kepatuhan wajib pajak badan

Top PDF kepatuhan wajib pajak badan:

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN (Survei pada Wajib Pajak Badan di Kota Batu)

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN (Survei pada Wajib Pajak Badan di Kota Batu)

Beberapa penelitian yang telah dilakukan terkait dengan kepatuhan wajib pajak antara lain Saepudin (2012), yang meneliti tentang pengaruh pemahaman akuntansi dan ketentuan perpajakan serta transparasi dalam pajak terhadap kepatuhan wajib pajak badan (survey pada wajib pajak badan PPh berbentuk CV dan PT di Kota Tasikmalaya). Hasil penelitiannya menujukkan bahwa pemahaman akuntansi dan ketentuan perpajakan serta transparasi dalam pajak secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak badan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemeriksaan Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam Pemenuhan Kewajiban Pajak Penghasilan.

Pengaruh Pemeriksaan Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam Pemenuhan Kewajiban Pajak Penghasilan.

Beberapa kajian penelitian yang dilakukan sebelumnya terkait dengan Pemeriksaan Pajak dan kepatuhan Wajib Pajak antara lain penelitian yang dilakukan oleh Maria W. BR. Simbolon (2011) dengan judul Pengaruh Pemeriksaan Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam Memenuhi Kewajiban Perpajakan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Duren Sawit diperoleh kesimpulan bahwa pemeriksaan pajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak cukup memiliki pengaruh sehingga pemeriksaan pajak merupakan salah satu instrumen untuk menguji dan meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak badan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Besarnya pengaruh pemeriksaan pajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak adalah sebesar 30.63% sedangkan sisanya sebesar 69.37% dipengaruhi faktor lain.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN Dyah Purnamasari, SE. M.Si. Ak Abstrak - View of PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN

PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN Dyah Purnamasari, SE. M.Si. Ak Abstrak - View of PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN

Penelitian mengenai kepatuhan pajak sudah sering dilakukan. Beberapa peneliti menggunakan kerangka model Theory of Planned Behavior (TPB) untuk menje-laskan perilaku kepatuhan pajak wajib pajak orang pribadi (Blanthorne 2000, Bobek 2003). Model TPB yang digunakan dalam penelitian memberikan penjelasan yang signifikan, bahwa perilaku tidak patuh (noncompliance) wajib pajak sangat dipengaruhi oleh variabel sikap, norma subyektif, dan kontrol keperilakuan yang dipersepsikan. Bradley (1994) dan Siahaan (2005) melakukan penelitian kepatuhan wajib pajak badan dengan responden tax professional. Penelitian keduanya bukan merupakan penelitian perilaku. Taxprofessional adalah orang profesional di perusahaan yang ahli di bidang per-pajakan. Oleh karena itu, untuk menjelaskan perilaku wajib pajak badan yang dalam hal ini diwakili oleh tax professional perlu menggunakan teori perilaku individu dan perilaku organisasi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN  Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan Terhadap Penerimaan Pajak Yang Dimoderasi Dengan Pemeriksaan Pajak Pada Kpp Pratama Surakarta.

PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan Terhadap Penerimaan Pajak Yang Dimoderasi Dengan Pemeriksaan Pajak Pada Kpp Pratama Surakarta.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat- Nya penulis mampu menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan Terhadap Penerimaan Pajak Yang Dimoderasi Dengan Pemeriksaan Pajak Pada KPP Pratama Surakarta”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai derajat Sarjana Ekonomi Akuntansi.

18 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI TENTANG SANKSI PERPAJAKAN, KESADARAN WAJIB PAJAK, DAN PELAYANAN FISKUS PADA KEPATUHAN   Pengaruh Persepsi Tentang Sanksi Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Pelayanan Fiskus Pada Kepatuhan Wajib Pajak Badan Di Kantor Pelayanan Pajak P

PENGARUH PERSEPSI TENTANG SANKSI PERPAJAKAN, KESADARAN WAJIB PAJAK, DAN PELAYANAN FISKUS PADA KEPATUHAN Pengaruh Persepsi Tentang Sanksi Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Pelayanan Fiskus Pada Kepatuhan Wajib Pajak Badan Di Kantor Pelayanan Pajak P

Tingkat kepatuhan Wajib Pajak dapat dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya adalah pemahaman prosedur perpajakan dan persepsi Wajib Pajak tentang sanksi perpajakan dan kesadaran Wajib Pajak serta pelayanan fiskus. Agar peraturan perpajakan dipatuhi, maka harus ada sanksi perpajakan bagi para pelanggarnya. Wajib Pajak akan memenuhi kewajiban perpajakannya bila memandang bahwa sanksi perpajakan akan lebih banyak merugikannya.

16 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK, KESADARAN, KUALITAS PELAYANAN PADA TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN.

PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK, KESADARAN, KUALITAS PELAYANAN PADA TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN.

Pemeriksaan merupakan pagar penjaga agar Wajib Pajak tetap berada pada koridor peraturan pajak dan fiskus dalam melaksanakan tugasnya tidak hanya untuk kegiatan formalitas saja, melainkan juga untuk memperkuat kebenaran dari transaksi dan kepatuhan hukum dengan Undang-Undang yang berlaku agar Wajib Pajak tetap patuh dalam menjalankan hak dan kewajibannya membayar pajak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan pajak, kesadaran, kualitas pelayanan pada tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan di KPP Madya Denpasar. Penelitian ini dilakukan di KPP Madya Denpasar dengan jumlah responden sebanyak 100 Wajib Pajak Badan yang terdaftar, dengan metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Teknik analisis regresi linear berganda digunakan dalam analisis data. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan pajak, kesadaran, dan kualitas pelayanan berpengaruh positif pada tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan sebesar 78 persen dan sisanya 22 persen dipengaruhi oleh variabel lain yaitu yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

DETERMINAN PERENCANAAN PAJAK DAN PERILAKU KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN

DETERMINAN PERENCANAAN PAJAK DAN PERILAKU KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN

Ketujuh, kondisi keuangan memenga- ruhi kepatuhan wajib pajak badan melalui perencanaan pajak. Hal ini membuktikan bahwa perencanaan pajak diterapkan oleh wajib pajak badan untuk dapat mengen- dalikan risiko keuangan perusahaan dengan tetap mematuhi peraturan perpa- jakan yang berlaku. Sebagai warga Negara yang baik, perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Namun, perusahaan tidak hanya memi- liki kewajiban kepada pemerintah tetapi juga kepada shareholder dan stakeholder. Semakin besar laba yang diperoleh perusa- haan, maka semakin besar pula kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Perencanaan pajak yang baik dapat mengu- rangi beban pajak perusahaan sehingga dana yang ada dapat diputar kembali untuk dapat menghasilkan laba pada periode berikutnya. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat melakukan perencanaan pajak yang matang dalam rangka self efficiency dan mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengawasan Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam

Pengawasan Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam

Sejak tahun 2002, Direktorat Jenderal Pajak melakukan modernisasi perpajakan sebagai bagian dari reformasi perpajakan (Tax-Reform) dan reformasi birokrasi. Dilakukan perubahan paradigma perpajakan dengan mengedepankan aspek pelayanan kepada Wajib Pajak , yang diimbau dengan pengawasan dan konsultasi. Untuk implementasinya dibentuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) modern dengan tiga model, yakni KPP Wajib Pajak Besar, KPP Madya, dan KPP Pratma. Salah satunya adalah KPP Pratama Lubuk Pakam yang terletak di Jalan Diponegoro no. 42-44 Lubuk Pakam sebelum akhirnya pindah ke Jalan P. Diponegoro No. 30 A Medan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Sesudah Berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 (Studi Kasus pada Wajib Pajak yang Terdaftar di KPP Pratama Surakarta).

PENDAHULUAN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Sesudah Berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 (Studi Kasus pada Wajib Pajak yang Terdaftar di KPP Pratama Surakarta).

Untuk menyelenggarakan pemerintahan umum dan melaksanakan pembangunan membutuhkan dana yang relatif besar. Dana yang diperlukan tersebut semakin meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan pembangunan itu sendiri. Dalam upaya mengurangi ketergantungan sumber eksternal, Pemerintah Indonesia secara terus menerus berusaha meningkatkan sumber pembiayaan pembangunan internal, salah satu sumber pembiayaan pembangunan internal adalah pajak. Pajak merupakan penerimaan negara terbesar yang dipergunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan umum, dan pembangunan nasional (Utami, et al. 2012).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar PBB-P2

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar PBB-P2

Hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa sanksi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.Dalam kontek hukum, sanksi berarti hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan kepada pihak yang terbukti salah. Penerapan sanksi ditetapkan sebagai akibat tidak terpenuhnya kewajiban perpajakan oleh wajib pajak sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang perpajakan. Pengenaan sanksi pajak kepada wajib pajak dapat menyebabkan terpenuhnya kewajiban perpajakan oleh wajib pajak sehingga dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak itu sndiri. Sanksi perpajakan diperlukan untuk menghukum setiap wajib pajak yang tidak patuh dalam membayar pajak. Sanksi perpajakan yang dimaksud antara lain sanksi dalam SPPT seperti adanya sanksi administrasi berupa denda dari pajak yang kurang bayar apabila wajib pajak telat dalam membayar pajak. Semakin tegas sanksi perpajakan yang diberikan akan semakin meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengawasan Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam

Pengawasan Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam

Selanjutnya Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak bersangkutan terdaftar akan menerbitkan Surat Tagihan Pajak yang berisi denda administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Hal tersebut merupakan salah satu tindakan pengawasan yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan, setelah sebelumnya diterbitkan Surat Himbauan dan Surat Teguran kepada Wajib Pajak terdaftar untuk segera menyampaikan SPT Tahunan mereka.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak

karena multi dimensi. Brown dan Mazur (2003) mengungkapkan bahwa kepatuhan mencakup tiga dimensi, yaitu kepatuhan pembayaran, pelaporan dan pengisian. Kepatuhan pajak terjadi jika wajib pajak membayar tepat waktu, menghitung pajak secara akurat sesuai dengan aturan perpajakan (James dan Alley, 2002).Di Indonesia, definisi kepatuhan pajak dituangkan dalam SE-02/PJ/2008 tentang Kepatuhan pajak selalu menjadi masalah besar bagi pemerintah di seluruh dunia. Kirchleret al. (2008) mengatakan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan bahwa warga negara mengikuti tugas warga negara ini dan berperilaku sesuai dengan ketentuan undang-undang pajak terlepas dari status sosial mereka. Dengan kata lain, mewujudkan kepatuhan pajak merupakan tugas pemerintah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pemeriksaan Pajak Dan Pengetahuan Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Survey Pada Wajib Pajak Badan Di KPP Pratama Bandung Cicadas)

Pengaruh Pemeriksaan Pajak Dan Pengetahuan Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Survey Pada Wajib Pajak Badan Di KPP Pratama Bandung Cicadas)

Masalah pada penelitian ini adalah tingkat kepatuhan masyarakat di Kota Bandung dalam membayar pajak dan pengembalian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) masih rendah. Rendahnya kepatuhan wajib pajak penyebabnya antara lain pengetahuan sebagian besar wajib pajak masih rendah serta lamanya pemeriksaan pajak yang dilakukan DJP. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan pajak dan pengetahuan wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak di KPP Pratama Bandung Cicadas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif verifikatif. Unit analisis Penelitian ini adalah wajib pajak badan. Penggunaan Statistik yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS 18.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan Pemeriksaan pajak dan pengetahuan Wajib Pajak secara simultan memberikan pengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas. Diantara variabel independen, pemeriksaan pajak memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kepatuhan Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Cicadas dibanding pengetahuan Wajib Pajak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH JUMLAH WAJIB PAJAK, KEPATUHAN WAJIB PAJAK, DAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PPH PASAL 25 BADAN PADA KPP PRATAMA MALANG SELATAN TAHUN 2011- 2013

PENGARUH JUMLAH WAJIB PAJAK, KEPATUHAN WAJIB PAJAK, DAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PPH PASAL 25 BADAN PADA KPP PRATAMA MALANG SELATAN TAHUN 2011- 2013

Pangemanan, Rima N. 2013. Hubungan Jumlah dan Kepatuhan Wajib Pajak Badan Dengan Penerimaan PPh Kpp Pratama Manado . Skripsi (S1). Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Universitas Sam Ratulangi Manado. Pelatihan Perpajakan Brevet A dan B. 2013. Malang: IKPI.

Baca lebih lajut

Kepatuhan Wajib Pajak Badan Dalam Reform

Kepatuhan Wajib Pajak Badan Dalam Reform

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penerimaan pajak adalah sumber pendapatan negara yang dominan. Dibandingkan dengan pos penerimaan lainnya, penerimaan pajak memberikan kontribusi terbesar, baik dalam jumlah maupun persentasenya. Target penerimaan pajak dan realisasinya dari tahun ke tahun juga terus meningkat. Sejak tahun 1983 pemerintah Indonesia memberlakukan sistem self assessment bagi wajib pajak. Sistem baru ini menggantikan sistem sebelumnya yang dikenal sebagai official assessment. Dalam sistem perpajakan yang menganut self assessment, keberadaan Surat Pemberitahuan (SPT) menjadi suatu hal yang mutlak. Bagi wajib pajak, Surat Pemberitahuan merupakan sarana pertanggung jawaban kewajiban perpajakan. Sementara bagi Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), Surat Pemberitahuan sebagai sarana pemantauan terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak. Artinya, melalui Surat Pemberitahuan tersebut tingkat kepatuhan pajak wajib pajak dan sekaligus tingkat pantauan terhadap kepatuhan wajib pajak yang dilakukan oleh Ditjen Pajak dapat diketahui dengan pasti.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan).

Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan).

Penerimaan pajak merupakan sumber penerimaan Negara yang paling besar. Penerimaan pajak tersebut digunakan pemerintah untuk membiayai kebutuhan pemerintah dan membangun fasilitas publik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Pada kenyataannya, penerimaan dari sektor pajak di Indonesia masih belum optimal dikarenakan kepatuhan Wajib Pajak untuk membayar pajak masih rendah.

Baca lebih lajut

Dampak Dimensi Keadilan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan.

Dampak Dimensi Keadilan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan.

Penelitian-penelitian sebelumnya mengenai pengaruh keadilan pajak terhadap perilaku kepatuhan menunjukkan ketidakkonsistenan hasil penelitian. Jackson dan Milliron (1986) dan Richardson dan Sawyer (2001), seperti yang dikutip Richardson (2006), menyatakan bahwa alasan utama ketidakkonsistenan ini adalah sifat multidimensi dari keadilan pajak sebagai variabel kepatuhan pajak. Christensen dkk dalam Azmi dan Perumal (2008) menyatakan bahwa keadilan sulit didefinisikan karena empat masalah utama : (1) merupakan masalah dimensional; (2) dapat didefinisikan pada tingkat individu pada masyarakat luas; (3) keadilan terkait dengan kompleksitas; dan (4) kurangnya keadilan dan menjadikan pertimbangan atau menyebabkan ketidakpatuhan (Andarini, 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PEA 1200035 Chapter3

S PEA 1200035 Chapter3

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama merupakan data diri responden dan yang kedua merupakan pertanyaan yang berkaitan dengan variabel penelitian. Kuesioner yang dibuat oleh peneliti berdasarkan berbagai sumber referensi dan dimodifikasi dalam bentuk pertanyaan dan pernyataan. Kuesioner berkaitan dengan variabel yang diteliti oleh peneliti, yaitu pemahaman Wajib Pajak tentang akuntansi pajak, norma subjektif dan kepatuhan Wajib Pajak.

Baca lebih lajut

S PEA 1200035 Bibliography

S PEA 1200035 Bibliography

Marselius ST. (2002). Hubungan Sikap, Norma Subjektif dan Kontrol Perilaku yang Dipersepsi dengan Intensi Kepatuhan Wajib Pajak Membayar Pajak Penghasilan: Aplikasi Model Perilaku Terencana dalam Psikologi Perpajakan. Tesis. Fakultas Psikologi Sosial UGM Yogyakarta

Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAHAMAN DAN PERSEPSI WAJIB PAJAK MENGENAI PETUGAS PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UKM.

PENGARUH PEMAHAMAN DAN PERSEPSI WAJIB PAJAK MENGENAI PETUGAS PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UKM.

Pajak adalah iuran rakyat kepda kas negara berdasarkan undang- undang ( yang dapat dipaksakan ) dengan tidak mendapat jasa timbal balik ( kontra prestasi ) yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Definisi ini kemudian dikoreksikan menjadi : Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment “

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...