Kekuatan Impak Resin

Top PDF Kekuatan Impak Resin:

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas setelah Penambahan Serat Kaca Potongan Kecil 1% dengan Metode Berbeda

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas setelah Penambahan Serat Kaca Potongan Kecil 1% dengan Metode Berbeda

1. Nilai kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas tanpa serat kaca, resin akrilik polimerisasi panas dengan penambahan serat kaca dengan metode perendaman, dan metode penambahan serat kaca tanpa perendaman. ............................................................................................... 26 2. Hasil uji anova satu arah pada kekuatan impak resin akrilik polimerisasi

13 Baca lebih lajut

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas  Setelah Perendaman Dalam Larutan Tablet Pembersih Gigitiruan

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas Setelah Perendaman Dalam Larutan Tablet Pembersih Gigitiruan

Hasil penelitian ini menunjukan adanya penurunan kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok yang direndam dalam larutan tablet pembersih gigitiruan polident. Hal ini dipengaruhi oleh adanya sifat menyerapan air resin akrilik polimerisasi panas jika berkontak dengan suatu larutan. Seperti halnya penelitian yang dilakukan oleh Susilaningtyas, dkk (2012) yang merendam sampel resin akrilik dalam larutan natrium hipoklorit 0,5%, dimana terjadi penurunan kekuatan impak yang signifikan dikarenakan terjadi penyerapan zat cair secara difusi diantara molekul resin akrilik polimerisasi panas tersebut. Molekul zat cair akan berdifusi kedalam struktur resin akrilik polimerisasi panas dan menempati posisi diantara polimer hingga menyebabkan ikatannya menjadi lemah. 16 Lemahnya ikatan ini akan menurunkan sifat-sifat resin akrilik, dalam hal ini sifat kekuatan impaknya.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas Setelah Perendaman Dalam Larutan Tablet Pembersih Gigitiruan

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas Setelah Perendaman Dalam Larutan Tablet Pembersih Gigitiruan

Sejak digunakannya resin akrilik sebagai bahan basis gigitiruan pada tahun 1946, bahan ini selalu menjadi pilihan utama untuk membuat basis gigitiruan sampai dengan sekarang ini. Pembersihan basis gigitiruan dapat dilakukan menggunakan larutan tablet pembersih gigitiruan. Perendaman basis gigitiruan dengan larutan tablet polident akan mengurangi kekuatan impak dari resin akrilik polimerisasi panas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas setelah dilakukan perendaman dalam larutan tablet pembersih gigitiruan polident (effervescent) dengan frekuensi perendaman selama 5 menit yang
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas Setelah Perendaman Dalam Larutan Ekstrak Biji Pinang ( Areca Catechu L ) 20% Dengan Waktu Perendaman Yang Berbeda Chapter III VI

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas Setelah Perendaman Dalam Larutan Ekstrak Biji Pinang ( Areca Catechu L ) 20% Dengan Waktu Perendaman Yang Berbeda Chapter III VI

Hasil uji menggunakan One Way Anova menunjukan adanya perbedaan kekuatan impak yang signifikan antar kelompok kontrol (tanpa perendaman) dan kelompok perlakuan (perendaman dalam larutan ekstrak biji pinang 20%). Sedangkan pada uji LSD tidak ada perbedaan yang signifikan pada kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas antara kelompok kontrol dengan kelompok perendaman dalam ekstrak biji pinang 20% selama 2 jam dengan p = 0,430 (p > 0,05), pada perendaman dalam ekstrak biji pinang 20% selama 4 jam dengan p = 0,325 (p > 0,05) , pada perendaman dalam ekstrak biji pinang 20% selama 6 jam dengan p = 0,056 (p > 0,05), namun terdapat perbedaan yang signifikan pada kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas setelah perendaman dalam ekstrak biji pinang 20% selama 8 jam dengan p = 0,002 (p < 0,05). Kelompok perendaman dalam ekstrak biji pinang 20% selama 8 jam memiliki rata-rata kekuatan impak paling rendah yakni 6,333 x 10 -3 J/mm 2 . Artinya, perendaman dalam larutan ekstrak biji pinang 20% selama 8 jam menyebabkan penurunan kekuatan impak paling tinggi. Sedangkan kelompok kontrol memiliki rata-rata kekuatan impak 8,667 x 10 -3 J/mm 2 , kelompok perendaman dalam ekstrak biji pinang 20% selama 2 jam memiliki rata-rata kekuatan impak 8,133 x 10 -3 J/mm2, kelompok perendaman dalam ekstrak biji pinang 20% selama 4 jam memiliki rata-rata kekuatan impak 8,000 x 10 -3 J/mm2, kelompok perendaman dalam ekstrak biji pinang 20% 6 jam memiliki rata-rata kekuatan impak 7,333 x 10 -3 J/mm 2 , maka disimpulkan bahwa rata-rata kekuatan impak kelompok perendaman dalam larutan ekstrak biji pinang 20% selama 2 jam, 4 jam, dan 6 tidak berbeda signifikan dengan kelompok kontrol. Sehingga berdasarkan hasil penelitian LSD dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu perendaman dalam larutan ekstrak biji pinang 20%, maka kekuatan impak semakin menurun.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Perubahan kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas dalam perendaman larutan cuka apel

Perubahan kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas dalam perendaman larutan cuka apel

Larutan cuka apel merupakan minuman kesehatan. Kandungan fenol dalam larutan cuka apel kemungkinan dapat mempengaruhi sifat resin akrilik, terutama sifat mekanik. Sifat mekanis resin akrilik antara lain kekuatan impak. Kekuatan impak yang optimal diperlukan untuk mencegah kemungkinan terjadi kepatahan/fraktur pada basis gigitiruan yang terbuat dari resin akrilik. Kepatahan/fraktur tersebut dapat terjadi sewaktu dilakukan pembersihan gigitiruan secara rutin sehari-hari, misalnya gigitiruan resin akrilik terjatuh membentur lantai yang keras. Berdasar pemikiran tersebut di atas maka perlu dilakukan suatu penelitian mengenai perubahan kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas jenis cross- linked setelah perendaman dalam larutan cuka apel.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas Setelah Perendaman Dalam Larutan Ekstrak Biji Pinang ( Areca Catechu L ) 20% Dengan Waktu Perendaman Yang Berbeda

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas Setelah Perendaman Dalam Larutan Ekstrak Biji Pinang ( Areca Catechu L ) 20% Dengan Waktu Perendaman Yang Berbeda

menggunakan uji ANOVA satu arah dan post hoc LSD. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan kekuatan impak yang signifikan pada lempeng resin akrilik polimerisasi panas setelah perendaman dalam ekstrak biji pinang 20% dan kontrol selama 2 jam dengan p = 0,430 (p > 0,05), selama 4 jam dengan p = 0,325 (p > 0,05), selama 6 jam dengan p = 0,056 (p > 0,05) dan pada perendaman 8 jam terdapat perbedaan signifikan dengan p = 0,002 (p < 0,05). Dapat disimpulkan hasil penelitian ini yaitu lama perendaman resin akrilik polimerisasi panas dalam larutan ekstrak biji pinang 20% berpengaruh terhadap kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas. Semakin lama perendaman dalam larutan ekstrak biji pinang 20% maka semakin menurun kekuatan impaknya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Penambahan 0,3% , 0,6% dan 0,9% Serat Polietilen

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Penambahan 0,3% , 0,6% dan 0,9% Serat Polietilen

Resin akrilik polimerisasi panas adalah bahan basis gigitiruan polimer yang paling banyak digunakan saat ini. Resin akrilik polimerisasi panas tersedia dalam bentuk bubuk dan cairan. 4-6 Bahan ini mudah dimanipulasi dan direparasi bila terjadi retak dan fraktur serta dapat memenuhi kebutuhan estetis karena sifatnya translusen dan stabilitas warna yang cukup baik, tidak toksik, tidak larut dalam cairan mulut, absorpsi relatif rendah dan harganya relatif murah. 4-8 Namun resin akrilik mudah patah dan patahnya basis gigitiruan dapat terjadi diluar mulut yaitu jatuh pada tempat yang keras, maupun patah yang terjadi di dalam mulut dapat disebabkan oleh karena fatique ataupun occlusal forces. 8-10 Narva, dkk (2001) menyatakan bahwa patahnya basis gigitiruan dapat disebabkan oleh adaptasi dari gigi tiruan yang tidak baik, tidak adanya keseimbangan oklusi, fatique dan jatuh. 9
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Penambahan 0,3% , 0,6% dan 0,9% Serat Polietilen

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Penambahan 0,3% , 0,6% dan 0,9% Serat Polietilen

Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fraktur dan meningkatkan kekuatan basis gigitiruan adalah dengan penambahan serat. 2,3,11,14 Beberapa serat yang dapat ditambahkan ke dalam resin akrilik antara lain serat karbon, serat aramid, serat polietilen, serat nilon dan serat kaca. 2,3,14 Serat polietilen memiliki sifat biokompatibilitas yang baik terhadap jaringan rongga mulut, tidak

4 Baca lebih lajut

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Penambahan 0,3% , 0,6% dan 0,9% Serat Polietilen

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Penambahan 0,3% , 0,6% dan 0,9% Serat Polietilen

Bahan basis gigitiruan yang umum digunakan adalah resin akrilik polimerisasi panas. Bahan ini memiliki kekuatan impak yang rendah sehingga mudah patah. Kekuatan impak dapat ditingkatkan dengan penambahan serat polietilen. Penambahan serat polietilen pada bahan resin akrilik polimerisasi dengan konsentrasi yang berbeda kemungkinan dapat memberikan kekuatan impak yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan impak dengan penambahan serat polietilen tersebut pada resin akrilik polimerisasi panas. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel resin akrilik polimerisasi panas dipergunakan sebanyak 10 sampel dengan ukuran sampel 80 mm x 10 mm x 4 mm untuk setiap kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol, kelompok serat polietilen 0,3%, 0,6% dan 0,9%. Pengukuran kekuatan impak dilakukan pada sampel dengan menggunakan alat uji kekuatan impak (Amslerotto Walpret Werke GMBH, Germany ). Data nilai kekuatan impak kemudian dianalisis dengan uji ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kekuatan impak yang signifikan ( p ≤ 0,05 ) dimana terjadi peningkatan kekuatan impak pada resin akrilik polimerisasi panas setelah penambahan serat polietilen dengan 0,3% (p ≤ 0,05), penambahan serat polietilen dengan 0,6% (p < 0,0 5), penambahan serat polietilen dengan 0,9% (p ≤ 0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan serat polietilen 0,3%, 0,6% dan 0,9% pada bahan resin akrilik polimerisasi panas memberikan peningkatan kekuatan impak sehingga resin akrilik polimerisasi panas yang dihasilkan menjadi lebih kuat dan tidak mudah patah.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Penambahan 0,3% , 0,6% dan 0,9% Serat Polietilen

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Penambahan 0,3% , 0,6% dan 0,9% Serat Polietilen

Penggunaan serat polietilen bentuk potongan kecil telah banyak dilakukan dalam penelitian. Serat polietilen bentuk potongan kecil lebih mudah untuk dimanipulasi dan dicampur ke dalam adonan resin akrilik polimerisasi panas dibandingkan dengan bentuk anyaman. Ji-myung Bae, dkk (2012) menyimpulkan bahwa penambahan serat polietilen ( PE; P.E., Dong Yang Rope Mfg., Co., Ltd, Busan, Korea ) berbentuk potongan kecil pada bahan basis gigitiruan resin akrilik polimerisasi panas ( Vertex RS, Dentimax, Zeist, Netherlands ) sebesar 5,3% dan 7,9% dapat meningkatkan kekuatan transversal dan flexural modulus , sementara penambahan serat polietilen 5,3% menunjukkan kekuatan yang tertinggi. 17 Kamble, dkk (2012) dalam penelitiannya menyatakan adanya peningkatan kekuatan transversal pada kelompok resin akrilik polimerisasi panas ( DPI Heat cure, Mumbai, Maharashtra, India ) yang ditambahkan dengan serat polietilen ( Lotus Polytwist , Daman, India ) bentuk potongan kecil dibandingkan dengan kelompok kontrol. 37
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Penambahan 0,3% , 0,6% dan 0,9% Serat Polietilen

Kekuatan Impak Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Penambahan 0,3% , 0,6% dan 0,9% Serat Polietilen

Bahan basis gigitiruan yang umum digunakan adalah resin akrilik polimerisasi panas. Bahan ini memiliki kekuatan impak yang rendah sehingga mudah patah. Kekuatan impak dapat ditingkatkan dengan penambahan serat polietilen. Penambahan serat polietilen pada bahan resin akrilik polimerisasi dengan konsentrasi yang berbeda kemungkinan dapat memberikan kekuatan impak yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan impak dengan penambahan serat polietilen tersebut pada resin akrilik polimerisasi panas. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel resin akrilik polimerisasi panas dipergunakan sebanyak 10 sampel dengan ukuran sampel 80 mm x 10 mm x 4 mm untuk setiap kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol, kelompok serat polietilen 0,3%, 0,6% dan 0,9%. Pengukuran kekuatan impak dilakukan pada sampel dengan menggunakan alat uji kekuatan impak (Amslerotto Walpret Werke GMBH, Germany). Data nilai kekuatan impak kemudian dianalisis dengan uji ANOVA satu
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

KEKUATAN IMPAK RESIN AKRILIK HEAT CURED DENGAN PENAMBAHAN SERAT KACA 1 SETELAH PERENDAMAN DALAM SAUS TOMAT SELAMA 2 DAN 4 HARI

KEKUATAN IMPAK RESIN AKRILIK HEAT CURED DENGAN PENAMBAHAN SERAT KACA 1 SETELAH PERENDAMAN DALAM SAUS TOMAT SELAMA 2 DAN 4 HARI

tomat terhadap kekuatan impaknya. Kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui adanya perbedaan bermakna antar kelompok. Hasil penelitian ini didapatkan perbedaan kekuatan impak yang tidak bermakna pada perlakuan kelompok 2 hari dan kelompok 4 hari yaitu menunjukkan signifikasi p = 0,128 (p>0,05). Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa resin akrilik head cured yang ditambah serat kaca 1% tidak mengalami penurunan kekuatan impak yang signifikan setelah perendaman dalam saus tomat selama 2 hari dan 4 hari.

14 Baca lebih lajut

Kekuatan Impak Resin Akrilik Heat Cured dengan Penambahan Serat Kaca 1% Setelah Perendaman dalam Saus Tomat

Kekuatan Impak Resin Akrilik Heat Cured dengan Penambahan Serat Kaca 1% Setelah Perendaman dalam Saus Tomat

Resin akrilik jenis heat cured dipilih sebagai bahan basis gigitiruan karena bersifat tidak toksis, tidak mengiritasi, tidak larut dalam cairan mulut, estetik baik, stabilitas warna baik, stabil, dan mudah direparasi serta harga murah. 2 Namun resin akrilik juga mempunyai sifat yang kurang menguntungkan yaitu mudah fraktur bila jatuh pada permukaan yang keras, menimbulkan macam-macam porositas, mudah aus dan dapat terjadi fraktur midline karena tekanan pengunyahan yang berlabihan. 2 Kerugian lain dari sifat resin akrilik yaitu dapat menyerap air atau cairan, dan juga dapat menyerap sisa makanan atau bahan kimia lain. 4,5 Beberapa zat atau pelarut yang dapat mempengaruhi kekuatan fisik resin akrilik yaitu benzena, metanol, fenol dan asam asetat. 6,7
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Kitosan Nano Gel Terhadap Sifat Mekanis dan Stabilitas Warna Bahan Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas

Pengaruh Penambahan Kitosan Nano Gel Terhadap Sifat Mekanis dan Stabilitas Warna Bahan Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas

Resin akrilik polimerisasi panas merupakan bahan yang sering digunakan sebagai basis gigi tiruan, namun bahan ini masih memiliki kekurangan dalam pemakaian jangka panjang salah satunya adalah sifat mekanis yang rendah. Untuk memperbaiki sifat tersebut, bahan penguat ditambahkan. Pemakaian bahan alam seperti kitosan untuk memperbaiki sifat resin akrilik polimerisasi panas lebih diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan kitosan molekul tinggi dalam bentuk nano gel terhadap kekuatan mekanis bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dan stabilitas warnanya. Sampel pada penelitian ini adalah resin akrilik polimerisasi panas berbentuk persegi panjang dengan ukuran 50x6x4mm (untuk uji impak), 64x10x2,5mm (uji transversal), dan 40x10x2mm (uji stabilitas warna). Besar sampel 6 setiap kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang ditambahkan kitosan nano gel 0.25, 0.50%, 0.75%, 1.0%, dan 1.50%. Pembuatan sampel dimulai dengan membuat mold di dalam kuvet. Setelah pengepresan kuvet dilakukan kuring di dalam waterbath dengan suhu74 0 C selama 120 menit dan 100 0 C selama 60 menit. Pengujian kekuatan impak dilakukan dengan alat charpy tester, pengujian kekuatan transversal menggunakan torsee’s electronic system universal testing machine dengan beban awal 50 kgf dan pengukuran stabilitas warna dengan alat UV-Visible spectrophotometer dengan panjang gelombang 552 nm. Hasil Uji statistik ANOVA dan LSD menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada resin akrilik polimerisasi panas tanpa penambahan kitosan nano gel dengan penambahan kitosan nano gel. Nilai kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas tanpa penambahan kitosan nano gel 5.83x10 -3 J/mm 2 lebih rendah dibandingkan 5.91, 6.41, 6.58, 7.91 dan 6.08x10 -3 J/mm 2 dengan kitosan nano gel 0.25%, 0,50%, 0,75%, 1,0%, dan 1,5%. Hal yang sama pada nilai kekuatan transversal tanpa penambahan kitosan nano gel 74.62 Mpa lebih rendah dibandingkan 74.93, 75.14, 78.88, 79.00, dan 78.58 Mpa dengan penambahan kitosan nano gel 0.25%, 0,50%, 0,75%, 1,0%, dan 1,5%. Nilai stabilitas warna pada resin akrilik polimerisasi panas tanpa penambahan kitosan nano gel 0.07345cm -1 lebih rendah dibandingkan 0.07354, 0.07383, 0.07499, 0.07589 dan 0.07554 cm -1 dengan kitosan nano gel 0.25%, 0,50%, 0,75%, 1,0%, dan 1,5%. Kesimpulan, Ada perbedaan nilai kekuatan impak, kekuatan transversal dan perubahan warna bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas yang signifikan setelah penambahan kitosan nano gel dengan persentase yang berbeda yaitu 0.25%, 0.50%, 0.75%, 1.0% dan 1.5%. Penambahan kitosan nano gel 1% merupakan konsistensi yang paling cocok digunakan sebagai bahan penguat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perbedaan Kekuatan Impak Bahan Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Termoplastik Nilon

Perbedaan Kekuatan Impak Bahan Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas dengan Termoplastik Nilon

Kekuatan impak dari kelompok A didapat dengan cara memberikan energi yang menyebabkan patahnya sampel resin akrilik polimerisasi panas. Pada tabel 1 terlihat, kekuatan impak resin akrilik polimerisasi panas yang terkecil adalah 3,33 x 10 -3 J/mm 2 dan yang terbesar adalah 7,78 x 10 -3 J/mm 2 . Kekuatan impak bervariasi pada setiap sampel, hal ini mungkin disebabkan oleh karena faktor-faktor yang mempengaruhi pada proses polimerisasi resin akrilik yang tidak dikendalikan selama penelitian berlangsung antara lain kandungan sisa monomer, suhu pengadukan dan teknik pengadukan.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

ANALISA KEKUATAN IMPAK PADA PENYAMBUNGAN

ANALISA KEKUATAN IMPAK PADA PENYAMBUNGAN

[1] Efendi Nizam, 2013, Studi Pengaruh Heat Input Terhadap Ketangguhan Impak Las SMAW Posisi Vertikal Baja St 60 Temper, Jurnal Teknik Mesin, Vol 9, No 2, Desember 2013, Jurusan Teknik Mesin,Fakultas Teknik, Universitas Islam Makasar. [2] Imam Pujo M,Sarjito J.S, 2008,Analisis Kekuatan Sambungan Las Smaw ( Shielded Metal Arc Welding ) Pada Marine Plate St 42 Akibat Faktor Cacat Porositas Dan Incomplete Penetration, Jurnal Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.

Baca lebih lajut

A. PENDAHULUAN - View of TM PENGARUH FRAKSI VOLUME SERBUK GENTING TERHADAP PERUBAHAN KEKUATAN LENTUR DAN KEKUATAN IMPAK PADA KOMPOSIT POLYESTER RESIN.

A. PENDAHULUAN - View of TM PENGARUH FRAKSI VOLUME SERBUK GENTING TERHADAP PERUBAHAN KEKUATAN LENTUR DAN KEKUATAN IMPAK PADA KOMPOSIT POLYESTER RESIN.

terdiri dari bahan yang berfungsi sebagai perekat atau pengikat menggunakan resin dan bahan yang berfungsi sebagai penguat seperti fiberglass, karbon atau grafit, kevlar, atau boron. Jenis resin yang paling umum digunakan adalah resin epoxi, poliester,vinilester, dan resin poliuretan. semua resin tersebut diklasifikasikan sebagai polimer termoset. Karakteristik dan sifat Polimer termoset memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan material baja sehingga polimer banyak disukai dan dimanfaatkan dalam berbagai sektor industri tersebut. Sifat dan karakteristik polimer termoset tersebut antara lain: chemical reactive adhesives, thermal conductive adhesive, electrical conductive adhesive, corrosion resistance, kekuatan tarik dan kekuatan bending, namun thermoset juga mempunyai kelemahan yaitu sifat sensitif menyerap air, getas dan notch sensitive (Mohd, dkk, 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Thermocycling dan Penambahan Serat Polietilen terhadap Kekuatan Impak dan Transversal pada Bahan Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas

Pengaruh Thermocycling dan Penambahan Serat Polietilen terhadap Kekuatan Impak dan Transversal pada Bahan Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas

Pengujian sifat mekanis basis gigitiruan resin akrilik polimerisasi panas yang telah di tambahkan serat penguat polietilen perlu dilakukan simulasi klinis yang dekat dengan kondisi nyata di dalam rongga mulut (International Standart 2013). Simulasi klini yang dekat dengan kondisi nyata dalam rongga mulut dapat dilakukan dengan thermocycling. Prosedur penuaan buatan seperti perubahan suhu siklik (thermocycling) diperlukan pada penelitian bahan basis gigitiruan untuk melihat efek sifat mekanis bahan basis gigitiruan resin akrilik polimerisasi panas secara in vitro.

Baca lebih lajut

Pengaruh Thermocycling dan Penambahan Serat Polietilen terhadap Kekuatan Impak dan Transversal pada Bahan Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas

Pengaruh Thermocycling dan Penambahan Serat Polietilen terhadap Kekuatan Impak dan Transversal pada Bahan Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas

dan juga mereduksi kekuatan transversal dari basis gigitiruan (Kanie dkk. 2000). Masalah ini telah dibahas sebelumnya oleh Vallittu bahwa adhesi antar permukaan yang tidak memadai dan impregnasi yang kurang dapat menghambat peresapan tekanan matriks polimer homogen diperkuat serat, karena itu hanya perbedaan kecil antara hasil uji dengan lokasi serat dapat ditemukan. Hasil penelitian Narva KK, dkk (2005) menunjukkan bahwa serat yang diimpregnasi dan preimpregnated meningkatkan kekuatan basis gigitiruan daripada serat yang tidak diimpregnasi (Narva dkk. 2005). Girbea C., dkk (2010) menyatakan kelemahan dari manipulasi serat saat di impregnasikan dalam resin akrilik adalah terjadinya discreet movement dari serat polietilen saat proses manipulasinya hal ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Vallitu (1994) (Girbea dkk. 2010). Bashi TK dan Al-Nema (2009) menyatakan bahwa adhesi rendah antara serat dan matriks menyebabkan penurunan yang signifikan pada kekuatan impak dibandingkan dengan sampel yang tidak diberi serat penguat (Bashi 2009). Watri D (2011) yang menyatakan sifat kaku dari bahan serat mempengaruhi kelenturan bahan sehingga dapat melemahkan kekuatan transversalnya (Watri 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Serat Kaca pada Bahan Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas terhadap Kekuatan Impak dan Transversal

Pengaruh Penambahan Serat Kaca pada Bahan Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas terhadap Kekuatan Impak dan Transversal

Pemakaian serat kaca berbentuk potongan kecil telah banyak dilakukan dalam beberapa penelitian. Kelebihan serat kaca berbentuk potongan kecil yaitu lebih praktis dan lebih tersebar merata pada resin akrilik (gambar 3). 20,21 Lee, dkk (2007) menyatakan bahwa serat kaca berbentuk potongan kecil berukuran 3 mm yang ditambahkan pada bahan basis gigitiruan resin akrilik dapat meningkatkan kekuatan transversal. 22 Tacir, dkk (2006) menyatakan bahwa serat kaca berbentuk potongan kecil 2% yang ditambahkan pada bahan basis gigitiruan dapat meningkatkan kekuatan impak dan menurunkan kekuatan transversal. 24 Penambahan serat kaca ke dalam resin akrilik dapat menimbulkan kesulitan dalam penyatuan serat kaca ke dalam matriks polimer, tetapi masalah ini dapat diatasi dengan mengubah viskositas campuran antara resin akrilik dan serat kaca dengan cara merendam serat kaca yang akan digunakan ke dalam sejumlah monomer selama beberapa menit lalu ditiriskan sehingga serat kaca lebih mudah meresap ke dalam resin akrilik. 17,24
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 9530 documents...