Kemampuan Geometri Van Hiele

Top PDF Kemampuan Geometri Van Hiele:

ANALISIS KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN  Analisis Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Geometri Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Level Berpikir Geometri Van Hiele (Pada Siswa Kelas VIII MTs N 1 Surakarta Tahun 2012/2013).

ANALISIS KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN Analisis Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Geometri Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Level Berpikir Geometri Van Hiele (Pada Siswa Kelas VIII MTs N 1 Surakarta Tahun 2012/2013).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana level berpikir geometri Van Hiele dan kemampuan siswa menyelesaikan soal geometri berdasarkan level berpikir geometri Van Hiele pada pokok bahasan geometri bangun ruang sisi datar yang meliputi: level pengenalan, level analisis, level pengurutan, level deduksi, dan level keakuratan serta. Obyek dalam penelitian yaitu siswa- siswi MTs N 1 Surakarta tahun ajaran 2012/ 2013. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data guru dan siswa. Metode pengumpulan data metode pokok yaitu metode tes dan metode bantu meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara analisis kualitatif melalui 3 alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dengan validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis kemampuan level berpikir geometri Van Hiele yaitu: (1) Prosentasi level Van Hiele secara rinci: 37% level pengenalan, 30% level analisisis, 17% level pengurutan, 16% level deduksi dan 0% level pengurutan. (2) Dampak bervariasi kemampuan berpikir geometri Van Hiele siswa dalam dalam pembelajaran geometri terhadap prestasi belajar siswa yaitu terbukti adanya keseimbangan atau berbanding lurus antara kemampuan level berpikir geometri Van Hiele dengan pemahaman siswa pada geometri bangun ruang sisi datar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Materi Pokok Menurut Tingkat Berpikir Geometri van Hiele

Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Materi Pokok Menurut Tingkat Berpikir Geometri van Hiele

Setiap siswa memiliki tingkat kemampuan dan latar belakang yang berbeda- beda sehingga perencanaan pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan taraf berpikir anak akan sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran tersebut. Salah satu indikasi proses pembelajaran yang efektif adalah hasil belajar siswa. Dalam hal ini peran guru adalah sebagai evaluator hasil belajar siswa dan harus mampu mendiagnosis dengan cermat kesulitan dan kebutuhan siswa. Guru perlu menindaklanjuti kesalahan siswa dalam menyelesaikan setiap permasalahan dengan pelacakan terhadap jawaban yang salah sehingga dapat diketahui dimana letak kelemahan siswa dalam memahami materi.
Baca lebih lanjut

199 Baca lebih lajut

Pengaruh penerapan model pembelajaran van hiele terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada konsep geometri bangun datar dalam mata pelajaran Matematika siswa kelas V SD Negeri Demangan Yogyakarta.

Pengaruh penerapan model pembelajaran van hiele terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada konsep geometri bangun datar dalam mata pelajaran Matematika siswa kelas V SD Negeri Demangan Yogyakarta.

Selain menggunakan tes tertulis peneliti juga perlu menggunakan pengumpulan data observasi dan wawancara secara kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dan variabel-variabel yang diteliti antara lain dengan melakukan observasi, wawancara guru dan wawancara siswa sebelum dan sesudah penelitian (Krathwohl, 2004: 546). Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa, sehingga observasi berada bersama objek yang diselidiki, disebut observasi langsung (Margono, 2007: 158-159). Peneliti melakukan observasi pada saat pretest, posttest I, posttest II dan pada saat model pembelajaran van Hiele berlangsung. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil (Sugiyono, 2014: 194). Wawancara dilakukan terhadap guru dan beberapa perwakilan siswa dari siswa yang memiliki kemampuan paling atas, menengah dan paling bawah. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai pendapat mereka tentang model pembelajaran van Hiele dalam konsep geometri. Pengambilan data penelitian eksperimental dianjurkan dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin untuk mengurangi bias (Karthwohl, 2004: 547).
Baca lebih lanjut

223 Baca lebih lajut

kd Tasik 1004119 Chapter5

kd Tasik 1004119 Chapter5

1. Proses pembelajaran berbasis teori Van Hiele memberikan banyak pengalaman bagi siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi geometri yaitu bangun datar segi empat jajar genjang. Selain dituntun berdasarkan tahap-tahap berpikir menurut teori Van Hiele, siswa juga dituntun untuk terus meningkat level berpikir geometrinya sehingga dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematika. Level-level perpikir Van Hiele (Visualisasi/Recognition, Analisis, Abstraksi/ Informasi Deduktion/Ordering, Deduksi, Rigor), dan untuk tahap-tahap berpikir Van
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH TEORI BELAJAR VAN HIELE TERHADAP HASIL BELAJAR GEOMETRI SISWA SD

PENGARUH TEORI BELAJAR VAN HIELE TERHADAP HASIL BELAJAR GEOMETRI SISWA SD

Siswa dalam mempelajari geometri akan memahami secara efektif apabila pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa atau kemampuan berpikir kognitif siswa. Hal ini sesuai dengan yang dikatan Jean Piaget bahwa anak SD di Indonesia umumnya berumur 7 ampai 12 tahun. Jadi mereka berada pada tahap operasi kongkret (dalam Muchtar A. Karim, Abdul Rahman As’ari, Gatot Muhsetyo, & Akbar Sutawidjaja, 1996: 21). Sesuai dengan pendapat tersebut maka siswa kelas V menempati periode operasi kongkret. Sehingga dalam penelitian ini pemahaman geometri tidak sampai pada tahap deduksi dan keakuratan karena pada tahap deduksi dan keakuratan merupakan tahap berpikir yang kompleks dan rumit, yang mana tahap pemahaman ini didapat pada siswa sekolah menengah atas.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA PADA MATERI JAJAR GENJANG MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS TEORI VAN HIELE.

PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA PADA MATERI JAJAR GENJANG MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS TEORI VAN HIELE.

1. Proses pembelajaran berbasis teori Van Hiele memberikan banyak pengalaman bagi siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi geometri yaitu bangun datar segi empat jajar genjang. Selain dituntun berdasarkan tahap-tahap berpikir menurut teori Van Hiele, siswa juga dituntun untuk terus meningkat level berpikir geometrinya sehingga dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematika. Level-level perpikir Van Hiele (Visualisasi/Recognition, Analisis, Abstraksi/ Informasi Deduktion/Ordering, Deduksi, Rigor), dan untuk tahap-tahap berpikir Van Hiele ( Informasi, Orientasi terarah, eksplisitasi, orientasi bebas, itegrasi). Secara keseluruhan siswa aktif dalam pembelajaran serta pembelajaran lebih bermakna dikarenakan siswa dilibatkan secara penuh dalam mencari keterkaitan antar bangun datar datar segi empat jajar genjang. Banyaknya manfaat yang dirasakan dari penggunaan pembelajaran berbasis teori Van Hiele, namun masih ada yang dirasa kurang diantaranya siswa tidak mungkin mengusai materi selanjutnya jika belum memahami materi sebelumnya, jadi harus di pastikan dulu siswa mengikuti tahap-tahap yang diberiakn oleh guru, sehingga pembelajaran yang diharapkan berhasil. 2. Telah terjadi peningkatan kemampuan koneksi matematika siswa kelas V
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

ANALISIS KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN LEVEL  Analisis Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Geometri Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Level Berpikir Geometri Van Hiele (Pada Siswa Kelas VIII MTs N 1 Surak

ANALISIS KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN LEVEL Analisis Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Geometri Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Level Berpikir Geometri Van Hiele (Pada Siswa Kelas VIII MTs N 1 Surak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana level berpikir geometri Van Hiele dan kemampuan siswa menyelesaikan soal geometri berdasarkan level berpikir geometri Van Hiele pada pokok bahasan geometri bangun ruang sisi datar yang meliputi: level pengenalan, level analisis, level pengurutan, level deduksi, dan level keakuratan. Obyek dalam penelitian yaitu siswa- siswi MTs N 1 Surakarta tahun ajaran 2012/ 2013. Penelitian menggunakan penelitian diskriptif kualitatif. Sumber data guru dan siswa. Metode pengumpulan data (1). metode pokok yaitu metode tes (2). metode bantu meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara analisis kualitatif melalui 3 alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dengan validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis kemampuan level berpikir geometri Van Hiele yaitu: (1) Prosentasi level Van Hiele secara rinci: 37% level pengenalan, 30% level analisisis, 17% level pengurutan, 16% level deduksi dan 0% level keakuratan. (2) Dampak bervariasi kemampuan berpikir geometri Van Hiele siswa dalam dalam pembelajaran geometri terhadap prestasi belajar siswa yaitu terbukti adanya keseimbangan atau berbanding lurus antara kemampuan level berpikir geometri Van Hiele dengan pemahaman siswa pada geometri bangun ruang sisi datar.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Geometri Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Level Berpikir Geometri Van Hiele (Pada Siswa Kelas VIII MTs N 1 Surakarta Tahun 2012/2013).

PENDAHULUAN Analisis Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Geometri Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Level Berpikir Geometri Van Hiele (Pada Siswa Kelas VIII MTs N 1 Surakarta Tahun 2012/2013).

permasalahan yang akan dikaji pada penelitian ini dapat dirumuskan yaitu bervariasinya kemampuan siswa menyelesaikan soal matematika. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu “ Bagaimana level berpikir geometri Van Hiele siswa dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan geometri bangun ruang sisi datar dalam pembelajaran matematika kelas VIII MTs N 1 Surakarta”.

5 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN TEORI VAN HIELE TERHADAP HASIL BELAJAR GEOMETRI SISWA KELAS X SMAN 1 TULUNGAGUNG  Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH PENERAPAN TEORI VAN HIELE TERHADAP HASIL BELAJAR GEOMETRI SISWA KELAS X SMAN 1 TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Selain itu, Menurut van Hiele tiga unsur utama pembelajaran geometri yaitu waktu, materi pelajaran, dan metode mengajar yang diterapkan, jika ditata secara terpadu akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak ke tingkat yang lebih tinggi. 14 Jadi, jika ketiga unsur waktu, materi dan metode pembelajaran dapat terpenuhi dan pembelajaran disesuaikan dengan tahap berpikir siswa maka proses pembelajaran geometri akan berjalan dengan baik tentunya hal ini ditandai dengan tercapainya tujuan pembelajaran dan meningkatnya hasil belajar siswa dalam geometri ruang dimensi tiga.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VAN HIELE DENGAN BANTUAN MEDIA SOFTWARE GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN GEOMETRI SISWA SMP.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VAN HIELE DENGAN BANTUAN MEDIA SOFTWARE GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN GEOMETRI SISWA SMP.

Geometri merupakan salah satu cabang matematika yang sangat bermanfaat dalam kehidupan, karena itu, geometri perlu diajarkan di sekolah. Adapun tujuan pembelajaran geometri, siswa diharapkan dapat memperoleh rasa percaya diri mengenai kemampuan matematika siswa, menjadi pemecah masalah yang baik, berkomunikasi secara matematik, dan bernalar secara matematik. Menurut Budiarto, pembelajaran geometri bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, mengembangkan intuisi keruangan, menanamkan pengetahuan untuk menunjang materi yang lain, dan dapat membaca serta menginterpretasikan argumen-argumen matematik (Abdussakir, 2010).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI GEOMETRI MELALUI PEMBALAJARAN BERBASIS TEORI VAN HIELE.

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI GEOMETRI MELALUI PEMBALAJARAN BERBASIS TEORI VAN HIELE.

Pemahaman konsep sifat-sifat bangun datar segi empat merupakan salah satu hasil belajar yang diharapkan dalam mempelajari geometri. Latar belakang penelitian ini yaitu kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep sifat-sifat bangun datar segi empat berdasarkan lima indikator pemahaman konsep matematika menurut Salimi yaitu kemampuan dalam membuat contoh dan non contoh penyangkal, mendefinisikan konsep secara verbal dan tulisan, mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep, mengubah bentuk kebentuk lain, dan mengenal syarat-syarat yang menentukan suatu konsep. Solusi permasahan ini yaitu pembelajaran berbasis teori Van Hiele, karena teori Van Hiele memfokuskan pada bidang geometri, pembelajaran yang sesuai dengan tahap berpikir dan perkembangan sosial siswa, serta sesuai dengan tahapan proses pembelajaran berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional no.41 tahun 2007. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1) Pemahaman siswa kelas V SDN 2 Neglasari terhadap konsep sifat- sifat bangun datar segi empat sebelum pembelajaran berbasis teori Van Hiele; 2) Proses pembelajaran berbasisteori Van Hiele di SDN 2 Neglasari; 3) Perbedaan pemahaman siswa antara sebelum dan sesudah pembelajaran berbasis teori Van Hiele. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test post test. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dengan analisis data kuantitatif melalui bantuan program Excel 2007 dan SPSS 16.0. Hasil penelitian yang diperolehyaitu:1) Pemahaman siswa kelas V SDN 2 Neglasari terhadap konsep sifat-sifat bangun datar segi empat sebelum pembelajaran berbasis teori Van Hiele berada pada kategori rendah; 2) Proses pembelajaran berbasis teori Van Hiele berlangsung selama 3 pertemuan, dengan menerapkan lima fase pembelajaran Van Hiele terhadap kegiatan pendahuluan dan inti pembelajaran, yaitu fase informasi pada tahap apersepsi, fase orientasi langsung pada tahap eksplorasi, fase penjelasan dan orientasi bebas pada tahap elaborasi, serta fase integrasi pada tahap konfirmasi; 3) Terdapat perbedaan pemahaman siswa antar sebelum dan sesudah pembelajaran berbasis teori Van Hiele.Hal ini berdasarkan mean skor post-test yang lebih besar dari skor pre-test dan menunjukkan pada kategori pemahaman sedang. Artinya, terdapat peningkatan pemahaman siswa melalui pembelajaran berbasis teori Van Hiele.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Rasa InginTahu - NENI TRI WINARNI BAB II

BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Rasa InginTahu - NENI TRI WINARNI BAB II

beberapa teori berkaitan dengan pembelajaran geometri. Teori yang dikemukakan Van Hiele antara lain adalah sebagai berikut: Tiga unsur yang utama pembelajaran geometri yaitu waktu, materi pembelajaran dan metode penyusun yang apabila dikelola secara terpadu dapat mengakibatkan meningkatnya kemampuan berpikir anak kepada tahap yang lebih tinggi dari tahap yang sebelumnya. Bila dua orang yang mempunyai tahap berpikir berlainan satu sama lain, kemudian saling bertukar pikiran maka kedua orang tersebut tidak akan mengerti. Aisyah, dkk (2008: 4-5) menyatakan bahwa seorang peserta didik yang berada pada tingkat yang lebih rendah tidak mungkin dapat mengerti atau memahami materi yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dari peserta didik tersebut. Kalaupun peserta didik itu dipaksakan untuk memahaminya, peserta didik itu baru bisa memahami melalui hafalan saja bukan melalui pengertian.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

d mtk 0907493 chapter5

d mtk 0907493 chapter5

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan visualisasi dan pemahaman konsep serta karakter siswa, dalam hal ini karakter individu dan karakter berkelompok. Strategi pembelajaran eksploratif yang dikembangkan dalam penelitian ini dikembangkan dari model pembelajaran geometri Van Hiele yang dikombinasi dengan teori Piaget dan Vigotsky yang meliputi lima tahap yaitu Pemberian masalah eksploratif: memunculkan masalah baru yang dapat memacu keingintahuan siswa, Eksplorasi individu: siswa melaksanakan eksplorasi pengetahuan dirinya dalam menyusun berbagai informasi sedangkan guru memberikan bimbingan atau respon atas jawaban siswa, Presentasi: siswa mempresentasikan sedangkan siswa lain dan guru memberikan tanggapan, saran dan perbaikan, Eksplorasi kelompok: melakukan aktivitas pengamatan, dan terakhir Diskusi: menyelesaikan masalah geometri dan pembahasan soal-soal yang dilakukan bersama-sama.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF BERORIENTASI TEORI VAN HIELE.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF BERORIENTASI TEORI VAN HIELE.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri Standar Nasional (SSN) di Cianjur. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri I Sukaluyu Cianjur, karena SMP Negeri 1 Sukaluyu Cianjur merupakan salah satu sekolah negeri standar nasional dan kondisi SMP Negeri 1 Sukaluyu Cianjur relatif sama dengan kondisi SMP Negeri SSN lainnya di Cianjur. Pendekatan metakognitif berorientasi teori Van Hiele yang digunakan dalam pembelajaran pada penelitian ini adalah mengenai geometri bidang tentang segitiga dan segiempat. Materi tersebut diberikan di kelas VII semester 2. Dari seluruh kelas VII SMP Negeri 1 Sukaluyu, dipilih dua kelas, sehingga sampelnya adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukaluyu Cianjur yang dipilih menurut kelas. Satu kelas sebagai kelompok eksperimen yang pembelajarannya dengan pendekatan metakognitif berorientasi teori Van Hiele. Sedangkan kelas lainnya sebagai kelompok kontrol yang pembelajarannya secara biasa. Alasan pemilihan sampel penelitian berdasarkan pertimbangan biasanya pembagian kelas di sekolah pada awal tahun pelajaran sudah dibagi secara merata menurut prestasi akademis, oleh karena itu penulis menggunakan dua kelas yang sudah terbentuk sebagai kelompok sampel penelitian.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Deskripsi Level Berpikir Geometri Datar Siswa SD Kelas V Berdasarkan Teori Van Hiele

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Deskripsi Level Berpikir Geometri Datar Siswa SD Kelas V Berdasarkan Teori Van Hiele

Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian menyatakan bahwa, 3 subjek memiliki deskripsi level berpikir geometri menurut teori van hiele yang berbeda beda. Subjek 1 yang memiliki kemampuan matematis tinggi, deskripsi level berpikir geometri Van Hiele untuk level pengenalan (0) yaitu mampu mengenali bentuk dan memberi nama bangun, untuk level analisis (1) yaitu dapat mengidentifikasi sifat dari bangun, sedangkan untuk level deduksi informalnya, subjek mampu mengetahui adanya hubungan bangun datar yang saling berhubungan. Subjek 2 yang berkemampuan matematis sedang, deskripsi level berpikir geoemtri Van Hiele pada level pengenalan (0) yaitu subjek mampu mengenali struktur bentuk dan memberi nama bangun, untuk level analisis (1) yaitu mampu menyadari adanya sifat-sifat dari bangun. Level deduksi informal (2) yaitu mampu membuat keterangan bahwa adanya bangun yang saling berhubungan dengan bangun lain. Subjek 3 berkemampuan matematis rendah, deskripsi level berpikir geometri Van Hiele berada pada level pengenalan (0) yaitu mampu mengenali karakteristik bentuk secara visual, serta pemberian nama.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Deskripsi Level Berpikir Geometri Datar Siswa SD Kelas V Berdasarkan Teori Van Hiele

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Deskripsi Level Berpikir Geometri Datar Siswa SD Kelas V Berdasarkan Teori Van Hiele

Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian menyatakan bahwa, 3 subjek memiliki deskripsi level berpikir geometri menurut teori van hiele yang berbeda beda. Subjek 1 yang memiliki kemampuan matematis tinggi, deskripsi level berpikir geometri Van Hiele untuk level pengenalan (0) yaitu mampu mengenali bentuk dan memberi nama bangun, untuk level analisis (1) yaitu dapat mengidentifikasi sifat dari bangun, sedangkan untuk level deduksi informalnya, subjek mampu mengetahui adanya hubungan bangun datar yang saling berhubungan. Subjek 2 yang berkemampuan matematis sedang, deskripsi level berpikir geoemtri Van Hiele pada level pengenalan (0) yaitu subjek mampu mengenali struktur bentuk dan memberi nama bangun, untuk level analisis (1) yaitu mampu menyadari adanya sifat-sifat dari bangun. Level deduksi informal (2) yaitu mampu membuat keterangan bahwa adanya bangun yang saling berhubungan dengan bangun lain. Subjek 3 berkemampuan matematis rendah, deskripsi level berpikir geometri Van Hiele berada pada level pengenalan (0) yaitu mampu mengenali karakteristik bentuk secara visual, serta pemberian nama.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI VAN HIELE SISWA SMA NEGERI WANGON DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ)

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI VAN HIELE SISWA SMA NEGERI WANGON DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ)

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga atas ridho-Nya peneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI VAN HIELE SISWA SMA NEGERI WANGON DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ). Selama penyusunan skripsi, peneliti mendapatkan banyak dukungan, bimbingan, serta bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dari itu peneliti menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, S.H, M.H, selaku Rektor Universitas
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS TEORI VAN HIELE DENGAN TEKNIK PETA PIKIRAN TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL DAN SIKAP SISWA.

PENGARUH PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS TEORI VAN HIELE DENGAN TEKNIK PETA PIKIRAN TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL DAN SIKAP SISWA.

Peranan kemampuan spasial terhadap matematika didukung beberapa studi validitas. Hills (dalam Tambunan, 2006: 29) mengatakan: “Dengan meneliti hubungan antara berbagai tes kemampuan spasial yang melibatkan visualisasi dan orientasi dari Guiford dan Zimmerman dengan nilai matematika ditemukan bahwa ada korelasi yang tinggi antara kemampuan spasial dengan nilai matematika, bila dibandingkan dengan tes verbal dan penalaran”. Demikian pula studi yang dilakukan oleh Bishop (1980), Benbow dan McGuinness (dalam Tambunan, 2006: 29): “Ditemukan adanya hubungan antara pemecahan masalah matematika dengan kemampuan visual-spasial”. Studi dari Sherman (1980) terhadap anak usia sekolah (dalam Tambunan, 2006: 29): “Ditemukan adanya hubungan yang positif antara prestasi belajar matematika dan kemampuan spasial”. Oleh karena itu diharapkan kegiatan pembelajaran di sekolah lebih bermakna dan dapat membuat siswa mampu menerapkan pengetahuan matematikanya dalam kehidupan sehari- hari. Sehingga diperlukan suatu pembelajaran yang pendekatannya membuat siswa terampil menyelesaikan masalah yang dihadapinya, baik dalam bidang matematika khususnya materi geometri.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GEOMETRI VAN HIELE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI DAN DISPOSISI MATEMATIS PADA SISWA SMP.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GEOMETRI VAN HIELE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR GEOMETRI DAN DISPOSISI MATEMATIS PADA SISWA SMP.

penelitiannya, bahwa ” siswa beranggapan setiap bentuk yang memiliki empat sisi adalah persegi, dan sebuah bentuk dapat berupa sebuah segitiga hanya jika bentuk tersebut adalah sama sisi ”. Selanjutnya, penelitian Sunardi (Kania, 2010: 2) menyatakan bahwa dari 443 siswa kelas tiga SMP yang diteliti terdapat 86,91% menyatakan bahwa persegi bukan merupakan persegi panjang, 64,33% menyatakan bahwa belah ketupat bukan merupakan jajargenjang, dan 36,34% menyatakan bahwa pada persegi, dua sisi yang berhadapan saling tegak lurus. Sulkha (2010: 2) melakukan studi pendahuluan dalam penelitiannya, hasilnya diketahui bahwa pemahaman siswa mengenai konsep segitiga masih kurang karena siswa cenderung menghafal. Masih banyak siswa yang belum menggunakan sifat-sifat suatu segitiga untuk menyelesaikan masalah meskipun siswa mengetahui sifat-sifat segitiga tersebut. Selain itu, hasil studi pendahuluan mengenai kesulitan-kesulitan dalam mengajar matematika pada beberapa SMP di kota Cirebon menunjukkan pokok bahasan geometri merupakan salah satu pokok bahasan yang menurut para guru matematika dianggap sulit untuk dipahami oleh siswa pada setiap tingkatan kelas.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS TEORI VAN HIELE.

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS TEORI VAN HIELE.

Salah satu karakteristik teori Van Hiele adalah hirarkis, artinya siswa tidak bisa berada pada level n apabila belum melewati level n-1,Usiskin (Ikhsan, 2008). Oleh karena itu kriteria yang digunakan untuk mementukan apakah seorang siswa berada pada level n, adalah siswa tersebut dapat menjawab dengan benar minimal tiga dari lima soal yang ada pada level n tersebut. Selain kriteria itu , maka siswa dianggap berada pada tingkat terendah yaitu Visualisasi.

31 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...