kecemasan menghadapi masa pensiun

Top PDF kecemasan menghadapi masa pensiun:

HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL  HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN.

HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN.

Perubahan-perubahan menghadapi masa pensiun dapat menimbulkan goncangan mental yang tidak dapat dielakkan. Hal ini disebabkan karena adanya perasaan tidak rela untuk melepas jabatan yang selama ini telah dimiliki dan dinikmati, jadi pasti ada perasaan cemas dan khawatir. Hal ini apabila berlebihan dapat mengganggu keadaan fisik dan psikologisnya. Individu yang mengalami masa pensiun akan mengalami kecemasan dan goncangan perasaan yang begitu berat. Banyak determinan atau variabel yang diasumsikan mempengaruhi kecemasan menghadapi masa pensiun, salah satunya yaitu berpikir positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk me ngetahui: 1) Ada tidaknya hubungan antara berpikir positif dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Grobogan; 2) Tingkat berpikir positif dan tingkat kecemasan menghadapi masa pensiun Pada Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Grobogan; 3) Sumbangan atau peranan berpikir positif terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun pada Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Grobogan. Hipotesis yang diajukan Ada hubungan negatif antara berpikir positif dengan kecemasan menghadapi masa pensiun
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Alasan kedua yang mendukung rendahnya tingkat kecemasan pada subjek penelitian adalah karena mayoritas subjek sudah mampu menerima keadaan bahwa ia akan berhenti bekerja dalam waktu yang tidak lama lagi, subjek dapat memahami bahwa pensiun merupakan salah satu fase hidup yang harus dilalui. Hal ini sejalan dengan penelitian Fretz (dalam Foster, 2008) yang menyatakan bahwa sikap mengenai pensiun merupakan prediksi yang kuat terhadap munculnya kecemasan menghadapi masa pensiun. Mayoritas sikap subjek penelitian tentang masa pensiun adalah positif, mereka tidak menganggap pensiun sebagai momok masa tua melainkan cenderung merasa bahagia karena bisa menyelesaikan amanah pekerjaan hingga masa pensiun. Sikap positif ini sehingga mampu menghindarkan subjek penelitian dari rasa cemas menjelang pensiun dan tersisa segelintir orang saja yang berada dalam tingkat kecemasan yang sedang dan tinggi.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

Hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada anggota TNI AD golongan bintara.

Hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada anggota TNI AD golongan bintara.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada anggota TNI AD golongan Bintara. Penelitian ini menggunakan 70 subjek berjenis kelamin laki-laki. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota TNI AD golongan Bintara yang akan memasuki masa pensiun. Instrumen penelitian ini menggunakan skala kecerdasan spiritual yang terdiri dari 24 aitem dengan (r) = 0,962 dan skala kecemasan menghadapi masa pensiun yang terdiri dari 24 aitem dengan (r) = 0,955. Analisis data dilakukan menggunakan Koefisien Korelasi Spearman rho karena data tidak berdistribusi normal. Hipotesis dalam penelitian ini terbukti, bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada anggota TNI AD golongan Bintara (N=70, r= -0,873, p=0,000 < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki kecerdasan spiritual yang relatif tinggi (70,76>60) dan kecemasan menghadapi masa pensiun yang relatif rendah (43,19<60).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA KARYAWAN SWASTA - Unika Repository

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA KARYAWAN SWASTA - Unika Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan kecemasan menghadapi masa pension pada karyawan swasta. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan negatif antara kecerdasan emosi dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada karyawan swasta. Penelitian ini dilakukan dengan populasi karyawan swasta yang sedang menghadapi masa pension berumur 53-55 tahun di Kota Kudus. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental purposive sampling dengan total 30 karyawan swasta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur skala kecemasan menghadapi masa pension dan skala kecerdasan emosi. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis yang diuji dengan uji korelasi Product Moment diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kecemasan menghadapi masa pension pada karyawan swasta. Hasil ini ditunjukkan dengan r xy = -0,834 dengan signifikansi
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Konsep Diri dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Cirebon

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Konsep Diri dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Cirebon

nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara konsep diri dan kecemasan menghadapi masa pensiun pada karyawan PT. Indocement Tunggal Prakarsa. Artinya semakin tinggi tingkat konsep diri akan menuntun pada menurunnya tingkat kecemasan menghadapi masa pensiun, dan begitu pula sebaliknya.

2 Baca lebih lajut

Kecemasan menghadapi masa pensiun pada karyawan pabrik laki-laki yang telah mengikuti Masa Persiapan Pensiun (MPP) di PT ISM Bogasari Jakarta - USD Repository

Kecemasan menghadapi masa pensiun pada karyawan pabrik laki-laki yang telah mengikuti Masa Persiapan Pensiun (MPP) di PT ISM Bogasari Jakarta - USD Repository

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang kecemasan menghadapi masa pensiun pada karyawan pabrik laki-laki yang telah mengikuti masa persiapan pensiun (MPP) di PT ISM Bogasari Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah 92 karyawan pabrik laki-laki PT ISM Bogasari Jakarta dari berbagai divisi. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan skala kecemasan secara langsung kepada responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan menghadapi pensiun yang disusun oleh peneliti sendiri. Daya diskriminasi dalam penelitian ini menggunakan batasan r ix >0,30. Pada skala kecemasan terdapat 16 item yang gugur dan 48 item yang sahih. Koefisien reliabilitas skala kecemasan menghadapi pensiun sebesar 0,940. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan pabrik laki-laki yang telah mengikuti masa persiapan pensiun di PT ISM Bogasari mengalami kecemasan pada kategori sedang yaitu 30 orang (55,56%) dan 24 orang (44,44%) berada pada kategori rendah. Tidak ada subyek yang mengalami kecemasan pada kategori tinggi.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI SKRIPSI

Prasojo, Dharmawan. (2011). Kecemasan menghadapi masa pensiun pada pegawai kementerian agama yang istrinya bekerja dan tidak bekerja (studi komparatif pada pegawai kementrian agama kabupaten Banjarnegara). Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

17 Baca lebih lajut

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Pensiun adalah masa seseorang tidak lagi bekerja secara formal pada sebuah instansi karena telah mancapai usia maksimum. Masa ini melibatkan banyak perubahan yang memungkinkan munculnya kecemasan. Setelah pensiun, karyawan BUMN hanya mendapat sekali tunjangan dan pemasukan per-bulan yang tidak begitu besar, saat ini BUMN juga memiliki nama baik di tengah masyarakat. Keadaan diatas memungkinan karyawan BUMN mengalami kecemasan yang lebih besar. Kecemasan merupakan ketidaknyamanan pikiran dan perasaan yang berkaitan dengan peristiwa yang akan datang. Pernikahan yang harmonis dinilai penting untuk menghindarkan seseorang dari rasa cemas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan keharmonisan pernikahan dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada karyawan BUMN. Penelitian ini melibatkan 57 karyawan BUMN dan 57 istri karyawan bersangkutan, sehingga total subjek penelitian adalah 114 orang. Alat ukur kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Scale dari Max Hamilton yang telah diterjemahkan dan alat ukur keharmonisan pernikahan menggunakan ENRICH karya David H. Olson yang telah diterjemahkan. Analisa data menggunakan uji Pearson Product Moment menghasilkan koefisien korelasi sebesar -0.739 dengan p = 0.001. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keharmonisan pernikahan dan kecemasan menghadapi masa pensiun yang berarti semakin tinggi kecemasan maka semakin rendah keharmonisan pernikahan dan sebaliknya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang senantisa memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya serta sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk cinta padanya. Berulang syukur pada Allah yang telah memberikan banyak kemudahan hingga skripsi yang berjudul “Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN” ini dapat terselesaikan.

14 Baca lebih lajut

KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI KEMENTRIAN AGAMA YANG ISTRINYA BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA (Studi Komparatif Pada Pegawai Kementrian Agama Kabupaten Banjarnegara).

KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI KEMENTRIAN AGAMA YANG ISTRINYA BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA (Studi Komparatif Pada Pegawai Kementrian Agama Kabupaten Banjarnegara).

Dharmawan Prasojo, Budhi. 2011. Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun Pada Pegawai Kementrian Agama yang Istrinya Bekerja dan Tidak Bekerja (Studi komparatif pada Kementrian Agama Kabupaten Banjarnegara). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I, Drs. Sugiyarta SL, M.Si.dan Pembimbing II, Siti Nuzulia, S.Psi., M.Si

1 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN.

PENDAHULUAN HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada masa pensiun akan menimbulkan goncangan mental yang tidak dapat dielakkan. Hal ini disebabkan karena adanya perasaan tidak rela untuk melepas jabatan yang selama ini telah dimiliki dan dinikmati, jadi pasti ada perasaan cemas dan khawatir, hal ini apabila berlebihan dapat mengganggu keadaan fisik dan psikologisnya. Individu yang mengalami masa pensiun akan mengalami kecemasan dan goncangan perasaan yang begitu berat. Kecemasan ini terjadi karena mereka harus meninggalkan teman-teman baik sebagai atasan ataupun bawahannya. Status sosial ekonomi serta fasilitas-fasilitas lain yang mereka peroleh selama bekerja. Kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan yang berkelanjutan akan berdampak pada keseimbangan emosional individu dan akhirnya akan termanifestasi dalam berbagai keluhan fisik, keadaan seperti itu dikenal dengan sebutan post power syndrome (Hawari, 2005).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun dengan Semangat Kerja Karyawan

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun dengan Semangat Kerja Karyawan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji hubungan antara kecemasan menghadapi pensiun dengan semangat kerja karyawan.Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Subjek penelitian adalah karyawan yang akan memasuki cuti besar dengan usia pegawai antara 52-57 tahun, dan mereka akan pensiun dalam kurun waktu 1-6 tahun lagi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang menggunakan subjek penelitian sebanyak 50 orang. Hasil analisis korelasi " Spearman Ranked-Order " r = 0,498 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara dua variabel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara kecemasan menghadapi pensiun dengan semangat kerja pada pegawai
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

KATA PENGANTAR Dengan hormat, Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi USU, saya bermaksud mengadakan penelitian di bidang Psiko[r]

26 Baca lebih lajut

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Kecemasan mengenai pensiun salah satunya disebabkan oleh perihal keuangan(Santrock, 2009). Perubahan yang signifikan menurun pada keuangan membuat calon pensiunan merasakan kecemasan tentang kehidupannya dan keluarga setelah pensiun nanti (Gallo, Bradley, Siegel, & Kasl, 2000). Dari populasi calon pensiunan dunia, seperempatnya lagi gagal mengumpulkan tabungan yang signifikan memadai untuk masa tua (Papalia dkk, 2009). Masalah keuangan besar kemungkinan akan dialami oleh karyawan BUMN yang hanya memperoleh pesangon yang diberikan satu kali saat ia pensiun (Fendisidy, 2015), dan juga akan lebih besar dialami oleh suami sebagai orang yang wajib melindungi istrinya dan memberikan segala keperluan ekonomi dan rumah tangga sesuai dengan kemampuannya (UU No. 1 Tahun 1974 tentang Hak dan Kewajiban suami-istri).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Berdasarkan penelitian oleh Holmes & Rahe (dalam Foster, 2008) pensiun menduduki peringkat ke-10 untuk kejadian-kejadian yang menimbulkan kecemasan,dan berkontribusi pada menurunnya kesehatan fisik dan mental (Suadirman, 2011). Diceritakan seorang laki-laki mengeluhkan bahwa hampir satu tahun ia merasa terganggu oleh perasaan cemas dan takut yang banyak menguras energinya. Seringkali peristiwa ini disertai jantung berdebar keras, keringat bercucuran, tidur tidak nyenyak, dan nafsu makan berkurang. Kecemasan tersebut datang secara mendadak ketika ia akan memasuki masa pensiun (Pradono dan Purnamasari, 2010). Subjek penelitian juga melaporkan hal yang hampir sama dalam kutipan wawancara berikut ini: “Perasaan saya agak nggak enak belakangan ini saat memikirkan kalau sebentar lagi akan pensiun. Apalagi memikirkan nanti setelah pensiun, pendapatan nggak akan sebanyak sekarang, terus bakal nggak jumpa sama kawan-kawan kerja lagi. Rasanya aneh karena bakal beda sama hari-hari biasa.”
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Hubungan Keharmonisan Pernikahan dengan Kecemasan Menghadapi Masa Pensiun pada Karyawan BUMN

Portal HR. (2015). Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.02/MEN/1993 Tentang Usia Pensiun Normal dan Batas Usia Pensiun Maksium Bagi Peserta Peraturan Dana Pensiun. Retrieved March 25, 2015 from http://www.portalhr.com/wp-content/upload/data/pdfs/pdf_peraturan/ Poerwanti, E. (1994). Dasar-dasar metode penelitian. Malang : UMM Press. Pradono, G. S., & Purnamasari, S.E. (2010). Hubungan antara Penyesuaian Diri

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penyesuaian Diri dan Dukungan Sosial Keluarga sebagai Prediktor Kecemasan Menjelang Pensiun Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Ambon dengan Jabatan Struktural Esselon II, III dan IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penyesuaian Diri dan Dukungan Sosial Keluarga sebagai Prediktor Kecemasan Menjelang Pensiun Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Ambon dengan Jabatan Struktural Esselon II, III dan IV

Churin’iyn, A. (2016). Hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pegawai Universitas Negeri Surabaya. Naskah Publikasi. Surabaya: Fakultas Psikologi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

8 Baca lebih lajut

T1 802012018 Full text

T1 802012018 Full text

Skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan menghadapi masa pensiun menggunakan Zung anxiety self-assessment scale yang dirancang oleh Zung (1971) yang telah diadaptasi oleh Yulia (2015). Skala kecemasan menghadapi masa pensiun ini berjumlah 20 item yang terdiri dari 13 item favorable dan 7 item unfavorable. Selanjutnya alat ukur yang digunakan diuji kembali dengan uji daya diskriminasi item dan reabilitas. Berdasarkan pada perhitungan uji seleksi item dan reabilitas skala kecemasan menghadapi pensiun diperoleh hasil 13 item yang dinyatakan valid yang berarti terdapat 7 item yang gugur. Daya diskriminasi item dengan koefisien korelasi item totalnya bergerak antara (0,821-0,959). Maka skala kecemasan menghadapi pensiun ini tergologong reliabel. Skala kecemasan pensiun ini disusun berdasarkan aspek-aspek kecemasan menghadapi pensiun menurut Zung (1971), yaitu: a) psikologis dan b) fisiologis.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Kecerdasan Adversity dengan Kecemasan Menghadapi Pensiun pada Pegawai Negeri Sipil Golongan IV di Salatiga

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan antara Kecerdasan Adversity dengan Kecemasan Menghadapi Pensiun pada Pegawai Negeri Sipil Golongan IV di Salatiga

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan adversity dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada pegawai negeri sipil golongan IV di Salatiga. Subjek penelitian ini adalah pegawai negeri sipil golongan IV yang akan pensiun pada tahun 2017-2018 di Salatiga yang berjumlah 40 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala adversity response profile (ARP) dari Stoltz dan skala kecemasan menghadapi pensiun yang disusun berdasarkan aspek-aspek kecemasan dari Zung. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kecerdasan adversity dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada pegawai negeri sipil golongan IV di Salatiga, dengan (r= -0,148) dan nilai signifikansi sebesar 0,180 (p>0,05).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kualitas Hidup Remaja Tunadaksa Musculus Skeletal System

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kualitas Hidup Remaja Tunadaksa Musculus Skeletal System

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara financial management behavior dan kecemasan menghadapi masa pensiun pada karyawan PT. Nojorono Tobacco International. Penelitian ini dilakukan pada 42 karyawan PT. Nojorono Tobacco International yang akan pensiun 5 tahun mendatang, berstatus bulanan, serta tidak memiliki penghasilan tambahan. Pemilihan subjek dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala financial management behavior dan skala kecemasan menghadapi masa pensiun. Hubungan antara financial management behavior dan kecemasan menghadapi masa pensiun diuji dengan korelasi Pearson’s Product Moment. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar -0,472 dengan nilai signifikansi 0,002. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara financial management behavior dan kecemasan menghadapi masa pensiun pada karyawan PT. Nojorono Tobacco International. Artinya semakin tinggi tingkat financial management behavior akan menuntun pada menurunnya tingkat kecemasan menghadapi masa pensiun dan begitu pula sebaliknya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...