Keterampilan Menyimak Dongeng

Top PDF Keterampilan Menyimak Dongeng:

PENGGUNAAN MEDIA BONEKA JARI UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG PADA SISWA SEKOLAH DASAR | Chumdari | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 9018 19250 1 PB

PENGGUNAAN MEDIA BONEKA JARI UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG PADA SISWA SEKOLAH DASAR | Chumdari | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 9018 19250 1 PB

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak dongeng siswa kelas I SDN Purwotomo Surakarta tahun ajaran 2015/ 2016. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas I SDN Purwotomo Surakarta, yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes.Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak dongeng siswa kelas I SDN Purwotomo Surakarta mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Peningkatan ini didukung dengan adanya peningkatan nilai rata-ratanya pada siklus I sebesar 70,3 menjadi 81,8 pada siklus II. Presentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 52,6% menjadi 84,2% pada siklus II. Selain itu, ada perubahan aktivitas siswa dan kinerja guru selama kegiatan pembelajaran melaui penggunaan Media Boneka Jari. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan Media Boneka Jari dapat meningkatkan keterampilan menyimak dongeng pada siswa kelas I SDN Purwotomo Surakarta tahun ajaran 2015/2016.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA WAYANG KARTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas II SDN Dalangan 02 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2012/2013).

PENGGUNAAN MEDIA WAYANG KARTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas II SDN Dalangan 02 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2012/2013).

Meilan Tri Wuryani. PENGGUNAAN MEDIA WAYANG KARTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas II SDN Dalangan 02 Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2012/2013). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2013.

18 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI AUDIOVISUAL MELALUI METODE THINK PAIRS SHARE PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 02 BATANG.

(ABSTRAK) PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI AUDIOVISUAL MELALUI METODE THINK PAIRS SHARE PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 02 BATANG.

Permasalahan yang muncul adalah bagaimana peningkatan keterampilan menyimak dongeng menggunakan media animasi audio visual dengan metode think pairs share, serta bagaimana perubahan perilaku siswa setelah diterapkan metode think pairs share dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan keterampilan menyimak dongeng dan perubahan perilaku siswa selama mengikuti pembelajaran dengan metode think pairs share. Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini ada dua macam yaitu manfaat praktis dan manfaat teoretis. Manfaat teoretisnya yaitu memberi sumbangan informasi dan masukan bagi pengembangan teori pembelajaran keterampilan menyimak dongeng. Hasil penelitian ini juga memiliki manfaat praktis bagi guru, siswa, dan sekolah dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran keterampilan menyimak.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI METODE STORYTELLING | Sularmi | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 8803 19193 1 PB

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI METODE STORYTELLING | Sularmi | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 8803 19193 1 PB

Abstract: The purpose of this research is to improve the fairytale listening skill trough the applied of Storytelling method to the second grade students of SDN Setono No.95 Surakarta. This research is classroom action research conducted during two cycles. Each cycle consist of four steps, there are planning, implementation of action, observation, and reflection. Data is collected by using observation, interviews, test, and documentation. Data validity have used was source and technic triangulation. The data is analyzed by using an interactive analysis model. The result of the research shows that the applied of Storytelling method can improve the fairytale listening skill. It can be proved by the increase of the fairytale listening skill’s score in each cycle . In precycle, the average score of the fairytale listening skill is 60.3, increased to 70.4 in first cycle, and then increased to 80.3 in second cycle. It can be concluded that the applied of Storytelling method can improve fairytale listening skill in the second grade students of SDN Setono No.95 Surakarta academic year 2015/2016. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menyimak dongeng melalui penerapan metode Storytelling pada siswa kelas II SDN Setono No. 95 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Storytelling dapat meningkatkan kete- rampilan menyimak dongeng siswa. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya nilai keterampilan menyimak dongeng tiap siklus, yaitu pada pratindakan hanya 60,3, meningkat menjadi 70,4 pada siklus I, dan meningkat menjadi 80,3 pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Storytelling dapat meningkatkan keterampilan menyimak dongeng siswa kelas II SDN Setono No. 95 Surakarta tahun ajaran 2015/2016.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pemakaian Media OHP Dalam Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng Pada Siswa Kelas VII G MTs Taqwal Ilah Semarang Tahun Ajaran 2007/2008.

Pemakaian Media OHP Dalam Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng Pada Siswa Kelas VII G MTs Taqwal Ilah Semarang Tahun Ajaran 2007/2008.

Keterampilan menyimak sangat berperan dalam kehidupan manusia di lingkungan masyarakat. Peran penting penguasaan keterampilan menyimak sangat tampak di lingkungan sekolah. Dari hasil pengamatan di Mts Taqwal Ilah, empat puluh dua persen waktu penggunaan bahasa di sekolah tertuju pada menyimak, namun hasil yang diperoleh kurang memuaskan. Hal ini dikarenakan siswa banyak yang menganggap bahwa kegiatan menyimak adalah kegiatan yang sangat mudah, ada pula yang menganggap bahwa keterampilan menyimak dapat dikuasai dengan sendirinya. Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa keterampilan menyimak dongeng siswa kelas VIIG MTs Taqwal Ilah Semarang masih rendah. Guru telah menerapkan metode pembelajaran yang tepat, namun siswa masih merasa bosan dan kurang tertarik dengan pembelajaran. Salah satu metode dalam meningkatkan keterampilan menyimak dongeng pada siswa yakni dengan penerapan media OHP.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL DENGAN TEKNIK DENGAR CATAT DAN PENDEKATAN GAME SIMULATION PADA SISWA KELAS VII A SMP NU KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN.

PENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL DENGAN TEKNIK DENGAR CATAT DAN PENDEKATAN GAME SIMULATION PADA SISWA KELAS VII A SMP NU KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN.

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan penulis, keterampilan menyimak dongeng siswa kelas VII A SMP NU Kajen Kabupaten Pekalongan masih tergolong rendah dan belum memuaskan. Rendahnya keterampilan siswa dalam menyimak dongeng disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari siswa, sedangkan faktor eksternal berasal dari media, teknik dan pendekatan yang digunakan oleh guru yang kurang bervariasi dan masih tradisional sehingga siswa merasa jenuh dalam pembelajaran. Pemilihan media audiovisual, teknik dengar catat dan pendekatan game simulation merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan menyimak dongeng siswa kelas VII A SMP NU Kajen Kabupaten Pekalongan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MEDIA CD PEMBELAJARAN KELAS V SD ISLAM AL MADINA SEMARANG

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MEDIA CD PEMBELAJARAN KELAS V SD ISLAM AL MADINA SEMARANG

Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Sukarir Nuryanto, M.Pd., Pembimbing II: Umar Samadhy, M.Pd. 229 halaman. Berdasarkan data awal yang didapatkan peneliti saat melaksanakan praktik pengalaman lapangan di kelas V SD Islam Al Madina Semarang ditemukan per- masalahan rendahnya keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menyimak dongeng. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diterapkan model kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran menyimak dongeng. Dengan model kooperatif tipe STAD dapat me- ngembangkan kemampuan berpikir siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) apakah dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD dan media CD pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran?; (2) apakah dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD dan media CD pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam keterampilan menyimak dongeng pada siswa kelas V SD Islam Al Madina Semarang ?; (3) apakah dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD dan media CD pembelajaran dapat me- ningkatkan hasil belajar siswa tentang menyimak dongeng kelas V SD Islam Al Madina?. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, keterampilan menyimak dongeng siswa dalam pembelajaran melalui model kooperatif tipe STAD dengan CD Pembelajaran.
Baca lebih lanjut

234 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Edutainment Berbasis Storytelling untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas II SD N Sumber IV Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017) - UNS Institutional Repository

Penerapan Metode Edutainment Berbasis Storytelling untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas II SD N Sumber IV Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017) - UNS Institutional Repository

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak dongeng dan mendeskripsikan cara menerapkan metode edutainment berbasis storytelling yang dapat meningkatkan keterampilan menyimak dongeng pada siswa kelas pada siswa kelas II SD N Sumber IV Surakarta tahun ajaran 2016/2017. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi . Subjek penelitian dari penelitian yang akan dilaksanakan ini adalah siswa kelas II dan guru kelas II SD N Sumber IV Surakarta.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG DENGAN METODE MIND MAPPING DI KELAS I SD NEGERI CORONGAN DEPOK SLEMAN.

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG DENGAN METODE MIND MAPPING DI KELAS I SD NEGERI CORONGAN DEPOK SLEMAN.

Tahap kedua dari penelitian tindakan kelas ini adalah pelaksanaan tindakan, yang merupakan tindakan kelas atau penerapan isi rancangan. Pelaksanaan tindakan ini disesuaikan langkah8langkah yang ada dalam menyimak dengan metode

152 Baca lebih lajut

Penggunan Media Audio Visual Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng pada Siswa SD Negeri 02 Sikayu Comal Pemalang.

Penggunan Media Audio Visual Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng pada Siswa SD Negeri 02 Sikayu Comal Pemalang.

Rochati. 2011. Penggunan Media Audio Visual Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng pada Siswa SD Negeri 02 Sikayu Comal Pemalang. Skripsi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Drs. HY. Poniyo, M.Pd., Pembimbing II : Drs. Suwandi, M.Pd.

1 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA TANGAN PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 02 KWANGSAN JUMAPOLO, KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2009/2010.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA TANGAN PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 02 KWANGSAN JUMAPOLO, KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2009/2010.

Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam penguasaaan keterampilan menyimak. Kenyataan ini terlihat dalam proses pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas II SD Negeri 02 Kwangsan, yang hanya berorientasi pada teori dan pengetahuan saja sedangkan latihan kurang diperhatikan khususnya keterampilan menyimak.

6 Baca lebih lajut

Keefektifan Penggunaan Media Audio Dalam Pembelajaran Keterampilan Menyimak Dongeng Pada Siswa Kelas II SD Negeri 03 Kaligelang Taman Pemalang.

Keefektifan Penggunaan Media Audio Dalam Pembelajaran Keterampilan Menyimak Dongeng Pada Siswa Kelas II SD Negeri 03 Kaligelang Taman Pemalang.

Peneliti mengambil data nilai postes di kelompok eksperimen pada tanggal 3 mei 2012 jam ke 1-2. Data nilai postes diperoleh dengan cara memberikan tes pada siswa setelah dilakukan pembelajaran menyimak dongeng. Tes yang diberikan berupa tes tertulis dalam bentuk soal pilihan ganda, dengan jumlah soal sebanyak 20 soal. Siswa menjawab soal dengan cara memberikan tanda silang pada jawaban yang dianggap benar. Jawaban tersebut kemudian dicocokkan dengan kunci jawaban dan dinilai dengan penilaian yang telah dibuat. Nilai akhir dihitung dengan cara membagi skor yang diperoleh siswa dengan skor maksimum, kemudian dikali 100. Banyaknya siswa dikelompok eksperimen yaitu 22. Skor yang diperoleh dari hasil postes menyebar dari skor terendah 60 sampai dengan skor tertinggi 100, skor total yaitu 347, dan nilai rata-rata 78,86. Ringkasan hasil nilai postes kelompok eksperimen dapat dibaca pada tabel 4.5. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13.
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

Penggunaan Media Audio Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng Pada Siswa Kelas V SDN Buara 02 Ketanggungan Brebes.

Penggunaan Media Audio Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng Pada Siswa Kelas V SDN Buara 02 Ketanggungan Brebes.

Subjek penelitian ini adalah keterampilan menyimak dongeng pada siswa kelas V SDN Buara 02 Ketanggungan Brebes. Penelitian ini dilakukan di kelas V dengan jumlah 44 siswa. Peneliti memilih kelas V SDN Buara 02 Ketanggungan Brebes karena pembelajaran menyimak yang digunakan guru kurang bervariasi . Salah satu kegiatan penting dalam penelitian adalah pengumpulan data yang diperlukan. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan suatu alat penelitian yang akurat, karena hasilnya sangat menentukan mutu dan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik tes dan nontes
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PenInGkATAn keTeRAMPIlAn MenYIMAk dOnGenG denGAn MedIA FIlM SISWA kelAS V Sd neGeRI WOnOlelO 1 SAWAnGAn MAGelAnG

PenInGkATAn keTeRAMPIlAn MenYIMAk dOnGenG denGAn MedIA FIlM SISWA kelAS V Sd neGeRI WOnOlelO 1 SAWAnGAn MAGelAnG

Berdasarkan analisis obervasi dan wawancara pada siklus I ini Pada siklus pertama, Aktivitas siswa lebih baik daripada pratindakan. Siswa su- dah mulai aktif menerima pelajaran. Siswa sudah mulai aktif bertanya dan aktif mengerjakan setiap tugas yang diberikan walaupun hanya dilakukan oleh beberapa siswa. Hasil menceritakan kembali dengan menggunakan media film juga sudah cu- kup baik mengalami peningkatan tetapi masih be- lum mencapaiketuntasan. Pada siklus ini pembela- jaran juga lebih baik daripada pratindakan. Media film yang digunakan ini lebih efektif dibanding- kan daripada guru hanya bercerita di depan kelas. Siswa lebih tertarik dan antusias dengan meng- gunakan media film ini. Siswa menjadi lebih mu- dah memahami materi yang disampaikan. Dengan adanya media film ini siswa menjadi bersemangat, lebih mudah dalam memahami dongeng sehingga mampu menceritakan kembali tetapi lebih baik kalau film yang diputarkan durasinya tidak terlalu panjang agar mudah dipahami dan film yang dipu- trakan adalah film jenis action/aksi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Model Pembelajaran Cooperative Tipe Script sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng Siswa SMP

Model Pembelajaran Cooperative Tipe Script sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dongeng Siswa SMP

Semakin banyak siswa terlibat aktif dalam belajar, makin tinggi prestasi belajar yang dicapai, sedangkan dalam meningkatkan kualitas dalam mengajar hendaknya guru mampu merencanakan program pengajaran dan mampu pula melakukan interaksi belajar mengajar. Hal tersebut memerlukan kepandaian guru dalam menggunakan variasi-variasi pembelajaran. Menurut Usman (2001:84) menyatakan bahwa “Variasi adalah suatu kegiatan guru dalam proses interaksi belajar-mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan murid sehingga, dalam situasi belajar mengajar, murid senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi”. Khususnya dalam hal menyimak, seorang guru harus berinovasi dalam pembelajaran agar siswa siswa tidak cenderung bosan untuk mengikuti pembelajaran menyimak
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA WAYANG KARTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG.

PENGGUNAAN MEDIA WAYANG KARTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG.

Data yang diperoleh pada prasiklus, si- klus I, dan siklus II dikaji sesuai dengan ru- musan masalah dan selanjutnya dikaitkan de- ngan teori yang sudah dikemukakan. Pemi- lihan dongeng jenis fabel dikarenakan isi dan tokoh dari dongeng tersebut adalah binatang, sehingga membuat siswa lebih tertarik meng- ikuti pembelajaran menyimak dan mengem- bangkan imajinasi anak. Pernyataan di atas didukung oleh Rosdiana (2008) yang menge- mukakan bahwa pekembangan anak usia 6-9 tahun berada pada tahap imajinasi dan fantasi yang tinggi sehingga cerita-cerita yang dise- nangi anak usia ini adalah cerita-cerita yang mengandung daya khayal atau fantasi. Ceri- ta-cerita seperti ini tergolong ke dalam jenis dongeng. Di samping dongeng atau kejadian dalam dunia manusia, anak juga menyenangi cerita-cerita yang tokoh-tokohnya diambil dari dunia binatang.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL PAIRED STORYTELLING DENGAN MEDIA WAYANG KARTUN PADA SISWA KELAS II SDN MANGUNSARI SEMARANG

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI MODEL PAIRED STORYTELLING DENGAN MEDIA WAYANG KARTUN PADA SISWA KELAS II SDN MANGUNSARI SEMARANG

atan dan permainannya menyebabkan wayang mudah diadaptasikan dalam peng- gunaannya di tingkat pertama pada sekolah dasar. Menurut Darmawi (2012) wa- yang kartun banyak digunakan sebagai media pendidikan. Hal ini disebabkan banyak pesan yang dapat dimasukkan dalam kegiatan ini. Salah satu hal penting dalam pementasan wayang adalah cerita. Pada pementasan wayang kartun dapat mengangkat berbagai macam tema. Jadi cerita wayang kartun sifatnya bebas. Sering kali untuk kebutuhan pendidikan lingkungan, cerita yang diangkat adalah fabel dengan tema lingkungan. Pemilihan ini dilakukan dengan alasan bahwa pembelajaran menyimak di SD bukan hanya dapat menjawab pertanyaan dari bahan materi akan tetapi lebih ditekankan pada proses dalam upaya untuk mema- hami isi cerita dongeng yang didengar atau disimak, serta dilanjutkan dengan pencarian dan penemuan makna dari proses pembelajaran tersebut, sehingga siswa dapat mengaplikasikan makna tersebut dalam kehidupan pribadi, dan sosial mereka.
Baca lebih lanjut

290 Baca lebih lajut

Jurnal Menyimak Dongeng

Jurnal Menyimak Dongeng

Data yang diperoleh dari kegiatan pra- siklus, siklus I dan siklus II dikaji dengan menganalisis data-data tersebut. Berdasarkan pengamatan dan analisis data, diperoleh hasil bahwa proses pembelajaran dengan penggu- naan Media Boneka Jari dapat meningkatkan keterampilan menyimak dongeng siswa kelas I SDN Purwotomo Surakarta di setiap siklus- nya. Peningkatan ini terjadi karena adanya pemberian tindakan secara berkelanjutan di setiap pertemuan. Semakin sering siswa me- laksanakan pembelajaran menyimak, maka semakin terlatih juga keterampilan menyi- maknya. Hal ini sesuai dengan pendapat Sy- ah (2010: 117) yang berpendapat bahwa ke- terampilan memerlukan latihan yang rutin sehingga dapat mecapai hasil yang diharap- kan. Selain adanya peningkatan keterampilan menyimak dongeng siswa, terdapat juga pe- ningkatan pemahaman isi dongeng, keaktifan siswa, serta kinerja guru dalam pembelajaran dengan menggunakan Media Boneka Jari. Hal ini terbukti dari adanya perbandingan hasil sebelum dan sesudah tindakan. Perban- dingan tersebut dapat dilihat melalui Tabel 6 sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - YULI TITI WINARNI BAB I

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - YULI TITI WINARNI BAB I

Meskipun kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang dominan dan memiliki peranan yang sangat besar, namun pembelajaran menyimak di sekolah sampai sekarang kurang mendapat perhatian dan terkesan kurang pentingkarenatidak diujikan dalam Ujian Akhir Nasional (Chastain dalam Hairuddin,dkk. (2008:3-5). Lebih lanjut dijelaskan bahwa para guru pada umumnya berasumsi bahwa keterampilan menyimak dengan sendirinya dapat berkembang dari belajar berbicara. Kegiatan pembelajaran keterampilan menyimak sering diabaikan karena banyak orang yang menganggap bahwa menyimak merupakankemampuan yang sudah dimiliki manusia sejak lahir. Fakta dalam kehidupan sehari-hari ternyata tidak semua orang mampu menyimak dengan baik. Hal itu mengindikasikan bahwa selama ini keterampilan menyimak kurang mendapat perhatian.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Keterampilan Menulis Kembali Dongeng Den

Keterampilan Menulis Kembali Dongeng Den

Sebagaimana pendapat Hardjono yang mengungkapkan bahwa menjawab pertanyaan yang jawabannya dicari dalam teks adalah salah satu latihan menulis berdsarkan teks, maka teknik bola panas cocok diterapkan dalam pembelajaran menulis kembali dongeng. Dalam menjawab pertanyaan tentang isi dongeng, siswa tidak mencarinya langsung dalam teks dongeng, melainkan dengan mengandalkan ingatannya tentang isi dongeng yang sudah dibaca. Agar siswa punya ingatan yang cukup tentang isi dongeng, guru memberi waktu yang efektif pada siswa ketika membaca teks dongeng, dan menciptakan suasana yang tenang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...