kekerasan dan ketangguhan retak

Top PDF kekerasan dan ketangguhan retak:

PENGARUH PENAMBAHAN CuO TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK, KEKERASAN DAN KETANGGUHAN RETAK CSZ SEBAGAI ELEKTROLIT PADAT.

PENGARUH PENAMBAHAN CuO TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK, KEKERASAN DAN KETANGGUHAN RETAK CSZ SEBAGAI ELEKTROLIT PADAT.

Ila Lailatun Sholihah, 2015 PENGARUH PENAMBAHAN CuO TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK, KEKERASAN DAN KETANGGUHAN RETAK CSZ SEBAGAI ELEKTROLIT PADAT Universitas Pendidikan Indonesia | rep[r]

19 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN CuO TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK, KEKERASAN DAN KETANGGUHAN RETAK CSZ SEBAGAI ELEKTROLIT PADAT - repository UPI S FIS 1100335 Title

PENGARUH PENAMBAHAN CuO TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK, KEKERASAN DAN KETANGGUHAN RETAK CSZ SEBAGAI ELEKTROLIT PADAT - repository UPI S FIS 1100335 Title

Ila Lailatun Sholihah, 2015 PENGARUH PENAMBAHAN CuO TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK, KEKERASAN DAN KETANGGUHAN RETAK CSZ SEBAGAI ELEKTROLIT PADAT Universitas Pendidikan Indonesia | rep[r]

4 Baca lebih lajut

S FIS 1100335 Chapter5

S FIS 1100335 Chapter5

Ila Lailatun Sholihah, 2015 PENGARUH PENAMBAHAN CuO TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK, KEKERASAN DAN KETANGGUHAN RETAK CSZ SEBAGAI ELEKTROLIT PADAT Universitas Pendidikan Indonesia | rep[r]

1 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN PELELANGAN RETAK

PENGUMUMAN PELELANGAN RETAK

111.4/POKJA-BKKPN/X/2015 POKJA BKKPN KUPANG akan melaksanakan Pelelangan Seleksi Sederhana Jasa Konsultansi dengan Pascakualifikasi untuk paket pekerjaan pengadaan barang/jasa secara el[r]

1 Baca lebih lajut

DESAIN MODIFIKASI STRUKTUR JEMBATAN BETON PRATEGANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM EXTRADOSED DI BLITAR

DESAIN MODIFIKASI STRUKTUR JEMBATAN BETON PRATEGANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM EXTRADOSED DI BLITAR

Momen yang menghasilkan retak-retak rambut pertama pada balok beton prategang dihitung dengan teori elastik, dengan menganggap bahwa retak mulai terjadi saat tegangan tarik pada serat terluar beton mencapai modulus keruntuhannya. Modulus keruntuhan merupakan ukuran permulaan retak-retak rambut yang seringkali tidak terlihat oleh mata telanjang. Tegangan tarik yang lebih besar dari modulus diperlukan untuk menghasilkan retak retak yang terlihat. Pada kondisi beton telah mengalami retak akibat beban berlebihan, susut atau sebab-sebab lainnya, maka retak-retak dapat terlihat pada tegangan tarik yang terkecil (Lin &Burns, 1982) Dengan menggunakan analisa elastik beton prategang, perumusan momen retak adalah sebagai berikut
Baca lebih lanjut

436 Baca lebih lajut

PERILAKU RETAK BETON BERTULANG AKIBAT PEMBUATAN LUBANG DI BADAN

PERILAKU RETAK BETON BERTULANG AKIBAT PEMBUATAN LUBANG DI BADAN

Pada umumnya retak-retak dimulai pada daerah kritis dimana bekerja momen lentur maksimum dan dimensi terlemah. Beban retak awal statik balok ini dapat dikontrol dengan perhitungan taraf praretak. Segmen praretak dari kurva beban- lendutan pada dasarnya berupa garis lurus yang memperlihatkan perilaku elastis penuh. Daerah praretak berhenti pada saat dimulainya retak awal, dimana tegangan beton mencapai kekuatan modulus rupture (Nawy, 1985).

8 Baca lebih lajut

EVALUASI FAKTOR INTENSITAS TEGANGAN PADA UJUNG RETAK DENGAN LUBANG PENGHAMBAR RAMBAT RETAK

EVALUASI FAKTOR INTENSITAS TEGANGAN PADA UJUNG RETAK DENGAN LUBANG PENGHAMBAR RAMBAT RETAK

konfigurasi D = 5 mm—H = -1 mm—B = 1 mm sebesar 28,19 MPa.m 1/2 atau β = 0,696 untuk harga B/D = 0,2. Contoh distribusi tegangan ditampilkan dalam Gambar 8. Pada Gambar 8 interaksi tegangan semakin besar saat lubang semakin dekat dengan ujung retak yang ditandai dengan menyatunya pola berwarna biru muda mulai dari ujung retak hingga sisi lubang. Akibat besarnya interaksi tegangan, deformasi lubang makin nyata. Interaksi tegangan pada konfigurasi ini cenderung menurunkan nilai K I . Pada konfigurasi dengan

7 Baca lebih lajut

PENGARUH WAKTU TEMPERING TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN PISAU DAPUR BERBAHAN BAJA BEKAS PEGAS-DAUN - ITS Repository

PENGARUH WAKTU TEMPERING TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN PISAU DAPUR BERBAHAN BAJA BEKAS PEGAS-DAUN - ITS Repository

Baja adalah paduan besi (Fe) sebagai unsur dasar dan karbon (C) yang memiliki kandungan karbon kurang dari 2% . Unsur paduan lain yang biasa ditambahkan selain karbon adalah mangan (Mn), krom (Cr) dan silikon (Si). Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya, berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness), namun disisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility).

97 Baca lebih lajut

Pengaruh Kombinasi Posisi Fiber Terhadap Kekuatan Fleksural dan Ketangguhan Retak Fiber Reinforced Composite Polyethylene | Widyapramana | Insisiva Dental Journal 569 1800 1 PB

Pengaruh Kombinasi Posisi Fiber Terhadap Kekuatan Fleksural dan Ketangguhan Retak Fiber Reinforced Composite Polyethylene | Widyapramana | Insisiva Dental Journal 569 1800 1 PB

Kehilangan gigi akibat karies, trauma, kondisi sistemik dan penyakit periodontal, dapat menyebabkan gangguan fungsional terutama pada saat digunakan untuk pengunyahan. Pada kondisi ini diperlukan protesa untuk menggantikan gigi yang hilang. Tipe protesa yang sering digunakan adalah gigi tiruan cekat konvensional yang biasa terbuat dari logam dengan lapisan porselen atau disebut dengan porcelain fused to metal (PFM). Kekurangan dari gigi tiruan cekat tersebut adalah mudah pecah, retak dan patah. Hal lain yang ditemukan adalah logam alloy yang digunakan dapat mengalami korosi 7 .
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Published  Jurnal Mesin 2009

Published Jurnal Mesin 2009

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek dari perbedaan media pendinginan pada proses quench terhadap kekerasan dan kekuatan impak baja paduan HQ 705. Baja paduan HQ 705 setara dengan baja paduan nikel-chromium-molybdenum AISI 4340 dengan komposisi paduan 0,38 – 0,43% C, 1,82% Ni, 0,50 dan 0,80% Cr, 0,25% Mo. Penelitian dilaksanakan dengan cara memanaskan bahan hingga temperatur austenit 850

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Temperatur Penuangan Terhadap Sifat           Ketangguhan Impak (Impack Toughness) Dan           Kekerasan (Hardness) Aluminium Sekrap                                  Yang Ditambah Silikon 5%

Pengaruh Temperatur Penuangan Terhadap Sifat Ketangguhan Impak (Impack Toughness) Dan Kekerasan (Hardness) Aluminium Sekrap Yang Ditambah Silikon 5%

Variasi temperatur penuangan akan mempengaruhi pembekuan coran aluminium, cacat porositas akan meningkat seiring dengan temperatur penuangan. Nilai ketangguhan, kekerasan akan mengalami penurunan karena banyaknya gas hidrogen yang terjebak didalam coran aluminium. Dalam penelitian ini digunakan Aluminium sekrap yang dapat di daur ulang yaitu kaleng bekas minuman. Pengecoran dilakukan dengan temperatur penuangan yang bervariasi yaitu 680°C, 700°C, 720°C, 740°C, dan 760°C. Dipilihnya Aluminium bekas minuman terutama yang diambil adalah bagian tutupnya karena memiliki kandungan Aluminium ±90% pada bagian tutup kaleng. Daur ulang akan menurunkan sifat mekanis dari material, oleh karena itu perlu ditambahkan beberapa unsur seperti Silikon, Copper, Magnesium, Iron, Mangan dan Zincum untuk meningkatkan kembali sifat mekanisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh temperatur penuangan terhadap ketangguhan impak (Impact Toughness) dan kekerasan (Hardness) Aluminium coran. Untuk melihat struktur mikro dari coran Aluminium sekrap dengan variasi temperatur penuangan. Sebagai data awal yang dapat digunakan untuk pemanfaatan bahan Aluminium sekrap yang ditambah Silikon 5% (Al-Si) sebagai material teknik. Manfaat dari penelitian ini adalah Dengan penelitian ini penyusun dapat menerapkan ilmu dari teori yang dipelajari dengan praktek langsung dalam pengecoran Alumunium. Penyusun dapat memberi pengetahuan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan guna referensi penelitian selanjutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dari jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk kualitatif yaitu memaparkan secara jelas hasil eksperimen yang diperoleh dari sejumlah spesimen uji dalam bentuk angka Sampel diambil untuk dilakukan uji kekerasan (Hardness) dan ketangguhan impak (Impact toughness), dalam pengujian kekerasan dilakukan dengan mengunakan Equotip Hardness Tester dan untuk pengujian ketangguhan dilakukan dengan menggunakan Impact Charpy Test. Nilai ketangguhan impak (Impact Toughness) mencapai posisi maksimum pada temperatur tuang 700 o C yaitu sebesar 19,13 Joule, kemudian ketangguhan akan terus menurun seiring pertambahan suhu temperatur tuang. Dari uji kekerasan (Hardness) equotip dilihat hasil maksimum juga pada temperatur 700 o C yaitu 72 BHN. Dari hasil foto mikro dilihat bahwa semakin tinggi suhu penuangan maka cacat porositas akan semakin banyak terlihat mulai dari 680 o C, 720 o C, 740 o C, 760 o C. Tetapi tidak halnya dengan temperatur 700 o C, cacat porositas tidak terlalu banyak dan menunjukkan hasil yang paling bagus diantara keempat temperatur tuang lainnya.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

View of Pengaruh Variasi Temperatur Tuang Pengecoran Produk Pulley Terhadap Kekerasan, Ketangguhan Dan Metalografi Berbahan Baku Aluminium Bekas

View of Pengaruh Variasi Temperatur Tuang Pengecoran Produk Pulley Terhadap Kekerasan, Ketangguhan Dan Metalografi Berbahan Baku Aluminium Bekas

Kualitas coran salah satunya tergantung pada temperatur penuangan logam cair yang tepat. Pulley merupakan produk komponen yang banyak dipakai pada sistem pemindah daya dan putaran seperti pada penggilingan, mesin-mesin dengan penggerak motor listrik dan motor bakar. Pulley harus mempunyai sifat mekanik sesuai dengan kegunaannya. Pengaruh temperatur penuangan perlu diteliti supaya diperoleh pulley yang mempunyai sifat mekanik tinggi. Pada penelitian benda coran akan diuji antara lain: Kekerasan dan ketangguhan merupakan sifat mekanik dari material, untuk mengetahuinya maka perlu dilakukan pengujian. Struktur mikro untuk mengetahui fasa Kristal yang terjadi pada pulley dan bisa dilanjutkan dengan proses selanjutnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang dan berat komposisi serbuk besi pengecoran komposit aluminium diperkuat serbuk besi produk puli terhadap densitas, kekerasan, ketangguhan, dan struktur mikro.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KETANGGUHAN APBN DALAM PEMBAYARAN UTANG

KETANGGUHAN APBN DALAM PEMBAYARAN UTANG

Hasil pengujian di atas memberi pesan singkat bahwa ketangguhan APBN masih sangat rapuh. Kerapuhan ini sangat terkait dengan situasi dan kondisi perekonomian yang akan terjadi. Konsekuensinya, risiko kerapuhan fiskal ini perlu diantisipasi sejak dini. Antisipasi yang bisa ditempuh adalah (jika keputusan politik memang mendukung) dengan menyusun anggaran mengikuti sistem multitahun. Artinya, APBN untuk 3 tahun ke depan, misalnya, ditetapkan pada tahun yang sedang berjalan. Pengalaman Australia, Kanada, Jerman, dan Belanda dalam penyusunan anggaran negara layak menjadi model yang dapat diadopsi pemerintah.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Limbah Sepatu Terhadap Kekuatan Beton

Pengaruh Penambahan Limbah Sepatu Terhadap Kekuatan Beton

jumlahnya terlalu banyak maka akan menyebabkan terjadinya perapuhan setelah kering. Hal ini disebabkan karena pasir tidak bersifat merekat tetapi hanya bersifat sebagai pengisi. Pasir yang baik adalah pasir yang berasal dari sungai dan tidak mengandung tanah lempung karena dapat mengakibatkan retak-retak, dan juga harus memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan oleh

25 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Kromium, Mangan dan Zink Pada Buah Kelor (Moringa oleifera Lam.) Secara Spektrofotometri Serapan Atom

Analisis Kandungan Kromium, Mangan dan Zink Pada Buah Kelor (Moringa oleifera Lam.) Secara Spektrofotometri Serapan Atom

Ketangguhan metode ruggedness Ketangguhan metode adalah derajat ketertiruan hasil uji yang diperoleh dari analisis sampel yang sama dalam berbagai kondisi uji normal, seperti laborator[r]

16 Baca lebih lajut

this PDF file Perilaku Retak Aluminium Paduan A6061T6 pada Pembebanan Mixed Mode | Zuhaimi | Jurnal Teknik Mesin MES06080105

this PDF file Perilaku Retak Aluminium Paduan A6061T6 pada Pembebanan Mixed Mode | Zuhaimi | Jurnal Teknik Mesin MES06080105

batas perpatahan untuk kriteria tegangan maksi- mum (maximum hoop stress criterian) yang dapat diselesaikan dengan Persamaan 2. Hasil pengujian yang berupa lingkaran kecil putus-putus pada kurva dapat diperoleh dengan Persamaan 1 dimana data beban yang dimasukkan adalah beban saat inisiasi retak. Kriteria retak yang diperlihatkan oleh kurva pada Gambar 13 menunjukkan bahwa ketika kom- ponen mode II melebihi beberapa harga kritis pada saat pengujian material, daya tahan perpatahan akan berkurang yang ditunjukkan di bawah garis padat pada Gambar 13. Perilaku perpatahan ini berhubungan dengan proses perpatahan pada tipe terbuka kemudian diikuti oleh perpatahan geseran.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Makalah tugas teknologi bahan bangunan

Makalah tugas teknologi bahan bangunan

Retak sambungan jalan (lane joint cracks), retak memanjang yang terjadi pad a sambungan 2lajur lalulintas. Hal ini disebabkan tidak baiknya ikatan sambungan kedua lajur. Perbaikan dapat dilakukan dengan memasukkan campuran aspal cair dan pasir ke dalam celah-celah yang terjadi. Jika tidak diperbaiki, retak dapat berkembang menjadi lebar karen a terlepasnya butir-butir pada tepi retak dan meresapnya air ke dalam lapisan.

21 Baca lebih lajut

PROSIDING Vol. 01, Tahun 2016 ISSN: 2477 – 2097 100 POLA RETAK LENTUR GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN ORTHOTROPIC MODEL Dedi Budi Setiawan

PROSIDING Vol. 01, Tahun 2016 ISSN: 2477 – 2097 100 POLA RETAK LENTUR GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN ORTHOTROPIC MODEL Dedi Budi Setiawan

Pola retak balok lentur geser yang terbentuk menunjukkan adanya pengaruh dari beban terpusat yaitu pada pada daerah momen murni, retak yang terbentuk mengalami kemiringan yang menandakan masih terdapatnya tegangan geser yang bekerja akan tetapi semakin menjauhi lokasi beban terpusat kemiringan menjadi semakin tegak yang menandakan berkurangnya pengaruh beban terpusat. Sedangkan di dekat tumpuan arah retak mengalami kemiringan ini menandakan di daerah tersebut mengalami kombinasi pengaruh tegangan geser yang maksimal dan tegangan normal yang mendekati nol serta pengaruh reaksi tumpuan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...