Kecamatan Kawangkoan Barat

Top PDF Kecamatan Kawangkoan Barat:

KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT | Lumintang | JURNAL EKSEKUTIF 15287 30674 1 SM

KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT | Lumintang | JURNAL EKSEKUTIF 15287 30674 1 SM

Dari hasil diatas dapat disimpulkan, faktor penunjang keberhasilan kepemimpinan camat bukan hanya sumber daya manusia yang berkualitas tetapi juga dengan peralatan dan fasilitas yang memadai dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan efisien. Sikap akuntabilitas seorang pemimpim juga sangat berperan penting dan wajib dilaksanakan oleh pemerintah, hal tersebut menjadi landasan kepercayaan dan suatu hal yang dapat diharapkan, sikap akutabilitas atau sikap pengambilan keputusan yang bijak dan sesuai merupakan hal yang selalu diterapkan para pemimpim, dalam hal ini pemerintah kecamatan kawangkoan barat, setiap keputusan yang diambil harus benar benar didasarkan pada prinsip – prinsip good governance, para pengambil keputusan baik dalam organisasi sector publik, swasta dan masyarakat.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KELEMBAGAAN KECAMATAN DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN (Studi di Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa) | Korompi | JURNAL EKSEKUTIF 15468 31045 1 SM

KELEMBAGAAN KECAMATAN DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN (Studi di Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa) | Korompi | JURNAL EKSEKUTIF 15468 31045 1 SM

Dalam observasi awal yang dilakukan penulis di Kecamatan Kawangkoan Barat terdapat fenomena yang menarik perhatian bahwa walaupun pada kenyataannya kecamatan selama ini secara regulasi lemah bahkan pelimpahan kewenangan oleh bupati yang sangat sedikit, Namun fakta di lapangan membuktikan bahwa masyarakat sangat mempercayai kecamatan. Kepercayaan masyarakat kepada kecamatan dilihat dari bagaimana kecamatan menjadi tempat masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tentang pelayanan, ketertiban, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, keamanan, pemerintahan, dan masalah pembangunan yang terjadi di desa masing-masing. Menurut data di kantor kecamatan Kawangkoan Barat pada bulan januari tahun 2017 saja sudah ada sekitar 9 pengaduan masyarakat yang secara formal datang dan mengisi buku piket itu pun belum ditambah dengan pengaduan secara non formal yang disampaikan langsung kepada camat ataupun sekretaris Kecamatan ketika berada di luar kantor kecamatan. Penulis menduga fenomena ini terjadi karena adanya pemahaman yang sama diantara masyarakat yang sudah menjadi kebiasaan menggangap kecamatan sebagai lembaga yang bertanggung jawab dan berkompeten untuk memberikan solusi terhadap masalah yang terjadi di desa, karena jika ditarik ke belakang, kecamatan menjadi lembaga yang mempunyai kuasa yang besar karena sempat menjadi daerah tingkat III menurut UU nomor 18 Tahun 1965 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah sehingga karena rekam jejak kecamatan yang jelas sehingga menimbulkan persamaan pemahaman di dalam masyarakat tentang kecamatan walaupun pada kenyataanya kecamatan sekarang bukan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA DI DESA TOMBASIAN ATAS KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT | Lumantow | JURNAL KEPERAWATAN 11905 23738 1 SM

HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA DI DESA TOMBASIAN ATAS KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT | Lumantow | JURNAL KEPERAWATAN 11905 23738 1 SM

Penelitian ini dilaksanakan di desa Tombasian Atas Kecamatan Kawangkoan Barat pada tanggal 30 November 2015 – 2 Januari 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di desa Tombasian Atas Kecamatan Kawangkoan Barat yang berjumlah 80 orang dengan kategori usia 13- 18 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sampling jenuh/total sampling yaitu penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Setiadi, 2013) dengan menggunakan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah Remaja usia 13-18 tahun yang ada di desa Tombasian Atas Kecamatan Kawangkoan Barat yang bersedia menjadi responden, remaja yang dapat berinteraksi dengan orang lain. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah remaja usia 13-18 tahun yang ada di desa Tombasian Atas Kecamatan Kawangkoan Barat yang sakit, dan remaja yang tidak berada di tempat saat dilaksanakan penelitian.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN DI DESA KANONANG DUA KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT KABUPATEN MINAHASA | Sondakh | JURNAL EKSEKUTIF 16193 32466 1 SM

IMPLEMENTASI ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN DI DESA KANONANG DUA KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT KABUPATEN MINAHASA | Sondakh | JURNAL EKSEKUTIF 16193 32466 1 SM

Dalam proses pelaksanaan Administrasi Pemerintahan Desa melalui Peraturan Menteri Dalam Negri No. 47 Tahun 2016 Bab II Pasal (2), di jelaskan proses dan tata aturan penataan administrasi yang ada di desa yang meliputi Administrasi Umum, Administrasi Kependudukan, Administrasi Keuangan, Administrasi Pembangunan, Administrasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pelaksanaan Administrasi Desa adalah sebagai wujud pemerintah pusat dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan tepat sasaran, untuk menyelenggarakan Administrasi Pemerintahan Desa yang efektif diperlukan pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan terhadap aparat pemerintah desa dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, sehingga aparatur desa dapat melakukan tugas dan kewajiban dalam melayani masyarakat. Hal tersebut diatur dalam Pasal 6 Ayat (3) Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 32 Tahun 2006 tentang Pedoman Administrasi Desa yang kemudian diubah menjadi Peraturan Menteri Dalam Negri No. 47 Tahun 2016.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

permendagri no.93 th 2017 opt

permendagri no.93 th 2017 opt

b. bahwa penetapan batas daerah antara Kabupaten Lombok Tengah dengan Kabupaten Lombok Barat sebagaimana dimaksud dalam huruf a telah disepakati oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan disetujui oleh Tim Penegasan Batas Daerah Pusat;

13 Baca lebih lajut

Metode Fault Fracture Density untuk Potensi Gerakan Tanah di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara

Metode Fault Fracture Density untuk Potensi Gerakan Tanah di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara

Pemetaan lienasi struktur dari hasil analisa citra satelit, memiliki manfaat diantaranya oleh beberapa peneliti seperti Gripp (2002) menggunakan nya untuk mengetahui zona mineralisasi emas di kawasan Australia bagian barat, Oleh Suryantini dan Wibowo (2010) menggunakan Fracture Density untuk eksporasi panas bumi, serta oleh Liu (2016) menerangkan bahwa Pemetaan lineasi struktur dengan memanfaatkan citra landsat dapat digunakan sebagai salah satu metode yang membantu dalam penentuan daerah rawan bencana gerakan tanah terhadap aktifitas tektonik di sekitarnya.

8 Baca lebih lajut

AKUNTABILITAS KINERJA APARAT DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN SENDANGAN KECAMATAN KAWANGKOAN | Rondonuwu | JURNAL EKSEKUTIF 15521 31149 1 SM

AKUNTABILITAS KINERJA APARAT DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN SENDANGAN KECAMATAN KAWANGKOAN | Rondonuwu | JURNAL EKSEKUTIF 15521 31149 1 SM

Buruknya kinerja pelayanan publik antara lain dikarenakan belum terlaksananya akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Oleh karena itu, pelayanan publik harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel oleh setiap unit pelayanan instansi pemerintah karena kualitas kinerja birokrasi pelayanan publik belum memiliki implikasi yang luas dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini mengkaji tentang akuntabilitas yang dilaksanakan pada kantor Kelurahan Sendangan serta dampaknya dalam pelayanan public. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk dalam menggali lebih dalam informasi dari para informan serta mendapatkan jawaban yang sebenar-benarnya mengenaik akuntabilitas di Kelurahan Sendangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Kelurahan Sendangan Kecamatan Kawangkoan telah melaksanakan system akuntabilitas sesuai dengan peraturan yang ada, namun dengan keterbatasan sumberdaya, maka menghambat pelayanan yang prima kepada masyarkat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

MODEL PERTAHANAN JEPANG DI KABUPATEN LUMAJANG DAN JEMBER, JAWA TIMUR: TIPOLOGI DAN ARAH SASARAN JAPANESE DEFENSE MODEL IN LUMAJANG AND JEMBER, EAST JAVA: TYPOLOGY AND DIRECTION TARGET

MODEL PERTAHANAN JEPANG DI KABUPATEN LUMAJANG DAN JEMBER, JAWA TIMUR: TIPOLOGI DAN ARAH SASARAN JAPANESE DEFENSE MODEL IN LUMAJANG AND JEMBER, EAST JAVA: TYPOLOGY AND DIRECTION TARGET

bungker Jepang berkaitan erat dengan tujuan dibangunnya bungker tersebut. Bungker Jepang yang ada di Kabupaten Lumajang terletak di empat kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Yosowilangun, Tempeh, Pasirian, dan Tempursari. Ke-4 kecamatan tersebut secara geografis terletak di pantai selatan Kabupaten Lumajang, juga Kecamatan Kunir. Demikian pula bungker Jepang yang ada di Kabupaten Jember. Di kabupaten ini bungker Jepang ditemukan di tiga kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Kencong, Wuluhan, dan Ambulu. Dari ke-3 kecamatan tersebut, dua di antaranya secara geografis terletak di pantai selatan Kabupaten Jember yaitu Kecamatan Wuluhan dan Ambulu. Sedangkan Kecamatan Kencong yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang letaknya tidak di pinggir pantai tetapi agak masuk ke arah utara. Meskipun demikian berdasarkan keadaan geografis masuk dalam kawasan pantai. Keletakan bungker Jepang yang demikian ini (di daerah pantai) tentunya telah diperhitungkan secara matang. Hal ini terkait dengan tujuan dibangunnya bungker tersebut yaitu untuk mengawasi lalu lintas air yang melewati Laut Selatan atau Samudera Indonesia, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember. Tipe atau Model Sarana Pertahanan Jepang
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Gambar . 2.1 Peta Administrasi Kabupaten Malinau

Gambar . 2.1 Peta Administrasi Kabupaten Malinau

Hulu, Kayan Hulu, Kayan Hilir, Kayan Selatan, Sungai Boh dan sebagian Kecamatan Mentarang Hulu, mulai dari Paking , Semamu, Long Berang sampai dengan Long Pala. Pada daerah dengan kemiringan lahan di bawah 2 persen sangat berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan, terutama padi dan palawija. Kendala yang ada pada daerah dengan kemiringan lahan dibawah 2 persen relatif kecil, kemungkinan erosi yang terjadi sangat rendah sekali. Namun pada daerah rawa yang tergenang permanen perlu adanya masukan teknologi relatif tinggi, yaitu pembuatan kanal atau saluran-saluran drainase. Pada daerah dengan kemiringan lahan 3 – 15 % adalah kawasan yang potensial untuk pengembangan pertanian pangan dan perkebunan dengan masukan teknologi rendah sampai sedang seperti pembuatan teras gulud atau teras bangku. Sedangkan daerah dengan kemiringan lahan 15 – 40 % peruntukkannya terbatas hanya untuk perkebunan dengan masukan teknologi untuk konservasi lahan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

ANALISIS STRUKTUR LAPISAN TANAH BERDASARKAN KETEBALAN SEDIMEN DAN IDENTIFIKASI RESIKO GEMPABUMI DI KABUPATEN KULON PROGO MENGGUNAKAN MIKROTREMOR.

ANALISIS STRUKTUR LAPISAN TANAH BERDASARKAN KETEBALAN SEDIMEN DAN IDENTIFIKASI RESIKO GEMPABUMI DI KABUPATEN KULON PROGO MENGGUNAKAN MIKROTREMOR.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur lapisan tanah di wilayah bagian utara Kabupaten Kulon Progo dengan ketebalan sedimen < 22 m tergolong pasir berkerikil keras. Struktur lapisan tanah di wilayah bagian tengah Kabupaten ini dengan ketebalan sedimen < 25 m tergolong pasir, pasir berkerikil, dan lempung, sedangkan ketebalan sedimen > 25 m tergolong pasir, pasir berkerikil, lempung, lempung gampingan. Struktur lapisan tanah di wilayah bagian selatan Kabupaten ini dengan ketebalan sedimen < 15 m tergolong pasir; ketebalan sedimen 15 m sampai 30 m tergolong pasir dan lempung; ketebalan > 30 m tergolong tanah lembek yaitu lempung, tufa, dan napal. Pemetaan tingkat resiko gempa dalam satuan kecamatan adalah: kecamatan dengan resiko tinggi berada di Kecamatan Samigaluh bagian utara, Kecamatan Kalibawang bagian barat, Kecamatan Wates, Kecamatan Lendah bagian timur, Kecamatan Galur bagian utara, Kecamatan Temon, dan Kecamatan Panjatan bagian utara karena kecamatan tersebut memiliki nilai faktor amplifikasi tinggi yang didukung dengan ketebalan sedimen tebal. Wilayah dengan resiko sedang berada di Kecamatan Girimulyo, yaitu Desa Purwosari (TA9) dan Desa Jatimulyo (TA12) , serta Kecamatan Pengasih pada Desa Sidomulyo (TA16). Wilayah dengan resiko rendah berada di Kecamatan Nanggulan, Kecamatan Sentolo, Kecamatan Kokap, dan Kecamatan Samigaluh bagian selatan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB IV S O S I A L - TABEL 4 SOSIAL, AGAMA,PENDIDIKAN, KESEHATAN

BAB IV S O S I A L - TABEL 4 SOSIAL, AGAMA,PENDIDIKAN, KESEHATAN

Sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Pengabuan diantaranya Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Sementara untuk tenaga kesehatan/ paramedis yang ada yaitu Dokter Umun, Bidan desa, perawat kesehatan, perawat gigi dan tenaga kesehatan lainnya.

46 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN DAN REKAYASA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT ( Studi Kasus Rumah Sakit Kristen Tayu, Pati ) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

RANCANG BANGUN DAN REKAYASA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT ( Studi Kasus Rumah Sakit Kristen Tayu, Pati ) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

3. Pengaruh Sungailiat sebagai wilayah pengembangan terhadap kecamatan Mendo Barat sampai pada titik Breaking Point (BP) kilometer 24, sementara jarak Petaling sebagai ibukota Kecamatan Mendo Barat ke Pangkal Pinang sebagai ibukota propinsi hanya 15 kilometer. BP 24 masih terletak di kecamatan Merawang atau jika melalui Puding Besar masih bagian dari Kecamatan Puding Besar. Jadi menurut perhitungan berdasarkan The Rielly`s Law of Retail Gravitation Model, interaksi Kecamatan Mendo Barat terhadap Sungailiat relatif lemah. Penduduk Mendo Barat lebih cenderung berinteraksi ke Pangkal Pinang sebab jarak dari ibukota hanya 15 kilometer (IG = 3,6) sedangkan desa-desa di sebelah barat Mendo Barat hampir dipastikan aktifitas ekonominya mengarah ke Pangkal Pinang karena letak geografisnya berada di sebelah barat Pangkal Pinang.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Sistem Pendataan Pemakaman Pada UPTD Kembang Arum Kecamatan Semarang Barat Berbasis Web.

Rancang Bangun Sistem Pendataan Pemakaman Pada UPTD Kembang Arum Kecamatan Semarang Barat Berbasis Web.

Unit Pelaksana Tenaga Dinas Kecamatan Semarang Barat (UPTD) mengelola pemakaman masih manual, belum adanya pendataan pemakaman di Unit Pelaksana Tenaga Dinas Kecamatan Semarang Barat (UPTD) sehingga menyulitkan pihak Unit Pelaksana Tenaga Dinas Kecamatan Semarang Barat (UPTD) untuk melakukan pendataan makam berdasarkan kepemilikan makam. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat membantu pihak Unit Pelaksana Tenaga Dinas Kecamatan Semarang Barat (UPTD) untuk mengelola pemakaman dengan baik sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai kepemilikan makam berdasarkan letak makam. Untuk pembuatan sistemnya yaitu dengan memetakkan lahan pamakaman. Tujuan dari pembuatan sistem informasi untuk pengelolaan pemakaman, agar dapat membantu pihak pengelola dan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih baik dan berguna.pengembangan sistem menggunakan waterfall dan alat bantu perancangan menggunakan UML.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

B1J010160 13.

B1J010160 13.

Nadeak, M. N., 2009. Deskripsi Budidaya dan Pemanfaatan Bambu di Kelurahan Balumbang Jaya (Kecamatan Bogor Barat) dan Desa Rumpin (Kecamatan Rumpin), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Skripsi. Bogor: Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

3 Baca lebih lajut

Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Merokok pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Merokok pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

35. Durandt J, Bidjuni H, Ismanto A. Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Kebiasaan Merokok Anak Usia Remaja 12-17 Tahun di Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal Keperawatan. Volume 3, No 1; Februari 2015

4 Baca lebih lajut

KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN TALIKURAN KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA | Sunda | JURNAL EKSEKUTIF 15431 30969 1 SM

KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN TALIKURAN KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA | Sunda | JURNAL EKSEKUTIF 15431 30969 1 SM

Oleh karena itu Kantor Kelurahan Talikuran Kecamatan Kawangkoan Utara sebagai organisasi publik dituntut untuk meningkatkan kinerja aparat yang ada dalam organisasi. Melihat dari tugas dan fungsi yang diemban oleh setiap individu dalam organisasi maka dituntut kinerja yang optimal dalam mencapai tiap tujuan yang telah ditetapkan, namun berdasarkan observasi awal secara umum kinerja yang ditunjukkan oleh aparatur sipil Negara dalam pelayanan public pada Kantor Kelurahan Talikuran Kecamatan Kawangkoan Utara belum optimal dimana terdapat aparat yang kurang menyadari tugas dan fungsinya sehingga seringkali timbul ketimpangan-ketimpangan dalam menjalankan tugasnya sehingga masih terdapat Aparatur Sipil Negara yang belum melaksanakan tugasnya dengan baik terlihat dari beberapa keluhan dari masyarakat dari segi waktu yang lama mengurus surat menyurat seperti pengurusan berkas pembuata e-ktp, dan masih dikenakan biaya. Selain itu masih adanya keluhan masyarakat mengenai lambatnya pelayanan beberapa surat, kemampuan aparat dalam mengoperasikan peralatan teknologi seperti komputer. Disamping itu tingkat kedisiplinan sebagian dari Aparatur Sipil Negara belum tampak optimal dimana kehadiharan dikantor seringkali tidak tepat waktu.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ARAHAN PENGEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN AMURANG BARAT, KABUPATEN MINAHASA SELATAN | Sillia | SPASIAL 15987 32070 1 SM

ARAHAN PENGEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN AMURANG BARAT, KABUPATEN MINAHASA SELATAN | Sillia | SPASIAL 15987 32070 1 SM

b. Lahan untuk pengembangan penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat diperoleh lahan dalam dua kategori yaitu lahan dapat dikembangkan seluas 57 hektar dan lahan yang tidak dapat dikembangkan deluas 10.283 hektar. Pengembangan penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat dapat diarahkan pada sebagian wilayah Kelurahan Rumoong bawah karena memiliki daya dukung lahan yang sesuai. Lahan yang dapat dikembangkan diperuntukan sebagai kawasan permukiman terencana. Diperlukan peningkatan pelayanan lingkungan hunian, upaya yang harus dilakukan melalui penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum sehingga kebutuhan lingkungan hunian dapat memadai.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KODE WILAYAH PROPINSI DAN KABUPATEN DI INDONESIA

KODE WILAYAH PROPINSI DAN KABUPATEN DI INDONESIA

47 P 3171060209 KEL. GANDARIA UTARA I Jl. Deltasari F 1 No.9 Kebayoran Baru 48 P 3171060210 KEL. GANDARIA UTARA II Jl. Mesjid Raya Blok A Kebayoran Baru 49 P 3171060211 KEL. CIPETE UTARA Jl. H. Abdul Majid Rt.001/05 Kebayoran Baru 50 P 3171070101 KEC. MAMPANG PRAPATAN Jl. Kapten Tendean No. 9 Mampang Prapatan 51 P 3171070202 KEL. KUNINGAN BARAT Jl. Poncol Jaya No. 49 Mampang Prapatan 52 P 3171070203 KEL. MAMPANG PRAPATAN Jl. Tegal Parang Utara I Mampang Prapatan 53 P 3171070204 KEL. PELA MAMPANG I Jl. Pondok Jaya III Mampang Prapatan 54 P 3171070205 KEL. PELA MAMPANG II Jl. Bangka II Gg V Mampang Prapatan 55 P 3171070206 KEL. TEGAL PARANG Jl. Mampang Prapatan XI/24 Mampang Prapatan
Baca lebih lanjut

960 Baca lebih lajut

90211 ID pentingnya komunikasi orangtua pada anak

90211 ID pentingnya komunikasi orangtua pada anak

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Melihat fenomena yang terjadi di Desa Kanonang 1 Kecamatan Kawangkoan Barat bahwa sebagian keluarga sudah tidak lagi menggunakan bahasa Tontemboan dalam melakukan interaksi baik dalam kehidupan keluarga serta kegiatan-kegiatan seperti; rukun keluraga, pesta/acara duka, ibadah, sarana mengajar (sekolah), dan sarana umum pada transaksi jual beli di toko-toko maupun di pasar. Tidak menutup kemungkinan keluarga-keluarga dan kehidupan bermasyarakat di Desa Kanonang 1 sudah tidak lagi menggunakan/mendengar peracakapan dengan menggunakan bahasa Tontemboan 20 th -30 th silam di Desa Kanonang 1. Penelitian ini bertujuan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PELAYANAN PUBLIK PASCA PEMEKARAN KECAMATAN DI KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA KABUPATEN MINAHASA | Polla | JURNAL EKSEKUTIF 16788 33723 1 SM

KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PELAYANAN PUBLIK PASCA PEMEKARAN KECAMATAN DI KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA KABUPATEN MINAHASA | Polla | JURNAL EKSEKUTIF 16788 33723 1 SM

karyawan dalam melayani pelanggan secara memuaskan. Secara garis besar ada 4 (empat) unur pokok dalam konsep pelayanan yang unggul, yaitu 1).Kecepatan; 2).Ketepatan; 3).Keramahan; 4).Kenyamanan. Keempat komponen ini merupakan satu kesatuan pelayanan yang terintegrasi, maksudnya pelayanan atau jasa menjadi tidak excellence bila ada komponen yang kurang. Untuk mencapai tingkat excellence , menurut Tjiptono (2011 : 58) “Seorang karyawan harus memiliki ketrampilan tertentu, dintaranya berpenampilan baik dan rapi, bersikap ramah, memperlihatkan gairah kerja dan sikap selalu siap untuk melayani, tenang dalam bekerja, tidak tinggi hati karena merasa dibutuhkan, menguasai pekerjaannya baik tugas yang berkaitan pada bagian atau departemennya maupun bagian lainnya, mampu berkomunikasi dengan baik bisa memahami bahasa isyarat (gesture) pelanggan, dan memiliki kemampuan menangani keluhan pelanggan secara professional”. Di Kecamatan Kawangkoan Utara, dari hasil penelitian, mengenai kualitas pelayanan sendiri jika dilihat dari indicator kualitas pelayanan memang belum memenuhi syarat, hal ini disebabkan keterbatasan sumberdaya manusia dan sarana pendukung, hal ini membuat pelayanan menjadi agak pelan serta kantor Kecamatan yang belum representatif, dimana kantor Kecamatan sendiri masih meminjam rumah dari lurah, hal ini membuat tingkat kenyamanan berkurang, karena suasana kantor hanya seperti rumah. Hal ini seperti yang diutarakan oleh seorang masyarakat Bapak Yumma beliau mengatakan :
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...