KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA

Top PDF KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA:

PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KEMAMPUAN DOSEN DALAM PENGELOLAAN KELAS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR  Pengaruh Persepsi Mahasiswa Tentang Kemampuan Dosen Dalam Pengelolaan Kelas Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar Kewirausahaan Mahasis

PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KEMAMPUAN DOSEN DALAM PENGELOLAAN KELAS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR Pengaruh Persepsi Mahasiswa Tentang Kemampuan Dosen Dalam Pengelolaan Kelas Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar Kewirausahaan Mahasis

dipengaruhi olehpersepsi mahasiswa tentangkemampuan dosen dalam pengelolaan kelas dan kemandirian belajar mahasiswa. Kesimpulan yang diambil adalah: 1) persepsi mahasiswa tentang kemampuan dosen dalam pengelolaan kelas terhadap hasil belajar kewirausahaan mahasiswa dapat diterima. Hal ini berdasarkan analisis regresi linier ganda (uji t) diketahui bahwa > 7,593> 1,979 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,000 dengan sumbangan relatif sebesar 61% dan sumbangan efektif 32,98%. 2) kemandirian belajar mahasiswa terhadap hasil belajar kewirausahaanmahasiswa dapat diterima. Hal ini berdasarkan analisis regresi linier ganda (uji t) diketahui bahwa > , yaitu 5,535> 1,979 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,000 dengan sumbangan relatif sebesar 39% dan sumbangan efektif 21,15%. 3)persepsi mahasiswa tentangkemampuan dosen dalam pengelolaan kelas dan kemandiriaan belajar mahasiswa terhadap hasil belajar kewirausahaan mahasiswa dapat diterima. Hal ini berdasarkan analisis variansi regresi linier ganda (uji F) diketahui bahwa > , yaitu 75,409> 3,067 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,000. 4) Koefisien determinasi (R 2 ) sebesar 0,541 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh persepsi mahasiswa tentang kemampuan dosen dalam pengelolaan kelas dan kemandirian belajar mahasiswa terhadap hasil belajar kewirausahaan mahasiswa adalah sebesar 54,1%, sedangkan sisanya sebesar 45,9% dipengaruhi oleh variabel lain.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS  Pengaruh Lingkungan Belajar Dan Kreativitas Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS Pengaruh Lingkungan Belajar Dan Kreativitas Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Pengaruh Lingkungan Belajar dan Kreativitas Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2011”

18 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING PADA MATA KULIAH KALKULUS DIFFERENSIAL

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING PADA MATA KULIAH KALKULUS DIFFERENSIAL

Permasalahan-permasalahan terkait motivasi belajar seperti rendahnya keaktifan mahasiswa dalam mengemukakan ide atau tanggapan, kurangnya perhatian mahasiswa terhadap perkuliahan matematika, serta kurangnya kemandirian belajar matematika mahasiswa menjadi tugas dan tantangan bagi pendidik untuk segera diselesaikan dan ditemukan alternatif solusinya. Perkembangan pembelajaran berbasis e-learning telah semakin kian pesatnya dewasa ini. Agar upaya peningkatan kemandirian mahasiswa pada matakuliah kalkulus differensial, dengan pendukung office 365 diharapkan meningkatkan pembelajaran mahasiswa secara mandiri maupun kerjasama kelompok. Bentuk perangkat pembelajaran menggunakan office 365menampilkan langkah program maple ke dalam sway online umpan balik mahasiswa dengan onenote online, diharapkan membantu kemandirian belajar mahasiswa.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa yang telah menempuh semester I pada program studi pendidikan matematika, yaitu mahasiswa semester II dari program studi teknik informatika Universitas PGRI Madiun. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar mahasiswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (35,3%), siklus II (64,7%), siklus III (88,2%). Sedangkan kemandirian belajar mahasiswa juga mengalami peningkatan yaitu dari siklus I (58,8%), siklus II (70,6%), dan siklus III (76,4%). Simpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran berbasis e-learningdapat berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar mahasiswa dalam proses perkuliahan dan terhadap prestasi belajar mahasiswa, tetapi hal tersebut juga harus didukung oleh beberapa faktor terutama dalam diri mahasiswa. Kesadaran akan pentingnya belajar kemandirian juga harus ditanamkan dalam diri mahasiswa agar mereka termotivasi untuk mencapai ketuntasan belajar, dan metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran dalam perkuliahan pendidikan matematika.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PEMBELAJARAN METODE TUTORIAL DENGAN PARTISIPASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA DI STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2012 NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN PEMBELAJARAN METODE TUTORIAL DENGAN PARTISIPASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA DI STIKES AIS

HUBUNGAN PEMBELAJARAN METODE TUTORIAL DENGAN PARTISIPASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA DI STIKES AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2012 NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN PEMBELAJARAN METODE TUTORIAL DENGAN PARTISIPASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA DI STIKES AIS

Konsep belajar mandiri menurut Surya, Hendra (2003) adalah proses menggerakkan kekuatan atau dorongan dari dalam diri individu yang belajar untuk menggerakkan potensi dirinya mempelajari objek belajar tanpa ada tekanan atau pengaruh asing di luar dirinya. Ciri-ciri pokok peserta didik mampu mandiri dalam belajar dapat dilihat dari bagaimana ia memulai belajarnya, mengatur waktu dalam belajar sendiri melakukan belajar dengan cara dan teknik sesuai dengan kemampuan sendiri serta mampu mengetahui kekurangan diri sendiri. Sebagai syarat agar siswa dapat belajar mandiri, siswa tersebut harus memiliki dan melatih metode belajar yang baik, sehingga sejak awal dari pemberian tugas belajar, harus sudah timbul dalam jiwa dan pikiran anak untuk menata kegiatan belajar sendiri berdasarkan metode belajar yang baik dan pada tahapan-tahapan dalam proses belajar tersebut tidak harus "diperintah". Menurut Thoha, Chabib (1996) membagi ciri kemandirian belajar dalam delapan jenis, yaitu; 1) mampu berfikir secara kritis, kreatif dan inovatif. 2) tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain. 3) tidak lari atau menghindari masalah. 4) memecahkan masalah dengan berfikir yang mendalam. 5) apabila menjumpai masalah dipecahkan sendiri tanpa bantuan orang lain. 6) tidak merasa rendah diri apabila harus berbeda dengan orang lain. 7) berusaha bekerja dengan penuh ketekunan dan kedisiplinan. 8) bertanggung jawab atas tindakannya sendiri. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan kemandirian belajar pada setiap siswa akan nampak jika siswa telah menunjukkan perubahan dalam belajar. Siswa belajar untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan padanya secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

SIKAP  BELAJAR  MAHASISWA  DITINJAU  DARI  KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN   Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Ak

SIKAP BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Ak

Sikap belajar merupakan persoalan yang krusial dalam proses belajar, setinggi apapun pengetahuan dan ketrampilan yang di miliki dari proses belajar, tidak akan bermakna jika seseorang tidak bertingkah laku yang baik. Terlebih di mata masyarakat sekitar, keberhasilan pendidikan pada umumnya diukur melalui sikap seseorang. Seseorang dalam berinteraksi atau bertingkah laku dilihat dari pandangan yang telah ia lihat, menjadikan apa yang dilihat sebagai perasaan suka atau tidak suka, dan akan ikut menentukan kecenderungan bagaimana seseorang berperilaku. Saat ini mahasiswa pada Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta kurang aktif dalam proses belajar mengajar. Mereka cenderung diam saat dosen memberikan kesempatan untuk menanyakan apa yang kurang jelas dari apa yang sudah dijelaskan, terkadang mahasiswa hanya mengikuti proses belajar di dalam kelas tapi mereka tidak memahami apa yang ada dalam proses tersebut. Karena itu, kurangnya sikap dalam belajar akan membawa dampak yang dapat merugikan mahasiswa itu sendiri. Pada umumnya faktor penentu keberhasilan suatu pendidikan ditentukan dari aktifnya mahasisiswa di dalam proses belajar mengajar maupun di luar proses belajar mengajar.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SIKAP  BELAJAR  MAHASISWA  DITINJAU  DARI  KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN   Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Ak

SIKAP BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Ak

dipengaruhi oleh keaktifan berorganisasi dan kemandirian belajar mahasiswa. Kesimpulan yang diambil adalah: 1) keaktifan berorganisasi terhadap sikap belajar mahasiswa pendidikan akuntansi dapat diterima. Hal ini berdasarkan Uji Hipotesis (uji t) diketahui bahwa t hitung > t tabel , 2,682 > 2,001 dan nilai signnifikasi < 0,05, yaitu

17 Baca lebih lajut

PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI PEDAGOGIK DOSEN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA TERHADAP  PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI PEDAGOGIK DOSEN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI AKUNTANSI FKIP UM

PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI PEDAGOGIK DOSEN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA TERHADAP PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI KOMPETENSI PEDAGOGIK DOSEN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI AKUNTANSI FKIP UM

kompetensi Pedaogik Dosen ................................................................... 76 4.2 Histogram dan polygon data Kemandirian Belajar ................................. 77 4.3 Histogram dan polygon data prestasi belajar Mahasiswa ........................ 79 4.5 Grafik statistik uji t variabel Persepsi Mahasiswa mengenai kompetensi

19 Baca lebih lajut

PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1 DITINJAU DARI PARTISIPASI MAHASISWA DALAM ORGANISASI  Prestasi BelajarR Akuntansi Keuangan Menengah 1 DItinjau Dari Partisipasi Mahasiswa Dalam Organisasi Mahasiswa Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidika

PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1 DITINJAU DARI PARTISIPASI MAHASISWA DALAM ORGANISASI Prestasi BelajarR Akuntansi Keuangan Menengah 1 DItinjau Dari Partisipasi Mahasiswa Dalam Organisasi Mahasiswa Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidika

signifikansi 0,000 < 0,05. (4) Hasil perhitungan untuk nilai R 2 sebesar 0,552, dengan Sumbangan Efektif partisipasi ORMAWA sebesar 34,2% dan kemandirian belajar sebesar 21%, berarti 55,2% prestasi belajar AKM 1 dipengaruhi oleh variabel partisipasi ORMAWA dan kemandirian belajar, sisanya sebesar 44,8% dipengaruhi variabel di luar penelitian

18 Baca lebih lajut

APLIKASI TEORI BELAJAR BERKAITAN DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA

APLIKASI TEORI BELAJAR BERKAITAN DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA

Dalam operant conditioning perilaku dapat "dibentuk" (shaping) melalui penggunaan re- inforcement yang tepat. Skinner menjelaskan bahwa reinforcement adalah elemen kunci dalam teori operant conditioning, yang dapat meng- akibatkan perilaku tersebut berulang kembali atau menghilang sesuai keinginan (Ormrod, 2012). Dalam penelitian ini, mahasiswa juga memperlihatkan perilaku yang lebih baik ketika diberikan pujian. Pemberian reinforcement ini mengubah perilaku mahasiswa menjadi tidak melanggar atau menunjukkan perilaku yang lebih baik, misalnya dengan bertegur sapa jika bertemu mahasiswa lain, kembali ke asrama tepat waktu, dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan penelitian Mendari (tahun) yang bahwa konsep motivasi belajar berkaitan erat dengan prinsip bahwa memperoleh reinforcement/pe- nguatan dibandingkan dengan perilaku yang tidak mendapat penguatan atau perilaku yang terkena hukuman (punishment). Pemberian re- inforcement dapat disimpulkan lebih efektif ter- hadap perubahan perilaku dibandingkan dengan punishment (Mendari, 2010).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS  Pengaruh Lingkungan Belajar Dan Kreativitas Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS Pengaruh Lingkungan Belajar Dan Kreativitas Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah

Faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar yang lain adalah faktor yang berasal dari diri murid atau faktor psikologis, diantaranya adalah minat dan bakat. Minat dan bakat yang dimiliki seorang individu akan dapat ia gunakan guna mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki, sehingga individu dapat bersikap kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Seseorang yang ingin mempunyai kemandirian dalam proses pembelajaran harus bisa untuk bersikap kreatif, karena dengan mempunyai kreativitas maka seseorang itu dapat mengembangkan ide-ide yang dimilki sehingga mahasiswa tidak hanya menerima apa saja yang diberikan oleh dosen tetapi dapat memberikan sumbangan yang sifatnya membangun. Menurut Drevdahl (dalam Elizabeth B. Hurlock, 2004: 4): “Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk dapat menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya”.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KEMAMPUAN DOSEN DALAM PENGELOLAAN KELAS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR  Pengaruh Persepsi Mahasiswa Tentang Kemampuan Dosen Dalam Pengelolaan Kelas Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar Kewirausahaan Mahasis

PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KEMAMPUAN DOSEN DALAM PENGELOLAAN KELAS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR Pengaruh Persepsi Mahasiswa Tentang Kemampuan Dosen Dalam Pengelolaan Kelas Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar Kewirausahaan Mahasis

Elsy Norma / A210120027 . PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KEMAMPUAN DOSEN DALAM PENGELOLAAN KELAS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN TAHUN 2013 / 2014 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA. Skripsi.Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Desember, 2016.

18 Baca lebih lajut

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Kemandirian Belajar Mahasiswa terhadap Hasil Belajar dengan Pemanfaatan Schoology sebagai Alat Evaluasi: Studi pada Mata Kuliah Administrasi Pendidikan PTIK FTIUKSW T1  F

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Kemandirian Belajar Mahasiswa terhadap Hasil Belajar dengan Pemanfaatan Schoology sebagai Alat Evaluasi: Studi pada Mata Kuliah Administrasi Pendidikan PTIK FTIUKSW T1 F

lebih aktif pada pembelajaran. Selain sebagai media untuk mempublikasikan materi pembelajaran, schoology dapat dijadikan sebagai media untuk melaksanakan evaluasi pembelajaran untuk melihat sejauh mana mahasiswa sudah menguasai materi yang disampaikan oleh dosen saat dikelas dan sejauh mana mereka menguasai pengetahuan melalui pembelajaran mandiri di luar kelas. Dengan pemanfaatan schoology sebagai media evaluasi pembelajaran, diharapkan mahasiswa memiliki ketenangan dan kesiapan menghadapi (tes) evaluasi karena selama ini penelitian tentang pemanfaatan schoology masih berkisar hanya pada schoology sebagai media pemberian materi pembelajaran secara online. Penelitian ini mau melihat bagaimana scholoogy dipakai untuk melakukan tes evaluasi secara online atau di luar kelas pembelajaran. Maka dengan memanfaatkan schoology sebagai alat tes bukan dalam kelas, maka diharapkan pelaksanaan ini dan hasilnya akan benar-benar mencerminkan kemandirian belajar mahasiswa mencari sumber belajar dan mengeksplor pengetahuannya yang didapat secara mandiri. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Dzuliatin (2016), hasil penelitian menyatakan terdapat perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang memiliki self regulated learning yang tinggi dan self regulated learning yang rendah dan juga terdapat terdapat perbedaan hasil belajar dengan berbantuan LMS schoology dan pembelajaran konvensional [7]. Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini ialah bagaimana pengaruh kemandirian belajar mahasiswa terhadap hasil belajar dengan pemanfaatan schoology sebagai alat evaluasi dan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar mahasiswa terhadap hasil belajar dengan pemanfaatan schoology sebagai alat evaluasi.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DAN GAYA BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA MAHASISWA.

HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DAN GAYA BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA MAHASISWA.

Salah satu faktor internal lainnya yang dapat mempengaruhi kemandirian belajar mahasiswa adalah gaya belajar yang dimiliki oleh masing- masing mahasiswa. Gaya belajar adalah cara konsisten yang dilakukan seseorang dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berfikir dan memecahkan persoalan (Nasution, 2003: 94). Setiap mahasiswa harus memahami jenis gaya belajarnya sendiri. Dengan demikian, ia telah memiliki kemampuan mengenal diri yang lebih baik dan mengetahui kebutuhannya. Pemahaman akan masing-masing gaya belajar akan memberikan pelayanan yang tepat terhadap apa dan bagaimana sebaiknya disediakan dan dilakukan agar pembelajaran saat kuliah dapat berlangsung optimal. Bobbi De Porter, Mark Reardon, dan Sarah Singer Nourie dalam Quantum Teaching (2008: 84) mengungkapkan gaya belajar seseorang dapat dibedakan dalam gaya belajar visual, auditorial, dan kinestik, tetapi bukan berarti seseorang digolongkan kedalam salah satu tipe secara permanen”. Pada kenyataannya semua
Baca lebih lanjut

190 Baca lebih lajut

KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA (1)

KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA (1)

Penelitian ini dirancang berdasarkan pendekatan kuantitatif. Ditinjau dari jenis metodenya, termasuk jenis penelitian survey. Dilihat dari tingkat eksplanasinya termasuk penelitian deskriptif. Subyek penelitian melibatkan para mahasiswa program PJJ PGSD UKSW Kabupaten Pati yang berstatus sebagai guru SD, yang mengikuti perkuliahan rumpun Bahasa Indonesia, Matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan. Data primer penelitian dikumpulkan melalui pengukuran tingkat kemandirian belajar mahasiswa dan kompetensi hasil belajar mahasiswa. Instrument penelitian menggunakan instrument skala kemandirian belajar mahasiswa. Sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui studi dokumen daftar nilai mahasiswa. Instrumen skala kemandirian belajar mahasiswa terdiri dari 30 item dan telah diuji tingkat reliabilitasnya (α)= 0,831. Teknik dianalisis data menggunakan teknik analisis statistik Chi Square Friedman Test untuk melihat mean rank serta uji ANCOVA untuk menguji peran kemandirian belajar sebagai variabel moderator pencapaian kompetensi hasil belajar mahasiswa berdasarkan jenis kelaminnya.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH II PADA MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH II PADA MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

Kemandirian perlu diungkap secara operasional. Kemandirian yang tidak sama diantara mahasiswa akan terlihat dengan kegiatan-kegiatan operasional yang berbeda diantara mereka. Perbedaan kemandirian belajar ini apakah berdampak juga terhadap hasil belajar atau prestasi belajar mahasiswa. Dari berbagai pengalaman riil, kemandirian belajar mahasiswa cukup diperlukan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Dosen terkadang hanya menjelaskan konsep atau teori saja, sementara contoh riil sering dirasa kurang bermakna di perguruan tinggi. Keanekaragaman struktur dan jenis soal perlu difahami sendiri oleh mahasiswa dengan berpedoman pada teori yang tersaji, agar semakin dapat menguasai mata kuliah yang terkait secara mendalam.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MANAJEMEN WAKTU TERHADAP INDEKS PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN EKONOMI STAMBUK 2015 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN.

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MANAJEMEN WAKTU TERHADAP INDEKS PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN EKONOMI STAMBUK 2015 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN.

1. Bagi dosen diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pendukung agar membantu mahasiswa dalam membentuk jiwa kemandirian belajar dan memiliki manajemen waktu yang baik, seperti: melatih kemampuan secara mandiri pada setiap mahasiswa dalam mengerjakan tugas dan memecahkan suatu masalah atau kasus dalam perkuliahan, mencari sumber referensi lain secara individu sebagai bahan pendukung perkuliahan, dan melakukan evaluasi belajar untuk melihat sejauh mana perkembangan kemandirian belajar mahasiswa.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Strategi Pembelajaran PQ4R terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kemandirian Belajar bagi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Getasan Kabupaten Semarang T1  Full text

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Strategi Pembelajaran PQ4R terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kemandirian Belajar bagi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Getasan Kabupaten Semarang T1 Full text

Suatu proses interaksi antara guru dan siswa yang melibatkan pengembangan pola berfikir dan mengolah logika pada suatu lingkungan belajar yang sengaja diciptakan guru dengan berbagai metode agar program belajar matematika tumbuh dan berkembang secara optimal disebut sebagai pembelajaran matematika. Hal tersebut didukung oleh pendapat Rahayu (2007) yang menyatakan bahwa hakikat pembelajaran matematika adalah proses yang sengaja dirancang dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan yang memungkinkan seseorang (si pelajar) melaksanakan kegiatan belajar matematika dan pembelajaran matematika harus memberikan peluang kepada siswa untuk berusaha dan mencari pengalaman tentang matematika. Akan tetapi sering kali pembelajaran matematika yang berlangsung di berbagai sekolah kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari pengalaman tentang matematika karena berbagai alasan. Hal ini didukung oleh Suyanto dan Hisyam dalam Panjaitan (2010) yang mengemukakan bahwa selama ini pembelajaran matematika masih berpusat pada guru dan sangat menitikberatkan ranah kognitif. Guru masih menjalankan pembelajaran satu arah dimana guru sebagai sumber belajar dan siswa sebagai penerima. Otoriter guru membatasi ruang gerak dan peran serta siswa dalam pembelajaran sehingga siswa harus mengikuti semua yang diperintahkan guru tanpa memberik an pendapatnya (Ta’rifin, 2013). Lebih lanjut, Prasetyasari (2011) juga menyatakan bahwa pembelajaran yang didominasi oleh guru menjadikan siswa kesulitan memahami materi yang dipelajari. Guru cenderung lebih aktif memberikan pengetahuan pada siswa, akibatnya siswa tidak merasa perlu untuk mempelajari atau membaca materi terlebih dahulu. Selain itu, selama ini siswa hanya mencatat apapun yang dikatakan guru atau disebut menyalin catatan. Oleh karena itu menyebabkan mayoritas siswa menganggap matematika merupakan mata pelajaran yang sulit untuk dipahami dan banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk memahami materi matematika. Menurut Hartanto (2009), kesulitan siswa dalam memahami materi bacaan yang terlalu panjang, menunjukan bahwa mereka tidak memahami tentang apa yang mereka baca, hal tersebut berakibat pada hasil belajar yang kurang maksimal dan cenderung rendah serta tingkat ketuntasan hasil belajar yang masih belum tercapai.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh dukungan sosial keluarga dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa cover

Pengaruh dukungan sosial keluarga dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa cover

Prestasi belajar merupakan indikator yang penting untuk mengukur keberhasilan proses belajar siswa, akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa tinggi rendahnya prestasi siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Kualitas mahasiswa dapat dilihat dari prestasi akademik yang diraihnya.

Baca lebih lajut

HUBUNGAN EFIKASI DIRI, KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA.

HUBUNGAN EFIKASI DIRI, KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA.

Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di STIKES Aisyiyah Surakarta. Populasi penelitian adalah mahasiswa Tingkat II Program DIII Kebidanan STIKES Aisyiyah Surakarta dengan sampel sebanyak 60 mahasiswa dengan teknik simple random sampling. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda.

Baca lebih lajut

PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA.

PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA.

Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada mahasiswa tingkat III DIII Kebidanan Akademi Citra Medika Surakarta bulan Maret – April 2013. Tehnik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebesar 40 mahasiswa. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi ganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi. Pengolahan data menggunakan program SPSS.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...