keterampilan abad ke-21

Top PDF keterampilan abad ke-21:

TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ABAD 21

TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN ABAD 21

Seiring laju perubahan dan perkembangan yang terjadi pada era global yang telah jauh berbeda dengan era dua puluh atau tiga puluh tahun yang lalu, tuntutan akan kompetensi manusia untuk bisa hidup, bekerja, dan meraih peluang partisipasi di dalamnya, jauh lebih kompleks dan berkelas tinggi. Pergeseran lapangan kerja dari model industri produksi ke arah ekonomi pengetahuan, kebutuhan tenaga kerja mengalami transformasi dari pekerjaan rutin secara manual yang cukup dengan keterampilan dan kemampuan kognitif rendah bergeser pada pekerjaan non rutin yang memelukan keahlian berpikir (Trilling and Fabel, 2009). Ekonomi pengetahuan (knowledge economy) berbasis teknologi dan tekoneksi secara global membutuhkan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan perubahan dan dinamika sosial yang tidak dapat diperkirakan (Ontario, 2016). Pendidikan dan pembelajaran harus mampu mengotimalkan perkembangan kompetensi peserta didik, menjamin nahwa perserta pada saatnya mampu hidup, bekerja, dan berpartisipasi dalam masyarakat abad 21, masyarakat berpengetahuan, dan masyarakat ekonomi global.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Model Pembelajaran pada Abad 21

Model Pembelajaran pada Abad 21

Dunia pendidikan semakin pesat perkembangannya ditambah tuntutan pada abad ke-21. Maka banyak negara yang melakukan reformasi pendidikan contohnya ialah negara Indonesia. Tujuan dari reformasi tersebut ialah dalam rangka menciptakan masyarakat yang berdaya saing. Halnya pendidikan berarti berbicara mengenai belajar, mengajar, dan pembelajaran. Adapun definisi belajar yang dikemukakan oleh Anthony Robbins sederhananya yakni belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara sesuatu pengetahuan yang sudah dipahami dan sesuatu pengetahuan yang baru. Menurut Subiyanto (1988: 30) Mengajar pada hakikatnya tidak lebih dari sekedar menolong para siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, serta ide dan apresisasi yang menjurus kepada perubahan tingkah laku dan pertumbuhan siswa. Sedangakan pembelajaran pada hakikatnya yakni usaha sadar dari seorang guru untuk mengarahkan siswa dengan sumber belajar sehingga terjadi interaksi dan mendapatkan pengalaman belajar. Pada zaman sekarang pembelajaran telah berkembang pesat dibuktikan dengan munculnya model pembelajaran dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu perlu adanya keterpaduan dari setiap elemen guna mempersiapkan tantangan pendidikan pada abad ke-21.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN ABAD KE 21 DI SINGAPU

MODEL PEMBELAJARAN ABAD KE 21 DI SINGAPU

Pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswanya dalam kegiatan belajar. Kegiatan belajar yang dimaksud merupakan proses komunikasi yang terjadi antara siswa dan guru sebagai sumber belajar. Sumber belajar tidaklah dibatasi oleh guru saja melainkan tidak terbatas hingga pengetahuan dapat dijumpai dimana saja. Perkembangan zaman yang begitu pesat megharuskan siswa menjadi manusia yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang memadai tentunya di abad 21 ini. Keterampilan yang dibutuhkan siswa diantaranya fleksibilitas, interdisipliner, sadar budaya dan kolaboratif. Dalam hal ini model pembelajaran di beberapa negara telah mencoba menerapkan hal tersebut, model pembelajaran abad ke-21 di negara Singapura, Cina, Korea & Jepang akan dibahas dalam makalah ini.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Model Pembelajaran Abad 21 (3)

Model Pembelajaran Abad 21 (3)

Abad ke-21 dimulai dari tahun 2001, karena hitungan tahun semenjak ditemukannya kalender masehi, awal pada awal mula ditemukannya tahun seharusnya ada pada tahun nol, dan ulang tahun pertama harusnya ada pada tahun 1, makanya masuk tahun 2001 disebut sebagai abad ke – 21. Dengan demikian tahun 2014 ini sudah merupakan dasawarsa ke-2 pada abad ke – 21; karena dasawarsa ke-1 sudah berlalu, yakni 2000 – 2009. Abad ke – 21 ini disebut dengan milenium ke-3 kalender Gregorian. Filosofis yang dianut dalam abad ke – 21 ini adalah postmodernisme, globalisasi, pragmatisme, progersivisme, dan idealisme. Teoritisnya yang ada dalam pelaksanaan pendidikan di abad ke – 21 ini adalah teori pembelajaran kognitivisme, humanistik dan teori belajar Ausubel. Teori kognitivisme menyatakan bahwa pengetahuan itu berasal dari stimulus dan respons tetapi dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimilikinya. Teori humanistik akan sangat membantu para pendidik dalam memahami arah belajar pada dimensi yang lebih luas, sehingga upaya pembelajaran apapun dan dalam konteks manapun akan selalu diarahkan dan dilakukan untuk mencapai tujuannya. Teori belajar Ausubel yakni berupa meaningful learning. Menurut Ausubel faktor yang paling penting mempengaruhi siswa belajar adalah apa yang telah diketahui oleh siswa. Praksisnya adalah Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), UU No. 30 tahun 2003 tentang Sisdiknas, dan Kurikulum 2013, Praktisnya adalah maraknya sekolah berbasis keterampilan dan pembelajaran berbasis teknologi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MEMBANGUN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN ABAD KE-21

MEMBANGUN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN ABAD KE-21

kompetensi profesional di bidang informasi ditentukan oleh pengetahuan, keterampilan, dan atribut pribadi. Seseorang yang mempunyai kompetensi akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi karena memiliki penge- tahuan, kemampuan, dan keterampilan di bidangnya, serta motivasi yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang terkait dengan bidang tersebut sesuai dengan tata nilai atau ketentuan yang disyaratkan (Kismiyati 2006). Atribut pribadi dalam hal ini terkait dengan cara memperlakukan teman sejawat, atasan, dan pengguna secara hormat dan bermartabat seperti yang dinyatakan oleh Kaser (2016). Dalam kaitannya dengan atribut pribadi, Tanloet dan Tuamsuk (2011) menyatakan pustakawan harus memiliki jiwa kepemimpinan, sikap mau melayani, moral dan etika profesional, motivasi untuk mencapai sesuatu yang dituju, akuntabel, mampu mengatur diri sendiri, dan mudah menyesuaikan diri. Selanjutnya Shahbazi dan Hedayati (2016) menyatakan pustakawan perlu mempunyai kemampuan berkomuni- kasi, bekerja dalam kelompok, mengatasi masalah, fleksibel, mengatur waktu, serta disiplin dalam moral dan etika profesi. Pustakawan juga harus profesional dalam bersikap, berbusana, berkepribadian, dan bermedia sosial (Clausen 2012).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN GEOGRAFI ABAD 21 DARI ABSTR

PEMBELAJARAN GEOGRAFI ABAD 21 DARI ABSTR

Pembelajaran yang awalnya ceramah dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru diganti dengan pembelajaran saintifik. Pembelajaran saintifik untuk mengubah dari abstrak menuju konteks dunia nyata antara lain berupa; pembelajaran inkuiri, pembelajaran discovery, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran tersebut mengajak anak untuk lebih banyak aktif, sedangkan guru sebagai fasilitator. Siswa akan menemukan fenomena-fenomena geografis yang ada, sehingga menambah pengetahuaannya. Siswa akan memecahkan masalah yang dihadapi ketika pembelajaran, sehingga nanti dalam konteks dunia nyata siswa juga dapat mengatasi masalah-masalah yang akan mereka alami dalam kehidupan. Siswa mampu menciptakan sebuah proyek dari hasil pembelajaran, sehingga dalam konteks dunia nyata mereka dapat menemukan sesuatu yang berguna bagi kehidupannya. Pemanfaatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan geografi selama pembelajaran saitifik akan terbawa pada kehidupan siswa dimasa depan. Dengan demikian keterampilan berpikir spasial yang dimiliki oleh siswa akan berguna bagi kehidupannya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENYEPADUAN KEMAHIRAN ABAD KE 21 DALAM P

PENYEPADUAN KEMAHIRAN ABAD KE 21 DALAM P

Secara keseluruhannya, analisis perbezaan kemahiran abad ke-21 pelajar berdasarkan lokasi sekolah menunjukkan min rank kemahiran abad ke-21 bagi pelajar bandar (154.62) adalah lebih tinggi daripada pelajar luar bandar (126.38). Ujian Mann-Whitney U mendapati terdapat perbezaan yang signifikan antara kemahiran abad ke-21 dengan lokasi sekolah. Hal ini bermakna kemahiran abad ke-21 antara pelajar bandar dan pelajar luar bandar adalah berbeza. Dapatan ini dibuktikan dengan nilai saiz kesan yang kecil (r=0.17). Walaupun tiada dapatan atau kajian khusus berkenaan kaitan lokasi sekolah dengan kemahiran abad ke-21 pelajar dalam pengajaran dan pembelajaran Bahasa Melayu, namun dapat dipastikan bahawa daripada dapatan Tuan Mastura (2011) dari segi sekolah terdapat perbezaan skor min yang signifikan dari segi pemikiran inventif serta norma dan nilai kerohanian. Daripada kajian yang dijalankan menunjukkan bahawa lokasi sekolah dan jantina pelajar turut memainkan peranan dalam pembinaan kemahiran abad ke-21 pelajar.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pendidikan Kalbar di abad ke 21 tetap

Pendidikan Kalbar di abad ke 21 tetap

29.Leo Sutrisno. 9 Jul 2017. Melek (Literacy) Media Sosial, Pontianakpost.co.id 30.Leo Sutrisno. 19 May 2018. Literasi Lanjut di Abad ke-21. Pontianakpost.co.id 31.Leo Sutrisno. 2018. Tetap tangguh di era digital. Gebyar Hakitnas 2018. Pontianak. 32.Thomas L. Friedman, 2005 The world is flat: a brief history of the twenty first century 33.Leo Sutrisno, 2014, Teknologi Informasi dan Komunikasi. Terpanggil untuk

7 Baca lebih lajut

MENJADI GURU DI ABAD 21 Tantangan

MENJADI GURU DI ABAD 21 Tantangan

Tokoh pendidikan Prof. Arif Rahman, menyebutkan bahwa untuk menjadi guru yang profesional di Abad 21, selain harus menguasai teknologi digital, guru harus mengembangkan prinsip-prinsip: Disiplin: Guru garus memiliki disiplin berupa tanggung jawab terhadap tugasnya, ketepatan bekerja, keterikatan, keteraturan, dan kemampuan; Kemartabatan: Guru harus memiliki kejujuran, semangat juang, keberanian untuk benar-benar berlaku adil, kemuliaan/kepatuhan/keunggulan, ketekunan, dan tahan terhadap cobaan.

4 Baca lebih lajut

Amalan Pengajaran Kemahiran Abad Ke 21

Amalan Pengajaran Kemahiran Abad Ke 21

Kajian eksplanatori ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan amalan pengajaran pensyarah mengenai kemahiran abad ke-21. Secara khusus, kajian ini perlu untuk menentukan sama ada terdapat perbezaan antara pengetahuan dan aplikasi amalan pengajaran pensyarah terhadap kemahiran abad ke-21 dan apa sebenarnya yang diajar dan di nilai di KV Sungai Petani 1, Kedah Darul Aman. Walaupun terdapat banyak pandangan yang berbeza mengenai Kemahiran abad ke-21, kemahiran dalam kajian ini ditakrifkan sebagai pemikiran kritis dan pemikiran kreatif dan kemahiran kolaborasi. KV Sungai Petani 1, Kedah Darul Aman ini hanya telah melaksanakan sebahagian Kemahiran abad ke-21. Kajian ini menunjukkan bahawa pensyarah mempunyai pengetahuan dan amalan pengajaran yang tinggi dalam kepentingan atau pemahaman dalam Kemahiran abad ke 21. Manakala strategi pengajaran berada dalam tahap yang sederhana. Adalah dicadangkan supaya proses perubahan haruslah melibatkan komuniti kolej vokasional secara keseluruhan dan saling bekerjasama. Jika tidak, pelaksanaan Kemahiran abad ke-21 akan terus kekal sebagai paradoks.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KREATIVITAS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KREATIVITAS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21

Tahapan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah guru membantu siswa melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pemecahan masalah yang mereka lakukan.Keterampilan berpikir kreatif yang dikembangkan pada tahap ini yaitu berpikir merinci.Dengan demikian, peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa tidak terlepas dari aktivitas belajar yang dilakukan oleh siswa. Menurut Dahar (dalam Trianto, 2010), pengetahuan yang benar-benar bermakna didapat apabila seseorang berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya.Aktivitas siswa dalam PBM meliputi aktivitas fisik, mental, dan sosial Sehingga berbagai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada setiap tahapannya akan berujung pada peningkatan ketepatan analisis dan kemampuan berpikir siswa.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERBURUAN PENYIHIR ABAD 21 LGBT sebagai

PERBURUAN PENYIHIR ABAD 21 LGBT sebagai

Salah satu hal paling mengkhawatirkan dari perilaku media massa adalah terciptanya sebuah moral panic atau kepanikan moral yang diprakarsai oleh media massa atas dasar kepentingan politi[r]

23 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KREATIVITAS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KREATIVITAS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21

Abad 21 merupakan abad yang sarat akan teknologi serta daya saing yang kompetitif. Pada abad 21 diharapkan generasi masa depan memiliki pola pikir kritis serta kreatif untuk membangun bangsa Indonesia. Selain itu, kemampuan komunikasi juga menjadi kunci bagi generasi masa depan agar mampu menjalin suatu kolaborasi. Salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Seorang pendidik wajib memiliki pola pikir inovatif yang mampu dituangkan dalam pembelajaran sehingga menghasilkan peserta didik yang mampu berdaya saing di masa depan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KREATIVITAS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KREATIVITAS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21

Program Studi Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan seminar nasional dengan tema Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis, Kreativitas, Komunikasi,dan Kolaborasi dalam Pembelajaran Abad 21: Inovasi Pembelajaran Abad 21. Penyelenggaraan seminar nasional didasari keinginan untuk menampung ide-ide dari pendidik dan calon pendidik tentang inovasi pembelajaran abad 21. Melalui kegiatan ini diharapkan partisipan memperoleh pengalaman serta inspirasi sehingga dapat mengembangkan kualitas peserta didik sebagai generasi masa depan yang unggul dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KREATIVITAS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KREATIVITAS, KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21

Program Studi Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan seminar nasional dengan tema Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis, Kreativitas, Komunikasi,dan Kolaborasi dalam Pembelajaran Abad 21: Inovasi Pembelajaran Abad 21. Penyelenggaraan seminar nasional didasari keinginan untuk menampung ide-ide dari pendidik dan calon pendidik tentang inovasi pembelajaran abad 21. Melalui kegiatan ini diharapkan partisipan memperoleh pengalaman serta inspirasi sehingga dapat mengembangkan kualitas peserta didik sebagai generasi masa depan yang unggul dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ISLAM DI INDONESIA DI AWAL ABAD 21

ISLAM DI INDONESIA DI AWAL ABAD 21

Sejak akhir tahun 1990an muncul kelompok-kelompok anak muda yang menamakan diri kelompok “Islam Liberal” yang mencoba memberikan respon terhadap permasalahan- permasalahan yang muncul pada akhir abad ke- 20. Majelis Ulama Indonesia melihat betapa bahayanya pemikiran-pemikiran yang dikembangkan oleh kelompok ini, sehingga pada Munasnya yang ke-7 pada tanggal 25-29 Juli 2005 mengeluarkan fatwa bahwa pluralisme, sekularisme dan liberalisme merupakan paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Oleh sebab itu umat Islam haram hukumnya mengikuti paham pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Tugas Modul 1 Kegiatan 1 Nama Achmad Fad

Tugas Modul 1 Kegiatan 1 Nama Achmad Fad

Karakteristik siswa pada abad 21 di SMK IC Islamic Centre Brebes sudah memiliki keterampilan : terampil menggunakan teknologi, terampil mengelola informasi, terampil belajar, terampil berinovasi, terampil hidup, terampil berkarier, dan terampil meningkatkan diri dalam kesadaran global. Siswa juga memiliki :

4 Baca lebih lajut

S KOM 1206280 Chapter5

S KOM 1206280 Chapter5

relatif kecil. Luasnya komponen pembelajaran pada keterampilan abad 21 menyebabkan ada beberapa kemampuan yang sulit diukur jika hanya dilakukan pada mata pelajaran pemrograman dasar saja. Maka dari itu tidak semua keterampilan versi ATC21S bisa diakomodir dan diterapkan pada penelitian ini. Hal itulah yang menyebabkan presentasi pengaruh Creative Learning Cycle pada penelitian ini tidak terlalu besar dalam membangun keterampilan abad 21. Jika dilakukan perluasan baik pada metode, mata pelajaran maupun kurikulum mungkin akan menghasilkan hasil yang berbeda.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

1. Keterampilan Abad 21, Zamroni

1. Keterampilan Abad 21, Zamroni

Bagi guru perubahan harus dilakukan ecara radikal, termasuk memodifikasi perilaku guru dan tugas-tugas model baru bagi para siswa Perubahan akan berlangsung secara rutin, mulai dari [r]

69 Baca lebih lajut

Hubungan Internasional Abad ke 21

Hubungan Internasional Abad ke 21

Sebelum melihat bagaimana corak hubungan inter- nasional abad ke-21, ada baiknya melihat terlebih dahulu sedikitnya tiga revolusi yang berlangsung pada penghujung abad ke-20. Pertama, revolusi geostrategis. Dalam sebuah laporan berjudul “Strategic Assessment 1997” yang diterbitkan Institute for National Strategic Studies (INSS) Amerika Serikat, menyebutkan di dunia ini telah terjadi perubahan-perubahan strategis. Di antaranya, pola Perang Dingin sedang digantikan oleh hubungan multiporal asimetris di mana AS sebagai negara paling kuat yang mengendalikan jaringan internasional. Meskipun demikian, kekuatan negara lain penting karena berpengaruh di masing-masing kawasan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...