kepatuhan diet

Top PDF kepatuhan diet:

Analisis Kepatuhan Diet Terhadap Kadar Gula Darah dan Perubahan Status BTA pada Penderita Tuberkulosis Paru dengan Diabetes Melitus (Analysis of Dietary Compliance to Sugar Blood Level and the Change of BTA's Status on Pulmonary Tuberculosis with Diabetes

Analisis Kepatuhan Diet Terhadap Kadar Gula Darah dan Perubahan Status BTA pada Penderita Tuberkulosis Paru dengan Diabetes Melitus (Analysis of Dietary Compliance to Sugar Blood Level and the Change of BTA's Status on Pulmonary Tuberculosis with Diabetes

Menjaga asupan makanan sehari-hari dengan cara mematuhi diet yang diberikan dengan meperb- anyak konsumsi bahan makanan yang dianjurkan dan menghindari atau membatasi bahan makanan yang tidak dianjurkan atau dilarang. Dalam peneli- tian yang telah saya lakukan jenis bahan makanan yang dibatasi yang paling banyak dikonsumsi ada- lah bumbu penyedap, cabai dan gula pasir, oleh karena itu pasien diharapkan dapat mengurangi konsumsi ketiga bahan makanan tersebut untuk mempertahankan kadar gula darah dan menghin- dari batuk yang dapat memperparah penyakit tuberkulosis yang diderita. Kepatuhan diet berguna untuk mempertahankan kadar gula darah guna efektifitas pengobatan TB yang dijalani.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTUL I YOGYAKARTA - DIGILIB UNISAYOGYA

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTUL I YOGYAKARTA - DIGILIB UNISAYOGYA

bulan April 2008 sampai dengan Juli 2009. Responden dalam penelitian ini adalah penderita Diabetes Melitus yang berkunjung di Puskesmas Bantul I dari bulan Januari sampai bulan Juni 2008 sebanyak 57 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kepatuhan diet dengan kadar gula darah penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Bantul I Yogyakarta. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut:

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN DIET DAN PERILAKU MEMBACA INFORMASI NILAI GIZI PRODUK MAKANAN KEMASAN TERHADAP KEPATUHAN DIET PASIEN  Hubungan Pengetahuan Diet Dan Perilaku Membaca Informasi Nilai Gizi Produk Makanan Kemasan Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Penyakit J

HUBUNGAN PENGETAHUAN DIET DAN PERILAKU MEMBACA INFORMASI NILAI GIZI PRODUK MAKANAN KEMASAN TERHADAP KEPATUHAN DIET PASIEN Hubungan Pengetahuan Diet Dan Perilaku Membaca Informasi Nilai Gizi Produk Makanan Kemasan Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Penyakit J

A. Latar Belakang Masalah ............................................................... B. Rumusan Masalah ........................................................................ C. Tujuan Penelitian .......................................................................... D. Manfaat Penelitian ........................................................................ BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ A. Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan Hipertensi ...................... 1. Pengertian PJK dengan Hipertensi .......................................... 2. Etiologi PJK dengan Hipertensi ............................................... 3. Patofisiologi PJK dengan Hipertensi ........................................ 4. Gejala PJK dengan Hipertensi ................................................ 5. Faktor Risiko Terjadinya PJK dengan Hipertensi ..................... B. Pengetahuan Diet ......................................................................... 1. Pengertian Pengetahuan Diet ................................................. 2. Tingkat Pengetahuan Diet ....................................................... 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Diet ............. C. Informasi Nilai Gizi Makanan Kemasan ......................................... 1. Label Gizi ................................................................................ 2. Acuan Label Gizi ..................................................................... 3. Perilaku Membaca Informasi Nilai Gizi Makanan Kemasan ..... 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Membaca ............ D. Kepatuhan Penatalaksanaan Diet ................................................. 1. Kepatuhan ............................................................................... a. Pengertian Kepatuhan ....................................................... b. Jenis Kepatuhan ................................................................ c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Diet ............ 2. Diet Jantung ............................................................................ a. Pengertian Diet Jantung ....................................................
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DIET DIABETES MELITUS  DAN  KEPATUHAN  DIET  DENGAN  KADAR  GULA   HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DIET DIABETES MELITUS DAN KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUANG RAWAT I

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DIET DIABETES MELITUS DAN KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DIET DIABETES MELITUS DAN KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUANG RAWAT I

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan dan melimpahkan segala karunia, nikmat, rahmat Nya yang tak terhingga kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: ”Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Diet Diabetes Melitus dan Kepatuhan Diet dengan Kadar Gula pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Rawat Inap di RSU Pandan Arang Boyolali.” sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar strata satu di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

Cognitive Theory (SCT) terhadap Self-Efficacy, Kepatuhan Diet dan Kadar

Cognitive Theory (SCT) terhadap Self-Efficacy, Kepatuhan Diet dan Kadar

regulasi diri teori SCT diaplikasikan. Latihan dilaksanakan 2 sesi per harinya menggunakan media edukasi video slideshow, sedangkan instruksi pelaksanaan latihan mindfulness based on eating menggunakan alat mp3 berisi rekaman suara peneliti berdurasi 10 menit yang didengarkan oleh responden melalui headset. Setiap pertemuan dilakukan selama 30 menit pada pagi hari, sebanyak 2 kali kunjungan dalam seminggu selama 4 minggu. Evaluasi kadar glukosa darah dilakukan setiap akhir sesi tiap minggu, sedangkan evaluasi intake kalori harian menggunakan 24-hours food recall dilakukan oleh ahli gizi tiap 2 minggu. Kepatuhan diet dan self-efficacy diukur menggunakan kuisioner di awal dan akhir intervensi penelitian. Instrumen kepatuhan diet diukur menggunakan kuisioner PDQ (Personal Diabetes Questionnaire) yang disusun oleh Stetson, et al (2011) dan dimodifikasi oleh peneliti, sedangkan instrumen self efficacy menggunakan lembar kuisioner DIET-SE yang disusun oleh Stich & Tint (2009) dan dimodifikasi oleh peneliti. Kuisioner telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dan dinyatakan valid dan reliabel. Analisis inferensial menggunakan uji Mann Whitney dan Independent t-test dengan tingkat kemaknaan α <0,05. Hasil uji Mann Whitney pada variabel kepatuhan diet menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,031). Hasil uji Mann Whitney pada variabel self-efficacy menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,026). Hasil uji Independent t-test pada variabel kadar glukosa darah menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol baik kadar glukosa darah puasa (GDP) (p = 0,001) maupun kadar glukosa darah post prandial (GDPP) (p = 0,001).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PASIEN GASTRITIS   Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Pada Pasien Gastritis Rawat Inap Di Rsud Sukoharjo.

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PASIEN GASTRITIS Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Pada Pasien Gastritis Rawat Inap Di Rsud Sukoharjo.

Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan dilakukan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 24 pasien gatritis rawat inap di RSUD Sukoharjo. Data tingkat pendidikan dan dukungan keluarga diperoleh dari pengisian kuesioner. Data kepatuhan diet dapat dilihat dari form comstok (sisa makan pasien). Uji kenormalan data menggunakan Shapiro Wilk dan uji hubungan dengan Rank Spearman.

13 Baca lebih lajut

FAKTOR KEPATUHAN DIET PASIEN GAGAL GINJA

FAKTOR KEPATUHAN DIET PASIEN GAGAL GINJA

Abstrak : Faktor Kepatuhan Diet Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa. Penyakit ginjal merupakan salah satu penyebab kematian di Indonesia, dimana jumlah penderita terus bertambah. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa di RSUD. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan populasi pasien GGK yang menjalani hemodialisa di Ruang Hemodialisa dengan jumlah responden (sampel) sebanyak 71 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara langsung dan kemudian diolah secara statistik (univariat dan bivariat). Analisis bivariat menggunakan Chi Square serta untuk melihat variabel yang paling dominant digunakan uji Regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan responden yang patuh sebesar 49.3%. Hasil bivariat didapat variabel yang berhubungan dengan kepatuhan diet adalah pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Hasil multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan adalah pengetahuan (pv=0,003 dan OR = 5.938) setelah dikontrol dengan variabel sikap dan dukungan keluarga.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Lama Pendidikan Dan Persepsi Pasien Tentang Diet Dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Rawat Inap Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Lama Pendidikan Dan Persepsi Pasien Tentang Diet Dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Rawat Inap Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

dengan metode Comstock. Berdasarkan uraian latar belakang, maka penulis ingin meneliti hubungan lama pendidikan dan persepsi pasien tentang diet dengan kepatuhan diet pasien diabetes mellitus tipe II rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

5 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kepatuhan Diet Rendah Garam, Kepatuhan Minum Obat, Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Rehospitalisasi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif

Hubungan Antara Kepatuhan Diet Rendah Garam, Kepatuhan Minum Obat, Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Rehospitalisasi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif

Rehospitalisasi menjadi salah satu faktor yang menentukan prognosis gagal jantung kongestif. Menurut NICOR tahun 2011, di eropa 18,43% pasien gagal jantung kongestif mengalami rehospitalisasi dalam 1 tahun. Di Yogjakarta, prevalensi pasien gagal jantung kongestif yang menjalani rawat inap ulang dalam satu tahun sebesar 52.21% sementara yang dirawat ulang lebih dari satu kali dalam waktu satu tahun sebesar 44.79% (Majid, 2010).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan diet rendah garam, kepatuhan minum obat, riwayat hipertensi, dengan kejadian rehospitalisasi pada pasien gagal jantung kongestif. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional.Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal jantung kongestif yang pernah rehospitalisasi dan sedang dirawat di RSUP H.Adam Malik Medan. Sampel penelitian berjumlah 62 responden, yang diambil dengan cara consecutive sampling.Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Faktor Resiko yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Diet Hipertensi The Risk Factors that Influence in Discipline of Dietary Hypertension

Faktor Resiko yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Diet Hipertensi The Risk Factors that Influence in Discipline of Dietary Hypertension

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2010, menunjukkan bahwa dari sepuluh penyakit terbesar di Puskesmas, hipertensi merupakan penyakit nomor tiga terbesar yaitu 15,6%. Di Puskesmas Sidomulyo sendiri pada tahun 2010 hipertensi merupakan penyakit peringkat pertama dari sepuluh penyakit terbesar yaitu 13,29%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor4faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penderita terhadap diet hipertensi di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain dengan jumlah sampel 177 orang dan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisa yang digunakan adalah analisa bivariat dengan uji dan analisa multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara pengetahuan, usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi dan motivasi terhadap kepatuhan diet hipertensi. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan diet hipertensi adalah usia. Diharapkan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Sidomulyo supaya lebih sering mengingatkan dan mengulang kembali informasi bahwa pentingnya mematuhi diet, seperti memberikan konseling yang mendalam tentang hipertensi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DIET DIABETES MELLITUS DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI DUSUN KARANG TENGAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tingkat Pengetahuan Diet Diabetes Mellitus dengan Kepatuhan Diet pada Penderit

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DIET DIABETES MELLITUS DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI DUSUN KARANG TENGAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tingkat Pengetahuan Diet Diabetes Mellitus dengan Kepatuhan Diet pada Penderit

Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen, menggunakan metode deskriptif kuantitatif korelasional yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara dua variabel. Yaitu tingkat pengetahuan sebagai variabel bebas dan kepatuhan diet pada penderita diabetes mellitus sebagai variabel terikat. Pendekatan waktu yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian menggunkan pengukuran variabel-variabelnya dilakukan hanya satu kali pada satu waktu (Hidayat, 2006). Populasi yang akan menjadi responden dalam penelitian ini adalah seluruh warga dusun Karangtengah yang menderita diabetes mellitus tipe II, berusia diatas 26 tahun, dan tinggal bersama anggota keluarga, dengan jumlah 37 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur minat dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner merupakan alat untuk mengumpulkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian yang berisi penjabaran variabel yang terlibat dalam tujuan penelitian (Notoatmodjo, 2012).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN DIET DIABETES MELITUS PADA PENDERITA  Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Pada Penderita Diabetes Melitus Di Desa Gonilan.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN DIET DIABETES MELITUS PADA PENDERITA Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Pada Penderita Diabetes Melitus Di Desa Gonilan.

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik progresif. Beberapa faktor memegang peranan penting dalam perkembangan kasus diabetes melitus, kemajuan di bidang teknologi menyebabkan perubahan pada gaya hidup seperti aktivitas manusia menjadi kurang bergerak dan perubahan perilaku dan pola makan. Pada tahun 2013 masyarakat di Kabupaten Sukoharjo banyak menderita diabetes melitus. Dalam satu tahun terakhir ini penderita diabetes melitus di Daerah Sukorhajo berkisar sekitar 5.138 orang yang terbagi didalam beberapa wilayah. Wilayah Kartasura adalah salah satu wilayah yang banyak terjadi kasus diabetes melitus di daerah Sukoharjo. Di wilayah tersebut pada bulan September – November 2013 terdapat 615 kasus diabetes melitus. Di wilayah Kartasura yang paling banyak penderita diabetes melitus adalah Desa Gonilan. Di Desa Gonilan terdapat sekitar 45 orang yang menderita diabetes melitus pada tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan diet diabetes melitus pada penderita diabetes melitus di Desa Gonilan Kartasura Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan penelitan cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling yang berjumlah 45 orang. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis Chi-Square (X 2 ) dengan Uji Fisher’s sebagai alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan baik, dan sikap yang positif serta mempunyai kepatuhan tergolong patuh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet (p =0.001), dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus di Desa Gonilan(p = 0,001).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS GALUR 1 KULON PROGO NASKAH PUBLIKASI - Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Galur 1 Kulonpro

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS GALUR 1 KULON PROGO NASKAH PUBLIKASI - Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Galur 1 Kulonpro

Hasil uji korelasi dengan dengan menggunakan sofware SPSS For Windows Version 15 menunjukkan bahwa besarnya koefisien Spearman Rank adalah ρ hitung (0,429) dengan ρ tabel = 0,279. Nilai ρ hitung (0,429) dilihat dari tabel 3.4 tingkat hubungannya adalah sedang. Dan hasil uji statistik p hitung (0,002) lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien hipertensi di wilayah Puskesmas Galur 1 Kulon Progo. Dari hasil nilai Spearman Rank menunjukkan pola positif yang artinya adalah semakin bertambah dukungan keluarga maka semakin tinggi kepatuhan diet pasien.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LAMA PENDIDIKAN DAN PERSEPSI PASIEN TENTANG  DIET DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELLITUS   Hubungan Lama Pendidikan Dan Persepsi Pasien Tentang Diet Dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Rawat Inap Di RS PKU Muhammadiyah

HUBUNGAN LAMA PENDIDIKAN DAN PERSEPSI PASIEN TENTANG DIET DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELLITUS Hubungan Lama Pendidikan Dan Persepsi Pasien Tentang Diet Dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Rawat Inap Di RS PKU Muhammadiyah

Hasil Penelitian : Hasil penelitian karakteristik umur responden sebagian besar (72,7%) berumur ≥ 45 tahun, jenis kelamin responden sebagian besar (59,1%) perempuan, pendidikan responden sebagian besar (54,6%) berpendidikan dasar, pekerjaan responden sebagian besar (41%) ibu rumah tangga, persepsi tentang diet sebagian besar negatif (59,1%), ketepatan jumlah energi yang dikonsumsi responden sebagian besar (72,73%) dalam kategori tidak tepat, dan ketepatan kontribusi gula sederhana yang dikonsumsi responden sebagian besar (86,4%) dalam kategori baik.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

SKRIPSI Skripsi diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi EVI DWI KUSUMA PUTRI 1308010116

SKRIPSI Skripsi diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi EVI DWI KUSUMA PUTRI 1308010116

Segala puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nyasehingga peneliti dapat menyusun skripsi yang berjudul “Kepatuhan Pemakain Insulin, Kepatuhan Diet, Dukungan Keluarga Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Purwokerto”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi ini, peneliti berusaha sebaik mungkin untuk menghasilkan karya yang terbaik dan bisa bermanfaat untuk orang lain.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kepatuhan Diet Rendah Garam, Kepatuhan Minum Obat, Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Rehospitalisasi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif

Hubungan Antara Kepatuhan Diet Rendah Garam, Kepatuhan Minum Obat, Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Rehospitalisasi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasihNya penulis telah dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “hubungan antara kepatuhan diet rendah garam, kepatuhan minum obat, riwayat hipertensi dengan kejadian rehospitalisasi pada pasien gagal jantung kongestif”.

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN DIET DIABETES MELITUS PADA PENDERITA  Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Pada Penderita Diabetes Melitus Di Desa Gonilan.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN DIET DIABETES MELITUS PADA PENDERITA Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Pada Penderita Diabetes Melitus Di Desa Gonilan.

Penelitian ini menerangkan bahwa penderita yang bersikap positif beranggapan bahwa diet diabetes melitus sangat penting bagi kesehatannya, serta mereka tekut bila tidak melaksanakan diet dengan benar akan memperburuk kondisi penyakitnya. Faktor lain yang mendikung sikap positif adalah pendidikan, semakin tinggi pendidikan responden maka akan semakin mudah menerima informasi yang akan meningkatkan pengetahuan penderita diabetes melitus dan akan bersikap positif terhadap penyakitnya seperti melaksanakan diet dengan benar.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kepatuhan Diet Rendah Garam, Kepatuhan Minum Obat, Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Rehospitalisasi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif

Hubungan Antara Kepatuhan Diet Rendah Garam, Kepatuhan Minum Obat, Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Rehospitalisasi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif

Yang dimaksud dalam diet garam rendah adalah garam natrium seperti yang terdapat di garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO3), baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (mono sodium glutamat). Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraseluler tubuh yang mempunyai fungsi menjaga keseimbangan cairan dan asam basa tubuh, serta berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot. Asupan makanan sehari-hari umumnya mengandung lebih banyak natrium daripada yang dibutuhkan tubuh. Dalam keadaan normal, jumlah natrium yang dikeluarkan tubuh melalui urin sama dengan jumlah yang dikonsumsi sehingga terdapat keseimbangan (Kasron, 2012).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pasien Hemodialisa Dalam Menjalani  Pola Diet Di RSUD Kota Dumai

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pasien Hemodialisa Dalam Menjalani Pola Diet Di RSUD Kota Dumai

Sikap merupakan reaksi atau respons tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek. Dari berbagai batasan tentang sikap dapat disimpulkan bahwa manifestasi sikap itu tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Sikap secara nyata menunjukkan adanya konotasi kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu, yang dalam kehidupan sehari- hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial, sikap seseorang dapat mempengaruhi perilaku positif maupun negatif, seperti sikap pasien hemodialisa terhadap pentingnya kepatuhan diet. Sikap merupakan semacam kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara tertentu. Kesiapan tersebut merupakan kecendrungan potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu. Apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon (Azwar, 2007). Sikap dapat bersifat positif dan dapat pula bersifat negatif. Dalam sikap positif kecendrungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, mengharapkan objek tertentu sedangkan dalam sikap negatif kecendrungan untuk menjauhi, menghindari, membenci, tidak menyukai objek tertentu. Dalam kehidupan masyarakat, sikap ini penting sekali (purwanto, H, 1998).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan Kepatuhan Diet dan Aktivitas Fi

Hubungan Kepatuhan Diet dan Aktivitas Fi

Namun, glukosa yang ada di dalam cairan darah kita tidak dapat digunakan langsung begitu saja oleh sel. Sebelum dapat digunakan oleh sel-sel tubuh, glukosa masuk terlebih dahulu ke organ pankreas. Pankreas berperan mengendalikan dan mengola glukosa menjadi bahan bakar bagi tubuh sebab itu yang harus di perhatikan pada penderita DM adalah pengaturan pola makan dan gaya hidup. Pengaturan pola makan atau diet berfungsi untuk mengendalikan apa yang dikonsumsi diabetes. Hal ini pada gilirannya dapat menjaga kadar gula darah kondisi normal dan terkendali[ CITATION Sut133 \l 1033 ].
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 5725 documents...