Kesetaraan Gender

Top PDF Kesetaraan Gender:

PENDAHULUAN  PEMAHAMAN PENYIAR RADIO TERHADAP KONSEP KESETARAAN GENDER.

PENDAHULUAN PEMAHAMAN PENYIAR RADIO TERHADAP KONSEP KESETARAAN GENDER.

Melihat fenomena ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pemahaman penyiar radio terhadap konsep kesetaraan gender kaum perempuan. Penyiar dari radio Rakosa Female 105,3FM Yogyakarta dipilih menjadi subjek penelitian karena sejak 19 November 1997, Rakosa Female 105,3FM Yogyakarta menetapkan format siaran khusus untuk kaum perempuan dengan visi bahwa kaum perempuan adalah kaum yang patut dihormati, dihargai, dikagumi, dan diberdayakan kapasitasnya sebagai partisipan aktif yang setara dengan kaum pria. (sumber: http://www.rbgroup.co.id/rakosa/default-profil.php, diakses pada tanggal 27 Januari 2012). Tentunya, mereka (penyiar) sudah menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara ruang publik bagi masyarakat dan cukup banyak memiliki referensi permasalahan dan jalan keluar (way out) seputar problematika perempuan baik dari hal-hal yang biasa, hingga yang menyangkut permasalahan kesetaraan gender. Berangkat dari kesimpulan penelitian yang dibuat oleh Antonius Liando (2006) di mana pihak radio hanya memfasilitasi terbentuknya sebuah ruang publik tanda adanya arahan lebih lanjut dari pihak radio, peneliti tertarik untuk melihat pemahaman para penyiar atas kesetaraan gender. Penelitian ini difokuskan untuk melihat pemahaman penyiar radio karena pemahaman tersebut yang nantinya akan dibangun dalam persepsi para audience sehingga para penyiar tidak hanya sebagai pemandu sebuah acara, tetapi melihat keterlibatan penyiar radio dalam membangun dan menginformasikan pemahaman kesetaraan gender kepada audience sesuai dengan visi dan misi Rakosa Female radio yang ingin
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

ppm keadilan dan kesetaraan gender

ppm keadilan dan kesetaraan gender

melakukan hubungan sosial antar manusia (muamalah) termasuk relasi kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Akan tetapi permasalahan yang muncul, tidak sedikit kaum muslimin yang belum memahami, bahkan sama sekali tidak memahami hukum Islam terkait dengan kesetaraan gender, sehingga aktivitas kesehariaannya terkait dengan keadilan dan kesetaraan gender banyak yang belum sesuai atau bahkan bertentangan dengan hukum Islam.

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Informasi Kesetaraan Gender pada Rubrik Swara “Kompas” terhadap Persepsi Pembaca tentang Kesetaraan Gender

Pengaruh Informasi Kesetaraan Gender pada Rubrik Swara “Kompas” terhadap Persepsi Pembaca tentang Kesetaraan Gender

“Disini kita membaca pola tingkah laku sosial dan budaya secara umum dari pria dan perempuan yang perlu berubah. Kalau tidak maka prasangka- prasangka lama, nilai-nilai tradisional lama mengenai siapakah perempuan, apakah tugas-tugasnya, kedudukannya yang harus tunduk kepada suami atau para pria lainnya akan tetap dipertahankan oleh warga masyarakat, sehingga pencapaian kesetaraan gender akan mengalami kendala.” Fungsi mempengaruhi masyarakat supaya nilai-nilai budaya patriarki berubah, ada pada me- dia massa. Media massa memberikan informasi tentang kesetaraan gender kepada masyarakat. Informasi gender yang sampai ke masyarakat akan diolah, dipahami, dan selanjutnya diberi makna (persepsi). Persepsi dan pemahaman seseorang akan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bersikap dan berperilaku. Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan (Rakhmat, 1988 : 57).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF KRIST

KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF KRIST

Kesetaraan gender di dalam pendidikan dan dunia kerja sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari pandangan masyarakat mengenai kesetaraan gender itu sendiri. Apa yang terjadi di dalam pendidikan dan dunia kerja adalah gambaran dari pemikiran gender yang ada di masyarakat (hukumpedia.com). Bagaimana masyarakat mengirim anak mereka ke sekolah juga di latar belakangi oleh pemikiran orang tua di masyarakat. Anak laki-laki biasanya akan di sekolahkan di sekolah yang lebih bagus atau yang lebih berkualitas dan didukung untuk mengambil pendidikan setinggi-tingginya. Kebalikannya, perempuan bisanya disekolahkan di sekolah yang biasa saja dan tidak dituntut untuk meraih gelar pendidikan yang tinggi karena masyarakat menganggap tugas seorang wanita adalah menjaga anak dan mengatur rumah tangga. Laki-laki yang bertugas bekerja mencari nafkah untuk keluarga, sehingga wajar jika laki-laki dituntut untuk memiliki kualifikasi yang lebih dari wanita.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM KESETARAAN GENDER  PADA FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN  PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM KESETARAAN GENDER PADA FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN (Analisis Semiotika terhadap Film Perempuan Berkalung Sorban).

PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM KESETARAAN GENDER PADA FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM KESETARAAN GENDER PADA FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN (Analisis Semiotika terhadap Film Perempuan Berkalung Sorban).

Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad dan hidayah-Nya, sholawat serta salam teruntuk Nabi Muhammad SAW. Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan skripsi ini dengan baik, yang berjudul: ” Perjuangan Perempuan dalam Kesetaraan Gender pada Film Perempuan Berkalung sorban”

15 Baca lebih lajut

Makalah Islam dan Kesetaraan Gender

Makalah Islam dan Kesetaraan Gender

Sejak memasuki abad ke-21 ini, perhatian dunia tehadap kesetaraan gender semakin meningkat. Isu-isu tentang kesenjangan gender menjadi masalah serius yang mesti direspon. Sebab, jika dibiarkan akan mengahambat terwujudnya pemerataan kesejahteraan sosial sebagai tujuan pembangunan. Sejarah mencatat, perjalanan untuk memperjuangkan masyarakat yang setara dan adil gender dapat diterima oleh masyarakat secara proporsional diwarnai dengan saratnya problematika, baik secara keagamaan, sosial maupun politik. Dan juga kebanyakan membahas mengenai kedudukan perempuan yang seringkali dianggap lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM PANDANGAN SANTRI (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darussalam Buntet Pesantren – Kabupaten Cirebon) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM PANDANGAN SANTRI (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darussalam Buntet Pesantren – Kabupaten Cirebon) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Pondok pesantren dikenal dengan kekolotannya perihal ilmu pengetahuan dan isu-isu kontempoer. Pengetahun mengenai kesetaraan gender masih enggan diperkenalkan secara utuh kepada santri. Hal ini dikarenakan konstruksi pemahaman yang telah mengakar dan budaya yang telah melekat. Di era globalisasi saat ini, persaingan bebas dibuka lebar. Penerapan dan pemahaman akan konsep kesetaraan gender sebagai salah satu fenomena sosial tampak masih bias dan kontrofersial. Berbagai diskursus dan sosialisasi diupayakan dengan harapan dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu memadupadankan ilmu pengetahuan umum, ilmu pengetahuan agama dan problematika masyarakat. Namun demikian pada kalangan pondok pesantren seperti Pondok Pesatren Darussalam Buntet disinyalir masih jelas bagaimana pandangnnnya tentang konsep kesetaraan gender.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Representasi Kesetaraan Gender dalam Kis

Representasi Kesetaraan Gender dalam Kis

Salah satu karya sastra Makassar yang dapat merepresentasi bahwa telah ada kesetaraan gender sejak zaman dahulu di kalangan masyarakat Makassar adalah I Marabintang. Berikut beberapa kutipan yang dapat mendukung pernyataan tersebut.

5 Baca lebih lajut

Mengapa Kesetaraan Gender dan Inklusi So

Mengapa Kesetaraan Gender dan Inklusi So

Integrasi gender dan inklusi sosial dalam program ini sudah dilaksanakan sejak awal implementasi pada tahun 2016. Para mitra SEHATI (Yayasan Plan International Indonesia, Yayasan Masyarakat Peduli NTB, Yayasan Dian Desa, CD Bethesda YAKKUM, dan Yayasan Rumsram) telah dilatih untuk menjadi trainer Gender Equality and Social Inclusion untuk program STBM. Pelatihan ini dilakukan agar mitra dapat memfasilitasi pemerintah daerah dalam merencanakan dan melaksanakan program air dan sanitasi yang responsif terhadap gender dan sosial. Bekerja di 7 kabupaten yaitu Lombok Utara, Lombok Timur, Dompu, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Manggarai Barat, dan Biak Numfor, kelima mitra SEHATI memfokuskan pendekatannya pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah untuk mengimplementasikan 5 pilar STBM. Ringkasan Pembelajaran ini bermaksud untuk menjelaskan bagaimana program SEHATI mempromosikan kesetaraan gender dan inklusi sosial serta untuk berbagi pembelajaran yang diperoleh melalui pengalaman mengimplementasikan program SEHATI. Harapannya ringkasan ini dapat berkontribusi untuk mengatasi permasalahan ketidaksetaraan gender dan sosial di masyarakat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KESETARAAN GENDER DALAM RANGKA MEWUJUDKA

KESETARAAN GENDER DALAM RANGKA MEWUJUDKA

Dari wawancara tersebut sebagai survey awal penulis, maka penulis merasa sangat tertarik untuk melakukan penelitian pada perusahaan sektor perdagangan, karena menurut penulis tidak adanya kesetaraan gender pada perusahaan sektor perdagangan di kota Jambi, diskriminasi terhadap hak perempuan tersebut akan menghambat langkah tenagakerja wanita untuk maju atau ikut serta berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi baik untuk perekonomian dirinya, perekonomian keluarga, dan perekonomian nasional.

16 Baca lebih lajut

Pendidikan dan Kesetaraan Gender. doc

Pendidikan dan Kesetaraan Gender. doc

Gender merupakan analisis yang digunakan dalam menempatkan posisi setara antara laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan tatanan masyarakat sosial yang lebih egaliter. Jadi, gender bisa dikategorikan sebagai perangkat operasional dalam melakukan measure (pengukuran) terhadap persoalan laki-laki dan perempuan terutama yang terkait dengan pembagian peran dalam masyarakat yang dikonstruksi oleh masyarakat itu sendiri. Gender bukan hanya ditujukan kepada perempuan semata, tetapi juga kepada laki-laki. Hanya saja, yang dianggap mengalami posisi termarginalkan sekarang adalah pihak perempuan, maka perempuanlah yang lebih ditonjolkan dalam pembahasan untuk mengejar kesetaraan gender yang telah diraih oleh laki-laki beberapa tingkat dalam peran sosial, terutama di bidang pendidikan karena bidang inilah diharapkan dapat mendorong perubahan kerangka berpikir, bertindak, dan berperan dalam berbagai segmen kehidupan sosial.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN KESETARAAN GENDER DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) TIRTOSIWI JANTURAN SLEMAN YOGYAKARTA.

PENDIDIKAN KESETARAAN GENDER DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) TIRTOSIWI JANTURAN SLEMAN YOGYAKARTA.

Pentingnya pendidikan kesetaraan gender dalam setiap pembangunan berarti menempatkan kesetaraan gender sebagai kiblatnya. Pembangunan di sini meliputi pembangunan ekonomi, sosial, budaya, pendidikan yang semuanya itu dituntut untuk menciptakan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di era reformasi ini. Pendidikan kesetaraan gender merupakan suatu upaya untuk menyetarakan hak bagi perempuan dan laki-laki. Adanya pendidikan kesetaraan gender juga berupaya agar tidak ada lagi ketimpangan gender yang terlalu menonjol bagi perempuan maupun laki- laki. TK Tirtosiwi Janturan Sleman Yogyakarta telah menggagas adanya pendidikan kesetaraan gender jauh sebelum terbentuknya visi misi responsif gender pada tahun 2005. Setelah adanya sosialisasi gender dari pemerintah TK Tirtosiwi Sleman Yogyakarta kemudian memasukkan unsur kesetaraan gender di dalam visi misinya. Dengan adanya penyempurnaan visi misi tersebut sekolah berharap pendidikan kesetaraan gender menjadi bagian yang penting dalam pendidikan sehingga dapat diaplikasikan secara langsung.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KESETARAAN GENDER DI SD IT PERMATA BUNDA 2 BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

IMPLEMENTASI KESETARAAN GENDER DI SD IT PERMATA BUNDA 2 BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

make a living), mengembangkan kehidupan yang bermakna (tolead a meaningful life), dan memuliakan kehidupan (to ennoble life) dengan kedalaman. Undang- Undang Republik Indonesia No 34 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. 2 Dalam Pasal 48 Undang-Undang dikatakan Wanita berhak untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Pasal 60 ayat (1) menyatakan setiap anak berhak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya sesuai dengan minat, bakat dan tingkat kecerdasannya. 31 Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4 dan 5, disebutkan bahwa perlu dikembagkannya proses pendidikan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan. 32 Implementasi pengarusutamaan gender dalam pembangunan pada era otonomi daerah saat ini, akan dapat memberikan pengaruh besar dalam mendukung keberhasilan pembangunan. 33 Jadi setiap perempuan dan laki-laki memiliki tanggung jawab yang sama dalam pembangunan demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara, dan semua ini harus bermula pada pendidikan terutama pendidikan dasar, seperti dalam hal kepemimpinan, harus bisa dipimpin dan memimpin. Pendidikan memang harus menyentuh kebutuhan dan relevan dengan tuntutan zaman.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

KESETARAAN GENDER DALAM PANDANGAN ISLAM

KESETARAAN GENDER DALAM PANDANGAN ISLAM

Al Qur’an secara umum dan dalam banyak ayatnya telah membicarakan relasi gender, hubungan antara laki- laki dan perempuan, hak- hak mereka dalam konsepsi yang rapi, indah dan bersifat adil. Al Qur’an yang diturunkan sebagai petunjuk manusia, tentunya pembicaraannya tidaklah terlalu jauh dengan keadaan dan kondisi lingkungan dan masyrakat pada waktu itu. Seperti apa yang disebutkan di dalam QS. Al- Nisa, yang memandang perempuan sebagai makhluk yang mulia dan harus di hormati, yang pada satu waktu masyarakat Arab sangat tidak menghiraukan nasib mereka.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kesetaraan Gender di Atas Rel

Kesetaraan Gender di Atas Rel

Kejadian yang melibatkan kesalahan persepsi gender ternyata banyak di Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Transportasi massa yang menyediakan gerbong khusus wanita di bagian depan dan belakang rangkaian kereta ini tidak lantas menyelesaikan permasalahan, bahkan menimbulkan problematika baru seperti perkelahian antar penumpang perempuan di gerbong istimewa tersebut.

Baca lebih lajut

Tentang Paham Kesetaraan Gender Angkatan

Tentang Paham Kesetaraan Gender Angkatan

Para aktivis perem puan yan g selam a in i sudah bergerak m en yuarakan kesetaraan dan em an sipasi pada um um n ya adalah um at islam . Keban yakan m ereka yan g ada di In don esia adalah gen erasi islam yan g harusn ya sadar bahwa perjuan gan kaum perem puan di barat itu tidak seutuhn ya ben ar, bahkan bisa dikatan salah besar. Oleh karen a itu, hen dakn ya kita tidak m en tah-m en tah m en gam bil dan m en gaplikasikan sebuah paham apalagi yan g jelas-jelas bertentan gan den gan n orm a dan n ilai m oral yan g ada di Negara kita.

Baca lebih lajut

KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTI

KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTI

perempuan harus pula dipahami dari sudut hubungan kekuasaan langsung antara laki-laki dan perempuan. Perempuan “ditindas”, dalam arti dikekang, disubordinasikan, dibentuk, dan digunakan, serta disalahgunakan oleh laki-laki. Keempat perempuan mengalami perbedaan, ketimpangan dan berbagai penindasan berdasarkan posisi total mereka dalam susunan stratifikasi atau faktor penindasan dan hak istimewa berdasar kelas, ras, etnisitas, umur, status perkawinan, dan posisi global. Masing-masing berbagai tipe teori feminis itu dapat digolongkan sebagai teori perbedaan gender, atau teori ketimpangan gender, atau teori penindasan gender, atau teori penindasan sruktural. 1
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengetahuan Remaja Tentang Kesetaraan Gender dalam Keluarga di SMA Dharma Pancasila Medan Tahun 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengetahuan Remaja Tentang Kesetaraan Gender dalam Keluarga di SMA Dharma Pancasila Medan Tahun 2013

Evaluasi terhadap bahan ajar pada tingkat sekolah dasar misalnya, contoh-contoh seperti ibu pergi ke pasar dan ayah pergi ke kantor sudah harus direvisi. Demikian juga dengan Anti main masak-masakan dan Budi main layangan. Sudarta (2008) juga mengungkapkan contoh mengenai sosialisasi gender di antaranya “Ibu memasak di dapur, Bapak membaca koran”. “Ibu berbelanja ke pasar, Bapak mencangkul di sawah”. Bentuk seksisme lain adalah gambar-gambar yang lebih sering menampilkan anak laki-laki dalam kegiatan yang lebih bervariasi dibandingkan dengan anak perempuan. Selain itu perempuan bisa tidak tampak dalam pelajaran bahasa. Eliyani (2009) mengemukakan contoh lain ketimpangan gender dalam buku ajar yaitu bentuk nominal bermakna profesi seperti peneliti, pilot, pengusaha dan presiden dianggap mengandung makna laki-laki, karena apabila penyandang profesi tersebut adalah perempuan, kata-kata itu biasanya dimaknai dengan kata perempuan agar sosok perempuan termunculkan dalam kata-kata tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perwujudan Keadilan dan Kesetaraan Gender

Perwujudan Keadilan dan Kesetaraan Gender

meskipun telah banyak upaya dilakukan pemerintah seperti menyusun rencana aksi nasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan (RAN-PTKP), penyebaran informasi dan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun upaya tersebut belum cukup untuk menekan tingginya tindak kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak. Masalah lainnya, rendahnya kesejahteraan partisipasi masyarakat. Sejalan dengan era desentralisasi, timbul masalah kelembagaan dan jaringan di daerah, provinsi dan kabupaten/kota terutama yang menangani masalah pemberdayaan perempuan dan anak Masalah lainnya adalah belum tersedianya data pembangunan yang terpilih memuat jenis kelamin, sehingga masih dalam menemukan masalah-masalah perda yang ada. Partisipasi masyarakat belum maksimal dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan dan mengingkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak. Jadi kalau di cermati dengan seksama, permasalahan gender bermula dari permasalahan relasi gender yang tidak seimbang dan merugikan salah satu pihak, maka dampak dari kesenjangan gender tersebut, kelihatan pada kehidupan keluarga. Yaitu :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kesetaraan Gender Peran Perempuan dalam

Kesetaraan Gender Peran Perempuan dalam

Namun, dengan adanya pergerakan kaum perempuan mendorong terjadinya perubahan yang membuat perempuan kini mampu mengekpresikan dirinya tidak hanya di ranah domestik tetapi di ruang publik. Pergerakan perempuan memberikan kesempatan kepada perempuan untuk mengikuti pendidikan formal sebagaimana laki-laki. Tidak hanya kesempatan dalam memperoleh pendidikan tetapi dalam berbagai bidang pun perempuan mendapatkan kedudukan yang setara dengan laki-laki. Berbagai keberhasilan yang dulu hanya milik kaum laki-laki sudah banyak bergeser. Perkembangan dunia perempuan dalam berbagai bidang semakin tidak terelakan, salah satunya di bidang ekonomi. Banyak perempuan bekerja bermunculan dengan adanya kesetaraan gender. Fenomena munculnya perempuan bekerja atau wanita karir di
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 4566 documents...