Kemandirian Memperoleh Pekerjaan

Top PDF Kemandirian Memperoleh Pekerjaan:

PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP KEMANDIRIAN MEMPEROLEH PEKERJAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XII DI SMK WISUDHA KARYA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - STAIN Kudus Repository

PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP KEMANDIRIAN MEMPEROLEH PEKERJAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XII DI SMK WISUDHA KARYA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - STAIN Kudus Repository

Angket atau Quesioner merupakan daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh individu yang menjadi responden 9 . Angket terbagi menjadi tiga, yaitu: (1) Angket terbuka: pertanyaan dengan respon angket tidak spesifik (2) Angket tertutup: pertanyaan yang di dalamnya responden memilih satu atau lebih dari kategori spesifik yang telah dicantumkan dan (3) Angket campuran: gabungan antara angket terbuka dan angket tertutup. Dalam penelitian ini, ada dua kuesioner. Yaitu kuesioner untuk konseling individu dan kuesioner untuk kemandirian memperoleh pekerjaan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP KEMANDIRIAN MEMPEROLEH PEKERJAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XII DI SMK WISUDHA KARYA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - STAIN Kudus Repository

PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP KEMANDIRIAN MEMPEROLEH PEKERJAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XII DI SMK WISUDHA KARYA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - STAIN Kudus Repository

Pentingnya pengaruh Konseling individu oleh Guru BK terhadap kemandirian siswa dalam memperoleh potensi yang dimiliki di SMK Wisudha Karya Kudus, meliputi peran Guru BK di Sekolah Menengah Kejuruan dalam menciptakan kemandirian siswa dalam memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Sehingga diharapkan lulusan SMK yang siap kerja dan memiliki sikap kemandirian yang dapat diandalkan mampu untuk menghadapi persaingan era globalisasi dan tantangan masa depan karier. Oleh karena itu diharapkan pelaksanaan konseling individu di SMK Wisudha Karya Kudus dapat terus terlaksana dan semakin ditingkatkan dari tahun ajaran ketahun ajaran, agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP KEMANDIRIAN MEMPEROLEH PEKERJAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XII DI SMK WISUDHA KARYA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - STAIN Kudus Repository

PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP KEMANDIRIAN MEMPEROLEH PEKERJAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XII DI SMK WISUDHA KARYA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - STAIN Kudus Repository

Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. 36 Adapun kerangka berfikir dari penelitian ini ialah dengan menelusuri pengaruh konseling individu terhadap kemandirian peserta didik memperoleh pekerjan, jika konseling individu diterapkan dengan baik maka akan berpengaruh pada kemandirian peserta didik memperoleh pekerjaan artinya kemandirian peserta didik memperoleh pekerjaan sesuai dengan harapan. Namun, jika kemandirian peserta didik memperoleh pekerjaan kurang baik maka konseling individu yang diterapkan tidak mempengaruhi, karena mungkin ada faktor lain yang menjadi penyebabnya. Jadi Konseling Individu atau pemberian bimbingan secara langsung, arahan dan motivasi dapat mempengaruhi kesiapan mental atau sikap kemandirian siswa dalam mengambil suatu keputusan baik itu mengenai pekerjaan atau permasalahan lainnya.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Untuk mengetahui hasil korelasi antara skor item dengan skor total dapat diperoleh dengan bantuan SPSS versi 16 dengan hasil sebagai berikut: Tabel 4.1 Validitas Instrumen Variabel Konseling Individu (X) No Item r Korelasi N=30, Tabel r Product

Untuk mengetahui hasil korelasi antara skor item dengan skor total dapat diperoleh dengan bantuan SPSS versi 16 dengan hasil sebagai berikut: Tabel 4.1 Validitas Instrumen Variabel Konseling Individu (X) No Item r Korelasi N=30, Tabel r Product

Setelah r (koefisien korelasi) dari konseling individu terhadap kemandirian memperoleh pekerjaan kelas XII di SMK Wisudha Karya Kudus tahun pelajaran 2016/2017 diketahui selanjutnya adalah mengkonsultasikan dengan nilai r tabel pada r product moment untuk diketahui signifikannya dan untuk mengetahui apakah hipotesa yang diajukan dapat diterima atau tidak. Hal ini disebabkan apabila r o yang kita peroleh sama dengan atau lebih besar

24 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI MENDONGENG PADA KELOMPOK BERMAIN HARAPAN BANGSA CANDIROTO TEMANGGUNG.

UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI MENDONGENG PADA KELOMPOK BERMAIN HARAPAN BANGSA CANDIROTO TEMANGGUNG.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kemandirian anak adalah kemampuan anak untuk melakukan kegiatan atau tugas sehari-hari secara sendiri tanpa bergantung pada orang lain sesuai dengan tahapan perkembangan dan kapasitasnya. Kemandirian dapat terbentuk setelah melalui proses pendidikan dan latihan yang terarah dan berkesinambungan. Kemandirian bagi anak sangat penting, karena dengan memiliki sifat mandiri anak tidak akan mudah bergantung pada pada orang lain. Kemandirian sangat erat terkait dengan anak sebagai individu yang mempunyai konsep diri, penghargaan terhadap diri sendiri dan mengatur diri sendiri. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa terdapat tiga unsur yang menyertai makna kemandirian bagi anak usia dini, antara lain: (1) mampu melakukan sesuatu tanpa bantuan, (2) berani tampil di depan orang, (3) bertangggung jawab menerima konsekuensi yang menyertai pilihannya. 2. Ciri-ciri Kemandirian Anak Usia Dini
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

T1 202009095 Full text

T1 202009095 Full text

Ormrod (2008:38) mengemukakan bahwa untuk menjadi pembelajar yang benar- benar efektif, siswa harus terlibat dalam beberapa aktivitas mengatur diri sendiri (self- regulating activities). Hasil observasi yang dilakukan, diketahui bahwa siswa kadang meminta bantuan teman saat ulangan, beberapa siswa lebih memilih mengosongkan jawaban dari soal ulangan yang tidak bisa dikerjakan, beberapa siswa setelah ulangan selalu merasa akan mendapat nilai di bawah KKM sehingga harus mengikuti remidi. Hal lain juga terjadi pada saat pembelajaran di kelas, beberapa siswa merasa takut saat guru menunjuk siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis, beberapa siswa juga merasa takut saat guru membimbing siswa secara langsung dalam mengerjakan soal matematika, sebagian besar siswa merasa waktu berjalan sangat lama ketika pelajaran matematika, serta hampir semua siswa tidak suka saat sekolah mengadakan tambahan bimbingan pelajaran. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kemandirian belajar siswa.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM SOLVING DI SMP NEGERI 1 SIPIROK.

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM SOLVING DI SMP NEGERI 1 SIPIROK.

Berdasarkan fakta di lapangan, proses pembelajaran yang cenderung dilakukan guru yaitu guru menyampaikan pelajaran dengan menggunakan metode ceramah sementara para siswa mencatatnya pada buku catatan, tanya jawab dan penugasan akibatnya siswa hanya mendengar, memperhatikan penjelasan guru dan menyelesaikan tugas sehingga kurang terjadi interaksi antar sesama siswa dan guru. Fenomena ini juga terjadi di SMP N 1 Sipirok, dimana guru asyik sendiri menjelaskan materi yang telah dipersiapkan sementara siswa asyik sendiri menjadi penerima informasi yang baik dari guru. Sehingga siswa hanya mencontoh apa yang dikerjakan guru dan mengingat rumus-rumus dan menghapal cara pengerjaan soal (prosedur) yang dilakukan guru tanpa makna dan pengertian dari siswa. Oleh karena itu siswa beranggapan bahwa menyelesaikan suatu soal atau permasalahan matematika cukup dengan mengikuti atau mencontoh apa yang dikerjakan oleh guru yang menyebabkan pembelajaran yang kurang bermakna sehingga mengakibatkan pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa terhadap matematika kurang tercapai dari tujuan pembelajaran serta menghasilkan suatu ragam jawaban yang kurang baik.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

d mtk 0706868 chapter1(1)

d mtk 0706868 chapter1(1)

sekolah dan faktor kemampuan awal matematika siswa. Level sekolah dibagi dalam tiga kelompok yaitu : atas, sedang dan bawah. Digunakannya tiga level dalam penelitian ini bertujuan agar semua kelompok sekolah terwakili sehingga kesimpulan yang didapatkan lebih representatif. Pengelompokan ini juga bertujuan untuk melihat adakah pengaruh bersama antara pembelajaran yang digunakan dan level sekolah terhadap perkembangan kemampuan pemahaman, koneksi dan komunikasi matematis serta kemandirian belajar siswa dalam matematika. Sedangkan kemampuan awal matematika siswa dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu: tinggi, sedang dan rendah. Pengelompokan ini bertujuan untuk melihat adakah pengaruh bersama antara pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal siswa terhadap perkembangan kemampuan pemahaman, koneksi dan komunikasi matematis serta kemandirian belajar matematika siswa.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

d mtk 0706868 chapter1

d mtk 0706868 chapter1

sekolah dan faktor kemampuan awal matematika siswa. Level sekolah dibagi dalam tiga kelompok yaitu : atas, sedang dan bawah. Digunakannya tiga level dalam penelitian ini bertujuan agar semua kelompok sekolah terwakili sehingga kesimpulan yang didapatkan lebih representatif. Pengelompokan ini juga bertujuan untuk melihat adakah pengaruh bersama antara pembelajaran yang digunakan dan level sekolah terhadap perkembangan kemampuan pemahaman, koneksi dan komunikasi matematis serta kemandirian belajar siswa dalam matematika. Sedangkan kemampuan awal matematika siswa dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu: tinggi, sedang dan rendah. Pengelompokan ini bertujuan untuk melihat adakah pengaruh bersama antara pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal siswa terhadap perkembangan kemampuan pemahaman, koneksi dan komunikasi matematis serta kemandirian belajar matematika siswa.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

T MTK 1207189 Abstract

T MTK 1207189 Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemandirian belajar dan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau secara keseluruhan serta berdasarkan Kemampuan Awal Matematis (tinggi, sedang, rendah) antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang terdiri dari kelas eksperimen yang memperoleh Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pembelajaran Penemuan Terbimbing. Populasi penelitian merupakan salah satu SMP di Kota Bandung, Propinsi Jawa Barat, dengan sampel penelitian siswa kelas VIII. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis matematis dan angket skala kemandirian belajar siswa. Pengolahan data dilakukan dengan Uji-T, uji ANOVA dua jalur dan uji Mann-Whitney U . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemandirian belajar dan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis secara keseluruhan antara siswa yang belajar melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing. Akan tetapi terdapat perbedaan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan Kemampuan Awal Matematis (tinggi, sedang, rendah).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungan antara lingkungan belajar, kemandirian belajar dan jumlah jam belajar dengan prestasi belajar siswa : studi kasus pada siswa kelas IX tahun ajaran 2011/2012 Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Jepara Jl. Sunan Mantingan, Demaan Jepara.

Hubungan antara lingkungan belajar, kemandirian belajar dan jumlah jam belajar dengan prestasi belajar siswa : studi kasus pada siswa kelas IX tahun ajaran 2011/2012 Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Jepara Jl. Sunan Mantingan, Demaan Jepara.

Faktor lingkungan memegang peran penting dalam kehidupan siswa. Siswa tidak bisa lepas dari lingkungan tersebut karena siswa selalu berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Tingkat kemandirian belajar dan waktu belajar biasanya dipengaruhi oleh lingkungan di mana siswa tersebut tinggal. Hubungan antara lingkungan, kemandirian belajar, dan waktu belajar itu yang akan menjadi penentu hasil/prestasi siswa. Muhibbin (1995:44), mengatakan bahwa kondisi sebuah kelompok masyarakat yang berdomisili di kawasan kumuh dengan kemampuan ekonomi di bawah garis rata-rata dan tanpa fasilitas umum seperti sekolah dan lapangan olah raga telah terbukti menjadi lahan yang subur bagi pertumbuhan anak-anak nakal.
Baca lebih lanjut

196 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN MELALUI PENDEKATAN DIFFERENTIATED INSTRUCTION.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN MELALUI PENDEKATAN DIFFERENTIATED INSTRUCTION.

Dari pernyataan tersebut dapat dimaknai bahwa dalam pembelajaran yang menggunakan DI, guru menyediakan cara khusus untuk setiap individu siswa untuk belajar sedalam dan secepat mungkin yang mereka mampu, tanpa anggapan bahwa cara belajar siswa adalah identik satu sama lainnya. Guru percaya bahwa siswa harus mencapai standar yang tinggi. Guru bekerja dengan rajin untuk meyakinkan bahwa perjuangan, kemajuan, kerja keras mereka untuk memastikan bahwa siswa berpikir berjuang, maju, dan bekerja lebih keras melebihi harapan mereka sebelumnya. Guru juga bekerja untuk memastikan bahwa setiap siswa secara konsiten mengalami kenyataan bahwa keberhasilan yang mereka peroleh berasal dari kerja keras. Dengan pengalaman pembelajaran DI semua siswa adalah pemenang. Menang artinya bahwa setiap siswa belajar dengan tantangan yang sesuai dengan level mereka, dan siswa akan mengalami kemajuan belajar yang kontinu. Akibatnya kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar siswa menjadi semakin tinggi.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Asuhan Keperawatan pada An.F dengan Prioritas Masalah  Kebutuhan Dasar Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh di Lingkungan IX  Kelurahan Harjosari II Medan Amplas

Asuhan Keperawatan pada An.F dengan Prioritas Masalah Kebutuhan Dasar Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh di Lingkungan IX Kelurahan Harjosari II Medan Amplas

Selain riwayat keperawatan yang umum, perawat memperoleh riwayat khusus diet yang lebih untuk mengkaji kebutuhan nutrisi aktual atau potensial. Riwayat diet berfokus pada kebiasaan asupan cairan dan makanan pasien. Sebaliknya informasi pilihan, alergi masalah dan area yang berhubungan lainnya seperti kemampuan pasien untuk memperoleh makanan (Potter dan Perry, 2005). Tambahan bagi perawat untuk mengkaji adalah pengumpulan faktor-faktor yang mempengaruhi pola diet pasien dan status nutrisi. Faktor-faktor tersebut adalah :

64 Baca lebih lajut

RPPH Tema Pekerjaan Subtema Tugas Dari Pekerjaan | Berkas Paud

RPPH Tema Pekerjaan Subtema Tugas Dari Pekerjaan | Berkas Paud

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN RPPH Usia : 5-6 Tahun Semester/minggu : 2/6 Tema/sub tema/sub sub tema : pekerjaan/ tugas dari pekerjaan/guru mengajar Hari/tanggal : KD : I[r]

12 Baca lebih lajut

bab 01 menjadi wirausaha

bab 01 menjadi wirausaha

Usaha Yang Sesungguhnya • Didasarkan motif untuk melayani dan memperoleh kemandirian • Dengan ketulusan, kerjakeras dan inovasi • Bukan jalan pintas, cara cepat menjadi kaya • Memb[r]

26 Baca lebih lajut

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Strategi Pembelajaran PQ4R terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kemandirian Belajar bagi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Getasan Kabupaten Semarang T1  Full text

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Strategi Pembelajaran PQ4R terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kemandirian Belajar bagi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Getasan Kabupaten Semarang T1 Full text

Laird yang dikutip oleh Haris Mudjiman (2007:14) mengemukakan ciri-ciri kemandirian belajar bahwa 1) kegiatan belajar bersifat mengerahkan diri sendiri tidak dependent; 2) pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam proses pembelajaran dijawab sendiri atas dasar pengalaman bukan mengharapkan jawaban dari guru atau orang lain; 3) tidak mau didekte guru; 4) umumnya tidak sabar untuk segera memanfaatkan hasil belajar; 5) lebih senang dengan problem centered learning daripada content centered learning; 6) lebih senang dengan partisipasi aktif daripada pasif mendengarkan ceramah guru; 7) selalu memanfaatkan pengalaman yang telah dimiliki (konstruktivistik); 8) lebih menyukai collaborative learning ; 9) perencanaan dan evaluasi belajar lebih baik dilakukan dalam batas tertentu antara siswa dan guru; 10) belajar harus dengan berbuat tidak cukup hanya mendengarkan dan menyerap. Sedangkan menurut Ali dan Asrori (2005:117), ciri kemandirian terbagi menjadi beberapa tingkatan yaitu tingkat sadar diri, tingkat saksama, tingkat individualistis, tingkat mandiri. Berdasarkan penjelasan di atas jelas sudah pengertian kemandirian belajar dan ciri-ciri kemandirian belajar sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator-indikator lingkungan keluarga meliputi perencanaan dalam belajar, keinginan memecahkan masalah sendiri, berpartisipasi aktif, keinginan untuk maju, belajar atas inisiatif sendiri, dan melakukan evaluasi sendiri
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI PRAKTEK SEPEDA MOTOR PADA SISWA KELAS X TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK PIRI 1 YOGYAKARTA.

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI PRAKTEK SEPEDA MOTOR PADA SISWA KELAS X TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK PIRI 1 YOGYAKARTA.

sebesar 470,987 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Dari pengujian ini dapat diketahui bahwa nilai probabilitas 0,000 lebih kecil dari 0,05 ( =5%). Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan secara bersamaan dari kedua variabel bebas, yaitu kemandirian belajar dan motivasi berprestasi terhadap prestasi praktek Sepeda Motor. Dengan kata lain, kemandirian belajar dan motivasi berprestasi secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi praktek Sepeda Motor. Pengujian ini sekaligus menunjukkan bahwa model regresi yang dihasilkan sebelumnya dapat digunakan untuk memprediksi prestasi praktek Sepeda Motor dari siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan pada SMK PIRI 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013. Uji F telah membuktikan bahwa hipotesis 3 penelitian dapat diterima, yaitu ada pengaruh positif kemandirian belajar dan motivasi berprestasi secara bersamaan terhadap prestasi praktek Sepeda Motor siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan pada SMK PIRI 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 .
Baca lebih lanjut

162 Baca lebih lajut

Prosedur memperoleh ijin pertambangan – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY

Prosedur memperoleh ijin pertambangan – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY

Syarat Fi a sial a lapora keua ga tahu terakhir ya g telah diaudit oleh aku ta pu lik ke uali u tuk perusahaa aru e ya paika lapora keua ga terakhir; surat per yataa kesa ggupa u tuk e[r]

6 Baca lebih lajut

T MTK 1207189 Chapter5

T MTK 1207189 Chapter5

63 Ari Aryanti, 2015 PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANTARA SISWA YANG MEMPEROLEH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PEMBELAJARAN PENEMUAN [r]

2 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANTARA SISWA YANG MEMPEROLEH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING - repository UPI T MTK 1207189 Title

PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANTARA SISWA YANG MEMPEROLEH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING - repository UPI T MTK 1207189 Title

Ari Aryanti, 2015 PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANTARA SISWA YANG MEMPEROLEH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PEMBELAJARAN PENEMUAN TERB[r]

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...