Kemampuan Motorik

Top PDF Kemampuan Motorik:

KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS ATAS SD MUHAMMADIYAH KAUMAN KOTA YOGYAKARTA.

KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS ATAS SD MUHAMMADIYAH KAUMAN KOTA YOGYAKARTA.

Fungsi motorik menurut Cureton dalam Toho Cholik Mutohir dan Gusril (2004: 51), fungsi utama kemampuan motorik adalah untuk mengembangkan kesanggupan dan kemampuan setiap individu yang berguna untuk mempertinggi daya kerja. Dengan memiliki kemampuan motorik yang baik tentu individu mempunyai landasan untuk menguasai tugas keterampilan motorik yang khusus. Semua unsur- unsur motorik pada setiap anak dapat berkembang melalui kegiatan olahraga dan aktivitas bermain yang melibatkan otot. Semakin banyak anak mengalami gerak tentu unsur-unsur kemampuan motorik semakin terlatih dengan banyaknya pengalaman motorik yang dilakukan tentu akan menambah kematangannya dalam melakukan aktivitas motorik.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN PRAKARYA MENGGUNAKAN BAHAN BEKAS DI KELOMPOK B2 TK PAPAHAN 03 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2015   2016 | Putri | KUMARA CENDEKIA 7531 16555 1 PB

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN PRAKARYA MENGGUNAKAN BAHAN BEKAS DI KELOMPOK B2 TK PAPAHAN 03 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2015 2016 | Putri | KUMARA CENDEKIA 7531 16555 1 PB

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan prakarya menggunakan bahan bekas di kelompok B2 TK Papahan 03 Karanganyar tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Subjek penelitian adalah peserta didik kelompok B2 TK Papahan 03 Karanganyar tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 15 anak. Adapun sumber data berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik untuk mengumpulkan data adalah dengan wawancara, observasi, hasil karya, dan dokumentasi. Uji Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan prakarya menggunakan bahan bekas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus di kelompok B2 TK Papahan 03 Karanganyar tahun ajaran 2015/2016. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan kemampuan motorik halus yaitu pada prasiklus dari 15 peserta didik sebanyak 3 peserta didik atau 20%, kemudian pada siklus I dari 15 peserta didik sebanyak 10 peserta didik atau sebesar 66,7%, dan pada siklus II dari 15 peserta didik sebanyak 12 peserta didik atau 80%. Simpulan penelitian ini adalah kegiatan prakarya menggunakan bahan bekas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus di kelompok B2 TK Papahan 03 Karanganyar tahun ajaran 2015/2016.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

DESKRIPSI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DALAM KEGIATAN BERMAIN BALOK PADA ANAK TK USIA 5-6 TAHUN SE-GUGUS TERATAI UMBULHARJO YOGYAKARTA.

DESKRIPSI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DALAM KEGIATAN BERMAIN BALOK PADA ANAK TK USIA 5-6 TAHUN SE-GUGUS TERATAI UMBULHARJO YOGYAKARTA.

Suyadi (2010: 69) menyatakan bahwa perkembangan motorik halus adalah meningkatnya pengkoordinasian yang melibatkan otot dan saraf yang jauh lebih kecil dan lebih detail. Kelompok otot dan saraf inilah yang mampu menghasilkan gerak motorik halus seperti meremas, menulis, menggambar dan lain-lain. Terkait hal tersebut, teori sistem dinamik (Santrock,2007: 207) yang diajukan oleh Ester Thelen dimana ketika melakukan eksperimen melibatkan seorang bayi membuktikan bahwa perkembangan motorik kasar maupun motorik halus, tidak dipengaruhi oleh hereditas (genetis) seperti yang disampaikan oleh Arthur Gesell (1934; dalam Santrock, 2007: 207). Bayi membangun keterampilan motorik untuk mempersepsi dan melakukan gerakan. Anak harus lebih aktif membangun keterampilan untuk mencapai tujuan dalam batasan tertentu. Dalam mengembangkan kemampuan motorik, bayi harus mempersepsikan hal yang memotivasi dirinya untuk melakukan suatu gerak dan memanfaatkan persepsinya untuk memperhalus gerakan (Santrock, 2007: 207). Ketika bayi mulai termotivasi, maka perilaku motorik mulai terbentuk. Perilaku tersebut merupakan gabungan dari beberapa faktor antara lain perkembangan sistem saraf; sifat fisik tubuh dan kemungkinan gerakan; tujuan yang memotivasi bayi; dan dukungan lingkungan atas keterampilan yang akan dilakukan (Halleman dkk, 2005 dalam Santrock, 2007: 207).
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS IV DAN V SD NEGERI SEMBUNG KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN.

KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS IV DAN V SD NEGERI SEMBUNG KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN.

Kemampuan motorik merupakan kualitas kemampuan seseorang yang dapat mempermudah dalam melakukan keterampilan gerak, disamping itu kemampuan motorik juga sebagai landasan keberhasilan masa datang didalam melakukan tugas keterampilan olahraga. Seseorang yang mempunyai kemampuan motorik tinggi diduga akan lebih berhasil dalam menyelesaikan tugas kemampuan motorik khusus. Kemampuan motorik seseorang memang berbeda-beda dan tergantung pada banyaknya pengalaman gerakan yang dikuasai. Hal tersebut dipertegas oleh pernyataan menurut Yanuar Kiram (1992: 67), bahwa kemampuan motorik seseorang untuk dapat menguasai keterampilan-keterampilan motorik olahraga berbeda-beda. Perbedaan tersebut antara lain dikarenakan oleh: perbedaan kemampuan kondisi dan koordinasi yang dimiliki, perbedaan umur, perbedaan pengalaman gerakan (banyak atau sedikit), perbedaan jenis kelamin, perbedaan tujuan dan motivasi dalam mempelajari sesuatu keterampilan motorik, perbedaan kemampuan kognitif, dan perbedaan frekuensi latihan.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

MEMBATIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK B DI BA ASYIYAH WONOSARI  Upaya meningkatkan kemampuan motorik halus melalui membatik pada anak kelompok B di BA Aisyiyah Wonosari tahun ajaran 2015/2016.

MEMBATIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK B DI BA ASYIYAH WONOSARI Upaya meningkatkan kemampuan motorik halus melalui membatik pada anak kelompok B di BA Aisyiyah Wonosari tahun ajaran 2015/2016.

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui beberapa tindakan dari siklus I dan siklus II, kemudian berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa melalui metode membatik sangat tepat dan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Hal ini dapat ditunjukkan hasil analisis yang didapat bahwa rata-rata prosentase kemampuan motorik halus anak kelompok B BA Aisyiyah Wonosari pada saat sebelum tindakan 52,18% pada siklus I adalah 68.43% dan pada siklus II adalah 86,56%.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DEN

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DEN

Motorik kasar merupakan sistem motorik yang lebih awal berkembang dibandingkan dengan motorik halus. Sehingga perlu adanya perhatian khusus dalam merangsang perkembangan motorik halus anak. Kemampuan motorik halus merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh anak usia dini agar anak siap dalam melakukan kegiatan lainnya seperti menebalkan, menulis, menggambar dan kegiatan lainnya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar anak usia dini matang dan berkembang dalam aspek motorik halusnya melalui kegiatan menebalkan. Secara teoritis kegiatan menebalkan menggunakan media gambar mampu melatih kemampuan motorik halus anak. Sebelum menggunakan media gambar kemampuan anak dalam kegiatan menebalkan kurang berkembang. Dengan demikian penelitian ini dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di Paud As-Syaadah Kota Bandung kelompok B usia 4-6 tahun dengan jumlah 10 orang anak dengan pelaksanaan penelitian selama 1 semester. Setelah melakukan penelitian, adanya perbandingan yang signifikan dengan nilai rata-rata kemampuan awal 1,7 (42,5%) dan kemampuan akhir 3,5 (87,5%) sehingga memiliki peningkatan sebesar 1,8 dengan presentase peningkatan kemampuan sebesar 45%. Dengan demikian penelitian kegiatan menebalkan bentuk geometri menggunakan media gambar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALU

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALU

Maksud penyusunan naskah ini adalah untuk mengikuti Lomba Karya Ilmiah Inovatif Pembelajaran Guru Tahun 2014. Karya Ilmiah ini merupakan hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di TK Plus Ridhotullah 2, dan merupakan harapan bagi setiap guru TK untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak TK, di antaranya pembuatan kolase, di mana pembelajaran melalui PTK pada pengembangan seni ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas anak. Dan untuk menunjang keberhasilan dari pembelajaran ini di antaranya adalah keuletan, yang disertai dengan sikap sabar dan teliti yang penuh rasa tanggung jawab dari guru dalam menghadapi anak didik.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 3 PENGASIH KECAMATAN PENGASIH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN AJARAN 2016/2017.

KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 3 PENGASIH KECAMATAN PENGASIH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN AJARAN 2016/2017.

Kegiatan proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga kesehatan di Sekolah dasar Negeri 3 Pengasih pada kelas 4, belum berjalan efektif dikarenakan adanya kesenjangan kemampuan penguasaan gerak dari masing-masing siswa. Dilihat dari kesenjangan yang terjadi, ada beberapa siswa mengalami kesulitan mengikuti gerak yang dicontohkan oleh guru. Hal ini menjadi penghambat dalam proses pembelajaran. Siswa cenderung lambat dalam memberikan respon terhadap intruksi yang diberikan oleh guru atau ketidaksesuaian gerak yang dilaksanakan oleh siswa dengan materi yang diajarkan. Faktor yang mempengaruhi terjadi hal tersebut yaitu kebiasaan siswa yang sehari-harinya lebih suka menghabiskan waktu di game, melihat televisi daripada bergerak melalui olahraga untuk mengembangkan kemampuan motoriknya. Selain itu tipe tubuh juga mempengaruhi perkembangan kemampuan motorik karena tipe tubuh yang gemuk cenderung lebih lambat bergerak, misalnya kurang dalam unsur kecepatan dalm kemampuan motorik.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE KOLASE PADA ANAK DIDIK  UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE KOLASE PADA ANAK DIDIK KELOMPOK B TK PERTIWI GOTPUTUK KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE KOLASE PADA ANAK DIDIK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE KOLASE PADA ANAK DIDIK KELOMPOK B TK PERTIWI GOTPUTUK KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA.

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga skripsi yang berjudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Metode Kolase Pada Anak Didik Kelompok B TK Pertiwi Gotputuk Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora Tahun 2015/2016” sebagai tugas akhir guna memperoleh gelar Sarjana dalam bidang pendidikan ini dapat diselesaikan dengan baik.

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Dengan Media Lego Konstruksi Pada Anak Kelompok B Di TK BA Sentono Ngawonggo Ceper Klaten Tahun Ajaran 2013/2014.

PENDAHULUAN Upaya Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Dengan Media Lego Konstruksi Pada Anak Kelompok B Di TK BA Sentono Ngawonggo Ceper Klaten Tahun Ajaran 2013/2014.

Salah satu pengembangan kemampuan dasar di TK yaitu kemampuan motorik. Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan.Perkembangan motorik berkembang dengan kematangan syarat dan otot.Perkembangan motorik pada anak meliputi motorik kasar dan halus.Motorik kasar menurut Sujiono (2008:1.13) merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri.Perkembangan motorik halus yaitu gerakan yang menggunakan otot-otot halus yang berkoordinasi dengan otak dalam melakukan sesuatu kegiatan. Gerakan motorik halus hanya melibatkan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

Perkembangan motorik merupakan proses memperoleh keterampilan dan pola gerakan yang dapat dilakukan anak. Misalnya dalam kemampuan motorik kasar anak belajar menggerakan seluruh atau sebagian besar anggota tubuh, sedangkan dalam mempelajari kemampuan motorik halus anak belajar ketepatan koordinasi tangan dan mata. Anak juga belajar menggerakan pergelangan tangan agar lentur dan anak belajar berkreasi dan berimajinasi.

10 Baca lebih lajut

MEMANAJEMEN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK ANAK USIA DINI.

MEMANAJEMEN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK ANAK USIA DINI.

Pertama, perkembangan kemam- puan motorik reflek adalah pada tingkatan ini anak akan mendapatkan informasi tentang lingkungan dengan cepat. Contoh motorik reflek adalah reaksi anak terhadap cahaya, dan bunyi. Pada tingkatan ini anak akan belajar tentang keberadaan dirinya dan alam sekitar. Gerakan reflek merupakan gerak pertama yang dapat dikuasai dalam perkembangan kemampuan motorik umat manusia, dimana perkembangan kemampuan motorik anak untuk mengenali informasi yang diterima. Yang kemudian anak akan mampu memberikan reaksi yang cocok sesuai dengan informasi atau rangsangan yang datang. Melaui proses bermain anak akan dapat dilatih gerak reflek yang di miliki dan anak akan dapat belajar dan beradaptasi terhadap dunia di sekitarnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

meningkatkan kemampuan motorik halus den e3164c9f

meningkatkan kemampuan motorik halus den e3164c9f

Pelaksanaan tindakan siklus II dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dari tindakan siklus I yang belum mencapai KKM yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 75% sedangkan yang diperoleh siswa mencapai 73%. Pelaksanaan siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan yaitu pertemuan pertama dilaksanakan pada hari senin 9 Mei 2016 dan pertemuan kedua dilaksnakan pada hari selasa 10 Mei 2016 dan tahapannya sama dengan pelaksanaan siklus I yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi, analisis dan refleksi. Setelah pelaksanaan tindakan siklus II dan evaluasi dengan observasi kemampuan menjahit bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik halus anak dalam menjahit dari siklus I. Adapun hasil evaluasi siklus II dengan persentase ketuntasan mencapai 91% atau 10 dari 11 anak mencapai KKM dengan memperoleh *4/Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 5 anak dan *3/Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 5 dan yang tidak tuntas adalah 1 anak dengan memperoleh *2/Mulai Berkembang (MB). Ketuntasan belajar anak siklus I dan II memperoleh peningkatan sebesar 18%.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

sumbangan kemampuan motorik

sumbangan kemampuan motorik

SUMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK Oleh: Agus Supriyanto Agus_Supriyanto@uny.ac.id KESEHATAN YANG BAIK KATARSIS EMOSIONAL KEMANDIRIAN... PERKEMBANGAN MOTORIK YANG SANGAT PESAT SELAMA TA[r]

6 Baca lebih lajut

kemampuan motorik kasar dan halus

kemampuan motorik kasar dan halus

Kegiatan anak dalam ruangan, pemaksimalan ruangan dapat sijasikan strategi untuk menyediakan ruang gerak yang bebas bagi anak untuk berlari melompat dan menggerakkan seluruh anggota tubuhnya dengan cara cara yang tidak terbatas, selain itu penyediaan alat bermain diluar ruangan bisa mendoromg anak untuk meningkatkan koordinasi dan pengembangan kekuatan tubuhnya, stimulasi stimulasi tersebut akan membantu pengoptimalan kemampuan psikomotorik kasar. Sedangkan koordinasi, fisik dan stamina secara bertahap bisa dikembangkan secara sendiri. Kemampuan motorik halus bisa dikembangkan dengan cara anak menggali pasir dan tanah, menuangkan air mengambil dan mengumpulkan batu batu, dedaunan atau benda kecil lainya, dan bermain permainan luar ruangan seperti kelerang, peningkatan potensi kemampuan psikomotorik halus ini merupakan modal dasar untuk menulis. (YollyMulya: 2013)
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

TINGKAT KEMAMPUAN MOTORIK PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 KRETEK.

TINGKAT KEMAMPUAN MOTORIK PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 KRETEK.

1. Elene Elyonara (2012) dengan judul “kemampuan motorik peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 3 Gamping”, instrumen yang digunakan yaitu Barrow motor abiliity test yang meliputi: (1) Standing board jump, (2) Soft ball throw, (3) Zig-zag run, (4) Wall pass, (5) Medicine Ball-put, dan lari 60 yard. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 3 Gamping. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tes dan pengukuran. Berdasarkan hasil Barrow motor ability test, diketahui bahwa test tersebut memiliki mean 300, sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 3 Gamping memiliki kemampuan motorik sedang. Secara rinci kemampuan motorik peserta ekstrakurikuler bolavoli tersebut adalah sebagai berikut: terdapat 1 siswa (5%) berkategori kurang sekali, 5 siswa (25%) berkategori kurang, 6 siswa (30%) berkategori sedang, 6 siswa (30%) berkategori baik, dan 2 siswa (10%) berkategori baik sekali.
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

Hubungan Kegiatan Montase dengan Kemampuan Motorik Halus Anak di Kelompok B1 TK Alkhairaat Tondo palu | Munawara | Bungamputi 7268 24216 1 PB

Hubungan Kegiatan Montase dengan Kemampuan Motorik Halus Anak di Kelompok B1 TK Alkhairaat Tondo palu | Munawara | Bungamputi 7268 24216 1 PB

Masalah dalam tulisan ini adalah apakah ada hubungan kegiatan montase dengan kemampuan motorik halus. Sehubugan dengan masalah tersebut penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan kegiatan Montase, untuk mengetahui pengembangan motorik halus pada anak, dan untuk mengetahui hubungan kegiatan montase dengan kemampuan motorik halus anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya. Subyek penelitian ini adalah anak didik di Kelompok B1 di TK Alkhairaat Tondo Palu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kegiatan montase dengan kemampan motorik halus anak, telihat dari peningkatan jumlah anak pada setiap aspek yang diamati dari seiap minggunya. Kekuatan jari jemari dalam menggunting terdapat 3 anak (15%) kategori BSB, ada 6 anak (30%) kategori BSH, ada 7 anak (35%) kategori MB, dan 4 anak (20%) kategori BB. Selanjutnya, ketepatan menempel, terdapat 3 anak (14%) kategori BSB, ada 7 anak (37%) kategori BSB, ada 7 anak (34%) kategori MB, dan ada 3 anak kategori BB, dan pada aspek kesesuaian hasil karya, terdapat 3 anak (13%) kategori BSB, ada 6 anak (32%) kategori BSH, ada 7 anak (34%) kategori MB, dan 4 anak (19%) kategori BB. Kemudian, hasil rekapitulasi hasil penelitian terdapat 15% kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), ada 33% kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), ada 34% kategori Mulai Berkembang, dan ada 18% kategori Belum Berkembang (BB). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan montase ada hubungan antara kegiatan montase dengan kemampuan motorik halus anak.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

kemampuan motorik siswa selabora uny

kemampuan motorik siswa selabora uny

Status gizi merupakan kondisi dari setiap individu yang dipengaruhi oleh penggunaan zat makan. Masalah status gizi pada anak adalah masalah yang sangat penting, karena satus gizi bagi anak sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pada anak usia prasekolah merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, sehingga staus gizi bagi anak tersebut harus mendapat perhatian yang serius. Gizi merupakan sumber utama untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Seperti apa yang dikemukakan oleh Sukintaka (2001: 47) bahwa berkembangnya kemampuan motorik sangat ditentukan oleh partumbuhan dan perkembangan. Mengingat status gizi sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak, maka tugas sebagai orang tua, guru penjas maupuan pelatih agar memberikan pengertian pada anak-anak untuk berperilaku hidup yang sehat dengan cara mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN TGFU DAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN DASAR SEPAKBOLA DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK TINGGI DAN KEMAMPUAN MOTORIK RENDAH - repository UPI T POR 1402665 Title

PENGARUH PEMBELAJARAN TGFU DAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN DASAR SEPAKBOLA DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK TINGGI DAN KEMAMPUAN MOTORIK RENDAH - repository UPI T POR 1402665 Title

PENGARUH PEMBELAJARAN TGFU DAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN DASAR SEPAKBOLA DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK TINGGI DAN KEMAMPUAN MOTORIK RENDAH Oleh Luqman Hakim Univers[r]

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...