keterampilan membaca dan menulis permulaan

Top PDF keterampilan membaca dan menulis permulaan:

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN   DENGAN   METODE  COOPERATIVE  Peningkatan Keterampilan Membaca Dan Menulis Permulaan Dengan Metode Cooperative Integrasi Reading And Composition (CIRC) Pada Siswa Kelas I SD Negeri 02 Jatipurwo Tahu

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DENGAN METODE COOPERATIVE Peningkatan Keterampilan Membaca Dan Menulis Permulaan Dengan Metode Cooperative Integrasi Reading And Composition (CIRC) Pada Siswa Kelas I SD Negeri 02 Jatipurwo Tahu

Suyatmi, 2013, Peningkatan Keterampilan Membaca dan Menulis Permulaan Dengan Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada Siswa Kelas I SD Negeri 02 Jatipurwo Tahun Pelajaran 2012 / 2013, Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Keterampilan Membaca Dan Menulis Permulaan Dengan Metode Cooperative Integrasi Reading And Composition (CIRC) Pada Siswa Kelas I SD Negeri 02 Jatipurwo Tahun Pelajaran 2012 / 2013.

PENDAHULUAN Peningkatan Keterampilan Membaca Dan Menulis Permulaan Dengan Metode Cooperative Integrasi Reading And Composition (CIRC) Pada Siswa Kelas I SD Negeri 02 Jatipurwo Tahun Pelajaran 2012 / 2013.

Berbagai metode dan pendekatan pembelajaran membaca dan menulis permulaan pada siswa kelas I cukup banyak. Banyaknya metode tersebut tentunya memerlukan kemampuan guru untuk memilih metode yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi. Karena setiap metode memiliki kelebihan dan kelemahan yang berbeda-beda. Karena itulah maka guru harus dapat memahami kelasnya masing- masing agar dapat memilih metode yang tepat untuk kelasnya.

7 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN      DENGAN  Peningkatan Keterampilan Membaca Dan Menulis Permulaan Dengan Metode Cooperative Integrasi Reading And Composition (CIRC) Pada Siswa Kelas I SD Negeri 02 Jatipurwo Tahun Pelajaran 2012 /

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DENGAN Peningkatan Keterampilan Membaca Dan Menulis Permulaan Dengan Metode Cooperative Integrasi Reading And Composition (CIRC) Pada Siswa Kelas I SD Negeri 02 Jatipurwo Tahun Pelajaran 2012 /

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca dan menulis permulaan dengan metode Metode Cooperative Integrasi Reading and Composition (CIRC) pada Siswa Kelas I SD Negeri 02 Jatipurwo Tahun Pelajaran 2012 / 2013. Metode ini dipilih untuk mengatasi masalah yang timbul dalam mengajarkan wacana pada siswa dan menumbuhkan gagasan-gagasan siswa. Kelebihan dari metode ini adalah siswa dapat bekerjasama dan menghargai pendapat dari siswa yang lain, menumbuhkan rasa senang yang merangsang untuk siswa aktif dalam kelompoknya, meningkatkan kualitas gagasan dan membentuk kemurnian ungkapan dalam interaksi dan pemecahan masalah kreatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif kuantitatif sedangkan jenis penelitiannya yaitu tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi siswa dan hasil test belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran CIRC dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi siswa, dengan nilai tuntas pra siklus adalah 15,79 %, siklus I sebesar 52,63% dan Siklus II mendapatkan hasil maksimal sebesar 89,47%. Saran yang dapat diberikan yaitu guru hendaknya dapat menmukan model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan dan dapat kreatif dalam menentukan strategi dan alat pembelajaran guna meningkatkan kemampuan belajar membaca dan menulis permulaan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN SISWA KELAS II SDN SIRNAGALIH KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG.

PENGARUH PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN SISWA KELAS II SDN SIRNAGALIH KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG.

Pembelajaran bahasa Indonesia memiliki empat ruang lingkup keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu keterampilan yang bersifat menerima (receptif) meliputi keterampilan menyimak dan membaca, serta keterampilan yang bersifat menghasilkan (productive) meliputi keterampilan berbicara dan menulis. Keterampilan membaca sebagai salah satu dari empat keterampilan berbahasa mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan membaca kita dapat mengetahui segala hal. Banyak wawasan dan ilmu kita dapat dari membaca. Pada semua jenjang pendidikan membaca merupakan skala prioritas yang harus dikuasai siswa. Dengan membaca siswa akan memperoleh berbagai informasi yang sebelumnya belum pernah didapatkan. Semakin banyak membaca semakin banyak pula informasi yang diperoleh. Membaca tidak hanya berperan dalam menguasai bidang studi yang dipelajarinya. Namun demikian, membaca juga berperan dalam mengetahui berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE (TTW) UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE (TTW) UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

membaca serta menuliskan apa yang telah dipikirkan siswa. Dalam model Think Talk Write ini masih bisa dihubungkan dengan aspek keterampilan membaca dan menulis permulaan. Siswa mampu memikirkan suatu gagasan atau ide untuk siswa melafalkannya dengan bunyi dan dapat menuliskannya pula dengan apa yang sedang siswa pikirkan dan membacanya terlebih dahulu yang saat ini siswa sedang memahaminya. Model ini juga membantu guru dalam memecahkan masalah mengenai keterampilan membaca dan menulis permulaaan kelas III SDN Gebang 1 Sidoarjo, sehingga penggunaan model ini dapat diteruskan atau dipakai untuk kedepannya jika ada kesulitan lagi dalam keterampilan membaca dan menulis permulaan siswa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PRETEST KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN Spesifikasi Tes Kemampuan Membaca Permulaan

PRETEST KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN Spesifikasi Tes Kemampuan Membaca Permulaan

Prosedur pelaksanaan penelitian ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pretest, treatment atau perlakuan, dan posttest. Selama tahap ini subjek hanya akan diobservasi dan diukur menggunakan tes kemampuan membaca permulaan. Observasi dan pengukuran dilaksanakan oleh tiga rater yaitu guru kelas II SDK Sang Timur Semarang.

Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU HURUF PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI KESTALAN 05 KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA 2010/2011.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU HURUF PADA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI KESTALAN 05 KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA 2010/2011.

Bagi guru kelas I Sekolah Dasar, mengajar keterampilan menulis merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Mengajarkan sesuatu yang belum diketahui menjadi diketahui memerlukan ketekunan, ketelitian dan juga membutuhkan alat peraga yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Hal inilah yang melatarbelakangi untuk dilakukan penelitian tindakan kelas dalam upaya peningkatan keterampilan menulis permulaan dengan menggunakan alat peraga yang tepat, yaitu kartu huruf. Melalui media ini diharapkan siswa akan lebih mudah menguasai keterampilan menulis yang akhirnya dapat mendukung aspek keterampilan berbahasa yang lain.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL BAHAN AJAR MEMBACA MENULIS PERMULAAN DENGAN PENDEKATAN ATRAKTIF DI SEKOLAH DASAR KAWASAN MISKIN KOTA SURAKARTA

PENGEMBANGAN MODEL BAHAN AJAR MEMBACA MENULIS PERMULAAN DENGAN PENDEKATAN ATRAKTIF DI SEKOLAH DASAR KAWASAN MISKIN KOTA SURAKARTA

belajar mengajar yang di dalamnya guru mengimplementasikan pembelajaran membaca menulis permulaan dengan pendekatan atraktif . Keabsahan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dilakukan triangulasi sumber (Bogdan dan Taylor, 1999: 189), yaitu me- ngumpulkan data sejenis dengan menggunakan berbagai sumber data yang berbeda. Sumber data yang dimaksud, yaitu berbagai informan, dan dokumen yang memuat data yang berasal dari murid dan guru serta orang tua murid, yang kemudian dicocokkan dengan peristiwa-peris- tiwa yang terjadi pada saat observasi (Zuber, 2004: 81). Pemeriksaan keabsahan data melalui truangulasi sumber ini juga dilakukan melalui diskusi antara peneliti dengan guru kolaborator dan murid dapat mengungkapkan keabsahan data yang berasal dari sumber yang berbeda (Angelo & Cross, 2003: 122-123). Teknik analisis data dilaksanakan dengan cara berikut ini. (1) Teknik analisis interaktif digunakan untuk menganalisis data tentang kemugkinan pengembangan prototype model atau model awal; (2) Keterandalan bahan ajar dan buku panduan dilakukan dengan expert- judgement, yaitu mendapatkan tanggapan stakeholders; (3) analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui keterandalan buku pedoman melalui uji coba terbatas di lapangan oleh guru, dan (4) analisis statistik deskriptif dan statistik komparatif dilakukan untuk menguji keefek- tivan model dalam meningkatkan kompetensi membaca menulis permulaan murid.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penerapan Permainan tebak kata untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada sekolah dasar Surakarta

Penerapan Permainan tebak kata untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada sekolah dasar Surakarta

Permainan tebak kata adalah Permai- nan yang menggunakan media dua kartu teka- teki yang berbeda berisi pertanyaan dan jawa- ban yang dilakukan berpasangan. Satu anak akan membaca pertanyaan dan pasagannya akan menjawabnya. Ketika bermain tebak ka- ta, anak-anak akan terlibat dalam kegiatan bermain bersama ditandai dengan saling kerja sama untuk menemukan jawaban dari teka-teki tersebut. Saat bermain dengan teman sepermai- nan yang sebaya usianya anak akan belajar berbagi hak milik, berkompetesi yang sehat, terbiasa untuk mengikuti setiap aturan perma- inan dan menggunakan mainan secara bergili- ran, melakukan kegiatan bersama, memperta- hankan hubungan yang sudah terbina akan baik dengan adanya permainan yang menye- nangkan pada masa-masa ketika bermain un- tuk anak-anak. Aqib,Z (2013:16).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MENULIS PERMULAAN SISWA KELAS I MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TERPADU

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MENULIS PERMULAAN SISWA KELAS I MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TERPADU

satu deret bangku. Jadi, anak yang duduk paling pinggir tidak begitu jelas dengan tugas yang harus dikerjakan. Akibatnya, anak ini kurang mendapat kesempatan menyelesaikan tugas. Ditambah lagi mereka tergolong anak yang masih mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Sementara itu, anak yang pandai dalam satu kelompok, akan mendominasi pekerjaan. Sedangkan anak yang sibuk bekerja tidak leluasa karena duduknya di tengah dan terdesak oleh teman lain. Keadaan ini kadang menimbulkan rasa tidak senang pada anak. Anak yang bekerja menyelesaikan tugas merasa dirinya yang mampu, sedangkan anak yang kurang pandai merasa rendah diri karena memang dia tidak mengerti. Keadaan semacam ini jelas tidak mendukung terjadinya proses belajar pada anak. Oleh kerena itu, formasi kelompok perlu ditata sedemikian rupa, sehingga ketika anak kerja kelompok anak bisa melihat papan tilis, melihat guru, dan melihat teman anggota kelompoknya untuk berkomunikasi.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN BACAAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 GATAK MELALUI PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT DAN EFEKTIF.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN BACAAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 GATAK MELALUI PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT DAN EFEKTIF.

Pemahaman membaca yang mencukupi akan mempermudah siswa untuk mendapat informasi dari berbagai sumber tertulis. Pemahaman isi bacaan merupakan tujuan utama dari kegiatan membaca. Oleh karena itu, pemahaman isi bacaan secara baik sangat diperlukan bagi siswa karena ilmu yang dipelajari sebagian besar terdapat pada bahan tertulis. Hasil kegiatan membaca yang berupa pemahaman bacaan ditentukan oleh cara yang digunakan.

Baca lebih lajut

Pengembangan kartu abjad berbasis metode montessori untuk latihan membaca dan menulis permulaan

Pengembangan kartu abjad berbasis metode montessori untuk latihan membaca dan menulis permulaan

Kesulitan membaca dan menulis permulaan memang kerap muncul di kelas rendah sehingga membutuhkan penanganan berupa metode pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. Salah satu metode pembelajaran dengan menggunakan alat peraga adalah metode Montessori. Penelitian yang dilakukan oleh Winda (2016) menggunakan alat peraga berbasis metode Montessori. Hal yang melatarbelakangi penelitian yang dilakukan Winda (2016) adalah belum terciptanya media yang mampu melatih siswa supaya dapat menulis huruf tegak bersambung dengan benar. Proses pembelajaran menulis huruf tegak bersambung selama pelajaran bahasa Indonesia belum melibatkan keaktifan siswa, akibatnya masih banyak tulisan siswa yang belum jelas dibaca. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa alat peraga dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran khususnya dalam hal menulis huruf tegak bersambung. Penggunaan alat peraga dapat membantu siswa melatih cara menulis huruf tegak bersambung dan mengasah motorik halus siswa dengan meraba huruf.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS CERITA BERGAMBAR TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MANDIRAJA - repository perpustakaan

EFEKTIVITAS CERITA BERGAMBAR TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MANDIRAJA - repository perpustakaan

Menulis dapat dikatakan suatu keterampilan berbahasa yang paling rumit di antara jenis-jenis keterampilan berbahasa lainnya. Oleh sebab itu, diperlukan adanya metode yang tepat agar siswa dapat menguasai keterampilan menulis dengan baik. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode cerita bergambar. Berdasarkan hal tersebut, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana keterampilan menulis permulaan pada siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Mandiraja?, (2) Bagaimana efektivitas pembelajaran yang menggunakan metode cerita bergambar dalam meningkatkan keterampilan menulis permulaan pada siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Mandiraja?, (3) Adakah perbedaan yang nyata antara pembelajaran menulis permulaan yang menggunakan metode cerita bergambar dengan yang tidak menggunakan metode cerita bergambar pada siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Mandiraja?
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Akreditasi Sekolah Siapa Takut?? Instrument No. 53

Akreditasi Sekolah Siapa Takut?? Instrument No. 53

Kegiatan-kegiatan untuk memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis : adalah antara lain ; penugasan latihan keterampilan menulis siswa, hasil poto folio siswa, bulletin internal, karya siswa, majalah dinding yang terisi dengan rubric tulisan terbaru, hasil karya siswa yang memperoleh penghargaan/pujian, daftar para juara lomba pidato, serta penulisan karya tulis, laporan kunjungan ke industry, laporan studi kunjungan lapangan seperti ke museum, industry, perkebunan, perkantoran dll.

2 Baca lebih lajut

Pengembangan kartu abjad berbasis metode montessori untuk latihan membaca dan menulis permulaan.

Pengembangan kartu abjad berbasis metode montessori untuk latihan membaca dan menulis permulaan.

Berdasarkan tabel 4.19 dapat dijelaskan bahwa masukkan dari ahli Bahasa Indonesia terhadap produk yang dikembangkan oleh peneliti adalah menambahkan media dalam kegiatan membaca, karena kegiatan membaca berhubungan dengan bunyi yang diucapkan. Ahli Bahasa Indonesia menyarankan agar media yang digunakan berupa audio visual berupa rekaman suara cara mengucapkan bunyi huruf. Melihat dari hasil masukkan dari ahli, peneliti membuat rekaman suara cara mengucapkan bunyi huruf a-z. Rekaman suara akan digunakan oleh siswa sebelum belajar mengucapkan bunyi huruf supaya dapat melatih indera pendengaran dan membantu mengingat cara mengucapkan bunyi huruf. Namun terdapat kekurangan dalam rekaman yang peneliti buat, karena dibuat kurang bervariasi dan tidak bisa digunakan siswa secara individu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU DI SEKOLAH DASAR

membaca/mengeja kata-kata atau kalimat yang telah ditemukannya dalam pembelajaran, misalnya mulai dari bercerita, menyanyi, atau tanya jawab. Guru menempel kartu kata yang terbuat dari bahan planel, kemudian meminta anak untuk mengulangi mengucapkan kata tadi bersama-sama variasi mengucapkan kata bisa dilakukan. Siswa berlatih membaca kata-kata yang tertempel di papan dalam hati, waktu kira-kira 10 menit yang belum tahu bagaimana membacanya dapat bertanya kepada teman di sebelahnya. Guru dapat menugasi beberapa siswa untuk memilih beberapa kata yang tertempel, kemudian mencari pasangannya yaitu kartu suku kata, kartu suku kata ini dipasang di bawah kartu kata dan siswa membacanya keras-keras.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

03. PPT.SMP.B.Indonesia Profesional

03. PPT.SMP.B.Indonesia Profesional

Menulis rosidi (2009: 2) mengemukakan bahwa menulis adalah sebuah kegiatan menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis. Menulis merupakan proses perubahan bentuk tulisan me njadi wujud makna (suhendar, 1997:2).

Baca lebih lajut

TAP.COM -   PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN ... 435 759 1 SM

TAP.COM - PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN ... 435 759 1 SM

Keterampilan membaca merupakan salah satu kunci keberhasilan siswa dalam meraih kemajuan. Siswa yang memiliki keterampilan membaca yang memadai akan lebih mudah menggali informasi dari berbagai sumber tertulis. Maka dari itu keterampilan dan kemauan membaca hendaknya ditekankan sejak jenjang pendidikan dasar yaitu saat anak masih berada di bangku SD. Upaya pengembangan dan peningkatan keterampilan membaca diantaranya dilakukan melalui pembelajaran di sekolah- sekolah dasar sebagai pengalaman pertama. Terkait dengan pernyataan tersebut, Darmiyati Zuchdi dan Budiasih (1997: 50) berpendapat bahwa keterampilan membaca permulaan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut. Sebagai keterampilan yang mendasar maka keterampilan membaca permulaan benar-benar memerlukan perhatian guru. Apabila dasar itu tidak kuat, pada tahap membaca lanjut siswa akan mengalami kesulitan untuk memiliki keterampilan membaca yang memadai.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Rancangan Pembelajaran Membaca Menulis Permulaan

Rancangan Pembelajaran Membaca Menulis Permulaan

19 (a) Tahap penikmatan, siswa diajak menikmati berbagai hasil karya sastra anak - anak seperti mendengar cerita, mendengar puisi dan menonton drama anak - anak (mulai kelas I, II), (b) Tahap penghargaan; setelah siswa dapat menikmati karya sastra di atas, maka muncul sikap menghargai pada diri siswa, yaitu menyenangi buku - buku cerita, puisi - puisi, dan lain - lain , (c) Tahap pemahaman; Siswa mulai dapat membedakan bentuk - bentuk sastra seperti cerpen, puisi dan drama (mulai kelas III), (d) Tahap penghayatan; pada tahap ini siswa mulai mengerti apa saja yang ada di dalam cerita seperti tokoh, peristiwa, setting, plot dan lain - lain (mulai kelas IV). (e) Tahap Implementasi; pada tahap ini, siswa dapat menyalurkan kegiatan sastra sesuai dengan minatnya seperti ada yang suka membaca puisi, bermain drama, atau menulis cerita anak - anak, karena itu sebaiknya guru dapat menciptakan iklim yang kondusif agar siswa dapat menyalurkan kemampuan yang dimilikinya.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

SASTRA DONGENG DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN

SASTRA DONGENG DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN

Pendidikan merupakan jalan utama untuk memanusiakan manusia. Namun, hal tersebut menjadi pertanyaan besar di zaman sekarang. Banyak orang yang berpendidikan tetapi tidak menunjukkan sejatinya orang yang terdidik. Pendidikan terus mengalami perubahan dan kemajuan, tetapi di sektor etika dan moral terus mengalami kemunduran. Banyak pihak menyalahkan muatan pendidikan karakter telah gagal membimbing manusia Indonesia berlaku layaknya manusia. Tindak lanjut dari hal tersebut adalah digemakan pendidikan karakter dan literasi. Program tersebut lebih dikenal dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang digagas langsung oleh pemerintah. GLS harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan karakter dan mengembangkan keterampilan berbahasa siswa, yaitu dengan cara literasi sastra terutama sastra dongeng. Literasi sastra (dongeng) merupakan sebuah solusi yang dapat dipilih dalam pembelajaran, terutama pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan (MMP). Karya sastra memiliki banyak keunggulan, diantaranya mengembangkan karakter, memperhalus karakter, sarana pembelajaran bahasa, dan lain-lain. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran profil pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan (MMP) di sekolah dasar Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data primer yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan kepada guru-guru. Data kemudian dianalisis dan dideskripsikan sehingga tergambar tujuan penelitian yang dimaksud. Berdasarkan hasil penelitian, banyak guru yang tidak memahami konsep pembelajaran MMP dan implementasi dari konsep tersebut. Kemudian sedikit guru yang menggunakan sastra dalam pembelajaran MMP. Kata Kunci: Sastra Dongeng, Membaca dan Menulis Permulaan, Sastra Dongeng, Literasi
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...