kecambah kedelai

Top PDF kecambah kedelai:

Karakteristik Fisikokimia Tepung Kecambah Kedelai Dan Tepung Kedelai

Karakteristik Fisikokimia Tepung Kecambah Kedelai Dan Tepung Kedelai

Kedelai merupakan komoditas strategis di Indonesia karena kedelai merupakan salah satu tanaman penting setelah beras dan jagung. Penduduk Indonesia gemar mengonsumsi produk olahan kedelai karena beberapa alasan, yaitu harganya relatif murah dan gizinya tinggi. Salah satu proses yang dapat meningkatkan mutu gizi dan kualitas kedelai adalah melalui perkecambahan. Pada penelitian ini, dipelajari perbandingan karakteristik fisikokimia tepung kecambah kedelai (TKK) dan tepung kedelai (TK), sebelumnya kedelai dan kecambah kedelai dikeringkan dengan freeze drier lalu dilakukan pengecilan ukuran menggunakan blender dan diayak menggunakan ayakan 100 mesh. Tepung kedelai dan tepung kecambah kedelai yang dihasilkan kemudian dianalisis kimia yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, kapasitas antioksidan. Kemudian dilanjutkan analisis fisik dan sifat fungsional protein seperti daya serap air, daya serap lemak, stabilitas dan kapasitas buih, stabilitas dan kapasitas emulsi, aktivitas air, warna, derajat putih, densitas kamba, sudut repose. Perkecambahan terbukti memengaruhi karakteristik kimia dari kedelai, yaitu meningkatkan kapasitas antioksidan, serta menurunkan kadar lemak kedelai. Sifat fungsional protein TKK juga diketahui memiliki kapasitas buih (18.97 %), kapasitas emulsi (12.5 %) yang signifikan lebih tinggi (p<0.05) dari TK. Secara fisik, densitas kamba TKK (0.43 g/ml) juga signifikan lebih tinggi dari TK.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Karakteristik Fisik, Kimia dan Mutu Sensori Susu Bubuk Kecambah Kedelai Instan Berdasarkan Variasi Penambahan Maltodekstrin Physical Characteristics, Chemistry and Quality Sensory Instant Soybean Powder Milk Based on Variations of Maltodextrin Addition

Karakteristik Fisik, Kimia dan Mutu Sensori Susu Bubuk Kecambah Kedelai Instan Berdasarkan Variasi Penambahan Maltodekstrin Physical Characteristics, Chemistry and Quality Sensory Instant Soybean Powder Milk Based on Variations of Maltodextrin Addition

Hasil analisis statistik menunjukkan variasi penambahan konsentrasi maltodekstrin berpengaruh sangat nyata terhadap kelarutan susu bubuk kecambah kedelai instan yang ditunjukkan nilai P sebesar 0,003 (p<0,05). Hasil uji lanjut dengan duncan dengan taraf kepercyaan 95% menunjukkan bahwa perlakuan penambahan konsentrasi maltodekstrin sangat berpengaruh nyata terhadap kelarutan susu bubuk kecambah kedelai instan. Nilai rata-rata kelarutan susu bubuk kecambah kedelai instan berkisar antara 63-85%, apabila dibandingkan dengan syarat mutu maltodekstrin yang ditetapkan oleh DSN (Dewan Standarisasi Nasional), maka maltodekstrin tersebut tidak dipengaruhi syarat mutu yang diterapkan, yaitu masih dibawah 97%. Hal tersebut dapat disebabkan hidrolisis asam menghasilkan fragmen linier yang tinggi karena prosesnya yang memotong cabang pati fragmen tersebut cukup tinggi kecenderungannya untuk berasosiasi kembali membentuk agregat yang tidak larut air sehngga menyebabkan larutan hazy (Kennedy et al., 1995)
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Isolasi dan identifikasi saponin pada kecambah kedelai [Glycine max L.].

Isolasi dan identifikasi saponin pada kecambah kedelai [Glycine max L.].

Kedelai (Glycine max L.) selain dikonsumsi sebagai sayuran juga dapat digunakan sebagai tanaman obat karena memiliki kandungan kimia yang cukup bermanfaat. Salah satu senyawa kimia yang terkandung dalam kedelai adalah saponin, dimana secara umum kadar saponin meningkat bila kedelai dikecambahkan. Menurut golongannya, saponin terbagi dua yakni steroid dan triterpenoid. Saponin steroid berguna untuk pengembangan hormon kelamin dan kontrasepsi oral. Sedangkan saponin triterpenoid biasa digunakan sebagai ekspektoran, antiinflamasi, larvasida, serta dapat meningkatkan ekskresi kolesterol. Penentuan tipe saponin berguna untuk pemanfaatan selanjutnya dari tanaman yang mengandung tipe saponin tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tipe saponin yang terdapat dalam kecambah kedelai serta karakteristik saponin tersebut secara Kromatografi Lapis Tipis dan spektroskopi UV.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKAA. Tepung Talas belitung KUALITAS FLAKES TALAS BELITUNG DAN KECAMBAH KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DENGAN VARIASI MALTODEKSTRIN.

II. TINJAUAN PUSTAKAA. Tepung Talas belitung KUALITAS FLAKES TALAS BELITUNG DAN KECAMBAH KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DENGAN VARIASI MALTODEKSTRIN.

Menurut Heinnermen (2003), pada kedelai terdapat faktor antinutrisi seperti tripsin inhibitor, asam fitat, oligosakarida, dan hemaglutinin. Akan tetapi, pada kedelai proses perkecambahan itu sendiri tidak menghancurkan trypsin inhibitor. Perlakuan panas pada kecambah kedelai lebih efektif untuk menghancurkan trypsin inhibitor dibanding dengan tidak berkecambah. Akan tetapi perendaman yang terlalu lama dan pemanasan yang terlalu tinggi akan mengurangi nilai gizi dari kedelai. Waktu pemasakan yang diperlukan dengan cara pengukusan pada suhu 100 0 C dan tekanan satu atmosfer yang terbaik adalah 10-15 menit. Dengan kondisi pemasakan tersebut aktivitas trypsin inhibitor menjadi minimum dan menghasilkan Protein Efficiency Ratio (PER) kedelai yang maksimum. Tabel 6. Kandungan gizi kacang kedelai dan kecambah kacang kedelai
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Asam Sitrat, Aluminium dan Interaksinya Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kedelai (Glycine max L.) Varietas Anjasmoro

Pengaruh Asam Sitrat, Aluminium dan Interaksinya Terhadap Pertumbuhan Kecambah Kedelai (Glycine max L.) Varietas Anjasmoro

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aluminium terhadap kecambah kedelai varietas anjasmoro tidak berpengaruh terhadap berat segar benih tersebut. Sebaliknya perlakuan asam sitrat berefek negatif terhadap berat segar kecambah dimana berat segar mengalami penurunan sebesar 59% (Gambar 1). Hasil ini berbeda dengan yang dilaporkan Abdullahi (2006) bahwa asam sitrat 5 mM meningkatkan berat segar kecambah kedelai sampai 12%. Hal ini menunjukkan bahwa kedelai varietas anjasmoro lebih rentan terhadap asam sitrat dibanding dengan varietas yang digunakan oleh Abdullahi (2006).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KUALITAS FLAKES TALAS BELITUNG DAN KECAMBAH KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DENGAN VARIASI MALTODEKSTRIN.

KUALITAS FLAKES TALAS BELITUNG DAN KECAMBAH KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DENGAN VARIASI MALTODEKSTRIN.

Triyono (2010), menunjukan bahwa hasil flakes pisang terbaik diperoleh dari proporsi subtitusi tepung pisang dengan tepung terigu 90%:10% dan perlakuan penambahan maltodekstrin sebesar 15%. Dengan demikian, kualitas flakes talas belitung dan kecambah kedelai (Glycine max (L.) Merill) dengan variasi maltodekstrin diharapkan dapat memenuhi kriteria sebagai pangan alternatif dan memiliki karakteristik yang disukai oleh konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh maltodekstrin terhadap kualitas (sifat fisik, kimia, mikrobiologis dan organoleptik) flakes talas belitung dan kecambah kedelai (Glycine max (L.) Merill) serta mengetahui variasi maltodekstrin yang dapat menghasilkan flakes dengan kualitas terbaik dan disukai oleh konsumen.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

POTENSI CAMPURAN KECAMBAH BERAS COKLAT DAN KECAMBAH KEDELAI SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL TINGGI SERAT DAN PROTEIN (Potential for Mixed Brown Rice Sprouts and Soybean Sprouts as Fuctional Beverage High Fiber and Protein) Siti Aminah

POTENSI CAMPURAN KECAMBAH BERAS COKLAT DAN KECAMBAH KEDELAI SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL TINGGI SERAT DAN PROTEIN (Potential for Mixed Brown Rice Sprouts and Soybean Sprouts as Fuctional Beverage High Fiber and Protein) Siti Aminah

kecambah kedelai adalah 10:90 % sebanyak 35,20 g% sedang kadar protein terendah pada perlakuan campuran tepung kecambah beras coklat dan tepung kecambah kedelai adalah 50:50 % sebanyak 18,87 g%. Semakin tinggi proporsi tepung kecambah kedelai kadar protein semakin tinggi. Tepung kecambah kedelai mempunyai kadar protein yang lebih tinggi dibanding dengan tepung kedelai dan bahan lainnya, protein tepung kecambah kedelai meningkat menjadi 135,79 % dibanding dengan kandungan tepung kedelai. Tepung kecambah beras coklat menunjukkan hal yang sebaliknya, kadar protein tepung kecambah sedikit lebih rendah dibanding kadar protein beras coklat, turun menjadi 95 %, sedangkan kadar protein tepung beras coklat sedikit lebih rendah dibanding dengan tepung beras putih. Kadar protein tepung kecambah kedelai lebih tinggi dari tepung kecambah beras coklat, sehingga semakin tinggi proporsi tepung kecambah kedelai maka kadar protein campuran kedua bahan tersebut juga semakin tinggi sehingga semakin banyak ditambahkan, tepung kedelai maka protein juga akan meningkat. Hasil analisis terhadap kadar protein disajikan pada Gambar 1
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Isolasi dan identifikasi saponin pada kecambah kedelai [Glycine max L.] - USD Repository

Isolasi dan identifikasi saponin pada kecambah kedelai [Glycine max L.] - USD Repository

Pemeriksaan uji saponin secara sederhana dilakukan terhadap kecambah kedelai yang telah dihancurkan. Hasil uji buih pada awal menit pertama timbul buih dengan tinggi lebih kurang 1,5 cm dan setelah dibiarkan 10 menit, buih tetap ada dengan tinggi yang sama. Hasil yang diperoleh sesuai dengan ketentuan (Anonim, 1995). Ini menunjukkan bahwa kecambah kedelai mengandung saponin. Buih dapat terbentuk karena saponin mempunyai sifat dapat menurunkan tegangan permukaan air. Seperti sabun, saponin mempunyai molekul besar yang mengandung gugus hidrofilik dan lipofilik. Dalam air, molekul saponin mensejajarkan diri secara vertikal pada permukaannya, dengan gugus lipofilik menjauhi air (gambar 4).
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Perbandingan Karakteristik Fisikokimia Tempe Dengan Tempe Kecambah Kedelai

Perbandingan Karakteristik Fisikokimia Tempe Dengan Tempe Kecambah Kedelai

Daya serap air didefinisikan sebagai kemampuan pangan untuk menahan air yang ditambahkan dan yang ada dalam bahan pangan itu sendiri selama proses perlakuan terhadap pangan. Tepung tempe A memiliki daya serap air yang secara signifikan lebih tinggi (p<0.05) dibandingkan tepung B, yaitu 2.26 g air/g sampel. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya proses perkecambahan yang menyebabkan peningkatan kadar protein dan perubahan kualitas protein pada kecambah kedelai, serta pemecahan molekul-molekul polisakarida yang diketahui bersifat hidrofilik, sehingga interaksi protein dengan air dapat meningkat (Ghavidel dan Prakash 2006). Terbukanya situs atau tempat pengikatan air dari rantai samping gugus protein yang sebelumnya dihalangi oleh keberadaan lemak kemungkinan juga menjadi faktor yang menyebabkan meningkatnya daya serap air tepung tempe A (Chinma et al. 2009). Daya serap air tepung tempe A ini terbilang tinggi karena mendekati daya serap air konsentrat protein kedelai, yaitu 2.20 g air/g solid (Kinsella 1979).
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) dan Lama Perendaman terhadap Karakteristik Tepung Kecambah Kedelai.

Pengaruh Konsentrasi Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) dan Lama Perendaman terhadap Karakteristik Tepung Kecambah Kedelai.

Pembuatan tepung kecambah kedelai dilakukan dengan beberapa tahap antara lain sortasi, pencucian, perendaman, pengeringan, germinasi atau perkecambahan, penggilingan, dan pengayakan. Penelitian oleh Ayo et al (2014) menyatakan bahwa dengan penambahan tepung kecambah kedelai pada tepung komposit sebagai bahan pembuatan roti dan biskuit menunjukkan penurunan nilai warna rata-rata.Hal ini disebabkan oleh pigmen yang melekat alami pada tepung kecambah kedelai yang ditambahkan akibat reaksi pencoklatan non enzimatis yaitu reaksi maillard, dimana reaksi ini terjadi antara gula pereduksi dan gugus amino protein yang dipercepat dengan adanya panas.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

 J01461

J01461

Sifat benih kedelai dengan kandungan protein dan lemak tinggi menjadi penyebab benih kedelai cepat mengalami deteriorasi atau penurunan mutu benih. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu perkecambahan adalah dengan perlakuan pemeraman atau bio-priming . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bio-priming dalam meningkatkan mutu perkecambahan. Penelitian ini menggunakan benih kedelai kuning varietas Grobogan yang sudah disimpan selama tiga bulan. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf signifikansi 5%. Perlakuan dalam penelitian ini adalah: 1) Kontrol (K), 2) Priming (M) perlakuan matriks priming dengan memasukkan benih kedelai ke dalam media berupa arang sekam lembab dengan perbandingan benih : arang sekam : air = 3 : 10 : 3 (b/b/v), 3) Bio-priming menggunakan EM-4 (E) dengan cara merendam benih dalam larutan EM-4 0.3% selama satu jam, 4) Bio-priming menggunakan Trichoderma harzianum (T) yaitu priming benih dengan 75 g Trichoderma harzianum selama satu hari, dan 5) Bio-priming menggunakan EM-4 + Trichoderma harzianum (ET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bio-priming dengan menggunakan EM-4 mampu memperbaiki viabilitas, vigor dan pertumbuhan kecambah kedelai, sedangkan bio-priming menggunakan Trichoderma harzianum tidak menunjukkan perbedaan nyata pada semua variabel pengamatan dibandingkan kontrol. Perlakuan bio-priming menggunakan kombinasi EM-4 dan Trichoderma harzianum cenderung menurunkan mutu perkecambahan kedelai dibandingkan kontrol.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Substitusi Tepung Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max) pada Pembuatan Biskuit Serta Daya Terima

Substitusi Tepung Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max) pada Pembuatan Biskuit Serta Daya Terima

Taoge merupakan istilah untuk menyebut kecambah dari biji kacang hijau, kacang tunggak, atau kedelai. Dalam proses perkecambahan, cadangan bahan makanan diubah menjadi bentuk yang dapat digunakan, baik untuk tumbuhan maupun manusia. Pada saat perkecambahan, terjadi hidrolisis karbohidrat, protein, dan lemak menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga mudah dicerna. Taoge mengalami peningkatan jumlah protein dan vitamin, sedangkan kadar lemaknya mengalami penurunan. Peningkatan zat gizi mulai tampak setelah 24-48 jam masa perkecambahan (Astawan, 2009).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH LAMA FERMENTASI & JENIS SUMBER NITROGEN TERHADAP  PRODUKTIVITAS & SIFAT FISIK  Pengaruh Lama Fermentasi Dan Jenis Sumber Nitrogen Terhadap Produktivitas Dan Sifat Fisik Nata De Lontar (Borassus flabellifer).

PENGARUH LAMA FERMENTASI & JENIS SUMBER NITROGEN TERHADAP PRODUKTIVITAS & SIFAT FISIK Pengaruh Lama Fermentasi Dan Jenis Sumber Nitrogen Terhadap Produktivitas Dan Sifat Fisik Nata De Lontar (Borassus flabellifer).

Nata adalah makanan yang dihasilkan dari fermentasi air kelapa yang berwarna putih hingga bening, yang bertekstur kenyal. Nata berasal dari aktivitas bakteri Acetobacter xylinum. Pemanfaatan air lontar untuk pembuatan nata adalah untuk memanfaatkan air lontar yang kurang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial dengan 2 faktor. Faktor pertama, lama fermentasi yaitu 5 hari, 10 hari dan 15 hari sedangkan faktor yang kedua adalah sumber Nitrogen dengan menggunakan kecambah kacang hijau, kecambah kedelai dan pupuk ZA. Nata de lontar yang paling mendekati kontrol dan memiliki sifat fisik paling bagus adalah variasi lama fermentasi 15 hari dan sumber N kecambah kedelai. Dengan hasil sebagai berikut : tebal 1,2200 cm, berat 165 gr, sisa cairan fermentasi 300 ml dan pH 3.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH  BLANCHING TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN SENSORIK JUS KECAMBAH KEDELAI DAN WORTEL | Wulansari | Teknologi dan Kejuruan 10047 14241 1 SM

PENGARUH BLANCHING TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN SENSORIK JUS KECAMBAH KEDELAI DAN WORTEL | Wulansari | Teknologi dan Kejuruan 10047 14241 1 SM

Persentase kapasitas antioksidanjus kecambah kedelai dan wortel menunjuk- kan bahwa peningkatan lama waktu blanching nyata menurunkan kapasitas antioksidan. Hal ini dapat terjadi karena terjadi penurunan kadar vitamin pada ba- han. Penurunan kadar vitamin pada ba- han dapat disebabkan oleh perubahan su- hu, paparan oksidasi dan cara pengolah- an. Penggunaan metode blanching dalam pembuatan jus ini dapat menjadi salah satu alasannya. Menurut Lean (2013), pa- da metode basah, nutrisi hilang dengan berbagai cara. Utamanya adalah proses melelehnya nutrisi larut air terutama vita- min dan unsur mineral kedalam air ma- sak. Adanya kapasitas enzim pengoksida- si juga menyebabkan hilangnya nutrisi akibat keberadaan oksigen di dalam air dan udara panas.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KARAKTERISTIK KIMIA, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK SUSU KECAMBAH KEDELAI HITAM (Glycine Soja) BERDASARKAN VARIASI WAKTU PERKECAMBAHAN ANTIOXIDANT ACTIVITY, CHEMISTRY CHARACTERISTIC, AND ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF SPROUTS MILK OF BLACK SOYB

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KARAKTERISTIK KIMIA, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK SUSU KECAMBAH KEDELAI HITAM (Glycine Soja) BERDASARKAN VARIASI WAKTU PERKECAMBAHAN ANTIOXIDANT ACTIVITY, CHEMISTRY CHARACTERISTIC, AND ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF SPROUTS MILK OF BLACK SOYB

Kedelai mengandung enzim lipoksigenase atau lipoksidase yang diperlukan untuk perkecambahan. Enzim ini mengkatalis oksidasi asam lemak tidak jenuh oleh oksigen molekuler, sehingga menyebabkan timbulnya ketengikan dan bau langu atau beany flavor (Berk, 1992). Menurut Gsianturi (2003) Timbulnya bau langu tersebut dapat dikurangi dengan cara seperti perendaman kacang-kacangan dalam air, perkecambahan dan fermentasi. Sehingga akan dihasilkan produk olahan kedelai dengan mutu terbaik dan aman untuk dikonsumsi.

8 Baca lebih lajut

Pengaruh sumber nitrogen terhadap karakteristik nata de milko

Pengaruh sumber nitrogen terhadap karakteristik nata de milko

dalam protein kedelai adalah metionin, lisin, isoleusin, leusin, phenilalanine, treonin, treptofan dan valin. Di antara asam amino esensial tersebut kadar leusin paling tinggi kemudian diikuti lisin. Komponen asam amino nonesensial protein kedelai tersusun atas arginin, asam glutamat, histidin, glisin, alanin, dan serin. Asam glutamat kadarnya paling besar (18,4%) kemudian diikuti arginin (7,88%) (Winarsi, 2010). Menurut Nutrition Facts USDA-SR 21 (2011), kandungan isoleusin dan leusin pada kecambah kedelai adalah 580 mg/100 g bahan dan 938 mg/100 g bahan, sedangkan pada kecambah kacang hijau mengandung isoleusin sebesar 132 mg/100 g bahan dan kandungan leusin sebesar 175 mg/100 g bahan. Proses perkecambahan menyebabkan komponen terlarut asam amino-asam amino pada kedelai meningkat sehingga hasil ekstraksi kecambah kedelai merupakan cairan yang bernutrisi untuk mendukung pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum sehingga akan menghasilkan berat dan pelikel nata yang tinggi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Optimasi produksi antioksidan pada proses perkecambahan biji-bijian dan diversifikasi produk pangan fungsional dari kecambah yang dihasilkan

Optimasi produksi antioksidan pada proses perkecambahan biji-bijian dan diversifikasi produk pangan fungsional dari kecambah yang dihasilkan

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi perlakuan terhadap kacang hijau, kacang tunggak, kacang kedelai hitam dan kacang kedelai untuk mendapatkan tepung kecambah kacang-kacangan yang kaya antioksidan serta nutrisi yang dapat digunakan sebagai ingredien utama pangan olahan. Nilai tambah dari tepung kecambah kacang-kacangan yang telah diberikan perlakuan elisitasi ini tidak hanya karena kandungan antioksidannya yang tinggi, tetapi juga kandungan nutrisi yang penting bagi pemenuhan gizi masyarakat karena selama proses germinasi, kecambah mempekerjakan banyak enzim untuk katabolisme senyawa makromolekul seperti karbohidrat, lemak, dan protein menjadi glukosa, asam lemak dan asam amino. Kandungan enzim serta senyawa-senyawa sederhana yang tinggi dalam kecambah membuat tepung kecambah kedelai ini mudah dicerna dan cepat diserap tubuh.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Laporan Praktek PENGARUH UJI MEDIA KERTA

Laporan Praktek PENGARUH UJI MEDIA KERTA

viabilitas dan vigor benih tersebut, yaitu benih dapat tumbuh normal menjadi tanaman yang berproduksi wajar dalam kondisi biofisik lapangan yang mendukung. Parameter yang digunakan dapat berupa persentase kecambah normal berdasarkan penilaian terhadap struktur tumbuh embrio yang diamati langsung. Namun terdapat pula pengujian daya kecambah benih dengan memasukkan perlakuan cekaman. Hal ini untuk

Baca lebih lajut

B1J010029 12.

B1J010029 12.

Pemberian pakan berupa pelet dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus), namun tidak untuk kelulusan hidupnya. Tingkat kelulusan hidup terbaik dicapai pada perlakuan pemberian pakan berupa pelet +kecambah kacang kedelai yakni sebesar 65%, laju pertumbuhan spesifik tertinggi dicapai pada perlakuan pemberian pakan berupa pelet sebesar 4.99%, dan efisiensi pakan tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian pakan berupa pelet sebesar 1.25%.

Baca lebih lajut

Pemulsaan dan Ameliorasi Tanah Salin untuk Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Mulching and Amelioration Saline Soil for Growth and Yield of Soybean

Pemulsaan dan Ameliorasi Tanah Salin untuk Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Mulching and Amelioration Saline Soil for Growth and Yield of Soybean

Salinitas tanah saat tanam sangat tinggi, yang diindikasikan oleh tingginya DHL tanah, tetapi benih kedelai galur K-13 yang ditanam pada penelitian ini berdaya tumbuh 95-97% (Tabel 1). Hal ini menunjukkan bahwa galur tersebut tahan terhadap cekaman salinitas tinggi selama fase perkecambahan. Pemulsaan dan pemberian bahan amelioran serta interaksi keduanya tidak berpengaruh terhadap daya tumbuh benih, biomas tajuk 50 HST, dan tinggi tanaman; kecuali pengaruh nyata mulsa terhadap tinggi tanaman umur 15 HST (Tabel 1). Tanaman tumbuh lebih tinggi pada umur 15 HST akibat pemulsaan dibandingkan tanpa mulsa karena penggunaan mulsa jerami padi dengan cara disebar secara merata di permukaan tanah dapat mengurangi penguapan tanah sehingga meningkatkan kelembaban tanah, selanjutnya mengurangi cekaman kekeringan fisiologis seperti yang sering terjadi pada tanah salin. Jerami padi juga dapat meningkatkan ketersediaan hara makro apabila telah terdekomposisi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 4635 documents...