ketersediaan energi

Top PDF ketersediaan energi:

ANALISIS KETERSEDIAAN ENERGI BIOGAS SEBAGAI PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK ALTERNATIF MENGGUNAKAN METODE SISTEM DINAMIK (STUDI KASUS: PROVINSI JAWA TIMUR) AVAILABILITY ANALYSIS BIOGAS ENERGY AS ALTERNATIVE ENERGY POWER PLANT USING DYNAMIC SYSTEM METHOD (CASE S

ANALISIS KETERSEDIAAN ENERGI BIOGAS SEBAGAI PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK ALTERNATIF MENGGUNAKAN METODE SISTEM DINAMIK (STUDI KASUS: PROVINSI JAWA TIMUR) AVAILABILITY ANALYSIS BIOGAS ENERGY AS ALTERNATIVE ENERGY POWER PLANT USING DYNAMIC SYSTEM METHOD (CASE S

Memproduksi energi terbarukan dapat menjadi solusi untuk mengurangi konsumsi terhadap energi yang tidak dapat diperbaharui. Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu konsumen energi listrik terbesar di Indonesia memiliki potensi besar dalam memproduksi energi terbarukan, dimana potensi energi terbarukan yang ada di Provinsi Jawa Timur adalah energi biogas (390.456,12 MW), energi angin (165.008,43 MW), energi gelombang (145.058,1 MW), energi air (38.244,69 MW), energi biomasa (31.918,31 MW), energi surya (24.955,05 MW), dan energi panas bumi (1.206 MW) [4]. Keberadaan potensi tersebut belum dapat di optimalkan oleh Pemerintah Provinsi jawa Timur karena tiga hal, yaitu teknologi, pendanaan, dan lokasi ketersediaan energi terbarukan tersebut yang belum dapat di ketahui secara pasti [5]. Padahal diharapkan pada tahun 2025 nanti, energi alternatif ini dapat memberi kontribusi 5% dari kebutuhan energi listrik nasional [4]. Harapan itu didukung dengan munculnya Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi Nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak [6]. Serta munculnya Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 74 Tahun 2010 yang mengatur tentang kebijakan pengembangan sumber energi alternatif tertentu di Jawa Timur [7].
Baca lebih lanjut

203 Baca lebih lajut

Penambahan Lactobacillus sp. dan Inulin Umbi Dahlia pada Ransum Berbeda Kualitas terhadap Ketersediaan Energi Metabolis - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Penambahan Lactobacillus sp. dan Inulin Umbi Dahlia pada Ransum Berbeda Kualitas terhadap Ketersediaan Energi Metabolis - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Penambahan Lactobacillus sp. dan Inulin Umbi Dahlia pada Ransum Berbeda Kualitas terhadap Ketersediaan Energi metabolis dan Produksi Telur Ayam Kedu”.

12 Baca lebih lajut

Peranan Perusahaan Migas Asing terhadap Ketersediaan Energi Indonesia

Peranan Perusahaan Migas Asing terhadap Ketersediaan Energi Indonesia

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui peranan perusahaan migas asing terhadap ketersediaan energi Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada dua pokok permasalahan, yaitu: (1). Kemanan pasokan energi Indonesia, (2). Peranan Perusahan migas asing. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menggambarkan secara umum mengenai keamanan pasokan energi Indoensia dan peranan perusahaan migas asing terhadap ketersediaan energi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa library research dari berbagai literatur yang relevan dengan pokok permasalahan dalam objek penelitian, baik berupa buku, jurnal-jurnal, artikel-artikel yang bersumber dari internet atau surat kabar dan interview dengan narasumber yang ahli dibidangnya. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa yang bersifat kualitatif. Data yang relevan dikumpulkan kemudian dianalisis secara kualiatif, yakni dengan menghubungkan fenomena- fenomena yang satu dengan yang lainnya untuk menarik kesimpulan akhir.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

JARINGAN MIKRO ARUS SEARAH (DC MICROGRID) SEBAGAI UPAYA KETERSEDIAAN ENERGI LISTRIK DALAM PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN

JARINGAN MIKRO ARUS SEARAH (DC MICROGRID) SEBAGAI UPAYA KETERSEDIAAN ENERGI LISTRIK DALAM PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN

Pengembangan sumber energi terbarukan merupakan pengembangan sumber energi yang potensial, seperti tenaga angin, matahari, dan sel bahan bakar hidrogen. Pembangkit listrik terdistribusi memberikan solusi atas penggunaan jaringan listrik mikro arus searah ( JLMAS), Pengembangan JLMAS akan memberikan konstribusi dalam pengembangan distribusi pembangkitan dari beberapa energi terbarukan dalam mengatasi ketersediaan energi listrik. JLMAS merupakan gabungan dari beberapa energi terbarukan yang menyuplai ke jaringan mikro, yang dapat bekerja bersamaan dengan jaringan distribusi utama melalui konverter dua arah ( Biderectional Converter DC-AC) maupun bekerja sendiri dalam jaringan listrik mikro arus searah, makalah ini menjelaskan konsep JLMAS yang dapat diterapkan dalam sistim jaringan distribusi dari beberapa energi terbarukan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS RASIO KETERSEDIAAN DENGAN KONSU

ANALISIS RASIO KETERSEDIAAN DENGAN KONSU

Pada Tabel 4, angka ketersediaan energi aktual Kota Medan tahun 2010 sebesar 2.453,41 kkal/kap/hari. Angka ini lebih tinggi 12% dari angka ketersediaan energi sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan oleh pemerintah. Kondisi ini disebut sebagai surplus ketersediaan energi. Dapat diketahui pula angka ketersediaan protein aktual sebesar 43,48 gr/kap/hari. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan protein aktual kota Medan lebih kecil 24% dari nilai standard seharusnya. Kondisi ini disebut sebagai minus ketersediaan protein.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Konsumsi Pangan Keluarga Dan Pola Pangan Harapan (PPH) Di Desa Kampong Jeumpa Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie

Konsumsi Pangan Keluarga Dan Pola Pangan Harapan (PPH) Di Desa Kampong Jeumpa Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie

Ketersediaan pangan telah berhasil ditingkatkan, tetapi ketersediaan itu belum berimbang karena ketersediaan energi sebagian besar berasal dari karbohidrat. Pola konsumsi pangan secara nasional menggambarkan bahwa padi-padian dikonsumsi oleh hampir seluruh penduduk. Untuk penduduk yang berpendapatan rendah, padi- padian hampir merupakan satu-satunya makanan pokok utama. Keseimbangan pola konsumsi pangan padi-padian dengan pangan hewani, kacang-kacangan dan sayuran serta buah-buahan merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan pangan. Dengan mengacu pada patokan pola ketersediaan pangan yang dikonsumsi penduduk Indonesia tergolong rendah (Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 1994).
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Analisis konsumsi dan penyediaan energi dalam perekonomian indonesia

Analisis konsumsi dan penyediaan energi dalam perekonomian indonesia

Data fakta menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia diiringi dengan peningkatan konsumsi energi dan sebaliknya. Pada periode 1993-2008, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri, sektor transportasi, sektor pertanian, dan sektor lainnya cenderung mengalami peningkatan. Sejalan dengan peningkatan PDB, konsumsi energi empat sektor tersebut juga mengalami peningkatan. Sebaliknya peningkatan konsumsi energi berbagai sektor tersebut juga dapat meningkatkan PDB. Masalah utama yang dihadapi adalah ketergantungan konsumsi energi terhadap energi fosil yang bersifat unrenewable resources, sementara konsumsi energi yang relatif boros mempercepat habisnya cadangan energi fosil yang tersedia. Dalam memenuhi kebutuhan konsumsi energi saat ini, khususnya kebutuhan terhadap bahan bakar minyak (BBM), Indonesia telah melakukan impor. Oleh karenanya sangat penting bagi Indonesia untuk memperhatikan ketersediaan energi yang cukup dan berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi energi untuk dapat melaksanakan aktivitas ekonomi berbagai sektor secara optimal. Dengan kata lain diperlukan suatu kondisi yang senantiasa memperhatikan keseimbagan antara pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan energi sebagai salah satu prasyarat untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih maju. Oleh karena itu penelitian tentang konsumsi dan penyediaan energi di Indonesia sangat penting dan menarik untuk dilakukan.
Baca lebih lanjut

370 Baca lebih lajut

Analisis Ketersediaan Beras dan Non Beras di Kota Medan

Analisis Ketersediaan Beras dan Non Beras di Kota Medan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan beras sudah sesuai standart sedangkan non beras di Kota Medan tahun 2016 belum sesuai standart, dimana angka ketersediaan energi aktual untuk beras sebesar 1.397 kkal/kap/hari dan non beras sebesar 131 kkal/kap/hari. Sedangkan angka ketersediaan protein aktual untuk beras sebesar 34,24 gr/kap/hari dan non beras sebesar 3,11 gr/kap/hari. Ada besar rasio ketersediaaan beras dengan konsumsi sebesar 2,65 dan tingkat ketahanan adalah tahan pangan komoditi beras sedangkan besar rasio ketersediaaan non beras dengan konsumsi sebesar 25,47 dan tingkat ketahanan adalah tahan pangan. Berdasarkan pada kriteria ketahanan pangan yaitu tahan pangan (RP ≥ 1,2); tahan pangan namun rentan (RP 0,8  1,2) dan rawan pangan (RP < 0,8).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Effect of Undegraded Protein and Energy Level on Rumen Fermentation Parameters and Microbial Protein Synthesis in Cattle - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Effect of Undegraded Protein and Energy Level on Rumen Fermentation Parameters and Microbial Protein Synthesis in Cattle - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Konsentrasi N-NH3 mempunyai pola yang sama yaitu meningkat cepat dan menurun, tertinggi dicapai pada 1 jam setelah distribusi pakan untuk semua ransum. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan protein soluble pada keempat ransum dilepaskan pada 1 jam setelah pemberian pakan dan perbedaan kandungan RDP pakan terutama antara ransum T-1, T-2 vs T-3, T-4 tidak menyebabkan perbedaan konsentrasi N- NH3 cairan rumen. Hal ini dimungkinkan bahwa konsentrasi N-NH3 cairan rumen merupakan sisa yang tidak dimanfaatkan mikroba dan diabsorbsi, dengan ketersediaan energi yang cukup melimpah pada T-2 dan T-4 menyebabkan ketersediaan NH3 hasil akhir degradasi protein pakan banyak dimanfaatkan oleh mikroba, dan sebaliknya untuk T- 1 dan T-3 yang minim energinya, sehingga tidak memberikan perbedaan konsentrasi NH 3 rumen. Widyobroto et al. (1996), melaporkan bahwa rumen degradable protein pakan berhubungan erat dengan konsentrasi NH3 cairan rumen pada kondisi ketersediaan energi yang sama, pakan yang mempunyai degradasi protein tinggi memberikan konsentrasi N-NH3 yang tinggi dan sebaliknya. Hristov et al. (2004), melaporkan bahwa konsentrasi amonia rumen cenderung lebih besar pada ternak yang diberi RDP tinggi (high RDP) dibanding pada Tabel 2. Proporsi, komposisi kimia dan nilai nutrisi ransum
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EFISIENSI DAN PERSISTENSI PRODUKSI SUSU PADA SAPI FRIESIAN HOLSTEIN AKIBAT IMBANGAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT BERBEDA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EFISIENSI DAN PERSISTENSI PRODUKSI SUSU PADA SAPI FRIESIAN HOLSTEIN AKIBAT IMBANGAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT BERBEDA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Peningkatan produksi susu melalui pengaturan pemberian imbangan hijauan dan konsentrat akan memenuhi kebutuhan energi yang digunakan untuk kebutuhan pokok maupun produksi. Energi yang terpenuhi akan berdampak pada tercapainya efisiensi produksi susu yang diharapkan. Efisiensi produksi susu sapi perah berkaitan dengan energi di dalam susu dan energi dalam pakan terkonsumsi (Brody, 1945 ; Suranto, 2004). Hijauan merupakan sumber serat pakan yang termasuk dalam kelompok karbohidrat yang memiliki peran sebagai penyedia energi dalam pakan. Hijauan pakan yang diberikan semakin tinggi, akan menyebabkan semakin banyaknya ketersediaan energi ransum sehingga berakibat pada optimalnya proses metabolisme dan biosintesis susu. Efisiensi produksi susu yang telah tercapai akan berdampak pula pada persistensi produksi susu yang baik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Simulasi Kalkulator Energi Baru Terbaruk

Simulasi Kalkulator Energi Baru Terbaruk

Ketahanan Energi adalah suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh gejolak regional maupun internasional. Menjadi negara maju, Indonesia harus dapat mendorong sektor industri sebagai penggerak perekonomian negara. Kebutuhan energi di sektor industri dan komersial diprakirakan tetap mendominasi untuk jangka panjang. Sebagai sektor penunjang pergerakan perekonomian, sektor transportasi juga terus meningkat.Konsumsi energi menurut jenis selama tahun 2000 sampai dengan 2015 masih didominasi oleh BBM (avtur,avgas,bensin,minyak tanah, minyak solar, minyak diesel, dan minyak bakar). Permasalahan energi yang terjadi saat ini adalah dibutuhkan alternatif baru yang dikenal sebagai energi baru terbarukan (EBT). Berdasarkan analisis dengan single exponential smoothing (SES) dengan menggunakan = 0.359680 dapat disimpulkan bahwa perencanaan energi perlu dilakukan supaya dapat menjamin ketersediaan energi dengan harga terjangkau untuk jangka panjang. Potensi energi terbarukan seperti tenaga air,panas bumi, angin, surya, samudera, maupun biomasa dapat dijadikan alternatif untuk memenuhi permintaan energi yang semakin tinggi. Berdasarkan skenario dasar, penyediaan EBT meningkat dengan pertumbuhan lebih dari 14% per tahun atau meningkat lebih dari enam kali lipat dari 102 juta SBM pada 2012 menjadi 629 juta SBM pada 2035. Pada 2012, sebagian besar dari EBT dipenuhi oleh dari biomasa, diikuti oleh tenaga air, panas bumi, dan BBN. Namun pada akhir periode 2035, panas bumi untuk pembangkitan listrik akan menjadi EBT utama, disusul secara berturut turut oleh hidro, BBN, dan biomasa. Jenis EBT yang lainnya seperti CBM, CTL, angin, tenaga surya, nuklir, dan kelautan yang sebelumnya tidak muncul di tahun 2015 mulai mengisi bauran energi nasional, walaupun persentasenya masih kecil.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Konsumsi Energi Dan Zat Gizi Serta Status Gizi Pasien Lansia Di Ruang Gayatri Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Konsumsi Energi Dan Zat Gizi Serta Status Gizi Pasien Lansia Di Ruang Gayatri Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Penyelenggaraan sarana bagi kegiatan dan layanan yang dikhususkan bagi lansia merupakan usaha yang diharapkan dapat semakin meningkatkan jaminan terhadap kesehatan lansia (Komnas Lansia 2008). Ruang Gayatri Rumah Sakit dr. H. Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor merupakan satu-satunya ruang rawat inap kelas II plus khusus lansia dengan diagnosa minimal tiga jenis penyakit yang tersedia di Kota Bogor. Penyelenggaraan makanan yang diberikan kepada pasien di Ruang Gayatri masih dilakukan secara bersama dengan pasien umum lainnya. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mempelajari keragaan konsumsi energi dan zat gizi serta status gizi pasien lansia yang dirawat di Ruang Gayatri RSMM. Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi karakteristik pasien dan jenis penyakit, (2) Menganalisis status gizi pasien, (3) Menganalisis kebutuhan energi dan zat gizi pasien, (4) Menganalisis ketersediaan energi dan zat gizi dari makanan RS (makanan olahan RS dan formula khusus), (5) Menganalisis konsumsi energi dan zat gizi dari makanan RS dan makanan luar RS, (6) Menganalisis hubungan antara variabel usia dengan status gizi (IMT), variabel status gizi (IMT) dengan jumlah penyakit, variabel usia dengan kebutuhan energi, dan variabel usia dengan tingkat konsumsi energi dari ketersediaan makanan RS.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

ANALISIS NERACA BAHAN MAKANAN (NBM) DAN POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KABUPATEN SIDOARJO (ANALYSIS OF FOOD BALANCE SHEET (FBS) AND DESIRABLE DIETARY PATTERN (DDP) IN SIDOARJO REGENCY)

ANALISIS NERACA BAHAN MAKANAN (NBM) DAN POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KABUPATEN SIDOARJO (ANALYSIS OF FOOD BALANCE SHEET (FBS) AND DESIRABLE DIETARY PATTERN (DDP) IN SIDOARJO REGENCY)

Hasil analisis terhadap Neraca Bahan Makanan dan PPH Ketersediaan Pangan di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan bahwa ketersediaan protein lebih baik dibanding ketersediaan energi. Pemenuhan ketersediaan protein mencapai 70.8% dari yang distandarkan sedangkan untuk pemenuhan energi mencapai 55.6% dari yang distandarkan. Dengan demikian, untuk meningkatkan ketersediaan pangan di Kabupaten Sidoarjo diperlukan upaya untuk memperlancar kegiatan distribusi dan perdagangan pangan hingga tingkat desa. Perlu dilakukan pula, penelitian lanjutan mengenai aspek-aspek ketahanan pangan lainnya seperti aksesbilitas dan utilitas (penyerapan) pangan agar dapat lebih diketahui keadaan ketahanan pangan secara keseluruhan di Kabupaten Sidoarjo.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

FISIOLOGI DAN METABOLISME, PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN REPRODUKSI

FISIOLOGI DAN METABOLISME, PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN REPRODUKSI

12. Ketersediaan energi dari makanan yang berasal dari karbohidrat jika terbatas dapat digantikan oleh energi yang berasal dari penguraian lemak dan protein, karena ketiga senyawa tersebut dalam menghasilkan energi berasal dari jalur yang sama yaitu melalui ….

7 Baca lebih lajut

Analisis Ketersediaan dan Konsumsi Pangan di Kota Medan

Analisis Ketersediaan dan Konsumsi Pangan di Kota Medan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketersediaan energy dan protein pada kelompok pangan sudah melampaui angka konsumsi yang diharapkan/dianjurkan. Ketersediaan energy dan protein kelompok pangan di Kota Medan tahun 2014 dimana total energi 2463,03 kal / kapita / hari, dan total protein 87,18 gram / kapita / hari, maka nilai ketersediaan zat gizi kelompok pangan di Kota Medan sudah melebihi ketersediaan energy dan protein kelompok pangan yang dianjurkan. Ketersediaan energi yang dianjurkan adalah 2.200,00 kal / kapita / hari dan total protein yang dianjurkan adalah sebesar 57,00 gram / kapita / hari, sedangkan ketersediaan lemak pada kelompok pangan masih dibawah angka konsumsi yang diharapkan / dianjurkan yakni hanya sebesar 106,88 gram / kapita / hari dari 400 gram / kapita / hari yang dianjurkan
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Undangan Upload Penawaran

Undangan Upload Penawaran

Sehubungan telah ditetapkannya daftar pendek hasil kualifikasi paket pekerjaan Studi Ketersediaan Energi Primer Dan Pemetaan Jalur Distribusi Energi Primer Untuk Ketenagalistrikan (Lelang Ulang) Tahun Anggaran 2016, maka bersama ini kami mengundang perusahaan Saudara untuk dapat meng-upload penawaran mulai tanggal 02 Februari 2016 jam 08:00 sampai dengan tanggal 09 Februari 2016 jam 16:00.

1 Baca lebih lajut

S IKOR 100556 Chapter1

S IKOR 100556 Chapter1

Permainan bola basket adalah olahraga yang dikategorikan kedalam salah satu aktivitas tinggi yang membutuhkan daya tahan tinggi sehingga akan banyak menghabiskan energi. Dalam permainan bola basket terdapat beberapa posisi pemain. Pemain center berfungsi pada saat menyerang menerima bola dan menembakkannya ke ring, sedangkan pada saat bertahan, pemain ini menjadi pertahanan terakhir dan cenderung memiliki postur tubuh yang lebih tinggi, power forrward berfungsi menggambil bola pantul yang gagal masuk kedalam ring, small forward biasanya adalah pemain yang memiliki tingkat keagresifitasan tinggi untuk melakukan serangan serta memiliki teknik tembakan yang konsisten dari luar garis tembakan bebas, shooting guard adalah yang biasa berperperan pemegang bola kedua serta memiliki kemampuan menembak tiga angka dan point guard adalah pemain yang memimpin penyerangan yang memiliki umpan (passing) dan dribble.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Gambaran Ketersediaan Pangan, Kecukupan Energi Protein Dan Status Gizi Pada Balita (12-59 Bulan) Di Pengungsian Gunung Sinabung Tahun 2016

Gambaran Ketersediaan Pangan, Kecukupan Energi Protein Dan Status Gizi Pada Balita (12-59 Bulan) Di Pengungsian Gunung Sinabung Tahun 2016

Balita merupakan kelompok rentan terhadap masalah gizi karena pada masa balita memerlukan zat gizi yang lebih banyak. Bencana alam dapat mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat seperti erupsi gunung Sinabung yang membuat mereka harus mengungsi sehingga menjadikan masyarakat hidup dalam keterbatasan misalnya ketersediaan pangan yang terbatas. Hal ini menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita yang akan mempengaruhi ketahanan fisik dan kecerdasan sehingga dapat memberi dampak terhadap kehidupan pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketersediaan pangan, kecukupan energi protein dan status gizi pada balita di pengungsian Gunung Sinabung.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Asupan Karbohidrat, Asupan Lemak Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Tingkat Kebugaran Mahasiswa di Unit Kegiatan Mahasiswa Sepakbola Universitas Negeri Yogyakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Asupan Karbohidrat, Asupan Lemak Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Tingkat Kebugaran Mahasiswa di Unit Kegiatan Mahasiswa Sepakbola Universitas Negeri Yogyakarta.

Penelitian yang dilakukan Sugiarto (2012) mengemukakan ada hubungan bermakna antara asupan energi dan protein dengan tingkat kebugaran (p=0,001). Penelitian lain yang dilakukan Trieyani (2014) juga menunjukkan ada hubungan signifikan antara asupan lemak per hari dengan kebugaran tubuh (p=0,001) begitu juga penelitian yang dilakukan Evi (2013) mengemukakan hubungan antara asupan lemak dan nilai VO 2 max sangat

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...