Kemampuan Menulis Pantun

Top PDF Kemampuan Menulis Pantun:

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN SISWA KELAS IV SD NEGERI NO. 016396 PERKEBUNAN SIPARE-PARE KABUPATEN BATUBARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING THINK PAIR SHARE.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN SISWA KELAS IV SD NEGERI NO. 016396 PERKEBUNAN SIPARE-PARE KABUPATEN BATUBARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING THINK PAIR SHARE.

Alhamdulillah Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan tesis ini dengan baik. Tesis ini berjudul “ Peningkatan Kemampuan Menulis Pantun Siswa Kelas IV SD Negeri No. 016396 Perkebunan Sipare-Pare Kabupaten Batubara dengan Menggunakan Model Kooperatif Learning Think Pair Share ”. Penelitian ini merupakan tugas akhir untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar magister pendidikan di Universitas Negeri Medan. Dalam menyelesaikan penulisan tesis ini, penulis mendapat bimbingan dari para Dosen dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAPPING TERHADAP MINAT DAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 MOJOTENGAH KABUPATEN WONOSOBO TESIS

PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAPPING TERHADAP MINAT DAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 MOJOTENGAH KABUPATEN WONOSOBO TESIS

Tesis ini mengkaji pengaruh metode mind mapping terhadap minat dan kemampuan peserta didik dalam menulis pantun. Mengingat selama ini peserta didik masih mengalami kesulitan dan kejenuhan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti melakukan pengujian metode mind mapping untuk dapat meningkatkan minat dan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran menulis pantun.

19 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAPPING TERHADAP MINAT DAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 MOJOTENGAH KABUPATEN WONOSOBO - repository perpustakaan

PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAPPING TERHADAP MINAT DAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 MOJOTENGAH KABUPATEN WONOSOBO - repository perpustakaan

Pantun merupakan salah satu karya sastra lama yang terkenal di Nusantara. Pantun memuat nilai-nilai pendidikan, moral, nasihat, adat-istiadat, dan ajaran- ajaran agama. Meminjam istilah Suseno (2001:179), pantun adalah jiwa Melayu. Bahasa Melayu memiliki pengaruh yang besar terhadap bahasa Indonesia. Pantun mencerminkan karakter Melayu, buah kearifan lokal. Oleh karena itu, secara tidak langsung, pantun pun mencerminkan karakter bangsa Indonesia.

7 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL BERPIKIR BERBICARA MENULIS (THINK TALK WRITE) | Purwanti | DIKSATRASIA 581 2269 1 PB

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL BERPIKIR BERBICARA MENULIS (THINK TALK WRITE) | Purwanti | DIKSATRASIA 581 2269 1 PB

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis pantun dengan menggunakan model berpikir berbicara menulis (Think Talk Write). Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah langkah-langkah penggunaan model berpikir berbicara menulis (think talk write) dalam pembelajaran menulis pantun? (2) Bagaimanakah peningkatan kemampuan peserta didik dalam menulis pantun setelah digunakannya model berpikir berbicara menulis (think talk write)?Penulis mengharapkan dengan digunakannya model berpikir-berbicara-menulis (think talk write) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis pantun pada Siswa Kelas XI MIA 1 SMAN 3 Ciamis. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitiannya adalah (1) Tahap persiapan; (2) Tahap pelaksanaan tiap siklus; (3) Tahap akhir. Sumber data dalam penelitian ini adalah peneliti, dua orang observer, dan siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 3 Ciamis sebanyak 29 orang. Teknik penelitian dan instrumen yang digunakan adalah (1) Teknik studi pustaka dan kajian teori; (2) Teknik pembelajaran; (3) Teknik tes; dan (4) Teknik analisis.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE KANCING GEMERINCING PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI SONDAKAN SURAKARTA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE KANCING GEMERINCING PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI SONDAKAN SURAKARTA

menyampaikan gagasannya. Demikian juga dalam mengerjakan tugas kelompok atau diskusi, secara keseluruhan siswa sudah memperlihatkan aktivitas yang sangat baik. Siswa juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menulis pantun, secara keseluruhan siswa sudah mampu mengerjakan soal tes evaluasi secara optimal. Selain itu keaktifan siswa di dalam pembelajaran pada siklus II ini terbukti dengan tingginya respon siswa terhadap pertanyaan yang diberikan guru, siswa menjawab pertanyaan guru dengan penuh semangat dan antusias. Siswa juga sudah bisa mengembangkan daya kreatifitas dan imajinasi mereka dengan baik, hal ini karena dalam kelompok, siswa saling membantu dan bertukar pikiran tanpa didominasi oleh siswa tertentu saja. Hasilnya tulisan pantun siswa pun semakin baik. Keaktifan siswa yang meningkat secara signifikan tersebut terjadi karena kinerja guru yang semakin baik dari siklus I-II. Guru dalam melaksanakan pembelajaran semakin luwes dengan kekurangan-kekurangan kecil di antaranya kurang kontrol waktu, yang tidak menjadi penghambat berarti bagi peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Dengan demikian diketahui bahwa kemampuan menulis pantun siswa kelas IV SD Negeri Sondakan No.11, dapat ditingkatkan. Berdasarkan peningkatan kemampuan yang telah dicapai siswa, maka pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dianggap cukup dan diakhiri pada siklus II dengan dua kali pertemuan.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH.

Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bah-wa Kemampuan Menulis Pantun pada siswa kelas IV SD Negeri Borongan 02 mengalami peningkatan mulai dari pratindakan, siklus I dan siklus II. Dengan adanya peningkatan nilai Bahasa Indonesia Materi Menulis Pantun tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kemam- puan Menulis Pantun sudah mengalami peni- ngkatan. Peningkatan tersebut terjadi dalam beberapa hal, yaitu: 1) Nilai terendah menga- lami kemajuan atau peningkatan, yaitu pada pratindakan 45 dan pada siklus II menjadi 73, 2) Nilai tertinggi mengalami peningkatan, yaitu dari 79 menjadi 92,dan 3)Ketuntasan klasikal mengalami peningkatan presentase sebesar 43,75%, yaitu dari 43,75% menjadi 56,25%.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

S IND 1009109 Chapter5

S IND 1009109 Chapter5

ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis pantun siswa di kelas eksperimen sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis proyek dengan kemampuan menulis pantun siswa di kelas kontrol sebelum dan sesudah menggunakan pendekatan langsung dengan metode ceramah. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata kemampuan menulis pantun siswa pada kedua kelas sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau treatment. Dapat diketahui bahwa kelas eksperimen memiliki peningkatan nilai yang lebih tinggi , yakni dari 70,9 menjadi 79,7 dengan peningkatan sebesar 8,8, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 61,1 menjadi 66,6 dengan peningkatan sebesar 5,5. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek lebih efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis pantun dibandingkan dengan perlakuan yang diberikan di kelas kontrol menggunakan pendekatan langsung dengan metode ceramah. Berdasarkan penelitian ini, model pembelajaran berbasis proyek dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis pantun di sekolah.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLIPCHART TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS PANTUN DI SEKOLAH DASAR.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLIPCHART TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS PANTUN DI SEKOLAH DASAR.

Desain ini merupakan pembanding antara kondisi sebelum perlakuan dengan setelah perlakuan atau melalui perbandingan hasil pre-test dan post- test. Dengan demikian, hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat. Perlakuan ini digunakan untuk mencari perbedaan kemampuan menulis pantun siswa sebelum menggunakan media flipchart dengan sesudah menggunakan media flipchart terhadap kemampuan menulis pantun siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN Cibungkul Kota Tasikmalaya.

31 Baca lebih lajut

S IND 1202950 Chapter1

S IND 1202950 Chapter1

Dyah Puspita Sari (2010, hlm. 2) menyatakan bahwa kemampuan menulis pantun merupakan pembelajaran yang kurang diminati siswa, sistem pembelajaran yang monoton, dan belum adanya media yang kreatif dan inovatif yang menjadi salah satu penyebabnya. Masalah-masalah ini yang menyebabkan kemampuan menulis pantun di kalangan siswa menjadi rendah. Selama ini guru hanya menggunakan teknik pembelajaran konvensional. Dalam proses pembelajaran, guru sering kali menggunakan teknik ceramah, tanpa harus memedulikan aktivitas siswa, dan siswa menjadi pasif. Akibatnya, proses pembelajaran yang guru laksanakan terlalu monoton dan tidak bervariasi. Setelah guru menerangkan teori tentang pantun dengan teknik ceramah, guru langsung menginstruksikan siswa untuk menulis pantun. Hal ini tentunya membuat siswa menjadi tidak bermakna dan kemampuan berpikir siswa tidak berkembang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penggunaan Media Kartu Sampiran dan Isi (Kasamsi) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Pantun dalam Subtema Memelihara Ekosistem Siswa Kelas V SD RIZKA NUR OKTAVIANI

Penggunaan Media Kartu Sampiran dan Isi (Kasamsi) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Pantun dalam Subtema Memelihara Ekosistem Siswa Kelas V SD RIZKA NUR OKTAVIANI

Saat guru menjelaskan materi pembelajaran tentang menulis pantun, masih ada beberapa siswa yang ramai sehingga mengganggu siswa yang lain. Jadi, untuk pertemuan selanjutnya sebaiknya guru mengondisikan siswa terlebih dahulu sebelum menjelaskan materi pembelajaran. Pada saat guru mendemonstrasikan cara menyusun sampiran dan isi sesuai dengan media KASAMSI yang sudah diperoleh siswa, suara guru kurang keras dan menulis pantun sesuai dengan ciri-ciri pantun yang ditulis oleh guru di papan tulis terlalu kecil, sehingga siswa yang duduknya dibelakang dapat melihat dengan jelas. Oleh karena itu, pada pertemuan selanjutnya suara guru harus lebih keras sehingga dapat didengar suluruh siswa dalam kelas. Dalam menuliskan pantun di papan tulis, guru harus lebih jelas lagi sehingga tulisan tetap bisa terbaca oleh siswa yang duduk di bangku belakang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Silabus Bahasa Indonesia Kelas XI Semester Ganjil dan Semester Genap

Silabus Bahasa Indonesia Kelas XI Semester Ganjil dan Semester Genap

dan pembuatan laporan. Portofolio : menilai laporan peserta didik tentang struktur dan kaidah teks cerita pendek Tes tertulis : menilai kemampuan peserta didik dalam memahami, menerapkan, dan menyunting teks cerita pendek sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan

Baca lebih lajut

a. Pengertian Minat - NARTEJO SUPRABOWO BAB II

a. Pengertian Minat - NARTEJO SUPRABOWO BAB II

Menurut Tarigan (2008:3), menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Selain sebagai alat komunikasi, menulis juga merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dan reseptif. Keterampilan menulis tidak didapatkan secara alamiah, tetapi melalui proses belajar dan berlatih. Melengkapi pendapai tersebut, Nurudin (4:2010) mengungkapkan bahwa menulis adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang dalam rangka mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada orang lain agar mudah dipahami. Menulis pantun termasuk dalam kegiatan menulis kreatif. Disebut sebagai menulis kreatif karena untuk melahirkan karyanya penulis menggunakan pikiran- pikiran kreatifnya sehingga terciptalah karya yang indah yang mengemban tujuan penulis. Hal ini didukung oeleh pendapat Kusmayadi (2009:35) menulis pantun adalah proses kreatif, yaitu menciptakan sesuatu yang semula tidak ada menjadi ada.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Bahasa Indonesia SD MI Kelas 4. Bab 4

Bahasa Indonesia SD MI Kelas 4. Bab 4

Dahulu, banyak orang yang bermain pantun. Bermain pantun dilakukan berpasangan dan berkesinambungan. Permainan ini disebut berbalas pantun. Biasanya, pantun yang dimainkan adalah pantun jenaka. Pantun jenaka dapat menghibur hati para pemain dan penonton karena kelucuannya. Isi pesannya berupa sindiran untuk lawan mainnya.

Baca lebih lajut

PENERAPAN PERMAINAN “PANTUN CERDAS” UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS IVA SDN PADASUKA I PADA MATERI MEMBUAT PANTUN | Wafa | Pena Ilmiah 19843 1 PB

PENERAPAN PERMAINAN “PANTUN CERDAS” UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS IVA SDN PADASUKA I PADA MATERI MEMBUAT PANTUN | Wafa | Pena Ilmiah 19843 1 PB

43 membuat pantun sehingga hasilnya hanya dua orang siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal dari 28 jumlah siswa kelas IV-A. Hal ini di karenakan pembelajaran yang monoton di mana guru lebih banyak yang menguasai jalannya pembelajaran, sehingga fokus siswa terhadap pembelajaran pun kurang mendapat perhatian dengan baik. Saat pembelajaran kegaduhan terjadi, siswa lebih sering mengobrol dengan teman-temannya, memainkan mainan yang dibeli saat istirahat, bahkan beberapa orang sering keluar masuk dengan berbagai alasan. Saat pemberian evaluasi pun terlihat banyak siswa yang kebingungan mengenai perintah dari soal yang diberikan. Contohnya pada soal nomor 3, siswa bertanya-tanya mengenai perintah soal padahal siswa hanya harus memindahkan bagian sampiran dan isi sebuah pantun sebagai jawaban dari soalnya pada kolom jawaban yang disediakan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Siswa Menulis Pantun Melalui Teknik Balas Pantun di Kelas IV SDN 1 Tatura | Do'embana | Jurnal Kreatif Tadulako Online 6252 20667 1 PB

Peningkatan Keterampilan Siswa Menulis Pantun Melalui Teknik Balas Pantun di Kelas IV SDN 1 Tatura | Do'embana | Jurnal Kreatif Tadulako Online 6252 20667 1 PB

Namun demikian berdasarkan pengamatan penulis terhadap siswa-siswi kelas IV SDN 1 Tatura tahun pelajaran 2014-2015 para siswa pada umumnya kurang tertarik pada pelajaran menulis pantun. Hal ini dibuktikan dengan rerata hasil ulangan Bahasa Indonesia semester 2, nilai siswa kelas IV SDN 1 Tatura khususnya pada kompetensi menulis pantun menunjukkan baru 11 orang (36%) dari 30 orang siswa yang berhasil selebihnya 17 orang siswa (64%) belum berhasil (sumber: wali kelas IV SDN 1 Tatura). Faktor penyebab rendahnya tingkat ketuntasan belajar siswa yaitu dari diri siswa sendiri diantaranya: (1) siswa kurang berminat dalam menulis pantun karena menganggap menulis itu sulit, (2) kurangnya motivasi dan keterampilan menulis pada diri siswa, (3) Banyak siswa yang mengeluh dalam menulis pantun dengan teknik konvensional yaitu diberi penjelasan materi yang kemudian diikuti dengan kegiatan menulis pantun di dalam kelas. Faktor guru, guru enggan memberikan pelajaran menulis pantun karena sering tidak mendapat respon positif dari siswa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLIPCHART TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS PANTUN DI SEKOLAH DASAR.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLIPCHART TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS PANTUN DI SEKOLAH DASAR.

2. Sebagian besar siswa mempunyai kemampuan yang cukup dalam mengerjakan latihan materi konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama, oleh sebab itu peran guru sangat penting dalam menggunakan model ataupun metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan kondisi siswa yang tertentu dan materi siswa yang tertentu pula sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan sesuai harapan.

Baca lebih lajut

S IND 1009109 Chapter1

S IND 1009109 Chapter1

Dalam penelitian ini, penulis tertarik untuk meneliti tentang penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran menulis pantun. Beberapa hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian yang disebutkan di atas yaitu pada penelitian Gumilar, siswa berlatih menulis pantun dengan disuguhkan satu atau beberapa pantun sebagai model yang kemudian akan ditiru siswa dengan mengubah sampiran atau isinya, sedangkan pada penelitian ini siswa akan belajar menulis pantun dengan memanfaatkan alam sekitar dan segala fenomena yang telah dilakoninya untuk menghasilkan sebuah proyek.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Komunitas Berkarya | Labschool Jakarta

Komunitas Berkarya | Labschool Jakarta

Percakapan lewat “WhatsApp” Itulah awal dari sejumlah informasi yang saya terima dihari ini 20/09/2017, “menarik, baik dan tentunya positif”. Saya memang hobi membuat “pantun” tapi untuk “menulis” merupakan hal yang menarik lebih dari sekedar pantun, walaupun agak sedikit “rumit” tapi semoga dengan bergabung di”komunitas Guru Menulis” saya yakin menulis akan menjadi lebih “manis” dan saya selalu ingat slogan yang sering muncul kepermukaan, “ Guru Mulia Karena Karya” ini yang membuat saya semakin optimis untuk segera “menulis”.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENERUSKAN PUISI TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MENULIS PANTUN DI SEKOLAH DASAR.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENERUSKAN PUISI TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MENULIS PANTUN DI SEKOLAH DASAR.

Dede Sutiawati (2014) “Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Pengurangan Pecahan dengan Menggunakan Pendekatan Matematika Realistik (PMR)” (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VI SDN. Negla Kec. Bojongasih Kab. Tasikmalaya). Kesulitan belajar matematika pada siswa berhubungan dengan kemampuan belajar yang kurang sempurna. Kekurangan tersebut dapat terungkap dari penyelesaian persoalan matematika yang tidak tuntas atau tuntas tetapi salah. Ketidaktuntasan tersebut dapat diduga karena kesalahan penggunaan konsep dan prinsip dalam menyelesaikan persoalan matematika yang diperlukan. Konsep dan prinsip matematika dapat pula dihubungkan pada kemampuan siswa tersebut dari segi koneksi matematikanya. Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pengurangan pecahan dengan menggunakan pendekatan realistik. RME atau pendekatan matematika realistik adalah pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah sehari- hari sebagai sumber inspirasi dalam pembentukan konsep dan mengaplikasikan konsep- konsep tersebut atau bisa dikatakan suatu pembelajaran matematika yang berdasarkan pada hal- hal nyata atau real bagi siswa dan mengacu pada konstruktivis sosial. Model tindakan penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan Mc.Taggart. Hasil dari tindakan penelitian : Perencanaan pembelajaran siklus I rata-rata 73.2 kategori baik, siklus II rata-rata 83.4 kategori sangat baik. Kemampuan guru dalam pembelajaran siklus I rata-rata 67.6 kategori baik, siklus II rata-rata 83.5 kategori sangat baik. Aktivitas siswa Siklus I rata-rata 75 kategori baik, Siklus II rata-rata 77 kategori sangat baik. Hasil belajar siswa siklus I sebesar 63.5% kategori sangat baik, Siklus II 81.7% kategori sangat baik, sehingga pendekatan realistik dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang pengurangan pecahan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

kd Tasik 1004106 Abstract

kd Tasik 1004106 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan dalam menulis pantun di kelas IV SDN Cibungkul. Hal ini tampak pada tulisan siswa yang masih kurang sesuai dengan syarat-syarat pantun. Siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan idenya, baik itu dalam menuangkan ide ke dalam sebuah sampiran maupun isi pantun. Upaya dalam mengatasi rendahnya kemampuan siswa dalam menulis pantun tersebut, peneliti memberikan solusi pembelajaran dengan penggunaan media flipchart. Media flipchart memiliki kelebihan bagi kemampuan menulis pantun siswa karena media flipchart menyajikan suatu pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa. Sejalan dengan tuntutan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa kelas IV yakni menulis pantun yang pada kenyataannya masih belum optimal, sehingga media Flipchart berpeluang digunakan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penggunaan media flipchart terhadap kemampuan menulis pantun di kelas IV SDN Cibungkul dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa menulis pantun sesudah menggunakan media flipchart dan mengetahui pengaruh penggunaan media flipchart terhadap kemampuan siswa menulis pantun pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV SDN Cibungkul. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode pre- eksperimen, dengan jumlah sampel 22 siswa. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara pemberian tugas membuat pantun sebelum perlakuan dan setelah diberi perlakuan. Berdasarkan pada hasil uji hipotesis menunjukkan t hitung > t tabel 5% dan t hitung > t tabel 1%, 11 > 2,08 dan 11 >
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...