Keterampilan Membaca Nyaring

Top PDF Keterampilan Membaca Nyaring:

EFEKTIVITAS METODE STEINBERG DENGAN MEDIA BIG BOOK TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING

EFEKTIVITAS METODE STEINBERG DENGAN MEDIA BIG BOOK TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan membaca nyaring di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan metode Steinberg dengan media Big Book terhadap keterampilan membaca nyaring di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain the nonrandomized control group, pratest – posttest. Desain penelitian ini menggunakan dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan metode Steinberg dengan media Big Book, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SDN 1 Kalikajar Kabupaten Purbalingga Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 42 siswa yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas III A dan III B yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan keterampilan membaca nyaring antara kedua kelas.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH)  Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH) Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

Alhamdulillahi rabbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, hidayah dan innayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif ( Communicative Approach) pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Guwokajen Boyolali Tahun Pelajaran 2011/2012”.

14 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN  PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN MELALUI MEDIA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IVSDN SAM

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN MELALUI MEDIA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IVSDN SAM

Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media bergambar dapat membuat siswa merasa senang, santai dan tidak merasa tegang dalam mengikuti pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan media bergambar juga dapat memotivasi siswa untuk lebih memahami materi bacaan, Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kemampuan membaca nyaring siswa. Penelitian ini dianggap berhasil jika nilai rata-rata kelas pada keterampilan membaca nyaring siswa ditinjau dari aspek intonasi >20%, pelafalan>15%, jeda >15% dan kelancaran >20%.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH TEKNIK MAKE A MATCHTERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING SISWA KELAS III SDN 064034 MEDAN JOHOR TAHUN AJARAN 2015/ 2016.

PENGARUH TEKNIK MAKE A MATCHTERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING SISWA KELAS III SDN 064034 MEDAN JOHOR TAHUN AJARAN 2015/ 2016.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas III di SDN 064034 Medan Johor, ada beberapa hal yang terjadi di lapangan, diantaranya: (1) keterampilan membaca nyaring siswa belum sesuai dengan keterampilan yang seharusnya dimiliki pada tingkatan mereka, (2) siswa sulit menemukan jawaban dari pertanyaan mengenai teks bacaan, (3) guru lebih memilih memberikan pekerjaan rumah (PR) bila soal berbentuk memahami teks bacaan, (4) belum adanya instrumen yang dimiliki oleh guru untuk mengevaluasi keterampilan membaca nyaring siswanya, dan (5) belum diterapkannya suatu teknik yang sesuai dalam mengembangkan keterampilan membaca nyaring.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH)  Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH) Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini: (1) Berdasarkan hasil secara keseluruhan diketahui terdapat peningkatan keterampilan membaca nyaring melalui pendekatan komunikatif (com-municative approach) pada siswa kelas IV SD Negeri 01 Guwokajen Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2010/2011, hal ini dapat dilihat dari rata- rata keterampilan membaca nyaring pada Pra Siklus 63,70, siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 76,10 dan Pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 83,10; (2) Hipotesis yang menyatakan bahwa “penggunaan pendekatan komunikatif (communicative approach) dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Guwokajen Boyolali Tahun Pelajaran 2011/2012”, terbukti kebenarannya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

PENDAHULUAN Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

Indonesia di Sekolah Dasar sampai saat ini masih sangat rendah dan memprihatinkan. Membaca nyaring siswa mencakup beberapa hal, antara lain: intonasi, pelafalan, jeda dan kelancaran dalam membaca nyaring. Membaca nyaring bertujuan melatih siswa dengan tepat dan mudah dalam mengubah tulisan menjadi suara dengan memperhatikan ucapan, tekanan, dan irama. Mengingat masih rendahnya keterampilan membaca nyaring siswa dan pentingnya metode yang tepat untuk meningkatkan keterampilan membaca tersebut, maka perlu diadakan penelitian mengenai upaya meningkatkan keterampilan membaca. Berdasarkan wawancara dengan guru, siswa kelas IV SD Negeri 1 Guwokajen Boyolali ini mengalami masalah mengenai membaca nyaring (65%). Dalam membaca siswa kurang memperhatikan intonasi, pelafalan, jeda dan kelancaran. Untuk memecahkan masalah tersebut diadakan penelitian membaca nyaring melalui pendekatan komunikatif ( communicative approeach).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING TEKS 1 (SATU) PARAGRAF BERHURUF JAWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MEDIA KARTU KALIMAT BERBASIS TI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016 2017

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING TEKS 1 (SATU) PARAGRAF BERHURUF JAWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MEDIA KARTU KALIMAT BERBASIS TI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016 2017

Menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “ Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Teks 1 (Satu) Paragraf Berhuruf Jawa Melalui Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan Media Kartu Kalimat Berbasis TI Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2016/ 2017” ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

19 Baca lebih lajut

TAP.COM -   PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DENGAN ... - JURNAL UNTAN 5874 19293 1 PB

TAP.COM - PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DENGAN ... - JURNAL UNTAN 5874 19293 1 PB

Berdasarkan uraian simpulan tersebut, ada beberapa saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini, antara lain: 1. Guru sekolah dasar diharapkan dapat menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring murid. 2. Guru kelas hendaklah lebih meningkatkan kompetensi, baik kompetensi peningkatan mutu pembelajaran maupun kompetensi dalam penyusunan strategi pembelajaran khususnya dalam pembelajaran membaca. 3. Guru hendaknya menggunakan media pembelajaran yang menarik agar murid antusias mengikuti pembelajaan di kelas. 4. Dalam setiap pembelajaran, guru hendaklah selalu menggunakan penguatan yang bervariasi dan lebih memotivasi siswa, sehingga murid tidak mudah jenuh di dalam kelas pada saat pembelajaran berlangsung.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DENGAN TEKNIK BALAINANG MELALUI MEDIA BUKU BERGAMBAR PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI KARANGDUREN 3 TENGARAN SEMARANG.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DENGAN TEKNIK BALAINANG MELALUI MEDIA BUKU BERGAMBAR PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI KARANGDUREN 3 TENGARAN SEMARANG.

cenderung masih kurang aktif, kurang percaya diri, kurang kondusif, takut, dan masih malu-malu untuk membaca nyaring dan masih banyak yang mencontek hasil pekerjaan teman. Pada siklus II, kekurangan yang berada pada siklus I mulai berkurang. Pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa sudah mulai aktif dalam pembelajaran, rasa percaya diripun juga sudah mulai muncul ketika siswa membaca nyaring di depan, dan situasi kelas juga sudah dapat dikondisikan dengan cara siswa menirukan membaca ketika siswa yang lain sedang membaca nyaring di depan. Selain itu, rasa takut dan sifat malu ketika membaca nyaring juga sudah mulai berkurang hal ini ditunjukkan dengan keaktifan dan keantusiasan siswa ketika disuruh membaca nyaring di depan. Perubahan perilaku siswa yang positif diikuti dengan adanya peningkatan keterampilan membaca nyaring dengan teknik balainang melalui media buku bergambar pada siswa kelas I SD Negeri Karangduren 3 Tengaran Semarang. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil nontes yang dilakukan pada siklus I dan siklus II. Hasil nontes yaitu observasi atau pengamatan pada siklus I menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap siklus II. Artinya, pada hasil pengamatan terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil yang dicapai pada siklus II tersebut sudah sangat memuaskan dan telah memperlihatkan perubahan perilaku siswa ke arah yang positif.
Baca lebih lanjut

250 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN MELALUI MEDIA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IVSDN SAMBIREJO 3 PLUPUH KABUPATEN SRAGEN TAHUN AJARAN 2010/2011.

PENDAHULUAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN MELALUI MEDIA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IVSDN SAMBIREJO 3 PLUPUH KABUPATEN SRAGEN TAHUN AJARAN 2010/2011.

Kegiatan membaca dalam proses belajar mengajar di kelas melibatkan beberapa faktor, antara lain: faktor guru, siswa, media, metode, dan tempat berlangsungnya interaksi belajar mengajar. Dalam kegiatan proses belajar mengajar peranan seorang guru sangat penting bagi siswa dalam penyampaian bahan ajar, dan juga sebagai sosok yang utama dalam interaksi belajar mengajar. Guru sebagai penyampai bahan ajar dituntut untuk dapat menguasai seluruh materi yang diajarkan di kelas. Hal tersebut mempunyai peranan penting karena materi pembelajaran akan selalu dapat berkembang sesuai dengan berkembangnya jaman. Maka, guru harus dapat menguasai teknik membaca yang akan diajarkan untuk siswanya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring dengan Media Komik pada Siswa Kelas III MI Hidayatul Mubtadi'aat Tahun Ajaran 2013-2014

Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring dengan Media Komik pada Siswa Kelas III MI Hidayatul Mubtadi'aat Tahun Ajaran 2013-2014

Keberhasilan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah banyak ditentukan kemampuannya dalam membaca. Sebagaimana diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan disajikan dalam bentuk bahasa tulis sehingga menuntut anak harus melakukan aktivitas membaca guna memperoleh pengetahuan. Oleh karena itu, pembelajaran membaca mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam pendidikan dan pengajaran. Kemampuan membaca ini tidak dapat diperoleh secara alamiah, tetapi melalui proses pembelajaran yang sebagian merupakan tanggung jawab guru. Dengan demikian, guru dituntut untuk dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan membacanya. Banyak sekali informasi yang dapat digali dari kegiatan membaca. Orang yang banyak membaca akan mendapatkan suatu pengetahuan yang lebih dibandingkan dengan orang yang jarang atau bahkan tidak pernah membaca. Melalui pengetahuan yang dimiliki itu, orang dapat mengomunikasikan kembali informasi yang dimiliki dalam bentuk lisan atau tulisan. Dengan kata lain, membaca dapat membantu pula seseorang untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dalam bentuk lain. Apalagi dalam masyarakat yang berteknologi modern seperti sekarang ini, seseorang haruslah banyak membaca agar dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi karena kesulitan dalam membaca merupakan cacat yang serius dalam kehidupan.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

THE EFFECTIVENESS OF STEINBERG METHOD WITH BIG BOOK TO READING ALOUD SKILL AND READING COMPREHENSION SKILL IN PRIMARY SCHOOL - repository UPI T PD 1302186 Title

THE EFFECTIVENESS OF STEINBERG METHOD WITH BIG BOOK TO READING ALOUD SKILL AND READING COMPREHENSION SKILL IN PRIMARY SCHOOL - repository UPI T PD 1302186 Title

EFEKTIVITAS METODE STEINBERG DENGAN BIG BOOK TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DAN MEMBACA PEMAHAMAN DI SEKOLAH DASAR TESIS disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh [r]

5 Baca lebih lajut

T PD 1302186 Chapter1

T PD 1302186 Chapter1

menurut Akhadiah (dalam Resmini dan Juanda, 2007) dimulai pada kelas III sekolah dasar. Pada tahap ini siswa telah memiliki pengetahuan dasar dalam membaca permulaan yang diperoleh di kelas I dan II sehingga siswa telah mampu memahami, menafsirkan serta menghayati isi bacaan (hlm. 80). Resmini dan Juanda (2007) menjelaskan pada kelas tinggi sekolah dasar, tujuan membaca diarahkan pada kemampuan memahami, menafsirkan, menghayati, merespon bacaan dan memanfaatkan strategi pemahaman bacaan yang tepat (hlm.79). Diharapkan dengan keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman sebagai indikator kelancaran membaca yang baik di kelas III maka siswa tidak menemui kesulitan dalam membaca lanjut di kelas tinggi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETE RAMPILAN MEMBACA NYARING AKSARA JAWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER MENGGUNAKAN MEDIA KARTU HURUF PADA SISWA KELAS III DI SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

PENINGKATAN KETE RAMPILAN MEMBACA NYARING AKSARA JAWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER MENGGUNAKAN MEDIA KARTU HURUF PADA SISWA KELAS III DI SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

Kemampuan siswa dalam menggunakan atau mengidentifikasi bentuk dan bunyi huruf-huruf Jawa menjadikan keterampilan mereka dalam membaca nyaring aksara Jawa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring aksara Jawa nglegena atau tanpa sandhangan siswa berupa membaca nyaring yang dilihat dari aspek vokal, intonasi dan lafal pada materi membaca sederhana aksara Jawa nglegena melalui model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan menggunakan media kartu huruf pada siswa kelas III di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan menerapkan dua siklus dan tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Karangsari tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari 26 siswa dengan 14 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan menggunakan media kartu huruf. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan tes dan non tes berupa tes lisan, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan siswa dalam membaca nyaring aksara Jawa nglegena pada siklus 1 adalah 52,5%, dan pada siklus 2 adalah 83%. Dengan demikian, telah terjadi peningkatan keterampilan siswa dalam membaca nyaring aksara Jawa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dengan menggunakan media kartu huruf dalam pembelajaran.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

T PD 1302186 Abstract

T PD 1302186 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan metode Steinberg dengan Big Book terhadap keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain the nonrandomized control group, pratest–posttest dengan dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan metode Steinberg dengan Big Book, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman antara kedua kelas. Pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional cenderung tidak mengalami peningkatan yang signifikan, sedangkan pada pascaperlakuan pada kelas eksperimen terjadi peningkatan keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman. Berdasarkan hasil analisis data pada kelas eksperimen, nilai rata-rata keterampilan membaca nyaring saat prates 65 pascaperlakuan menjadi 92, terjadi peningkatan 27 (41,54%). Sedangkan nilai rata-rata keterampilan membaca pemahaman prates sebesar 49 pascaperlakuan menjadi 72, terjadi peningkatan 23 (46.94%). Hasil analisis data tersebut mengindikasikan bahwa metode Steinberg dengan Big Book efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini telah dilaksanakan pada siswa kelas II SDN 2 MayongLor Jepara terdiri dari dua siklus terdiri dua pertemuan. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian 26 siswa SDN 2 MayongLor Jepara. Variabel bebas dalam penelitian tindakan kelas ini adalah model pembelajaran cooperative script. Sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan membaca nyaring. Metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data meliputi kuantitatif dan kualitatif.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

42932034 Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris

42932034 Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris

Jenis tes yang kedua adalah tes kemahiran berbahasa yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja tanpa memperhatikan usia atau hasil belajar sebelumnya. Tujuannya adalah mengetahui kemahiran berbahasa seseorang yang dengan kemahiran itu ia diperkirakan dapat melakukan tugas-tugas tertentu dalam bahasa asing. Yang termasuk tes kemahiran berbahasa adalah Test of English as a Foreign Language (TOEFL) yang dimaksudkan untuk mengukur keterampilan berbahasa seseorang sebelum belajar di negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, dan Canada. Dalam perkembangannya kita mengenal Paper-Based TOEFL, Computer-Based TOEFL, dan Internet-Based TOEFL (iBT TOEFL) yang saat ini digunakan dan merupakan tes berbasis Internet. Sebelum iBT TOEFL lahir, kita mengenal tes keterampilan berbahasa yang diskrit, yaitu Test of Spoken English (TSE) dan Test of Written English (TWE). Setelah iBT berlaku, kedua tes itu digabung ke dalam paket iBT sehingga iBT mencakupi keempat keterampilan berbahasa dan karenanya validitasnya makin tinggi. Selain TOEFL yang dikembangkan di Amerika Serikat, kita juga mengenal International Language Testing System (IELTS), yaitu tes kemahiran berbahasa yang dikembangkan oleh Inggris dan Australia. IELTS merupakan tes yang diwajibkan bila seseorang mau belajar di Inggris. Australia atau Selandia Baru. Jenis yang ketiga adalah Test of English for International Communication (TOEIC), yaitu tes bertujuan mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk komunikasi internasional. TOEFL dan IELTS biasanya dipersyaratkan bagi mereka yang akan sekolah di negara berbahasa Inggris, sedangkan TOEIC bagi mereka yang akan masuk ke dunia kerja di negara berbahasa Inggris. Selain dalam bahasa Inggris, ada juga tes kemahiran dalam bidang studi lain seperti Graduate Record Examination (GRE) yang merupakan tes keterampilan matematika yang dipersyaratkan bagi calon mahasiswa S2 dan S3 ke Amerika Serikat.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

176498242 Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris

176498242 Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris

Jenis tes yang kedua adalah tes kemahiran berbahasa yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja tanpa memperhatikan usia atau hasil belajar sebelumnya. Tujuannya adalah mengetahui kemahiran berbahasa seseorang yang dengan kemahiran itu ia diperkirakan dapat melakukan tugas-tugas tertentu dalam bahasa asing. Yang termasuk tes kemahiran berbahasa adalah Test of English as a Foreign Language (TOEFL) yang dimaksudkan untuk mengukur keterampilan berbahasa seseorang sebelum belajar di negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, dan Canada. Dalam perkembangannya kita mengenal Paper-Based TOEFL, Computer-Based TOEFL, dan Internet-Based TOEFL (iBT TOEFL) yang saat ini digunakan dan merupakan tes berbasis Internet. Sebelum iBT TOEFL lahir, kita mengenal tes keterampilan berbahasa yang diskrit, yaitu Test of Spoken English (TSE) dan Test of Written English (TWE). Setelah iBT berlaku, kedua tes itu digabung ke dalam paket iBT sehingga iBT mencakupi keempat keterampilan berbahasa dan karenanya validitasnya makin tinggi. Selain TOEFL yang dikembangkan di Amerika Serikat, kita juga mengenal International Language Testing System (IELTS), yaitu tes kemahiran berbahasa yang dikembangkan oleh Inggris dan Australia. IELTS merupakan tes yang diwajibkan bila seseorang mau belajar di Inggris. Australia atau Selandia Baru. Jenis yang ketiga adalah Test of English for International Communication (TOEIC), yaitu tes bertujuan mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk komunikasi internasional. TOEFL dan IELTS biasanya dipersyaratkan bagi mereka yang akan sekolah di negara berbahasa Inggris, sedangkan TOEIC bagi mereka yang akan masuk ke dunia kerja di negara berbahasa Inggris. Selain dalam bahasa Inggris, ada juga tes kemahiran dalam bidang studi lain seperti Graduate Record Examination (GRE) yang merupakan tes keterampilan matematika yang dipersyaratkan bagi calon mahasiswa S2 dan S3 ke Amerika Serikat.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN TEORI A. Pembahasan Teori 1. Teori Belajar Konstruktivisme - TATAP TLAGA SASIAN BAB 2

BAB II KAJIAN TEORI A. Pembahasan Teori 1. Teori Belajar Konstruktivisme - TATAP TLAGA SASIAN BAB 2

Disamping itu, menurut Elis, dkk dalam (Rahim) tujuan membaca adalah pemahaman, menghasilkan siswa yang lancar membaca. Salah satu kegiatan yang dapat membantu mencapai tujuan umum yaitu sering membacakan cerita dan mendiskusikannya. Dengan demikian, membacakan suatu materi bacaan dapat dikatakan sebagai bagian dari membaca nyaring yang bertujuan untuk berbagi pengalaman yang menyenangkan, berbagi informasi yang diperoleh dari teks bacaan, dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berdiskusi mengenai suatu teks bacaan.

18 Baca lebih lajut

Prota Promes Umum SD MI\PROMES\PROMES ING KLS 4

Prota Promes Umum SD MI\PROMES\PROMES ING KLS 4

Membaca nyaring dengan melafalkan alphabet dan ucapan yang tepat melibatkan kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana - Membaca kalimat sesuai dengan gambar - Membaca dialog tentang b[r]

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...