Kecelakaan dan insiden penerbangan di Rusia

Top PDF Kecelakaan dan insiden penerbangan di Rusia:

PERBANDINGAN KOMUNIKASI KRISIS OLEH MEDIA MASSA DALAM INSIDEN KECELAKAAN TUR  PERBANDINGAN KOMUNIKASI KRISIS OLEH MEDIA MASSA DALAM INSIDEN KECELAKAAN TUR PENERBANGAN SUKHOI SUPERJET 100 DI INDONESIA (Analisis Framing Berita dalam Surat Kabar Harian Koran

PERBANDINGAN KOMUNIKASI KRISIS OLEH MEDIA MASSA DALAM INSIDEN KECELAKAAN TUR PERBANDINGAN KOMUNIKASI KRISIS OLEH MEDIA MASSA DALAM INSIDEN KECELAKAAN TUR PENERBANGAN SUKHOI SUPERJET 100 DI INDONESIA (Analisis Framing Berita dalam Surat Kabar Harian Koran

Peristiwa kecelakaan Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) yang terjadi pada tanggal 9 Mei 2012 merupakan salah satu peristiwa krisis di Indonesia. Kecelakaan ini terjadi pada saat tur penerbangan Welcome Asia yang diadakan oleh Sukhoi Civil Aircraft. Selain itu, pemerintah Indonesia dan Rusia juga ikut serta dalam penanganan kecelakaan, mulai dari penyelamatan hingga ganti rugi kepada korban kecelakaan. Peristiwa ini menjadi salah satu agenda media yang penting. Hal ini ditandai dengan penempatan, jumlah pemberitaan, dan rentang waktu pembahasan isu. Penelitian ini secara khusus mengulas tentang komunikasi krisis yang dilakukan oleh SKH Koran Tempo dan Kompas melalui pemberitaannya selama Bulan Mei 2012. Berita yang diteliti adalah berita yang ditampilkan pada halaman pertama dan rubrik berita utama. Metode analisis teks yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis framing. Kecenderungan pemberitaan akan dibandingkan untuk mengetahui komunikasi krisis yang dilakukan oleh kedua media tersebut.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERBANDINGAN KOMUNIKASI KRISIS OLEH MEDIA MASSA DALAM INSIDEN KECELAKAAN TUR PENERBANGAN SUKHOI SUPERJET 100 DI INDONESIA (Analisis Framing Berita dalam Surat Kabar Harian Koran Tempo dan Kompas Bulan Mei 2012).

PENUTUP PERBANDINGAN KOMUNIKASI KRISIS OLEH MEDIA MASSA DALAM INSIDEN KECELAKAAN TUR PENERBANGAN SUKHOI SUPERJET 100 DI INDONESIA (Analisis Framing Berita dalam Surat Kabar Harian Koran Tempo dan Kompas Bulan Mei 2012).

lain seperti, dugaan penyebab kecelakaan dan bisnis yang sedang dilakukan oleh Sukhoi Civil Aircraft, dijadikan sebagai isu pendamping. SKH Kompas cenderung mengangkat narasumber yang berasal dari Indonesia dan tidak memberikan ruang bagi pihak Rusia untuk melakukan klarifikasi isu. Hal ini menjadikan peran pemerintah Rusia dalam upaya menyelesaikan permasalahan tidak terlihat.

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERBANDINGAN KOMUNIKASI KRISIS OLEH MEDIA MASSA DALAM INSIDEN KECELAKAAN TUR PENERBANGAN SUKHOI SUPERJET 100 DI INDONESIA (Analisis Framing Berita dalam Surat Kabar Harian Koran Tempo dan Kompas Bulan Mei 2012).

PENDAHULUAN PERBANDINGAN KOMUNIKASI KRISIS OLEH MEDIA MASSA DALAM INSIDEN KECELAKAAN TUR PENERBANGAN SUKHOI SUPERJET 100 DI INDONESIA (Analisis Framing Berita dalam Surat Kabar Harian Koran Tempo dan Kompas Bulan Mei 2012).

4. Media Massa Indonesia dalam Kecelakaan Sukhoi Superjet 100 Berpijak pada berbagai macam kecelakaan yang sering terjadi dalam penerbangan di Indonesia, tentu saja kejadian ini tak luput dari pemberitaan media massa. Peristiwa SSJ-100 mendapat sorotan baik dari media lokal, nasional, hingga internasional. Apalagi kejadian ini melibatkan hubungan internasional antara Negara Indonesia dan Rusia. Seperti yang dilansir dari kantor berita Rusia Rianovosti, Widiastuti (2012) melaporkan bahwa Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev juga turut membentuk komisi untuk menyelidiki insiden Pesawat SSJ-100 yang menghilang di kawasan Gunung Salak, Bogor, Indonesia pada Rabu, 9 Mei 2012 yang dipimpin oleh Yury Slyusar, Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Perbandingan Komunikasi Krisis Oleh Media Massa dalam Insiden Kecelakaan Tur Penerbangan Sukhoi Superjet 200 di Indonesia (Analisis Framing dalam Surat Kabar Harian Koran Tempo dan Kompas).

Perbandingan Komunikasi Krisis Oleh Media Massa dalam Insiden Kecelakaan Tur Penerbangan Sukhoi Superjet 200 di Indonesia (Analisis Framing dalam Surat Kabar Harian Koran Tempo dan Kompas).

Selain membahas dugaan penyebab kecelakaan, SKH Koran Tempo juga membahas mengenai isu bisnis. Peneliti melihat hal itu dari kecenderungan redaksional untuk menampilkan isu bisnis dalam kategori berita utama. Sehari setelah kecelakaan terjadi (10 Mei 2012), SKH Koran Tempo sudah menampilkan isu bisnis tentang posisi Sukhoi Civil Aircraft sebagai industri yang memproduksi pesawat komersial SSJ-100. Setelah membahas perihal dampak kecelakaan yang dapat mengganggu promosi Sukhoi Civil Aircraft atas pemasaran SSJ-100, SKH Koran Tempo mulai membahas posisi bisnis produk pesawat ini dalam artikel ‘Superjet Pesawat Komersial Pertama’. Konteks awal yang dimunculkan adalah SSJ-100 sebagai produk pertama dari Sukhoi Civil Aircraft. Tak hanya terkait dengan bisnis saja, SKH Koran Tempo juga membahas unsur politik dalam pemberitaannya. Hal itu ditandai dengan masuknya Rusia sebagai negara yang memiliki industri pesawat dan diharapkan produk SSJ-100 dapat mengangkat citra Rusia.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

WARTA ARDHIA Jurnal Perhubungan Udara Faktor-Faktor Penyebab Tingginya Tingkat Kecelakaan Pesawat Udara di Pulau Papua

WARTA ARDHIA Jurnal Perhubungan Udara Faktor-Faktor Penyebab Tingginya Tingkat Kecelakaan Pesawat Udara di Pulau Papua

Pada teori domino yang dipaparkan oleh Heinrich menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi karena kesalahan manusia. Frank Bird mencoba menyempurnakan teori tersebut dengan menempatkan penyebab dasar (basic causes) terjadinya kecelakaan menjadi immediate causes yaitu unsafe act atau unsafe condition. Sedangkan basic causes pada teori ini adalah origin dan teori ini juga menyebutkan faktor lack of control yaitu faktor manajemen sebagai bagian dari penyebab kecelakaan. 3. Human Factor (SHELL)

14 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Maskapai Penerbangan Terhadap Penumpang Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan

Tanggung Jawab Maskapai Penerbangan Terhadap Penumpang Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan

diambil dari nama gunung terkenal di Aceh. Dana untuk membeli pesawat ini didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh, pesawat tersebut dibeli seharga 120,000 dolar malaya yang sama dengan 20 kg emas. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir. Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari Koninklijke Nederlandsch Indie Luchtvaart Maatschappij (KNILM), perusahaan penerbangan nasional Hindia Belanda. Garuda adalah hasil joint venture antara Pemerintah Indonesia dengan maskapai Belanda Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). Pada awalnya, Pemerintah Indonesia memiliki 51% saham dan selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM. Karena paksaan nasionalis, KLM menjual sebagian dari sahamnya di tahun 1954 ke pemerintah Indonesia. 25
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PENERAPAN DATA MINING MENGGUNAKAN POHON KEPUTUSAN DENGAN ALGORITMA C4.5 DALAM MENENTUKAN KECELAKAAN PENERBANGAN

PENERAPAN DATA MINING MENGGUNAKAN POHON KEPUTUSAN DENGAN ALGORITMA C4.5 DALAM MENENTUKAN KECELAKAAN PENERBANGAN

Penerbangan adalah hal yang sering dilakukan pada jaman yang sangat modern ini. Mobilitas masyarakat menuntut transportasi yang lebih cepat, namun setiap transportasi memiliki resiko masing-masing, karena semakin tingginya frekuensi penerbangan maka akan terdapat pula resiko kecelakaan pada transportasi pesawat. Paper ini menjelaskan tentang pohon keputusan dengan algoritma C4.5.

6 Baca lebih lajut

Potret Kecemasan Penumpang Pesawat Terba

Potret Kecemasan Penumpang Pesawat Terba

Cerpen “Terbang” selesai ditulis pada 13 Maret 2008. Dapat diasumsikan bahwa pada saat cerpen tersebut ditulis, pengarang telah merasakan gejala sosial mengenai kecemasan-kecemasan pada masyarakat di tengah-tengah berita mengenai kecelakaan pesawat terbang. Kecelakaan pesawat terbang yang menjadi acuan bagi Utami tentu saja yang terjadi sebelum Maret 2008, seperti pada tahun sebelumnya, yaitu pesawat Adam Air Penerbangan 574 dari Jakarta—Manado via Surabaya jatuh di Selat Makassar, Mandala Airlines Penerbangan 660 tujuan Jakarta—Makassar—Ambon terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, atau Garuda Indonesia dengan penerbangan GA-200 jurusan Jakarta—Yogyakarta yang
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Analisis Kejadian Nyaris Cedera Pada Instalasi Rawat Inap C di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Tahun 2015.

Analisis Kejadian Nyaris Cedera Pada Instalasi Rawat Inap C di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Tahun 2015.

Rumah Sakit merupakan organisasi yang sangat kompleks dan padat masalah. Permasalahan internal yang dihadapi akibat kompleksnya permasalahan di rumah sakit, masih diperberat dengan munculnya masalah regional dan global, yakni perubahan yang sangat cepat, tantangan persaingan bebas, tuntutan perencanaan strategis berbasis kinerja, serta dimulainya era litigious society, di mana masyarakat yang dilayani oleh rumah sakit kini mulai gemar menuntut dan semakin cerdas dalam menentukan pilihan (Widajat, 2009). Tuntutan-tuntutan masyarakat ini disebabkan oleh ketidakpuasannya terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit akibat meningkatnya kasus-kasus seperti: kesalahan medis (medical error), kecelakaan (medical accident), kejadian nyaris celaka (KNC), atau kejadian tidak diharapkan (KTD) yang terjadi di rumah sakit.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN TERHADAP PENUMPANG SIPIL KORBAN KECELAKAAN PESAWAT LION AIR PENERBANGAN 904 DI BANDAR UDARA NGURAH RAI DENPASAR DITINJAU DARI KUHPERDATA DAN UU NO 1 THN 209 TTG PENERBANGAN.

PERLINDUNGAN TERHADAP PENUMPANG SIPIL KORBAN KECELAKAAN PESAWAT LION AIR PENERBANGAN 904 DI BANDAR UDARA NGURAH RAI DENPASAR DITINJAU DARI KUHPERDATA DAN UU NO 1 THN 209 TTG PENERBANGAN.

Praktik kegiatan transportasi udara niaga sering kali menunjukkan bahwa maskapai penerbangan tidak memenuhi kewajibannya secara baik dan benar atau dapat dikatakan telah melakukan wanprestasi. Beberapa kasus atau fakta yang dapat dikategorikan sebagai bentuk wanprestasi oleh maskapai penerbangan selaku pihak pengangkut adalah tidak memberikan keselamatan dan keamanan penerbangan kepada penumpang, yaitu berupa terjadinya kecelakaan pesawat udara yang mengakibatkan penumpang meninggal dunia dan/atau cacat, seperti yang terjadi pada Pesawat udara Boeing 737/800MG milik operator Lion Air yang mengalami kecelakaan di Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar Bali. Berdasarkan dari fenomena tersebut, maka timbul berbagai pertanyaan mengenai (1) perlindungan hukum terhadap penumpang sipil pada kecelakaan pesawat udara Lion Air penerbangan 904 di Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (2) cara penyelesaian apabila penumpang yang mengalami kecelakaan menolak santunan yang diberikan oleh pihak maskapai penerbangan ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

SERIAL REKAYASA KESELAMATAN JALAN

SERIAL REKAYASA KESELAMATAN JALAN

Dari ahli teknik dan penduduk setempat diketahui bahwa telah banyak terjadi kecelakaan dipersimpangan ini, termasuk tabrakan sudut kanan, tabrakan pejalan kaki, dan beberapa tabrakan bagian belakang. Tabrakan yang paling serius terjadi malam hari, ketika jumlah kendaraan menurun dan kecepatan di jalan raya meningkat. Dalam tabrakan di perempatan, seorang ahli teknik perlu bertanya apakah tabrakan terjadi karena melampaui (pengemudi/pengendara tidak menyadari ada simpangan) atau restart (pengemudi membuat keputusan yang tidak tepat setelah melambat/berhenti). Dicurigai bahwa masalah utama disini adalah pengambilan celah yang kurang tepat. Sebagian besar pengemudi/pengendara akan menyadari simpangan itu, namun memilih celah yang aman menjadi sulit karena kecepatan dan jumah kendaraan di jalan raya.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Jurnal Penelitian Perhubungan Udara WARTA ARDHIA Evaluasi Fasilitas Peralatan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan Dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Di Bandara Haluoleo Kendari Evaluation of Facility Aid Equipment Aviation Accidents And Fire (PKP-PK) at Haluol

Jurnal Penelitian Perhubungan Udara WARTA ARDHIA Evaluasi Fasilitas Peralatan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan Dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Di Bandara Haluoleo Kendari Evaluation of Facility Aid Equipment Aviation Accidents And Fire (PKP-PK) at Haluol

Bandar udara Haluoleo merupakan yang dimiliki oleh pemerintah propinsi Sulawesi Tenggara. Bandar udara ini sebelumnya bernama Bandar udara Wolter Monginsidi, kondisi dari bandar udara ini masih serba kekurangan dari segi fasilitas peralatan pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran , sedangkan tugas dari pelayanan jasa kebandarudaraan setiap harinya membutuhkan peningkatan dan dengan peralatan yang semakin canggih. Pelayanan jasa kebandarudaraan tersebut antara lain pelayanan jasa pesawat udara, penumpang, barang dan pos.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaturan Demo Flight menurut Hukum Udara Nasional dan Hukum Udara Internasional (Studi Kasus Kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100).

Pengaturan Demo Flight menurut Hukum Udara Nasional dan Hukum Udara Internasional (Studi Kasus Kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100).

Penulisan tugas akhir ini menggunakan teori yuridis-normatif yang digunakan untuk menganalisa data sekunder berupa hukum primer maupun hukum sekunder seperti Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Chicago Convention 1944

1 Baca lebih lajut

Aspek Hukum Perlindungan Kesetan Penumpang Sipil Dalam Penerbangan Militer Ditinjau Menurut Peraturan Perundang-Undangan (Studi Kecelakaan Pesawat Hercules A-1310)

Aspek Hukum Perlindungan Kesetan Penumpang Sipil Dalam Penerbangan Militer Ditinjau Menurut Peraturan Perundang-Undangan (Studi Kecelakaan Pesawat Hercules A-1310)

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus , karena berkat dan anugerahNya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Aspek Hukum Perlindungan Keselamatan Penumpang Sipil Dalam Penerbangan Militer Ditinjau Menurut Peraturan Perundang-Undangan (Studi Kecelakaan Pesawat Hercules A-1310)”. Adapun skripsi ini bertujuan untuk memenuhi syarat utama dalam kelulusan di perkuliahan Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

8 Baca lebih lajut

DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH

DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH

Evaluasi tingkat efektifitas ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kinerja teknik penanganan yang diimplementasikan dalam mengurangi kecelakaan. Untuk tujuan ini, beberapa teknik statistik seperti penggunaan tabel kontingensi 2x2 dan analisis statistik Chi-Kuadrad dapat dimanfaatkan melalui analisis sebelum dan sesudah (before and after analysis) penanganan. Analisis ini memerlukan konsistensi data yang paling tidak membutuhkan 2 tahun data kecelakaan untuk mendapatkan nilai efektifitas yang lebih mendekati.

61 Baca lebih lajut

Aspek Hukum Penggunaan Pesawat Militer Sebagai Pesawat Sipil Untuk Transportasi Penduduk Sipil Ditinjau Dari Hukum Internasional

Aspek Hukum Penggunaan Pesawat Militer Sebagai Pesawat Sipil Untuk Transportasi Penduduk Sipil Ditinjau Dari Hukum Internasional

Pesawat militer sebagai pesawat sipil untuk transportasi sipil Dasar ketentuan yang mengatur moda angkutan udara adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dimana Penerbangan didefinisikan sebagai satu kesatuan sistem yang terdiri atas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya. Moda Udara yang dinyatakan sebagai pesawat udara didefinikan sebagai setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer karena gaya angkat dari reaksi udara, tetapi bukan karena reaksi udara terhadap permukaan bumi yang digunakan untuk penerbangan. Penerbangan militer diatur dalam hukum internasional diatur dalam Konvensi Chicago 1944, Konvensi Jenewa 1958 dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang UNCLOS. Prinsip presumption of liability menyatakan bahwa “pengangkut dianggap selalu bertanggung jawab untuk kerugian yang ditimbulkan pada penumpang atau pengirim/penerima barang, dengan tekanan kata dianggap”. Pada keadaan normal pihak penumpang atau pengirim/penerima barang yang menderita kerugian tidak perlu membuktikan haknya atas ganti rugi, asalkan dipenuhi dengan syarat-syarat tertentu, yaitu untuk penumpang apabila “kecelakaan yang menimbulkan kerugian itu ada hubungannya dengan pengangkutan udara dan terjadi di atas pesawat udara atau selama melakukan suatu tindakan dalam hubungan dengan naik dan turun dari pesawat udara”.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Intervensi Rusia Di Crimea Dalam Perspektif Hukum Internasional

Intervensi Rusia Di Crimea Dalam Perspektif Hukum Internasional

yang muncul pada paruh pertama abad ke-15 dan terus berlangsung sampai 1783. 18 Selama lebih dari 300 tahun itu, ia menjadi kekuatan utama dan memainkan peran penting dalam internasional, maupun hubungan politik dan militer di seluruh Eurasia. 19 Penduduk Tatar Crimea Dengan maksud untuk secara penuh memahami sejarah Tatar Kremia perlu dilihat kembali pendahulu Khanate Crimea, yaitu Golden Horde. Golden Horde dibentuk oleh cucu Jenghis Khan, Batu, meliputi wilayah yang luas pada apa yang sekarang menjadi Rusia dan Ukraina, termasuk semenanjung Crimea di selatan. Dalam beberapa abad setelah kematian Batu, Crimea menjadi tempat berlindung bagi calon-calon yang tidak berhasil menduduki tahta Horde tersebut. 20
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Kemampuan Akhir Yang Diharapkan

Kemampuan Akhir Yang Diharapkan

dengan K3 di industri, mampu menguraikan konsep K3 dalam dunia industri, mampu menunjukkan hubungan antara faktor penyebab kecelakaan dan keadaan tidak selamat dalam aktivitas di industri, dan mampu merancang program kerja kegiatan K3 di industri terkait dengan perbaikan sistem manajemen K3 dan analisis biaya.

30 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN JASA PENERBANGAN TERHADAP PENUMPANG DALAM KECELAKAAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN.

TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN JASA PENERBANGAN TERHADAP PENUMPANG DALAM KECELAKAAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN.

Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan Penulisan Hukum (Skripsi) yang berjudul “ TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN JASA PENERBANGAN PENUMPANG DALAM KECELAKAAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN ”.

13 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Non Punitive Action Terhadap Pilot Akibat Kecelakaan dan Insiden Serius Pesawat Udara Sipil di Indonesia - UNS Institutional Repository

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Non Punitive Action Terhadap Pilot Akibat Kecelakaan dan Insiden Serius Pesawat Udara Sipil di Indonesia - UNS Institutional Repository

Selain kecelakaan yang di alami pesawat terbang Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 200 pada 7 Maret 2007 yang berujung pada upaya penghukuman terhadap Pilot karena kecelakaan tersebut, upaya penghukuman terhadap Pilot juga terjadi pada kecelakaan yang di alami Helikopter EC 130 B4 registrasi pesawat udara PK-BKA milik PT. Penerbangan Angkasa Semesta dengan Pilot Capt. Teguh Mulyatno pada 11 Oktober 2015 yang terjadi di perairan Danau Toba. Menteri Perhubungan pada saat itu mengeluarkan pernyataan bahwa lisensi Pilot tersebut akan di cabut sebagai hukuman akibat kecelakaan helikopter tersebut. 5 Hal tersebut membuktikan bahwa orientasi menghukum (punitive orientation) masih melekat pada negara terhadap Pilot dalam kecelakaan maupun insiden serius pesawat udara sipil, terlebih lagi tindakan tersebut dilakukan sebelum hasil laporan investigasi akhir (final report) kecelakaan oleh pihak berwenang yakni dikeluarkan. Orientasi menghukum juga ditemui pada peraturan di tingkat menteri, yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 30 Tahun 2015, orientasi menghukum dalam peraturan menteri tersebut membuat pilot merasa tertekan dalam menjalankan profesinya karena ancaman hukuman apabila terjadi sesuatu yang
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...