Kekasaran Dasar

Top PDF Kekasaran Dasar:

S TS 1003093 Chapter5

S TS 1003093 Chapter5

1. Hasil kurva pendisrtibusian kecepatan pada saluran halus didapat bahwa bentuk kurvanya dominan berbentuk parabola seperti yang ada pada teori. Selain itu, dilihat dari nilai gradien (m), nilai gradient pada saluran dasar halus lebih besar diantara kekasaran dasar pasir dan kekasaran dasar kerikil. Ini menunjukan bahwa pendistribusian kecepatan pada aliran ini terdistribusi dengan baik karena tidak ada hambatan terhadap aliran tersebut..

2 Baca lebih lajut

S KIM 1003127 Chapter5

S KIM 1003127 Chapter5

51 Yohanes Fajar Kristanto, 2015 PENGARUH KEKASARAN DASAR SALURAN TERHADAP DISTRIBUSI KECEPATAN PADA SALURAN TERBUKA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpusta[r]

1 Baca lebih lajut

C D g C

C D g C

kekasaran dasar saluran dengan tanpa kekasaran dasar didapatkan hasil sebagaimana terlihat pada Gambar 11. Hasil ini menjelaskan bahwa dengan angka korelasi R 2  1 dan garis yang dekat dengan garis perbandingan maka dapat disimpulkan kekasaran dasar saluran tidak berpengaruh dan selanjutnya dapat diabaikan.

7 Baca lebih lajut

S TS 1003093 Bibliography

S TS 1003093 Bibliography

91 Gira Oktarina Nur Annisa, 2015 PENGARUH KEKASARAN DASAR SALURAN TERHADAP DISTRIBUSI KECEPATAN PADA SALURAN TERBUKA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpusta[r]

2 Baca lebih lajut

Pemodelan Penelusuran Aliran Sungai Berdasarkan Sistem Jaringan 0

Pemodelan Penelusuran Aliran Sungai Berdasarkan Sistem Jaringan 0

Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggambarkan besarnya debit yang tersedia pada Sungai Oyo dengan menggunakan beberapa model. Model tidak dilakukan simulasi parameter model. Teknik analisis data yang digunakan adalah data hujan yang dianalisis dengan persamaan Gumbel I, data penggal sungai (penampang, kemiringan sungai, kekasaran dasar sungai), peta satuan lahan untuk mengetahui korelasi antara sistem jaringan terhadap karakteristik litologi dan topografi, sifat aliran dengan dasar proporsional sampling sesuai kerapatan jaringan, debit dengan pengukuran bank full discharge, dan koefisien Manning diambil berdasarkan pada penggal sungai yang telah diketahui dari sifat sungainya.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

S KIM 1003127 Bibliography

S KIM 1003127 Bibliography

52 Yohanes Fajar Kristanto, 2015 PENGARUH KEKASARAN DASAR SALURAN TERHADAP DISTRIBUSI KECEPATAN PADA SALURAN TERBUKA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustak[r]

3 Baca lebih lajut

S TS 1003093 Table of content

S TS 1003093 Table of content

Gira Oktarina Nur Annisa, 2015 PENGARUH KEKASARAN DASAR SALURAN TERHADAP DISTRIBUSI KECEPATAN PADA SALURAN TERBUKA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaa[r]

3 Baca lebih lajut

Kontribusi Pengaruh Kekasaran Permukaan. pdf

Kontribusi Pengaruh Kekasaran Permukaan. pdf

Akan tetapi seluruh model konsumsi energi listrik langsung yang telah dikembangkan hanya mempertimbangkan umur pahat (tool life, T) dan waktu aktivitas sebagai komponen pembentuk mo- del yang dipengaruhi oleh parameter pemotongan (machining variables). Sedangkan seperti diketahui, parameter pemotongan tidak hanya akan mempe- ngaruhi umur pahat akan tetapi juga akan ber- pengaruh kepada kualitas produk hasil pemotongan dalam hal ini kekasaran permukaan (surface roughness) [5-6]. Sedangkan penelitian untuk me- lihat hubungan kekasaran permukaan dengan kon- sumsi energi listrik dilakukan secara tidak langsung dengan cara membandingkan pengaruh parameter pemotongan terhadap konsumsi energi listrik dan tingkat kekasaran permukaan yang dapat dihasilkan [7-8].
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

DESAIN ELASTOHYDRODINAMIS LUBRICATION SYSTEM DENGAN PENGATUR TEKANAN PADA CAMSHAFT MOTOR BENSIN 4 LANGKAH

DESAIN ELASTOHYDRODINAMIS LUBRICATION SYSTEM DENGAN PENGATUR TEKANAN PADA CAMSHAFT MOTOR BENSIN 4 LANGKAH

Setelah dilakukan proses penelitian terhadap kekasaran permukaan hasil penerapan modifikasi katup pengatur tekanan pada komponen camshaft didapatkan hasil nilai kekasaran permukaan intake camlobe sebesar 0,639µm dan exhaust camlobe sebesar 0,433µm. Nilai kekasaran permukaan standar lebih besar dibandingkan nilai kekasaran permukaan pada sistem pelumasan yang lain. Ini membuktikan bahwa sistem pelumasan standar menyumbang keausan lebih besar dibandingkan dengan sistem pelumasan modifikasi. Untuk sistem pelumasan modifikasi dengan penambahan satu buah katup pengatur minyak pelumas pada komponen camshaft. Hasil menunjukan kekasaran permukaan untuk intake camlobe sebesar 0,332 µm dan kekasaran permukaan untuk exhaust camlobe sebesar 0,490 µm. Hasil penerapan sistem pelumasan modifikasi dengan penambahan dua buah katup pengatur tekanan minyak pelumas pada komponen camshaft. Hasil menunjukan kekasaran permukaan intake camlobe sebesar 0,316 µm dan kekasaran permukaan exhaust camlobe sebesar 0,343 µm.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

STUDI EKSPERIMENTAL PROSES GERINDA PERMUKAAN MATERIAL SKD 61 DENGAN PENDINGINAN

STUDI EKSPERIMENTAL PROSES GERINDA PERMUKAAN MATERIAL SKD 61 DENGAN PENDINGINAN

Proses gerinda dibagi menjadi dua yaitu up grinding dan down grinding berdasarkan arah penggerindaan. Down grinding bisa menjaga ketajaman pahat dan mengurangi kemungkinannya kenaikan gaya seiring bertambahnya waktu selama proses gerinda. Down grinding juga bisa menghasilkan kekasaran permukaan yang lebih halus serta menjaga roda gerinda agar tidak cepat aus, sedangkan pada up grinding penyuplaian cutting fluid lebih efektif karena fluidanya langsung disuplaikan ke permukaan benda kerja (Rowe, 2010). Adapun ilustrasi dari up grinding dan down grinding yang ditunjukkan oleh Gambar 2.7.
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

HASIL DAN PEMBAHASAN  Pengaruh Variasi Waktu Celup 4, 6 Dan 8 Detik Terhadap Tebal Lapisan Dan Kekasaran Tembaga Pada Pelat Baja Karbon Sedang Dengan Proses Elektroplating.

HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Variasi Waktu Celup 4, 6 Dan 8 Detik Terhadap Tebal Lapisan Dan Kekasaran Tembaga Pada Pelat Baja Karbon Sedang Dengan Proses Elektroplating.

Hasil pengujian kekasaran permukaan plat baja karbon sedang yang di lapisi tembaga dengan waktu tahan celup 4 detik diperoleh tingkat kekasaran rata-rata 0.2527 µm, waktu tahan celup 6 detik diperoleh tingkat kekasaran rata-rata 0.2808 µm, dan untuk waktu tahan celup 8 detik diperoleh tingkat kekasaran rata-rata 0.1100 µm. Kita amati pada waktu tahan celup 8 detik mempunyai tingkat kekasaran paling tinggi dibandingkan waktu tahan 4 dan 6 detik.

7 Baca lebih lajut

ANALISIS FORMULASI KEKASARAN HIDROLIK TERHADAP PARAMETER LEBAR DAN KEDALAMAN SUNGAI Kr. KEUREUTO ACEH UTARA

ANALISIS FORMULASI KEKASARAN HIDROLIK TERHADAP PARAMETER LEBAR DAN KEDALAMAN SUNGAI Kr. KEUREUTO ACEH UTARA

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengkaji dan mengevaluasi suatu formulasi kekasaran saluran dalam perhitungan hidraulika sehingga nantinya akan didapatkan hubungan antara kekasaran hidraulik terhadap nilai parameter lebar dan kedalaman aliran sungai sesuai dengan penggunaan dan penerapannya. Pada tulisan ini hanya dibatasi pada pembahasan kekasaran menurut Manning dan Anderson saja.

8 Baca lebih lajut

Kekasaran Permukaan Bahan Restorasi Semen Ionomerkaca Setelah Penyikatan Dengan Pasta Gigi Anak

Kekasaran Permukaan Bahan Restorasi Semen Ionomerkaca Setelah Penyikatan Dengan Pasta Gigi Anak

Dari hasil penelitian ini, terjadi peningkatan kekasaran permukaan bahan restorasi semen ionomer kaca pada kedua kelompok sampel dapat disebabkan oleh lepasnya partikel-partikel dari matriks bahan semen ionomer kaca oleh karena terpaparnya bahan semen ionomer kaca tersebut dengan bahan abrasif dari pasta gigi yang digunakan dalam penyikatan. 19 Peningkatan kekasaran permukaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya yaitu lama waktu penyikatan, semakin lama penyikatan semakin menyebabkan kekasaran. Selain itu, komposisi bahan abrasif juga dapat berpengaruh pada peningkatan kekasaran permukaan, tergantung dari ukuran, bentuk dan arah partikel dari bahan abrasif yang terkandung dalam pasta gigi. 25
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 40 HASIL PEMESINAN CNC MILLING ZK 7040 EFEK DARI KECEPATAN PEMAKANAN (FEED RATE) DAN AWAL WAKTU PEMBERIAN PENDINGIN.

KARAKTERISASI TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 40 HASIL PEMESINAN CNC MILLING ZK 7040 EFEK DARI KECEPATAN PEMAKANAN (FEED RATE) DAN AWAL WAKTU PEMBERIAN PENDINGIN.

Pemeriksaan kekasaran dengan profilometer adalah salah satu jenis pengukuran kehaluasan secara langsung. Sistem kerja profilometer pada dasarnya sama dengan prinsip peralatan gramaphon . Perubahan gerakan stilus sepanjang muka ukur dapat dilihat dan dibaca pada bagian amplimeter. Gerakan stilus bisa dilakukan dengan tangan dan bisa dengan otomatis yang dilakukan oleh motor penggeraknya. Angka yang ditunjukkan pada bagian skala adalah angka tinggi rata-rata kekasaran. b) Pengukuran Kekasaran Permukaan

15 Baca lebih lajut

Bentuk bentuk kekasaran alluvial do

Bentuk bentuk kekasaran alluvial do

uo Ao = constant Uo = flow velocity near the base By entering Ao and Uo into the sediment Equalition continuity before, then obtained : s + Ao = 0 In 1963, Kennedy introduced the re[r]

9 Baca lebih lajut

Nukman, Umar, Anton, 2014, (23)

Nukman, Umar, Anton, 2014, (23)

Menurut katalog dari handysurf produk Accretech (2013), ada beberapa tipe alat handysurf yang di produksi oleh Accretech. Handysurf adalah alat ukur permukaan dengan fasilitas digital dan automatis. Alat ini berbentuk kecil, ringan, mudah digunakan, ditunjang juga link ke PC, panduan tujuh bahasa dan bisa digunakan dimana saja dengan segala standar. Handysurf berfungsi untuk mengukur kekasaran permukaan apapun.

13 Baca lebih lajut

Kekasaran Permukaan Resin Komposit Setelah Penyikatan Dengan Pasta Gigi Mengandung Perlite Dan Tanpa Perlite

Kekasaran Permukaan Resin Komposit Setelah Penyikatan Dengan Pasta Gigi Mengandung Perlite Dan Tanpa Perlite

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pasta gigi terhadap kekasaran permukaan bahan restorasi. Mondelli, dkk ( 2005 ) melakukan penelitian dan menemukan perubahan kekasaran pada bahan restorasi sewarna gigi setelah dilakukan penyikatan dengan menggunakan pasta gigi pemutih, lalu penelitian selanjutnya dia juga menemukan adanya perubahan kekasaran pada bahan restorasi sewarna gigi setelah dilakukan penyikatan dengan pasta gigi yang mengandung bahan abrasif. 5 Rocha, dkk ( 2010 ) dalam penelitiannya juga menemukan peningkatan kekasaran permukaan resin komposit setelah dilakukan penyikatan dengan menggunakan pasta gigi. 6 Khamverdi, dkk (2010) juga menemukan adanya kekasaran permukaan resin komposit setelah dilakukan penyikatan dengan menggunakan pasta gigi pemutih. Hal ini juga diteliti oleh peneliti terdahulu dan didapatkan juga hasil yang sama, dimana pasta gigi memiliki pengaruh terhadap kekasaran resin komposit. 7 Kandungan pasta gigi pemutih biasanya tidak jauh berbeda dengan pasta gigi pada umumnya namun ditambahkan oleh bahan-bahan yang dapat memutihkan gigi seperti peroksida, ataupun kandungan bahan abrasif yang lebih banyak. Beberapa contoh merek dagang pasta gigi pemutih adalah Diamond, Opale, Pepsodent Whitening dengan Perlite, dan Pepsodent White Now. 7
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PENGARUH BAHAN PENGIKAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PENGECORAN LOGAM

PENGARUH BAHAN PENGIKAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PENGECORAN LOGAM

Keywords: PENGECORAN LOGAM Pengaruh bahan pengikat pada cetak pasir merupakan usaha untuk mendapatkan kehalusan permukaan benda hasil coran.Bahan pengikat sangat penting untuk mengikat[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...