu- lihan) yang lebih rendah, karena denyut j an- t ung mereka t idak naik t erlalu t inggi pada saat melakukan pekerj aan f isik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

361838461 Latihan Kebugaran Fisik Pada Frailty

361838461 Latihan Kebugaran Fisik Pada Frailty

Sebuah tinjauan sistematis terbaru tentang intervensi latihan lansia dengan FS menunjukkan bahwa frekuensi optimal latihan multikomponen (meliputi aerobik, resistensi, keseimbangan, dan fleksibilitas) adalah 2-3 kali/minggu (Cadore et al,2013). Kurang dari 2 kali/minggu tidak efektif meningkatkan kebugaran, sementara lebih dari 3 kali/minggu menyebabkan latihan terlalu berlebihan dan kehilangan minat. Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi harus dapat meningkatkan frekuensi latihan ke puncak kisaran yang direkomendasikan untuk memfasilitasi perilaku positif (kepatuhan latihan jangka panjang) dan mendukung perkembangan latihan (Liu dan Fielding 2011).
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Aktifitas Fisik pada Siswa Laki-Laki SMA 4 Medan

Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Aktifitas Fisik pada Siswa Laki-Laki SMA 4 Medan

Dari tabel distribusi sampel berdasarkan fleksibilitas (tabel 5.4), di dapatkan bahwa mayoritas sampel memiliki fleksibilitas yang baik. Hal ini disebabkan karena sampel yang diambil oleh peneliti kebanyakan adalah mereka yang memiliki berat badan normal, bahkan hanya sedikit dari mereka yang memiliki berat badan lebih ataupun obes. Karena fleksibilitas adalah salah satu komponen utama dari kebugaran fisik, maka dapat dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa siswa dengan berat badan normal cenderung memiliki kebugaran fisik yang baik. Hal serupa didapat dari studi lebih jauh Chen dalam Hsieh (2014) yang mengatakan bahwa anak-anak yang melakukan aktifitas fisik secara teratur memiliki otot yang lebih kuat dan lebih fleksibel dari pada anak-anak yang tidak melakukan aktifitas fisik secara teratur.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Kompetensi Bawahan Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Efektivitas Organisasi

Analisis Pengaruh Kompetensi Bawahan Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Efektivitas Organisasi

Tingkat kompetensi mempunyai implikasi praktis dan memberi gambaran bahwa kompetensi (Knowledge Competencies) dan Keahlian (Skill Competencies) cenderung lebih nyata dan relatif sebagai salah satu karakteristik yang dimiliki manusia, sedangkan selft-concept, trait dan motives berada pada titik sentral kepribadian seseorang (Spencer and Spencer, 1993). Implementasi kompetensi bawahan, didasarkan pada pengertian dan pemahaman untuk memberikan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan dari individu PNS, sehingga kajian kompetensi bawahan dalam penelitian ini dianalisis dari faktor kemampuan dan ketrampilan kerja yang terdiri dari; kemampuan, kebugaran fisik dan kesehatanjiwa, pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Aktifitas Fisik pada Siswa Laki-Laki SMA 4 Medan

Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Aktifitas Fisik pada Siswa Laki-Laki SMA 4 Medan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Kebugaran fisik pada siswa Laki-laki SMA 4 Medan. Penelitian ini menggunakan studi Cross sectional dengan cara pengambilan sample consecutive sampling.

2 Baca lebih lajut

Perancangan Gym Center Dengan Fasilitas Penunjang Bagi Pengguna di Surabaya | Liam | Intra 5880 11078 1 SM

Perancangan Gym Center Dengan Fasilitas Penunjang Bagi Pengguna di Surabaya | Liam | Intra 5880 11078 1 SM

Bagi masyarakat yang maju dan modern kegiatan olahraga sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Olahraga telah dipandang memiliki berbagai fungsi yang tidak hanya untuk mengembangkan kualitas kebugaran fisik saja, melainkan juga mengembangkan kualitas mental individu dan masyarakat secara lebih utuh dan mantap.[4] Melalui olahraga, individu dapat mengembangkan segi-segi mental kepribadian, moral, kepemimpinan, kesetiaan, loyalitas, pengabdian, relasi

7 Baca lebih lajut

Status Hidrasi, Aktivitas Fisik Dan Tingkat Kebugaran Atlet Futsal Remaja Putri

Status Hidrasi, Aktivitas Fisik Dan Tingkat Kebugaran Atlet Futsal Remaja Putri

Kebugaran jasmani atau kebugaran fisik merupakan kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari, kegiatan rekreasi atau kegiatan lainnya yang bersifat mendadak tanpa mengalami kelelahan yang berarti (Riyadi 2007). Aktivitas fisik yang dilakukan dengan rutin akan membuat tubuh menjadi bugar dan menjadi faktor protektif beberapa penyakit seperti hipertensi, jantung dan berbagai penyakit degeneratif lainnya (Moreira 2011). Aktivitas tubuh selalu mengeluarkan cairan dalam bentuk keringat, urin, feses, dan melalui pernapasan. Latihan-latihan berat selama beberapa hari tanpa diimbangi dengan pergantian air secara cepat akan mengakibatkan dehidrasi yang parah. Menurut Bening (2007) kebutuhan cairan berbanding lurus dengan aktivitas tubuh, yang artinya semakin berat aktivitas yang dikerjakan, semakin banyak kebutuhan cairannya. Hal ini didukung oleh penelitian Kant et al. (2009) bahwa di Amerika pada orang dewasa menunjukkan bahwa aktivitas luang memiliki hubungan dengan asupan air putih dan total asupan air, sementara aktivitas yang tinggi memiliki hubungan dengan air dari minuman dan total asupan air, semakin tinggi jumlah air yang diasup dari minuman dan total asupan airnya, dimana dengan kata lain aktivitas fisik memiliki hubungan dengan asupan air.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Kebugaran - Perbandingan Pengaruh Minuman Beroksigea dengan Minuman Air Putih ,Biasa Terhadap Tingkat Kebugaran pada Mahasiswa FK USU Angkatan 2012.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Kebugaran - Perbandingan Pengaruh Minuman Beroksigea dengan Minuman Air Putih ,Biasa Terhadap Tingkat Kebugaran pada Mahasiswa FK USU Angkatan 2012.

Kebugaran merupakan elemen mendasar dalam mempertahankan ketahanan dan kekuatan fisik. Kebugaran fisik didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas fisik. Menjadi sehat secara fis ik berarti seseorang mampu melaksanakan tugas sehari -hari dengan semangat dan kewaspadaan, tanpa ada kelelahan yang berarti dan dengan energi yang cukup untuk me nikmati kegiatan waktu luang serta untuk menghadapi keadaan darurat yang tidak terduga (Haskell dan Kiernan, 2000).

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Asupan Makanan Dengan Tingkat Kebugaran Anak Sd Di Perkotaan Dan Pedesaan.

PENDAHULUAN Hubungan Asupan Makanan Dengan Tingkat Kebugaran Anak Sd Di Perkotaan Dan Pedesaan.

Menurut Pramono (2012), beberapa persoalan tersebut dapat lebih dipahami dengan memaparkan ketujuh dimensi kebugaran jasmani seperti; kebugaran fisik, kebugaran psikologi atau emosional, kebugaran sosial, kebugaran intelektual, kebugaran spiritual, kebugaran karir, dan kebugaran lingkungan. Dengan mengetahui dimensi kebugaran tersebut, maka dapat diberikan program latihan pada waktu yang pas. Pengaturan program latihan dapat dimulai sejak dini pada usia 12-14 tahun (Bompa dan Clavo, 2008).

5 Baca lebih lajut

6 narasi testor dalam kegiatan tes keb jas karyawan dinkes

6 narasi testor dalam kegiatan tes keb jas karyawan dinkes

Dewasa ini kebutuhan hidup manusia semakin kompleks. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan material, fisik, mental ataupun spiritual. Dalam hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan tersebut seseorang harus mampu bersaing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam menghadapi persaingan tersebut modal utama seseorang adalah kebugaran dan kesehatan badan. Seseorang dikatakan bugar apabila secara fisik seseorang dapat melaksanakan suatu aktivitas atau pekerjaan yang wajar tanpa merasakan kelelahan yang berarti. Djoko Pekik Irianto, (2004: 2) mengatakan kebugaran fisik (physical fitness) , yakni kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya. Adapun cara yang paling tepat untuk memperoleh dan meningkatkan kebugaran fisik yaitu dengan berolahraga. Oleh karena itu, seseorang dalam pemenuhan kebutuhan fisik harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan olahraga agar dapat memperoleh dan meningkatkan kebugaran fisik. Sedangkan kesehatan didefinisikan sebagai suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang sejahtera dan bukan hanya ketiadaan penyakit dan lemah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pelatihan Out Bound Bagi Guru Penjaskes SMA 2010 0

Pelatihan Out Bound Bagi Guru Penjaskes SMA 2010 0

Secara fisik seseorang akan mampu melaksanakan suatu aktivitas atau pekerjaan yang berlebihan dengan tanpa merasakan kelelahan yang berarti dapat dikatakan bahwa fisik orang tersebut bugar. Djoko Pekik Irianto, (2004: 2) mengatakan kebugaran fisik (physical fitness), yakni kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya. Adapun cara yang paling tepat untuk memperoleh dan meningkatkan kebugaran fisik yaitu dengan berolahraga. Oleh karena itu, seseorang dalam pemenuhan kebutuhan fisik harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan olahraga agar dapat memperoleh dan meningkatkan kebugaran fisik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perbedaan Pengaruh Latihan Fisik-Motivation Interviewing Terhadap Kebugaran Jasmani Calon Jamaah Haji Lansia Ditinjau Dari Motivasi (Studi Eksperimen: Latihan Aerobik-MI, Kombinasi Aerobik-Weight Training-MI).

Perbedaan Pengaruh Latihan Fisik-Motivation Interviewing Terhadap Kebugaran Jasmani Calon Jamaah Haji Lansia Ditinjau Dari Motivasi (Studi Eksperimen: Latihan Aerobik-MI, Kombinasi Aerobik-Weight Training-MI).

dan belum secara khusus memberikan solusi dalam memecahkan permasalahan yang terjadi. Selama di Mekah, jamaah haji tentunya membawa koper-koper berat, yang berisi barang bawaan. Jamaah dengan mempunyai tingkat kebugaran otot yang baik, akan dapat menunjang dalam pelaksanaan ibadah hajinya. Sejak awal calon jamaah haji akan lebih bugar apabila dapat melakukan latihan beban ( weight training ) sehingga otot-otot nya menjadi kuat. Dengan melihat berbagai fenomena di atas berkaitan tentang angka kesakitan, angka kematian dan penyebabnya, motivasi dalam melakukan aktivitas fisik, serta tingkat kebugaran yang masih dalam kategori cukup dan kurang, maka diperlukan sebuah penelitian yang mengkaji tentang perbedaan pengaruh latihan fisik- motivation interviewing terhadap kebugaran jasmani calon jamaah haji lansia ditinjau dari motivasi, sehingga diharapkan calon jamaah haji dapat menunaikan ibadah haji secara mandiri.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

2 narasi sebagai narasumber evaluasi upaya kesehatan olahraga

2 narasi sebagai narasumber evaluasi upaya kesehatan olahraga

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani merupakan kemampuan seorang individu untuk melakukan pekerjaan seberat apa pun dalam kehidupan sehari-hari dengan tidak mengalami kelelahan yang berlebihan, sehingga masih memiliki tenaga atau energi untuk mengisi waktu luangnya dan masih mampu melakukan pekerjaan yang mendadak.

10 Baca lebih lajut

TUGAS KELOMPOK PSIKOLOGI SOSIAL 2

TUGAS KELOMPOK PSIKOLOGI SOSIAL 2

bahwa kita sangatlah rapuh dan mudah terancam karena tidak mampu mengendalikan apa yang terjadi (Weinsten, dkk, 2000). Efek yang timbul pun akan terus berlanjut jauh setelah bencana usai. Untuk alasan yang sama, para perempuan yang mengalami penyerangan secara seksual dan terus mengalami sters setelah penyerangan. Mereka cenderung mengalami masalah kesehatan fisik untuk jangka waktu lama, mulai dari sakit dibagian pinggul sampai gangguan pada perut dan usus (Golding, 1999).

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects