Kepemilikan Institusional

Top PDF Kepemilikan Institusional:

Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2008-2010

Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2008-2010

kontrol yang digunakan antara lain risiko, debt to asset ratio, ukuran perusahaan, umur perusahaan, konsentrasi kepemilikan, dll. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perusahaan dengan kepemilikan institusional memiliki kinerja yang lebih baik dibanding perusahaan dengan kepemilikan non-institusional. Kepemilikan institusional memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kinerja perusahaan (ROA). Sebagai tambahan, diperoleh hasil bahwa kepemilikan tersebar (diffused ownership) memiliki kinerja yang lebih baik dibanding perusahaan dengan kepemilikan terkonsentrasi. Selain itu, hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan negatif antara kinerja dengan debt to asset ratio dengan ROA sebagai alat ukur kinerja perusahaan. Dari keseluruhan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan positif antara kepemilikan institusional dengan kinerja dalam studi kasus di Iran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS HUBUNGAN PENGUNGKAPAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS HUBUNGAN PENGUNGKAPAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Yang bertanda dibawah ini saya, Rico Aglesio Ricardo, menyatakan bahwa skripsi dengan judul: Analisis Hubungan Pengungkapan Tanggungjawab Sosial Perusahaan dan Kepemilikan Institusional adalah hasil tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain, yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2008-2010

Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2008-2010

Kerangka konseptual merupakan modal konseptual tentang bagaimana teori yang digunakan berhubungan dengan berbagai faktor yang telah peneliti identifikasikan sebagai masalah penting. Berdasarkan kerangka konseptual diatas, ditentukan bahwa variabel independen yang berupa kepemilikan institusional dan kinerja perusahaan sebagai variabel dependen. Selain itu, jika jumlah kepemilikan saham oleh institusi diatas 20% dan Kepemilikan saham diatas 20% merupakan kepemilikan saham dengan hak pengendali sehingga dengan adanya hak mengendaikan aktivitas perusahaan, dapat memperkuat pengaruh kepemilikan institusi dalam meningkatkan kinerja. Dalam pengukuran kinerja perusahaan peneliti menggunakan rasio pengukuran profitabilitas berupa ROA (Return on Asset). Objek penelitian utama adalah kepemilikan institusional.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN K

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN K

Masih sedikitnya penelitian di Indonesia mengenai kepemilikan institusional dan kepemilikan asing dengan variabel kontrol ROA, tipe industri dan ukuran perusahaan yang berpengaruh terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial dalam annual report, dan berdasarkan hasil penelitian-penelitian sebelumnya, masih menunjukkan ketidakkonsistenan pengaruh struktur kepemilikan institusional dan kepemilikan asing terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan. Hal tersebut, mendorong untuk dilakukan pengujian kembali terhadap struktur kepemilikan perusahaan utamanya kepemilikan institusional dan kepemilikan asing dengan variabel kontrol ROA, tipe industri, dan ukuran perusahaan. Adapun fakor-faktor yang akan diuji kembali dalam penelitian ini adalah kepemilikan institusional, kepemilikan asing, return on asset, tipe industri, dan ukuran sperusahaan. Berdasarkan uraian di atas, masalah yang akan diteliti selanjutnya dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEPEMILIKAN ASING TERHADAP KINERJA INTELLECTUAL CAPITAL

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEPEMILIKAN ASING TERHADAP KINERJA INTELLECTUAL CAPITAL

intellectual capital tidak signifikan. Hasil ini mengindikasi bahwa kepemilikan institusional belum mampu melakukan pengendalian oleh investor institusi secara kuat atau insetif untuk mengarahkan, mengendalikan, keterlibatan penciptaan nilai dan mengawasi manajer selaku agen agar bertindak sesuai kepentingan pemegang saham disebabkan prosentase kepemilikan institusional untuk perbankan lebih dari 50 % hanya 12 bank setiap tahunnya. Pihak institusi tidak terlibat secara langsung dalam dalam pengembangan karyawan melalui human capital dengan pelatihan karyawan. Institusi juga tidak terlibat dalam pengembangan inovasi produk dan promosi produk. Selain itu pihak institusi tidak secara langsung terlibat dalam pengelolaan intellectual capital seperti pengelolaan human capital, structural capital dan relation capital.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap  Kompo

Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Kompo

Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham perusahaan oleh institusi keuangan, seperti perusahaan asuransi, bank, dana pension, dan asset management. Tingkat kepemilikan institusional yang tinggi akan menimbulkan usaha pengawasan yang lebih besar oleh pihak investor institusional sehingga dapat menghalangi perilaku opportunistic manajer. Kepemilikan institusional dalam penelitian ini meru- pakan variabel bebas/independent (X 1 ) adalah kepe- milikan saham perusahaan oleh perusahaan manufak- tur yang listing di BEI. Kepemilikan institusional jang- ka panjang, yang cenderung mengendalikan block- holder, mempunyai pengaruh positif terhadap Corporate Social Responsibility perusahaan (Neubaum and Zahra, 2006). Kepemilikan institusional diukur dengan proksi jumlah kepemilikan saham oleh investor institusi terhadap total jumlah saham yang beredar.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEPEMILIKAN PUBLIK TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEPEMILIKAN PUBLIK TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

Penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi dan Pawestri dengan menggunakan rasio price to book value (PBV) sebagai proxy untuk mengukur variabel dependen. Menurut Arsjah dalam Utama(2005) menyatakan bahwa PBV merupakan salah satu rasio keuangan yang cukup representatif untuk melihat penciptaan nilai oleh suatu perusahaan. Penelitian ini menghasilkan keputusan bahwa struktur kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil yang tidak konsisten tersebut membawa dugaan pada hubungan yang nonlinier antara kepemilikan institusional dengan nilai perusahaan. Pengaruh positif tingkat kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan akan menunjukkan pengaruh negatif setelah melampaui batas maksimal tertentu. Pada level kepemilikan yang sangat tinggi terdapat kecenderungan investor institusional untuk memaksakan kebijakan tertentu yang nonoptimal, dengan mengabaikan kepentingan pemegang saham minoritas melalui kekuatan voting yang dimiliki.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI TERHADAP TIPE MANAJEMEN LABA EFISIEN ATAU OPORTUNISTIK (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI).

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI TERHADAP TIPE MANAJEMEN LABA EFISIEN ATAU OPORTUNISTIK (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI).

Penelitian mengenai manajemen laba akan menjadi lebih menarik dilakukan bila dikaitkan dengan fenomena baru yang muncul dalam praktek dunia bisnis, seperti kompleksitas bisnis perusahaan, termasuk struktur kepemilikan institusional perusahaan terdaftar di pasar modal asing dan ukuran perusahaan. Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh struktur kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi terhadap tipe manajemen laba efisien atau oportunistik yang dilakukan perusahaan-perusahaan manufaktur di Indonesia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG   Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

tersebut akan menjamin peningkatan kemakmuran pemegang saham. Signifikasi kepemilikan institusional sebagai agen pengawas ditekankan melalui investasi mereka yang cukup besar dalam pasar modal. Bila kepemilikan institusional tidak puas atas kinerja manajer, mereka langsung menjual sahamnya. Pada akhirnya, semakin besar saham yang dimiliki oleh institusional investor akan menyebabkan usaha monitoring menjadi semakin efektif, karena dapat mengendalikan perilaku oportunistik yang dilakukan oleh para manajer. Tindakan monitoring tersebut akan mengurangi agency cost, karena memungkinkan perusahaan menggunakan tingkat hutang yang lebih rendah.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH KUALITAS AUDIT, KOMISARIS INDEPENDEN, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, DAN KOMITE AUDIT TERHADAP COST OF CAPITAL

PENGARUH KUALITAS AUDIT, KOMISARIS INDEPENDEN, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, DAN KOMITE AUDIT TERHADAP COST OF CAPITAL

Masalah keagenan muncul sebagai akibat pemisahan fungsi antara fungsi pengelolaan dan kepemilikan perusahaan. Pemisahan fungsi ini dapat mempengaruhi tindakan manajemen untuk mementingkan kepentingan pribadinya dan mengorbankan kepentingan pemilik modal. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan suatu mekanisme pengendalian yaitu dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik Unsur yang terkandung dalam GCG antara lain kualitas audit, komisaris independen, kepemilikan institusional, dan komite audit. Perusahaan yang mampu menerapkan GCG dapat mengurangi cost of capital, baik itu cost of equity maupun cost of debt. Seperti penelitian yang telah dilakukan Byun et al. (2008), Chen et al. (2009), dan Ashbaugh et al. (2009) yang menyatakan bahwa perusahaan dengan Corporate Governance yang baik akan memiliki cost of equity yang lebih rendah. Sedangkan Piot and Piera (2007) menyatakan bahwa GCG dapat menurunkan cost of debt.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS, KOMPOSISI DEWAN DIREKSI, STRUKTUR  KEPEMILIKAN  Analisis Pengaruh Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial Dan Struktur Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keua

ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS, KOMPOSISI DEWAN DIREKSI, STRUKTUR KEPEMILIKAN Analisis Pengaruh Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial Dan Struktur Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keua

Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial bahwa Komposisi Dewan Komisaris berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, karena Komposisi Dewan Komisaris tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan maka, hipotesis 1 tidak terbukti, hasil ini mendukung penelitiannya Sekaredi (2011), namun tidak mendukung penelitiannya Hardikasari (2011). Komposisi Dewan Direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, maka hipotesis 2 terbukti, hasil ini mendukung penelitiannya Suhardjanto dan Apreria (2010). Struktur Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, karena Struktur Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, maka hipotesis 3 tidak terbukti, hasil ini mendukung penelitiannya Ujiyanto dan Pramuka (2007), namun tidak mendukung penelitiannya Bathala (1994). Struktur Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, karena Struktur Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan, maka hipotesis 4 tidak terbukti, hasil ini mendukung penelitiannya Wahidahwati (2001), namun tidak mendukung penelitiannya Sekaredi (2011).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CSR PADA PERUSAHAAN PERBANKAN KONVENSIONAL YANG TERDAFTAR DI BEI - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CSR PADA PERUSAHAAN PERBANKAN KONVENSIONAL YANG TERDAFTAR DI BEI - Perbanas Institutional Repository

Teori keagenan memandang perusahaan sebagai nexus of contract yaitu organisasi yang terikat kontrak dengan beberapa pihak seperti pemegang saham, supplier, karyawan (termasuk manajer) dan pihak-pihak lain yang berkepentingan (Scott, 2009:313), teori keagenan mengemukakan bahwa antara pihak prinsipal (pemilik/pemegang saham) dan agent (manajer) memiliki potensi untuk timbulnya konflik kepentingan antara agent dan principal dapat dikurangi dengan mekanisme pengawasan yang dapat menyelaraskan berbagai kepentingan yang ada dalam perusahaan, dinamakan mekanisme Corporate Governance. Struktur kepemilikian diantaranya kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial adalah dua mekanisme corporate governance utama yang membantu mengendalikan masalah keagenan pada perusahaan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek dan Ruang Lingkup Penelitian - PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP STRUKTUR MODAL STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BURS

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek dan Ruang Lingkup Penelitian - PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP STRUKTUR MODAL STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BURS

Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dalam pengujian hipotesis. Analisis regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel independen yaitu kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan pertumbuhan penjualan. terhadap struktur modal perusahaan Manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia sebagai variabel dependen. Persamaan regresi dapat dituliskan sebagai berikut : Rumus: Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + e

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 - Pengaruh kepemilikan manajerial,kepemilikan institusional dan kepemilikan asing terhadap kinerja intellectual capital - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 - Pengaruh kepemilikan manajerial,kepemilikan institusional dan kepemilikan asing terhadap kinerja intellectual capital - Perbanas Institutional Repository

2.2.6 Pengaruh Kepemilikan Asing terhadap Kinerja Intellectual Capital Kepemilikan asing dapat sebagai salah satu cara yang efektif dimana digunakan untuk mengawasi manajemen dari kegiatan curang karena peranan kepemilikan asing mirip dengan investor institusional. Investor asing cenderung memilih kebijakan untuk meningkatkan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan. Kepemilikan asing dapat juga menjadi monitor efektif bagi manajer dalam pasar yang sedang tumbuh, karena kepemilikan asing meminta standar corporate governance yang tinggi. Sehingga, investor asing akan lebih memilih dan mendukung kebijakan yang meningkatkan insentif jangka panjang bagi perusahaan, salah satunya kebijakan pengelolaan intellectual capital. Dengan adanya dukungan penuh dan pengawasan yang optimal dari para pemegang saham asing maka efisiensi pengelolaan dan pemanfaatan intellectual capital akan semakin meningkat. Pengelolaan dan pemanfaatan intellectual capital secara optimal pada akhirnya akan menghasilkan kinerja intellectual capital yang tinggi.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG   Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

manajemen, maka semakin rendah kecenderungan perusahaan untuk berhutang karena adanya imbas resiko terhadap manajemen; (2) Kepemilikan saham institusional ( institusional ownership ) berpengaruh negatif terhadap kebijakan hutang perusahaan. Hasil regresi memperoleh nilai t hitung sebesar -2,370 diterima

14 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR MODAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

PENGARUH STRUKTUR MODAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

perusahaan, dimana pemilik adalah pihak yang menanamkan modalnya pada perusahaan sedangkan manajer adalah orang yang ditugaskan untuk mengelolah perusahaan (I Made Sudana 2011 : 11). Menurut Alfinur (2015) Kepemilikan Instutisional merupakan pendiri atau pemegang saham mayoritas dalam suatu perusahaan. Kepemilikan saham oleh pihak berbentuk institusi, seperti bank, perusahaan ansuransi, perusahaan inventasi, dan institusi lain dapat mengurangi pengaruh dari kepentingan lain dalam perusahaan seperti kepentingan peribadi manajer dan debtholders. Kepemilikan saham oleh investor institusional dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Perusahaan dengan kepemilikan institusional yang besar mengindikasikan kemampuannya untuk memonitor manajemen. Semakin besar kepemilikan institusional maka semakin efisien pemanfaatan aset perusahaan dan diharapkan juga dapat bertindak sebagai pencegahan terhadap pemborosan yang dilakukan oleh manajemen.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Sebelumnya - PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP NILAI PERUSAHAAN - UMG REPOSITORY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Sebelumnya - PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP NILAI PERUSAHAAN - UMG REPOSITORY

Verawati, dkk (2015) melakukan penelitian untuk dapat memprediksi nilai perusahaan. Tujuan dari riset ini adalah menganalisis pengaruh keputusan investasi dan pendanaan, struktur kepemilikan yang terdiri dari kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional serta kebijakan dividen terhadap pengembangan nilai perusahaan. Dengan sampel penelitian pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan Indonesia Stock Exchange (IDX) fack book 2013. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Dari hasil uji statistik, diperoleh bukti empiris bahwa struktur kepemilikan saham yang tediri dari kepemilikan institusional dan manajerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Semakin besar kepemilikan manajemen dalam perusahaan maka manajemen akan cenderung berusaha meningkatkan kinerjanya untuk kepentingan pemegang saham dan kepentingan dirinya sendiri. Dengan demikian manajer akan termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya dan nantinya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Begitu juga denga kepemilikan institusional, semakin besar kepemilikan institusional maka semakin efisiennya pemanfaatan aktiva perusahaan dan diharapkan juga dapat bertindak sebagai pencegahan terhadap pemborosan dan manipulasi laba yang dilakukan oleh manajemen sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KEPUTUSAN INVESTASI, KEPUTUSAN PENDANAAN, KEBIJAKAN DIVIDEN DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

KEPUTUSAN INVESTASI, KEPUTUSAN PENDANAAN, KEBIJAKAN DIVIDEN DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

Rata-rata kepemilikan institusional perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 71,30, artinya kepemilikan institusional perusahaan yang diukur dengan prosentase saham yang dimiliki oleh institusional pada manufaktur yang dijadikan sampel adalah sebesar 71,30 persen atau lebih dari 50 %, dengan demikian institusional memiliki peran dalam kebijakan yang diambil oleh perusahaan. Nilai minimum kepemilikan institusional adalah sebesar 25,13 persen yang dimiliki oleh PT. Metrodata Electronik, dan nilai maksimum dari kepemilikan institusional perusahaan adalah sebesar 98,18 persen yang dimiliki oleh PT. HM Sampoerna. Nilai standar deviasi sebesar 18,505 lebih kecil dari nilai rata-rata sebesar 71,30, dengan demikian penyebaran data merata, sebab perbedaan data satu dengan data yang lain tidak terlalu tinggi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, DAN MEKANISME TATA KELOLA PERUSAHAAN, TERHADAP BIAYA KEAGENAN DI INDONESIA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015) - repository perpu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, DAN MEKANISME TATA KELOLA PERUSAHAAN, TERHADAP BIAYA KEAGENAN DI INDONESIA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015) - repository perpu

Kepemilikan institusional memiliki peranan yang sangat penting dalam meminimalisasi konflik keagenan yang terjadi antara manajer dan pemegang saham. Kepemilikan saham melalui institusi ini yang paling di sukai investor karena dengan ini mereka tidak dapat dengan mudah ditipu oleh manajer. Karena semakin besar kepemilikan institusional maka semakin efisien pemanfaatan aktiva perusahaan dan diharapkan juga sebagai cara untuk menjegah tindakan kecurangan yang dilakukan oleh manajer (Aryani, 2011).

Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Cost of Bank Loans Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftra di BEI Periode 2006-2010

Analisis Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Cost of Bank Loans Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftra di BEI Periode 2006-2010

Kepemilikan institusional merupakan persentase kepemilikan saham perusahaan yang dimiliki oleh investor instusional seperti pemerintah, perusahaan investasi, bank, perusahaan asuransi, maupun kepemilikan lembaga dan perusahaan lain (Juniarti dan Sentosa, 2009). Investor institusional diyakini memiliki kemampuan yang lebih untuk mengatur dan memantau tindakan manajemen dibandingkan dengan investor individual.Hal ini disebabkan karena investor institusional tidak mudah diperdaya dengan tindakan manipulasi yang dilakukan oleh manajemen (Rachmawati dan Triatmoko, 2007).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 5132 documents...