Kecepatan Gerak Spermatozoa

Top PDF Kecepatan Gerak Spermatozoa:

Efek Gelombang Elektromagnetik Telepon S

Efek Gelombang Elektromagnetik Telepon S

hormon yang disekresi oleh kelenjar pineal. Awad et al. pada tahun 2006 membandingkan kadar melatonin serum dan plasma seminal dihubungkan dengan analisis sperma. Kadar melatonin serum dan plasma seminal kelompok pria infertil lebih rendah secara signifikan dibandingkan terhadap kelompok pria fertil. Kadar melatonin serum lebih tinggi dibandingkan kadar melatonin seminal plasma pada semua kelompok. Tetapi keduanya berkorelasi positif dengan kecepatan gerak spermatozoa. Rendahnya kadar melatonin dalam plasma seminal ditemukan pada kelompok pria infertil dengan kecepatan gerak spermatozoa yang lambat, leukositospermia, varikokel, dan azoospermia non obstruktif. 15

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Pajanan Gelombang Elektromagnetik Telepon Seluler Terhadap Kecepatan Gerak dan Jumlah Spermatozoa Mencit Galur Balb/C.

Pengaruh Pajanan Gelombang Elektromagnetik Telepon Seluler Terhadap Kecepatan Gerak dan Jumlah Spermatozoa Mencit Galur Balb/C.

Penelitian pada mencit merupakan tahap awal untuk mengetahui pengaruh pajanan gelombang elektromagnetik terhadap proses spermatogenesis. Hong et al.. pada tahun 2003 meneliti pengaruh pajanan gelombang elektromagnetik sebesar 50 Hz pada mencit selama dua minggu, menunjukkan penurunan kecepatan gerak spermatozoa. Lee et al.. pada tahun 2004 menggunakan pajanan medan elektromagnetik sebesar 60 Hz yang kontinu selama delapan minggu, menunjukkan peningkatan apoptosis germ cell testikuler yaitu dengan ditemukannya penurunan jumlah spermatogonia pada testis mencit.

23 Baca lebih lajut

Pengaruh Pasta Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Kecepatan Gerak, Jumlah, dan Viabilitas Spermatozoa Pada Mencit Galur Balb/c Yang Mengalami Spermiotoksisitas Akibat Induksi Sisplatin.

Pengaruh Pasta Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Kecepatan Gerak, Jumlah, dan Viabilitas Spermatozoa Pada Mencit Galur Balb/c Yang Mengalami Spermiotoksisitas Akibat Induksi Sisplatin.

Salah satu faktor yang signifikan dalam etiologi infertilitas pria adalah stres oksidatif karena dapat memperburuk fungsi sperma. Konsumsi antioksidan mungkin dapat memberi perlindungan melawan stres oksidatif. Likopen adalah suatu antioksidan kuat dengan konsentrasi tertinggi dalam produk-produk tomat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pasta tomat (Solanum lycopersicum) terhadap kecepatan gerak, jumlah dan viabilitas spermatozoa pada mencit galur BALB/c yang mengalami spermiotoksisitas akibat induksi sisplatin. Penelitian ini menggunakan metode prospektif eksperimental laboratorium sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang komparatif. Dua puluh empat ekor mencit jantan galur BALB/c dibagi secara acak dalam 4 kelompok perlakuan (n=6). Pada hari pertama semua kelompok perlakuan diinjeksi dengan sisplatin dosis tunggal secara intraperitonial. Pada hari kedua sampai hari keenam, kelompok kontrol diberi akuades peroral. Kelompok lain diberi pasta tomat dengan dosis 0,269 g, 0,538 g, dan 1,076 g secara peroral. Pada hari ketujuh semua mencit dikorbankan dan dibuat suspensi spermatozoa dari kauda epididimisnya. Kecepatan gerak, jumlah, dan viabilitas spermatozoa dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji ANAVA satu arah, dilanjutkan dengan uji beda rata-rata Tukey HSD dengan =0,05. Hasil penelitian menunjukkan kecepatan gerak spermatozoa berbeda sangat signifikan dengan kelompok kontrol hanya pada pasta tomat dengan dosis 1,076 g (p=0,000). Jumlah spermatozoa pada pasta tomat dosis 0,269 g dan 0,538 g berbeda signifikan dengan kelompok kontrol (p=0,024 dan p=0,017), sedangkan jumlah spermatozoa pada dosis 1,076 g berbeda sangat signifikan (p=0,000). Viabilitas spermatozoa berbeda sangat signifikan dengan kelompok kontrol hanya pada pasta tomat dosis 1,076 g (p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah pasta tomat meningkatkan kecepatan gerak, jumlah, dan viabilitas spermatozoa mencit yang spermiotoksisitas akibat induksi oleh sisplatin.

36 Baca lebih lajut

BAB KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR

BAB KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR

Galileo mengemukakan bahwa kita dapat memandang gerak parabola sebagai gerak lurus beraturan pada sumbu horizontal (sumbu-X) dan gerak lurus berubah beraturan pada sumbu vertikal (sumbu-Y) secara terpisah. Tiap gerak tidak saling mempengaruhi tetapi gabungannya tetap menghasilkan gerak parabola. Ada tiga hal:

11 Baca lebih lajut

Fisika Kelas 11 Bambang Haryadi 2009

Fisika Kelas 11 Bambang Haryadi 2009

Penyebab gerak suatu ben d a a d alah gaya. Pa d a gerak rotasi, sesuatu yang menyebabkan ben d a untuk berotasi atau berputar d isebut momen gaya atau torsi. Konsep torsi d apat d ilihat pa d a saat kita membuka pintu. Cobalah membuka pintu d ari bagian yang d ekat d engan engsel. Bagaimanakah gaya yang kalian keluarkan? Sekarang, cobalah kembali membuka pintu d ari bagian paling jauh d ari engsel. Ban d ingkan gaya yang d iperlukan antara d ua perlakuan tersebut. Tentu saja membuka pintu d engan cara men d orong bagian yang jauh d ari engsel lebih mu d ah d iban d ingkan d engan men d orong bagian yang d ekat d ari engsel. Gambar 6.1 menunjukkan sebuah pintu yang tampak d ari atas. Gaya d orong F d iberikan pa d a pintu d engan membentuk su d ut D terha d ap arah men d atar. Semakin besar gaya yang d iberikan, semakin cepat pintu terbuka. Semakin besar jarak engsel d ari tempat gaya bekerja, maka semakin besar momen gaya sehingga pintu lebih mu d ah terbuka.

240 Baca lebih lajut

Mikrajuddin Abdullah Fisika Dasar I 2016

Mikrajuddin Abdullah Fisika Dasar I 2016

Kecepatan rata-rata tidak memberikan informasi gerak benda tiap saat. Apakah suatu saat kecepatan benda membesar, mengecil, atau bahkan berhenti tidak terkandung dalam kecepatan rata-rata. Padahal kebanyakan benda memiliki kecepatan yang berbeda pada saat yang berbeda. Sangat jarang benda memiliki kecepatan yang sama selama perjalanan, apabila dalam selang waktu yang lama. Gambar 2.17 adalah besar kecepatan dan ketinggian pesawat garuda Indonesia GA-89 yang terbang dari Amsterdam ke Jakarta tanggal 15 Mei 2015. Kurva kuning adalah ketinggian sedangkan kurva biru adalah besar kecepatan. Tampak bahwa besar kecepatan berubah saat tinggal landas dan saat akan mendarat. Selama perjalanan, besar kecepatan hanya mengalami sedikit perubahan. Perubahan tersebut umumnya disebabkan kondisi cuaca di mana kadang pesawat sedikit melambat atau sedikit cepat.

1081 Baca lebih lajut

Mikrajuddin Abdullah   Fisika Dasar I 20 (2)

Mikrajuddin Abdullah Fisika Dasar I 20 (2)

Apa pentingnya memahami kecepatan? Sebuah pesawat tempur musuh ditangkap oleh radar sedang memasuki wilayah suatu negara. Pesawat tersebut akan ditembak jatuh dengan rudal. Tanpa mengatahui posisi dan kecepatan pesawat tersebut serta kecepatan jelajah rudal yang akan digunakan tidak akan mungkin menembak jatuh pesawat tersebut. Pesawat tempur harus memiliki kecepatan yang sangat tinggi agar bisa menghindar dari tembakan senjata musuh. Satelit yang diluncurkan harus memiliki kecepatan yang sangat teliti ketika mulai mengelilingi bumi agar tidak keluar dari orbitnya. Kecepatan alat-alat transportasi menjadi parameter penting dalam manajemen distribusi barang dan jasa yang teliti, baik antar kota, antar pelabuhan, maupun antar negara. Kalian dapat mendaftar puluhan aplikasi lain yang menggunakan variabel kecepatan sebagai variabel utama.

1081 Baca lebih lajut

laporan fisika Glbb dan Glb

laporan fisika Glbb dan Glb

4. Suatu gerak partikel dikatakan bergerak lurus beraturan (GLB) jika melalui suatu lintasan yang lurus, kecepatan konstan,tidak ada perubahan kecepatan terhadap waktu, sehingga perpatan sama dengan nol. Karena jika suatu partikel memiliki percepatan baik itu dipercepat maupun diperlambat maka partikel tersebut dinamakan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Dengan selang vertikal adalah nilai sin ɵ dan selang horizontal adalah nilai cos ɵ. Sehingga cosθ sinθ =tanθ =v . Dari hasil tersebut menunjukkan kcepatan konstan yang merupakan kriteria GLB .dan tentunya harus ditinjau pula dari lintasan yang lurus.

23 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan - PENGARUH POLISAKARIDA KRESTIN EKSTRAK JAMUR Coriolus versicolor TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA MENCIT (Mus musculus) Repository - UNAIR REPOSITORY

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan - PENGARUH POLISAKARIDA KRESTIN EKSTRAK JAMUR Coriolus versicolor TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA MENCIT (Mus musculus) Repository - UNAIR REPOSITORY

Peroksidasi lipid pada membran spermatozoa dapat menurunkan permeabilitas membran untuk ion-ion spesifik. Hasil peroksidasi lipid dengan kadar yang tinggi merupakan tanda toksisitas pada membran sel (Hayati, 2011). Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kualitas spermatozoa (kecepatan motilitas, persentase morfologi normal, persentase viabilitas, dan jumlah spermatozoa) pada kelompok dengan pemberian polisakarida krestin ekstrak jamur coriolus versicolor selama 62 hari dalam berbagai dosis.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KECEPATAN POTONG TERHADAP KEPRE

PENGARUH KECEPATAN POTONG TERHADAP KEPRE

Pada grafik terlihat bahwa ketika kecepatan potong rendah yakni pada kecepatan 20 mm/menit sampai 60 mm/menit penyimpangan yang terjadi cukup besar namun memiliki trend menurun. Hal ini disebabkan ketika kecepatan potong rendah pada saat yang sama kecepatan putaran spindle juga masih rendah meskipun pada sisi yang lain gerak makan sudah tinggi namun hal ini juga menyebabkan kecepatan pemakanan yang menjadi rendah, karena kecepatan pemakanan dipengaruhi juga oleh kecepatan putaran spindle. Ketika kecepatan potong dan kecepatan makan rendah maka proses penyayatan juga tidak maksimal sehingga kepresisian ulir juga semakin rendah. sehingga beban pada pahat menjadi rendah yang mengakibatkan gaya potong juga rendah. Pada sisi yang lain kedalaman pemotongan juga tinggi namun kecepatan potong yang rendah hal ini juga menyebabkan gaya potong yang

8 Baca lebih lajut

Soal & solusi Olimpiade Astronomi 2005 – Kabupaten-Kota

Soal & solusi Olimpiade Astronomi 2005 – Kabupaten-Kota

Dari hukum I Newton: bila tidak ada gaya yang bekerja pada suatu benda, maka benda yang sedang bergerak akan bergerak lurus beraturan. Karena tidak ada yang berkerja pada bola, maka bola akan bergerak lurus beraturan, yaitu gerak lurus dengan kecepatan tetap. Jadi kecepatan bola setelah 5 det akan sama dengan kecepatan semula, yaitu 20 m/det

25 Baca lebih lajut

TUC 3 UN 2015 KAB  Purworejo IPA  PAKET A

TUC 3 UN 2015 KAB Purworejo IPA PAKET A

1) Menutupnya daun putri malu ketika disentuh 2) Gerak menutup daun petai cina pada sore hari 3) Gerak kloroplas Spirogyra sp ke tempat yang terang 4) Gerak sel spermatozoid menuju ovum pada tumbuhan paku Gerak taksis ditunjukkan oleh nomor . . . .

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Penambahan Madu Dengan Dosis Berbeda Terhadap Motilitas Spermatozoa Dan Daya Tetas Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio) Pada Proses Preservasi.

PENDAHULUAN Pengaruh Penambahan Madu Dengan Dosis Berbeda Terhadap Motilitas Spermatozoa Dan Daya Tetas Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio) Pada Proses Preservasi.

Usaha dan peningkatan produksi benih ikan mas perlu dikembangkan terus-menerus dikarenakan hambatan yang terjadi saat pemijahan ikan mas secara alami yang hanya terjadi setahun sekali, telur dan semen tidak tersedia sepanjang tahun karena termasuk ikan petelur musiman, gonad jantan dan betina ikan mas tidak matang pada waktu yang sama di kolam budidaya, selain itu motilitas dan viabilitas spermatozoa akan terus menurun setelah dikeluarkan dari tubuh ikan. Salah satu cara yang bisa menyediakan ikan mas sepanjang tahun yaitu melalui preservasi spermatozoa induk jantan (Rustidja, 2000).

5 Baca lebih lajut

Rancang Bangun ALat Pengukur Kecepatan Gerak Rekasi Manusia Menggunakan Mikrokontroler AT89C51 - Bina Darma e-Journal

Rancang Bangun ALat Pengukur Kecepatan Gerak Rekasi Manusia Menggunakan Mikrokontroler AT89C51 - Bina Darma e-Journal

Gerak pada manusia sebagai suatu respon dari sesuatu merupakan hal yang selalu berbeda pada setiap orang atau individu. Respon tersebut ada yang bersifat cepat, sedang dan lambat. Terkadang beberapa pekerjaan atau kegiatan sehari-hari membutuhkan respon yang cepat, terutama dalam menghadapi suatu permasalahan yang perlu cepat diselesaikan. Misalkan seorang penjaga gawang dalam persepak-bolaan harus mempunyai respon yang cepat dan tepat terhadap kedatangan bola yang menuju ke gawangnya. Namun seringkali respon tersebut sulit untuk diukur karena sangat flexible sekali dan terkadang bersifat subjektif. Untuk itu maka diperlukan suatu alat ukur untuk menentukan cepat atau lambatnya gerak respon manusia tersebut. Dalam penelitian ini penulis akan menjelaskan secara umum rancang bangun dan prinsip kerja serta pengujian alat pengukur kecepatan gerak reaksi manusia dengan menggunakan mikrokontroler jenis AT89C51. Dari alat ini nantinya akan dapat diketahui seberapa besar respon yang akan dilakukan pada setiap orang Alat ukur ini akan terdiri dari 4 saklar utama, yakni 2 saklar untuk penguji dan 2 saklar untuk peserta (orang ) yang diuji yang dapat diindikasikan dengan 2 buah lampu LED. Selajutnya hasil dari pengukuran ini yang berupa waktu dalam detik akan terukur dan ditampilkan dalam angka tiga digit seven segment. Dengan demikian diharapkan penentuan respon gerak manusia tersebut dapat terukur dan lebih bersifat objektif berdasarkan angka keluaran pada seven segment. Mikrokontroler AT 89C51 merupakan sistem komputer kecil yang biasa digunakan untuk sistem pengendali atau pengontrol yang dapat diprogram sesuai kebutuhan “Agfianto Eko Putra, Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 (Teori dan Aplikasi), Cetakan Pertama, Gava Media”. Pada perancangan alat ini, mikrokontroler difungsikan sebagai counter atau pencacah sekaligus pengendali rangkaian driver indikator. Dasar perancangan dan pembuatan sistam atau alat ini menggunakan bantuan mikrokontroler. Hal tersebut dikarenakan lebih bersifat praktis dan lebih mudah dalam pembuatan prototypenya. Adapun alat ini dapat didasari atas prinsip kerja dari suatu rangkaian gerbang logika seperti : flip – flop, pencacah pulsa, generator pulsa dan lain – lainnya. Dengan kombinasi tersebut maka rangkaian yang sederhana tersebut menjadi lebih rumit dan lebih sukar dibuat.

7 Baca lebih lajut

Materi Fisika Kelas X . Semester 1

Materi Fisika Kelas X . Semester 1

5. Gir depan pada sebuah sepeda dengan pedal gir mempunyai diameter 16 cm dan gir yang belakang berdiameter 8 cm. Roda belakang sepeda berjari –jari 30 cm. Agar sepeda dapat meluncur dengan kecepatan 6 m/s, berapa jumlah putaran pedal tiap menit ?

80 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...