kerusakan sel hepar

Top PDF kerusakan sel hepar:

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

Winda A. Panjaitan, G0010197, 2013, Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) terhadap Kerusakan Sel Hepar Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Parasetamol, Skripsi, Fakultas Kedokeran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar) AKIBAT PAPARAN ISONIAZID DAN RIFAMPISIN SUBAKUT

PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar) AKIBAT PAPARAN ISONIAZID DAN RIFAMPISIN SUBAKUT

Karya Tulis Akhir dengan judul “ PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psiidium Guajava) TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar) AKIBAT PAPARAN ISONIAZID DAN RIFAMPISIN SUBAKUT” ini dilaksanakan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program sarjana Fakultas Kedokteran.

25 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN DEKSAMETASON DOSIS BERTINGKAT PER ORAL 30 HARI TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR TIKUS WISTAR - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH PEMBERIAN DEKSAMETASON DOSIS BERTINGKAT PER ORAL 30 HARI TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR TIKUS WISTAR - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Hasil : Nilai rerata skor kerusakan sel hepar tertinggi pada kelompok P3. Skor yang dinilai meliputi kerusakan berupa degenerasi parenkimatosa, degenerasi hidropik dan nekrosis. Uji Anova didapatkan perbedaan yang bermakna (p=0,0001). Uji Post Hoc didapatkan perbedaan bermakna pada K-P1(p=0,0001), K-P2(p=0,0001), K- P3(p=0,0001), P1-P3(p=0,0001), dan P2-P3(p=0,0001) dan pada P1-P2 (p=0,0001) Kesimpulan : Perbedaan tingkat kerusakan sel hepar pada kelompok yang diberi deksametason dibanding kelompok kontrol. Perbedaan tingkat kerusakan sel hepar juga terjadi diantara kelompok perlakuan, dimana tingkat kerusakan sel hepar kelompok perlakuan P3 lebih besar dari kelompok P2 dan kelompok P2 lebih besar dari kelompok P1. Pada kelompok P3 didapatkan rerata kerusakan nekrosis sel hepar, kelompok P2 berupa degenerasi hidropik, kelompok P1 berupa degenerasi parenkimatosa. Hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan antara peningkatan dosis deksametason terhadap tingkat kerusakan sel hepar tikus Wistar.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BROKOLI (Brassica oleracea var. Italica) TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BROKOLI (Brassica oleracea var. Italica) TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

Shinta Retno Wulandari, G0012210, 2012. Pemberian Ekstrak Brokoli ( Brassica oleracea var. Italica ) terhadap Kerusakan Sel Hepar Mencit ( Mus musculus ) yang Diinduksi Parasetamol. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN SARI KUNYIT KUNING (Curcuma longa) TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

PENGARUH PEMBERIAN SARI KUNYIT KUNING (Curcuma longa) TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

g/ 20 g BB mencit/ hari selama 14 hari berturut – turut dapat mengurangi jumlah kerusakan inti sel hepar akibat pemberian parasetamol. Sari kunyit kuning mengandung kurkumin yang mempunyai kemampuan menangkap ion superoksida (Elizabeth dan Rao, 1990). Ion soperoksida terkandung dalam NAPQI. Kemampuan kurkumin menangkap ion superoksida dapat memutus reaksi berantai antara ion superoksida dengan peroksinitrit yang dihasilkan karena penggunaan parasetamol yang berlebih, reaksi ini dapat berakibat pada kerusakan sel hepar karena nitrasi protein. Kurkumin juga dapat memutus reaksi berantai antar ion superoksida, sehingga dapat mencegah kerusakan sel hepar karena peroksidasi lipid. Kurkumin juga mampu meningkatkan gluthatione-S-transferase (GST) hepar (Sharma et al., 2001). Kurkumin mampu menghambat sitokin proinflamasi (Kohli et al., 2004).
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

EFEK PEMBERIAN MADU TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) AKIBAT PAPARAN PARASETAMOL

EFEK PEMBERIAN MADU TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) AKIBAT PAPARAN PARASETAMOL

mencit (dosis II) sebelum pemberian parasetamol tidak mampu mencegah kerusakan sel hepar yang diinduksi dengan parasetamol, hal ini dapat terjadi karena dosis madu yang diberikan pada kelompok PIII terlalu tinggi, sehingga fungsi protektif madu justru menurun dan jumlah kerusakan sel hepar hampir sama dengan kelompok PI meskipun derajat kerusakannya lebih ringan. Hal ini dapat dianalogikan dengan cara kerja obat. Sebagaimana obat yang memiliki dosis optimal, madu juga memiliki dosis optimal. Kurva dosis dan efek berbentuk sigmoid sehingga apabila dosis yang diberikan lebih dari maksimal, maka akan menurunkan fungsi obat tersebut (Mycek et al., 1997). Begitu pula dengan madu, bila dosis yang diberikan berlebihan, maka akan menurunkan efek protektifnya.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

EFEK HEPATOPROTEKTOR PROPOLIS TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

EFEK HEPATOPROTEKTOR PROPOLIS TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Menurut Ismail et al. (2010), status stres oksidatif sangat berkaitan dengan terjadinya kerusakan sel-sel hepar. Maellaro et al. (2004) menyebutkan dalam penelitiannya bahwa kerusakan sel hepar yang diinduksi oleh agen pendeplesi glutation dapat dikurangi dengan pemberian zat-zat antioksidan. Sistem antioksidan, baik enzimatik maupun non-enzimatik akan mengeliminasi peroksidan dan radikal bebas yang berbahaya bagi kelangsungan hidup sel (Dimascio et al, 2001). Propolis mengandung berbagai jenis senyawa antioksidan yang mampu mencegah dan menghambat dari efek toksik parasetamol. Kandungan antioksidan yang terdapat di dalam propolis antara lain adalah flavonoid, fenol, asam dicaffeoylquinic, asam caffeic dan ferulik, vitamin C, E dan A, mineral Se, fe, Cu dan Zn, serta asam amino essensial (Krell, 1996). Semua jenis antioksidan yang terkandung dalam propolis berperan penting dalam menentukan TAS (total antioxidant status). TAS mampu memberikan elektron kepada molekul radikal bebas dan memutuskan reaksi berantai (chain reaction) dari radikal bebas sehingga dapat menghambat dan mencegah terjadinya stres oksidatif (Almatsier, 2002; Winarsih, 2007).
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

EFEK HEPATOPROTEKTOR CUKA APEL Anna TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGIS SEL HEPAR WISTAR YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

EFEK HEPATOPROTEKTOR CUKA APEL Anna TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGIS SEL HEPAR WISTAR YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

Kandungan cuka apel berupa asam asetat dan fenol yang tinggi dapat menjadi zat alternatif untuk melindungi hepar dari kerusakan yang diakibatkan oleh keracunan parasetamol. Asam asetat berperan dalam meningkatkan kadar GSH, sedangkan fenol berperan sebagai antioksidan yang akan mengikat radikal bebas (Mohamad et al, 2015). Apabila kadar GSH meningkat, metabolit NAPQI yang akan berikatan dengan protein sel hepar menurun. Jika radikal bebas dalam hepar menurun karena aktivitas fenol, aktivitas oksidasi juga akan menurun dan kerusakan sel hepar dapat dicegah. Dengan adanya perlindungan aktivitas antioksidan endogen dan eksogen terhadap sel hepar tersebut, nekrosis sel hepar dapat dicegah. Berdasarkan penelitian sebelumnya, cuka apel dengan dosis 0,4 ml dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus wistar yang diberi diet tinggi gula (Zubaidah, 2011). Penelitian pada cuka buah lainnya membuktikan bahwa cuka nanas dapat menurunkan enzim hepar dalam serum, mengembalikan tingkat antioksidan hepar, dan menurunkan ekspresi protein sitokrom P450 pada kerusakan hepar mencit yang diinduksi parasetamol (Mohamad et al, 2015).
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR HISTOLOGIS SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL DOSIS TOKSIK.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR HISTOLOGIS SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL DOSIS TOKSIK.

Hasil Penelitian: Pada penelitian ini diperoleh rerata jumlah kerusakan sel hepar pada KN sebesar 16,08 ± 5,160; KI 66,00 ± 3,275; KP1 44,58 ± 5,583; KP2 31,67 ± 2,188; KP3 26,17 ± 3,810. Hasil uji One-Way ANOVA didapatkan nilai *p = 0,000, menunjukkan terdapat perbedaan rerata jumlah kerusakan sel hepar yang bermakna paling tidak pada dua kelompok. Hasil uji Post Hoc LSD juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelima kelompok dengan *p = 0,000 untuk KN-KI, KN-KP1, KN-KP2, KN-KP3, KI-KP1, KI-KP2, KI-KP3, KP1-KP2, KP1-KP3 dan *p = 0,002 untuk KP2-KP3
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA  TERHADAP KERUSAKAN SEL SEL HEPAR MENCIT AKIBAT PAPARAN PARASETAMOL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA TERHADAP KERUSAKAN SEL SEL HEPAR MENCIT AKIBAT PAPARAN PARASETAMOL

bahwa pemberian ekstrak bunga rosella tidak dapat menurunkan kerusakan sel hepar mencit akibat paparan parasetamol. Hal ini tidak sesuai dengan teori bahwa ekstrak bunga rosella memiliki efek hepatoprotektif terhadap kerusakan toksik parasetamol. Hal ini mungkin disebabkan karena pada penelitian ini menggunakan ekstrak bunga rosella yang dibuat dengan cara perkolasi yang menggunakan etanol sebagai cairan pencari, sedangkan pada penelitian sebelumnya mengunakan water extract (Ali, 2003). Etanol yang digunakan sebagai cairan pencari mungkin memberikan efek hepatotoksik terhadap sel hepar mencit. Alkohol atau metabolitnya adalah hepatotoksik, dan oleh karenanya toksik bagi sel-sel tubuh lainnya. Hati mempunyai tiga jalur untuk metabolisme alkohol. Jalur dehidrogenase alkohol (ADH), sistem oksidasi etanol pada mikrosom, dan sistem katalase. Dari ketiganya, perubahan etanol menjadi asetaldehida melalui mediator ADH merupakan jalur yang paling utama. Asetaldehida menginduksi kerusakan sel hati dengan ikatan kovalen terhadap protein, sama halnya dengan mengaktifkan peroksidasi lemak membran sel (Robbins dan Kumar, 1995). Kerusakan hepar akibat overdosis parasetamol terlihat lebih nyata pada pecandu alkohol dan pasien yang meminum obat yang dapat menginduksi sitokrom P450 yang bertanggung jawab terhadap aktivasi parasetamol (Hodgson dan Levi, 2000).
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH.) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR HISTOLOGIS HEPAR MENCIT (MUS MUSCULUS L.) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH.) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR HISTOLOGIS HEPAR MENCIT (MUS MUSCULUS L.) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

Simpulan: Pemberian ekstrak etanol daun kenikir dapat menurunkan jumlah kerusakan sel hepar mencit yang diinduksi parasetamol dan peningkatan dosis ekstrak dapat meningkatkan efek proteksi terhadap kerusakan histologis sel hepar mencit.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN JUS STROBERI (Fragaria x ananassa) TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGIS SEL HEPAR MENCIT YANG DIINDUKSI RHODAMIN B SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

PENGARUH PEMBERIAN JUS STROBERI (Fragaria x ananassa) TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGIS SEL HEPAR MENCIT YANG DIINDUKSI RHODAMIN B SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan the post test only control group design. Hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan galur Swiss webster berumur 2-3 bulan dengan berat badan ±20 gram. Sampel 28 ekor mencit dibagi secara random dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 7 ekor mencit. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Mencit Kelompok Kontrol normal (KKn) diberi akuades, sedangkan mencit Kelompok Paparan (KP), Kelompok Perlakuan 1 (KP1), dan Kelompok Perlakuan 2 (KP2) diberi rhodamin B. Mencit pada KP1 dan KP2 juga diberi jus stroberi dengan dosis 0,4 ml/20 g BB dan 0,8 ml/20 g BB. Perlakuan diberikan selama 16 hari, pada hari ke-17 mencit dikorbankan dengan neck dislocation dan hepar mencit dibuat preparat dengan metode blok parafin dan pengecatan HE. Gambaran kerusakan sel hepar dihitung dengan menjumlahkan inti sel yang mengalami nekrosis dari tiap 100 sel hepar di zona 1 dan zona 3. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dan uji Post Hoc LSD (α = 0,05).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK BUNGA TURI (SESBANIA GRANDIFLORA L) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR SEL HEPAR MENCIT (MUS MUSCULUS) AKIBAT PAPARAN MINYAK KELAPA SAWIT PEMANASAN BERULANG.

EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK BUNGA TURI (SESBANIA GRANDIFLORA L) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR SEL HEPAR MENCIT (MUS MUSCULUS) AKIBAT PAPARAN MINYAK KELAPA SAWIT PEMANASAN BERULANG.

Latar belakang. Bunga Turi (Sesbania grandiflora L) memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Bunga Turi memiliki kandungan fitokimia berupa vitamin C, Flavonoid dan Tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak Bunga Turi (Sesbania grandiflora L) dalam mencegah kerusakan sel hepar mencit akibat pemberian minyak kelapa sawit pemanasan berulang dan mengetahui peningkatan dosis ekstrak Bunga Turi dapat meningkatkan efek proteksi terhadap sel hepar mencit.

11 Baca lebih lajut

STUDI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SARI DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN Bacillus cereus dan Salmonella enteritidis

STUDI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SARI DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN Bacillus cereus dan Salmonella enteritidis

Mekanisme kerusakan sel hepar karena obat melibatkan enzim sitrokom p-450 yang menyebabkan adanya ikatan kovalen obat dengan protein intrasel. Hal itu berakibat terjadinya difungsi intraseluler berupa hilangnya gradient ion, penurunan kadar ATP, dan disrupsi aktin pada permukaan hepatosit yang menyebabkan pembekakan sel dan berakhir dengan kematian sel. Efek analgensik kodein tergantung pada pembentukan morfin dan M6G pada proses metabolismenya. Biotransformasi kodein menjadi morfin dikatalisis oleh polimorfik sitrokrom P450 (CYP2D6) melalui O-demetilasi. Morfin pada glukoronidasi selanjutnya diubah menjadi M6G sebagai metabolik aktif dan M3G sebagai metabolik inaktif (Eissing et al, 2012). Efek dari kodein terkait dengan produksi morfin pada metabolisme kodein yang dapat menyebabkan hepatotoksitas. Konsentrasi morfin, morfin-3- glukuronida, dan morfin-6-glukuronida secara subtansial menyebabkan adanya kerusakan pada jaringan ekrsesi (Gasche et al, 2004).
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK BIJI KAKAO (Theobroma cacao) TERHADAP HEPATOTOKSISITAS PARASETAMOL PADA MENCIT (Mus musculus) SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

PENGARUH EKSTRAK BIJI KAKAO (Theobroma cacao) TERHADAP HEPATOTOKSISITAS PARASETAMOL PADA MENCIT (Mus musculus) SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Derajat kerusakan sel hepar kelompok P2 lebih besar dari pada kelompok P3, namun hasil uji LSD menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna. Hal ini berarti peningkatan dosis ekstrak biji kakao dapat meningkatkan efek proteksi terhadap kerusakan sel hepar yang ditimbulkan oleh parasetamol, tetapi peningkatannya tidak signifikan. Menurut Bourne dan Roberts (1998), kurva hubungan antara dosis dan efek obat berbentuk sigmoid dengan suatu bagian tengah yang lurus atau linier. Dengan bertambahnya dosis obat, peningkatan respon berkurang, dan akhirnya dosis maksimal tercapai di mana responnya tidak bisa ditingkatkan lagi. Pengaruh ekstrak biji kakao terhadap kerusakan sel hepar yang diinduksi parasetamol dapat dianalogikan dengan cara kerja obat tersebut. Apabila dosis ekstrak biji kakao digambarkan dalam kurva hubungan antara dosis dan efek obat, maka efek dosis I dan dosis II berada pada bagian kurva yang hampir lurus atau linier sehingga peningkatan efeknya tidak terlalu signifikan.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

EFEK HEPATOPROTECTOR FLAVONOID TERHADAP KERUSAKAN HEPAR TIKUS.

EFEK HEPATOPROTECTOR FLAVONOID TERHADAP KERUSAKAN HEPAR TIKUS.

Di antara zat-zat kimia yang bersifat oksidan dan dapat menyebabkan kerusakan pada hepar, terdapat satu prototip yang karakteristik untuk menggambarkan kerusakan sel hepar irrevesibel yaitu karbon tetra khlorida (CCl4). Kerusakan sel hepar pada kasus ini terjadi karena serangan radikal bebas (oksidan) pada asam lemak tak jenuh pada fosfolipid membran. Reaksi oksidasi ini bersifat otokatalitik, sehingga dalam waktu yang relatif singkat terjadi kerusakan sel hepar yang berat. (7)

8 Baca lebih lajut

PENGARUH SARI BUAH KIWI (Actinidia deliciosa) TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGIS SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) AKIBAT PEMBERIAN PARASETAMOL

PENGARUH SARI BUAH KIWI (Actinidia deliciosa) TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGIS SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) AKIBAT PEMBERIAN PARASETAMOL

Dari hasil uji LSD jumlah kerusakan sel hepar didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok K dan kelompok P I. Hal ini disebabkan karena pada kelompok perlakuan I terjadi kerusakan sel hepar akibat pemberian parasetamol dosis toksik. Hasil tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa parasetamol pada dosis toksik mampu menginduksi kerusakan sel hepar. Mekanisme kerusakan sel hepar akibat dosis toksik parasetamol dapat terjadi akibat reaksi toksik dan radikal bebas. Reaksi toksik disebabkan langsung oleh ikatan antara NAPQI dengan gugus nukleofilik yang terdapat pada makromolekul sel seperti protein sehingga mengakibatkan kematian sel atau nekrosis sentrolobuler. Selain itu, radikal bebas hidroksil yang terbentuk akibat dosis toksik parasetamol juga dapat merusak rantai poly unsaturated fatty acid (PUFA) menjadi lipid hidroperoksida (COOH). Radikal ini akan memisahkan atom hidrogen dari rantai PUFA dalam membran sel hepar, sehingga terjadi peroksidasi lipid. Penimbunan zat tersebut pada membran sel akan mengakibatkan gangguan fungsi sel sehingga akhirnya terjadi nekrosis sel hepar (Santoso, 2004).
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK MENIRAN (Phyllanthus niruri Linn.) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR HISTOLOGIS HEPAR MENCIT (Mus musculus Linn.) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK MENIRAN (Phyllanthus niruri Linn.) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR HISTOLOGIS HEPAR MENCIT (Mus musculus Linn.) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan the post test only control group design. Penelitian dilakukan di Laboratorium Histologi FK UNS. Sampel berupa mencit Swiss Webster jantan, usia 2-3 bulan, berat badan ± 20 gram. Sampel sebanyak 30 ekor yang diperoleh secara purposive sampling, dibagi dalam 5 kelompok secara random, masing-masing terdiri dari 6 mencit. Kelompok Normal (KN) diberi akuades, Kelompok Kontrol Negatif (KK (-)) hanya diberi parasetamol dosis toksik. Kelompok Kontrol Positif (KK (+)) diberi Curcuma® dan parasetamol dosis toksik. Ekstrak meniran dengan dosis 2,8 mg dan 5,6 mg diberikan masing-masing untuk Kelompok Perlakuan 1 (KP 1) dan Kelompok Perlakuan 2 (KP 2) selama 14 hari berturut-turut serta ditambahkan pemberian parasetamol dosis toksik (5 mg) pada hari ke-8 sampai 14 per oral. Pada hari ke- 15, mencit dikorbankan kemudian diambil heparnya dan dibuat preparat dengan pengecatan HE. Kerusakan sel hepar diamati dengan menghitung jumlah inti sel hepar yang mengalami piknosis, karioreksis, dan kariolisis dari tiap 100 sel hepar. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Multiple Comparisons berupa uji LSD (α = 0, 05).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BIT MERAH (Beta vulgaris L.) TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGIS SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BIT MERAH (Beta vulgaris L.) TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGIS SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang senantiasa memberi berkat dan hikmat kepada penulis sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Bit Merah ( Beta vulgaris L.) terhadap Kerusakan Sel Hepar Mencit ( Mus musculus ) yang Diinduksi Parasetamol”.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...