kelembagaan ekonomi desa

Top PDF kelembagaan ekonomi desa:

Peranan Kelembagaan Ekonomi Desa Dalam Pengembangan Wilayah Langkat Hulu Kabupaten Langkat

Peranan Kelembagaan Ekonomi Desa Dalam Pengembangan Wilayah Langkat Hulu Kabupaten Langkat

Penelitian ini menganalisis Peranana Kelembagaan Ekonomi Desa Dalam Pengembangan Wilayah Langkat Hulu Kabupaten Langkat untuk meningkatkan pendapatan para petani melalui kelembagaaan ekonomi desa yang ada di Kecamatan Binjai, Kecamatan Salapian, dan Kecamatan Sei Bingei. Peranan berikutnya adalah meningkatkan kesejaheraan masyarakat. Fungsi kelembagaan ekonomi desa adalah lembaga penyuluhan, pemasaran dan perkreditan serta menyediakan berbagai fasilitas pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendorong hubungan keterkaitan antar kegiatan ekonomi yang terdapat di wilayahnya.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penguatan Kelembagaan Ekonomi Desa

Penguatan Kelembagaan Ekonomi Desa

Produksi berbasis pemanfaatan sumber daya alam akan dilakukan oleh masyarakat Desa. Selama ini pemanfaatan sumber daya alam selalu menjadi ruang kompetisi produksi berbasis modal yang sebagian besar akan dikuasai oleh kekuatan kapital dan jaringan pasar yang dimiliki pihak swasta. Keberpihakan BUM Desa pada usaha produktif masyarakat hanya dapat memberikan penguatan pada kapasitas ekonomi produktif masyarakat Desa, namun tidak dapat memberikan kunci pemenangan atas kompetisi pasar pemanfaatan sumber daya alam lokal yang selama ini terjadi. Masyarakat Desa tetap tidak akan mampu bersaing dengan pihak swasta jika tidak memperkuat kelembagaan ekonominya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Strategi Penguatan Kelembagaan Ekonomi Desa Berbasis Industri Kreatif Di Desa Wisata Pasir Eurih

Analisis Strategi Penguatan Kelembagaan Ekonomi Desa Berbasis Industri Kreatif Di Desa Wisata Pasir Eurih

Sumber data dalam penelitian ini adalah responden dan informan. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumah tangga dengan sasaran pengamatan yaitu kepala rumah tangga sebagai pelaku industri kreatif dan merupakan anggota koperasi. Responden diwawancarai sesuai dengan kuesioner yang telah dibuat karena jawabannya dianggap dapat mewakili pelaku industri kreatif dan responden hanya memberikan informasi terkait dengan dirinya. Populasi yang diambil berjumlah 56 pelaku industri kreatif yang merupakan anggota koperasi di Desa Wisata Pasir Eurih (Lampiran 7). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi sebanyak 56 responden pelaku industri kreatif yang kemudian dikelompokkan berdasarkan skala industri menurut Badan Pusat Statisik yaitu mikro (memiliki tenaga kerja 1 orang sampai 5 orang), kecil (memiliki tenaga kerja 6 orang sampai 19 orang) dan menengah (memiliki tenaga kerja 20 orang sampai 29 orang). Sementara itu, pemilihan terhadap informan dilakukan secara sengaja (purposive) dan jumlahnya tidak ditentukan. Penetapan informan ini dilakukan dengan menggunakan teknik bola salju (snowball) kepada tokoh masyarakat yang mengetahui dengan jelas mengenai pengembangan ekonomi kreatif melalui industri kreatif serta peran kelembagaan ekonomi di Desa Wisata Pasir Eurih dan responden yang dinaikan statusnya menjadi informan. Pencarian informasi ini akan berhenti apabila tambahan informan tidak lagi menghasilkan pengetahuan baru atau sudah berada pada titik jenuh.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

EKONOMI KELEMBAGAAN Permasalahan Teori K

EKONOMI KELEMBAGAAN Permasalahan Teori K

Perbankan syariah di Indonesia juga memiliki pangsa pasar pada lembaga keuangan mikro syariah. Pembiayaan ini dikenal dengan istilah linkage program, program pembiayaan linkage dikenal sejak tahun 2001, yang diluncurkan oleh Bank Indonesia. Linkage program secara kelembagaan yang efisien terjadi pada tahun 2004 ketika diterbitkannya Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Linkage program menjadi salah satu program dalam pilar satu API. Dalam linkage program yang terdiri dari tiga jenis, executing, channeling dan joint financing serta kode etik peserta linkage 2 . Tujuan dari linkage program adalah memperluas akses
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Kelembagaan Desa dan Rekonstruksi pengel

Kelembagaan Desa dan Rekonstruksi pengel

Penguatan kapasitas kelembagaan desa di mulai dengan melibatkan pemerintah desa dan lembaga desa lainnya didalam proses perencanaan partisipatif mengenai pengelolaan kawasan hulu DAS Ciliwung yang ada di wilayah desa mereka. Proses perencanaan merupakan suatu proses yang berkesinambungan yang mencangkup keputusan- keputusan atau pilihan – pilihan berbagai alternatif penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu pada masa yang akan datang (Conyers & Hills , 1984). Perencanaan Partisipatif Pengelolaan Kawasan Hulu DAS Ciliwung ini harus dibangun berdasarkan logika dan struktur dari proses perencanaan strategis. Logika dari perencanaan strategis adalah mengembangkan visi menjadi tindakan yang spesifik dan rencana-rencana aksinya. Proses tersebut menghubungkan visi, misi, tujuan dan tindakan ke dalam logika dan struktur yang saling berhubungan ( Frank and Smith, 1999) .
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS TRANSFORMASI MATA PENCAHARIAN, MITIGASI BENCANA SOSIAL DAN LINGKUNGAN, KELEMBAGAAN EKONOMI MASYARAKAT PENAMBANG BATU DESA SUCI KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER PASCA BENCANA BANJIR BANDANG

ANALISIS TRANSFORMASI MATA PENCAHARIAN, MITIGASI BENCANA SOSIAL DAN LINGKUNGAN, KELEMBAGAAN EKONOMI MASYARAKAT PENAMBANG BATU DESA SUCI KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER PASCA BENCANA BANJIR BANDANG

Menyatakan dengan sesungguhny a bahwa skripsi yang berjudul: ” Analisis Transformasi Mata Pencaharian Mitigasi Bencana Sosial dan Lingkungan, Kelembagaan Ekonomi Masyarakat Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember Pasca Bencana Banjir Bandang ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi mana pun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK ISLAM Naerul Edwin Kiky Aprianto

KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK ISLAM Naerul Edwin Kiky Aprianto

Apabila dilihat dari sudut pandang ekonomi politik Islam, ada dua poros strategi ekonomi politik yang dapat diupayakan untuk meredam pembengkakan kemiskinan. Pertama , kebijakan tidak langsung (indirect policies) dengan jalan membenahi infrastruktur penyebab kemiskinan melalui jalur politik. Pengertian infrastruktur di sini adalah situasi ketidaksepadanan antar pelaku ekonomi, baik oleh karena kemampuan nilai tawar yang berbeda maupun kepemilikan aset produktif yang tidak proporsional. Kedua , kebijakan langsung (direct policies) yang mengaitkan kelembagaan dengan strategi pengurangan kemiskinan. Berbeda dengan pendekatan neoklasik yang menganggap bahwa pertumbuhan ekonomi dan distribusi pendapatan akan mengalir dengan sendirinya melalui jalur pasar (market mechanism) , akan tetapi pendekatan kelembagaan beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi dan distribusi tidak dapat diserahkan kepada pasar sehingga diperlukan intervensi pemerintah.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

ANALISIS TRANSFORMASI MATA PENCAHARIAN, MITIGASI BENCANA SOSIAL DAN LINGKUNGAN, KELEMBAGAAN EKONOMI MASYARAKAT PENAMBANG BATU DESA SUCI KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER PASCA BENCANA BANJIR BANDANG

ANALISIS TRANSFORMASI MATA PENCAHARIAN, MITIGASI BENCANA SOSIAL DAN LINGKUNGAN, KELEMBAGAAN EKONOMI MASYARAKAT PENAMBANG BATU DESA SUCI KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER PASCA BENCANA BANJIR BANDANG

Menyatakan dengan sesungguhny a bahwa skripsi yang berjudul: ” Analisis Transformasi Mata Pencaharian Mitigasi Bencana Sosial dan Lingkungan, Kelembagaan Ekonomi Masyarakat Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember Pasca Bencana Banjir Bandang ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi mana pun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perkembangan Ekonomi kelembagaan dan Tiongkok

Perkembangan Ekonomi kelembagaan dan Tiongkok

Loans Growth GDP Nominal Growth Financial Inst.[r]

5 Baca lebih lajut

10 Perkembangan ekonomi kelembagaan dan

10 Perkembangan ekonomi kelembagaan dan

PANDANGAN VEBLEN • Manusia bukan hanya mahkhluk rasional tapi juga makhluk emosional yang memiliki perasaan, selera, nilai, dan kecenderungan insting yang terikat dengan budaya 1 • Se[r]

9 Baca lebih lajut

EKONOMI KELEMBAGAAN DAN PERTUMBUHAN EKON

EKONOMI KELEMBAGAAN DAN PERTUMBUHAN EKON

Peran terpenting dari kelembagaan adalah mendesain aturan yang membuat perusahaan mempunyai insentif untuk melakukan proses perusakan kreatif yang pada akhirnya berimplikasi kepada penemuan teknologi baru dan memicu pertumbuhan ekonomi. Namun di negara berkembang kesadaran meletakkan aspek penelitian dan pengembangan masih sangat rendah, sehingga pada level perusahaan komitmen untuk mengerjakan itu hampir tidak terlihat. Hal tersebut dapat dilihat dari struktur pembiayaan R&D yang masih bertumpu pada pemerintah. Padahal semestinya sektor swasta harus melakukan hal itu karena kemampuan pemerintah untuk membiayai R&D sangat terbatas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Development of coastal tourism area based on the local community. Case study of group organizer of coastal tourism area “Samudera Baru” in Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupatern Karawang, West Java

Development of coastal tourism area based on the local community. Case study of group organizer of coastal tourism area “Samudera Baru” in Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupatern Karawang, West Java

Kegiatan pengembangan kawasan wisata dimulai tahun 2002, berlokasi di Dusun Sungaibuntu (peta sebagaimana terlampir), dikembangkan di atas tanah timbul sepanjang garis pantai 2,5 kilometer. Pemanfaatan tanah didasarkan atas izin lisan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan (UPTD PKP) Kecamatan Pedes. Pengembangan kawasan wisata dilaksanakan oleh Kelompok Pengelola Kawasan Wisata “Samudera Baru”, beranggotakan sepuluh orang dan diketuai oleh kepala desa. Pengembangan kawasan wista ditujukan untuk membuka alternatif lahan pekerjaan tambahan guna menambah pendapatan dan sebagai sarana rekreasi yang dapat terjangkau oleh semua kalangan. Pada area wisata dibangun sebanyak 30 unit rumah panggung sebagai tempat berjualan makanan. Bagi para pengunjung wisata dikenakan retribusi atau biaya masuk sebesar Rp 2.500,00 per orang. Berdasarkan pengamatan dan informasi dari Ketua Kelompok Pengelola Kawasan Wisata “Samudera Baru”, jumlah pengunjung pada umumnya mengalami ledakan selama satu minggu pada lima hari pascalebaran (pada tanggal empat sampai dengan sepuluh November 2005 jumlah pengunjung mencapai sekitar 1.000 orang setiap hari).
Baca lebih lanjut

442 Baca lebih lajut

BAPPEDA SISTEM PERENC PEMB DESA2

BAPPEDA SISTEM PERENC PEMB DESA2

 RPJM Desa yang lama  Data lain yang relevan dengan potensi dan permasalahan desa peta desa, kalender musim, kelembagaan dan lain-lain  Visi misi Kepala Desa  Profil Desa  Arah[r]

10 Baca lebih lajut

ANALISIS POLA EKONOMI KELEMBAGAAN DALAM RELASI KERJA, DINAMIKA PENDAPATAN, DAN MITIGASI BENCANA BURUH NELAYAN DI DESA PUGER KULON KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER

ANALISIS POLA EKONOMI KELEMBAGAAN DALAM RELASI KERJA, DINAMIKA PENDAPATAN, DAN MITIGASI BENCANA BURUH NELAYAN DI DESA PUGER KULON KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember, dengan menggunakan metode penelitian secara kualitatif dan kuantitatif. Metode pengambilan sampel secara kualitatif menggunakan snowboling sampling, dan metode pengambilan data dilakukan secara observasi partisipasi dan wawancara. Metode pengambilan sampel secara kuantitatif menggunakan random

20 Baca lebih lajut

ANALISIS POLA EKONOMI KELEMBAGAAN DALAM RELASI KERJA, DINAMIKA PENDAPATAN, DAN MITIGASI BENCANA BURUH NELAYAN DI DESA PUGER KULON KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER

ANALISIS POLA EKONOMI KELEMBAGAAN DALAM RELASI KERJA, DINAMIKA PENDAPATAN, DAN MITIGASI BENCANA BURUH NELAYAN DI DESA PUGER KULON KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER

Kegiatan di sektor perikanan Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember melibatkan banyak pihak yang dibentuk berdasarkan corak pelapisan sosial ekonomi antara lain yang menempati lapisan sosial atas adalah para pemilik perahu dan pedagang ikan yang sukses, nelayan ini disebut dengan juragan darat; lapisan tengah ditempati olehjuragan laut atau pemimpin awak perahu; lapisan terbawah ditempati oleh buruh nelayan. Nelayan yang menempati status sosial ekonomi lebih tinggi hanya sebagian kecil dari masyarakat nelayan, sedangkan sebagian besarnelayan berada pada status lebih rendah. Perbedaan-perbedaan tersebut akan membawa implikasi kepada tingkat pendapatan dan kesejahteraan sosial ekonomi. Pengaturan relasi kerja dalam masyarakat nelayan bertujuan untuk membentuk peningkatan produktivitas bagi nelayan. Produktivitas yang tinggi akan berpengaruh terhadap sistem pembagian hasil yang diperoleh buruh nelayan. Pembagian hasil yang dirasa tidak adil bagi buruh nelayan mengakibatkan buruh nelayan cepat terseret dalam kemiskinan. Penggunaan tekhnologi penangkapan ikan yang diharapkan mengakibatkan terjadinya perubahan mode production dari sistem tradisional menjadi modern ternyata jauh dari harapan, hal ini dikarenakan proses yang terjadi tidak dibarengi oleh pergeseran relasi kerja kearah yang lebih rasional dan saling menguntungkan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

RELEVANSI DAN APLIKASI ALIRAN EKONOMI KELEMBAGAAN

RELEVANSI DAN APLIKASI ALIRAN EKONOMI KELEMBAGAAN

Commons seperti halnya para penganut aliran ekonomi kelembagaan, banyak mela- kukan kritik terhadap aliran ekonomi ortodoks, seperti lingkungan ekonomi yang terlalu sempit, statik, dan dia berusaha memasukkan segi-segi kejiwaaan, sejarah, hukum, sosial, dan politik dalam pembaha- sannya. Sebagai misal, teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi tertentu. Di dalam pasar, menurut ekonomi ortodoks hanya terjadi pertukaran yang mempunyai tiga fungsi yaitu transaksi pengalihan hak milik kekayaan, transaksi kepemimpinan, dan transaksi distri- busi. Dalam transaksi tersebut sebenarnya melibatkan aspek-aspek kebiasaan, adat, hukum, dan kejiwaan. Begitu juga, dalam kegiatan ekonomi bukan hanya individu, tetapi juga kelompok dan anggota-anggota kelompok yang diatur oleh aturan permainan. Aturan-aturan itu merupakan ketentuan yang harus ditaati bersama, yang bertujuan untuk kemajuan individu, membebaskan individu dari tekanan dan diskriminasi. Keberadaan persaingan bebas beliau kecam, tetapi yang diperlukan campur tangan pemerintah untuk melakukan regulasi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: SABANA SUMBA: Kelembagaan dan Pembangunan Ekonomi Desa

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: SABANA SUMBA: Kelembagaan dan Pembangunan Ekonomi Desa

SABANA SUMBA : Kelembagaan dan Pembangunan Ekonomi Desa 226 19 Rambu nJera Koi P Ibu dari Rambu Dai Ataama yang bisa pahudur buat benang dari kapas 20 Umbu Kalukur Lili L Petani / [r]

4 Baca lebih lajut

Lamp Permentan No. 47 Tahun 2013 Pedoman Penilaian Kelembangaan Ekonomi Petani Berprestasi

Lamp Permentan No. 47 Tahun 2013 Pedoman Penilaian Kelembangaan Ekonomi Petani Berprestasi

Kondisi ini memerlukan upaya yang dapat meningkatkan motivasi kelembagan ekonomi petani agar mereka mau dan mampu mengembangkan usahanya agar berdaya saing tinggi, menguntungkan dan mandiri. Berdasarkan kondisi tersebut, maka salah satu bentuk motivasi bagi kelembagaan ekonomi petani untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas pengelolaan usaha, serta kontribusinya dalam pembangunan pertanian, maka dilakukan pemberian penghargaan kepada kelembagaan ekonomi petani berprestasi.

31 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...