kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Top PDF kekerasan dalam rumah tangga (KDRT):

KEKERASAN PADA ISTRI DALAM RUMAH TANGGA PART 1

KEKERASAN PADA ISTRI DALAM RUMAH TANGGA PART 1

Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT (domestic violence) merupakan jenis kejahatan yang kurang mendapatkan perhatian dan jangkauan hukum. Tindak kekerasan di dalam rumah tangga pada umumnya melibatkan pelaku dan korban diantara anggota keluarga di dalam rumah tangga, sedangkan bentuk tindak kekerasan bisa berupa kekerasan fisik dan kekerasan verbal (ancaman kekerasan).

2 Baca lebih lajut

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA(Final)

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA(Final)

Setiap keluarga memimpikan dapat membangun keluarga harmoni, bahagia dan saling mencintai, namun pada kenyataannya banyak keluarga yang merasa tidak nyaman, tertekan dan sedih karena terjadi kekerasan dalam keluarga, baik kekerasan yang bersifat fisik, psikologis, seksual, emosional, maupun penelantaran. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, terlebih-lebih di era terbuka dan informasi yang kadangkala budaya kekerasan yang muncul lewat informasi tidak bisa terfilter pengaruh negatifnya terhadap kenyamanan hidup dalam rumah tangga. Kondisi yang demikian cenderung mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga mereka tidak bisa tumbuh dan berkembang secara natural, bahkan menghambat anak berprestasi di sekolahnya. Untuk dapat menyelamatkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, kiranya perlu dilakukan penanganan secara psikologis dan edukatif terhadap kasus KDRT, baik yang sifatnya kuratif maupun preventif, sehingga bukan saja berarti bagi pelaku KDRT, melainkan utamanya bagi kurban KDRT dan masyarakatnya secara lebih luas.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI INSTITUSI KEPOLISIAN

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI INSTITUSI KEPOLISIAN

Sepanjang tahun 2006, pemerintah daerah melalui unit kerja/dinas masing-masing menjalankan program yang berkaitan dengan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, dalam bahasa program kegiatan-kegiatan tersebut tidak secara langsung ditujukan kepada persoalan korban KDRT. Secara lebih spesifik, Dinas Pemberdayaan Perempuan (PP) Propinsi Lampung merupakan ujung tombak koordinasi antar lintas sektoral, sekaligus pembiayaannya. Seperti dalam penyediaan peralatan medis dan obat untuk menutupi pelayanan medis di UPT PKTK RSU Abdul Moeloek. Program lainnya seperti sosialisasi tingkat propinsi yang melibatkan lintas sektoral serta Ruang Penanganan Khusus (RPK) yang sudah ada ditingkat Polres dan Poltabes. Salah satu programnya ialah membuat shelter/rumah aman yang telah berdiri di Polres Lampung Selatan.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DALAM PRSPEKTIF HUKUM ISLAM. ( Analisis putusan PN No.172/Pid.B/PN/Ska/2005, dan No. 291/Pid.B/PN/Ska/2008. Menurut Prsepektif Hukum Islam).

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DALAM PRSPEKTIF HUKUM ISLAM. ( Analisis putusan PN No.172/Pid.B/PN/Ska/2005, dan No. 291/Pid.B/PN/Ska/2008. Menurut Prsepektif Hukum Islam).

Kasus kekerasan dalam rumah tangga atau (KDRT) di beberapa kabupaten di Jawa Tengah diantaranya: Kabupaten Bantul terus meningkat. Hal itu mengindikasikan semakin beraninya masyarakat untuk melaporkan kasus (KDRT) yang selama ini dianggap masih tabu. Sebagian besar kasus KDRT dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi. Berdasarkan data Badan Kesejahteraan Keluarga (BKK) Kabupaten Bantul, jumlah kasus KDRT selama tahun 2008 tercatat 27 kasus, sementara tahun 2007 baru 17 kasus. Kasus tersebut berupa kekerasan fisik, kekerasan psikis, perkosaan, pencabulan, dan penelantaran. 5 Dan di Kabupaten Wonosobo Sejak tahun 2006 hingga Juli 2008 terdapat 75 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 20 kasus Perkosaan dan pelecehan seksual. Disamping itu tercatat satu kasus Kekerasan dalam pacaran,
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI RT. 5 RW. 8 KELURAHAN NGESREP KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI RT. 5 RW. 8 KELURAHAN NGESREP KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Hasil survey kasus KDRT yang terjadi pada sebaran 16 kecamatan yang ada di Semarang, Kecamatan Banyumanik menduduki peringkat pertama yaitu sebanyak 47 kasus KDRT yang terjadi pada tahun 2015. Kelurahan Ngesrep merupakan salah satu kelurahan yang masuk dalam wilayah kecamatan banyumanik yang akan dijadikan objek penelitian. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada umumnya dilakukan oleh suami terhadap istrinya akan tetapi ada juga yang melakukan tindakan KDRT ini adalah istri terhadap suami. Penelitian yang di lakukan oleh Mantiri (2012) di Manado di dapatkan hasil bahwa pernikahan usia dini dan pendidikan rendah mendominasi terjadinya kasus KDRT namun tidak sedikit juga kasus KDRT terjadi pada usia dewasa dengan tingkat pendidikan yang tinggi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UPAYA POLISI DALAM MENGGUNGKAP TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA.

UPAYA POLISI DALAM MENGGUNGKAP TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA.

1. Upaya pencegahan (Preventif) dan penanganan (Represif) dari banyaknya instansi yang melaksanakan sosialisasi sehingga adanya tumpang tindih sosialisasi yang kooperatif dari instansi yang bersangkutan. Adanya keterlambatan penyelesaian kasus KDRT oleh kepolisian yang mengakibatkan terjadinya penumpukan kasus KDRT yang belum selesai dalam 1 tahun. Adanya mediasi dan upaya damai yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga, dan permohonan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak suami/istri untuk mengakhiri perkara kekerasaan dalam lingkungan keluarga yang mengakibatkan lemahnya penegakan hukum dan sanksi pidana sebagai wujud untuk memberi efek jera kepada pelaku tindak pidana kususnya dalam lingkup keluarga/rumah tangga.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Kekerasan dalam Rumah Tangga

Kekerasan dalam Rumah Tangga

Kekerasan Dalam Rumah tangga atau yang sering kita kenal dengan KDRT pada akhir-akhir ini sangat banyak terjadi di Masyarakat.. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan persoalan yang sulit untuk dipecahkan karena persoalan ini sangat konpleks. Hal ini dikarenakan, terkadang pelaku KDRT sendiri tidak menyadari bahwa apa yang telah ia lakukan merupakan tindakan KDRT.Dalam kasusu KDRT ini sering berujung kepada pemutusan hubungan perkawinan ke Pengadilan yang dimohonkan baik oleh suami maupun isteri. Jika hal ini terjadi, maka yang menjadi korban adalah anak-anak mereka yang tidak bersalah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MAKALAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA KDR

MAKALAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA KDR

Penyelesaian masalah dilakukan dengan marah yang berlebih-lebihan, hentakan- hentakan fisik sebagai pelampiasan kemarahan, teriakan dan makian maupun ekspresi wajah menyeramkan. Terkadang muncul perilaku seperti menyerang, memaksa, mengancam atau melakukan kekerasan fisik. Perilaku seperti ini dapat dikatakan pada tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diartikan setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kekerasan dalam rumah tangga

Kekerasan dalam rumah tangga

Kekerasan dalam rumah tangga adalah pola pemaksaan kehendak atas seseorang terhadap pasangannya dengan menggunakan serangan dan ancaman termasuk penyiksaan secara fisik, mental/ emosional, seksual dan juga penguasaan secara ekonomis. Kekerasan terhadap perempuan terjadi karena budaya dominasi laki-laki terhadap perempuan. Dampak KDRT secara fisik dapat menyebabkan kecacatan yang tetap dan juga kematian juga dapat berdampak pada psikologis dan sosial dari istri. Pada anak yang menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga berdampak pada menurunnya prilaku yang sama terhadap generasi berikutnya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kekerasan rumah tangga terhadap anak dalam prespektif islam

Kekerasan rumah tangga terhadap anak dalam prespektif islam

Istilah kekerasan terhadap perempuan (istri) berarti segala bentuk kekerasan yang berdasarkan gender atau yang disebut pula dengan “gender based violence” yang akibatnya berupa kerusakan atau penderitaan fisik, non fisik. seksual, psikologis pada perempuan termasuk tindakan pemukulan dan ancaman-ancaman, paksaan atau perampasan yang semena-mena atas kemerdekaan, baik yang terjadi di tempat umum atau di dalam lingkungan kehidupan pribadi seseorang. 24 Kata kekerasan memang mengingatkan kita pada sebuah situasi yang kasar, menyakitkan dan adanva ketidak harmonisan dalam hubungan antara seseorang dengan orang lain serta dapat menimbulkan efek yang negatif. Namun kebanyakan orang, hanya memahami kekerasan sebagai bentuk perilaku fisik yang kasar, keras, penuh dengan kekejaman yang dapat menimbulkan perilaku yang ofensif (menekan), padahal konsep kekerasan memiliki makna yang luas. Sedangkan menurut Undang-Undang No.23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, KDRT di definisikan setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual. psikologis, dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. 25 .
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Materi Kekerasan dalam rumah tangga

Materi Kekerasan dalam rumah tangga

Kekerasan dalam rumah tangga (disingkat KDRT) adalah kekerasan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami maupun oleh istri. Menurut Pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT), KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Sebagian besar korban KDRT adalah kaum perempuan (istri) dan pelakunya adalah suami, walaupun ada juga korban justru sebaliknya, atau orang-orang yang tersubordinasi di dalam rumah tangga itu. Pelaku atau korban KDRT adalah orang yang mempunyai hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, perwalian dengan suami, dan anak bahkan pembatu rumah tangga, tinggal di rumah ini. Ironisnya kasus KDRT sering ditutup-tutupi oleh si korban karena terpaut dengan struktur budaya, agama dan sistem hukum yang belum dipahami. Padahal perlindungan oleh negara dan masyarakat bertujuan untuk memberi rasa aman terhadap korban serta menindak pelakunya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PENANGANAN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) OLEH DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (DPPKBP3A) DI KABUPATEN BANJARNEGARA - repository perpustakaan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PENANGANAN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) OLEH DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (DPPKBP3A) DI KABUPATEN BANJARNEGARA - repository perpustakaan

Angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di Indonesia dapat dilihat dari jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang ditangani oleh beberapa lembaga pemerintah, diantaranya laporan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), laporan Komisi Nasional (KOMNAS) Perempuan, serta lembaga yang ada di masyarakat yang turut serta menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Kekerasan dalam rumah tangga

Kekerasan dalam rumah tangga

Kekerasan dalam rumah tangga adalah pola pemaksaan kehendak atas seseorang terhadap pasangannya dengan menggunakan serangan dan ancaman termasuk penyiksaan secara fisik, mental/ emosional, seksual dan juga penguasaan secara ekonomis. Kekerasan terhadap perempuan terjadi karena budaya dominasi laki-laki terhadap perempuan. Dampak KDRT secara fisik dapat menyebabkan kecacatan yang tetap dan juga kematian juga dapat berdampak pada psikologis dan sosial dari istri. Pada anak yang menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga berdampak pada menurunnya prilaku yang sama terhadap generasi berikutnya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERGESERAN PERAN KELUARGA LUAS MATRILINEAL DENGAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Kajian Jender Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Masyarakat Minangkabau Perkotaan).

HUBUNGAN ANTARA PERGESERAN PERAN KELUARGA LUAS MATRILINEAL DENGAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Kajian Jender Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Masyarakat Minangkabau Perkotaan).

Kekerasan dalam rumah tangga atau yang dikenal dengan KDRT sering terjadi walau telah dikeluarkan undang-umdang yang tujuannya melindungi perempuan dan dapat menyeret pelakunya ke meja hijau. Tindak kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak azasi manusia. Bentuk tindak kekerasan yang termasuk dalam ruang lingkup ini mencakup kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga. Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi terjadinya tindak kekerasan, dan penelantaran dalam rumah tangga terhadap perempuam. Lembaga swadaya masyarakat yang bergerak untuk mengadvokasi perempuan telah lama melakukan upaya untuk melindungi wanita dari tindak kekerasan ini. Puncak dari perjuangan ini adalah dilahirkanya uandang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapuan kekerasan dalam rumah tangga pada tanggal 22 september 2004 oleh Presiden Megawati.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SEBAGAI ALA

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SEBAGAI ALA

Kekerasan seksual, yakni kekerasan yang mengarah kepada serangan terhadap seksualitas seseorang, bisa berupa pemaksaan hubungan seksual (perkosaan), pemukulan dan bentuk-bentuk kekerasan lain yang menyertai hubungan intim, bisa sebelum atau sesudah hubungan intim, pemaksaan berbagai posisi dan kondisi hubungan seksual, pemaksaan aktivitas tertentu, pornografi, penghinaan terhadap seksualitas perempuan melalui bahasa verbal, ataupun pemaksaan pada istri untuk terus-menerus hamil atau menggugurkan kehamilan. Kekerasan seksual yang dialami perempuan, biasanya disertai dengan kekerasan-kekerasan lain, baik fisik, mental, maupun ekonomi, dan yang pasti tidak saja berdampak pada organ seks/reproduksi secara fisik, namun juga berdampak pada kondisi psikis atau mental. Kekerasan dalam rumah tangga tersebut, tidak jarang pada akhirnya menjadi alasan bagi seseorang untuk melakukan perceraian, karena secara substansial konsep kekerasan dalam rumah tangga seperti di atas juga terdapat dalam rumusan alasan-alasan yang dapat digunakan seseorang untuk melakukan perceraian, hal tersebut sebagaimana diatur dalam Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang- undang Nomor 1 Tahun 1974 juncto Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam, yaitu :
Baca lebih lanjut

175 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK (STUDI KASUS PUTUSAN PN Nomor : 2673/Pid.B/2010/PN.SBY)

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK (STUDI KASUS PUTUSAN PN Nomor : 2673/Pid.B/2010/PN.SBY)

“PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK (Studi Kasus Putusan Nomor: 2637/Pid.B/2010/PN.SBY)” dalam rangka memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur adalah benar-benar hasil karya cipta saya sendiri, yang saya buat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bukan hasil jiplakan (plagiat).

49 Baca lebih lajut

Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Ke

Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Ke

Kekerasan terhadap perempuan adalah salah satu permasalahan yang cukup besar dalam konteks hak asasi dan kesehatan masyarakat pada masa kini. Ini adalah salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan dan mengacu pada kekerasan yang berasal dari rumah tangga dan dalam hubungan yang ditutupi oleh ikatan keluarga atau emosional. Umumnya para perempuan yang menjadi korban yang berobat ke klinik ragu untuk membicarakannya dalam ruang publik sehingga sulit dalam berkontribusi penting dalam penyembuhan mentalnya. 1 Deklarasi PBB pada Konferensi
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

kekerasan dalam rumah tangga KDRT

kekerasan dalam rumah tangga KDRT

b. Harus tercipta kerukunan dan kedamaian di dalam sebuah keluarga, karena didalam agama itu mengajarkan tentang kasih sayang terhadap ibu, bapak, saudara, dan orang lain. Sehingga antara anggota keluarga dapat saling menghargai setiap pendapat yang ada. c. Harus adanya komunikasi yang baik antara suami dan istri, agar tercipta sebuah rumah tangga yang rukun dan harmonis. Jika di dalam sebuah rumah tangga tidak ada keharmonisan dan kerukunan diantara kedua belah pihak, itu juga bisa menjadi pemicu timbulnya kekerasan dalam rumah tangga.

20 Baca lebih lajut

KEKERASAN PADA ISTRI DALAM RUMAH TANGGA

KEKERASAN PADA ISTRI DALAM RUMAH TANGGA

Kelompok mencoba mengidentifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yaitu pertama faktor pembelaan atas kekuasaan laki-laki dimana laki-laki dianggap sebagai superioritas sumber daya dibandingkan dengan wanita, sehingga mampu mengatur dan mengendalikan wanita. Kedua, faktor Diskriminasi dan pembatasan dibidang ekonomi, dimana diskriminasi dan pembatasan kesempatan bagi perempuan untuk bekerja mengakibatkan perempuan (istri) ketergantungan terhadap suami, dan ketika suami kehilangan pekerjaan maka istri mengalami tindakan kekerasan. Ketiga, faktor beban pengasuhan anak dimana istri yang tidak bekerja, menjadikannya menanggung beban sebagai pengasuh anak. Ketika terjadi hal yang tidak diharapkan terhadap anak, maka suami akan menyalah-kan istri sehingga tejadi kekerasan dalam rumah tangga. Keempat yaitu faktor wanita sebagai anak-anak, dimana konsep wanita sebagai hak milik bagi laki-laki menurut hukum, mengakibatkan keleluasaan laki-laki untuk mengatur dan mengendalikan segala hak dan kewajiban wanita. Laki-laki merasa punya hak untuk melakukan kekerasan sebagai seorang bapak melakukan kekerasan terhadap anaknya agar menjadi tertib, Kelima faktor orientasi peradilan pidana pada laki-laki, dimana posisi wanita sebagai istri di dalam rumah tangga yang mengalami kekerasan oleh suaminya, diterima sebagai pelanggaran hukum, sehingga penyelesaian kasusnya sering ditunda atau ditutup. Alasan yang lazim dikemukakan oleh penegak hukum yaitu adanya legitimasi hukum bagi suami melakukan kekerasan sepanjang bertindak dalam konteks harmoni keluarga.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Kekerasan dalam rumah tangga (1)

Kekerasan dalam rumah tangga (1)

Kekerasan dalam rumah tangga merupakan salah satu tindakan yang tidak bertanggung jawab seseorang dihadapan keluarganya maupun dihadapan Allah SWT. Agama, akal dan hati, merupakan karunia dari Allah yang wajib dijaga dengan cara- perilaku-tanggung jawab. Selain menjadi sumber manfaat, ketiganya dapat menjadi sumber konflik yang sangat berkaitan, salah satu diantaranya jika tidak dikelolah dengan baik akan mempengaruhi yang lain. Kekerasan dalam rumah tangga menjadi reaksi buruk seseorang akibat dari rendahnya pemahaman agama serta kuarangnya kecerdasan emosional seseorang di dalam menghadapi masalah, sehingga hati pun mudah dikuasai dengan nafsu negatif.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...