Kecamatan Medan Perjuangan

Top PDF Kecamatan Medan Perjuangan:

Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari Dimensi Kultural

Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari Dimensi Kultural

Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsisaya yang berjudul “Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan Dari Dimensi Kultural” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

12 Baca lebih lajut

Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari Dimensi Kultural

Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari Dimensi Kultural

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari dimensi kultural. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling, cara menentukan sampel dengan menggunakan rumus slovin. Sampel yang digunakan yaitu penduduk miskin yang berada di Kecamatan Medan Perjuangan dengan jumlah sampel 100 responden.

2 Baca lebih lajut

Kontribusi Anak Dalam Membantu Perekonomian Keluarga Di Kelurahan Sei Kera Hilir II Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan

Kontribusi Anak Dalam Membantu Perekonomian Keluarga Di Kelurahan Sei Kera Hilir II Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan

Penelitian skripsi ini berjudul “Kontribusi Anak Dalam Membantu Perekonomian Keluarga di Kelurahan Sei Kera Hilir II Kecamatan Medan Perjuangan, yang merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan studi pada program strata satu (S-1), jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. Sekaligus denfan segala keterbatasan penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi penulis khususnya, perusahaan dan pembaca tentunya.

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PELAKSANAAN SUPERVISI DAN KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DENGAN EFEKTIVITAS SEKOLAH DASAR (SD) DI KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN KOTA MEDAN.

HUBUNGAN PELAKSANAAN SUPERVISI DAN KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DENGAN EFEKTIVITAS SEKOLAH DASAR (SD) DI KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN KOTA MEDAN.

masyarakat. Komite sekolah yang belum menjalankan fungsinya dengan baik. Situasi ini berdasarkan pengamatan di lapangan diketahui bahwa tidak jarang Komite Sekolah hanya melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya hanya pada hal-hal tertentu saja misalnya dalam rangka realisasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) setelah itu tidak ada lagi keterlibatannya. Bahkan komunikasi dengan orangtua sangat jarang dilakukan sehingga sekolah tidak memiliki jaringan atau dukungan dari orang tua dengan program sekolah (Sumber: UPT TK/SD Kecamatan Medan Perjuangan Tahun 2015).
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN AIR UNTUK KEBUTUHANDOMESTIK DI KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN.

STUDI PENGGUNAAN AIR UNTUK KEBUTUHANDOMESTIK DI KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN.

2. Pemanfaatan air bersih di Kecamatan Medan Perjuangan banyak digunakan untuk kegiatan mandi sebesar 75,22 liter/hari/orang, mencuci 13,76 liter/hari/orang, memasak 1,74 liter/hari/orang, membersihkan rumah dan halaman 1,33 liter/hari/orang dan minum 0,97 liter/hari/orang. Maka kebutuhan air bersih untuk Kecamatan Medan Perjuangan dapat disimpulkan minimal untuk satu rumah tangga membutuhkan 13953,9 liter/bulan untuk jenis kegiatan mandi, mencuci pakaiandan piring, memasak, membersihkan rumah dan halaman serta minum. Dengan pertumbuhan penduduk 0,17% maka dapat diproyeksikan kebutuhan air bersih untuk setiap tahunnya bertambah 14697,16 liter/orang/hari.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari Dimensi Kultural

Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari Dimensi Kultural

Berdasarkan uraian diatas, maka perumusan masalah yang dapat diambil sebagai dasar kajian dalam penelitian yang dilakukan adalah factor - faktor apa saja penyebab kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari dimensi kultural? 1.3 Tujuan Penelitian

4 Baca lebih lajut

SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN KOTA MEDAN.

SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN KOTA MEDAN.

Topik bahasan atau permasalahan yang dibahas dalam penulisan ini adalah untuk menganalisis jumlah timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan dilihat dari tingkat pertumbuhan penduduknya.

18 Baca lebih lajut

Gambaran Status Gizi Balita Berdasarkan Antropometri Di Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Tahun 2016

Gambaran Status Gizi Balita Berdasarkan Antropometri Di Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Tahun 2016

Kota Medan merupakan salah satu bagian wilayah Provinsi Sumatera Utara. Prevalensi gizi buruk dan gizi kurang berdasarkan analisis antropometri di Kota Medan tahun 2013 sebesar 19,3% yang terdiri dari 4,2% gizi buruk dan 15,1% gizi kurang. Angka prevalensi ini mendekati angka nasional, yaitu sebesar 19,6%. 10

4 Baca lebih lajut

Gambaran Status Gizi Balita Berdasarkan Antropometri Di Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Tahun 2016

Gambaran Status Gizi Balita Berdasarkan Antropometri Di Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Tahun 2016

The nutritional problems in Indonesia were one of the problem of human development. The prevalence rate of mild nutrition was 18,4% in 2007 decreased to 17,9% in 2010, then increased to 19,6% in 2013. Prevalence rate of severe nutrition was 5,4% in 2007, 4,9% in 2010, and 5,7% in 2013. Sentosa Baru Public Hea lth Center is the one of Public Health Center from 39 public health centers in Medan that the number of children under five with sever-mild nutrition is still high. The measurement of nutritional status that have standarized is antropometry.

2 Baca lebih lajut

Kebiasaan Pencucian Raskin Dan Residu Zat Pemutih (Klorin) Di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Tahun 2013

Kebiasaan Pencucian Raskin Dan Residu Zat Pemutih (Klorin) Di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Tahun 2013

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi dengan judul “ Kebiasaan Pencucian Raskin Dan Residu Zat Pemutih (Klorin) Di Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Tahun 2013” . Skripsi ini adalah salah satu syarat yang ditetapkan untuk

14 Baca lebih lajut

Perilaku Ibu Dalam Pemberian Suplemen Pada Balita Di Asrama Kowilhan Kelurahan Sidorame Barat  Kecamatan Medan Perjuangan Tahun 2010

Perilaku Ibu Dalam Pemberian Suplemen Pada Balita Di Asrama Kowilhan Kelurahan Sidorame Barat Kecamatan Medan Perjuangan Tahun 2010

banyak balita di Indonesia yang mengonsumsi suplemen. Perilaku pemberian suplemen pada anak dengan tujuan agar anak bertambah gemuk, merupakan hal yang sudah sering terlihat pada masa sekarang ini terutama di kota Medan. Sehingga mulai banyak di jumpai anak yang mengalami kegemukan. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Damayanti pada tahun 2008 di 10 kota-kota besar di Indonesia seperti di Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Manado. Hasilnya, prevalensi obesitas pada anak tercatat sebesar 17,75 % di Medan, Padang 7,1 %, Palembang 13,2 %, Jakarta 25 %, Semarang 24,3 %, Solo 2,1 %, Yogyakarta 4 %, Surabaya 11,4 %, Denpasar 11,7 %, dan Manado 5,3 %. Padahal kegemukan pada anak balita dapat berdampak buruk bagi anak di kemudian harinya, seperti jantung koroner, diabetes mellitus, dll.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Problematika dinas kebersihan kota medan dalam meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga di kecamatan medan perjuangan - Repository UIN Sumatera Utara

Problematika dinas kebersihan kota medan dalam meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga di kecamatan medan perjuangan - Repository UIN Sumatera Utara

Pelaksanaan layanan pengelolaan sampah warga kadang kala menimbulkan permasalahan yang krusial sehingga pelanyanan yang dilakukan tidak seutuhnya memberi dampak yang signifikan terhadap kebersihan lingkungan warga masyarakat Medan Perjuangan. Hal ini, sebagai gambaran bayak ditemukan serta didapati keluhan-keluhan warga akan lambanya dan monotonnya leyanan yang diberikan petugas kebersihan di Kecamatan Medan Perjuanagan. Sebagai contoh, pengutipan sampah ke warga dilakukan secara bergiliran dan tidak merata sebentara sampah yang dihasilkan warga beraneka ragam serta berbagai bentuk jenis, juga pengumpulan sampah dari wadah yang di pinggir jalan atau di gang-gang tidak diambil secara bersih. 65
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari Dimensi Kultural

Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari Dimensi Kultural

Kaplale (2012), dengan judul penelitian : Faktor-faktor yang mepengaruhi tingkat kemiskinan di kota Ambon (studi kasus di dusun Kranjang desa Waiyame kecamatan Teluk Ambon Baguala Kota Ambon). Dengan hasil penelitian : (1) Besarnya jumlah pendapatan pada lokasi penelitian pada dusun Kranjang desa Waiyame adalah Rp 369.057.000 per-tahun. (2) Besarnya jumlah pengeluaran pada lokasi penelitian pada dusun Kranjang desa Waiyame adalah Rp 306.840.500 per-tahun. (3) Berdasarkan pendekatan objektif yang dilihat dari garis kemiskinan pengeluaran versi BPS ditemukan sekitar 28KK tergolong rumah tangga miskin, dilihat dari garis kemiskinan pendapatan ditemukan 28 KK tergolong rumah tangga miskin, (4) Faktor-faktor yang menyebabkan kemiskinan pada rumah tangga di Dusun Kranjang Desa Waiyame dan Desa Waiheru adalah (a) menurunnya produktivitas tanaman, (b) lapangan kerja yang sulit didapat, (c) rendahnya tingkat pendidikan kepala keluarga, (d) ketergantungan masyarakat terhadap alam dan kondisi yang ada, (e) biaya dalam proses ritual adat. (f) terbatasnya akses terhadap modal (uang tunai).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan  Medan Perjuangan dari Dimensi Kultural

Identifikasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari Dimensi Kultural

Hasil penelitian menunjukkan (1) Ciri masyarakat miskin di Kecamatan Medan Perjuangan antara lain, umur antara 45-50 Tahun, pendidikan terakhir rata- rata tamat SD, memiliki pendapatan rata-rata antara Rp. 970.000,00 – Rp. 1.500.000,00 dan memiliki tanggungan antara 4-6 orang.(2) Masyarakat miskin di Kecamatan Medan Perjuangan rata-rata bekerja di sektor informal, rata-rata tidak pernah mengikuti kursus / pelatihan, rata-rata tidak memiliki tabungan dan jika pendapatan kurang mereka lebih memilih untuk berhutang, serta tidak menggunakan teknologi dalam melakukan pekerjaan nya. Berdasarkan hal tersebut, faktor penyebab kemiskinan di Kecamatan Medan Perjuangan dari dimensi kultural diakibatkan masyarakat miskin memiliki sikap mental yang negatif seperti: sifat boros, cepat merasa puas, sulit menerima inovasi serta memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap sesama.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

SURAT UNDANGAN KUALIFIKASI

SURAT UNDANGAN KUALIFIKASI

Berdasarkan hasil evaluasi Administrasi, Teknis dan Harga Pengadaan Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Sekolah SMA/SMK (SMKN 04 Jl. Sei Kera Kecamatan Medan Perjuangan) yang dilakukan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa TA 2012 Dinas Pendidikan Kota Medan, diperoleh hasil sebagai berikut:

Baca lebih lajut

Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat Pada Kantor Camat Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Area Kota Medan

Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat Pada Kantor Camat Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Area Kota Medan

Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik pada table di atas, dapat kita lihat bahwa telah terjadi peningkatan jumlah penduduk di Kota Medan dari mulai Tahun 2007 hingga tahun 2014. Hal itu menunjukkan bahwa dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Medan, sudah seharusnya kualitas pelayanan oleh aparatur pemerintahan terhadap masyarakat Kota Medan juga semakin baik.

Baca lebih lajut

Hubungan Frekuensi Pemberantasan Sarang Nyamuk Dan Angka Bebas Jentik Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Periode Januari-Desember Tahun 2012 Di Kota Medan

Hubungan Frekuensi Pemberantasan Sarang Nyamuk Dan Angka Bebas Jentik Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Periode Januari-Desember Tahun 2012 Di Kota Medan

Sitio, A 2008, Tesis: Hubungan tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Kebiasaan Keluarga dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan Tahun 2008, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang.

Baca lebih lajut

Analisis Perilaku Keluarga dan Keberadaan Jentik pada Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah di Lingkungan XX Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015

Analisis Perilaku Keluarga dan Keberadaan Jentik pada Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah di Lingkungan XX Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015

Helvetia, Helvetia Tengah, Helvetia Timur, Sikambing CII, Dwikora, Cinta Damai dan Tanjung Gusta. Jumlah penduduknya sebanyak 142.187 jiwa yang terdiri dari 35.144 Kepala keluarga. Kelurahan Helvetia Tengah merupakan kelurahan yang terbanyak jumlah penduduknya yaitu 26756 jiwa yang terdiri dari 7803 Kepala Keluarga. Angka Bebas Jentik (ABJ) di Lingkungan XX Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia pada tahun 2014 yaitu 93% sedangkan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang direkomendasikan Depkes yaitu 95%. Kasus demam berdarah yang terjadi di Lingkungan XX Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia pada tahun 2014 sebanyak 40 kasus dengan 2 kematian (CFR 0,7).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat Pada Kantor Camat Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Area Kota Medan

Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat Pada Kantor Camat Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Area Kota Medan

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, prosedur pelayanan di kantorCamat Medan Area Kota Medan dapat dikatakan efektif. Dimana masyarakat dapat secara jelas mengikuti alur pelayanan yang mesti dilalui. Juga didukung dengan adanya loket dimana ketika masyarakat masuk gedung kantor ada loket bagian informasi yang membuat masyarakat tidak bingung dan dapat bertanya langsung untuk alur pelayanan. Dalam penelitian ini juga ditemukan sebanyak 3 orang (2%) responden yang menjawab tidak mudah dan sebanyak 10 orang (6,7%) yang menjawab kurang mudah dengan alasan tahapan yang harus dijalani untuk memperoleh suatu layanan masih terlalu rumit atau kurang sesederhana harapan mereka. Di kantor camat Kecamatan Medan Area Kota Medan terdapat petunjuk berupa bagan alur pelayanan berserta syarat/ketentuan yang dapat dibaca masyarakat, sehingga di nilai informatif untuk memudahkan pelayanan pada kantor tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peranan Badan Amil Zakat (BAZ) Sumatera Utara Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Kota Medan

Peranan Badan Amil Zakat (BAZ) Sumatera Utara Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Kota Medan

Husna Sari Siregar “Peranan Badan Amil Zakat (BAZ) Sumatera Utara Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Kota Medan” di bawah bimbingan Prof. Dr. H.M. Ridwan Lubis selaku ketua komisi pembimbing, John Tafbu Ritonga, SE, M.Ec dan H.B. Tarmizi, SE, SU selaku anggota.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...