kecepatan sudut

Top PDF kecepatan sudut:

Hubungan Kecepatan Sudut dengan Kecepatan Linier

Hubungan Kecepatan Sudut dengan Kecepatan Linier

Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai berbagai jenis sistem penggerak, dengan bermacam sumber penggerak seperti motor listrik, tenaga angin, tenaga air dan sebagainya. Dengan adanya sistem penggerak ini, kita dapat memindahkan benda ke posisi tertentu, baik sebagai gerak linier, gerak sudut maupun kombinasi keduanya. Sistem penggerak dirancang untuk tujuan tertentu, misalnya untuk gerakan presisi dan akurat. Sistem penggerak presisi atau Precision Driving System (PDS) dapat memindahkan benda ke posisi yang diinginkan dengan tepat. Fenomena ini sangat menarik dan menimbulkan keingintahuan lebih lanjut bagaimana jika pada Sistem Penggerak Presisi diberikan beban dan dengan tipe pembebanan yang berbeda pula. Penggerak yang digunakan pada PDS ini adalah motor penapak (stepper motor) tipe unipolar HM004 dan roller dibuat dari fiber. Sistem transmisi yang digunakan adalah tipe gesek yang merubah gerak putar menjadi gerak translasi. Sistem mekanis-nya dibuat dari aluminum dan sebagai kontrol input digunakan program Delphi. Pengujian dilakukan untuk mengetahui performan PDS, difokuskan pada kondisi tanpa beban, pemberian beban dan pemberian jenis pembebanan yang berbeda. Hasil dari pengujian didapat bahwa performan PDS sangat baik. Kecepatan PDS sangat bergantung pada beban yang ada. Semakin besar beban, maka kecepatannya semakin lambat. Pada besar beban yang sama, jenis pembebanan momen lebih berpengaruh dari pada pembebanan tarik. Tetapi, tingkat presisi dari PDS tidak terpengaruh oleh beban yang ada.

9 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Rancang Bangun Pesawat Terbang Mandiri Tanpa Awak dengan Empat Baling-Baling Penggerak (Autonomous Quadcopter) T1 612005082 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Rancang Bangun Pesawat Terbang Mandiri Tanpa Awak dengan Empat Baling-Baling Penggerak (Autonomous Quadcopter) T1 612005082 BAB IV

Untuk menguji akurasi besarnya keluaran sensor terhadap kecepatan sudut yang dilakukan, dibutuhkan media berputar dengan kecepatan sudut yang konstan di mana sensor giroskop diletakan pada media tersebut. Alat pengujian ini bagi penulis sulit untuk direalisasikan. Sehingga sensitifitas data keluaran sensor ITG3205 ini sepenuhnya merujuk pada datasheet yaitu 14.375 LSB/(°/s) [4].

17 Baca lebih lajut

http://www.jurnaltechne.org/archives/2014131/201413110 ls.

http://www.jurnaltechne.org/archives/2014131/201413110 ls.

127 potensiometer, driver motor menggunakan driver motor DC jembatan H, motor menggunakan starter motor, serta catu daya menggunakan aki kering. Sedangkan bagian perangkat lunak terdiri dari pengakses sensor sudut, pengakses sensor kecepatan sudut, pengakses sensor simpangan stang, metode kendali PID, penghasil PWM serta low pass filter.

10 Baca lebih lajut

Bahan Ajar Gerak dalam Bidang Datar

Bahan Ajar Gerak dalam Bidang Datar

Pada gerak melingkar, kelajuan rotasi benda dinyatakan dengan putaran per menit (biasa disingkat rpm – revolution per minute). Kelajuan yang dinyatakan dengan satuan rpm adalah kelajuan sudut. Dalam gerak melingkar, kita juga dapat menyatakan arah putaran. misalnya kita menggunakan arah putaran jarum jam sebagai patokan. Oleh karena itu, kita dapat menyatakan kecepatan sudut, di mana selain menyatakan kelajuan sudut, juga menyatakan arahnya (ingat perbedaan kelajuan dan kecepatan, mengenai hal ini sudah Gurumuda terangkan pada Pokok bahasan Kinematika). Jika kecepatan pada gerak lurus disebut kecepatan linear (benda bergerak pada lintasan lurus), maka kecepatan pada gerak melingkar disebut kecepatan sudut, karena benda bergerak melalui sudut tertentu.

41 Baca lebih lajut

Mengukur Kecepatan dan Percepatan Gerak Kaki Manusia Menggunakan Kamera Digital

Mengukur Kecepatan dan Percepatan Gerak Kaki Manusia Menggunakan Kamera Digital

Abstrak—Sendi lutut memiliki peranan yang sangat penting dalam mengakomodasi tegangan yang tinggi dengan tetap mempertahankan mobilitas dan stabilitas tubuh manusia. Pergerakan sendi lutut tersebut pasti mempunyai kecepatan. Akan tetapi kecepatan pergerakan sendi lutut tersebut sulit untuk kita ukur. Pada pengujian keausan sebelumnya, harga kecepatan diambil dari asumsi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pengukuran kecepatan. Dalam melakukan pengukuran tersebut, digunakan beberapa metode antara lain menghitung secara manual, menggunakan alat ukur seperti tachometer dan lain-lain. Pada tugas akhir ini dilakukan metode pengukuran kecepatan melalui perantara kamera digital. Analisa dilakukan dengan mengambil gambar suatu gerakan dari orang yang sedang berjalan diatas treadmill yang diberi titik pada tiap persendian pada kaki orang tersebut dan diatur kecepatannya. Yang menjadi acuan bahwa orang tersebut bergerak, yaitu titik tersebut mengalami perpindahan posisi. Dari data perpindahan tersebut akan diproses menjadi data kecepatan dan percepatan. Dari hasil penelitian didapatkan kecepatan kumulatif, kecepatan sudut pada tibia, kecepatan sudut femur, percepatan sudut tibia serta percepatan sudut pada femur pada saat melakukan aktivitas berjalan, berlari, menaiki, dan menuruni tangga.

5 Baca lebih lajut

OSILASI HARMONIK PADA PEGAS SPIRAL

OSILASI HARMONIK PADA PEGAS SPIRAL

Hubungan antara momentum sudut dan kecepatan sudut partikel dan benda tegar yang berotasi mengelilingi sumbu tetap dalam kerangka acuan inersial, untuk sebuah partikel tunggal bermassa m yang bergerak pada lingkaran laju v mengelilingi sumbu z dari kerangka acuan inersial. Kecepatan sudutnya ω berarah ke atas sepanjang sumbu z. Momentum sudutnya I terhadap titik asal angka acuan O. Torsi tersebut ada karena jika partikel bergerak melingkar harus ada gaya sentripetal F atau gaya tersebut diberikan oleh tegangan tali ringan yang dikaitkan dari partikel yang berputar pada sumbu z.

22 Baca lebih lajut

Analisa Karakterisitik Aerodinamika Pengaruh Sirip Terhadap Airfoil Sayap Pesawat UAV USU Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic SOLIDWORKS Chapter III V

Analisa Karakterisitik Aerodinamika Pengaruh Sirip Terhadap Airfoil Sayap Pesawat UAV USU Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic SOLIDWORKS Chapter III V

Gaya-gaya yang terjadi pada airfoil juga merupakan parameter- parameter aerodinamika yang dibahas dalam penelitian ini. Dimana gaya angkat dan gaya hambat dapat mempengaruhi performansi dari sebuah pesawat model. Berikut ini adalah tabel gaya-gaya yang terjadi pada airfoil hasil simulasi untuk sudut serang 10 o dan sudut sirip 20°:

56 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Turbin Vortex dengan Casing berpenampang Spiral dan Lingkaran dengan Sudu berdiameter 32cm dan tinggi 90cm dengan 2 variasi Lubang Outlet dan 3 variasi jarak antara Sudu ke Outlet

Rancang Bangun Turbin Vortex dengan Casing berpenampang Spiral dan Lingkaran dengan Sudu berdiameter 32cm dan tinggi 90cm dengan 2 variasi Lubang Outlet dan 3 variasi jarak antara Sudu ke Outlet

Tidak berbeda dengan turbin francis, turbin kaplan cara kerjanya menggunakan prinsip reaksi. Turbin ini mempunyai roda jalan yang mirip dengan baling-baling pesawat terbang. Bila baling-baling pesawat terbang berfungsi untuk menghasilkan gaya dorong, roda jalan pada kaplan berfungsi untuk mendapatkan gaya F yaitu gaya putar yang dapat menghasilkan torsi pada poros turbin. Berbeda dengan roda jalan pada francis, sudu-sudu pada roda jalan kaplan dapat diputar posisinya untuk menyesuaikan kondisi beban turbin. Turbin kaplan banyak dipakai pada instalasi pembangkit listrik tenaga air sungai, karena turbin ini mempunyai kelebihan dapat menyesuaikan head yang berubah-ubah sepanjang tahun. Turbin Kaplan dapat beroperasi pada kecepatan tinggi sehingga ukuran roda turbin lebih kecil dan dapat dikopel langsung dengan generator. Pada kondisi pada beban tidak penuh turbin kaplan mempunyai efisiensi paling tinggi, hal ini dikarenakan sudu-sudu turbin kaplan dapat diatur menyesuaikan dengan beban yang ada.

76 Baca lebih lajut

Simulasi Pelacakan Target Tunggal Untuk mengetahui Jarak, Sudut Azimuth, Sudut Elevasi dan Kecepatan Target.

Simulasi Pelacakan Target Tunggal Untuk mengetahui Jarak, Sudut Azimuth, Sudut Elevasi dan Kecepatan Target.

% start_loc 3 X 1 lokasi awal target m % xvelocity 1 kecepatan target m/s % yamp 1 amplituda dari osilasi arah y m % yperiod 1 perioda dari osilasi arah y m % zamp 1 amplituda dari osilasi arah z m % zperiod 1 peroida dari osilasi arah z m % samplingtime 1 waktu jeda lintasan sec % deltat 1 waktu antara sample sec %

21 Baca lebih lajut

Momentum Sudut Benda Tegar PPT

Momentum Sudut Benda Tegar PPT

Sebuah bola pejal yang bermassa 10,0 kg menggelinding tanpa slip di atas bidang datar dengan kecepatan translasi 2,0 m/s. Jari-jari bola adalah 8,0 cm. Berapakah momentum translasi, momentum sudut terhadap pusat massa, energi kinetik translasi, energi kinetik rotasi.

57 Baca lebih lajut

Penulis  Alexander san lohat (san)    Lisensi Dokumen :

Penulis  Alexander san lohat (san)    Lisensi Dokumen :

Arah  vektor  percepatan  sentripetal  selalu  menuju  ke  pusat  lingkaran,  tetapi  vektor  kecepatan  linear  menuju arah gerak benda secara alami (lurus), sedangkan arah kecepatan sudut searah dengan putaran  benda.  Dengan  demikian,  vektor  percepatan  sentripetal  dan  kecepatan  tangensial  saling  tegak  lurus  atau dengan kata lain pada Gerak Melingkar Beraturan arah percepatan dan kecepatan linear/tangensial  tidak  sama.  Demikian  juga  arah  percepatan  sentripetal  dan  kecepatan  sudut  tidak  sama  karena  arah  percepatan sentripetal selalu menuju ke dalam/pusat lingkaran sedangkan arah kecepatan sudut sesuai  dengan arah putaran benda (untuk kasus di atas searah dengan putaran jarum jam). 

29 Baca lebih lajut

The Validity Of Clauser’s Method For Determining Shear Velocity, U*, In A Curved Channel

The Validity Of Clauser’s Method For Determining Shear Velocity, U*, In A Curved Channel

Cardoso, et al. (1989), Kironoto dan Graf (1994) dan Kiro- noto (2007) menunjukkan bahwa metode Clauser dapat membe- rikan ketelitian yang lebih baik bila dibandingkan dengan metode yang didasarkan pada persamaan energi. Metode Clauser juga da- pat digunakan untuk menentukan kecepatan / tegangan gesek di saluran terbuka, baik untuk aliran seragam maupun untuk aliran tidak seragam (Kironoto dan Graf, 1994, 1995), baik untuk data aliran di tengah saluran maupun di tepi saluran (Kironoto dkk, 2004). Nezu dan Rodi (1986) yang mempelajari aliran seragam dan Kironoto dan Graf (1995) yang mempelajari aliran seragam dan tidak seragam juga menyampaikan bahwa kecepatan gesek atau tegangan gesek dasar dapat ditentukan secara akurat dengan berdasarkan data pengukuran distribusi tegangan geser Reynolds, selama pengukuran tegangan geser dapat dilakukan dengan benar.

8 Baca lebih lajut

Kata kunci : Kecepatan angin , Sudut angguk, Turbin angin,

Kata kunci : Kecepatan angin , Sudut angguk, Turbin angin,

Indonesia memiliki wilayah yang luas dan terdapat banyak pemukiman di kawasan-kawasan terpencil. Pemenuhan kebutuhan energi listrik pada kawasan tersebut belum memungkinkan melalui jaringan listrik nasional. Pemenuhan kebutuhan energi melalui potensi energi lokal dan sumber daya lokal serta pemanfaatan energi baru terbarukan adalah jawaban yang paling tepat. Salah satu sumber energi terbarukan yaitu energi angin perlu dimanfaatkan secara optimum untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan terpencil. Pada penelitian ini telah dilakukan kajian potensi angin di wilayah Jawa Timur, pengembangan prototipe turbin angin, dan penggunaan sistem kontrol cerdas berbasis fuzzy logic yang sesuai dengan karakteristik angin di Jawa Timur. Angin yang berada di ladang angin secara umum memiliki kecepatan fluktuasi, sehingga kajian ladang angin penting untuk dilakukan. Kajian ladang angin meliputi akusisi data yang dilakukan dengan pengukuran secara langsung maupun tidak langsung dengan cara mencuplik data cuaca dari stasiun cuaca. Selanjutnya data tersebut diolah dan dianalisis untuk mengetahui kecepatan angin rata- rata dan arah angin. Data tersebut berupa kecepatan angin rata-rata dalam kurun waktu singkat, kurun waktu menengah maupun kurun waktu panjang. Pada bagian lain data kecepatan angin juga diolah melalui teknik peramalan yang diikuti perhitungan terhadap nilai ketidakpastian pengukuran untuk mengetahui kualitas data yang dihasilkan. Informasi ladang angin tersbut merupakan data yang sangat penting untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam instalasi turbin angin.

57 Baca lebih lajut

Fisika Kelas 11 Tri Widodo 2009

Fisika Kelas 11 Tri Widodo 2009

Perhatikan gambar 7.11 di samping. Misalnya sebuah pipa kapiler dengan jari-jari r dimasukkan dalam zat cair sehingga permukaan zat cair dalam pipa kapiler naik setinggi y dengan sudut kontak θ. Permukaan zat cair dalam pipa kapiler menyentuh dinding pipa se- panjang keliling lingkaran sebesar 2π r. Pada setiap satuan panjang permukaan zat cair tersebut bekerja tegangan per- mukaan τ yang arahnya ke atas. Jika tegangan permukaan diuraikan menjadi komponen mendatar dan vertikal diperoleh: komponen mendatar sebesar τ sin θ yang saling meniadakan dan komponen vertikal τ cos θ yang masih berpengaruh. Dengan demikian pada seluruh keliling permukaan zat cair bekerja gaya tegangan permukaan zat cair (F) sebesar: F = 2π.r. τ.cos θ.

234 Baca lebih lajut

FISIKA untuk SMAMA Kelas XI

FISIKA untuk SMAMA Kelas XI

Perhatikan gambar 7.11 di samping. Misalnya sebuah pipa kapiler dengan jari-jari r dimasukkan dalam zat cair sehingga permukaan zat cair dalam pipa kapiler naik setinggi y dengan sudut kontak θ. Permukaan zat cair dalam pipa kapiler menyentuh dinding pipa se- panjang keliling lingkaran sebesar 2π r. Pada setiap satuan panjang permukaan zat cair tersebut bekerja tegangan per- mukaan τ yang arahnya ke atas. Jika tegangan permukaan diuraikan menjadi komponen mendatar dan vertikal diperoleh: komponen mendatar sebesar τ sin θ yang saling meniadakan dan komponen vertikal τ cos θ yang masih berpengaruh. Dengan demikian pada seluruh keliling permukaan zat cair bekerja gaya tegangan permukaan zat cair (F) sebesar: F = 2π.r. τ.cos θ.

234 Baca lebih lajut

Fisika   SMA Kelas 11   20090904214425

Fisika SMA Kelas 11 20090904214425

Perhatikan gambar 7.11 di samping. Misalnya sebuah pipa kapiler dengan jari-jari r dimasukkan dalam zat cair sehingga permukaan zat cair dalam pipa kapiler naik setinggi y dengan sudut kontak θ. Permukaan zat cair dalam pipa kapiler menyentuh dinding pipa se- panjang keliling lingkaran sebesar 2π r. Pada setiap satuan panjang permukaan zat cair tersebut bekerja tegangan per- mukaan τ yang arahnya ke atas. Jika tegangan permukaan diuraikan menjadi komponen mendatar dan vertikal diperoleh: komponen mendatar sebesar τ sin θ yang saling meniadakan dan komponen vertikal τ cos θ yang masih berpengaruh. Dengan demikian pada seluruh keliling permukaan zat cair bekerja gaya tegangan permukaan zat cair (F) sebesar: F = 2π.r. τ.cos θ.

234 Baca lebih lajut

sma11fis Fisika Tri Widodo

sma11fis Fisika Tri Widodo

Perhatikan gambar 7.11 di samping. Misalnya sebuah pipa kapiler dengan jari-jari r dimasukkan dalam zat cair sehingga permukaan zat cair dalam pipa kapiler naik setinggi y dengan sudut kontak θ. Permukaan zat cair dalam pipa kapiler menyentuh dinding pipa se- panjang keliling lingkaran sebesar 2π r. Pada setiap satuan panjang permukaan zat cair tersebut bekerja tegangan per- mukaan τ yang arahnya ke atas. Jika tegangan permukaan diuraikan menjadi komponen mendatar dan vertikal diperoleh: komponen mendatar sebesar τ sin θ yang saling meniadakan dan komponen vertikal τ cos θ yang masih berpengaruh. Dengan demikian pada seluruh keliling permukaan zat cair bekerja gaya tegangan permukaan zat cair (F) sebesar: F = 2π.r. τ.cos θ.

234 Baca lebih lajut

Mikrajuddin Abdullah Fisika Dasar I 2016

Mikrajuddin Abdullah Fisika Dasar I 2016

Apa pentingnya memahami kecepatan? Sebuah pesawat tempur musuh ditangkap oleh radar sedang memasuki wilayah suatu negara. Pesawat tersebut akan ditembak jatuh dengan rudal. Tanpa mengatahui posisi dan kecepatan pesawat tersebut serta kecepatan jelajah rudal yang akan digunakan tidak akan mungkin menembak jatuh pesawat tersebut. Pesawat tempur harus memiliki kecepatan yang sangat tinggi agar bisa menghindar dari tembakan senjata musuh. Satelit yang diluncurkan harus memiliki kecepatan yang sangat teliti ketika mulai mengelilingi bumi agar tidak keluar dari orbitnya. Kecepatan alat-alat transportasi menjadi parameter penting dalam manajemen distribusi barang dan jasa yang teliti, baik antar kota, antar pelabuhan, maupun antar negara. Kalian dapat mendaftar puluhan aplikasi lain yang menggunakan variabel kecepatan sebagai variabel utama.

1081 Baca lebih lajut

PEMODELAN DAN ANALISIS SIMULATOR GEMPA BUMI PENGHASIL GERAK ROTASI

PEMODELAN DAN ANALISIS SIMULATOR GEMPA BUMI PENGHASIL GERAK ROTASI

Pada gambar 5.4 (a - c – e) terlihat bahwa trend line dari setiap grafik adalah sama namun disini terlihat bahwa dengan adanya perubahan variasi massa gedung tidak begitu berpengaruh dengan respon dinamis percepatan sudut, kecepatan sudut dan perpindahan sudut shaking table, namun berbeda pada gambar (b - d – f) dan (g - h – i). Pada gambar tersebut memiliki trend line grafik yang sama, namun dengan adanya perubahan massa gedung menyebabkan terjadi perubahan grafik. Semakin besar nilai massa gedung, maka semakin kecil respon dinamis gedung yang meliputi percepatan sudut, percepat linear, kecepatan sudut, kecepatan

122 Baca lebih lajut

Pembahasan Soal Tahap 2 Kalphyco 2018

Pembahasan Soal Tahap 2 Kalphyco 2018

Sebenarnya hasil di atas salah, karena kita melupakan kalor yang ditimbulkan akibat gesekan antara permukaan roda dan papan sebelum akhirnya papan mencapai kecepatan terminal. Jadi sebenarnya soal ini agak sedikit rumit, namun tidak tidak terlalu rumit juga sih. Okey kita cari dulu energi yang hilang sebagai kalor.

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...