kerangka kerja ITIL V3

Top PDF kerangka kerja ITIL V3:

PEMBUATAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES-PROSES SERVICE OPERATION BERDASARKAN KERANGKA KERJA ITIL V3 DAN PERMENKEU NO. 169PMK.012012 (STUDI KASUS PADA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA SURABAYA II)

PEMBUATAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PROSES-PROSES SERVICE OPERATION BERDASARKAN KERANGKA KERJA ITIL V3 DAN PERMENKEU NO. 169PMK.012012 (STUDI KASUS PADA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA SURABAYA II)

Pembuatan prosedur dalam penelitian ini mengacu pada kerangka kerja ITIL v3 service operation dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 169/PMK.01/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Prosedur-prosedur yang akan dibuat adalah berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan dari analisis gap, yakni: SOP Penanganan Event Layanan TI, SOP Penanganan Insiden Layanan TI, SOP Penanganan Problem Layanan TI, SOP Penanganan Permintaan Layanan TI, SOP Penanganan Hak Akses Aplikasi.Pembuatan Dokumen SOP dalam penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pembuatan Template Pencatatan Item Konfigurasi Dengan Mengacu Pada Kerangka Kerja ITIL v3 - ITS Repository

Pembuatan Template Pencatatan Item Konfigurasi Dengan Mengacu Pada Kerangka Kerja ITIL v3 - ITS Repository

Direktorat Pengembangan Teknologi Sistem Informasi (DPTSI) ITS merupakan sebuah direktorat yang memegang peranan penting untuk mengelola dan mengembangkan teknologi sistem informasi sebuah institusi pendidikan seperti ITS yang mengedepankan penggunaan Teknologi Informasi [6]. Sebagian besar proses operasional bisnis organisasi telah didukung oleh aset layanan agar lebih efektif dan efisien. Maka untuk menjamin stabilitas proses bisnis, organisasi harus memperhatikan dan melindungi aset layanan tersebut. DPTSI merasa kesulitan untuk mengetahui aset layanan (item konfigurasi) apa saja yang dimiliki dan harus dikelola dengan baik beserta dengan informasi khususnya dari setiap item konfigurasi karena organisasi belum memiliki sebuah data mengenai aset layanan atau item konfigurasinya secara lengkap dan akurat sehingga perlu dilakukan pemahaman, pendokumentasian atau pencatatan pada setiap aset yang dimiliki. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini ditujukan untuk membuat template pencatatan item konfigurasi (Configuration Item Records Template) sesuai dengan ITIL v3. Pembuatan template pencatatan ini termasuk ke dalam proses transisi layanan khususnya identifikasi konfigurasi pada manajemen aset layanan dan konfigurasi. Penelitian ini diharapkan mampu membantu DPTSI ITS dalam melakukan pencatatan item konfigurasi yang dimiliki.
Baca lebih lanjut

173 Baca lebih lajut

RESOURCE MANAGEMENT SYSTEMS (GRMS) BERDASARKAN KERANGKA KERJA ITIL V3. (STUDI KASUS : PEMERINTAH KOTA SURABAYA BAGIAN BINA PROGRAM)

RESOURCE MANAGEMENT SYSTEMS (GRMS) BERDASARKAN KERANGKA KERJA ITIL V3. (STUDI KASUS : PEMERINTAH KOTA SURABAYA BAGIAN BINA PROGRAM)

Dalam penelitian ini, yang peneliti gunakan adalah dua dari empat aspek yang ada. Aspek tersebut adalah people, processes dan product. Peneliti menggunakan ketiga aspek tersebut karena berdasarkan standar terhadap kebutuhan suatu organisasi. Organisasi dapat merasakan keuntungan dari penggunaan ITIL ketika terdapat kesesuaian dan kejelasan terhadp proses dan pihak yang terkait dengan proses. Sedangkan di dalam studi kasus yang berfokus ada manajemen insiden, kesesuaian proses dan sumber daya menjadi hal yang penting. Oleh karena itu, peneliti menggunakan ketiga aspek yaitu people, processes dan product dari empat aspek yang digunakan. Selain itu aspek ini digunakan berdasarkan hasil wawancara terhadap kondisi ekspektasi.
Baca lebih lanjut

263 Baca lebih lajut

Analisis Pengelolaan Layanan TI Pada Domian Service Operation Dengan Menggunakan Framework ITIL V3 (Studi Kasus Dana Pensiun Telkom)

Analisis Pengelolaan Layanan TI Pada Domian Service Operation Dengan Menggunakan Framework ITIL V3 (Studi Kasus Dana Pensiun Telkom)

1. Kondisi penerapan layanan TI saat ini dapat diketahui dengan peniliaian (Assessment) menggunakan kerangka kerja ITIL v3. Setelah dilakukan penilaian terhadap operasional layanan TI (Service Operations) saat ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan dari proses Incident Management dan Problem Management berada pada level 1 atau Initial. Dengan Nilai 1,50 untuk Incident Management, dan 1,58 untuk Problem Management. Dengan hasil tersebut, maka dapat diartikan bahwa keberhasilan pada proses layanan TI saat ini bertumpu pada kerja keras dan kompetensi yang tinggi dari orang-orang yang ada didalam organisasi dan dapat juga dikatakan perusahaan ini belum menjalankan tujuan dan sasaran yang telah didefinisikan oleh ITIL v3 terkait dengan operasioanl layanan TI. Hasil penilaian ini berjalan lurus dengan kondisi nyata dilapangan (berdasarkan observasi & wawancara) terkait dengan penanganan Insiden dan Masalah yang berjalan di perusahaan. Di samping itu, hasil analisis kesenjangan (Gap Analysis) juga menunjukkan masih terdapat banyak sekali prosedur penanganan insiden dan masalah yang belum sesuai dengan standar ITIL v3, yaitu dari 10 prosedur penanganan insiden (Incident Management) yang sesuai dengan ITIL v3 hampir keseluruhan dari proses yang sedang berjalan belum memenuhi standar ITIL v3. Untuk prosedur penanganan masalah (Problem Management) dari 11 prosedur yang sesuai dengan standar ITIL v3, hampir dari keseluruhan prosedur yang berjalan saat ini belum memenuhi standar yang sesuai dengan ITIL v3.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Analisis IT Service Management pada PT. RST dengan Menggunakan Itil V3 "Service Operation".

Analisis IT Service Management pada PT. RST dengan Menggunakan Itil V3 "Service Operation".

PT. RST (Rukun Sejahtera Teknik) adalah sebuah perusahaan distributor barang – barang teknik di Jakarta. Di dalam PT. RST banyak sekali kegiatan operasional yang terjadi, mulai dari pengiriman barang kepada konsumen, pemesanan barang kepada supplier, penjualan barang, dsb. Untuk mempermudah kegiatan tersebut, perusahaan telah menggunakan layanan dan jaringan IT ( Information Technology ). Maka dari itu perusahaan ingin mengetahui sejauh mana penggunaan layanan dan jaringan IT, agar perusahaan dapat mengerti bagaimana mengelola layanan IT secara efektif dan efisien,dan menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan dan menjaga kestabilan operasional layanan IT ( desain, skala, ruang lingkup, target kinerja layanan IT ). Maka dari itu, Laporan Tugas Akhir ini terfokus pada kegiatan analisis kegiatan operasional perusahaan, dengan menggunakan kerangka kerja ITIL v3 yaitu, Layanan Operasi. Analisis dan audit ini meliputi perbandingan kondisi PT. RST dengan standar ITIL yang ada pada Layanan Operasi. Perbandingan ini bertujuan untuk mengetahui kekurangan apa saja yang perlu diperbaiki oleh PT. RST agar bidang teknologi informasi lebih berkembang. Teknik penelitian yang digunakan meliputi analisa, wawancara serta survei ke lapangan. Sumber data didapat dari buku – buku ITIL v3 serta kegiatan operasional yang ada di PT. RST. Tujuan dibuatnya Laporan Seminar Tugas Akhir ini adalah untuk mendokumentasikan sejauh mana Layanan Operasi ITIL telah diterapkan di PT. RST.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

TA : Perencanaan Financial Management Layanan TI Pada PPTI Stikom Surabaya Menggunakan ITIL V3.

TA : Perencanaan Financial Management Layanan TI Pada PPTI Stikom Surabaya Menggunakan ITIL V3.

Berdasarkan hasil analisa pada bagian PPTI Stikom Surabaya, saat ini masih sangat membutuhkan beberapa proses pembaharuan dan perbaikan terkait dengan manajemen keuangan yang berdasarkan pada kebutuhan layanan TI yang disediakan oleh pihak PPTI. Berdasarkan hasil perencanaan keuangan ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu perencanaan keuangan yang dirancang ini menghasilkan beberapa dokumen antara lain : dokumen cost model yang terdiri atas 5 layanan TI, dokumen business case yang terdiri atas 5 layanan, SOP penyusunan anggaran, serta dokumen kebijakan biaya layanan yang didasarkan pada kerangka kerja ITIL v3.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PENYUSUNAN SOP PENGELOLAAN KONTRAK DENGAN SUPPLIER PENYEDIA LAYANAN TI BERDASARKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 DAN ITIL V3 STUDI KASUS RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT DR RAMELAN Repository - UNAIR REPOSITORY

PENYUSUNAN SOP PENGELOLAAN KONTRAK DENGAN SUPPLIER PENYEDIA LAYANAN TI BERDASARKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 DAN ITIL V3 STUDI KASUS RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT DR RAMELAN Repository - UNAIR REPOSITORY

ITIL menyediakan kerangka kerja bagi tata kelola IT, 'membungkus layanan', dan berfokus pada pengukuran terus-menerus dan perbaikan kualitas layanan IT yang diberikan, baik dari sisi bisnis dan perspektif pelanggan. Fokus ini merupakan faktor utama dalam keberhasilan ITIL di seluruh dunia dan telah memberikan kontribusi untuk penggunaan produktif dan memberikan manfaat yang diperoleh organisasi dengan pengembangan teknik dan proses sepanjang organisasi ada. Proses-proses dalam Service Design terdiri atas Service Catalogue Management, Service Level Management, dan Supplier Management. Supplier Management yakni proses memastikan semua kontrak dengan supplier memenuhi kebutuhan bisnis organisasi, memastikan bahwa semua supplier memenuhi komitmen- komitmen kontrak mereka, mereview kontrak, dan menjaga hubungan dengan supplier (Susanto, 2015).
Baca lebih lanjut

182 Baca lebih lajut

Pemanfaatan ITIL v3 untuk Mengatasi Masa

Pemanfaatan ITIL v3 untuk Mengatasi Masa

Masalah lain dalam proses integrasi adalah masalah heterogen dari masing-masing sistem lama seperti perbedaan sistem operasi, perangkat lunak pengelola data, middle ware, user interface, aturan bisnis [2]. ITIL menyediakan pendekatan sistematis untuk melihat dan mengevaluasi sistem terintegrasi dari sisi manusia, teknologi, proses dan organisasi [3]. Proses identifikasi proses, perancangan, implementasi dan evaluasi yang ada di dalam kerangka kerja ITIL dapati digunakan sebagai tool atau alat untuk melihat lebih permasalahan yang ada dan memudahkan mengusulkan rekomendasi yang sesuai. Pada beberapa perusahaan TI seringkali ITIL digunakan sebagai alat untuk memperoleh standar kualitas seperti ISO 9000 dan ISO/IEC 20000. [4,5]
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Pengelolaan TI PT. Dirgantara Indonesia Menggunakan ITIL v3, Service Operation.

Analisis Pengelolaan TI PT. Dirgantara Indonesia Menggunakan ITIL v3, Service Operation.

ITIL ( Information Technology Infrastructure Library ) adalah kerangka kerja umum tentang perusahaan TI yang berfokus pada pengukuran berkesinambungan dan perubahan kualitas dari layanan TI, baik dari bisnis maupun pelanggan ITIL sebagai referensi best practice untuk memberikan high quality dari layanan-layanan TI. ITIL v3 Service Operation sebagai langkah utama untuk melakukan analisa terhadap TI organisasi untuk mencapai TI yang lebih efektif dan efisien. Service Operation berfokus untuk menyampaikan semua layanan kepada konsumen dan pengguna layanan secara konsisten, dapat dipercaya, dan secara berulang.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN SISTEM SERVICE DESK KEPEGAWAIAN BERDASARKAN FRAMEWORK ITIL V3 KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH.

ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN SISTEM SERVICE DESK KEPEGAWAIAN BERDASARKAN FRAMEWORK ITIL V3 KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH.

permintaan akses dan menyediakan antarmuka untuk semua proses dari kegiatan operasional layanan lainnya. Sistem service desk dengan menggunakan Framework Information Technology Infrastructure Library (ITIL) V3 merupakan kerangka kerja yang berfungsi untuk membantu dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas prosese bisnis suatu organisasi dengan hasil berupa temuan-temuan yang memberikan rekomendasi kerja tata kelola yang didalamnya mengatur bagaimana layanan di deliver serta di support untuk mendukung layanan utama organisasi (core business) dalam proses layanan-layanan TI yang diimplementasikan, diatur, dan didukung dengan tingkatan yang sesuai dari tujuan pelayanan sistem kepegawaian. Cobit dipilih karena dapat memberikan gambaran paling rinci sejauh mana leveloptimized yang sedang berjalan dengan melakukan self- assessment (penaksiran diri) pada sistem service desk kepegawaian berdasarkan Framework ITIL V3, sehingga memberi gambaran sejauh mana pelayanan kepegawaian berjalan yang dikonversikan berdasarkan perhitungan nilai tingkat kematangan (maturity level) service desk pada sub domain Cobit 4.1.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERENCANAAN INFORMATION TECHNOLOGY PROBLEM MANAGEMENT BERDASARKAN ITIL V3 PADA RSU HAJI SURABAYA | Prasetya | Jurnal JSIKA 1 PB

PERENCANAAN INFORMATION TECHNOLOGY PROBLEM MANAGEMENT BERDASARKAN ITIL V3 PADA RSU HAJI SURABAYA | Prasetya | Jurnal JSIKA 1 PB

Untuk dapat mengatasi kendala di atas, maka solusi yang dapat disarankan dengan menghasilkan dokumen perencanaan problem management di Service Operation berupa SOP (Standard Operational Procedure), WI (Work Instruction) dan Rekaman Kerja (Work Record) mengikuti kerangka kerja ITIL V-3.

9 Baca lebih lajut

PERENCANAAN BUSINESS RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA PPTI STIKOM SURABAYA MENGGUNAKAN ITIL V3

PERENCANAAN BUSINESS RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA PPTI STIKOM SURABAYA MENGGUNAKAN ITIL V3

merupakan sebuah standar kerangka kerja yang digunakan dalam bidang teknologi informasi. ITIL berfungsi untuk menyelaraskan pelayanan TI dengan kebutuhan bisnis perusahaan. ITIL menyediakan kerangka kerja bagi tata kelola TI, dan berfokus pada pengukuran terus ‐ menerus dan perbaikan kualitas layanan TI yang diberikan, baik dari sisi bisnis hingga perspektif pelanggan. Fokus ini merupakan faktor utama dalam keberhasilan ITIL di seluruh dunia dan telah memberikan kontribusi untuk penggunaan produktif dan memberikan manfaat yang diperoleh organisasi dengan pengembangan teknik dan proses sepanjang organisasi ada (Cartlidge, 2007).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

TA : Perencanaan Availability Management For IT Services Pada PPTI Stikom Surabaya Menggunakan ITIL V3.

TA : Perencanaan Availability Management For IT Services Pada PPTI Stikom Surabaya Menggunakan ITIL V3.

ITIL (Information Technology Infrastructure Library) diterbitkan antara tahun 1989 dan 1995 oleh Her Majesty’s Stationery Office (HMSO) di Inggris atas nama Kantor Pemerintah Perdagangan (Office Government Commerce). ITIL merupakan suatu kerangka kerja umum yang menggambarkan Best Practice layanan manajemen TI. ITIL menyediakan kerangka kerja bagi tata kelola TI, dan wrapping layanan serta fokus pada pengukuran terus menerus serta perbaikan kualitas layanan TI yang disampaikan, baik dari perspektif binis dan pelanggan. (OGC, 2011). Adapun manfaat - manfaat ITIL :
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

TA : Perencanaan Demand Management For IT Services Pada PPTI Stikom Surabaya Menggunakan Standar Service Strategy ITIL V3.

TA : Perencanaan Demand Management For IT Services Pada PPTI Stikom Surabaya Menggunakan Standar Service Strategy ITIL V3.

kerangka kerja yang digunakan dalam bidang TI. ITIL berfungsi untuk menyelaraskan pelayanan TI dengan kebutuhan bisnis. ITIL menyediakan kerangka kerja bagi tata kelola TI, mengemas layanan, dan berfokus pada pengukuran berkeleanjutan dan perbaikan kualitas layanan TI yang diberikan, baik dari sisi bisnis dan perspektif pelanggan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ITIL dapat memberikan diskripsi secara rinci sejumlah proses kegitan TI dan menyediakan daftar komprehensif tugas dan prosedur yang didalam setiap organisasi dapat menyesuaikan kebutuhannya sendiri. Fokus ini merupakan faktor utama dalam keberhasilan ITIL di seluruh dunia dan telah memberikan kontribusi untuk penggunaan produktif dan memberikan manfaat yang diperoleh organisasi dengan pengembangan teknik dan proses sepanjang berjalannya kegiatan organisasi (Cartlidge, 2007).
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

PERANCANGAN TATA KELOLA MANAJEMEN LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN ITIL V3 DOMAIN SERVICE TRANSITION DAN SERVICE OPERATION DI PEMERINTAHAN KOTA BANDUNG DESIGNING INFORMATION TECHNOLOGY SERVICE MANAGEMENT GOVERNANCE USING ITIL V3 SERVICE TRANSITION

PERANCANGAN TATA KELOLA MANAJEMEN LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN ITIL V3 DOMAIN SERVICE TRANSITION DAN SERVICE OPERATION DI PEMERINTAHAN KOTA BANDUNG DESIGNING INFORMATION TECHNOLOGY SERVICE MANAGEMENT GOVERNANCE USING ITIL V3 SERVICE TRANSITION

Untuk menjawab rumusan masalah penelitian, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kebutuhan perancangan perancangan Tata Kelola Manajemen Layanan TI menggunakan ITIL versi 3 Service Transition dan Service Operation di Pemerintah Kota Bandung ini adalah data primer yang terdiri dari kondisi layanan eksisting dan target, yang akan digunakan untuk assessment dan analisis, serta data sekunder yang didapatkan dari dokumen-dokumen Pemerintahan Kota Bandung, dokumen ITIL, refernsi paper, dan tujuan perusahaan. Kemampuan pengelolaan layanan TI di Pemerintah Kota Bandung saat ini berada pada Level 1 Partially-Achieved, dengan nilai Service Transition 24.5 % dan Service Operation 23%. Hal itu didapatkan dari hasil assessment menggunakan Capability Level ISO 15504. Dan berdasarkan hasil analisis data, dilakukan Perancangan Tata Kelola Manajemen Layanan TI menggunakan ITIL versi 3 Service Transition dan Service Operation di Pemerintah Kota Bandung menghasilkan 16 dokumen, yaitu 1 dokumen rekomendasi kebijakan TI, 5 dokumen SOP, dan 7 dokumen pendukung.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN BEST PRACTICE ITIL V3 SERVICE OPERATION (Studi Kasus: Pustaka dan Arsip Kampar)

ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN BEST PRACTICE ITIL V3 SERVICE OPERATION (Studi Kasus: Pustaka dan Arsip Kampar)

Information Technology Infrastructure library (ITIL) adalah separangkat konsep dan praktik untuk mengelola layanan TI, pengembangan dan operasi TI. ITIL memberi deskripsi rinci sejumlah praktik penting TI dan menyediakan daftar konfrehensif tugas dan prosedur yang di dalamnya setap organisasi dapat menyesuaikan dengan kebutuhannya sendiri [1]. Siklus layanan ITIL meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

6 Baca lebih lajut

TA : Perencanaan Service Level Management Layanan TI Pada PPTI Stikom Surabaya Menggunakan ITIL V3.

TA : Perencanaan Service Level Management Layanan TI Pada PPTI Stikom Surabaya Menggunakan ITIL V3.

Manajemen layanan STI yang efektif itu sendiri merupakan aset strategis dari penyedia layanan STI yang menyediakan kemampuan untuk melaksanakan bisnis utama dalam memberikan nilai kepada pengguna melalui pemenuhan kepuasan pengguna yang ingin dicapai. Mengadopsi best practice yang baik dapat membantu penyedia layanan STI untuk membuat sistem manajemen pelayanan yang efektif. Best practice yang baik adalah yang telah terbukti dapat meningkatkan efektivitas kinerja. Best practice yang baik dapat datang dari berbagai sumber, termasuk kerangka umum (seperti ITIL, COBIT dan CMMI), standar (seperti ISO / IEC 20000 dan ISO 9000), dan pengetahuan milik individu dan organisasi (Bon, 2007).
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Informasi IBS Menggunakan Framework ITIL V3 pada PT. Bank Perkreditan Rakyat "XXX".

Analisis Sistem Informasi IBS Menggunakan Framework ITIL V3 pada PT. Bank Perkreditan Rakyat "XXX".

PT. Bank Perkreditan Rakyat XXX merupakan sebuah bank yang memberikan pelayanan jasa-jasa keuangan yang kompetitif kepada masyarakat. Kebutuhan akan informasi yang baik, cepat dan tepat merupakan bagian utama yang diperlukan oleh setiap bagian diperusahaan agar kinerja dari sistem lebih efektif dan efisien. Tidak akuratnya informasi yang diberikan merupakan hal yang menjadi kendala di PT. Bank Perkreditan rakyat XXX. Sistem informasi pada PT. Bank Perkreditan Rakyat XXX menggunakan aplikasi Integrated Banking System (IBS) yang sangat membantu dalam menjalankan proses-proses yang ada dan dapat memberikan informasi yang tepat, cepat, dan akurat serta dapat menghemat waktu. Setelah melalui tahapan ini metode yang dipilih untuk analisis sistem informasi di PT. Bank Perkreditan Rakyat XXX menggunakan framework ITIL domain Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation, dan Continual Service Improvement yang berguna untuk mengetahui sejauh mana layanan- layanan tersebut pada PT. Bank Perkreditan Rakyat XXX serta mempunyai tujuan untuk menjadikan perusahaan menjadi lebih baik dan meningkatkan berbagai layanan kepada nasabah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERENCANAAN AVAILABILITY MANAGEMENT FOR IT SERVICE PADA PPTI STIKOM SURABAYA MENGGUNAKAN ITIL V3

PERENCANAAN AVAILABILITY MANAGEMENT FOR IT SERVICE PADA PPTI STIKOM SURABAYA MENGGUNAKAN ITIL V3

Solusi yang ditawarkan adalah membuat perencanaan Availability Management yang ada dalam bagian ITIL Service Design di PPTI Stikom Surabaya. Pada proses tersebut mempunyai poin antara lain (1) Menghasilkan dan selalu meng up-to-date kebutuhan saat ini dan mendatang, (2) Memberikan saran dan mengarahkan di setiap area terkait dengan ketersediaan, (3) Memastikan semua kebutuhan ketersediaan memenuhi target layanan yang diberikan, (4) Membantu PPTI dengan diagnosis dan perubahan sistem terkait dengan insiden ketersediaan, (5) Menilai dampak semua perubahan pada rencana ketersediaan di semua layanan dan sumber daya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Implementasi ITIL® V3 Framework pada Perancangan Aplikasi Service Desk Management Berorientasi User

Implementasi ITIL® V3 Framework pada Perancangan Aplikasi Service Desk Management Berorientasi User

Abstract — Information Technology Infrastructure Library (ITIL) provides a range of processes models and best practice functions as a guide in the alignment of IT and business process. Service Desk is the main function in ITIL to manage and handle all Incidents and Request from users of IT services. One of the main problems encountered in the implementation of Service Desk is the fact that some users are requesting IT services without following the procedure, they ask for help directly to IT personel.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects