Kegagalan Produk

Top PDF Kegagalan Produk:

Perlindungan Hukum Terhadap Mitra Usaha Dalam Perusahaan Berbasis Distribusi Penjualan Langsung Atas Tuntutan Ganti Rugi oleh Konsumen yang Disebabkan Karena Kegagalan Produk

Perlindungan Hukum Terhadap Mitra Usaha Dalam Perusahaan Berbasis Distribusi Penjualan Langsung Atas Tuntutan Ganti Rugi oleh Konsumen yang Disebabkan Karena Kegagalan Produk

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MITRA USAHA DALAM PERUSAHAAN BERBASIS DISTRIBUSI PENJUALAN LANGSUNG ATAS TUNTUTAN GANTI RUGI OLEH KONSUMEN YANG DISEBABKAN KARENA KEGAGALAN PRODUK SKR[r]

7 Baca lebih lajut

Peranan Pengendalian Kualitas Dalam Mengurangi Kegagalan Produk Di PT.Lancar Multi Anda Kreasi.

Peranan Pengendalian Kualitas Dalam Mengurangi Kegagalan Produk Di PT.Lancar Multi Anda Kreasi.

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai pengendalian kualitas yang tepat untuk digunakan oleh PT. Lancar Multi Anda Kreasi dan penyebab dari masing-masing jenis kegagalan produk. Adapun pengendalian kualitas yang telah dilakukan oleh perusahaan saat ini berupa pemeriksaan terhadap bahan baku, pemeriksaan pada proses produksi yang berlangsung dan pemeriksaan terhadap produk akhir. Namun, masih ditemukan adanya produk-produk cacat pada hasil produksi.

18 Baca lebih lajut

Peranan Pengendalian Kualitas dalam Mengurangi Kegagalan Produk di PT.Sinar Jaya.

Peranan Pengendalian Kualitas dalam Mengurangi Kegagalan Produk di PT.Sinar Jaya.

Untuk menekan jumlah produk cacat menjadi seminimal mungkin, maka PT. Sinar Jaya masih perlu melakukan pengendalian kualitas yang lebih tepat. Oleh karena itu, perlu kiranya dilakukan penelitian di PT. Sinar Jaya yang nantinya hasil penelitian akan dilaporkan dalam bentuk karya ilmiah dengan judul: “PERANAN PENGENDALIAN KUALITAS DALAM MENGURANGI KEGAGALAN PRODUK DI PT. SINAR JAYA”.

21 Baca lebih lajut

Peranan Analisis Biaya Kualitas dalam Menurunkan Tingkat Kegagalan Produk dan Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi pada Rotiku.

Peranan Analisis Biaya Kualitas dalam Menurunkan Tingkat Kegagalan Produk dan Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi pada Rotiku.

3. Rotiku belum melakukan analisis biaya kualitas. Rotiku hanya melakukan evaluasi tingkat kegagalan produk, tapi biaya akibat kegagalan produk dan biaya untuk mengusahkan kualitas belum diperhatikan. Hal ini membuat tingginya biaya kualitas yang dikeluarkan karena adanya kegagalan produksi yang telah terjadi dan terdeteksi sebelum roti sampai ke pelanggan atau biaya internal failure. Dari hasil analisis biaya kualitas yang dilakukan oleh penulis pada Rotiku walaupun biaya prevention sudah cukup tinggi, namun biaya internal failure yang dikeluarkan perusahaan masih terlalu tinggi bagi perusahaan bakery yang mengalami persaingan yang ketat saat ini. Tapi tidak ada kegagalan produk yang terjadi setelah roti sampai ke tangan pelanggan, usaha ini sudah baik jadi tidak ada biaya external failure yang terjadi.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Peranan Pengendalian Kualitas T-shirt untuk Mengurangi Kegagalan Produk di CV. Invictus.

Peranan Pengendalian Kualitas T-shirt untuk Mengurangi Kegagalan Produk di CV. Invictus.

Kualitas suatu produk penting bagi perusahaan untuk memenuhi standar yang ditetapkan, meningkatkan kepercayaan konsumen serta masyarakat, memenuhi kepuasan konsumen terhadap suatu produk dan untuk melihat kemampuan perusahaan di dalam persaingan. Kualitas merupakan salah satu faktor untuk memenangkan persaingan, karena itu dalam pelaksanaan pengendalian kualitas harus dilakukan perbaikan secara terus menerus. Pengendalian kualitas berguna bagi suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya untuk mengurangi kegagalan produk yang dihasilkan sehingga dapat menurunkan biaya dan meningkatkan produktivitas sumber daya. Peningkatan kualitas tidak hanya dilakukan pada produk saja, tetapi terhadap sistem pelaksanaannya, antara lain mencakup proses produksi, tenaga kerja, sarana, fasilitas pendukung, dan manajemennya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

ANALISA KEGAGALAN PRODUK CUTTING DISC MESIN PEMOTONG KRUPUK SINGKONG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

ANALISA KEGAGALAN PRODUK CUTTING DISC MESIN PEMOTONG KRUPUK SINGKONG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

2. Metode elemen hingga yang dipergunakan adalah 2D dalam hal ini elemen bidang segitiga dengan 3 node didasarkan untuk keperluan analisa suatu continuum yang berupa luasan. Permasalahan yang dapat dipecahkan oleh elemen bidang segitiga ini menyangkut matrik kekakuan elemen, plain strain dan plain stress serta vector- vector gaya yang bekerja pada elemen dari produk cutting disc krupuk singkong tersebut. Secara terperinci hal-hal yang disebut akan ditinjau dalam system koordinat local dan system koordinat global.

9 Baca lebih lajut

ANALISA MODA DAN EFEK KEGAGALAN PROSES PRODUKSI SUBSISTEM SHRINKER PADA SHRINKING MACHINE (STUDI KASUS DI U.D. ALAT CEMPAKA NUSA) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISA MODA DAN EFEK KEGAGALAN PROSES PRODUKSI SUBSISTEM SHRINKER PADA SHRINKING MACHINE (STUDI KASUS DI U.D. ALAT CEMPAKA NUSA) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Untuk menganalisa efek dan moda kegagalan yang terjadi shrinking machine digunakan metode Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA. MAFMA adalah suatu tool baru dalam reliability dan analisa moda kegagalan dengan mengintegrasikan 3 aspek konvensional dari Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan pertimbangan aspek ekonomi. Analisa terhadap moda kegagalan produk bertujuan untuk mengidentifikasi kegagalan-kegagalan yang disebabkan oleh proses produksi yang kurang baik sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan penyebab moda kegagalan tersebut. Selain itu MAFMA juga bertujuan untuk mendapatkan penyebab moda kegagalan yang kritis dengan menggunakan pendekatan multi atribut yang berdasar pada teknik Analytic Hierarchy Process (AHP) yang mengintegrasikan 3 aspek FMEA dan aspek ekonomi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISA MODA DAN EFEK KEGAGALAN PROSES PRODUKSI SUBSISTEM SHRINKER PADA SHRINKING MACHINE (STUDI KASUS DI U.D. ALAT CEMPAKA NUSA) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISA MODA DAN EFEK KEGAGALAN PROSES PRODUKSI SUBSISTEM SHRINKER PADA SHRINKING MACHINE (STUDI KASUS DI U.D. ALAT CEMPAKA NUSA) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Untuk menganalisa efek dan moda kegagalan yang terjadi shrinking machine digunakan metode Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA. MAFMA adalah suatu tool baru dalam reliability dan analisa moda kegagalan dengan mengintegrasikan 3 aspek konvensional dari Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan pertimbangan aspek ekonomi. Analisa terhadap moda kegagalan produk bertujuan untuk mengidentifikasi kegagalan-kegagalan yang disebabkan oleh proses produksi yang kurang baik sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan penyebab moda kegagalan tersebut. Selain itu MAFMA juga bertujuan untuk mendapatkan penyebab moda kegagalan yang kritis dengan menggunakan pendekatan multi atribut yang berdasar pada teknik Analytic Hierarchy Process (AHP) yang mengintegrasikan 3 aspek FMEA dan aspek ekonomi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penentuan Waktu Standar pada Bagian Penggambaran Pola untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja di Pabrik Sepatu Kulit " X ", Bandung.

Penentuan Waktu Standar pada Bagian Penggambaran Pola untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja di Pabrik Sepatu Kulit " X ", Bandung.

penelitian mengenai penentuan waktu standar. Dengan penetapan standar waktu kerja, maka pekerja akan lebih fokus pada pekerjaannya, memproduksi barang yang berkualitas baik, menghindari terjadinya kegagalan produk, dan menghemat penggunaan waktu serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kerja Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Penentuan Waktu Standar Pada Bagian Penggambaran Pola Untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja di Pabrik Sepatu Kulit X, Bandung”

28 Baca lebih lajut

Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak (Studi Kasus pada PT. Pupuk Kujang).

Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak (Studi Kasus pada PT. Pupuk Kujang).

tidak sesuai dengan spesifikasi standar kualitas yang telah ditetapkan, akan lebih besar dari pada biaya yang dikeluarkan untuk mencegah kegagalan produk tersebut terjadi. Oleh karena itu, jika kegiatan pengendalian kualitas dapat berjalan dengan baik, tanpa menghasilkan produk cacat dalam proses produksi. Maka pengulangan kerja akan berkurang karena menurunnya unit produk cacat. Dengan menurunnya unit produk cacat maka sedikit tenaga kerja dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan output yang sama. Penurunan jumlah unit cacat memperbaiki kualitas, sementara pengurangan jumlah input yang digunakan meningkatkan efisiensi produksi.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Analisa pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas GT 2.1 dengan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk Memetakan Efisiensi Produksi di PT. PLN SECANANG – BELAWAN

Analisa pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas GT 2.1 dengan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk Memetakan Efisiensi Produksi di PT. PLN SECANANG – BELAWAN

PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Secanang – Belawan, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan terhadap pelanggan dan listrik. Energi listrik merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang dalam prosesnya tidak terlepas dari problem efektivitas paralatan atau mesin. Penerapan metode Failure Mode And Effect Analisys (FMEA) merupakan suatu prosedur untuk mengidentifikasi kegagalan produk yang terjadi sedangkan metode Overall Equipment Effectivenees (OEE) merupakan suatu pengukuran efektivitas pemakaian suatu
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN  PERANCANGAN SOLUSI DI PCP MENGGUNAKAN METODE TRIZ BERDASARKAN ANALISIS PEMETAAN PROSES BISNIS.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN PERANCANGAN SOLUSI DI PCP MENGGUNAKAN METODE TRIZ BERDASARKAN ANALISIS PEMETAAN PROSES BISNIS.

Tahap ini dilakukan dengan cara mempelajari alur proses dokumen yang telah tersedia di PCP. Kemudian melakukan wawancara dan observasi secara langsung dengan pihak PCP untuk memetakan seluruh proses bisnis secara detail. Pemetaaan alur proses proses bisnis dengan diagram alir dibantu dengan program microsoft visio. Pemetaan alur proses bisnis ini merupakan langkah awal untuk menemukan proses yang berpotensi menyebabkan kegagalan layanan.

5 Baca lebih lajut

Information Technology Teknologi Informa IT

Information Technology Teknologi Informa IT

- Kemampuan dalam bidang teknis yg cukup baik mengenai produk atau solusi yang ditawarkan. Kemampuan ini akan memberikan jaminan bahwa si entrepreneur mengetahui dengan pasti produk atau solusi yang diberikan dan mampu menjaga kualitas dari produknya untuk kepuasan pelanggan.

4 Baca lebih lajut

Usulan Penentuan Waktu Garansi Perakitan Alat Medis Examination Lamp di PT. Tesena Inovindo

Usulan Penentuan Waktu Garansi Perakitan Alat Medis Examination Lamp di PT. Tesena Inovindo

Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat pihak perusahaan memberikan waktu garansi yang sama untuk setiap produk, padahal setiap produk mempunyai tingkat keandalan yang berbeda beda, oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap waktu garansi yang berkaitan dengan tingkat keandalan produk.Dimana dalam penelitian ini penentuan waktu dan biaya garansi berdasarkan model jun bai dan huang pham untuk produk Examination lamp.

7 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Statistiqal Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Dalam Perbaikan Kualitas Produk di PT. Tirta Sibayakindo

Penerapan Metode Statistiqal Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Dalam Perbaikan Kualitas Produk di PT. Tirta Sibayakindo

Salah satu faktor utama yang sangat mempengaruhi kualitas suatu produk adalah proses produksinya. Berkaitan dengan proses produksi, tentunya dibutuhkan pengendalian kualitas yang baik yang nantinya akan meningkatkan kualitas produk, menekan jumlah cacat produk, serta meningkatkan tanggung jawab bersama untuk menjaga nama baik suatu perusahaan. Setelah proses produksi dinilai baik, maka jumlah reject pada proses produksi juga akan menurun jumlahnya. Rejectnya produk dapat disebabkan oleh banyak hal, baik kesalahan yang disebabkan oleh manusia, mesin, bahan baku, cara kerja, dan lingkungan kerja. Oleh sebab itu diperlukan suatu metode yang dapat mendukung perbaikan kualitas dengan tujuan untuk dapat menghindari reject produk yang lebih banyak lagi serta menghasilkan produk yang berkualitas.
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Simulasi Pelaporan Biaya Kualitas Di PT. XYZ Terkait Dengan Penerapan ISO 9000:2000 - eprints3

Simulasi Pelaporan Biaya Kualitas Di PT. XYZ Terkait Dengan Penerapan ISO 9000:2000 - eprints3

1. Kinerja (performance), yaitu tingkat konsistensi dan kebaikan fungsi-fungsi produk. Dalam jasa, prinip tidak terpisahkan (insperability principle) mengandung arti bahwa jasa dilakukan secara langsung di hadapan pelanggan. Sehingga definisi kinerja untuk jasa dapat didefinisikan lebih jauh sebagai atribut daya tanggap, kepastian dan empati. Daya tanggap membantu pelanggan, dan menyediakan pelayanan yang konsisten dan bersifat segera. Kepastian (assurance), mengacu pada pengetahuan dan keramahan karyawan serta kemampuan mereka membangun kepercayaan dan keyakinan pelanggan. Empati (empathy) berarti peduli dan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  EFEKTIVITAS BIAYA MUTU (Studi Kasus di CV. Karya Hidup Sentosa).

PENDAHULUAN EFEKTIVITAS BIAYA MUTU (Studi Kasus di CV. Karya Hidup Sentosa).

Dari laporan produk cacat yang dibuat oleh Departemen Quality Control dapat diketahui perusahaan banyak mengalami kegagalan internal yang cukup tinggi dengan tingkat kegagalan rata-rata 30% dari total produksi untuk setiap produk per tahunnya. Tingkat kegagalan yang diperbolehkan (AQL) belum ditentukan oleh sebab itu laporan yang dibuat Departemen Quality Control hanya akan dibandingkan dengan laporan di bulan sebelumnya untuk evaluasi. Sedangkan biaya untuk menangani mutu termasuk memperbaiki produk yang cacat dan rusak belum pernah dihitung dan dicatat secara tersendiri, dapat dikatakan bahwa perusahaan belum pernah melakukan upaya untuk pengendalian biaya terhadap pelaksanaan aktivitas mutu. Hal ini membuat perusahaan tidak dapat mengukur seberapa jauh perbaikan-perbaikan dalam aktivitas mutu membawa perubahan terhadap efektivitas biaya mutu.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Resiko Kegagalan Proses Produksi Pasted Bag Kemasan Semen dengan Metode FMEA (Studi Kasus: Pabrik Kantong PT. Semen Padang)

Analisis Tingkat Resiko Kegagalan Proses Produksi Pasted Bag Kemasan Semen dengan Metode FMEA (Studi Kasus: Pabrik Kantong PT. Semen Padang)

Pasted bag adalah kantong kemasan semen untuk semua tipe semen yang diproduksi oleh PT. Semen Padang dan untuk memenuhi kebutuhan kemasan semen di unit Packing Plant. Pada setiap tahapan dalam pengolahan bahan baku (kertas kraft) hingga menghasilkan barang jadi (kantong kemasan semen) yang diproses oleh bagian-bagian mesin yang bekerja, tidak semua output yang dihasilkan dapat sempurna dengan baik, untuk itu perlu ditindak lanjuti penyebab kegagalan kualitas tersebut. Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) merupakan salah satu metode dalam hal pengendalian kualitas yang melacak secara langsung penyebab dari kegagalan suatu proses ataupun suatu produk. Jumlah data Occurance kegagalan diambil dalam satu shift produksi pada mesin tubing machine dan bottomer machine yang berjumlah 250 kegagalan dari 14000 produksi. Dari F MEA, ditemukan sembilan kategori kegagalan dengan nilai RPN mulai dari yang teritinggi adalah sebagai berikut; 1) Lipatan tube yang membalik, RPN 336. 2) Tidak terpasangnya valve pada tube, RPN 245. 3) Logo gambar, tulisan hilang dan terputus, RPN 180. 4) Tube tidak terputus menjadi lembaran kantong setengah jadi, RPN 150. 5) P osisi gambar tidak sesuai dengan spesifikasi, RPN 144. 6) Tidak terbukanya bottom tube pada mesin opening unit, RPN 128. 7) posisi valve pada tube maju, RPN 120. 8) Posisi valve pada tube mundur, RPN 80. 9) Hasil pengeleman pada bottom tube tidak merata, RPN 42. Dengan asumsi RPN kumulatif 89% sebagai acuan yang tergolong kegagalan prioritas, diagram pareto menunjukkan kegagalan no 1 sd 6 adalah kegagalan mayor untuk acuan usulan perbaikan proses produksi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

this PDF file MANAJEMEN RANTAI PASOKAN INDUSTRI FARMASI DI INDONESIA | Mustamu | Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 1 PB

this PDF file MANAJEMEN RANTAI PASOKAN INDUSTRI FARMASI DI INDONESIA | Mustamu | Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 1 PB

Jika optimistis, maka waktu perlaluan dari 120 hari tidak saja dapat ditekan menjadi 80 hari, namun sangat memungkinkan untuk menuju ke arah 60 hari. Pemanfaatan perencanaan antara demand dan supply dalam MRP memungkinkan desain produksi dan transportasi produk farmasi secara Just-in-Time (JIT). Meskipun industri farmasi seringkali tidak memberi- kan banyak pilihan kepada para konsumen (akibat keterpaksaan untuk mengkonsumsi produk farmasi jenis tertentu untuk kesembuhannya), peluang- peluang perbaikan MRP dapat mengarah pada peningkatan nilai (value) yang diterima oleh kon- sumen. Dalam konsep ini, konsumen akan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk setia, sehingga para pemain industri farmasi pun akan memperoleh keuntungan yang lebih berlanjut (Best, 2004).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...