Keterampilan Membaca Nyaring

Top PDF Keterampilan Membaca Nyaring:

PENGARUH TEKNIK MAKE A MATCHTERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING SISWA KELAS III SDN 064034 MEDAN JOHOR TAHUN AJARAN 2015/ 2016.

PENGARUH TEKNIK MAKE A MATCHTERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING SISWA KELAS III SDN 064034 MEDAN JOHOR TAHUN AJARAN 2015/ 2016.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas III di SDN 064034 Medan Johor, ada beberapa hal yang terjadi di lapangan, diantaranya: (1) keterampilan membaca nyaring siswa belum sesuai dengan keterampilan yang seharusnya dimiliki pada tingkatan mereka, (2) siswa sulit menemukan jawaban dari pertanyaan mengenai teks bacaan, (3) guru lebih memilih memberikan pekerjaan rumah (PR) bila soal berbentuk memahami teks bacaan, (4) belum adanya instrumen yang dimiliki oleh guru untuk mengevaluasi keterampilan membaca nyaring siswanya, dan (5) belum diterapkannya suatu teknik yang sesuai dalam mengembangkan keterampilan membaca nyaring.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS METODE STEINBERG DENGAN MEDIA BIG BOOK TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING

EFEKTIVITAS METODE STEINBERG DENGAN MEDIA BIG BOOK TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan membaca nyaring di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan metode Steinberg dengan media Big Book terhadap keterampilan membaca nyaring di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain the nonrandomized control group, pratest – posttest. Desain penelitian ini menggunakan dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan metode Steinberg dengan media Big Book, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SDN 1 Kalikajar Kabupaten Purbalingga Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 42 siswa yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas III A dan III B yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan keterampilan membaca nyaring antara kedua kelas.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH)  Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH) Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini: (1) Berdasarkan hasil secara keseluruhan diketahui terdapat peningkatan keterampilan membaca nyaring melalui pendekatan komunikatif (com-municative approach) pada siswa kelas IV SD Negeri 01 Guwokajen Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2010/2011, hal ini dapat dilihat dari rata- rata keterampilan membaca nyaring pada Pra Siklus 63,70, siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 76,10 dan Pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 83,10; (2) Hipotesis yang menyatakan bahwa “penggunaan pendekatan komunikatif (communicative approach) dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Guwokajen Boyolali Tahun Pelajaran 2011/2012”, terbukti kebenarannya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH)  Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF (COMMUNICATIVE APPROACH) Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Melalui Pendekatan Komunikatif (Communicative Approach)Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Guwokajen Boyolali.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini: (1) Berdasarkan hasil secara keseluruhan diketahui terdapat peningkatan keterampilan membaca nyaring melalui pendekatan komunikatif (com-municative approach ) pada siswa kelas IV SD Negeri 01 Guwokajen Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2010/2011, hal ini dapat dilihat dari rata-rata keterampilan membaca nyaring pada Pra Siklus 63,70, siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 76,10 dan Pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 83,10; (2) Hipotesis yang menyatakan bahwa “penggunaan pendekatan komunikatif (communicative approach) dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Guwokajen Boyolali Tahun Pelajaran 2011/2012”, terbukti kebenarannya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

TAP.COM -   PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DENGAN ... - JURNAL UNTAN 5874 19293 1 PB

TAP.COM - PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DENGAN ... - JURNAL UNTAN 5874 19293 1 PB

Dalam Standar isi ruang lingkup pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri atas menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Dalam hal ini keterampilan membaca perlu dapat perhatian secara khusus dari guru. Keterampilan membaca harus di kuasai murid di sekolah dasar karena Keterampilan ini secara langsung berkaitan dengan seluruh proses belajar murid di kelas. Murid akan mengalami kesulitan dalam menangkap dan memahami informasi yang disajikan dalam berbagai buku pelajaran, buku-buku penunjang dan sumber-sumber belajar tertulis yang lain. Adapun salah satu keterampilan membaca yang harus dikuasai murid di kelas rendah adalah keterampilan membaca nyaring.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN MELALUI MEDIA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IVSDN SAMBIREJO 3 PLUPUH KABUPATEN SRAGEN TAHUN AJARAN 2010/2011.

PENDAHULUAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN MELALUI MEDIA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IVSDN SAMBIREJO 3 PLUPUH KABUPATEN SRAGEN TAHUN AJARAN 2010/2011.

Belajar merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia, khususnya di Sekolah Dasar, karena penanaman konsep pada tingkat Sekolah Dasar merupakan pondasi bagi kelangsungan pendidikan berikutnya. Agar pembelajaran di Sekolah Dasar dapat tercapai, maka materi yang disampaikan harus dapat membentuk pengetahuan, keterampilan dasar, serta sikap dan nilai-nilai kemasyarakatannya.

6 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring dengan Media Komik pada Siswa Kelas III MI Hidayatul Mubtadi'aat Tahun Ajaran 2013-2014

Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring dengan Media Komik pada Siswa Kelas III MI Hidayatul Mubtadi'aat Tahun Ajaran 2013-2014

Keberhasilan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah banyak ditentukan kemampuannya dalam membaca. Sebagaimana diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan disajikan dalam bentuk bahasa tulis sehingga menuntut anak harus melakukan aktivitas membaca guna memperoleh pengetahuan. Oleh karena itu, pembelajaran membaca mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam pendidikan dan pengajaran. Kemampuan membaca ini tidak dapat diperoleh secara alamiah, tetapi melalui proses pembelajaran yang sebagian merupakan tanggung jawab guru. Dengan demikian, guru dituntut untuk dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan membacanya. Banyak sekali informasi yang dapat digali dari kegiatan membaca. Orang yang banyak membaca akan mendapatkan suatu pengetahuan yang lebih dibandingkan dengan orang yang jarang atau bahkan tidak pernah membaca. Melalui pengetahuan yang dimiliki itu, orang dapat mengomunikasikan kembali informasi yang dimiliki dalam bentuk lisan atau tulisan. Dengan kata lain, membaca dapat membantu pula seseorang untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dalam bentuk lain. Apalagi dalam masyarakat yang berteknologi modern seperti sekarang ini, seseorang haruslah banyak membaca agar dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi karena kesulitan dalam membaca merupakan cacat yang serius dalam kehidupan.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN  PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN MELALUI MEDIA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IVSDN SAM

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DITINJAU DARI ASPEK INTONASI, PELAFALAN, JEDA DAN KELANCARAN MELALUI MEDIA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IVSDN SAM

Tabel 4.6 Aspek Kelancaran Membaca Nyaring ………………………… 5 1 Tabel 4.7 Skor Siklus I Keterampilan Memb aca Nyaring ………………. 5 5 Tabel 4.8 Aspek Intonasi ………………………………………………… 5 6 Tabel 4.9 Aspek Pelafalan ……………………………………………….. 5 7 Tabel 4.10 Aspek Jeda …………………………………………………….. 5 8 Tabel 4.11 Aspek Kelancaran Membaca Nyaring ………………………… 59

15 Baca lebih lajut

T PD 1302186 Abstract

T PD 1302186 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan metode Steinberg dengan Big Book terhadap keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain the nonrandomized control group, pratest–posttest dengan dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan metode Steinberg dengan Big Book, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman antara kedua kelas. Pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional cenderung tidak mengalami peningkatan yang signifikan, sedangkan pada pascaperlakuan pada kelas eksperimen terjadi peningkatan keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman. Berdasarkan hasil analisis data pada kelas eksperimen, nilai rata-rata keterampilan membaca nyaring saat prates 65 pascaperlakuan menjadi 92, terjadi peningkatan 27 (41,54%). Sedangkan nilai rata-rata keterampilan membaca pemahaman prates sebesar 49 pascaperlakuan menjadi 72, terjadi peningkatan 23 (46.94%). Hasil analisis data tersebut mengindikasikan bahwa metode Steinberg dengan Big Book efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring dan membaca pemahaman.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori - PENINGKATAN KETE RAMPILAN MEMBACA NYARING AKSARA JAWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER MENGGUNAKAN MEDIA KARTU HURUF PADA SISWA KELAS III DI SEKOLAH DASAR - repository p

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori - PENINGKATAN KETE RAMPILAN MEMBACA NYARING AKSARA JAWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER MENGGUNAKAN MEDIA KARTU HURUF PADA SISWA KELAS III DI SEKOLAH DASAR - repository p

Media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Ger lach dan Ely (dalam Arsyad, 2007: 3) mendefinisikan media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi agar siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Sadiman (2008: 6) mengemukakan bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Berdasarkan pendapat tersebut maka media dapat diartikan sebagai perantara antara pembawa sumber pesan dengan penerima pesan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar dan memungkinkan bagi siswa untuk memeperoleh pengetahuan yang lebih luas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

42932034 Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris

42932034 Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris

Jenis tes yang kedua adalah tes kemahiran berbahasa yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja tanpa memperhatikan usia atau hasil belajar sebelumnya. Tujuannya adalah mengetahui kemahiran berbahasa seseorang yang dengan kemahiran itu ia diperkirakan dapat melakukan tugas-tugas tertentu dalam bahasa asing. Yang termasuk tes kemahiran berbahasa adalah Test of English as a Foreign Language (TOEFL) yang dimaksudkan untuk mengukur keterampilan berbahasa seseorang sebelum belajar di negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, dan Canada. Dalam perkembangannya kita mengenal Paper-Based TOEFL, Computer-Based TOEFL, dan Internet-Based TOEFL (iBT TOEFL) yang saat ini digunakan dan merupakan tes berbasis Internet. Sebelum iBT TOEFL lahir, kita mengenal tes keterampilan berbahasa yang diskrit, yaitu Test of Spoken English (TSE) dan Test of Written English (TWE). Setelah iBT berlaku, kedua tes itu digabung ke dalam paket iBT sehingga iBT mencakupi keempat keterampilan berbahasa dan karenanya validitasnya makin tinggi. Selain TOEFL yang dikembangkan di Amerika Serikat, kita juga mengenal International Language Testing System (IELTS), yaitu tes kemahiran berbahasa yang dikembangkan oleh Inggris dan Australia. IELTS merupakan tes yang diwajibkan bila seseorang mau belajar di Inggris. Australia atau Selandia Baru. Jenis yang ketiga adalah Test of English for International Communication (TOEIC), yaitu tes bertujuan mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk komunikasi internasional. TOEFL dan IELTS biasanya dipersyaratkan bagi mereka yang akan sekolah di negara berbahasa Inggris, sedangkan TOEIC bagi mereka yang akan masuk ke dunia kerja di negara berbahasa Inggris. Selain dalam bahasa Inggris, ada juga tes kemahiran dalam bidang studi lain seperti Graduate Record Examination (GRE) yang merupakan tes keterampilan matematika yang dipersyaratkan bagi calon mahasiswa S2 dan S3 ke Amerika Serikat.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Reading Aloud (Membaca Nyaring) Terhadap Pemahaman Bacaan Siswa Kelas Ii Mi Nurul Huda Curug Wetan Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014

Pengaruh Metode Reading Aloud (Membaca Nyaring) Terhadap Pemahaman Bacaan Siswa Kelas Ii Mi Nurul Huda Curug Wetan Tangerang Tahun Pelajaran 2013/2014

Penelitian yang dilakukan oleh Nuzulia Apriliani yang berjudul: “Penerapan Metode Reading Aloud (Membaca Keras) dalam meningkatkan kemampuan membaca Al- Qura’an di SMP Negeri 10 Tambun Selatan (Penelitian tindakan kelas di kelas VIIA SMP Negeri 10 Tambun Selatan)”. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode reading aloud (membaca nyaring) dapat meningkatkan kemampuan membaca Al- Qur’an siswa yang ditandai dengan perolehan nilai rata-rata post test pada akhir siklus III yiatu pada aspek kelancaran dalam membaca Al-Q ur’an sebanyak 31 (60,40%) siswa, pada aspek pelafalan makhorijul huruf sebanyak 36 (78,20%) siswa dan pada aspek pelafalan tajwid sebanyak 39 (84,70%) siswa dan pada tes akhir siklus III dari perhitungan korelasi product moment yaitu terdapat korelasi yang signifikan antara kemampuan membaca Al- Qur’an dengan pemahaman teoritik tajwid siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

sd1bhsind BahasaIndonesia TitiekTriIndrijaningsih

sd1bhsind BahasaIndonesia TitiekTriIndrijaningsih

Seoptimal mungkin harapan tadi dimunculkan dalam setiap babnya. Pada kelas 1 ini, bab 1 memunculkan judul “nama saya”. Judul itu berangkat dari tema diri sendiri. Dalam bab ini anak diajak untuk membaca nyaring, memperkenal diri, membedakan berbagai bunyi bahasa, dan menjiplak bentuk lingkaran.

Baca lebih lajut

T PD 1302186 Chapter1

T PD 1302186 Chapter1

Dilansir dalam beritasore.com, hasil survei yang dilakukan USAID Amerika Ed Data II, RTI International kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementrian Agama (Kemenag) dan Myriad Research tentang penilaian kemampuan membaca siswa kelas awal (EGRA) dan Potret Efektivitas Pengelolaan Sekolah (SSME) di Indonesia pada 2013-2014 yang dilakukan pada 4.800 siswa SD kelas 2 di 400 SD/MI dengan pembagian merata antara siswa laki-laki dan perempuan di empat wilayah yakni Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan-Sulawesi dan Maluku-Nusa Tenggara- Papua (MNP) menunjukkan bahwa baru 48 persen siswa SD yang fasih membaca dan memahami apa yang dibacanya. Sementara itu 5,9 persen dari seluruh siswa SD kelas 2 di Indonesia masuk dalam kategori rendah (belum dapat membaca).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

s pgsd kelas 1101345 chapter4

s pgsd kelas 1101345 chapter4

guru harus melakukan tanya jawab dengan siswa untuk mengetahui pemahaman siswa dan pembelajaran yang diinginkan siswa, media yang dibuat oleh guru disesuaikan dengan metode SAS dan karakteristik siswa. sebelum memulai kegiatan inti pembelajaran guru menjelaskan dan mengingatkan kembali pada siswa mengenai struktur kalimat secara perlahan sesuai dengan metode yang digunakan yaitu metode SAS, prosedur penilaian dibuat lebih jelas supaya memudahkan dalam penilaian dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, guru merencanakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan menantang siswa sesuai dengan karakteristiknya, guru memberikan tanggungjawab dan tugas pribadi kepada setiap siswa. kemudian untuk mendisiplinkan siswa guru memberlakukan strategi penghargaan dan hukuman, guru membagi tugas kepada semua anggota dari setiap kelompok dan kegiatan pembelajaran berkelompok dibimbing oleh guru. Kemudian agar hasil belajar siswa dalam membaca nyaring dengan intonasi yang tepat dapat meningkat, guru harus melatih siswa secara terus menerus dan siswa belajar membaca secara bersama-sama dalam kelompoknya. Selain itu, guru mengulang hanya pada kesalahan pelafalan yang dilakukan oleh siswa agar siswa dapat mengingat dan menghafalnya dan siswa ditugaskan untuk membaca dengan menggunakan metode SAS dalam kelompoknya dan dibantu oleh rekan lainnya yang membacanya sudah lancar.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING DA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING DA

Kualitas pembelajaran dapat dilihat pada tingkat aktivitas belajar siswa saat pembelajaran berlangsung, dan tingkat ketuntasan belajar di kelas tersebut. Hal tersebut dapat ditunjang dengan ketrampilan membaca yang baik. Tetapi pada kenyataan di lapangan, ketrampilan membaca sebagaian besar siswa masih rendah sehingga kemampuan memahami teks bacaan juga rendah yang berdampak pada pencapaian kompetensi siswa. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian tindakan perbaikan ini dilakukan yaitu dengan menerapkan metode demonstrasi pada pembelajaran membaca nyaring dan menggunakan Media Cerpen Anak untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi teks yang dibacanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode demonstrasi dan Media Cerpen Anak dalam pembelajaran memampuan membaca. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Paseban 01 Kencong semester I 2014/2015 yang berjumlah 14 anak. Dari hasil analisia data yang diperoleh peneliti diketahui bahwa terjadi peningkatan baik aktivitas belaja dari 59.8 pada siklus I menjadi 70.5 pada siklus II, ketuntasn belajar kelas dari 72.9 pada siklus I menjadi 85,7 pada siklus II, dan daya serap siswa dari 71.4 menjadi 77,14. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring, dan penggunaan madia cerpen dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi teks bacaan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada para pendidik yaitu perlu adanya perlu pertimbangan dalam menentukan pendekatan dan metode pembalajaran yang ingin diterapkan, juga dalam menentukan media yang digunakan, terutama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kata kunci : Membaca Nyaring, Metode Demonstrasi, Cerpen Anak
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS MATERI TATA BAHASA DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS.

ANALISIS MATERI TATA BAHASA DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS.

mengajukan permohonan, untuk minta izin, dsb.; 2) untuk menyampaikan pengalaman tentang keindahan, kebaikan, dsb.; 3) untuk mengatur kontak sosial, misalnya untuk tegur sapa, salam, dsb.; 4) untuk mengatur perilaku atau perasaan diri sendiri, misal berdoa, berhitung, dsb.; 5) untuk mengatur perilaku atau perasaan orang lain, misalnya memerintah, melawak, mengancam, dsb.; 6) untuk mengungkapkan perasaan, misalnya memaki, memuji, dsb.; 7) untuk menandai perihal hubungan sosial, misalnya menyatakan unggah-ungguh, tutur sapa, panggilan, dsb.; 8) untuk menunjukkan dunia di luar bahasa, misalnya membeda- bedakan, menyusun, dan mengemukakan berbagai bidang ilmu pengetahuan; 9) untuk mengajarkan berbagai kemampuan dan keterampilan; 10) untuk menanyakan sesuatu kepada orang lain; 11) untuk menguraikan tentang bahasa, misalnya untuk menguraikan tentang fonem, morfem, frasa, klausa, dsb.; 12) untuk menghindarkan diri dengan cara mengemukakan keberatan dan alasan; dan 13) untuk mengungkapkan suatu perilaku performatif, misalnya mengungkapkan sesuatu sambil melakukannya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas   SD Kelas 4   20080423205516

Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas SD Kelas 4 20080423205516

Ketika akan mencari informasi, baik dari kamus maupun ensiklopedia, kamu harus menggunakan cara membaca memindai atau membaca sekilas. Cara membaca tersebut dapat diterapkan pada hal-hal pokok dari bacaan itu, seperti judul dan isi bacaan. Jika membaca halaman-halaman yang disusun secara alfabetis (abjad), kamu cukup mengamati terlebih dahulu huruf-huruf awal dari istilah, nama, atau kata yang hendak dicari atau dibaca. Setelah itu, membaca secara saksama uraiannya.

Baca lebih lajut

Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas Kelas 4 Edi Warsidi & Farika 2008

Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas Kelas 4 Edi Warsidi & Farika 2008

Ketika akan mencari informasi, baik dari kamus maupun ensiklopedia, kamu harus menggunakan cara membaca memindai atau membaca sekilas. Cara membaca tersebut dapat diterapkan pada hal-hal pokok dari bacaan itu, seperti judul dan isi bacaan. Jika membaca halaman-halaman yang disusun secara alfabetis (abjad), kamu cukup mengamati terlebih dahulu huruf-huruf awal dari istilah, nama, atau kata yang hendak dicari atau dibaca. Setelah itu, membaca secara saksama uraiannya.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...