Kelompok Sosial, Asosiasi, dan Institusi dalam Masyarakat

Top PDF Kelompok Sosial, Asosiasi, dan Institusi dalam Masyarakat:

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN PENGURUS PUSAT ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA (AIPTKMI) PERIODE

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN PENGURUS PUSAT ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA (AIPTKMI) PERIODE

• Program pendidikan sehingga dapat dihasilkan sarjana, magister dan doktor bidang kesehatan masyarakat dengan jumlah dan mutu yang sesuai dengan kebutuhan program pembangunan kesehata[r]

35 Baca lebih lajut

ANGGARAN DASAR ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1

ANGGARAN DASAR ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1

iii. Harta kekayaan Asosiasi tidak cukup untuk melunasi utangnya setelah pernyataan pailit dicabut. 2. Dengan mengindahkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka pembubaran Asosiasi selain sebagaimana dimaksuda dlaam ayat 1 hurus c pasal ini hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Anggota yang dihadiri oleh anggota yang mewakili paling sedikit ¾ (tiga per empat) dari seluruh jumlah anggota dengan hak suara yang sah dan keputusan disetujui oleh paling sedikit ¾ (tiga per empat) dari seluruh jumlah suara yang sah dalam Rapat.

17 Baca lebih lajut

BAB II REALITAS INDIVIDU, KELOMPOK, DAN HUBUNGAN SOSIAL DI MASYARAKAT

BAB II REALITAS INDIVIDU, KELOMPOK, DAN HUBUNGAN SOSIAL DI MASYARAKAT

Berbeda dari binatang yang bisa menjalani kehidupannya berdasrkan naluri atau instink yang terwariskan secara genetik dari generasi ke generasi. Dengan naluri atau instinknya, binatang dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, tanpa melalui proses belajar. Seekor anak ayam yang menetas dari telur, walaupun tanpa induknya ia tahu apa yang akan dimakan, bagaimana mencarinya dan bagaimana memakannya. Sejak kelahirannya seekor kucing memiliki naluri bahwa tikus adalah makanan pokoknya, dan seterusnya. Manusia tidak bisa hidup dengan cara demikian. Hampir setiap tindakan manusia diperoleh melalui belajar. Bahkan beberapa tindakan instinktif manusia akhirnya menjadi perilaku yang dipelajari. Keadaan demikian menjadikan manusia harus menjalin hubungan dengan manusia lain, maka lahirlah kelompok-kelompok sosial, baik kelompok yang terorganisir (kelompok organik, kelompok formal/asosiasi, atau membership) maupun yang tidak terorganisir (kelompok mekanik, nonformal/paguyuban, atau reference). Keanggotaan kelompok pun bermacam- macam, ada yang hanya terdiri atas dua orang (dyadic group), ada yang lebih dari dua orang sampai puluhan, ratusan, atau ribuan, bahkan sampai kelompok yang jumlah anggotanya tidak teridentifikasi, misalnya individu-individu dalam sebuah jejaring sosial (social network). Dengan kata lain, dapat diungkapkan bahwa terbentuknya kelompok-kelompok itu merupakan akibat adanya aktivitas individu memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya atau karena adanya kesamaan-kesamaan tertentu. Setidaknya ditemukan tiga alasan mengapa individu membentuk kelompok, yaitu
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

MAKALAH SOSIOLOGI Institusi Sosial politik

MAKALAH SOSIOLOGI Institusi Sosial politik

Kebiasaan dan tata kelakuan merupakan cara manusia bertingkah laku yang sudah mempunyai struktur kehidupan masyarakat. Menurut R. M. Mac Iver dan CH. Page dalam bukunya yang berjudul Society, bahwa lembaga merupakan bentuk-bentuk atau kondisi-kondisi prosedur yang mapan, yang menjadi karakteristik bagi aktivitas kelompok. Kelompok yang melaksanakan patokan-patokan tersebut, disebut asosiasi. Berger menamakannya sebagai suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia di tekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan masyarakat. Sedangkan Mayor Polak JBAF. (1979), menyatakan bahwa Lembaga atau Social Intitution, adalah suatu kompleks atau sistem peraturan-peraturan dan adat-istiadat yang mempertahankan nilai-nilai yang penting. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi (1964) menerjemahkan social intitution sebagai “lembaga kemasyarakatan”. Kata lembaga di anggap tepat, oleh karena kecuali menunjuk pada suat bentuk, juga mengandung pengertian abstrak tentang adanya kaidah-kaidah. Lembaga itu mempunyai tujuan untuk mengatur antar hubungan yang diadakan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang paling penting. Sumber menjelaskan bahwa lembaga itu melibatkan bukan saja pola aktivitas yang lahir dari segi sosial untuk memenuhi keperluan manusia, tetapi juga pola organisasi untuk melaksanakannya. Kebutuhan itu antara lain: mencai riski, prokreasi atau melanjutkan jenis, memenuhi keperluan roh dan menjaga ketertiban.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL

KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL

Masyarakat Dayak banyak dipengaruhi agama-agama besar seperti Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha. Sebagian juga masih berpegang pada agama asli yang biasa disebut Kaharingan yang berarti air kehidupan, karena air kehidupanlah yang memberi kehidupan kepada manusia. Masyarakat Dayak percaya bahwa roh-roh halus (ganan) yang berdiam di pohon-pohon atau batu-batu besar, hutan belukar, sungai, danau, dll. Selain itu, mereka juga percaya pada roh-roh nenek moyang (liau) yang masih berada di sekitar mereka. Orang Dayak percaya bahwa jiwa seseorang yang mati akan meninggalkan raganya sebagai liau dan berada di sekitar manusia. Liau itu nantinya akan pergi kepada dewa tertinggi namun melalui proses yang sangat panjang dengan segala tantangan dan ujian.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multiku

Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multiku

Berdasarkan kesatuan wilayah tempat tinggal setiap kelompok sosial dan kepentingan yang mengikatnya, dikenal bentuk umum kelompok yang disebut komunitas (community). Ada demikian banyak definisi komunitas ditemukan dalam literatur. George Hillery Jr. pernah mengidentifikasi sejumlah besar definis, kemudian menemukan bahwa kebanyakan definisi tersebut memfokuskan makna komunitas sebagai:

4 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. struktur sosial, sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, disamping juga tetap

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. struktur sosial, sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, disamping juga tetap

hubungan yang signifikan dengan investasi swasta. Selain itu, variabel yang menggambarkan aktivitas masyarakat swasta memiliki pengaruh langsung yang besar terhadap investasi swasta. Penelitian yang dilakukan oleh Ucup pada tahun 2010 dengan judul “analisis pengaruh yang ditimbulkan oleh perubahan yang terjadi dalam industri baja dari adanya China ASEAN Free Trade terhadap pendapatan sektor-sektor perekonomian dan distribusi pendapatan di Indonesia”. Adapun metode analisis yang digunakan adalah Social Accounting Matrix, dimana penelitian ini melihat bagaimana perubahan ekspor industri besi dan baja terhadap pendapatan faktor produksi, institusi dan sektor perekonomian. Hasil penelitian menunjukkan dampak terhadap pendapatan faktor produksi terlihat bahwa penurunan nett export sektor besi dan baja dasar sebesar 98,92 persen dan sektor barang dari besi dan baja dasar sebesar 2,43 persen mengakibatkan penurunan pendapatan terbesar pada blok faktor produksi terjadi pada faktor produksi bukan tenaga kerja dengan penurunan mencapai 0,1124 persen atau Rp 1.513,39 milyar dari pendapatan awalnya sebesar Rp 1.346.454,27 milyar.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Bab 4 Kelompok Sosial dalam masyarakat Multikultural

Bab 4 Kelompok Sosial dalam masyarakat Multikultural

2. Diferensiasi (Perbedaan) Etnis Beragamnya suku bangsa di Indonesia turut mewarnai diferensiasi sosial. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat terdiri atas berbagai suku bangsa yang berbeda. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa berarti sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran dan identitas tersebut. Kesadaran dan identitas biasanya dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Jadi, suku bangsa merupakan gabungan sosial yang dibedakan dari golongan-golongan sosial karena mempunyai ciri-ciri paling mendasar dan umum berkaitan dengan asal usul dan tempat asal serta kebudayaan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. muncul banyak sekali kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Kelompok-kelompok tersebut muncul dikarenakan adanya persamaan

BAB I PENDAHULUAN. muncul banyak sekali kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Kelompok-kelompok tersebut muncul dikarenakan adanya persamaan

punk yang dipersepsi negatif oleh masyarakat merupakan suatu proses yang tidak muncul begitu saja, tapi juga berkaitan dan disebabkan oleh kehidaupan masa lalu individu tersebut. Proses tersebut telah berlangsung sejak dari awal kelahiran baik itu disadari maupun tidak. Untuk itu teori psikoanalisis yang membahas tentang masa lalu dan ketidaksadaran merupaka teori yang sangat sesuai untuk mengungkapkannya. Ketiga, perilaku negatif anak Punk bisa dikatakan sebagai tindakan destruktif dan agresif merupakan salah satu turunan dari insting mati (thanatos) yang dikemukakan oleh Freud dalam teori psikoanalisis. Hal inilah yang mendasari peneliti memilih pendektan psikoanalisis untuk mengungkap keunikan anak-anak Punk.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERSPEKTIF KEANEKARAGAMAN SOSIAL. Analisis keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural

PERSPEKTIF KEANEKARAGAMAN SOSIAL. Analisis keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural

Pada tingkat tertentu keduanya tentu saja mendasari pula terjadinya integrasi sosial pada masyarakat yang bersifat majemuk, oleh karena tanpa keduanya suatu kehidupan bersama bagaimanapun tidak mungkin terjadi; segmentasi dalam bentuk terjadinya kesatuan- kesatuan sosial yang terikat kedalam oleh ikatan-ikatan primordial dengan sub kebudayaan yang berbeda satu sama lain, mudah sekali menimbulkan konflik diantara kesatuan-kesatuan sosial tersebut. Sekurangnya akan muncul dua tingkatan konflik dari keadaan ini , yaitu : pertama, konflik yang dalam tingkatannya bersifat ideologis; merupakan bentuk konflik antara sistem nilai yang dianut oleh para anggotanya serta menjadi ideologi dari berbagai- bagai kesatuan sosial; dan kedua, konflik yang dalam tingkatannya bersifat politis, merupakan bentuk-bentuk pertentangan di dalam pembagian status kekuasaan, dan sumber- sumber ekonomi yang terbatas di dalam masyarakat. Didalam situasi konflik, maka sadar atau tidak sadar setiap fihak yang berselisih akan berusaha mengabadikan diri dengan cara memperkokoh solidaritas ke dalam diantara sesama anggotanya, membentuk organisasi- organisasi kemasyarakatan untuk keperluan kesejahteraan dan pertahanan bersama.; mendirikan sekolah-sekolah untuk memperkuat identitas kultural, bersaing di dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN SEBAGAI INSTITUSI SOSIAL

PENDIDIKAN SEBAGAI INSTITUSI SOSIAL

6. Lembaga sosial mempunyai tradisi lisan maupun tertulis yang berisikan rumusan tujuan, sikap, dan tindak tanduk individu yang mengikuti lembaga tersebut. 10 Kalau dicermati pendapat Gillin dan Gillin tersebut di atas, dapat dipahami bahwa sebuah lembaga sosial dapat dibedakan dari pola pemikiran dan tingkah laku dari pengikut suatu lembaga. Selain itu, setiap lembaga akan memiliki taraf dan ting- kat kekekalan yang berbeda, tergantung pada anggapan orang-orang terhadap norma yang ada, apakah wajar untuk dipelihara atau tidak. Suatu lembaga sosial mempu- nyai satu atau lebih tujuan yang boleh jadi berbeda dengan fungsi lembaga yang ber- sangkutan. Tujuan suatu lembaga adalah menjadi tujuan bagi golongan masyarakat tertentu yang perlu dipegang teguh, sedang fungsi lembaga yakni peranan lembaga dalam sistem sosial mungkin tidak diketahui atau tidak disadari oleh golongan ma- syarakat tersebut. Setiap lembaga sosial mempunyai alat-alat perlengkapan yang di- gunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, serta lambang-lambang yang secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan, serta masing-masing mempunyai tradisi yang berbeda, baik tertulis maupun tidak tertulis.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN SEBAGAI INSTITUSI SOSIAL di

PENDIDIKAN SEBAGAI INSTITUSI SOSIAL di

Kalau dicermati pendapat Gillin dan Gillin tersebut di atas, dapat dipahami bahwa sebuah lembaga sosial dapat dibedakan dari pola pemikiran dan tingkah laku dari pengikut suatu lembaga. Selain itu, setiap lembaga akan memiliki taraf dan ting- kat kekekalan yang berbeda, tergantung pada anggapan orang-orang terhadap norma yang ada, apakah wajar untuk dipelihara atau tidak. Suatu lembaga sosial mempu- nyai satu atau lebih tujuan yang boleh jadi berbeda dengan fungsi lembaga yang ber- sangkutan. Tujuan suatu lembaga adalah menjadi tujuan bagi golongan masyarakat tertentu yang perlu dipegang teguh, sedang fungsi lembaga yakni peranan lembaga dalam sistem sosial mungkin tidak diketahui atau tidak disadari oleh golongan ma- syarakat tersebut. Setiap lembaga sosial mempunyai alat-alat perlengkapan yang di- gunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, serta lambang-lambang yang secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan, serta masing-masing mempunyai tradisi yang berbeda, baik tertulis maupun tidak tertulis.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, disamping tetap

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, disamping tetap

Konsep PDRB dapat diartikan sebagai salah satu ukuran kemajuan dalam suatu masyarakat, karena dapat mencerminkan kemampuan atau keberhasilan masyarakat dalam memperoleh pendapatan. Disamping itu PDRB juga dapat digunakan untuk dijadikan bahan evaluasi dari hasil pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan baik oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat umum lainnya.

15 Baca lebih lajut

Pranata Sosial Dalam Masyarakat Sunda (2003) - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pranata Sosial Dalam Masyarakat Sunda (2003) - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

cenderung digolongkan ke dalam sistem edukasi juga; (2) per- kawinan, tidak berbicara tentang sistem perkawinan, tetapi ber- bicara tentang nasihat-nasihat perkawinan yang berguna bagi[r]

207 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN (TJSL) PADA ASOSIASI PERUSAHAAN

PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN (TJSL) PADA ASOSIASI PERUSAHAAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa TJSL yang dipersepsikan (perceived CSR) oleh masyarakat tidak memiliki pengaruh terhadap asosiasi perusahaan, tetapi kesadaran dan kepercayaan masyarakat secara signifikan memiliki pengaruh positif terhadap asosiasi perusahaan. Adapun dalam penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa TJSL yang dipersepsikan (perceived CSR) mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap program TJSL. Dan yang terakhir, tidak ditemukan perbedaan persepsi terhadap asosiasi perusahaan jika ditinjau dari jenis kelamin dan usia namun ada perbedaan persepsi terhadap asosiasi perusahaan jika ditinjau dari tingkat pendidikan masyarakat.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

2. Kelompok Masyarakat adalah kelompok sasaran penerima bantuan warga binaan sosial Dinas Sosial Kabupaten Karawang;

2. Kelompok Masyarakat adalah kelompok sasaran penerima bantuan warga binaan sosial Dinas Sosial Kabupaten Karawang;

Upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dalam rangka menanggulangi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial melalui program Belanja Bantuan Sosial kepada Kelompok Masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Diharapkan melalui program kegiatan ini, dapat mengurangi jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial sekaligus meningkatkan kuantitas dan kualitas kesejahteraan sosial masyarakat di wilayah Kabupaten Karawang.

14 Baca lebih lajut

Kata kunci: Institusi Sosial, Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Rusunawa Dabag, Fungsi AGIL.

Kata kunci: Institusi Sosial, Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Rusunawa Dabag, Fungsi AGIL.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan institusi sosial di lingkungan masyarakat penghuni rusunawa dapat dijelaskan menggunakan skema fungsi AGIL, yaitu: a) Adaptation (adaptasi), pola adaptasi dilakukan dengan mempelajari ekologi rusunawa, aturan-aturan dan membentuk kelompok teman sebaya untuk melakukan aktivitas bersama; b) Goal attainment (pencapaian tujuan), tujuan yang ingin dicapai penghuni rata-rata bersifat jangka pendek yakni pemenuhan kebutuhan primer keluarga, sedangkan pencapaian tujuan bersama di masyarakat masih jauh dari harapan; c) Integration (integrasi), tindakan integrasi dalam melakukan berbagai aktivitas bersama dibiarkan berada dalam kedangkalan, berhenti pada tingkat basa-basi dan tidak dibekali dengan ketulusan; d) Latency (latensi atau pemeliharaan pola), fungsi pemeliharaan yang kuat hanya bernilai positif untuk keluarga, sedangkan dalam melakukan aksi-aksi pemeliharaan kolektif kesadaran individu tergolong rendah. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan upaya agar keberadaan institusi sosial dapat terinternalisasi secara utuh dalam diri masyarakat penghuni rusunawa. Upaya yang dilakukan diarahkan pada pelaksanaan peran-peran penyeimbang melalui optimalisasi pengembangan inisiatif seluruh masyarakat penghuni Rusunawa Dabag.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Pola Akomodasi Sosial Antar Kelompok Etnik Pada Masyarakat Multikultural di Mempawah

Pola Akomodasi Sosial Antar Kelompok Etnik Pada Masyarakat Multikultural di Mempawah

Stereotip Antar Kelompok Etnik Konflik antaretnik Melayu dan Madura di Sambas juga bersinggungan dengan permasalahan psikologis berupa prasangka dan stereotip, seperti yang ditemukan oleh Cahyono, dkk (2008 : 85) kecuali terhadapnya segregasi sosial dalam pemukiman, di antara keduanya terdapat persaingan dan kompetisi dalam bidang sosial ekonomi. Hal ini ditambah lagi dengan adanya perbedaan dalam kultur dan cara-cara hidup, sehingga telah saling membentuk stereotip-stereotip yang negatif antara satu dengan lainnya, dalam sebuah hubungan penuh prasangka dan sangat traumatik akibat rentetan konflik yang telah berlangsung puluhan tahun dan senantiasa memakan korban jiwa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL

KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL

Manusia dengan berbagai cara selalu mengadakan hubungan antara satu dengan yang lain, secara mendasar fenomena ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu cenderung selalu berkelompok; setiap kali seseorang mengadakan hubungan dengan orang lain, pada hakekatnya setiap kali itu pula ia telah membentuk dan memasuki kelompok. Demikianlah kehidupan manusia adalah kehidupan kelompok. Kelompok-kelompok itu pada hakekatnya dibentuk untuk memenuhi atau mencapai tujuan tertentu anggota-anggotanya. Mengingat, bahwa kebutuhan atau kepentingan orang itu banyak sekali, maka mudah dipahami jika orang itu lalu hidup dalam berbagai kelompok yang satu sama lain saling berhubungan dan bahkan ada yang saling tumpang tindih. Jika tiap-tiap kelompok itu hanya membatasi dirinya hanya untuk tujuan-tujuan tertentu saja, maka akan ada kelompok besar yang mencakup semua kelompok kecil yang bersifat khusus itu. Kelompok besar itulah yang kemudian kita sebut sebagai masyarakat, atau dalam istilah umum disebut society; jadi bila dilihat dari unsur kelompok, masyarakat adalah kelompok inklusif yang didalamnya tiap-tiap orang dapat ikut ambil bagian dalam keseluruhan kehidupan bersama; bukan suatu oraganisasi atau kelompok yang hanya terbatas untuk tujuan-tujuan tertentu saja. Dalam arti ini masyarakat Indonesia itu terdiri dari sekian ratus juta individu yang diikat bersama-sama dalam suatu kompleks jaringan relasi-relasi, dan terdiri dari sekian juta keluarga, selanjutnya terdiri dari sekian kehidupan-kehidupan bersama seperti desa dan kota, dan terdiri dari berbagai-bagai kelompok agama, dan sekte-sekte, partai- partai politik, ras, sukubangsa, kelas-kelas sosial, kelas-kelas ekonomi, dan lain- lain persekutuan yang tidak terbatas macamya. Dalam masyarakat yang manapun, kelompok-kelompok yang lebih kecil terdapat didalam kelompok-kelompok yang lebih besar, dan individu-individu dapat menjadi anggota berbagai kelompok sekaligus.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...