Kehidupan Sosial Ekonomi

Top PDF Kehidupan Sosial Ekonomi:

Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat di Jawa

Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat di Jawa

Kegagalan sistem sewa tanah yang dilakukan pada pemerintahan Inggris, menjadikan pelajaran bagi pemerintah Belanda yang telah kembali menduduki Hindia-Belanda. Situasi keuangan Belanda pada saat itu sangat terpuruk sehingga Johanes van den Bosch sebagai Gubernur Jendral yang baru mendapatkan tugas untuk meningkatkan produk tanaman ekspor, meskipun pada saat pemerintahan Belanda sebelumnya sudah menerapkan hal tersebut. Gagasan pemecahan untuk mengatasi keterpurukan keuangan yang dicetuskan oleh van den Bosch walaupun sama dengan pemerintahan yang lama tetapi terdapat perbedaan yakni pengenalan sistem tanam paksa, yang kemudian terkenal dengan nama Cultuurstelsel. Aturan mengenai pelaksanaan sistem tanam paksa pada dasarnya masih dapat diterima karena masih berada dalam koridorkoridor kewajaran yang masuk akal. Permasalahannya ialah dalam praktiknya sistem tanam paksa menyimpang dari aturan yang ditetapkan. Hal ini berakibat penderitaan rakyat yang dikarenakan sebagian tanah milik petani harus ditanami tanaman ekspor yang kurun waktunya sama dengan waktu masa tanam padi. Pelaksanaan sistem tanam paksa telah mempengaruhi dua unsur pokok kehidupan agraris pedesaan Jawa, yaitu tanah dan tenaga kerja. Selain itu, tanam paksa juga mempengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat di Jawa 1830- 1870.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI ETNIS TAMIL DI KISARAN.

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI ETNIS TAMIL DI KISARAN.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kedatangan etnis Tamil ke Kisaran, kehidupan sosial etnis Tamil di Kisaran, kehidupan ekonomi etnis Tamil di Kisaran, dan kehidupan keagmaan etnis Tamil di Kisaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penilisan ini adalah metode kualitatif yang menggunakan hermenitika berupa interpretasi terhadap pikiran, perkataan dan perbuatan. Dengan teknik pengumpulan data observasi yaitu pengumpulan data dengan cara mengamati kemajuan dan perkembangan Kota Kisaran, dari segi arsitektur, tata ruang sosial, keagamaan dan wawancara kepada masyarakat Tamil di Kisaran, Ketua, Sekretaris Pengurus Shri Murughan Koil Kisaran, Penjaga Kuil, pensiunan perkebunan dan pedagang bumbu orang Tamil. Untuk teknik analisis data maka dilakukan beberapa tahap yaitu dengan mengumpulkan data- data yang relevan tentang Kehidupan Sosial Ekonomi Etnis Tamil Di Kisaran, selanjutnya verifikasi atau kritik sumber, melakukan interpretasi (menyusun hasil penelitian berdasarkan fakta), sebagai tahapan akhir adalah menuangkannya ke dalam bentuk tulisan dengan pembahasan Kehidupan Sosial Ekonomi Etnis Tamil Di Kisaran. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil bahwa etnis Tamil yang ada di Kisaran diawali dengan latar belakang masuknya etnis Tamil di Sumatera Timur yang sebagian pernah menjadi pekerja di Perkebunan Tembakau Deli kemudian bermigrasi ke berbagai daerah termasuk ke Kisaran dengan faktor ekonomi. Masyarakat etnis Tamil yang ada di Kisaran yang merupakan migrasi dari Medan ke Kisaran dengan misi yang berbeda dari awal kedatangan mereka ke Sumatera. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka bersosialisasi dengan baik kepada masyarakat Kisaran, dan tetap menjalankan kewajiban mereka sebagai mahluk sosial. Untuk mempertahankan hidup, hampir keseluruhan etnis Tamil yang ada di Kisaran bekerja sebagai pedagang bumbu dan untuk etnis Tamil muslim bekerja sebagai penjual makanan seperti mie rebus, martabak dan roti cane. Etnis Tamil di Kisaran juga tetap menjalankan kegiatan agamanya seperti hari besar Deepawali, Thaipusam dan kegiatan lainnya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Konsekuensi Pernikahan Anak Pada Kehidupan Sosial Ekonomi

Konsekuensi Pernikahan Anak Pada Kehidupan Sosial Ekonomi

Pada penelitian menggunakan teknik wawancara sebagai teknik utama untuk mendapatkan informasi mengenai kehidupan sosial ekonomi pelaku pernikahan anak sebagai konsekuensi dari pernikahan anak, teknik ini menggunakan opsi pertanyaan terlampir pada pertanyaan pada lembar kuesioner dengan opsi jawabaan bersibat tertutup dan terbuka. Ketika penelitian terdapat beberapa kendala dalam menggunakan teknik wawancara ini, banyak pelaku yang enggan diwawancarai, peneliti mensiasatinya dengan memindahkan data pada kuesioner kedalam telepon genggam dan meawancarai pelaku pernikahan anak dengan melihat pertanyaan kuesioner yang ada di layar telepon dan menyesuaikan dengan pakaian keseharian penduduk di Desa Brabasan pada hari-hari biasa, seperti menggunakan celana pendek dan kaos saat mewawancarai agar tidak dicurigai pelaku dan berkenan untuk diwawancarai dan memberikan informasi tentang kejidupan sosial ekonomi mereka kepada peneliti.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Pambusuang,

Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Pambusuang,

Karya ini berupaya menjelaskan perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Pambusuang sejak tahun 2002 hingga 2017 setelah modernisasi atau era modern. Puncak modernisasi baru terjadi di awal tahun 2000-an lebih tepatnya tahun 2002 dimana hal ini diperkuat dari adanya kegiatan melaut terakhir dengan perahu sandeq suatu kelompok nelayan di tahun tersebut. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah kehidupan sosial ekonomi masayarakat nelayan di Desa Pambusuang yang lebih baik setelah modernisasi perahu, serta dampak sosial lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan interkasi sosial. Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan penelitian historis (Historical Research), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, dengan mengumpulkan arsip terkait data-data kehidupan social ekonomi masyarakat nelayan Desa Pambusuang dari buku-buku maupun karya tulis ilmiah yang terkait permasalahan. (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

DAMPAK INDUSTRIALISASI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT

DAMPAK INDUSTRIALISASI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SAW Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat kasih anugerahnya maka penulis dapat melaksanakan penelitian dan penulisan skripsi yang berjudul “Dampak Industrialisasi Terhadap Kehidupan Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat (Studi Deskriptif Pada Masyarakat Desa Lalang Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara)”. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh derajat sarjana S-1 bidang Antropologi Sosial di Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI BURUH STUDI KAS (1)

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI BURUH STUDI KAS (1)

Dalam kehidupan, manusia memiliki banyak kebutuhan hidup. Kebutuhan tersebut baik dalam bentuk materi maupun non-materi. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, tentu manusia tidak terlepas dari manusia lainnya sebagai mahkluk sosial. Manusia saling membutuhkan untuk tetap bertahan hidup. Kehidupan social ekonomi merupakan perilaku sosial masyarakat berkaitan dengan interaksi serta perilaku ekonominya dalam hubungannya dengan pendapatan dan pemanfaatannya. Berbicara mengenai kehidupan sosial ekonomi adalah juga mengenai bagaimana seseorang memenuhi kebutuhan hidupnya serta pemanfaatan hasil ekonomi tersebut. Berhubung dengan kehidupan sosial ekonomi yang didalamnya terdapat pemenuhan kebutuhan, maka Maslow dalam Alma (2001:65), dengan teori motivasinya terutama yang sangat terkenal adalah teori hierarki kebutuhan mencatat bahwa kebutuhan manusia dapat dipakai untuk melukiskan dan meramalkan motivasinya. Teori tentang motivasi didasarkan oleh dua asumsi. Pertama, kebutuhan seseorang tergantung apa yang telah dipunyainya, dan kedua, kebutuhan merupakan hirarki dilihat dari pentingnya. Menurut Maslow ada lima kategori kebutuhan manusia, yaitu: psysiological needs, safety (security), social (affiliation), esteem (recognition), self actualization.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PEMBANGUNAN PELABUHAN SURABAYA DAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI DI SEKITARNYA PADA ABAD XX

PEMBANGUNAN PELABUHAN SURABAYA DAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI DI SEKITARNYA PADA ABAD XX

Buku tentang “PEMBANGUNAN PELABUHAN SURABAYA DAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI DI SEKITARNYA PADA ABAD XX” mengupas tentang sejarah pelabuhan Surabaya di masa abad XX dengan segala aktivitas ekonomi serta aspek-aspek yang saling mempengaruhi eksistensi pelabuhan Surabaya hingga di masa republik. Alasan pembangungan pelabuhan Surabaya karena tidak terpenuhinya kapasitas pelabuhan Kalimas dalam menampung aktivitas perdagangan sehingga membutuhkan sarana yang lebih memadai . Pelabuhan Surabaya dibangun dengan dilengkapi dermaga, gudang tempat bongkar-muat, serta jaringan transportasi. Pemerintah mengelola pelabuhan dalam sistem havenbedrif (usaha pelabuhan) di bawah wewenang Burgelijke Openbare Werken (BOW). Pembangunan pelabuhan yang pesat di awal abad XX terhenti tatkala Jepang menguasai Jawa. Kondisi pelabuhan beserta fasilitasnya banyak yang rusak akibat perang. Masa kemerdekaan pemerintah Republik Indonesia belum segera mampu memperbaiki dan mengembangkan pelabuhan. Pembangunan pelabuhan ternyata tidak sejalan dengan realitas harapan yang terjadi. Aktivitas ekonomi di pelabuhan yang sangat pesat tidak hanya mengundang para pencari kerja namun juga melahirkan penyakit sosial, yaitu maraknya prostitusi.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

Kehidupan Sosial Ekonomi Single Mother dalam Ranah Domestik dan Publik

Kehidupan Sosial Ekonomi Single Mother dalam Ranah Domestik dan Publik

Kemandirian dalam jiwa single mother diperlukan untuk menjalankan dua peran dalam sektor domestik, yaitu untuk menjalankan rumah tangga seperti memask, mencuci piring dan pakaian, membersihkan rumah, menyiapkan makanan untuk keluarga, merawat, membesarkan dan mendidik anak dan di sektor publik tugas ekonomi perlu untuk dipenuhi sehingga dapat mencari nafkah untuk keluarga dan secara sosial yakni bersosialisasi dengan komunitas.Keseimbangan anfara peran domestik dan publik perlu dicapai dengan usaha tambahan melalui proses kesabaran, pengetahuan dan konsistensi untuk menjalankannya. Sebagai single mother untuk berkerja mencari nafkah, terdapat banyak pertimbangan dari sumber penghasilan, efisiensi waktu untuk dapat menjalankan tugas utama sebagai seorang ibu tanpa mengesampingkan pekerjaan rumah tangga, oleh karena itu sebagai single mother, perempuan dituntut untuk dapat beradaptasi dan melanjutkan tanpa suami, mencari nafkah dan menyeimbangkan antara peran domestik dan publik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan implementasi kehidupan sosial ekonomi sebagai single mother sebagai orang tua tunggal dalam mempertahanan keberlangsungan hidup keluarga di Desa Cepokosawit. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk memproduksi dan memproses data penelitian dengan cara deskriptif naratif, yakni transkrip dari wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penduduk perempuan di Desa Cepokoksawit, Kecamatan Sawit, Kabupatan Boyolali. Terdapat beberapa informan single mother yang dipilih di Desa CepokosawitTeknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purpsive samplingberdasarkan beberapa kriteria. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Kehidupan Sosial Ekonomi Single Mother dalam Ranah Domestik dan Publik

Kehidupan Sosial Ekonomi Single Mother dalam Ranah Domestik dan Publik

Abstrak Kemandirian dalam jiwa single mother diperlukan untuk menjalankan dua peran dalam sektor domestik, yaitu untuk menjalankan rumah tangga seperti memask, mencuci piring dan pakaian, membersihkan rumah, menyiapkan makanan untuk keluarga, merawat, membesarkan dan mendidik anak dan di sektor publik tugas ekonomi perlu untuk dipenuhi sehingga dapat mencari nafkah untuk keluarga dan secara sosial yakni bersosialisasi dengan komunitas.Keseimbangan anfara peran domestik dan publik perlu dicapai dengan usaha tambahan melalui proses kesabaran, pengetahuan dan konsistensi untuk menjalankannya. Sebagai single mother untuk berkerja mencari nafkah, terdapat banyak pertimbangan dari sumber penghasilan, efisiensi waktu untuk dapat menjalankan tugas utama sebagai seorang ibu tanpa mengesampingkan pekerjaan rumah tangga, oleh karena itu sebagai single mother, perempuan dituntut untuk dapat beradaptasi dan melanjutkan tanpa suami, mencari nafkah dan menyeimbangkan antara peran domestik dan publik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan implementasi kehidupan sosial ekonomi sebagai single mother sebagai orang tua tunggal dalam mempertahanan keberlangsungan hidup keluarga di Desa Cepokosawit. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk memproduksi dan memproses data penelitian dengan cara deskriptif naratif, yakni transkrip dari wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penduduk perempuan di Desa Cepokoksawit, Kecamatan Sawit, Kabupatan Boyolali. Terdapat beberapa informan single mother yang dipilih di Desa CepokosawitTeknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purpsive samplingberdasarkan beberapa kriteria. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik validitas data menggunakan
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Peran Kelompok Perempuan Dalam Pemberdayaan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan

Peran Kelompok Perempuan Dalam Pemberdayaan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kelompok perempuan dalam pemberdayaan kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam pemberdayaan tersebut. Sementara manfaat adalah menambah pemahaman dan pengetahuan yang luas tentang peranan kelompok perempuan dalam pemberdayaan kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan dan memberikan manfaat bagi instansi terkait dalam kegiatan-kegiatan positif berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat nelayan di Karang Panas dalam rangka menumbuhkan semangat dalam berusaha mempertahankan kehidupan dan pemberdayaan kaum perempuan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data meliput reduksi data (data reduction), penyajian data (datadisplay) dan penarikan kesimpulan (conclusion
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN OBJEK WISATA GOA KREO TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT

PERKEMBANGAN OBJEK WISATA GOA KREO TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT

Mahasiswa Pendidikan Sejarah IKIP Veteran Semarang Abstrak Goa Kreo termasuk sebagai kawasan hinterland Kota Semarang. Sebagai kawasan pinggiran, daerah ini mampu berperan sebagai sumber pendapatan masyarakat Kandri Kecamatan Gunungpati. Ditemukannya manfaat lahan penghasilan baru di bidang dagang dan jasa membawa perubahan bagi masyarakat. Perubahan kondisi ekonomi, sosial-budaya masyarakat dari tahun 2000 mulai terjadi berkat pengembangan pariwisata di Goa Kreo. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah Bagaimanakah Sejarah perkembangan obyek wisata Goa Kreo?bagaimanakah kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar Goa Kreo?faktor-faktor dan hambatan apa sajakah yang memprngaruhi perkembangan obyek wisata Goa Kreo?Bagaimanakah dampak sosial ekonomi dari perkrmbangan obyek wisata Goa Kreo terhadap masyarakat Kandri kecamatan Gunungpati?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah perkembangan obyek wisata Goa Kreo,Untuk mengetahui dinamika kehidupan sosial dan budaya, Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pekembangan obyek wisata Goa Kreo Gunungpati Semarang, Untuk mengetahui dampak sosial ekonomi dari perkembangan obyek wisata Goa Kreo Gunungpati Semarang. Penelitian ini dilakukan di desa Kandri, Gunungpati, Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan selama proses observasi, adapun yang dianalisis obyek wisata Goa Kreo di Desa Kandri, Gunungpati. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran objek wisata Goa Kreo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibidang ekonomi, sosial dan budaya bersumber pada tiga unsur pokok, yaitu terbukanya kesempatan berusaha, lapangan kerja dan jasa seperti; kerajinan tangan, berjualan/berdagang
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peran Kelompok Perempuan Dalam Pemberdayaan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan

Peran Kelompok Perempuan Dalam Pemberdayaan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kelompok perempuan dalam pemberdayaan kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam pemberdayaan tersebut. Sementara manfaat adalah menambah pemahaman dan pengetahuan yang luas tentang peranan kelompok perempuan dalam pemberdayaan kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan dan memberikan manfaat bagi instansi terkait dalam kegiatan-kegiatan positif berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat nelayan di Karang Panas dalam rangka menumbuhkan semangat dalam berusaha mempertahankan kehidupan dan pemberdayaan kaum perempuan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data meliput reduksi data (data reduction), penyajian data (datadisplay) dan penarikan kesimpulan (conclusion
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI BURUH PER

KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI BURUH PER

Kalitengah menunjukkan buruh berada pada struktur sosial paling bawah dalam hierarki masyarakat Perkebunan Kalitengah. Hal ini dikarenakan buruh berposisi sebagai orang yang menerima perintah untuk melakukan tugas dan fungsinya sesuai arahan pimpinan. Berdasarkan hasil penelitian didapat pula kesimpulan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi buruh tetap bertahan di Perkebunan Kalitengah. Faktor-faktor tersebut adalah faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern yang dimaksud ialah adanya kemudahan menjadi buruh di Perkebunan Kalitengah, sehingga ada penilaian bahwa pekerjaan buruh adalah pilihan realistis dibanding pekerjaan lain yang memerlukan syarat yang rumit. Selain itu, ada keinginan membalas budi kepada perkebunan yang telah memberikan bantuan baik berupa pekerjaan maupun finansial sehingga buruh bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan faktor ekstern yakni adanya fasilitas dan tunjangan yang diberikan pihak perkebunan. Fasilitas rumah dinas, ijin penanaman tanaman perkebunan di lahan perkebunan secara gratis, dan adanya tunjangan hari tua yang diberikan pihak perkebunan membuat buruh merasa nyaman dan aman, sehingga mereka tidak beralih pada profesi lain.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

A. KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT

A. KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT

Pacitan ditemukan alat-alat dari batu, yang disebutkapak genggam (chopper). Sedangkan di kebudayaan Ngandong banyak ditemukan artefak dari tulang dan kapak genggam yang mempunyai ciri ya[r]

61 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI KOPI DI SUMBUL.

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI KOPI DI SUMBUL.

1.2. Saran Semenjak terbentuknya desa Hutamanik tersebut tanaman kopi merupakan salah satu usaha yang dilakukan masyarakat meskipun ada perubahan yaitu dari kopi Robusta menjadi kopi Arabika meskipun pada saat ini para petani kopi mengalami kesulitan yaitu dalam bidang Ekonomi. Namun ada baiknya masyarakat petani lebih memperhatikan gejala apa yang menyebabkan hal tersebut dan segera mengatasinya. Peneliti juga berharap supaya masyarakat petani kopi meningkatkan wawasannya tentang budidaya pertanian kopi dan mencari informasi dari luar sehingga dapat menambah pengetahuan mereka dan kelak dapat mengatasi permasalahan yang ada. Meskipun ada masyarakat yang melakukan peralihan jenis tanaman sebaiknya para petani kopi lebih meningkatkan cara pertanian kopi mereka agar usaha pertanian kopi tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal dan dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN SOSIAL – EKONOMI BANGSAWAN LANGKAT 1942 – 1947.

KEHIDUPAN SOSIAL – EKONOMI BANGSAWAN LANGKAT 1942 – 1947.

3 juga berdampak pada rakyat, sampai saat ini tidak banyak sumber yang menyatakan tentang bagaimana perubahan-perubahan kehidupan bangsawan Langkat. Ditengarai konflik kepentingan juga terjadi pada para bangsawan yang berusaha mendapatkan simpati Sultan untuk menduduki posisi-posisi penting dalam kerajaan. Karena jika dilihat dari politik kerajaan pada waktu itu, menunjukkan adanya tempat tersendiri bagi para bangsawan yang dikenal oleh rakyat begitu sebaliknya. Sehingga ini ditengarai bisa menjadi cikal bakal permasalahan di kemudian hari.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI BURUH PERKEBUNAN KALITENGAH TAHUN

KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI BURUH PERKEBUNAN KALITENGAH TAHUN

Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alam, kondisi alam inilah yang menarik perhatian bangsa Eropa. Diantara negara Eropa Belanda-lah yang berhasil menguasai Indonesia, baik secara ekonomi maupun politik (Poesponegoro dan Notosusanto,1993:45) Penetrasi ekonomi dan politik Belanda di Indonesia dibagi dua tahapan, yakni masa Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) tahun 1602-1799 dan masa Pemerintahan Hindia Belanda tahun 1800-1942. Pada tahapan penjajahan tersebut, Belanda menerapkan sistem penjajahan yang diberlakukan sesuai dengan kondisi perkembangan sosial-politik negeri induk Belanda yakni sistem penjajahan konservatif dan penjajahan liberal (Kartodirdjo,1999:6-7). VOC dengan pola konservatif dinilai golongan Liberal Belanda sebagai kesalahan dalam mengurus daerah jajahan. Selanjutnya sistem konservatif dihapuskan dan diubah ke sistem liberal.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI BURUH KEBUN TANJUNG KASAU TAHUN

KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI BURUH KEBUN TANJUNG KASAU TAHUN

Penulisan skripsi adalah salah satu syarat yang wajib dipenuhi untuk memperoleh gelar sarjana di Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Dalam hal ini penulis mengkaji tentang kehidupan buruh yang berada di Kebun Tanjung Kasau. Skripsi ini berjudul Kehidupan Sosial-

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...