kemampuan intuisi matematis

Top PDF kemampuan intuisi matematis:

Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Kemampuan Intuisi dan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa.

Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Kemampuan Intuisi dan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan intuisi matematis dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Merupakan penelitian kuasi eksperimen berbentuk Pretest-Posttest Control Group Design. Variabel bebas penelitian adalah pembelajaran matematika dengan pendekatan pendidikan matematika realistik, variabel terikat adalah kemampuan intuisi matematis dan kemampuan berpikir kreatif matematis, sedangkan variabel kontrol adalah peringkat sekolah dan kategori kemampuan awal matematis. Sampel penelitian sebanyak 164 siswa, yang terdiri dari 91 siswa sekolah peringkat atas (sekolah terakreditasi A), dan 73 siswa sekolah peringkat tengah (sekolah terakreditasi B). Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan awal matematis, kemampuan intuisi matematis, dan kemampuan berpikir kreatif matematis. Analisis data yang digunakan adalah uji-t, ANAVA satu jalur, dan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dapat lebih meningkatkan kemampuan intuisi matematis dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran matematika konvensional baik dilihat secara keseluruhan siswa yang menjadi subyek penelitian maupun para siswa berdasarkan peringkat sekolah dan perbedaan kategori kemampuan awal matematis. Tidak adanya interaksi antara pendekatan pembelajaran dan peringkat sekolah serta antara pendekatan pembelajaran dan perbedaan kategori kemampuan awal matematis, terhadap kemampuan intuisi matematis siswa maupun kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran lebih memberikan pengaruh terhadap peningkatan kedua kemampuan ini dibandingkan dengan peringkat sekolah maupun kemampuan awal matematis.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

D MTK 0908490 Chapter3

D MTK 0908490 Chapter3

Sebelum digunakan LKS terlebih dahulu divalidasi oleh penimbang dan dilakukan uji coba secara terbatas. Tujuan validasi dan uji coba terbatas ini adalah untuk mengetahui tingkat keterbacaan bahasa dan sekaligus memperoleh gambaran apakah perangkat pembelajaran dapat dipahami oleh siswa dengan baik. Para penimbang diminta untuk menilai atau menimbang dan memberikan saran atau masukan mengenai kesesuaian masalah dan tugas yang terdapat pada LKS dengan tujuan yang akan dicapai pada RPP, peran LKS untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan intuisi matematis dan kemampuan berpikir kreatif matematis, kesesuaian tuntunan dalam LKS dengan tingkat perkembangan siswa, kesistematisan pengorganisasian LKS, peran LKS untuk membantu siswa membangun konsep-konsep/prinsip-prinsip matematika dengan kemampuan mereka sendiri, serta kejelasan LKS dari segi bahasa dan dari segi gambar atau representasi yang digunakan. Hasil penilaian tersebut disajikan pada Lampiran 2.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

D MTK 0908490 Chapter5

D MTK 0908490 Chapter5

5. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan perbedaan kategori KAM terhadap peningkatan kemampuan intuisi matematis siswa, ini berarti, adanya perbedaan peningkatan kemampuan intuisi matematis siswa lebih disebabkan oleh perbedaan pendekatan pembelajaran dan perbedaan kemampuan awal matematis siswa.

5 Baca lebih lajut

D MTK 0908490 Abstract

D MTK 0908490 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan intuisi matematis dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Merupakan penelitian kuasi eksperimen berbentuk Pretest-Posttest Control Group Design. Variabel bebas penelitian adalah pembelajaran matematika dengan pendekatan pendidikan matematika realistik, variabel terikat adalah kemampuan intuisi matematis dan kemampuan berpikir kreatif matematis, sedangkan variabel kontrol adalah peringkat sekolah dan kategori kemampuan awal matematis. Sampel penelitian sebanyak 164 siswa, yang terdiri dari 91 siswa sekolah peringkat atas (sekolah terakreditasi A), dan 73 siswa sekolah peringkat tengah (sekolah terakreditasi B). Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan awal matematis, kemampuan intuisi matematis, dan kemampuan berpikir kreatif matematis. Analisis data yang digunakan adalah uji-t, ANAVA satu jalur, dan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dapat lebih meningkatkan kemampuan intuisi matematis dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran matematika konvensional baik dilihat secara keseluruhan siswa yang menjadi subyek penelitian maupun para siswa berdasarkan peringkat sekolah dan perbedaan kategori kemampuan awal matematis. Tidak adanya interaksi antara pendekatan pembelajaran dan peringkat sekolah serta antara pendekatan pembelajaran dan perbedaan kategori kemampuan awal matematis, terhadap kemampuan intuisi matematis siswa maupun kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran lebih memberikan pengaruh terhadap peningkatan kedua kemampuan ini dibandingkan dengan peringkat sekolah maupun kemampuan awal matematis.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN GEOMETRI DENGAN WINGEOM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA : Studi Kuasi Eksperimen di MTs Al-Basyariah Kabupaten Bandung.

PEMBELAJARAN GEOMETRI DENGAN WINGEOM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA : Studi Kuasi Eksperimen di MTs Al-Basyariah Kabupaten Bandung.

Kondisi yang terjadi saat ini, kemampuan berpikir matematis siswa di Indonesia belum berkembang secara optimal dan masih tergolong rendah. Hal ini berarti peningkatan dan pengembangan mutu pembelajaran matematika harus menjadi prioritas dan mutlak dilakukan. Fakta yang dapat dijadikan indikator masih rendahnya mutu pembelajaran matematika di Indonesia, khususnya kemampuan berpikir matematis siswa yang belum optimal adalah data hasil studi Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assesment (PISA).
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

t mtk 1007339 chapter5

t mtk 1007339 chapter5

1. Secara keseluruhan peningkatan kemampuan spasial matematis siswa yang memperoleh pembelajaran geometri dengan Wingeom lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Bila memperhatikan kemampuan awal matematis, pada kemampuan awal matematis kategori tinggi peningkatan kemampuan spasial matematis siswa yang memperoleh pembelajaran geometri dengan Wingeom dan siswa yang memperoleh pembelajaran geometri dengan konvensional tidak berbeda signifikan. Namun, untuk kemampuan awal matematis kategori sedang dan rendah, peningkatan kemampuan spasial matematis siswa yang memperoleh pembelajaran geometri dengan Wingeom lebih baik daripada pembelajaran konvensional. 2. Perbedaan kemampuan awal matematis memberikan pengaruh signifikan
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Hubungan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa

Hubungan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa

Abstrak—Penelitian ini mengkaji hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Pekanbaru pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 25 Pekanbaru kelas VIII dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis. Analisis data menggunakan uji prasyarat model regresi linier, uji koefisien korelasi rumus Pearson/Product Moment, uji t koefisien korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kemampuan komunikasi matematis siswa secara keseluruhan. Artinya, semakin tinggi kemampuan pemecahan masalah matematis, maka semakin tinggi pula kemampuan komunikasi matematis siswa tersebut. Namun sebaliknya pada level kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, hubungan yang terjadi adalah hubungan yang negatif. artinya semakin tinggi kemampuan pemecahan masalah matematis, maka semakin rendah kemampuan komunikasi matematisnya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS KONEKSI MATEMATIS (Studi Kasus Siswa Kelas VIII MTs Darussalam Kademangan) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

ANALISIS KONEKSI MATEMATIS (Studi Kasus Siswa Kelas VIII MTs Darussalam Kademangan) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada bab IV, maka pada bab ini akan dikemukan pembahasan hasil penelitian berdasarkan analisis deskriptif. Berikut pembahasan hasil tes tulis tentang kemampuan Koneksi Matematis siswa kelas VIII MTs Darussalam Kademangan Blitar pada materi Lingkaran.

10 Baca lebih lajut

A. Apa Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis 1. Kemampuan Penalaran Matematis - Kemampuan Penalaran Dan Komunikasi Matematis : Apa, Mengapa, Dan Bagaimana Ditingkatkan Pada Mahasiswa

A. Apa Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis 1. Kemampuan Penalaran Matematis - Kemampuan Penalaran Dan Komunikasi Matematis : Apa, Mengapa, Dan Bagaimana Ditingkatkan Pada Mahasiswa

berbeda. Silver et al. (Bergeson, 2000) menyatakan bahwa “ while solving mathematical problems, student adapt and extend their existing understanding by both connecting new information to their current knowledge and constructing new relationship within their knowledge structure”. Pernyataan tersebut dapat dijelaskan bahwa ketika siswa memecahkan masalah matematis, maka secara tidak langsung siswa sedang beradaptasi dan memperluas pengetahuan yang sudah ada dengan cara mengkoneksikan atau mengaitkan informasi yang baru diperoleh dengan pengetahuan sebelumnya sehingga membentuk suatu informasi baru yang saling berhubungan dalam struktur pengetahuannya. Apabila pendapat Jonassen, dan Silver et al. tersebut di atas dikaitkan dengan kualitas prior knowledge siswa, dapat dikatakan bahwa dalam menyelesaikan suatu masalah tidak hanya didasarkan pada banyaknya pengetahuan yang sudah diperoleh oleh problem solver tetapi kualitas dari pengetahuan itu sendiri juga menjadi bagian yang sangat penting. Conceptual framework dari pengetahuan yang sudah diperoleh (prior knowledge) harus lebih baik dan juga terintegrasi, agar dapat mengakomodir berbagai perspektif, metode, dan solusi melalui proses sintesis dan konflik dalam struktur kognitifnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI RECIPROCAL TEACHING.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI RECIPROCAL TEACHING.

Bahan ajar dirancang agar tujuan penelitian yaitu untuk mengembangkan kemampuan pemahaman matematis, kemampuan koneksi matematis, kemampuan komunikasi matematis dan kemandirian belajar matematika siswa bisa dicapai. Pembelajaran reciprocal teaching yang sesuai dengan paham konstruktivisme, bahan ajar dirancang agar siswa memiliki peran yang sangat besar dalam upaya memahami, mengembangkan, menemukan, serta menerapkan baik konsep, prosedur maupun prinsip-prinsip matematika. Sedangkan peran guru lebih bersifat sebagai fasilitator yang memberikan scaffolding dan senantiasa memfasilitasi setiap perkembangan yang terjadi pada diri siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

6.2 Bahan Ajar Estetika Dasar Gerak TAri untuk AUD

6.2 Bahan Ajar Estetika Dasar Gerak TAri untuk AUD

setiap anak memiliki kemampuan yang dibawa sejak lahir. Dan bakat tiap- tiap anak adalah berbeda. Ingat teori Multiple Intelligences Howard Gardner bahwa ada 9 macam kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Ke-9 kecerdasan itu adalah kecerdasan linguistic, logic mathematic, visual spasial, musical, interpersonal, intrapersonal, kinesthetic, naturalis, dan eksistensialis. Bila guru/orang yang dekat dengan anak mengarahkan bakat anak dengan baik maka anak akan memiliki kemampuan yang kokoh.

27 Baca lebih lajut

Peer Review (Deskripsi Kemampuan Berpikir Matematis)

Peer Review (Deskripsi Kemampuan Berpikir Matematis)

Kesimpulan yang dibuat subjek tentang masalah kesebangunan diarahkan pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini didasari pada masalah yang telah diselesaikan, yaitu mengonstruksi masalah tinggi bayangan manusia dengan bayangan benda-benda disekitranya (misalnya pohon). Proses penyelesaian masalah yang dilakukan siswa tersebut dalam lembar worksheet mengindikasikan adanya proses berpikir matematis yang secara eksplisit menunjukkan kemampuan siswa dapat membuat abstraksi terhadap masalah matematika. Tall (2002) mengungkap bahwa jika seorang siswa mengembangkan kemampuannya secara sadar membuat abstraksi dari situasi matematika, maka siswa tersebut telah mencapai tingkat lanjutan dari pemikiran matematis. Pencapaian kemampuan dalam membuat abstraksi ini menjadi tujuan yang paling penting dari pendidikan matematika. Abstraksi merupakan proses konstruksi yang utama dalam membangun struktul mental dari sturuktur matematika (Tall, 2002).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PROFIL INTUISI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 SALATIGA DALAM MEMECAHKAN MASALAH KESEBANGUNAN DITINJAU DARI KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS, KECERDASAN LINGUISTIK, DAN KECERDASAN VISUAL SPASIAL | Pratiwi | 9702 20604 1 SM

PROFIL INTUISI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 SALATIGA DALAM MEMECAHKAN MASALAH KESEBANGUNAN DITINJAU DARI KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS, KECERDASAN LINGUISTIK, DAN KECERDASAN VISUAL SPASIAL | Pratiwi | 9702 20604 1 SM

Saat merencanakan penyelesaian subjek dengan kecerdasan matematis logis menggunakan informasi yang ada pada soal. Subjek mengetahui cara yang digunakan tanpa menggunakan ilustrasi setelah memahami masalah, subjek juga dapat menjelaskan rencana tersebut secara lancar. Sejalan dengan pendapat Gardner (2006) bahwa anak dengan kecerdasan matematis logis mampu memikirkan dan menyusun solusi dengan urutan yang logis. Menurut teori intuisi Fischbein (2002) ketika subjek secara langsung mampu memahami masalah, dan dengan lancar dan jelas dapat menyebutkan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan maka subjek menggunakan self evidence. Self evidence merupakan ciri intuisi yang menerima kognisi sebagai feeling individu tanpa membutuhkan pengecekan dan pembuktian lebih lanjut. Dengan demikian sesuai dengan hasil penelitian bahwa subjek dengan kecerdasan matematis logis dalam merencanakan masalah menggunakan intuisi affirmatory .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PROFIL INTUISI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 SALATIGA DALAM MEMECAHKAN MASALAH KESEBANGUNAN DITINJAU DARI KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS, KECERDASAN LINGUISTIK, DAN KECERDASAN VISUAL SPASIAL.

PROFIL INTUISI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 SALATIGA DALAM MEMECAHKAN MASALAH KESEBANGUNAN DITINJAU DARI KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS, KECERDASAN LINGUISTIK, DAN KECERDASAN VISUAL SPASIAL.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) profil intuisi siswa kelas IX SMPN 3 Salatiga dalam memecahkan masalah kesebangunan ditinjau dari kecerdasan matematis-logis, (2) profil intuisi siswa kelas IX SMP Negeri 3 Salatiga dalam memecahkan masalah kesebangunan ditinjau dari kecerdasan linguistik, (3) profil intuisi siswa kelas IX SMP Negeri 3 Salatiga dalam memecahkan masalah kesebangunan ditinjau dari kecerdasan visual spasial.

18 Baca lebih lajut

Kehadiran Intuisi dalam Memahami dan Mem

Kehadiran Intuisi dalam Memahami dan Mem

dilakukan secara analitis. contohnya ketika siswa dihadapkan pada permasalahan atau sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah matematika, terkadang jawaban atau solusi masalah tersebut telah ada dan ditemukan walaupun belum dituliskan. Hal ini berarti bahwa siswa tersebut telah memiliki jawaban secara implisit beroperasi di bawah sadar. Di samping perbedaan pandangan tentang intuisi, secara umum para ahli psikologi sepakat bahwa pernyataan, interpretasi atau konklusi yang berbasis intuisi merupakan “kognisi segera” ( immediate cognition ) terhadap masalah, atau kognisi muncul tiba-tiba tanpa disadari dalam pikiran. Akan tetapi tidak semua kognisi segera merupakan intuisi, seperti halnya “ persepsi ” merupakan aktivitas mental yang juga berlangsung segera. Sebagai contoh, bilamana diberikan dua garis berpotongan, seseorang dengan segera menyimpulkan bahwa sudut-sudut bertolak belakang pada garis yang berpotongan tersebut sama besar. Keadaan seperti ini merupakan persepsi yang menghasilkan representasi atau interpretasi objek atau konsep yang didasarkan pada penggunaan indera (baca: penglihatan, pendengaran, dan perasaan/ feeling ).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI MATEMATISPESERTA DIDIK DITINJAU BERDASARKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DI KELAS XI MIA 5 SMAN 1 KEBOMAS - UMG REPOSITORY

KOMUNIKASI MATEMATISPESERTA DIDIK DITINJAU BERDASARKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DI KELAS XI MIA 5 SMAN 1 KEBOMAS - UMG REPOSITORY

penalaran matematis rendahpada subjek MTFW adalah: 1) Subjek dalam menuliskan ide-idenya dengan menggunakan bahasa, simbol, atau istilah- istilah dalam matematika terdapat kekurangan dan kesalahan penulisan simbol luas perkebunan, 2) Subjek dapat membuat gambar tetapi gambar yang dibuat salah tidak memperhatikan letak titik perpotongan kedua kurva dengan sumbu koordinat x, y namun masih mengandung sedikit pemahaman konsep tentang kedua kurva, 3) Subjek dapat menuliskan apa yang diketahui, ditanya dan langkah-langkah dalam menemukan jawaban tidak memenuhi konsep aplikasi integral pada daerah luas tetapi dengan menggunakan rumus volume balok sehingga dalam perhitungannya salah, 4) Subjek tidak menuliskan model matematika yang sebenarnya karena konsep yang digunakan salah, 5) Subjek tidak dapat memberikan solusi akhir dengan benar karena dari awal menghitung luas konsep salah, tidak terdapat satuan, dan kalimat dalam kesimpulan tepat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengertian limit secara intuisi

Pengertian limit secara intuisi

Hitunglah nilai limit berikut ini!Perasionalan Akar a.[r]

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...