Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Top PDF Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa:

Efektivitas Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Efektivitas Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Pembelajaran saat ini masih bersifat teacher-oriented dan siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir. Salah satunya adalah keterampilan berpikir kreatif yang perlu dikembangkan sejak dini. Matematika sebagai wahana untuk menumbuhkan keterampilan berpikir, diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penerapan metode demontrasi dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada pokok bahasan Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung. Metode penelitian yang digunakan adalah .penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitif. Sebagai alat pengumpul data yaitu lembar ovservasi keterampilan berpikir kreatif yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa pada tiap siklus setelah diterapkan metode demonstrasi,hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada tiap aspeknya yaitu fluency, flexibility, originality dan elaboration. Maka dapat disimpulkan penerapan metode demontrasi pada pokok bahasan Volume Bangun Ruang Sisi lengkung efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DAN SMA PADA MATA PELAJARAN FISIKA

KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DAN SMA PADA MATA PELAJARAN FISIKA

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang keterampilan berpikir kreatif siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Tangerang Selatan pada Mata Pelajaran Fisika tahun ajaran 2018/2019. Penelitian berlangsung pada bulan Maret sampai Mei 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Gambaran berpikir kreatif tersebut dilakukan disembilan SMP Negeri dan Sembilan SMA Negeri di Kota Tangerang Selatan. Sampel yang digunakan yaitu kelas IX dan kelas X. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan berpikir kreatif dalam bentuk uraian dan non tes berupa angket kepada siswa, serta wawancara kepada guru. Hasil penelitian menunjukkan: Keterampilan berpikir kreatif siswa SMP dan SMA di Kota Tangerang Selatan pada mata pelajaran Fisika berdasarkan ketercapaian: berkategori rendah (skor siswa SMP 10.43 (26%) dan SMA 14.42 (36%)) dengan skor maksimal 40. Keterampilan berpikir kreatif berdasarkan aspek indikator: aspek berpikir orisinal (Originality) menempati skor tertinggi sebesar 1.60 (40%), aspek berpikir lancar (Fluency) menempati posisi kedua sebesar 1.19 (30%), aspek berpikir terperinci (Elaboration) dengan 1.18 (29%), aspek berpikir luwes (Flexibillity) menempati posisi terendah dengan 1.09(27%). Keterampilan berpikir kreatif berdasarkan konsep: nilai rerata tertinggi yaitu gerak pada benda dengan skor 1.74 dan nilia rerata terendah yaitu optik dengan skor 0.80, rerata skor keseluruhan konsep yaitu 1.25 dengan kategori rendah. Keterampilan berpikir kreatif berdasarkan jenis kelamin: siswa perempuan lebih baik dibandingkan siswa laki-laki pada jenjang SMP maupun SMA, dengan skor rerata perempuan 12.70 dan rerata skor laki-laki 12.16 dengan kategori rendah. Penelitian yang dilakukan dapat menjadi gambaran mengenai keterampilan berpikir kreatif siswa usia 14 – 16 tahun yang berada di kota Tangerang Selatan. Data yang diperoleh dapat dijadikan dasar dalam melakukan perbaikan sehingga keterampilan berpikir dapat meningkat dan siswa dapat bersaing di abad 21.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS LKS STEM UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA

EFEKTIVITAS LKS STEM UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA

Berdasarkan hasil penilaian, diketahui bahwa keterampilan berpikir kreatif awal siswa masih dalam kategori rendah dan cukup. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa sebelumnya masih kurang dilatih. Hal tersebut disebabkan oleh siswa yang masih belum terbiasa untuk memunculkan banyak gagasan untuk berbagai pertanyaan serta belum terbiasa untuk melalakukan lagkah-langkah secara terperinci. Namun setelah perlakuan menggunakan produk yang dikembangkan, keterampilan berpikir kreatif mengalami peningkatan yakni masuk kategori tinggi dan sangat tinggi. Setelah perlakuan dengan meng- gunakan produk yang dikembangkan, siswa diajarkan untuk mencari data melalui kegiatan pemecahan masalah serta melalui langkah-langkah secara terperinci dan sistematis sehingga siswa dapat menjawab berbagai per- tanyaan secara bervariasi, sehingga semua indikator berpikir kreatif siswa yakni indikator berpikir luwes, berpikir merinci, berpikir asli, dan berpikir lancar mengalami peningkatan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa  Melalui Penerapan Pre Lecture Quiz

Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Penerapan Pre Lecture Quiz

Keterampilan berpikir kreatif siswa diharapkan dapat dilatih dengan selalu memberikan Pre Lecture Quiz (PLQ) sebelum kegiatan belajar. Idayu (2017) menjelaskan bahwa penerapan PLQ memiliki beberapa kelebihan diantaranya yaitu dapat membuat siswa lebih termotivasi dan lebih siap untuk belajar kimia sehingga prestasi belajarnya akan meningkat. Selain itu juga, penerapan PLQ dapat digunakan sebagai penunjuk arah dalam belajar kimia serta siswa yang mengisi waktu luang sebelum pembelajaran dengan penerapan PLQ akan mendapatkan hasil yang lebih baik serta dapat menerima pembelajaran lebih jelas dan lebih terorganisir dibandingkan dengan siswa yang tidak menerapkan PLQ.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Analisis Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA Pada Materi Fluida Statis

Analisis Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA Pada Materi Fluida Statis

Kreativitas dalam bidang pendidikan sains menjadi salah satu kebutuhan yang penting, terutama dalam konteks pembelajaran di sekolah. Salah satu disiplin ilmu sains Fisika, menumbuhkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Keterampilan berpikir kreatif bertujuan merangsang keingintahuan dan melatih berpikir divergen dalam menyelesaikan permasalahan fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X SMAN 9 Malang pada materi fluida statis. Subjek penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu sebanyak 54 siswa. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes berupa soal uraian keterampilan berpikir kreatif pada materi fluida statis sebanyak 6 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa cukup rendah dengan persentase rata-rata yang diperoleh sebesar 39,76%. Secara rinci dapat dijabarkan untuk masing-masing dimensi keterampilan berpikir kreatif pada siswa adalah Fluency sebesar 33,80%,
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Efektivitas Lks Stem Untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Efektivitas Lks Stem Untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Berdasarkan hasil penilaian, diketahui bahwa keterampilan berpikir kreatif awal siswa masih dalam kategori rendah dan cukup. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa sebelumnya masih kurang dilatih. Hal tersebut disebabkan oleh siswa yang masih belum terbiasa untuk memunculkan banyak gagasan untuk berbagai pertanyaan serta belum terbiasa untuk melalakukan lagkah-langkah secara terperinci. Namun setelah perlakuan menggunakan produk yang dikembangkan, keterampilan berpikir kreatif mengalami peningkatan yakni masuk kategori tinggi dan sangat tinggi. Setelah perlakuan dengan meng- gunakan produk yang dikembangkan, siswa diajarkan untuk mencari data melalui kegiatan pemecahan masalah serta melalui langkah-langkah secara terperinci dan sistematis sehingga siswa dapat menjawab berbagai per- tanyaan secara bervariasi, sehingga semua indikator berpikir kreatif siswa yakni indikator berpikir luwes, berpikir merinci, berpikir asli, dan berpikir lancar mengalami peningkatan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Profil Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran IPA Berbasis STEM

Profil Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran IPA Berbasis STEM

Saat ini perubahan terjadi dimana-mana. Ilmu pengetahuan berkembang secara eksponensial, dan teknologi terus menerus mengubah bagaimana cara kita hidup dan bekerja. Inovasi menjadi kebutuhan yang mendesak, sedangkan kreativitas menjadi kunci dari lahirnya inovasi. STEM Education menawarkan kesempatan yang luar biasa untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan dan persaingan abad 21 yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pre experimental dengan desain penelitian one group pretest- posttest design. Profil keterampilan berpikir kreatif yang dimaksud adalah aspek fluency, flexibility, originality, dan elaboration yang diukur menggunakan instrumen Torrance Test of Creative Thinking (TTCT). Profil hasil ukur antara pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa dengan rata-rata peningkatan pada setiap aspek kreativitas yang diukur adalah 0,40 poin atau rata-rata meningkat sebesar 17% dibandingkan kemampuan awal siswa.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA

ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako Jl. Soekarno Hatta Km. 9 Kampus Bumi Tadulako Tondo Palu – Sulawesi Tengah Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah fisika. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari 30 siswa Kelas XI MIA 5 SMA N 4 Palu. Data diperoleh melalui tes berpikir kreatif, tes pemecahan masalah dan wawancara. Tes berpikir kreatif terdiri dari 8 butir pertanyaan yang telah divalidasi oleh ahli. Tes pemecahan masalah terdiri atas 5 butir yang dikerjakan responden dan diikuti dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing aspek berpikir kreatif punya cara yang berbeda dalam memecahkan masalah fisika, khusus aspek elaborasi responden menunjukkan hasil yang lebih baik dalam memecahkan masalah dibandingkan aspek berpikir kreatif yang lainnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS STEM UNTUK MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA

PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS STEM UNTUK MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA

Berdasarkan pemaparan Beladina dkk. (2013), LKPD mampu digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Siswa secara individu dan berkelompok dapat membangun pengetahuan mereka sendiri dengan berbagai sumber belajar dan sebagai alat bantu untuk membangun pengetahuan siswa. Sejalan dengan penelitian Pertiwi dkk (2017) menyatakan LKPD berbasis Science, Technology, Engeneering and Mathematics (STEM) efektif melatih keterampilan berpikir kreatif siswa dilihat dari peningkatan keterampilan berpikir siswa pada setiap indikatornya. Siswa diajarkan untuk mencari data melalui kegiatan pemecahan masalah serta melalui langkah-langkah secara terperinci dan sistematis sehingga siswa dapat menjawab berbagai pertanyaan secara bervariasi, sehingga semua indikator berpikir kreatif siswa yakni indikator berpikir luwes, berpikir merinci, berpikir asli, dan berpikir lancar. Penelitian Parwati (2015) dalam konteks lingkungan yang menunjukan pembelajaran STEM dapat membangun kreativitas, literasi sains dan kemampuan memecahkan masalah yang sangat diperlukan dalam menghadapi abad ke 21. Hal ini disebabkan pembelajaran STEM secara langsung maupun tidak langsung melatihkan sekaligus menuntut siswa untuk mampu
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN LKS DENGAN SCIENTIFIC APPROACH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA

PENGEMBANGAN LKS DENGAN SCIENTIFIC APPROACH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA

Analisis kebutuhan dalam pe- nelitian pengembangan ini berupa ke- giatan untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan berdasarkan kondisi faktual dan kondisi ideal suatu sekolah yang meliputi keberdayaan sekolah dalam melaksanakan kegiatan pem- belajaran yang efektif. Berdasarkan hasil angket analisis kebutuhan yang diberikan kepada guru IPA dan 34 siswa kelas VIIC di SMP Negeri 2 Pesisir Tengah, diperoleh presentase sebesar 78,5% untuk guru dan 76,4% untuk siswa. Angka ini menunjukkan bahwa LKS fisika dengan scientific approach yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa perlu dikembangkan untuk me- ningkatkan pengetahuan serta sikap berpikir kreatif siswa. Pada tahap ini juga dilakukan wawancara untuk men- dapatkan informasi tambahan dan men- dalami jawaban angket yang telah di- berikan kebutuhan program peng- embangan. Rekapitulasi hasil observasi langsung di SMP Negeri 2 Pesisir Tengah dapat dilihat pada Tabel 1.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengembangan LKPD Berbasis STEM Untuk Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Pengembangan LKPD Berbasis STEM Untuk Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Berdasarkan pemaparan Beladina dkk. (2013), LKPD mampu digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Siswa secara individu dan berkelompok dapat membangun pengetahuan mereka sendiri dengan berbagai sumber belajar dan sebagai alat bantu untuk membangun pengetahuan siswa. Sejalan dengan penelitian Pertiwi dkk (2017) menyatakan LKPD berbasis Science, Technology, Engeneering and Mathematics (STEM) efektif melatih keterampilan berpikir kreatif siswa dilihat dari peningkatan keterampilan berpikir siswa pada setiap indikatornya. Siswa diajarkan untuk mencari data melalui kegiatan pemecahan masalah serta melalui langkah-langkah secara terperinci dan sistematis sehingga siswa dapat menjawab berbagai pertanyaan secara bervariasi, sehingga semua indikator berpikir kreatif siswa yakni indikator berpikir luwes, berpikir merinci, berpikir asli, dan berpikir lancar. Penelitian Parwati (2015) dalam konteks lingkungan yang menunjukan pembelajaran STEM dapat membangun kreativitas, literasi sains dan kemampuan memecahkan masalah yang sangat diperlukan dalam menghadapi abad ke 21. Hal ini disebabkan pembelajaran STEM secara langsung maupun tidak langsung melatihkan sekaligus menuntut siswa untuk mampu
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengembangan Lks Dengan Scientific Approach Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Pengembangan Lks Dengan Scientific Approach Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Analisis kebutuhan dalam pe- nelitian pengembangan ini berupa ke- giatan untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan berdasarkan kondisi faktual dan kondisi ideal suatu sekolah yang meliputi keberdayaan sekolah dalam melaksanakan kegiatan pem- belajaran yang efektif. Berdasarkan hasil angket analisis kebutuhan yang diberikan kepada guru IPA dan 34 siswa kelas VIIC di SMP Negeri 2 Pesisir Tengah, diperoleh presentase sebesar 78,5% untuk guru dan 76,4% untuk siswa. Angka ini menunjukkan bahwa LKS fisika dengan scientific approach yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa perlu dikembangkan untuk me- ningkatkan pengetahuan serta sikap berpikir kreatif siswa. Pada tahap ini juga dilakukan wawancara untuk men- dapatkan informasi tambahan dan men- dalami jawaban angket yang telah di- berikan kebutuhan program peng- embangan. Rekapitulasi hasil observasi langsung di SMP Negeri 2 Pesisir Tengah dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Rekapitulasi hasil observasi
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengembangan Lks Dengan Scientific Approach Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Pengembangan Lks Dengan Scientific Approach Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

keterampilan berpikir kreatif siswa. Beberapa tahap yang dilakukan pada proses pengembangan produk, yaitu mengumpulkan bahan ataupun materi- materi yang berkaitan dengan materi yang dikembangkan, yaitu materi suhu dan kalor. Kemudian tahap selanjutnya menyesuaikan kompetensi inti, kom- petensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran dalam kegiatan pem- belajaran. Tahap selanjutnya, membuat suatu fenomena yang berkaitan dengan materi pembelajaran sebagai kegiatan observasi awal untuk menstimulasi berpikir kreatifnya. Kemudian menyusun kegiatan penyelidikan/ praktikum sebagai kegiatan penemuan konsep materi pembelajaran. Langkah selanjutnya, membuat rangkuman dan soal evaluasi sesuai materi, yaitu pada materi suhu dan kalor bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Produk LKS fisika materi suhu dan kalor untuk meningkatkan kete- rampilan berpikir kreatif merupakan hasil pengembangan pada tahap ini disebut prototipe 1.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengembangan Modul Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Pengembangan Modul Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika | December 2017. Volume 5, Number 2 47 (validity), (2) kepraktisan (practicality), dan keefektifan (effectiveness). Modul yang dikembangkan mempermudah siswa dalam kegiatan pembelajaran dan dapat dipelajari secara mandiri yang merupakan karakteristik modul yang baik. Dari segi pokok bahasan yaitu cahaya sudah terjabar dalam modul ini, lengkap dengan teori dasar serta mekanisme praktikum sederhana. Kemudian dari segi pendekatan berbasis masalah pun sudah termuat dalam modul ini, yaitu menyajikan kegiatan menyajikan masalah, merumuskan hipotesis, merancang percobaan, melakukan penyelidikan, mengumpulkan data, menginterpretasikan, berdiskusi dan membuat laporan. Modul yang dikembangkan dengan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Profil Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kepribadian

Profil Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kepribadian

Kemampuan berpikir kreatif merupakan suatu hal yang sangat diperlukan untuk mendorong seseorang terampil memecahkan masalah. Setiap orang mempunyai cara berpikir kreatif yang berbeda karena setiap orang mempunyai tipe keperibadian yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kreatif siswa bertipe kepribadian sanguinis, koleris, melankolis, dan phlegmatis dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah tujuh siswa Gradien Private yang terdiri dari satu subjek pada masing-masing tipe kepribadian. Data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu data hasil tes kepribadian, data hasil tes pemecahan masalah, dan data hasil wawancara. Tes pemecahan masalah dianalisis dengan mendeskripsikan komponen-komponen berpikir kreatif, yaitu kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tipe kepribadian mempunyai keterampilan berpikir kreatif yang berbeda-beda dalam memecahkan masalah. Tipe kepribadian phlegmatis mampu menunjukkan komponen kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan. Tipe kepribadian sanguinis, dan koleris mampu menunjukkan komponen kefasihan, dan fleksibilitas, sedangkan tipe kepribadian melankolis hanya mampu menunjukkan komponen kefasihan. Semua tipe kepribadian menggunakan cara coba-coba dalam memecahkan masalah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENERAPAN PBL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA KONSEP KOLOID

PENERAPAN PBL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA KONSEP KOLOID

Pada fase 4 yaitu tahap mengembangkan dan mempresentasikan hasil diskusi, siswa akan dilatih untuk mengkaji suatu persoalan melalui cara dan perspektif yang berbeda dengan cara setiap siswa membuat kesimpulan dari hasil diskusi kelompok, sehingga siswa mampu mengkaji materi persoalan dan dapat menyimpulkan hasilnya. Peningkatan ini juga terlihat pada hasil observasi dengan nilai sebesar 88,25 yang artinya peningkatan ini sangat baik. Hal senada juga dijelaskan oleh Masek & Yamin (2011) yang menyebutkan bahwa secara teori proses model pembelajaran PBL dapat mendukung pengembangan keterampilan berpikir kreatif siswa karena siswa dituntut agar dapat mendefinisikan materi ajar dengan bahasa sendiri.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH MEDIA CD INTERAKTIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS

PENGARUH MEDIA CD INTERAKTIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kreatif siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh media CD interaktif dibandingkan dengan media konvensional terhadap keterampilan berpikir kreatif dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas IV SD Negeri Cipicung Kabupaten Kuningan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD kelas IV di kecamatan cipicung dengan sampel penelitian siswa kelas IV SD Negeri Cipicung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Pretest Posttest Control Group Design. Alat tes penelitian ini adalah tes keterampilan berpikir kreatif. Data penelitian berupa tes dianalisis menggunakan program SPSS data pretes dan postest yang dianalisis secara kuantitatif dengan uji perbedaan dua rata-rata parametrik uji-t. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media CD interaktif mampu meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Penguasaan Konsep dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SD melalui Project Based Learning

Analisis Penguasaan Konsep dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SD melalui Project Based Learning

diterima, artinya tidak adanya perbedaan antara kemampuan berpikir kreatif siswa yang menerapkan pembelajaran dengan model project based learnig dengan yang bukan project based learning pada kelas kontrol. Ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya hasil tes keterampilan berpikir kreatif diantarnya; (1) tidak ada latihan secara kontinu yang dilakukan siswa untuk menguasai keempat aktivitas keterampilan berpikir kreatif. (2) keterbatasan waktu sehingga tidak ada pematauan terhadap aktivitas keterampilan berpikir kreatif siswa, karena siswa apabila sudah menyelesaikan tugas proyek sudah dianggap menguasai aktivitas-aktivitas keterampilan berpikir kreatif. (3) peran guru yang kurang maksimal melibatkan siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikirnya, seharusnya guru mampu melibatkan siswa dalam pemikiran yang lebih tinggi seperti yang diungkapkan Vygotski (dalam Kuswana, 2011) yang menyatakan bahwa pendidik harus mencoba untuk membantu peserta didik terlibat dalam pemikiran tingkat yang lebih tinggi melalui bantuan terstruktur. Selain itu seperti yang diungkapkan Ayan (2002) banyak orang tidak mengembangkan daya kreatif mereka karena tidak diberi tahu cara memanfaatkan keterampilan kreatif alami ataupuan cara mengembangkan berbagai teknik. Berikut ini adalah grafik N-Gain pada setiap indikator pada kelas kontrol dan kelas eksperimen: Tabel 4. Hasil Pengolahan Data Pretest
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PRAKTIKUM VIRTUAL TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS X PADA MATERI VERTEBRATA

PENGARUH PRAKTIKUM VIRTUAL TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS X PADA MATERI VERTEBRATA

Indikator yang terakhir yaitu elaborasi (Elaboration) , sub indikator yang diukur adalah menambahkan atau memperinci detail-detail suatu objek. Pada sub indikator ini siswa diminta untuk memperinci secara detail dari proses pengamatan yang telah dilakukan, sehingga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Hal ini juga sejalan dengan pendapat Munandar (2009) yang menyatakan individu harus memiliki motivasi instrinsik untuk melakukan sesuatu atas keinginan dari dirinya sendiri selain didukung oleh perhatian, dorongan, dan pelatihan dari lingkungan. Berikut distribusi data pada kelas X.1 mengalami peningkatan dengan kategori sedang ( N-Gain = 0,53); pada kelas X.2 mengalami peningkatan dengan kategori sedang ( N-Gain = 0,40); pada kelas X.3 mengalami peningkatan dengan kategori sedang ( N-Gain = 0,45). Dari hasil analisis data berpikir kreatif siswa pada indikator elaborasi (Elaboration), menunjukkan adanya peningkatan dengan kategori sedang untuk seluruh kelas yang dijadikan sampel penelitian. Meskipun peningkatan berpikir kreatif siswa pada indikator ini hanya kategori sedang, akan tetapi siswa sudah mampu menambahkan atau memperinci detail-detail suatu objek dengan cukup baik.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMP

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMP

Hasil penelitian Bilgin dkk. (2008: 159) menunjukkan bahwa PBL dapat membantu siswa dalam mengem- bangkan komunikasi dan kemampuan bekerjasama dalam menerima informasi dan menggunakannya. Pembelajaran menggunakan model PBL dapat mening- katkan aktivitas dalam belajar, kemam- puan pemecahan masalah, dan mengem- bangkan sifat atau karakter baik dari siswa. Perbedaan kemampuan siswa dalam suatu kelompok juga dapat me- ningkatkan kemampuan berpikir siswa terutama ketika ia berdiskusi atau mengungkapkan pendapatnya kepada siswa lain. Dilanjutkan oleh Bilgin dkk. bahwa melalui keterampilan berpikir kreatif siswa dapat menemukan sendiri fakta, konsep, dan teori baru bagi siswa itu sendiri. Pengalaman belajar yang diperoleh melalui keterampilan proses dapat membuat siswa termotivasi untuk terus belajar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...