Kelincahan Dalam Permainan Bulutangkis

Top PDF Kelincahan Dalam Permainan Bulutangkis:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - PENGARUH LATIHAN SHUTTLE RUN TERHADAP KELINCAHAN DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS DI SMAN 1 KALIANGET TAHUN 2014-2015 - Repositori STKIP PGRI Sumenep

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - PENGARUH LATIHAN SHUTTLE RUN TERHADAP KELINCAHAN DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS DI SMAN 1 KALIANGET TAHUN 2014-2015 - Repositori STKIP PGRI Sumenep

Yang perlu diketahui bahwa dalam permainan ini diperlukan adanya alat bantu seperti raket dan shuttle cock. Peraturan permainannya pun tidaklah begitu sulit, asal ada kemauan untuk belajar dan berlatih dengan baik pasti lambat-laun akan dengan sendirinya mulai bisa bermain dan juga mulai mengerti bagaimana peraturannya.

7 Baca lebih lajut

PENGARUH BERMAIN MELEMPAR SHUTTLECOCK TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMK YPKK 1 SLEMAN.

PENGARUH BERMAIN MELEMPAR SHUTTLECOCK TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMK YPKK 1 SLEMAN.

Proses kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis yang dilaksanakan di SMK YPKK 1 SLEMAN belum menunjukan hasil yang maksimal dikarenakan kelincahan siswa dalam bermain bulutangkis dirasa masih kurang. Masih banyak siswa yang belum mampu bermain bulutangkis dengan memaksimalkan satu lapangan penuh. Kebanyakan siswa masih pasif dan kesulitan menjangkau shuttlecock yang diberikan lawan. Siswa sering kali mengeluh kakinya berat untuk melangkah kesana kemari. Kelincahan dalam permainan bulutangkis yang kurang maksimal dalam bergerak akan berpengaruh pada kualitas permainan yang rendah. Pemberian metode melatih ekstrakurikuler bulutangkis dirasa masih kurang bervariasi, hal ini dimungkinkan kelincahan dalam bermain bulutangkis masih rendah. Bentuk latihan yang menarik dan tidak membosankan, serta suasana latihan yang menyenangkan mampu membuat siswa bersemangat dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis. Pada akhirnya diharapkan dapat tercapainya peningkatan kelincahan dalam bermain bulutangkis, terutama dalam tercapainya penguasaan teknik dasar bulutangkis yang menunjang dalam permainan bulutangkis yang baik.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGGI BADAN DAN KELINCAHAN DENGAN KETERAMPILAN BERMAIN BULUTANGKIS PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMK MUHAMADIYAH 2 YOGYAKARTA PADA TAHUN AJARAN 2014/2015.

HUBUNGAN TINGGI BADAN DAN KELINCAHAN DENGAN KETERAMPILAN BERMAIN BULUTANGKIS PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMK MUHAMADIYAH 2 YOGYAKARTA PADA TAHUN AJARAN 2014/2015.

Berdasarkan hasil analisis variabel terikat tinggi badan dan kelincahan dengan variabel bebas keterampilan bermain bulutangkis memiliki hubungan yang signifikan pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bulutangkis. keterampilan bulutangkis adalah keterampilan seseorang pemain bulutangkis dalam menggunakan fisik, teknik, taktik, serta unsur-unsur lain yang dimiliki oleh seorang pemain bulutangkis. Berdasarkan penelitian yang saya lakukan di SMK Muhamadiyah 2 Yogyakarta Dalam hal ini tinggi badan sangat penting, karena semakin tinggi seseorang maka semakin tinggi pula titik lepasnya saat memukul shuttlecock sehingga akan menambah ketajaman smash untuk mematikan lawan. Di sisi lain, kelincahan juga sangat berpengaruh dalam permain bulutangkis, di SMK Muhamadiyah 2 Yogyakarta siswa yang memiliki kelincahan bagus memiliki postur tubuh yang tinggi Dengan memiliki postur tubuh tinggi dan kelincahan yang bagus akan lebih mudah untuk menguasai lapangan dalam menjangkau cock. Sehigga akan mudah untuk memenangkan pertandingan dalam permainan bulutangkis.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATAN KELINCAHAN MELALUI VARIASI LATIHAN PADA ATLET BULU TANGKIS PUTRA INDOCAFE TAHUN 2012.

UPAYA MENINGKATAN KELINCAHAN MELALUI VARIASI LATIHAN PADA ATLET BULU TANGKIS PUTRA INDOCAFE TAHUN 2012.

Olahraga bulutangkis adalah suatu permainan yang menggunakan kelincahan. Olahraga bulutangkis merupakan olahraga yang kompleks, dimana olahraga ini menggunakan hampir seluruh komponen fisik. Selain komponen fisik olahraga ini juga disertai latihan teknik. Di dalam kondisi fisik kelincahan (agility) sangat diperlukan dalam permainan bulutangkis karena apabila seorang pemain bulutangkis mempunyai agility yang baik, maka ia dapat menguasai permainan dengan baik. Kelincahan yang baik yang dimiliki oleh seorang pemain bulutangkis akan memudahkan pemain tersebut untuk melakukan gerakan– gerakan dalam permainan bulutangkis, seperti melakukan gerakan-gerakan yang cepat, berhenti dengan tiba-tiba dan segera bergerak lagi, meloncat, menjangkau, memutar badan dengan cepat, melakukan langkah lebar dengan berusaha tidak kehilangan keseimbangan tubuh.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH PERMAINAN LEMPAR SHUTTLECOCK TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMP NEGERI 2 PLAYEN.

PENGARUH PERMAINAN LEMPAR SHUTTLECOCK TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMP NEGERI 2 PLAYEN.

Menurut Arma Abdoelah (1981:216), dasar untuk kelincahan adalah kerjasama atau pengontrolan dari syaraf otot. Waktu reaksi, kelentukan, kekuatan dan perasaan kinestesis semua bergabung untuk menghasilkan kelincahan seperti maju atau meluncur ke kiri, mundur, meluncur ke kanan, maju, mundur menyilang. Seorang pemain yang dapat melakukan satu seri gerakan secara efisien akan mempunyai keuntungan dari lawan, karena ia dapat mengembalikan hampir semua pukulan lawannya. Semakin cepat seseorang pemain sampai ke shuttlecock semakin banyak keuntungan baginya karena ia dapat memilih pukulan yang akan dilakukan dan tidak tergesa-gesa dalam melakukannya. Arma Abdoelah (1981:201) juga mengungkapkan bahwa gerak kaki penting sekali karena seseorang tidak akan melakukan dengan efesien dan juga tidak akan dapat menguasai lawan, bila ia tidak mudah berada dalam posisi yang baik untuk memukul. Gerak kaki yang kurang baik mengakibatkan selalu kekurangan waktu untuk mencapai shuttlecock yang harus dipukul, jadi tenaga dibuang sia-sia. Dalam permainan bulutangkis peralatan yang digunakan relatif ringan sehingga pemain dengan mudah memukul shuttlecock dengan berganti arah. Untuk menjangkau shuttlecock yang berubah arah tersebut diperlukan kelincahan (Amat Komari, 2008:60).
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI TES KELINCAHAN DALAM CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS.

KONSTRUKSI TES KELINCAHAN DALAM CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS.

Keberhasilan dari seorang atlet bulutangkis diraih dari latihan yang teratur dan bersungguh-sungguh, sistematis dan berkesinambungan dengan didukung oleh kualitas kepelatihan, managemen kepelatihan olahraga, peningkatan dalam pengadaan sarana dan prasarana yang memadai. Dilihat dari karakteristik permainan bulutangkis merupakan jenis olahraga yang banyak menutut para atletnya menguasai teknik dan memiliki kondisi fisik yang prima, tanpa mengabaikan aspek taktik dan mental. Mengenai hal ini Harsono (1988, hlm. 100) mengemukakan bahwa “ ada empat aspek latihan yang perlu diperhatikan dan dilatih secara seksama oleh atlet, yaitu (a) latihan fisik, (b) latihan teknik, (c) latihan taktik dan (d) latihan mental ” .
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DAN POWER OTOT TUNGKAI DENGAN KETEPATAN SMASH DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS SISWA SEKOLAH BULUTANGKIS MATARAM RAYA SLEMAN.

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DAN POWER OTOT TUNGKAI DENGAN KETEPATAN SMASH DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS SISWA SEKOLAH BULUTANGKIS MATARAM RAYA SLEMAN.

Faktor-faktor kondisi fisik yang dibutuhkan dalam bermain bulutangkis ialah kekuatan, daya tahan, daya otot, kecepatan, daya lentur, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan, dan reaksi. Namun Herman Subardjah (2000: 46) menjelaskan bahwa pada pukulan smash lebih mengandalkan unsur kekuatan dan kecepatan. Lebih lanjut Herman Subardjah (2000: 47) menjelaskan pukulan smash merupakan pukulan yang keras dan tajam, bertujuan untuk mematikan lawan secepat-cepatnya. Untuk mendapatkan hasil pukulan yang sangat tajam, maka usahakan shuttlecock dipukul di depan badan dalam posisi raket condong ke depan dan merupakan hasil maksimal dari koordinasi antara gerakan badan, lengan, dan pergelangan tangan. Ditambahkan Tohar (2005: 67) hal yang mendasari untuk melakukan pukulan smash yang baik adalah bagaimana menciptakan rangkaian gerakan sesuai dengan mekanika gerak yang efektif dan efisien dengan didukung oleh kekuatan otot bagian kaki kemudian bagian perut diteruskan bagian lengan dan pergelangan tangan.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

s pgsd penjas 1306197 chapter1

s pgsd penjas 1306197 chapter1

1. Kebugaran jasmani menurut Bompa (1991:2) berarti dapat mempercepat kecepatan regeneresasi diantara latihan-latihan, mengurangi kelelahan, meningkatkan kompensasi yang berlebihan, memeberikan kemudahan untuk memakai beban beratdalam latihan dan bahkan menemukan jumlah dan frekuensi cedera serta mengarah pada kontrol yang jelek pada umumnya. 2. Menurut Subarjah (2011,hlm. 1) Permainan bulutangkis pada hakekatnya

5 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) SUMBANGAN REAKSI DAN KELINCAHAN TERHADAP HASIL FOOTWORK PADA MAHASISWA IKK BULUTANGKIS I JURUSAN PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2009.

(ABSTRAK) SUMBANGAN REAKSI DAN KELINCAHAN TERHADAP HASIL FOOTWORK PADA MAHASISWA IKK BULUTANGKIS I JURUSAN PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2009.

Hasil penelitian menunjukan : 1) sumbangan reaksi terhadap hasil footwork pada Mahasiswa IKK Bulutangkis I Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Semarang tahun 2009 dalam ketegori rendah, besarnya sumbangan tersebut yaitu 29,5%. 2) sumbangan kelincahan terhadap hasil footwork pada Mahasiswa IKK Bulutangkis I Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Semarang tahun 2009 dalam kategori sedang, besarnya sumbangan tersebut yaitu 43,9%, dan 3) sumbangan antara reaksi dan kelincahan terhadap hasil footwork pada Mahasiswa IKK Bulutangkis I Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Semarang tahun 2009 dalam kategori sedang, besarnya sumbangan tersebut yaitu 43,5%.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Bab 9 Keterampilan Permainan dan Olahraga

Bab 9 Keterampilan Permainan dan Olahraga

Setelah Anda mempelajari peraturan permainan dan teknik dasar bermain bulutangkis, maka langkah berikutnya adalah mempraktik- kannya. Dalam melakukan permainan bulutangkis, tidak mesti peraturan- nya harus sesuai standar. Akan tetapi, Anda dapat memodiikasinya sesuai dengan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Oleh karena itu, sebelum memulainya maka Anda harus membuat peraturan permainannya. Selama melakukan praktik, jangan lupa minta bimbingan gurumu.

28 Baca lebih lajut

PENGARUH PERMAINAN SHUTTLE RUN  TERHADAP KELINCAHAN ANAK USIA 4-5 TAHUN   Pengaruh Permainan Shuttle Run Terhadap Kelincahan Anak Usia 4-5 Tahun.

PENGARUH PERMAINAN SHUTTLE RUN TERHADAP KELINCAHAN ANAK USIA 4-5 TAHUN Pengaruh Permainan Shuttle Run Terhadap Kelincahan Anak Usia 4-5 Tahun.

Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pre and post test with control group design, yaitu sampel pada kelompok perlakuan diberikan permainan shuttle run dengan jarak 4-5 meter selama 4 minggu dengan frekwensi 3x seminggu. Pengukuran kelincahan dilakukan dengan shuttle run test dengan jarak 10 meter menggunakan parameter berupa stopwatch. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon untuk uji pengaruh dan uji beda pengaruh menggunakan uji mann whitney.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PERMAINAN BULUTANGKIS TERHADAP KEBUGARAN JASMANI DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMP NEGERI 6 CIMAHI: Studi Ekperimen di Ekstrakurikuler Bulutangkis SMPN 6 Cimahi - repository UPI S JKR 1204117 Title

PENGARUH PERMAINAN BULUTANGKIS TERHADAP KEBUGARAN JASMANI DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMP NEGERI 6 CIMAHI: Studi Ekperimen di Ekstrakurikuler Bulutangkis SMPN 6 Cimahi - repository UPI S JKR 1204117 Title

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul: “Pengaruh Permainan Bulutangkis Terhadap Kebugaran Jasmani dan Kepercayaan Diri Siswa SMP Negeri 6 Cimahi ” ini be serta seluruh isinya adalah benar benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara – cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi apabila dikemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

s pgsd penjas 1304341 chapter5

s pgsd penjas 1304341 chapter5

Berikut ini peniliti akan memaparkan simpulan dan saran yang diperoleh dari temuan di lapangan selama pelaksanaan penelitian pembelajaran gerak dasar forehand drive dalam permainan bulutangkis melalui permainan lempar shuttlecock pada siswa kelas V SDN Cikoneng 1 Kabupaten Sumedang.

4 Baca lebih lajut

LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN BULUTANGKIS DI YOGYAKARTA.

LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN BULUTANGKIS DI YOGYAKARTA.

Dengan sistem pelatihan yang terkoordinasi dengan baik melalui penyediaan asrama dan kelengkapan fasilitas bagi atlit dan penonton, maka pusat pelatihan ini dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Sebagai inti dari permainan bulutangkis yaitu gerakan kok yang tidak terganggu oleh angin, maka pertimbangan desain untuk bangunan GOR sangat mengutamakan aspek tersebut. Akan tetapi, mengingat aktivitas olahraga bulutangkis juga berkaitan dengan gerakan tubuh dan visual, maka kenyamanan penghawaan dan pencahayaan juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu, penerapan sistem bangunan terlihat pada penataan ruang agar atlit dan penonton tetap merasa nyaman meskipun suhu tubuh naik karena melakukan banyak gerakan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI BELAJAR DAN KELINCAHAN SISWA.

PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI BELAJAR DAN KELINCAHAN SISWA.

dilakukan oleh mereka. Dalam hal ini pembelajaran permainan tradisional menjadi alternatif dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar. Selain melestarikan kembali hasil cipta budaya anak bangsa juga memiliki tujuan mulia dan meningkatkan kelincahan siswa, jangan sampai permainan tradisional menjadi hilang perannya dan mulai dilupakan anak-anak bangsa di generasi berikutnya, dan tergantikan oleh permainan budaya luar. Karena saat ini, permainan tradisional kurang diperkenalkan di mata pelajaran sekolah, bahkan di pelajaran penjas pun permainan tradisional hanya sesekali diberikan, sehingga tidak semua siswa mengetahui permainan tradisional.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

S PJKR 1203560 Chapter5

S PJKR 1203560 Chapter5

1. Proses pembelajaran dengan penerapan permainan eftokton dapat dilaksanakan dalam pembelajaran aktivitas permainan bulutangkis di SMA Negeri 1 Lembang, khususnya siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lembang. Berdasarkan hal tersebut, disarankan bagi para guru pendidikan jasmani untuk menerapkan permainan eftokton dalam proses pembelajaran penjas, khususnya dalam pembelajaran aktivitas permainan bulutangkis.

1 Baca lebih lajut

4.RPP BULUTANGKIS SMT 2

4.RPP BULUTANGKIS SMT 2

Melakukan permainan bulutangkis dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi dengan menerapkan gerakan memukul forehand, backhand dengan benar dan membuat kesimpulan yang telah dipelajari dengan menunjukkan nilai sportif, bertanggungjawab, menghargai perbedaan, kerja-sama, toleransi, disiplin dan menerima kekalahan dan mengekspresikan kemenang-an secara wajar selama melakukan permainan.

11 Baca lebih lajut

S PJKR 1203560 Bibliography

S PJKR 1203560 Bibliography

Mas Asep Sudrajat, 2016 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PERMAINAN EFTOKTON TERHADAP JUMLAH WAKTU AKTIF BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PERMAINAN BULUTANGKIS Universitas Pendidikan Indonesia | [r]

1 Baca lebih lajut

S PJKR 1203560 Abstract

S PJKR 1203560 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan permainan eftokton dapat meningkatkan jumlah waktu aktif belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua tindakan melalui empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI sebanyak 41 orang di SMA Negeri 1 Lembang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, lembar catatan lapangan dan lembar catatan observer. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentasi. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil jumlah waktu manajemen (M) 15.6% waktu Instruksi 14.8% waktu aktif belajar (A) 58.5% dan jumlah waktu waiting (W) 11.1%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa penerapan permainan eftokton dalam pembelajaran bulutangkis dapat meningkatkan jumlah waktu aktif belajar pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Lembang.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Teknik Dasar Pukulan Bulutangkis Game 21 pada Tunggal Putra.

Analisis Teknik Dasar Pukulan Bulutangkis Game 21 pada Tunggal Putra.

Aspek-aspek yang ber- peran dalam pembinaan bulutangkis adalah: Karakteristik utama dari pada pembinaan olahraga prestasi,selalu berorientasi jauh kedepan untuk mencapai prestasi tinggi menuju taraf internasional. Dari gambar aspek pembinaan orientasi di atas,nampak jelas bahwa dalam pembinaan prestasi bulu- tangkis di mulai dari pemanduan bakat. Dengan adanya pemanduan bakat tersebut peluang untuk berprestasi maksimal akan semakin terbuka

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...