Kedudukan dan Peran Pemerintah Daerah

Top PDF Kedudukan dan Peran Pemerintah Daerah:

Kedudukan dan Peran Pemerintah Daerah d

Kedudukan dan Peran Pemerintah Daerah d

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000, kewenangan provinsi sebagai daerah otonom, adalah meliputi bidang pertanian, kelautan, pertambangan dan energy, kehutanan dan perkebunan, perindustrian dan perdagangan, perkoperasian, penanaman modal, kepariwisataan, ketenagakerjaan, kesehatan, pendidikan nasional, social, penataan ruang, pertanahan, pemukiman, pekerjaan umum dan perhubungan, lingkungan hidup, politik dalam negeri dan administrasi public, pengembangan otonomi daerah, perimbangan keuangan daerah, kependudukan, olah raga, hukum dan perundang-undangan, serta penerangan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

B. KEDUDUKAN DAN PERAN PEMERINTAH PUSAT

B. KEDUDUKAN DAN PERAN PEMERINTAH PUSAT

pembantuan, dan dekonsentrasi Sesuai dengan peraturan perundang-undangan -tanggung jawab akhir penyelenggara urusan pemerintahan diserahkan kepada daerah adalah menjadi tanggung jawab akhir pemsat,karena dampaknya akan menimpa pada negara. peran pusat dalam kerangka otonomi daerah akan banyak bersifat menentukan kebijakan makro,melakukan

2 Baca lebih lajut

Peran Strategis Pemerintah Daerah dalam

Peran Strategis Pemerintah Daerah dalam

Kerja sam a Kota Kem bar adalah hubun gan kerja sam a resm i jan gka panjang an tara pem erintah satu kota di suatu n egara den gan kota lainnya di n egara lain yang ditan dai den gan adan ya kesepakatan kerja sam a secara form al (M em oran dum of Un derstanding atau MoU) dan diakui serta disetujui oleh parlem en atau DPRD setem pat. Sejalan den gan sem an gat Otonom i Daerah, m aka berdasarkan prin sip yan g m en gacu pada UU No.24/ 20 0 0 ten tan g pem buatan perjan jian intern asional, Pem da (baik Pem prov, Pem kab m aupun Pem kot) telah ditegaskan sebagai lem baga pem erin tahan yan g m em iliki kualifikasi sebagai “Lem baga Pem rakarsa” un tuk m em buat perjan jian intern asional. Men urut Departem en Luar Negeri RI (t.t.), pada um um nya kerja sam a Kota Kem bar in i terben tuk karen a sejum lah alasan , seperti: persam aan kedudukan dan status adm in istrasi, persam aan ukuran luas wilayah dan fun gsi, persam aan karakteristik sosio-kultural dan topografi kewilayah an , persam aan perm asalahan yang dihadapi, kom plem entaritas an tara kedua pihak yan g dapat m enim bulkan aliran baran g dan jasa pertukaran kun jun gan pejabat dan pen gusaha.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERAN HUMAS PEMERINTAH DAERAH DALAM MEDI

PERAN HUMAS PEMERINTAH DAERAH DALAM MEDI

Dari kesimpulan 4 variabel di atas, menjelaskan bahwa Humas Pemda Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sangat berperan dalam media internal buletin Jogjawara. Adapun kelebihan yang ditemukan dalam penelitian ini, yakni adanya mekanisme control internal yang belum ada pada pembuatan buletin lainnya. Kelebihan lain adalah bahwa buletin Jogjawara dapat dikonsumsi bagi khalayak eksternal karena isinya bias dipahami dan bermanfaat bagi masyarakat umum. Sehingga hasil penelitian ini dikatakan sangat signifikan dengan teori yang digunakan, dilihat dalam tugas dan tanggungjawab yang dikerjakan dengan baik.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam

Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam

Strategi pembangunan dengan basis lokal inisiatif, dan belajar dari kasus gagal atau sukses di daerah lain, merupakan langkah penting untuk mencari peranan-peranan yang dapat menjembatani antara kasus sukses dengan berbagai lembaga lain yang kemudian dapat merelipkasi kasus sukses atau belajar dari kasus gagal dari daerah lain. Berdasarkan enam pilar sumber perubahan dalam pembangunan ekonomi lokal (Birokrasi, Swasta, LSM, Militer dan Kepolisian, Perguruan Tinggi dan Lembaga Litbang, Parpol), maka Birokrasi adalah sebagai aktor utama memimpin perubahan, sedangkan sektor swasta sebagai motor penggerak perekonomian.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Sikap dan Peran Pemerintah Kota Surabaya

Sikap dan Peran Pemerintah Kota Surabaya

Program pemberdayaan berupa tata boga yaitu diberikan pelatihan membuat kue-kue dengan harapan kue-kue tersebut dapat dijual kembali, karena selain diajarkan proses pembuatan kue, penerima program juga diberikan peralatan penunjang seperti mixer, oven, loyang, meja, dll yang dimana peralatan tersebut dapat mereka gunakan untuk membuat usaha bersama. Begitu juga dengan pelatihan handycraft yang diajarkan untuk membuat kreasi taplak meja dan menjahit baju, disediakan pula oleh pemerintah selain peralatan seperti benang, jarum, gunting, dll dengan tujuan yang sama diharapkan peserta program dapat memiliki modal dan keterampilan untuk membangun usaha kecil mereka melalui program RSDK. Pelatihan ini di ikuti semua para penerima program RSDK dan bersifat wajib, hingga saat ini pelatihan yang mereka ikuti hanya diselenggarakan 2x pertemuan saja sehingga apa yang mereka dapatkan kurang maksimal untuk membuka sebuah usaha dari pelatihan ini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peran Serta Pemerintah Daerah dalam Peng

Peran Serta Pemerintah Daerah dalam Peng

pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyatnya, dan mengetahui secara lebih baik tentang segala potensi dan masalah di daerahnya sendiri. Oleh karenanya dibutuhkan suatu formula sistem transfer yang dapat menanggulangi ketidakmampuan fiskal pemerintah daerah dalam menjalankan fungsinya mengentasan kemiskinan baik dalam aspek umum maupun spesifik. Dengan sistem transfer ini, daerah yang relative miskin akan dapat menyediakan infrastruktur fisik dan sosial pada suatu tingkat tertentu dibandingkan daerah yang lebih kaya dengan tingkat tax rates yang relative tidak berbeda. Kondisi wealth neutrality yang diharapkan akan tercapai oleh semua golongan masyarakat dari berbagai program pengentasan kemiskinan membutuhkan suatu sistem cost-sharing yang memiliki unsur fairness antara pemerintah pusat dan daerah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELESTARIA

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELESTARIA

Undang-Undang 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dalam pertimbangannya menyatakan pada huruf (a) bahwa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintahan daerah, tugas pembantuan, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan selanjutnya pada huruf (b) menyatakan bahwa efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antar susunan pemerintahan dan antar pemerintahan daerah, potensi dan keanekaragaman daerah, peluang dan tantangan persaingan global dengan memberikan kewenangan yang seluas-luasnya kepada daerah disertai dengan pemberian hak dan kewajiban menyelenggarakan otonomi daerah dalam kesatuan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Otonomi Daerah dan Pengentasan Kemiskina

Otonomi Daerah dan Pengentasan Kemiskina

Program-program yang dilakukan oleh pemerintah daerah pada khususnya sebagai usaha dalam mempercepat pengentasan kemiskinan seharusnya juga sejalan dengan dengan pemikiran Amartya Sen yang mengungkapkan bahwa seseorang yang miskin menderita akibat keterbatasan kemampuan (capabilities), kesempatan (opportunities) dan kebebasan (freedoms). Sulistiyani (2004:4-5) memandang bahwa kemiskinan bukan hanya sekedar fenomena, akan tetapi lebih merupakan proses sistemik yang tereduksi akibat kerentanan yang melanda pada banyak faktor. Sehingga adalah keliru jika program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah selama ini hanya fokus pada upaya pemenuhan kebutuhan hidup semata.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kedudukan Dan Peran Badan Pengawas Daerah (BAWASDA) Dalam Pengawasan Fungsional Setelah Keluarnya...

Kedudukan Dan Peran Badan Pengawas Daerah (BAWASDA) Dalam Pengawasan Fungsional Setelah Keluarnya...

Penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedudukan dan peran Bawasda Propinsi Swnatera Utara sangat strategis dan signifikan, namun dalam proses aktualisasinya menemukan berbagai kendala, seperti lemahnya kualitas sumber daya manusia, anggaran pendanaan operasional dan masih Iemahnya sinerjitas koordinasi dan konsolidasi dengan lembaga-lembaga penegakan hukum terkait, seperti Kejaksaan dan Kepolisian. Selain itu, tidak jarang berbagai kasus yang ditemukan “berhenti” tanpa diperoleh proses hukum yang signfikan.

5 Baca lebih lajut

Peran Pemerintah Daerah dalam Implementasi Kurikulum 2013

Peran Pemerintah Daerah dalam Implementasi Kurikulum 2013

Pengadaan/pembelian buku teks Kurikulum 2013 (buku siswa dan panduan guru) diatur dalam Permendikbud Nomor 34 Tahun 2014 bahwa sekolah menyampaikan Surat Pemesanan buku Kurikulum 2013 mulai tanggal 3 Mei 2014 dan paling lambat 28 Mei 2014 kepada penyedia buku melalui dinas pendidikan kabupaten/kota. Sekolah tidak diperkenankan membeli buku K- 13 selain buku yang disediakan oleh pihak penyedia buku yang menjadi pemenang lelang yang ditetapkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Karena itu, mekanisme pengadaan buku diatur oleh pemerintah pusat bekerja sama dengan LKPP. LKPP ini berfungsi untuk menetapkan harga buku, biaya pengiriman ke sekolah, menetapkan spesifikasi buku, mengatur kontrak antara sekolah dengan penyedia buku, menerbitkan e- katalog, dan menyiapkan pembayaran e- purchasing. Pada awal bulan Mei 2014 LKPP telah menetapkan 31 penyedia/penerbit/ percetakan yang telah memenangkan lelang pengadaan buku, karena itu antara bulan Mei- Juli waktu bagi penerbit untuk proses cetak dan distribusi buku Kurikulum 2013 hingga ke sekolah, sehingga pada bulan Juli buku sudah diterima di sekolah. Namun, perencanaan waktu yang dilakukan oleh pemerintah pusat tersebut tidak terpenuhi, sehingga ketika proses pembelajaran semester 1 tahun 2014 dimulai buku belum sampai ke sekolah, bahkan hingga Oktober 2014
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - BAB I AZMI AGUSTINA SEJARAH'16

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - BAB I AZMI AGUSTINA SEJARAH'16

Kepala desa adalah pemimpin suatu wilayah yang di tempati oleh sejumlah penduduk sesuai ketentuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintah terendah langsung dibawah camat dan berhak mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya dan bertanggung jawab kepada badan perwakilan desa untuk menyampaikan laporan pelaksanaan tugas tersebut kepada bupati. Kepala desa berkedudukan sebagai alat Pemerintah Desa yang memimpin penyelenggaraan Pemerintah Desa. Berdasarkan kegiatan yang ditetapkan bersama BPD (UU No. 22 th 1999).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

SKRIPSI PERAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP  PERAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PERLINDUNGAN ANAK SEBAGAI PEKERJA RUMAH TANGGA ANAK DI YOGYAKARTA.

SKRIPSI PERAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PERAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PERLINDUNGAN ANAK SEBAGAI PEKERJA RUMAH TANGGA ANAK DI YOGYAKARTA.

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat, karunia dan izin-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum/skripsi ini yang berjudul Peran Pemerintah Daerah Terhadap Perlindungan Anak Sebagai Pekerja Rumah Tangga Anak Di Kota Yogyakarta.

14 Baca lebih lajut

PERUBAHAN NAMA DAN PEMINDAHAN TEMPAT KEDUDUKAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PANARUKAN

PERUBAHAN NAMA DAN PEMINDAHAN TEMPAT KEDUDUKAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PANARUKAN

5. Mengingat ketentuan dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah Pasal 3 ayat (2) jo. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1969 yang antara lain menyatakan perubahan nama begitu pula pemindahan ibukota sesuatu daerah yang tidak mengakibatkan pembubaran suatu Daerah diatur dengan Peraturan Pemerintah, maka perubahan nama dan pemindahan tempat kedudukan Pemerintah Daerah Kabupaten Panarukan menjadi dan ke Situbondo diatur oleh Peraturan Pemerintah.

0 Baca lebih lajut

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINGKATK

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINGKATK

Pemerintah Kabupaten Minahasa khususnya Di Kecamatan Kawangkoan dan semua pihak terkait telah melaksanakan program sesuai dengan tugasnya masing-masing sehingga terwujud Lingkungan yang bersih, indah dan sehat. Namun pemerintah juga menyadari masih kurang optimalnya semua program dalam meningkatkan kesehatan lingkungan di Kecamatan Kawangkoan, karena masih adanya masyarakat yang belum sadar akan arti hidup sehat.

9 Baca lebih lajut

Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembang

Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembang

Bidang Sarana Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi kreatif terdiri dari: Seksi Promosi dan Informasi Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Seksi Penyuluhan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ; Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD); Kelompok Jabatan Fungsional; Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Nomor: 03 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Nomor : 03 Tahun 2004 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-dinas Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, menetapkan bahwa Dinas Pariwisata, Kabupaten Tapanuli Utara mempunyai tugas pokok sebagai berikut : menyelenggarakan sebagaian kewenangan daerah meliputi kebijakan tekhnis, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian bidang Pariwisata seni dan budaya. Serta berdasarkan Peraturan Bupati Tapanuli Utara No.54 Tahun 2008 tentang uraian tugas Kepala Dinas, Sekretaris, Kepala Sub Bagian, Kepala Bidang dan Kepala Seksi pada Dinas Pariwisata, Kabupaten Tapanuli Utara.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembang

Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembang

Adapun jarak Ibu Kota Ponorogo dengan Ibu Kota Propinsi Jawa Timur (Surabaya) kurang lebih 200 Km arah Timur Laut dan ke Ibu Kota Negara ( Jakarta ) kurang lebih 800 Km ke arah Barat. Dilihat dari keadaan geografisnya, Kabupaten Ponorogo dibagi menjadi 2 sub area, yaitu area dataran tinggi yang meliputi kecamatan Ngrayun, Sooko dan Pulung serta Kecamatan Ngebel sisanya merupakan daerah dataran rendah. Sungai yang melewati ada 14 sungai dengan panjang antara 4 sampai dengan 58 Km sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian dengan produksi padi maupun hortikultura. Sebagian besar dari luas yang ada terdiri dari area kehutanan dan lahan sawah sedang sisanya digunakan untuk tegal pekarangan Kabupaten Ponorogo mempunyai dua iklim yaitu penghujan dan kemarau 5 .
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Peran Pemerintah Daerah dalam Penegakan

Peran Pemerintah Daerah dalam Penegakan

Pembangunan dalam arti menurut kajian lingkungan sebagaimana dimaksud pada pasal 1 angka 3 Undang - Undang nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan lingkungan hidup yang berbunyi sebagai berikut:“pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya kedalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan dan mutu generasi masa kini dan generasi masa depan” Untuk menjamin agar kegiatan pembangunan berjalan efektif, efisien dan memiliki sasarna yang jelas dan dapat menjamin tercapainya tujuan yang telah ditetapkan maka diperlukan perencanaan pembangunan. SEtiap Kabupaten/Kota merupakan bagian integral dari pembangunan yang dilakukan secara terus menerus untuk menuju arah perubahan lebih baik maka perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pemerintah menuntut pihak pemerintah daerah untuk lebih mengutamakan prinsip –prinsip penyelenggaraan otonmi daerah yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan pembangunan daerah.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

TEMPAT KEDUDUKAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANGKA

TEMPAT KEDUDUKAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANGKA

4. Mengingat ketentuan dalam Undang-undang No. 18 tahun 1965 tentang Pokok- pokok Pemerintahan Daerah pasal 3 ayat (2) jo. Undang-undang No. 6 tahun 1969 yang menyatakan bahwa pemindahan ibukota sesuatu Daerah diatur dengan Peraturan Pemerintah, maka pemindahan ibukota Kabupaten Bangka dari Pangkalpinang ke Sungailiat diatur dengan Peraturan Pemerintah.

0 Baca lebih lajut

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMELIHARA

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMELIHARA

Sebagai bentuk peran pemerintah Kota Jayapura dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama, Pemerintah Kota Jayapura melalui Keputusan Walikota Jayapura Nomor : 28 Tahun 2007 tentang Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Jayapura. Masyarakat telah dengan penuh kesadaran membangun toleransi dan kerukunan kehidupan beragama, baik dalam kerangka hubungan secara internal sesuai keyakinan masing-masing, maupun dalam hubungan yang bersifat lintas agama, serta dalam konteks hubungannya dengan pemerintah.Wujud konkritnya dapat dilihat dari perilaku positif yang ditunjukkan oleh masyarakat pada perayaan hari-hari raya besar masing-masing, dengan saling menghormati dan bahkan saling berkunjung dan bersilahturami antar sesama. 2) Fungsi Dinamisator
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...