KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP

Top PDF KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP:

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG DILIHAT DARI DIMENSI KUALITAS PELAYANAN ipi74757

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG DILIHAT DARI DIMENSI KUALITAS PELAYANAN ipi74757

5 Data yang didapat dari survey kuesioner dengan format pertanyaan disesuaikan dengan metode IPA (Importance and Performance Analysis) untuk mendapatkan tingkat Kepentingan dan Kinerja dari atribut-atribut kualitas pelayanan yang dinyatakan dalam bentuk tabulasi skala Likert . Kuesioner yang disebarkan sebanyak 120 buah dengan rincian 30 buah untuk pasien rawat inap kelas VIP, 30 buah untuk pasien rawat inap kelas I, 30 buah untuk pasien rawat inap kelas II, dan 30 buah untuk pasien rawat inap kelas III. Bedasarkan tabulasi tersebut kemudian dilakukan pemilihan atribut-atribut mana yang sangat diinginkan atau tidak diinginkan oleh pasien rawat inap, begitu juga mana atribut kualitas pelayanan yang kinerjanya sudah baik dan mana yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kepuasan pasien rawat inap. Hasil Analisis Data
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH TARIF DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD RAA SOEWONDO PATI ipi195483

PENGARUH TARIF DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD RAA SOEWONDO PATI ipi195483

Terjadi penurunan jumlah pasien rawat inap diduga disebabkan oleh naiknya tarif pelayanan RSUD RAA Soewondo Pati.Selain dari masalah kenaikan tarif retribusi pelayanan kesehatan juga dikarenakan indikator kinerja RSUD RAA. Soewondo Pati yang melemah. Penyedia jasa yang menetapkan harga sesuai dengan kualitas pelayanannya bisa menciptakan kepuasan konsumen sehingga akan meningkatkan nama baik perusahaan. Sehingga dirasakan perlu dilakukan penelitian tentang “Pengaruh Tarif Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD RAA. Soewondo Pati.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KOTA TARAKAN ipi165781

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KOTA TARAKAN ipi165781

Pengolahan data dilakukan melalui beberapa ta- hapan, yaitu : editing (penyuntingan data), pengkode- an kuisioner, pembuatan pemasukan data dan entri, serta pembersihan data (cleaning data). Sedangkan analisis data meliputi : Analisis univariat, yaitu ana- lisis menurut jenis data yang telah dikumpulkan, yak- ni untuk data kategori maka jenis analisis distribusi frekuensi dan presentase ataupun parameter yang di- butuhkan. Analisis bivariat dimaksudkan untuk me- lakukan uji hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Analisis Multivariat dimaksudkan untuk mengukur tingkat pengaruh dari masing-ma- sing subvariabel terhadap variabel penelitian berda- sarkan satuan bagiannya yaitu penilaian harapan dan kepuasan pasien atas pelayanan kesehatan di ruang rawat inap RSUD Tarakan berdasarkan dimensi re- liability, tanggibles, assurances, empathy dan res- ponsivennes terhadap kualitas pelayanan yang dima- sukkan secara bersamaan dengan menggunakan uji Logistik Regretion dengan parameter penilaian ke- maknaan adalah p < 0,05.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap (Studi Pada Rumah Sakit Militer Di Kota Malang)

Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap (Studi Pada Rumah Sakit Militer Di Kota Malang)

akurat dan terpercaya. Dalam variabel ini terdiri dari beberapa item, yaitu : jadwal kunjungan dokter untuk memerikasa pasien, jadwal pembersihan kamar pasien , kehandalan sistem administrasi dan kelengkapan jenis pelayanan kesehatan. Untuk mempertahankannya dapat dengan cara memberikan pelatihan dan pendidikan secara umum kepada para petugas kesaehatan dan non- kesehatan Rumah Sakit tentang bagaimana cara memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien, khususnya pasien rawat inap.

12 Baca lebih lajut

KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELA (5)

KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELA (5)

Terjadi jika penerimaan informasi atau kontradiktif tentang merk yang dipilih, hal ini akan menyebabkan keraguan pada diri konsumen dan konsumen merasa tidak aman terhadap keputusan atau produk yang dipilihnya, termasuk juga pelayanan kesehatan. Hal-hal tersebut sangat mungkin terjadi pada konsumen jasa pelayanan kesehatan. Apalagi seperti yang dikatakan oleh Morrison bahwa dalam pelayanan individu,biasanya tidak terwujud,tidak berdaya tahan,tidak dapat dipisahkan dan berubah- ubah menurut individu yang melayani Adalah lebih berbicara. 50. Berdasarkan hasil wawancara kepada perawat terlihat bahwa sebagian besar perawat tidak pernah menanyakan mengenai kepuasan pasien, dan apa ukuran kepuasan menurut pasien, mereka menganggap bahwa hal tersebut bukan bagian dari pekerjaan mereka, pertanyaan itu muncul hanya kadang-kadang bertanya mengenai hal tersebut tetapi tidak menjadi sebuah rutinitas yang harus dikerjakan.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

ANALISIS KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN Studi Kasus: Pasien di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Eko

ANALISIS KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN Studi Kasus: Pasien di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Eko

pembeliannya terhadap barang dan jasa yang sama untuk jangka waktu yang panjang ialah memperoleh kepuasan dari barang atau jasa tersebut; (2) Teori psikologis, adalah teori yang menunjukan dan menyelidiki kegiatan-kegiatan psikis pada manusia dewasa, dan normal termasuk kegiatan pengamatan, pemikiran, perasaan, dan kehendak. Teori ini ditujukan dan dipusatkan pada individu beserta lingkungannya, secara garis besar teori ini dibagi dua yakni, teori belajar dan teori psikoanalitis; (3) Teori sosiologis, adalah teori yang mempelajari sifat, keadaan, dan pertumbuhan masyarakat. Teori sosiologis mengarahkan analisa prilaku pada kegiatan kelompok seperti teman kerja, keluarga dan lain-lainnya. Perusahaan harus bisa menentukan mana diantara lapisan-lapisan sosial yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap permintaan akan produk yang dihasilkan; (4) Teori antropologi adalah teori tentang organisme manusia dan tentang manusia sebagai subjek alam. Kategori masyarakat yang masuk kelompok ini adalah kelompok budaya, kelompok sosial yang turut memainkan peranan penting dalam pembentukan sikap seseorang ditengah-tengah masyarakat.
Baca lebih lanjut

189 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG INTERNA RSUD NOONGAN ipi172678

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG INTERNA RSUD NOONGAN ipi172678

inap di Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD) Waled Kabupaten Cirebon tahun 2009, dikemukan hasil bahwa karakteristik pasien BRSUD Waled yang dominan adalah pasien perempuan (59,3%), usia muda (63,3%), bependidikan non perguruan tinggi (92%), pekerja swasta/tani (86,7%), bertempat tinggal lebih dari 5 km (58%), berpenghasilan dibawah satu juta (83,3%) dan biaya ditanggung pihak lain (asuransi, jamkesmas, perusahaan) sebesar 75,3% (Sudarni, 2009).

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN SIKAP PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

HUBUNGAN SIKAP PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Dalam hal kerjasama ini, peran komunikasi antara perawat dengan pasien sangat penting untuk mengenal kebutuhan pasien dan menentukan rencana tindakan serta kerjasama dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah disajikan pada tabel 2.2 menunjukkan bahwa sikap perawat pada aspek komunikasi menurut persepsi pasien berada pada kategori baik yaitu sebanyak 78 responden (80,4%). Komunikasi yang dilakukan oleh seorang perawat pada saat melakukan intervensi keperawatan harus mampu memberikan kasiat terapi dalam proses penyembuhan pasien. Oleh karenanya seorang perawat harus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan aplikatif komunikasi therapeutik agar kebutuhan dan kepuasan pasien dapat terpenuhi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP RSU. BUNDA THAMRIN MEDAN TAHUN 2012

PENGARUH MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP RSU. BUNDA THAMRIN MEDAN TAHUN 2012

Nilai koefisien determinasi ( R Square ) adalah 0,749 artinya variabel pelayanan dokter memberikan pengaruh hanya sebesar 74,9% terhadap kepuasan pasien rawat inap, sedangkan sisanya 25,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

10 Baca lebih lajut

EVALUASI KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN GIZI  Evaluasi Kepuasan Pasien Rawat Inap Dan Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Gizi Pasien Diet Diabetes Mellitus Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta.

EVALUASI KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN GIZI Evaluasi Kepuasan Pasien Rawat Inap Dan Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Gizi Pasien Diet Diabetes Mellitus Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruh: 1) kinerja tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien diabetes mellitus. 2) kepatuhan ketepatan jadwal makan terhadap kepuasan pasien diabetes mellitus. 3) kepatuhan jenis makanan terhadap kepuasan pasien diabetes mellitus. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari jawaban 100 orang responden dengan metode accidental sampling. Alat analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian instrumen menyimpulkan bahwa semua variabel valid dan reliabel sebagai alat pengumpul data. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa: 1) Ada pengaruh kinerja tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien diabetes mellitus. 2) Tidak ada pengaruh kepatuhan ketepatan jadwal makan terhadap kepuasan pasien diabetes mellitus. 3) Tidak ada pengaruh kepatuhan jenis makanan terhadap kepuasan pasien diabetes mellitus.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.M.M. DUNDA KABUPATEN GORONTALO ipi40858

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.M.M. DUNDA KABUPATEN GORONTALO ipi40858

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian pasien terhadap kualitas pelayanan perawat dan persepsi pasien terhadap kepuasan pelayanan perawat di rawat inap, menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan perawat dengan kepuasan pasien rawat inap. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksplanasi dengan pendekatan c ross sectional study yang menggunakan metode survai. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang sementara dirawat selama bulan Maret 2006 di rawat inap RSUD Dr.M.M. Dunda Limboto Kab.Gorontalo berjumlah 100 orang. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif melalui tabulasi silang dan dilanjutkan dengan uji chi-square . Hasil penelitian didapatkan dimensi paling menonjol dengan penilaian baik adalah dimensi assurance , yang terlemah dengan penilaian baik adalah dimensi tangible . Dimensi yang paling menonjol ditanggapi puas adalah dimensi assurance , sedangkan dimensi terlemah ditanggapi puas adalah dimensi tangible. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan hubungan yang significan antara kualitas pelayanan perawat dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Dr.M.M.Dunda Limboto Kab. Gorontalo. Disarankan memberikan pelatihan teknis maupun manajemen kepada perawat secara berkala, adanya kepedulian perawat kepada pasien, ditingkatkan kebersihan ruangan perawatan, seyogyanya penampilan perawat bersih, serta memberikan kenyamanan pada pasien sehingga akan memberi- kan dampak positif bagi kepuasan pasien. Setelah dimensi assurance, dimensi responsivenes ditanggapi baik 73% dengan indikator konsistensi perawat untuk menyiapkan waktu menemani pasien dinilai benar 53% responden, selanjutnya empathy ditanggapi baik 69% dengan indikator kemampuan perawat memahami kondisi pasien dinilai benar 52%, demikian halnya reliability ditanggapi 69% responden baik dengan indikator kecepatan waktu perawat memeriksa pasien dinilai 48% benar.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELAYANAN MAKANAN DI RUMAH SAKIT UMUM (RSUD) MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT ipi29759

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELAYANAN MAKANAN DI RUMAH SAKIT UMUM (RSUD) MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT ipi29759

Menurut Aritonang (2012) 4 , jalur administrasi perencanaan anggaran makan-minum pasien dimulai dari pihak RS yang meminta perencanaan anggaran belanja makanan di instalasi gizi, kemudian pihak ini membuat perencanaan yang sesuai dengan harga pasar dan jumlah pasien, lalu dilaporkan kepada bagian perencanaan. Selanjutnya, perencanaan diusulkan ke bagian keuangan RS untuk dikoreksi. Biaya makan minum pasien setiap kelas perawatan harus dibedakan yaitu kelas I Rp.38.000/hari, kelas II Rp.34.250/hari, dan kelas III Rp. 31.500/hari. Biaya makan-minum pasien yang dianggarkan pada setiap kelas perawatan berbeda–beda. Berdasarkan hasil wawancara dengan bagian keuangan, diperoleh bahwa anggaran Vip dan kelas I Rp. 25.000/hari, sedangkan kelas II dan III Rp.18.000/hari. Jadi, total anggaran makan pasien selama tahun 2012 di RSUD Mamuju sebesar Rp.799.930.00–PPH 1,5% = Rp.787.931.000. Pencairan anggaran/dana makan-minum pasien dilakukan 4 kali dalam setahun. Ada 3 (tiga) dasar yang dipakai dalam penyusunan anggaran ini, sebagai berikut : petunjuk teknis pengelolaan makanan RS oleh Kemenkes, rata–rata jumlah pasien perhari, dan harga makanan pokok di kabupaten Mamuju.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Consumer Education dan Service Quality terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien Rawat Inap (Studi pada Rumah Sakit Umum Swasta di Kota Medan

Pengaruh Consumer Education dan Service Quality terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien Rawat Inap (Studi pada Rumah Sakit Umum Swasta di Kota Medan

Hasil analisis dengan menggunakan model struk- tural pada penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh kepuasan pasien rawat inap terhadap loyali- tas pasien rawat inap. Pengaruh ini adalah sebesar 0.571 dan signifikan pada taraf 5%. Hal ini mengan- dung arti bahwa apabila terjadi peningkatan terhadap loyalitas pasien rawat inap maka akan menyebabkan peningkatan juga terhadap loyalitas pasien rawat inap. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dilihat bah- wa secara umum pasien yang merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit menunjuk- kan kecenderungan untuk loyal terhadap pelayanan ataupun jasa yang diberikan oleh rumah sakit. Hal ini dapat dibuktikan dari respon ataupun tanggapan responden/pasien terhadap variabel customer satis- faction yang berada pada daerah positif, dan begitu juga jika dilihat respon mereka terhadap variabel lo- yalty, menunjukkan kecenderungan mereka untuk loyal terhadap pelayanan yang diberikan. Hasil peneli- tian ini mendukung kajian yang dilakukan Getty and Thompson (1994), Brady, Cronin, Thomas (2000), Kandampully dan Suhartanto (2000), Yu and Dean (2001) Mittal dan Kamakura (2001), serta Caruana (2002), yang menyimpulkan bahwa terdapat hubung- an yang positif diantara kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENAMPILAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

HUBUNGAN PENAMPILAN PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

yang kuat. Menurut asumsi peneliti, mayoritas responden menyatakan puas terhadap dimensi emphaty dikarenakan perawat mampu memberikan perhatian kepada pasien serta memenuhi kebutuhan- kebutuhan pasien selama masa perawatan di RS dengan baik. Hal ini sejalan dengan penelitian Mumu (2015) yang menyatakan bahwa pasien akan menyatakan puas bila perawat mampu mendengarkan keluhan pasien serta tidak membeda-bedakan status sosial pasien. Chunlaka (2010) juga menyatakan bahwa dimenis empati sangat berhubungan dengan kepuasan pasien, dimana pasien akan mempersepsikan puas jika perawat mampu berkomunikasi secara baik dengan pasien dan keluarga. Hasil penelitian yang menunjukan terdapat hubungan antara penampilan perawat dengan kepuasan pasien ternyata mendukung hasil- hasil penelitian terdahulu. Nova (2010) melakukan penelitian tentang pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada RS PKU Muhammadiyah Surakarta, penelitian ini menyimpulkan bahwa semua variabel dari dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari Tangibel, Responsiveness, Reliability, Emphaty, Assurance memiliki pengaruh dan signifikansi terhadap kepuasan pasien rawat inap.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PASIEN RAWAT INAP DI SMC RUMAH SAKIT TELOGOREJO ipi150649

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PASIEN RAWAT INAP DI SMC RUMAH SAKIT TELOGOREJO ipi150649

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pasien rawat inap di SMC RS Telogorejo. Tipe penelitian ini adalah asosiatif klausal dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS For Windows versi 16.0. Sedangkan pengujian hipotesis menggunakan uji t, uji f, koefisien korelasi dan koefisien determinasi.

Baca lebih lajut

Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan di Instalasi Rawat Inap Ruang B2 THT & Kulit Kelamin RSUP Dr. Kariadi Semarang

Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan di Instalasi Rawat Inap Ruang B2 THT & Kulit Kelamin RSUP Dr. Kariadi Semarang

Pada Januari 2012 instalasi rawat inap Ruang B2 THT & Kulit Kelamin mendapatkan nominasi ruang rawat inap dengan penilaian paling buruk dalam aspek dimensi pelayanan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan. Penelitian ini survei deskriptif yang dianalisis secara univariat terhadap dimensi pelayanan tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty berdasarkan usia, pendidikan, dan pekerjaan. Sampel sebanyak 70 responden. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Hasil analisis univariat dari 70 pasien didapatkan sebagian besar responden merasa puas (77,1%) terhadap keseluruhan dimensi pelayanan. Data tangible menunjukkan: pada usia ≥56 tahun 10 responden (66,7%) merasa puas, dengan pendidikan lanjutan 26 responden (65%) merasa puas, pada kelompok tidak bekerja 7 responden (63,6%) merasa puas. Data reliability menunjukkan: pada usia ≥56 tahun 10 responden (66,7%) merasa puas, dengan pendidikan lanjutan 17 responden (42,5%) merasa puas, pada kelompok tidak bekerja 7 responden (63,6%) merasa puas. Data responsiveness menunjukkan: pada usia ≥56 tahun 8 responden ( 53,3%) merasa puas, dengan pendidikan lanjutan 22 responden (55%) merasa puas, pada kelompok bekerja 32 responden (54,2%) merasa puas. Data assurance menunjukkan: pada usia 15-55 tahun 42 responden (76,4%) merasa puas, dengan pendidikan lanjutan 30 responden (75%) merasa puas, pada kelompok bekerja 44 responden (74,6%) merasa puas. Data emphaty menunjukkan: pada usia 15-55 tahun 41 responden (74,5%) merasa puas, dengan pendidikan wajib 22 responden (73,3%) merasa puas, pada kelompok bekerja 43 responden (72,9%) merasa puas. Sebagian besar responden merasa puas terhadap keseluruhan dimensi pelayanan di instalasi rawat inap Ruang B2 THT & Kulit Kelamin RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPUASAN  DAN LOYALITAS  Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Tenaga Kesehatan Dengan Kepuasan Dan Loyalitas Pasien Rawat Jalan Dan Rawat Inap Di Rs Pku Muhammadiyah Bantul Yogyakarta.

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPUASAN DAN LOYALITAS Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Tenaga Kesehatan Dengan Kepuasan Dan Loyalitas Pasien Rawat Jalan Dan Rawat Inap Di Rs Pku Muhammadiyah Bantul Yogyakarta.

Lokasi penelitian ini di area RS PKU Muhammadiyah Bantul yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman No.124, Bantul, Kec. Bantul, Yogyakarta. Ruang lingkup penelitian adalah kualitas pelayanan, kepuasaan pasien dan loyalitas pasien yang menggunakan jasa pelayanan kesehatandi RS PKU Muhammadiyah Bantul. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode-metode kuesioner yang dilakukan dengan pertanyaan tertulis secara terstruktur atau menggunakan daftar angket yang akan disebarkan kepada seluruh responden dengan tujuan memperoleh data mengenai obyek penelitian.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Informasi Data Pasien di Klinik Tabita Gunungsitoli Menggunakan Microsoft Office Excel 2007

Perancangan Sistem Informasi Data Pasien di Klinik Tabita Gunungsitoli Menggunakan Microsoft Office Excel 2007

Gambar 5.13 Kotak Pesan Master Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Kosong Form pendaftaran pasien rawat jalan terdiri dari nomor rekam medis, nama pasien, jenis kelamin, tanggal kunjungan, keluhan, diagnosa, tindak lanjut dan nama dokter. Petugas mengisi jenis kelamin, diagnosa dan nama dokter dengan memilih pilihan yang tersedia di dalam combobox dan tanggal keluhan diisi dengan cara double klik pada commandbutton Cal. dan memilih tanggal yang tersedia pada kalender. Setelah selesai mengentri data, klik tombol “Tambah” dan data pasien rawat jalan akan tersimpan dalam database. Klik tombol “Edit” untuk mengedit record data, untuk menghapus klik tombol “Hapus”, untuk mencari data pasien ketikkan nomor rekam medis atau nama
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN KINERJA PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN ASKEP DENGAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN YANG DIBERIKAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD KOTA SOLOK TAHUN 2013

HUBUNGAN KINERJA PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN ASKEP DENGAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN YANG DIBERIKAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD KOTA SOLOK TAHUN 2013

Berdasarkan hasil survei kepuasan pasien yang dilakukan oleh Depkes RI (tahun 2011) pada beberapa Rumah Sakit di Jakarta menunjukkan bahwa 14 % pasien mengeluh tidak puas terhadap pelayanan kesehatan yang diterimanya, sedangkan pelayanan yang diberikan pada umumnya sudah baik. Penelitian yang dilakukan UNDIP tahun 2006, ketidapuasan pasien yang paling sering diungkapkan pasien adalah sikap dan perilaku petugas RS, antara lain keterlambatan pelaya nan perawat, perawat kurang komunikatif dan informatif, lamanya proses masuk rawat inap, tutur kata, keacuhan serta ketertiban dan kebersihan di lingkungan rumah sakit.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN KUALITAS LAYANAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN PADA PASIEN RAWAT INAP RSUD BANGKALAN ipi175589

HUBUNGAN KUALITAS LAYANAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN PADA PASIEN RAWAT INAP RSUD BANGKALAN ipi175589

Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan antara kualitas layanan dan kepuasan pelanggan dikarenakan kualitas layanan merupakan suatu ukuran penilaian dari pelanggan terkait pelayanan yang diterima apakah sesuai atau tidak dengan harapan (Lewis dan Booms dalam Tjiptono dan Chandra, 2011). Penelitian ini memfokuskan pada kualitas layanan jasa, dimana memiliki perbedaan karakteristik dengan kualitas produk. Salah satu karakteristik jasa yaitu intangibilty, dimana individu tidak bisa menilai suatu kualitas layanan sebelum mengkonsumsi sendiri (Kotler & Amstrong, 2003). Subjek penelitian ini yaitu pasien rawat inap RSUD Bangkalan juga mengalami hal tersebut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...