kelelahan emosional

Top PDF kelelahan emosional:

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KELELAHAN EMOSIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) KECAMATAN PANCENG GRESIK

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KELELAHAN EMOSIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) KECAMATAN PANCENG GRESIK

Bahasan utama yang disajikan dalam tulisan ini meliputi kelelahan emosional sebagai sebuah sindroma psikologis yang dialami oleh Guru PAUD. Faktor yang menyebabkab timbulnya kelelahan emosional itu adalah : (1) beban kerja, (2) penghargaan, (3) lingkungan keluarga dan (4) konflik peran. Di sisi lain kelelahan emosional mempengaruhi kepuasan kerja dan kinerja.

5 Baca lebih lajut

KONFLIK PERAN DAN KELELAHAN EMOSIONAL PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA DOSEN PADA UNIVERSITAS MAJALENGKA

KONFLIK PERAN DAN KELELAHAN EMOSIONAL PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA DOSEN PADA UNIVERSITAS MAJALENGKA

Lebih lanjut, beban kerja kuantitatif dan kualitatif yang dimiliki dosen Universitas Majalengka tersebut dapat menimbulkan kelelahan emosional dimana dalam menjalankan pekerjaannya dosen pasti akan mengadakan kontak langsung dengan individu-individu lain baik dalam bentuk pertemuan rapat secara periodik dengan atasannya, hubungan rekan kerja dengan dosen dan staf adminstasi secara rutin maupun interaksi antara dosen dengan mahasiswa dalam bentuk perkuliahan, seminar, bimbingan dan hubungan dalam bentuk lainnya.

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Kelelahan Emosional terhadap Kepuasan Kerja di Dua Rumah Sakit Pekanbaru.

Pengaruh Kelelahan Emosional terhadap Kepuasan Kerja di Dua Rumah Sakit Pekanbaru.

memiliki keahlian, pengetahuan dan konsentrasi yang tinggi. Di dalam menjalankan peran dan tugas, seorang perawat tak jarang dihadapkan kepada pengalaman negatif dengan customer (pasien dan kerabatnya) yang memicu ketegangan emosional, sehingga memberikan tekanan kepada perawat karena mereka tidak hanya bekerja berdasarkan aturan tertulis tetapi juga pelibatan emosional (Churiyah, 2007). Selain itu perawat juga dihadapkan pada tuntutan profesi dan menghadapi berbagai persoalan baik dari pasien maupun rekan sekerja yang menimbulkan kelelahan secara emosional (Scauli & Jauczur, seperti yang dikutip dalam Rita, 2004). Seseorang yang mengalami kelelahan emosional menyebabkan munculnya rasa tidak mampu dalam memberi pelayanan secara psikologis sehingga menurunkan rasa puas terhadap pekerjaannya (Babakus et al. 1999; Sujipto, 2001). Padahal, tingkat kepuasan kerja yang dialami perawat akan memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada customer dan akan menimbulkan masalah bagi rumah sakit karena dapat
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PDF ini PENGARUH BEBAN KERJA DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KELELAHAN EMOSIONAL DENGAN KONFLIK KERJA KELUARGA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA RSI.SITI RAHMAH PADANG | Febriani | 1 PB

PDF ini PENGARUH BEBAN KERJA DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KELELAHAN EMOSIONAL DENGAN KONFLIK KERJA KELUARGA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA RSI.SITI RAHMAH PADANG | Febriani | 1 PB

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan efikasi diri terhadap kelelahan emosional dengan konflik kerja keluarga sebagai variabel intervening pada RSI.Siti Rahmah Padang. Populasi penelitian ini sebanyak 97 orang perawat yang sudah berkeluarga pada RSI. Siti Rahmah Padang. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik sensus, jenis data yang dipakai data primer. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan wawancara langsung. Metode yang dipakai menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis menggunakan regresi berganda, regresi sederhana dan Sobel test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelelahan emosional dan konflik kerja keluarga, efikasi diri tidak berpengaruh signifikan terhadap kelelahan emosional dan konflik kerja keluarga, konflik kerja keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelelahan emosional, beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelelahan emosional dengan konflik kerja keluarga sebagai variabel intervening, efikasi diri tidak berpengaruh signifikan terhadap kelelahan emosional dengan konflik kerja keluarga sebagai variabel intervening. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya konstribusi dari beban kerja dan efikasi diri terhadap kelelahan emosional yaitu sebanyak 57,9%, sisanya sebesar 42,1% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Hasil juga menunjukkan adanya konstribusi dari beban kerja dan efikasi diri terhadap konflik kerja keluarga sebesar 44,3% sedangkan sisanya 55,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Konflik kerja keluarga berperan sebagai variabel intervening antara beban kerja terhadap kelelahan emosional, sedangkan untuk variabel efikasi diri, konflik kerja keluarga tidak berperan sebagai variabel intervening.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kelelahan Emosional (Emotional Exhaustion) dengan Prokrastinasi pada Mahasiswa yang sedang Mengerjakan Skripsi - Ubaya Repository

Hubungan Antara Kelelahan Emosional (Emotional Exhaustion) dengan Prokrastinasi pada Mahasiswa yang sedang Mengerjakan Skripsi - Ubaya Repository

Skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan dari Perguruan Tinggi dan memperoleh gelar sarjana strata 1. Idealnya, mahasiswa mengerjakan skripsi dalam satu semester, namun kenyataannya banyak sekali mahasiswa yang mengerjakan skripsi lebih dari satu semester, dikarenakan mahasiswa melakukan prokrastinasi. Dari hasil survei awal, dapat diketahui bahwa kelelahan emosional berkorelasi dengan prokrastinasi dalam mengerjakan skripsi.

1 Baca lebih lajut

KOMITMEN AFEKTIF DAN TURNOVER INTENTION DI KALANGAN PROFESIONAL KESEHATAN: PERAN KELELAHAN EMOSIONAL DAN DISENGAGEMENT (Studi pada RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA).

KOMITMEN AFEKTIF DAN TURNOVER INTENTION DI KALANGAN PROFESIONAL KESEHATAN: PERAN KELELAHAN EMOSIONAL DAN DISENGAGEMENT (Studi pada RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA).

Puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala limpahan rahmat, kasih, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “KOMITMEN AFEKTIF DAN TURNOVER INTENTION DI KALANGAN PROFESIONAL KESEHATAN: PERAN KELELAHAN EMOSIONAL DAN DISENGAGEMENT (STUDI PADA RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA)” . Guna memenuhi persyaratan mencapai Gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepuasan Kerja, Konflik Peran dan Kelelahan Emosional terhadap Keinginan Pindah Kerja yang Dimediasi oleh Komitmen Organisasi (Studi Empiris pada Auditor di KAP Wilayah Bandung).

Pengaruh Kepuasan Kerja, Konflik Peran dan Kelelahan Emosional terhadap Keinginan Pindah Kerja yang Dimediasi oleh Komitmen Organisasi (Studi Empiris pada Auditor di KAP Wilayah Bandung).

seakan-akan tidak ada orang yang membantunya, depresi, perasaan terbelenggu dan putus asa (Turnipseed dan Moore, dalam Abdul Latif Zagladi, 2005 dalam Sintya dkk, 2015). Kelelahan emosional selalu didahului oleh satu gejala umum, yaitu timbulnya rasa cemas setiap ingin memulai bekerja. Kebiasaan buruk ini mengubah individu menjadi frustasi atau marah pada diri sendiri. Rasa cemas setiap ingin memulai bekerja merupakan suatu proses kelelahan emosional sebagai dimensi sentral proses lain yaitu yang menjelaskan perilaku dalam menyikapi perasaan kelelahan yang tinggi pada diri seorang karyawan (Bebakus, dalam Abdul Latif Zagladi, 2005 dalam Sintya dkk, 2015).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN EMOSIONAL DAN KETANGGGUHAN PSIKOLOGIS DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM PROFESI PSIKOLOGI UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG - Unika Repository

HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN EMOSIONAL DAN KETANGGGUHAN PSIKOLOGIS DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM PROFESI PSIKOLOGI UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG - Unika Repository

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kelelahan emosional dan ketanggguhan psikologis dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa program profesi psikologi Unika Soegijapranata Semarang. Hipotesis dalam penelitian ini: 1) ada hubungan antara kelelahan emosional dan ketangguhan psikologis dengan prokrastinasi akademik; 2) ada hubungan positif antara kelelahan emosional dengan prokrastinasi akademik; 3). ada hubungan negatif antara ketangguhan psikologis dengan prokrastinasi akademik. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 62 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan skala prokratinasi akademik, skala kelelahan emosional dan skala ketanggguhan psikologis. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dan korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan antara kelelahan emosional dan ketanggguhan psikologis dengan prokrasinasi akademik dengan nilai F = 30.262 dengan p<0.01. Selanjutnya, hasil penelitian juga menunjukkan terdapat hubungan positif signifikan antara kelelahan emosional dengan prokrastinasi akademik (rx1y=0.637 dengan p<0.01), serta terdapat hubungan negatif signifikan antara ketanggguhan psikologis dengan prokrastinasi akademik (rx2y=-0.703 dengan p<0,01). Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI PENGARUH STRES KERJA DAN KELELAHAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT Dr OEN SURAKARTA.

LANDASAN TEORI PENGARUH STRES KERJA DAN KELELAHAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT Dr OEN SURAKARTA.

Terjadinya kelelahan emosional dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perawat yang bekerja secara hampir dua puluh empat jam dan berhadapan langsung dengan pasien-pasien. Perawat yang mengalami gejala kelelahan emosional akan menjadi sangat cemas apabila hendak melakukan pekerjaan dan hal ini akan menjadikan perawat menjadi lebih cepat marah serta mudah frustasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Kristanto et.al dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa terjadinya kelelahan emosional dikalangan perawat diawali dari timbulnya stres kerja yang tidak teratasi. Stres kerja tersebut dipengaruhi oleh 3 faktor penentu yakni:
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

KESIMPULAN, IMPLIKASI MANAJERIAL dan SARAN PENGARUH STRES KERJA DAN KELELAHAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT Dr OEN SURAKARTA.

KESIMPULAN, IMPLIKASI MANAJERIAL dan SARAN PENGARUH STRES KERJA DAN KELELAHAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT Dr OEN SURAKARTA.

Kelelahan emosional (emotional exhaustion) yang dialami perawat ternyata merupakan dampak dari stress kerja yang bersumber pada tuntutan pribadi. Dengan demikian pihak Rumah Sakit Dr Oen Surakarta diharapan dapat mengupayakan hubungan baik dengan sesama perawat dan juga menjaga hubungan antara perawat dan supervisor (atasan). Penempatan supervisor yang memiliki kemampuan yang handal sekaligus mampu mengerti kondisi perawat yang menjadi bawahannya akan sangat membantu didalam mengurangi tingkat kelelahan emosional yang dialami oleh perawat.

44 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA SKRIPSI WORK-FAMILY CONFLICT, STRES KERJA, KELELAHAN EMOSIONAL, KOMITMEN ORGANISASIONAL, KINERJA KARYAWAN, KEPUASAN KERJA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA SKRIPSI WORK-FAMILY CONFLICT, STRES KERJA, KELELAHAN EMOSIONAL, KOMITMEN ORGANISASIONAL, KINERJA KARYAWAN, KEPUASAN KERJA

2. Suminar dan Yulianti (2013:164) memandang kelelahan emosional sebagai kelelahan yang timbul karena seseorang yang bekerja terlalu intens, berdedikasi, dan berkomitmen pada pekerjaannya, sehingga bekerja terlalu banyak dengan waktu yang lama sehingga mereka mengesampingkan kebutuhan dan keinginan (keluarga) dan menimbulkan perasaan tertekan. 3. Ahmad (2010:269) kelelahan emosinal adalah kelelahan yang disebabkan

29 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PENGARUH STRES KERJA DAN KELELAHAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT Dr OEN SURAKARTA.

PENDAHULUAN PENGARUH STRES KERJA DAN KELELAHAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT Dr OEN SURAKARTA.

Pekerjaan yang dimiliki oleh individu satu dengan individu lain tentu berbeda. Masing-masing pekerjaan memiliki beban kerja dan karakteristik yang berbeda-beda. Berat atau ringannya suatu pekerjaan dapat diukur dari deskripsi pekerjaan yang dijalani namun dapat pula diukur dari tingkat stres dan kelelahan emosional (emotional exhaustion) yang dialami oleh pekerja. Pekerjaan yang dianggap sebagai sebuah tuntutan akan dirasakan menjadi sebuah beban akan tetapi apabila sebuah pekerjaan dianggap sebagai sebuah hasil karya dan bagian dari sebuah pelayanan maka pekerjaan tersebut akan dirasakan sebagai suatu hal yang ringan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH FAKTOR FAKTOR KELELAHAN EMOSION

PENGARUH FAKTOR FAKTOR KELELAHAN EMOSION

Bahwa konflik peran sebagai salah satu unsur penentu terjadinya kelelahan emosional. Konflik peran menjadi salah satu rangkaian dan konsep peran yang selama ini dipandang penting untuk memahami perilaku. Peran, adalah set perilaku yang diatur dari seseorang yang menduduki posisi tertentu. Sebagaimana dikatakan oleh Gibson et al., 1996:421 bahwa Konflik peran akan muncul pada diri seseorang di dalam organisasi jika yang bersangkutan memerima peran yang tidak sesuai dengan perilaku peran yang tepat. Konflik peran itu dapat diidentifikasikan melalui : (i) konflik peran pribadi, (ii) konflik intraperan, (iii) konflik antarperan, dan (iv) akibat-akibat konflik peran (Gibson et al., 1996:424). Konflik peran hampir berhubungan dengan stres peran. Dalam konflik interaktif, akan tampak : (i) perbedaan individual, seperti sikap, persepsi dan kemampuan membantu seorang manajer dalam menjelaskan perbedaan tingkat-tingkat kinerja (Gibson et al., 1906:125) dan (ii) variabel psikologi individu, seperti persepsi, atribusi, sikap, dan kepribadian
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kelelahan Emosi (Emotional Exhaustion) Pada Mahasiswa Yang Bekerja Paruh Waktu (Studi Pada Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Yang Bekerja Paruh Waktu)

Kelelahan Emosi (Emotional Exhaustion) Pada Mahasiswa Yang Bekerja Paruh Waktu (Studi Pada Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Yang Bekerja Paruh Waktu)

karena seseorang bekerja terlalu intens, berdedikasi dan komitmen, bekerja terlalu banyak dan terlalu lama serta memandang kebutuhan dan keinginan mereka sebagai hal kedua (dalam Putri dan Santi 2012: 6). Kelelahan emosional ditandai oleh kurangnya tenaga (energi) dan menyerap sumberdaya emosional secara berlebihan. Maslach dan Jackson (1981: 99) menyatakan kelelahan emosional adalah suatu perasaan yang emosional berlebihan dan sumberdaya emosional seseorang yang telah habis yang dialirkan oleh kontak seseorang dengan orang lain. Kelelahan emosional selalu didahului oleh satu gejala umum, yaitu timbulnya rasa cemas setiap ingin memulai bekerja. Kelelahan emosi didefinisikan oleh Pines dan Aroson (1989) (dalam Churiyah, 2011 : 146) sebagai kelelahan pada individu yang berhubungan dengan perasaan pribadi yang ditandai dengan rasa tidak berdaya depresi. Hubungan yang tidak seimbang antara pekerjaan dan diri sendiri dapat menimbulkan ketegangan emosional yang berujung pada terkurasnya sumber-sumber emosi. Kelelahan emosional selalu didahului oleh suatu gejala umum, yaitu timbulnya rasa cemas setiap ingin mulai bekerja, yang kemudian mengarah pada perasaan tidak berdaya menghadapi tuntutan pekerjaan.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Peran Kepuasan Kerja Dalam Memediasi Pengaruh Burn Out Terhadap Komitmen Organisasional Guru.

Peran Kepuasan Kerja Dalam Memediasi Pengaruh Burn Out Terhadap Komitmen Organisasional Guru.

Menurut penelitian yang dilakukan Salehi & Gholtash (2011) menyatakan bahwa job Burnout berpengaruh negatif terhadap komitmen organisasional. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat burnout maka semakin rendah tingkat komitmen organisasional, sebaliknya semakin rendah tingkat burnout maka semakin tinggi tingkat komitmen organisasional. Penelitian tersebut sejalan dengan (Ayub et al, 2008) secara keseluruhan keputusan menunjukkan terdapat hubungan negatif di antara burnout dan komitmen terhadap organisasi dalam kalangan jururawat. Babakus (1999) dalam penelitiannya menyatakan kelelahan emosional dalam dimensi burnout berpengaruh negatif terhadap komitmen organisasional. Penelitian serupa dilakukan oleh Peng J et al, (2013) menyatakan bahwa job burnout memiliki pengaruh negatif terhadap komitmen organisasional. Berdasarkan penelitian tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut. H2 :Burnout berpengaruh negatif terhadap komitmen organisasional. 2.5.3 Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasional
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengaruh Role Of Conflict Dan Role Of Ambiquity Terhadap Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasional Perawat RSUD Bagas Waras Klaten.

DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Role Of Conflict Dan Role Of Ambiquity Terhadap Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasional Perawat RSUD Bagas Waras Klaten.

Pengaruh Konflik Peran Role Conflict terhadap Kepuasan Kerja Perawat serta Komitmen Pada Organisasi.. Pengaruh Konflik Peran, Kelelahan Emosional terhadap Kepuasan Kerja dan Komitmen Org[r]

4 Baca lebih lajut

Sindrom Burnout pada Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Sindrom Burnout pada Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

per bulan (47%) dan jumlah tidur malam hari <5 jam. Hasil ini hampir serupa dengan hasil penelitian yang telah dilakukan di luar negeri bahwa kelelahan akibat jaga malam dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan refleks serta memengaruhi mood dan suasana hati sehingga dapat menyebabkan kelelahan emosional, depersonalisasi, dan berpengaruh juga terhadap kepuasan kerja. Pengaturan waktu yang baik sangat penting peranannya dalam prevensi terjadi burnout. Selain itu, dapat pula dilakukan pembagian tugas dan tanggung jawab antarpeserta PPDS atau refreshing bersama di waktu tertentu. 9,14
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

 this  file 63 55 1 SM

this file 63 55 1 SM

bahwa pria yang burnout cenderung mengalami depersonalisasi sedangkan wanita yang burnout cenderung mengalami kelelahan emosional. Proses sosialisasi pria cenderung dibesarkan dengan nilai kemandirian sehingga diharapkan dapat bersikap tegas, lugas, tegar, dan tidak emosional. Sebaliknya, wanita lebih berorientasi pada kepentingan orang lain (yang paling nyata yaitu dalam hal mendidik anak) sehingga sikap-sikap yang berkembang dari dalam diri para da iyah adalah sikap membimbing, empati, kasih sayang, membantu, dan kelembutan. Perbedaan cara dalam membesarkan pria dan wanita berdampak pada kelebihan dan kekurangan dalam menghadapiburnout. Seorang pria yang tidak dibiasakan untuk terlibat mendalam secara emosional dengan orang lain akan rentan terhadap berkembangnya depersonalisasi. Demikian pula, wanita yang lebih banyak terlibat secara emosional dengan orang lain akan cenderung rentan terhadap kelelahan emosional. 42
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Emotional Exhaustion Dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya - Ubaya Repository

Hubungan Antara Emotional Exhaustion Dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya - Ubaya Repository

Subjek penelitian berjumlah 207 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Subjek diberikan dua angket, angket pertama tentang prokrastinasi akademik yang mengukur penundaan lebih spesifik seperti aspek frekuensi penundaan, keninginan mengurangi dan masalah yang ditimbulkan. Serta melihat tiap area penundaan. dan angket mengenai emotional exhaustion yang mengukur kelelahan emosional subjek. Data yang didapat kemudian dideskripsikan dengan distribusi frekuensi, uji reliabilitas, uji asumsi, uji normalitas dan uji hipotesis.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Model Pendekatan Keperilakuan untuk Mereduksi Burnout: Kasus pada Tenaga Pengajar di Pergruan Tinggi di Solo

Model Pendekatan Keperilakuan untuk Mereduksi Burnout: Kasus pada Tenaga Pengajar di Pergruan Tinggi di Solo

Identifikasi tentang burnout tidak bisa lepas dari karakteristik kondisi kelelahan emosional, depersonalisasi dan berkurangnya prestasi. Kelelahan emosional mengacu kepada titik perasaan yang secara emosional jenuh dan letih. Depersonalisasi mengacu kecenderungan bersikap negatif atau sinis, sedangkan situasional tentang berkurangnya prestasi lebih mengacu pada penilaian negatif atas prestasi diri sendiri. Ketiga faktor ini menunjukan bahwa burnout tidak hanya disebabkan faktor intern, tetapi juga eksternal. Ketidakmampuan seseorang untuk me-manage keduanya juga berpengaruh terhadap fenomena peran ganda dan jika ini berkelanjutan bisa memicu stres. Terkait ini, profesi seorang dosen di perguruan tinggi saat ini semakin kompleks, terutama ketika tuntutan global semakin berpengaruh terhadap faktor ekspansi di dunia pendidikan (Schermuly, et al., 2011).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Show all 4665 documents...