kelas tinggi

Top PDF kelas tinggi:

Modul A SD kelas tinggi silahkan

Modul A SD kelas tinggi silahkan

Implikasi dalam pelaksanaan pengajaran menyimak di SD kelas tinggi ialah guru hendaknya memulai pelajarannya dengan memperdengarkan (sebaiknya secara spontan, tidak dengan membaca) ujaran-ujaran bahasa Indonesia baik berupa kata-kata maupun kalimat, setidak-tidaknya ketika guru memperkenalkan kata-kata baru, ungkapan-ungkapan baru, atau pola kalimat baru. Manfaat dan aktifitas ini ialah untuk membiasakan murid mendengar ujaran dan mengenal dengan baik tata bunyi bahasa Indonesia, selain dapat menciptakan kondisi belajar penuh gairah dan menumbuhkan motivasi dalam diri murid. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru di SD kelas tinggi tidak monoton dengan membaca buku teks. Secara umum tujuan latihan menyimak adalah agar siswa dapat memahami ujaran dalam bahasa Indonesia, baik bahasa sahari-hari maupun bahasa yang digunakan dalam forum resmi. Pembahasan modul pada bagian ini meliputi: pengertian, tujuan, teknik menyimak, dan cara meningkatkan daya simak.
Baca lebih lanjut

258 Baca lebih lajut

Silabus dan RPP dalam Kurikulum untuk Kelas Tinggi

Silabus dan RPP dalam Kurikulum untuk Kelas Tinggi

Salah satu contoh pembahasan di kelas tinggi materi berhitung sudah mengarah pada yang abstrak, begitu pula dalam penyampainnya. Esensi proses pembelajaran di kelas tinggi adalah suatu pembelajaran yang dilaksanakan secara logis dan sistematis untuk membelajarkan siswa tentang konsep dan generalisasi hingga penerapannya.

3 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN KETERAMPILAN ANAK SD KELAS TINGGI

PERKEMBANGAN KETERAMPILAN ANAK SD KELAS TINGGI

Jenis permainan perkembangan motorik kasar anak sd kelas tinggi diantaranya :out bond, senam, renang, Permainan sepak bola, permainan bola kasti, dan lain-lain. Wahana outbound bisa melatih keberanian dan kemandirian anak serta melatih tingkat kecerdasan anak. Selain itu outbound juga melatih psikomotorik anak agar lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan alam bebas dan mencintai alam.Outbound untuk anak-anak bertujuan untuk melihat kemampuan dan perkembangan anak baik secara fisik maupun mental.

7 Baca lebih lajut

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA SMP KELAS VIIB PADA MATERI GARIS DAN SUDUT SMP MUHAMMADIYAH 3 PURWOKERTO

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA SMP KELAS VIIB PADA MATERI GARIS DAN SUDUT SMP MUHAMMADIYAH 3 PURWOKERTO

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran siswa SMP pada materi garis dan sudut. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dimana pengambilan data dilakukan dengan hasil tes soal penalaran, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan penalaran siswa kelas VII B pada kelas tinggi memiliki kemampuan penalaran tinggi ditunjukan dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan serta menentukan pola penyelesaian serta siswa sudah mampu mengajukan dugaan dari suatu pernyataan, memberikan alasan serta kesimpulan berdasarkan suatu permasalahan, pada kelas sedang kemampuan penalarannya tergolong tinggi karena sudah mampu menentukan pola penyelesaian serta mampu melakukan dugaan terhadap pernyataan serta mampu memberikan alasan dari suatu solusi yang digunakan namun belum mampu memberikan kesimpulan dari pernyataan sedangkan pada kelas rendah kemampuan penalarannya tergolong rendah karena siswa belum mampu memberikan alasan terhadap jawaban yang telah ditulis oleh siswa.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

MODUL IIIB SD MI   Kelas Tinggi

MODUL IIIB SD MI Kelas Tinggi

Program Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators and Students (PRIORITAS) yang didanai oleh USAID bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dilaksanakan untuk mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama dalam meningkatkan akses pendidikan dasar yang bermutu. Untuk mencapai tujuan tersebut, PRIORITAS mengembangkan dan melaksanakan program pengembangan kapasitas yang terdiri atas pelatihan, pendampingan, serta kegiatan kelompok kerja di tingkat sekolah maupun gugus. Sasaran program pengembangan kapasitas ini adalah guru dan dosen lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), kepala sekolah, komite sekolah, serta pengawas dan staf dinas pendidikan terkait di kabupaten terpilih di tujuh provinsi mitra PRIORITAS, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Pelatihan bagi dosen dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah LPTK terpilih untuk pengembangan peran LPTK sebagai penyedia layanan untuk pendidikan dalam jabatan. Modul III yang digunakan dalam pelatihan ini dikemas dalam bentuk unit-unit/topik-topik. Modul Pelatihan Praktik yang Baik untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah ini memuat materi yang terkait dengan Pembelajaran dan Manajemen Berbasis Sekolah. Modul Praktik yang Baik III ini akan dikemas menjadi tiga paket modul, yaitu Modul IIIA untuk Pembelajaran Kelas Awal, Modul IIIB untuk Pembelajaran Kelas Tinggi, dan Modul IIIC untuk Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Berikut adalah gambaran singkat tentang masing- masing unit.
Baca lebih lanjut

258 Baca lebih lajut

SD KELAS TINGGI KK I

SD KELAS TINGGI KK I

• Religius yang mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku untuk melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius ini meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan. Subnilai religius: cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama, teguh pendirian, percayadiri, kerja sama lintas agama, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, melindungi yang kecil dan tersisih.
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

SD KELAS TINGGI KK A

SD KELAS TINGGI KK A

Masalah sosial pada anak lebih menonjol dibandingkan masalah kesulitan dalam pelajaran di sekolah. Banyak penelitian menjelaskan bahwa penolakan oleh teman pada masa kanak-kanak menjadi salah satu penyebab buruknya prestasi belajar, munculnya masalah emosi, dan meningkatnya resiko kenakalan remaja. Oleh karena itu sangat penting mengajarkan kecerdasan emosi dan keterampilan sosial melalui contoh, pembiasaan, bimbingan. Menurut Shapiro (1997:175) bahwa kecerdasan emosi dan keterampilan sosial dapat diajarkan kepada anak sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak. Dijelaskannya pula, bahwa mengajarkan kecerdasan emosi dan keterampilan sosial dapat dilakukan antara lain dengan 1) membina hubungan persahabatan; 2) bekerja dalam kelompok; 3) berbicara dan mendengarkan secara efektif; 4) mengatasi masalah dengan teman yang nakal ; 5) berempati terhadap orang lain; 6) mencapai prestasi tinggi; 7) memecahkan masalah; 8) memotivasi diri bila menghadapi masa-masa yang sulit; 9) percaya diri saat menghadapi situasi yang sulit; 10) menjalin keakraban, dan mengajarkan tata krama.
Baca lebih lanjut

323 Baca lebih lajut

PBSI KELAS TINGGI PEMBELAJARAN SASTRA DI

PBSI KELAS TINGGI PEMBELAJARAN SASTRA DI

Penugasan merupakan cara evaluasi untuk pengembangan kepribadian, perluasan daya berpikir siswa dan kreativitas emosional, serta memupuk keterampilan siswa. Bentuk penugasan dapat dipilih dari yang paling sederhana, misalnya membaca secara bergantian, menghafalkan teks sajak yang pendek atau berdeklamasi di depan kelasm hinga meningkat yang paling kompleks, seperti mencatat dan mencari kata-kata sukar dalam kamus, memberi ulasan sajak atau merumuskan amanat sajak.Penugasan dapat dilakukan di kelas ketika sedang berlangsung proses belajar mengajar, misalnya membaca cerita secara bergantian, membaca sajak, berdeklamasi, dan bermain peran atau juga sebagai tugas rumah untuk menghafalkan sajak, meringkas cerita, dan menyusun kamus kecil dari kata-kata yang terdapat dalam teks sajak atau cerita yang dibacanya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN IPS SD KELAS TINGGI.

PENDIDIKAN IPS SD KELAS TINGGI.

Data berasal "dari bahasa latin datum yang artinya satu informasi petunjuk. Apabila informasi itu lebih dari satu maka disebut data. jadi, datum bersifat tunggal, sedangkan data bersifat jamak. Oleh karena itu, apabila Anda menyebut data - data, cukup data saja. Data dapat berbentuk kenyataan yang dapat ditangkap oleh panca indra (dilihat, didengar, dirasa, dicium, diraba). Apa yang ditangkap pancaindra menurut apa adanya, ini disebut fakta. Data juga dapat berbentuk informasi hasil pengukuran atau perhitungan, misalnya tinggi gunung, panjang jalan, luas tanah, jumlah penduduk. Selain itu, dapat pula berupa informasi hasil pengolahan, misalnya persentase (10%, 50%) atau rasio (2: 4 : 1 : 10).
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

SOAL POST TEST SD kelas tinggi

SOAL POST TEST SD kelas tinggi

Jika sebuah logam yang salah satu ujungnya dipanaskandalam selang waktu tertenu, ujung lainnya pun akan terasa panas. Hal ini menunjukkan bahwa pada batang logam tersebut terjadi aliran atau perpindahan kalor dari bagian logam yang bersuhu tinggi ke bagian logam yang bersuhu rendah.

33 Baca lebih lajut

Modul F SD kelas tinggi silahkan

Modul F SD kelas tinggi silahkan

Benda cair berada di antara dua keadaan yaitu padat yang sifatnya keras dan gas yang sifatnya berubah volumenya sesuai dengan tempatnya. Benda cair bentuknya dapat berubah sesuai dengan wadahnya tanpa ada gaya dari luar. Benda cair sifatnya dipengaruhi oleh kekentalan cairan, jadi zat cair ada yang kental dan ada yang encer. Benda cair sukar dimampatkan karena volumenya tetap. Bagian atas cairan (permukaannya) akan selalu datar kalau cairannya tenang. Sifat benda cair lainnya adalah mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah , memiliki tekanan dan menekan ke segala arah dan meresap melalui celah – celah kecil. Peristiwa meresapnya benda cair melalui celah – celah kecil disebut kapilaritas
Baca lebih lanjut

212 Baca lebih lajut

Modul J Kelas Tinggi

Modul J Kelas Tinggi

diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar dari kelas I sampai kelas VI karena dari berbagai kajian dan teori menyatakan bahwa pendekatan ini lebih yang sesuai dengan usia perkembangan siswa SD dari pada pembelajaran dengan pendekatan mata pelajaran. Siswa SD yang masih sangat awal mengenal dunia sekolah, dengan usia kurang lebih antara 6 – 12 tahun, dianggap belum saatnya dan akan kesulitan jika sudah diajarkan materi pelajaran yang terpisah-pisah dalam mata pelajaran tertentu. Siswa seusia mereka dianggap paling baik belajar dalam keutuhan, yaitu ilmu diajarkan tidak dalam bagian, tetapi dalam satu kesatuan tema tertentu. Dengan siswa SD mempelajari pengetahuan berbasis tema yang dekat dengan kehidupannya, diharapkan siswa akan lebih mudah memahaminya. Karena pemikiran inilah salah satunya mengapa pendekatan tematik integratif dipilih untuk digunakan di seluruh kelas SD. Namun apabila ada temuan yang menunjukkan bahwa siswa SD justru sulit menguasai kompetensi yang telah ditetapkan, tentu hal ini menarik untuk dikaji lebih lanjuta. Apakah asumsi-asumsi yang mendasari diterapkannya pendekatan tematik integratif memang benar? Atau, apakah pendekatan tematik integratif memang cocok diterapkan untuk SD dari kelas I sampai VI? Atau, apakah pendekatan tematik integratif yang memang menyebabkan siswa kesulitan menguasai kompetensi, atau memang kompetensi yang harus dikuasai siswa yang terlalu banyak sehingga menyulitkan siswa mempelajarinya? Atau, jangan- jangan perspektif yang menyatakan bahwa siswa SD harus sudah menguasai berbagai kompetensi yang bukanlah perspektif yang tepat, karena siswa SD seharusnya tidak diberi beban belajar terlalu banyak? Dan mungkin masih banyak hal lain yang menarik dikaji lebih lanjut. Kajian ini dapat berawal dari keterbukaan dan kesediaan guru yang telah menerapkannya menginfromasikan ke stakeholder lain, salah satunya melalui forum ilmiah. Jika tidak ada guru yang terbuka dan bersedia mengkomunikasikan pengalamannya, bagaimana bisa dapat didapatkan informasi faktual dari pelaku langsungnya.
Baca lebih lanjut

182 Baca lebih lajut

TUGAS KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

TUGAS KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Jenis permainan perkembangan motorik kasar anak sd kelas tinggi diantaranya :out bond, senam, renang, Permainan sepak bola, permainan bola kasti, dan lain-lain. Wahana outbound bisa melatih keberanian dan kemandirian anak serta melatih tingkat kecerdasan anak. Selain itu outbound juga melatih psikomotorik anak agar lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan alam bebas dan mencintai alam.Outbound untuk anak-anak bertujuan untuk melihat kemampuan dan perkembangan anak baik secara fisik maupun mental.

23 Baca lebih lajut

Modul E SD kelas tinggi silahkan

Modul E SD kelas tinggi silahkan

Benda cair berada di antara dua keadaan yaitu padat yang sifatnya keras dan gas yang sifatnya berubah volumenya sesuai dengan tempatnya. Benda cair bentuknya dapat berubah sesuai dengan wadahnya tanpa ada gaya dari luar. Benda cair sifatnya dipengaruhi oleh kekentalan cairan, jadi zat cair ada yang kental dan ada yang encer. Benda cair sukar dimampatkan karena volumenya tetap. Bagian atas cairan (permukaannya) akan selalu datar kalau cairannya tenang. Sifat benda cair lainnya adalah mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah , memiliki tekanan dan menekan ke segala arah dan meresap melalui celah – celah kecil. Peristiwa meresapnya benda cair melalui celah – celah kecil disebut kapilaritas
Baca lebih lanjut

212 Baca lebih lajut

ERODIBILITAS TANAH DI KECAMATAN MUSUK KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH  ERODIBILITAS TANAH DI KECAMATAN MUSUK KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH.

ERODIBILITAS TANAH DI KECAMATAN MUSUK KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH ERODIBILITAS TANAH DI KECAMATAN MUSUK KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH.

Hasil penelitian diketahui bahwa: 1) tingkat erodibilitas tanah di daerah penelitian berkisar dari sedang hingga sangat tinggi dengan nilai 0,30 – 0,60. Kelas erodibilitas sangat tinggi berkisar 0,58 – 0,60, kelas tinggi berkisar 0,46 – 0,54, kelas agak tinggi berkisar 0,35 – 0,39 dan kelas sedang berkisar 0,30 - 0,32, 2) penyebaran/ agihan atau distribusi tingkat erodibilitas tanah sangat tinggi adalah di satuan lahan V2IIIRLP dan V2IIIRLSm. Satuan lahan yang mempunyai kelas erodibilitas tinggi adalah V2IIIRLT, V2IIIRT dan V2IIIRT. Satuan lahan yang mempunyai erodibilitas agak tinggi adalah V1IVRLP dan V1IVRLT. Satuan lahan yang mempunyai tingkat erodibilitas sedang adalah V1IVRLH dan V1IVRLSm.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BAHAN AJAR BUKU PANDUAN PEMBELAJARAN KEBENCANAAN ANGIN TOPAN MELALUI STRATEGI   Efektivitas Bahan Ajar Buku Panduan Pembelajaran Kebencanaan Angin Topan Melalui Strategi Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar Di Smk Kristen 5 Klaten.

EFEKTIVITAS BAHAN AJAR BUKU PANDUAN PEMBELAJARAN KEBENCANAAN ANGIN TOPAN MELALUI STRATEGI Efektivitas Bahan Ajar Buku Panduan Pembelajaran Kebencanaan Angin Topan Melalui Strategi Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar Di Smk Kristen 5 Klaten.

Penelitian ini dilakukan di kelas X-TKR-A sebagai kelas kontrol. Pelaksanaannya dilakukan pada hari Selasa, 10 Mei 2016 pada pukul 07.00 - 08.30 WIB. Sampel yang digunakan kelas X-TKR-A yang berjumlah 37 siswa. Hasil nilai pengetahuan pada kelas kontrol menunjukkan nilai terendah dan tertinggi pada pre tes yaitu 47 dan 93 dengan nilai rata-rata 72,80. Terdapat 16 siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM. Nilai post tes terendah dan tertinggi yaitu 67 dan 100 dengan nilai rata-rata 84,66. Terdapat tiga siswa mendapatkan nilai 100 dan satu siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM. Ini dapat disimpulkan bahwa terjadi perubaan nilai setelah melakukan pembelajaran di kelas. Perbedaan tingkat penilaian rata-rata sebelum dan sesudah dapat dilihat pada grafik di bawah ini.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah Pencemaran oleh Limbah Detergen dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa

Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah Pencemaran oleh Limbah Detergen dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa

Selain itu, dari hasil uji hipotesis yang menyatakan bahwa kedua kelas memiliki perbedaan nilai rata-rata postes yang signifikan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Darsono (2011) bahwa suatu proses belajar dikatakan berhasil apabila hasil belajar yang didapatkan meningkat atau mengalami perubahan setelah siswa melakukan aktivitas belajar, dengan kata lain keterampilan berpikir kritis akan mempengaruhi ketercapaian hasil belajar siswa. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai menjadi salah satu penentu tingkat keterampilan berpikir kritis siswa pada suatu proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah Pencemaran oleh Limbah Detergen dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah Pencemaran oleh Limbah Detergen dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

Keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah pola berpikir siswa yang mencakup kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi dan mencipta (Anderson & Krathwohl, 2001). Berpikir tingkat tinggi meliputi kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan (Zaini, 2015; Narayanan, dkk., 2015). Sejalan dengan yang dikatakan oleh Lewis & Smith (1993) (dalam Smith & Szymanski, 2013), bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi terjadi ketika seseorang mendapat informasi baru, lalu informasi tersebut disimpan dalam memori dan saling berhubungan dan/atau menyusun dan memperluas informasi tersebut untuk mencapai suatu tujuan, selanjutnya menemukan kemungkinan jawaban dalam situasi yang membingungkan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PEMBELAJARAN SISTEM PERNAPASAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING DENGAN MULTIMEDIA DI SMP NEGERI 3 TEGAL.

(ABSTRAK) PEMBELAJARAN SISTEM PERNAPASAN BERBASIS COOPERATIVE LEARNING DENGAN MULTIMEDIA DI SMP NEGERI 3 TEGAL.

Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Tegal pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2010/2011. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak 5 kelas sedangkan sampelnya sebanyak 2 kelas diambil dengan teknik cluster random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental, dengan desain Randomized pre test-post test control group. Data motivasi siswa dan tanggapan guru diambil melalui teknik angket, data aktivitas siswa dan kinerja guru diambil melalui teknik observasi sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil mengerjakan LKS, tes, dan pemberian tugas. Data motivasi, aktivitas, dan hasil belajar siswa serta kinerja guru dianalisis secara deskriptif kuantitatif sedangkan data tanggapan guru dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

perilaku dan penyesuaian sosial dan tingkat

perilaku dan penyesuaian sosial dan tingkat

pada jarak 5 meter dari saya misalnya, adalah suatu pengalaman tentang ruang; tetapi jika saya mengatakan bahwa seseorang mempunyai jarak sosial dari saya, maka ini berarti bahwa saya mempunyai status sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah dari orang yang bersangkutan. Ada persamaan tertentu antara kedua jenis jarak ini meskipun keduanya tidaklah identik. Ahli sosiologi berbicara tentang penciptaan jarak buatan. Lalu apa gerangan yang dimaksudkannya? Jarak mengenai ruang, yang dapat diukur dengan mudah dalam arti pisik adalah dapat diubah melalui suatu tindakan dengan sengaja oleh manusia, menjadi barang sesuatu yang dapat disebut jarak mental. Pengurangan identifikasi termasuk ke dalam penciptaan jarak mental ini. Bergerak dari tindakan-tindakan yang intim dan simpatik menuju pengasingan diri tanpa perlu menerapkan tingkah laku yang menggolong-golongkan atau yang bersifat menyerang.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...