Kemampuan Mengajar

Top PDF Kemampuan Mengajar:

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

Kemampuan mengajar guru sangat diperlukan dalam proses pembelajaran terkandung maksud bahwa kemampuan guru merupakan salah satu orang kunci yang mampu mempengaruhi proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Seluruh guru di Jawa Tengah yang telah memiliki kualifikasi S1 dan D4 sebanyak 165.355 orang atau 46,37 persen, sehingga yang belum berkualifikasi S1 dan D4 sebanyak 191.227 orang atau 53,63 persen (Hasanah, 2011). Di dalam harian Okezone menyatakan bahwa Pengamat Pendidikan Muhammad Zuhdan mengungkap, di antara 2,92 juta guru di Indonesia, ternyata masih ada 1,44 juta guru yang belum berpendidikan Strata 1 (S-1). Jumlah itu setara dengan 49,3 persen dari total guru di Indonesia. Saat ini juga masih kekurangan guru, perbandingan guru untuk sekolah di perkotaan, desa dan daerah terpencil masing-masing 21%, 37%, dan 66%. Guru yang memiliki kualitas bagus enggan ditempatkan di daerah jauh dan terpencil.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Laporan Praktek PDGK4209 Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)

Laporan Praktek PDGK4209 Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)

Pada mata kuliah PKM, mahasiswa ini bersama 11 rekannya telah melaksanakan praktek kemampuan mengajar dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah PKM di SD Negeri 6 Parittiga di bawah bimbingan supervisor sekaligus tutor mata kuliah PKM, Bapak Sarbudiono, S.Pd.

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU  Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

Disarankan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai kajian dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang psikologi dan memberi kontribusi teoritis khususnya mengenai kemampuan mengajar dan motivasi berprestasi. Bagi Guru sebaiknya lebih meningkatkan kualitas mengajar dalam sekolah seperti membaca buku,jurnal ataupun karya ilmiah terbaru untuk referensi bahan ajar yang lebih meningkatkan mutu pembelajaran, memberikan latihan secara efektif setiap pemberian pembelajaran bagi siswa dan siswi, mempelajari teknologi komputer beserta aplikasi-aplikasi yang ada didalamnya untuk menambah daya kemampuan dan efisiensi dalam mengajar mengajar ataupun dalam perencanaan pembelajaran. Bagi sekolah sangat memiliki peranan penting dalam tempat pembentukan sikap dan kemampuan, hendaknya sekolah memberikan fasilitas, kapasitas dan sumber daya manusia yang dapat melatih dan mengembangkan potensi yang guru miliki seperti melatih dalam
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

LAPORAN PELAKSANAAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN mengajar

LAPORAN PELAKSANAAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN mengajar

Seperti apa yang telah kita ketahui bersama bahwa S1 PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka ( FKIP – UT ) ialah agar para mahasiswanya mampu berperan sebagai guru yang profesioanl. Keprofesianlannya guru tercermin dalam proses pembelajaran di kelas dengan menerapkan berbagai konsep pembelajaran dan kaidah-kaidah Pemantapan Kemampuan Mengajar ( PKM ). Dalam mengatasi dan memperbaiki masalah pembelajaran yang dihadapi dalam kelas

3 Baca lebih lajut

Laporan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)

Laporan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)

Tujuan dari mengikuti mata kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) secara umum adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Adapun secara khusus adalah memiliki kemampuan :

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU  Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil koefisien korelasi rxy= 0,317 dengan sig= 0,02 (p ≤ 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan mengajar dengan motivasi berprestasi. Sumbangan efektif (SE) kemampuan mengajar dengan motivasi berprestasi sebesar 10,1% ditunjukkan oleh koefisien determinasi (r²) sebesar 0,101. Tingkat kemampuan mengajar guru tergolong cukup sedangkan tingkat motivasi berprestasi tergolong rendah.

16 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerkja Mengajar di Gugus Durian Kecamatan Bejen T2 942011077 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerkja Mengajar di Gugus Durian Kecamatan Bejen T2 942011077 BAB V

rendah adalah nomor 5, 2 dan 4. Item-item terse- but berkaitan dengan rendahnya kinerja mengajar guru pada kemampuan mengajar materi pelajaran yang sulit dengan mudah, rendahnya kemampuan mengajar dengan hasil belajar sebagian besar siswa mendapat nilai baik, dan rendahnya guru dalam membuat persiapan mengajar dari rumah. Guru perlu memperbaiki dan meningkatkan ke- mampuan mengajar materi pelajaran yang sulit dengan mudah, kemampuan mengajar dengan hasil belajar sebagian besar siswa mendapat nilai baik, dan membuat persiapan mengajar dari rumah sebelum mengajar di depan kelas. Peningkatan kinerja mengajar guru dapat dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan diklat, seminar dan workshop sehingga kinerja mengajar guru semakin Tinggi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.

ada meliputi program mengajar teori dan praktik di kelas dengan pengarahan oleh guru pembimbing. Fokus kegiatan mengajar yang dilakukan oleh mahasiswa PPL Reguler UNY di sekolah / lembaga hanya “ mengajar terbimbing” , karena kegiatan mengajar mandiri akan difokuskan pelaksanaannya pada PPL PPG. Mengajar terbimbing adalah kegiatan mengajar yang dilakukan oleh mahasiswa PPL dengan mempraktikkan kemampuan mengajar secara utuh dan terintegrasi pada mata pelajaran-mata pelajaran tertentu dengan bimbingan guru pembimbing di sekolah / lembaga mitra (mahasiswa mengajar ditunggui oleh Guru Pembimbing Lapangan sekolah / lembaga mitra). Pelaksanaan PPL di mulai sejak tanggal 10 Agustus 2015 sampai dengan 12 September 2015. Rencana kegiatan PPL dibuat berdasarkan waktu dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan. Agar tercapai efisiensi dan efektivitas penggunaan waktu yang ada, maka kegiatan PPL direncanakan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

KINDERGARTEN TEACHER’S ABILITY IN TEACHING MATH IN TK PEMBINA OF PEKANBARU CITY

KINDERGARTEN TEACHER’S ABILITY IN TEACHING MATH IN TK PEMBINA OF PEKANBARU CITY

matematika. Pembelajaran matematika anak usia dini dilakukan dengan tanpa paksaan dan tidak tergesa-gesa dalam mengajarkannya, melainkan dilakukan dengan cara yang menyenangkan sehingga menarik minat anak. Guru sebagai tenaga pendidik pun harus memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mengajarkan dan membuat bahan ajar saat pembelajaran matematika. Namun, kenyataannya masih ada tenaga pendidik yang beranggapan mengajarkan matematika untuk anak usia dini itu adalah sesuatu hal yang sulit, pembelajaran pun terlihat tidak menarik dan menantang karena guru seolah membatasi kreativitas hanya sebatas mengenalkan lambang bilangan. Dalam penelitian ini dibahas beberapa indikator, yaitu indikator dari komponen kurikulum terdiri dari konten, proses, lingkungan/material dan pusat minat anak, indikator dari komponen instruksi terdiri dari perencanaan pengalaman, interaksi, pengelolaan kelas dan melibatkan orang tua, indikator dari komponen asesmen terdiri dari menguntungkan anak, observasi dan mendengarkan anak, menggunakan berbagai sumber, serta asesmen pembelajaran dan perkembangan anak. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh persentase keseluruhan indikator kemampuan mengajar matematika guru yaitu 78.1% dengan kategori “cukup kondusif”. Adapun persentase tertinggi berada pada indikator observasi dan mendengarkan anak yaitu 81.1% dengan kategori “kondusif”, sedangkan persentase terendah berada pada indikator keterlibatan orang tua yaitu 71% dengan kategori “cukup kondusif”.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

peran & fungsi2

peran & fungsi2

Telah dikemukan sebelumnya bahwa kompetensi mengajar didefinisikan sebagai tingkah laku pengajar yang dapat diobservasi (observable teacher behaviors) (Cruickshank dalam Jacob, 2002a, h. 2). Sedangkan kompetensi guru didefinisikan sebagai himpunan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan keyakinan yang dimiliki seorang guru dan ditampilkan untuk situasi mengajar (Anderson dalam Jacob, 2002a, h.1). Selanjutnya, pengembangan kompetensi adalah cara mengidentifikasi kompetensi mengajar. Menurut Cruickshank (1985), ada enam cara dalam mengidentifikasi kompetensi mengajar, yaitu: (1) dengan mempelajari hasil-hasil penelitian tentang kemampuan mengajar dalam hubungannya dengan prestasi subjek didik; (2) diperoleh dari para pendidik berpengalaman yang dianggap sebagai pakar; (3) disimpulkan dari hasil poll stakeholders pendidikan; (4) diambil dari literatur; (5) diturunkan dari bermacam- macam peranan pengajar; dan (6) sebagai hasil dari analisis tugas mengajar pada tingkat dan bidang kurikulum yang berbeda.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNY 2014 LOKASI SMP N 5 SLEMAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNY 2014 LOKASI SMP N 5 SLEMAN.

Persiapan paling awal yang harus dilakukan bagi mahasiswa PPL yaitu mengikuti perkuliahan pengajaran mikro. Perkuliahan diampu oleh dosen pembimbing PPL yang selanjutnya akan membimbing sampai program PPL berakhir. Dalam pengajaran mikro, mahasiswa melakukan praktik mengajar dalam kelas kecil yang terdiri dari 10 mahasiswa. Mahasiswa berperan sebagai guru sedangkan teman satu kelompok berperan sebagai peserta didik. Dalam praktik mengajar, mahasiswa juga harus mempersiapkan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam mengajar seperti halnya persiapan mengajar di sekolah. Selain mempersiapakan silabus dan RPP, pada pengajaran mikro kelompok kami diharuskan membuat Content Representation (Core) yang berisi 8 pertanyaan untuk guru dalam mempersiapkan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI: SMA NEGERI 1 PENGASIH (Jl. KRT Kertodiningrat 41, Margosari, Kec. Pengasih, Kab. Kulon Progo).

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI: SMA NEGERI 1 PENGASIH (Jl. KRT Kertodiningrat 41, Margosari, Kec. Pengasih, Kab. Kulon Progo).

Tujuan dari Praktik Pengalaman Lapangan adalah untuk memberikan pengalaman secara langsung kepada mahasiswa praktikan tentang proses pembelajaran di kelas dengan mengalami situasi dan kondisi kegiatan belajar mengajar serta menerapkan pengetahuan, kemampuan dan mempratikkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam proses pembelajaran sesuai bidang studinya. Selain itu, Praktik Pengalaman Lapangan juga bermanfaat untuk melatih dan mengembangkan kompetensi keguruan dan kependidikan dari mahasiswa praktikan. Sebelum melaksanakan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), terlebih dahulu mahasiswa dibekali dengan kuliah pembelajaran mikro dimana dalam perkuliahan ini mahasiswa wajib melaksanakan latihan mengajar di depan kelas. Selain itu, mahasiswa dituntut mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), memilih materi belajar yang sesuai dan relevan, membuat media pembelajaran, serta menerapkan metode pembelajaran yang kreatif. Sebagai syarat administrasi agar bisa mengikuti program PPL, mahasiswa wajib mendapat nilai pembelajaran mikro minimal B.
Baca lebih lanjut

221 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN DASAR MENGAJAR

KEMAMPUAN DASAR MENGAJAR

MENUTUP PELAJARAN Tujuan Membantu pembelajar untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok materi... Komponen Menutup Pelajaran Meninjau ulang materi Mengevaluasi Me[r]

25 Baca lebih lajut

A NATURALISTIC STUDY ON TEACHING WRITING AT SMP MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA  A Naturalistic Study On Teaching Writing At SMP Muhammadiyah 4 Surakarta In 2015/2016 Academic Year.

A NATURALISTIC STUDY ON TEACHING WRITING AT SMP MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA A Naturalistic Study On Teaching Writing At SMP Muhammadiyah 4 Surakarta In 2015/2016 Academic Year.

Peneliti mendapatkan datanya dari kegiatan, informasi dan dokumen. Teknik pebgumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dalam proses mengajar menulis dan wawancara guru tentang pengajaran menulis. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah 1) tujuan pembelajaran dalam pengajaran menulis dibagi menjadi dua. Tujuan pembelajaran secara umum tertulis dalam kurikulum KTSP “utuk mengembangkan kemampuan komunikasi berbahasa inggris dalam berbicara dan menulis yang berdasarkan ilmu dan teknologi untuk menghadapi era global”. dan tujuan pembelajaran tertentu berdasarkan rencana pembelajaran untuk kelas delapan “siswa mampu menyatakan makna fungsional tertulis dan pertanyaan pendek tentang recount dan narrative teks untuik berkomunikasi dengan lingkungan sekitar”. 2) Guru memberikan materi tentang recount teks, Materi yang digunakan untuk mengajar berdasarkan silabus tetapi kadang-kadang guru mengambil materi melalui internet, buku, dan sumber lain. Guru menggunakan materi cetak untuk proses belajar mengajar menulis. Materi cetak berupa buku pelajaran “Bahasa Inggris Sekolah Menengah Pertama” EKSIS Modul Pin tar 2015”, Practice Your English Competence : for SMP/MTS Class VIII” penulis oleh Rubiyanto, Citra Pustaka 2015. Guru juga menggunakan beberapa media dalam proses belajar mengajar menulis, yaitu papan tulis, LCD, dan laptop. 3) Prosedur kelas yang digunakan oleh guru mempunyai tiga tahapan yaitu Explorasi, Elaborasi dan Konfirmasi. Guru menggunakan beberapa teknik dalam proses belajar mengajar seperti tanya jawab, pengungkapan pendapat, terjemahan, permulaan guru dengan pertanyaan dan penyidikan, memberika n umpan balik, dan meringkas. 4) Guru bahasa inggris memiliki peran lengkap dalam kegiatan belajar mengajar. Peran guru dalam mengajar bahasa inggris adalah sebagai fasilitator, manajer,instruktor, memantau, penilai. 5) peran siswa dari pembelajaran writing di SMP Muhammadiyah 4 Surakarta adalah sebagai penerima materi dan pelaksana.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

UPAYA GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH SANTRI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN AL-MUBAROKAH DI DESA BORO KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

UPAYA GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH SANTRI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN AL-MUBAROKAH DI DESA BORO KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa guru merupakan profesi yang sangat penting dalam membimbing dan membina anak didiknya. Seorang guru harus memiliki ilmu pengetahuan yang banyak dan mendalam serta memiliki akhlak yang baik, karena dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang guru dapat mengajarkan anak didiknya secara baik dan benar. Dalam mengajar, kemampuan seorang guru harus di pandang penting karena guru tidak hanya ditugaskan untuk mengajar pelajaran saja, tetapi guru juga harus membina muridnya tentang sikap yang baik saat belajar, sifat sabar yang dimiliki oleh seorang guru pun juga sangat penting untuk memberikan pengajaran pada murid- muridnya agar muridnya lebih dapat menerima dengan baik apa yang telah diberikan seorang guru.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNY 2015 LOKASI SMP MUHAMMADIYAH 2 DEPOK Jalan Swadaya IV, Karangasem, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNY 2015 LOKASI SMP MUHAMMADIYAH 2 DEPOK Jalan Swadaya IV, Karangasem, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Praktik mengajar RPP ke-4 ini dirancang dengan pendekatan kontekstual dalam kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan adalah diskusi, tanya jawab, ceramah dan pemberian tugas dengan alokasi waktu kegiatan pembelajaran 4 x 40 menit. Adapun materi untuk RPP ke-4 ini adalah menulis buku sesuai dengan pengalaman pribadi yang sudah dialami. Pada materi ini Buku Paket atau buku ajar siswa digunakan sebagai media untuk membantu siswa dalam menulis buku harian secara individu. Pembelajaran ini mengajarkan kepada siswa tentang isi buku harian yang ditulis dan berdasarkan pengalaman pribadi yang dialami dengan menggunakan pendekatan kontekstual dan media lingkungan sebagai inspirasi atau ide menulisnya.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...