Ketidakseimbangan antara proliferasi sel dengan kematian sel

Top PDF Ketidakseimbangan antara proliferasi sel dengan kematian sel:

Gangguan Pertumbuhan, proliferasi dan diferensasi sel

Gangguan Pertumbuhan, proliferasi dan diferensasi sel

Pada jaringan normal, proliferasi sel mengarah kepada penambahanjaringan. Dimana jumlah sel tidak hanya tergantung kepada proliferasi sel tetapi juga oleh kematian sel. kematian sel terprogram (apoptosis) adalah proses dikeluarkannya sel-sel yang rusak. Keseimbangan antara produksi sel baru dan kematian sel itulah yang mempertahankan sel yang tepat pada jaringan (homeostasis).

17 Baca lebih lajut

Peran Gen p63 dalam Regulasi Proliferasi Sel

Peran Gen p63 dalam Regulasi Proliferasi Sel

Apoptosis atau kematian sel terprogram terjadi ketika sel dipicu oleh faktor dari luar maupun dari dalam untuk menjalani kematian tanpa dikenali oleh sistem imun sehingga tidak terjadi inflamasi. Karakteristik dari sel yang mengalami apoptosis adalah kondensasi dan fragmentasi inti, perubahan membran dan pembengkakan mitokondria. Apoptosis terjadi melalui dua jalur yaitu jalur ekstrinsik yang diaktifkan ketika ligan ekstraseluler berikatan dengan reseptor kematian yang ada di permukaan sel. Jalur intrinsik melibatkan perubahan potensial membran mitokondria. 8
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proliferasi Sel

8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proliferasi Sel

Proliferasi sel menghasilkan dua sel yang berasal dari satu sel. Keadaan ini membutuhkan pertumbuhan sel yang kemudian diikuti oleh pembelahan (divisi) sel. Pertumbuhan sel yang tidak terkendali merupakan ciri khas kanker. Sel kanker secara umum berisi biomolekul yang diperlukan untuk bertahan, proliferasi, diferensiasi, kematian sel dan ekspresi tipe sel dengan fungsi khusus (specific functions). Kegagalan regulasi fungsi inilah yang menghasilkan perubahan fenotip dan kanker (Brody dan Rudel, 2003; Tan, 2001).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Proliferasi sel menghasilkan dua sel yang berasal dari satu sel. Keadaan ini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Proliferasi sel menghasilkan dua sel yang berasal dari satu sel. Keadaan ini

Sel berukuran besar berbentuk poligonal atau lonjong dengan batas sitoplasma tidak jelas. Diferensiasi dari jenis ini buruk, tetapi memiliki prognosis lebih baik daripada karsinoma duktus infiltratif. Biasanya terdapat infiltrasi limfosit yang nyata dalam jumlah sedang di antara sel kanker, terutama dibagian tepi jaringan kanker. v. Karsinoma papiler invasif

15 Baca lebih lajut

Induksi Ekstrak Pegagan Secara in vitro terhadap Proliferasi dan Diferensiasi Sel-Sel Otak Besar Anak Tikus

Induksi Ekstrak Pegagan Secara in vitro terhadap Proliferasi dan Diferensiasi Sel-Sel Otak Besar Anak Tikus

Otak besar (serebrum) merupakan pusat saraf utama yang berfungsi untuk pengaturan semua aktivitas tubuh, berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Jaringan saraf terdiri dari sel saraf (neuron) dan sel glia yang masing-masing memiliki fungsi untuk menyampaikan sinyal dari satu sel ke sel lainnya dan untuk melindungi, mendukung, merawat, serta mempertahankan homeostasis cairan di sekeliling neuron (Djuwita et al., 2012). Jaringan otak pada sistem saraf pusat (SSP) sangat peka terhadap berbagai cedera di antaranya akibat stres oksidatif dan trauma mekanik (Lee et al., 2002). Cedera SSP dan penyakit neurogeneratif dapat mengakibatkan berbagai tingkat kematian neuron dan kelemahan memori, serta degenerasi akson dan dendrit yang dapat menghambat penyaluran impuls (Jackson et al., 2010).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Efek Konsumsi Air Minum Penambah Oksigen Terhadap Proliferasi Sel Limfosit Manusia

Efek Konsumsi Air Minum Penambah Oksigen Terhadap Proliferasi Sel Limfosit Manusia

Beberapa jenis molekul dapat membentuk radikal bebas, seperti atom hidrogen, logam-logam transisi, ataupun oksigen. Oksigen yang masuk ke dalam tubuh pada kondisi tertentu mampu memicu timbulnya reaksi oksidasi yang berlebihan sehingga dapat menghasilkan senyawa radikal bebas dan pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan sel-sel tubuh. Dalam rangka mendapatkan stabilitas kimia, radikal bebas tidak dapat mempertahankan bentuk asli dalam waktu lama dan segera berikatan dengan materi yang ada di sekitarnya. Radikal bebas akan menyerang molekul stabil yang terdekat dan mengambil elektron sehingga zat yang terambil elektronnya akan menjadi radikal bebas juga dan akan memulai suatu reaksi berantai, yang akhirnya mengakibatkan terjadinya kerusakan sel tersebut. Berbagai proses metabolisme normal dalam tubuh dapat menghasilkan radikal bebas dalam jumlah kecil sebagai produk antara. Di dalam sel hidup, radikal bebas terbentuk pada membran plasma dan organel-organel sel seperti mitokondria, peroksisom, lisosom, retikulum endoplasmik, inti sel dan sitosol melalui reaksi-reaksi enzimatik fisiologik yang berlangsung dalam proses metabolisme. Proses fagositosis oleh sel- sel fagositik termasuk netrofil, monosit, makrofag dan eosinofil, juga menghasilkan radikal bebas (Winarsi, 2007).
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam) Terhadap Proliferasi Sel Limfosit.

Pengaruh Ekstrak Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam) Terhadap Proliferasi Sel Limfosit.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara seluruh kelompok perlakuan (p=0,029), tetapi tidak berbeda secara signifikan (p>0,05) dibandingkan dengan kontrol negatif. Hal ini berarti bahwa Buah Merah tidak berperan sebagai zat mitogen atau tidak dapat meningkatkan proliferasi sel limfosit.

34 Baca lebih lajut

Prospek Akupunktur Dalam Pengobatan Kanker Melalui Peningkatan Proliferasi Dan Sitotoksisitas Sel Natural Killer

Prospek Akupunktur Dalam Pengobatan Kanker Melalui Peningkatan Proliferasi Dan Sitotoksisitas Sel Natural Killer

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa titik akupunktur merupakan daerah di jaringan tubuh yang padat jaringan, ujung-ujung saraf, sel-sel mast dan kapiler, serta jaringan limfatik. Titik akupunktur ditemukan di sekitar saraf perifer kecil dan besar serta percabangan- nya, taut neuromuskuler, ligamen, dan sepanjang sutura tulang tengkorak. Titik akupunktur memiliki beberapa karakteristik, antara lain kapasitas dan potensial listrik yang tinggi serta tahanan listrik yang rendah. Secara histologis, pada titik akupunktur terdapat struktur yang disebut sebagai neurovascular hemolymphatic complex dan jaringan persarafan yang lebih padat daripada jaringan sekitarnya. Dengan mikroskop elektron terlihat bahwa gap junction antara sel di lokasi titik akupunktur dua kali lebih banyak daripada tempat yang bukan titik akupunktur. Apabila titik akupunktur dirangsang, akan mengaktifkan berbagai molekul sinyal spesifik yang akan mempengaruhi berbagai fungsi sel yang memiliki reseptor spesifik dalam fungsi neuro-endokrin-imun untuk mencapai homeostasis. 13,15
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Karsinoma sel skuamosa kulit adalah suatu proliferasi ganas dari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Karsinoma sel skuamosa kulit adalah suatu proliferasi ganas dari

Ekstrak terhadap daging buah dan kulit biji Phaleria macrocarpa menunjukkan adanya zat aktif alkaloid, terpenoid, saponin, dan polyphenol berupa gallic acid (GA : 3,4,5-trihydroxybenzoic acid). 35-37 Pengujian terhadap toksisitas ekstrak tanaman dilakukan dengan melihat tingkat mortalitas terhadap larva udang Artemia salina Leach setelah diinkubasi selama 24 jam. Hasilnya toksisitas sangat tinggi, dengan nilai konsentrasi yang menyebabkan kematian 50% larva udang (LC50) berkisar antara 0,1615 – 11,8351 μg/ml (semakin kecil nilai LC50, semakin toksik tanaman tersebut dan semakin berpotensi untuk memiliki aktifitas biologi / efek farmakologi), dengan batas aktifitas biologi tanaman adalah LC50<1000 μg/ml. Penelitian yang dilakukan terhadap sel Hela, menunjukkan bahwa Phaleria macrocarpa mempunyai efek sitotoksik yang cukup kuat. Phaleria macrocarpa mempunyai efek sitotoksik yang bermakna dibandingkan efek sitotoksik Doxorubicin sebagai kontrol positifnya. 30
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh deksametason terhadap proliferasi sel, kadar IL-α, dan TNF-α pada biakan kolesteatoma

Pengaruh deksametason terhadap proliferasi sel, kadar IL-α, dan TNF-α pada biakan kolesteatoma

Adapun tujuan umum penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa pertumbuhan kolesteatoma dapat dihambat secara medika- mentosa (dengan deksametason). Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah: meng etahui efek deksametason terhadap proliferasi sel pada biakan keratinosit kolesteatoma, efek deksa- metason terhadap produksi IL-1α oleh kerati- nosit secara in vitro, mengetahui efek deksam- etason ter hadap produksi TNF-α oleh kerati- nosit secara in vitro, dan mengetahui hubungan antara dosis deksametason dengan proliferasi sel, kadar IL-1α, serta kadar TNF-α dalam me- dium biakan keratinosit kolesteatoma.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS EKSOSOM PLATELET RICH PLASMA PADA MIGRASI DAN PROLIFERASI KULTUR SEL FIBROBLAS YANG DITUAKAN

EFEKTIVITAS EKSOSOM PLATELET RICH PLASMA PADA MIGRASI DAN PROLIFERASI KULTUR SEL FIBROBLAS YANG DITUAKAN

Hasil Analisis data migrasi dan proliferasi dilakukan menggunakan SPSS 22 menggunakan uji One way annova untuk data dengan distribusi normal, serta uji Kruskal wallis untuk data dengan distribusi tidak normal. Perbedaan yang signifikan terlihat pada laju migrasi seluruh kelompok eksosom PRP dan PRP saat dibandingkan dengan kelompok kontrol di semua waktu (p<0.05), namun tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok eksosom PRP dan PRP pada jam ke 6,12 dan 24 (V6, V12 dan V24) (p>0.05), sedangkan pada jam ke-48 (V48) terdapat perbedaan yang bermakna (p=0.001). Proliferasi pada jam ke 24 (T24) dan 48 (T48) pada seluruh kelompok eksosom PRP dan PRP bermakna secara signifikan dibandingkan dengan kontrol (p<0.05), namun antara kelompok PRP dan PRP tidak bermakna secara signifikan pada jam ke-24 (p=0.05). Proliferasi antara kelompok eksosom PRP dan PRP bermakna secara signifikan pada jam ke 48 (p=0.000).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP PENINGKATAN EKSPRESI PROTEIN BAX DAN PENURUNAN PROLIFERASI SEL PADA KULTUR SEL KANKER PAYUDARA (CELL LINE MCF-7).

PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP PENINGKATAN EKSPRESI PROTEIN BAX DAN PENURUNAN PROLIFERASI SEL PADA KULTUR SEL KANKER PAYUDARA (CELL LINE MCF-7).

Kanker adalah penyakit yang dicirikan dengan hilangnya kontrol pertumbuhan, pembagian, dan penyebaran sekelompok sel yang kemudian dapat menginvasif dan menghancurkan jaringan-jaringan di sekitarnya. Sel-sel yang mengalami perubahan tersebut juga dapat menyebar ke wilayah tubuh lain melalui proses yang disebut metastasis (Avendano dan Menendez, 2008). Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling sulit ditangani dan bertanggung jawab terhadap kurang lebih 13% kematian di seluruh dunia. Sekitar 14,1 juta kasus kanker terjadi pada tahun 2012 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 23,6 juta kasus setiap tahunnya hingga tahun 2030 (WHO, 2014).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

TIPE KEMATIAN SEL HeLa SETELAH PAPARAN EKSTRAK ETANOLIK CURCUMA LONGA

TIPE KEMATIAN SEL HeLa SETELAH PAPARAN EKSTRAK ETANOLIK CURCUMA LONGA

(AO/EB). Doksorubisin (0,5625 *g/ml) digunakan sebagai kontrol positif induksi apoptosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak   menyebabkan kematian sel berupa apoptosis pada sebagian besar sel HeLa yang ditandai dengan perubahan warna sel menjadi  . Analisa statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok stimulasi dalam jumlah sel yang mengalami apoptosis. Disimpulkan bahwa ekstrak   mampu menginduksi apoptosis pada sebagian besar sel HeLa.

7 Baca lebih lajut

Ekspresi Notch1 dan ALDH1A1 pada Lesi Prostat; Hubungannya dengan Diagnosis Histopatologik, Proliferasi dan Apoptosis Sel Kanker

Ekspresi Notch1 dan ALDH1A1 pada Lesi Prostat; Hubungannya dengan Diagnosis Histopatologik, Proliferasi dan Apoptosis Sel Kanker

berhubungan dengan diagnosis patologik dan usia pasien. Hasil kami konsisten dengan pene- litian sebelumnya, yang menunjukkan potensi onkogenik Notch1 dalam proses tumorigenesis di prostat. 16,31 Brown dkk mengungkapkan adanya ekspresi berlebihan dari protein Notch1 pada kanker prostat dibandingkan kontrol prostat jinak. 16 Ekspresi dari protein Notch1 juga telah diamati pada karsinoma serviks, adeno- karsinoma kolon, dan karsinoma skuamosa paru-paru. 32 Selain itu, kami menemukan hubungan yang signifikan antara Notch1 dan proliferasi sel kanker tetapi tidak dengan apoptosis sel kanker. Temuan ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wang dkk, yang menyatakan ekspresi tinggi Notch1 pada mRNA berhubungan dengan berkurang- nya proliferasi sel dan peningkatan apoptosis pada prostat normal, dan menunjukkan peran supresor terhadap kanker prostat. 15,33 Hasil temuan yang berbeda mungkin disebabkan oleh perbedaan tingkat ekspresi Notch1 yang diperiksa. Kami dan peneliti lain yang mendu- kung peran onkogenik Notch1 memeriksa ekspresi Notch1 tingkat protein, sedangkan Wang dkk 15,33 yang menunjukkan peran Notch1 sebagai penekan tumor, memeriksa ekspresi Notch1 di tingkat mRNA. Penelitian lanjuatan diperlukan untuk mendefinisikan secara jelas peran Notch1 dalam perkembangan kanker prostat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BREAST CELLS GUARD: Inhibisi angiogenesis dan proliferasi sel kanker payudara dengan fraksi aktif capsaicin

BREAST CELLS GUARD: Inhibisi angiogenesis dan proliferasi sel kanker payudara dengan fraksi aktif capsaicin

American Cancer Society mendefenisikan kanker sebagai penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal yang tidak terkendali (Kaplan, Salis, dan Petterson, 1993). Sel kanker merupakan sel-sel berbahaya karena dapat menyebabkan kematian baik secara langsung maupun tidak langsung (Lazslo dalam Sarafino, 1998). Kanker menempati peringkat kedua penyakit mematikan setelah penyakit kardiovaskular dengan tingkat kematian 12% (American Cancer Society 2013). Menurut American Study Cancer Society kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang sel-sel payudara. Kanker ini banyak menyerang wanita, tetapi pria juga dapat menderita kanker payudara walaupun jarang terjadi. Kasus kanker payudara yang menyerang wanita pada tahun 2013 diperkirakan mencapai 232.340 dengan tingkat kematian 39.620 wanita (American Cancer Society, 2013). Kanker payudara merupakan penyakit kanker nomor dua terbanyak diderita oleh penduduk dunia (Morris dan Mitchel, 2008). Pengobatan penyakit kanker telah banyak dikembangkan. Namun, kemajuan yang signifikan terhadap perkembangan pengobatan hanya kurang dari setengah persen penderita kanker lokal (stadium awal) yang dapat dinyatakan sembuh dengan kemoterapi adjuvan. Sedangkan penderita kanker metastasis mengalami resisten terhadap kemoterapi (Gonzalez-Angulo et al, 2007). Selain itu, pengobatan sistemik kanker payudara telah menimbulkan toksisitas akut dan kronis pada penderita berupa kegagalan jantung kongestif, neuropathi, kemandulan, dan osteoporosis (Rock dan DeMichelle, 2003).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Makalah Kematian Sel

Makalah Kematian Sel

Peruba ubahan han dal dalam am ap' ap'pt' pt'sis sis ter terjadi jadi ket ketika ika +asp +aspase ase 1 1 mem membela belah h gel gels'l s'lin( in( sua suatu tu pr' pr'tein tein dilibatkan dalam pemeliharaan m'r*'l'gi sel. els'lin yang dibelahmembelah a+tin *ilamen dilibatkan dalam pemeliharaan m'r*'l'gi sel. els'lin yang dibelahmembelah a+tin *ilamen di dalam sel. Pr'tein yang lain diperlukan untuk membentuk badan ap'p'ti+@ suatu kinase di dalam sel. Pr'tein yang lain diperlukan untuk membentuk badan ap'p'ti+@ suatu kinase yang disebut p/-a+tiated kinase  <PA$-?. $inase ini diakti*kan 'leh +aspase-1 dengan yang disebut p/-a+tiated kinase  <PA$-?. $inase ini diakti*kan 'leh +aspase-1 dengan pr'te'lisis terbatas.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Aktivitas kitooligomer hasil reaksi enzimatik terhadap proliferasi sel limfosit dan sel kanker

Aktivitas kitooligomer hasil reaksi enzimatik terhadap proliferasi sel limfosit dan sel kanker

Pada sel normal, sel hanya akan membelah diri bila tubuh membutuhkannya, seperti mengganti sel-sel yang rusak atau mati. Sebaliknya sel kanker akan membelah diri meskipun tidak dibutuhkan sehingga terjadi kelebihan sel-sel baru. Kanker dapat tumbuh di semua jaringan tubuh, seperti kulit, sel hati, sel darah, sel otak, sel lambung, sel usus, sel paru, sel saluran kencing, dan berbagai macam sel tubuh lainnya. Jenis kanker yang berbeda memiliki perbedaan bagian tubuh yang ditempati, tergantung tempat yang memiliki afinitas baik untuk ditempati. Oleh karena itu, dikenal bermacam-macam jenis sel kanker menurut sel atau jaringan asalnya. Secara umum kanker menyebabkan lemahnya tubuh karena nutrisi yang tersedia digunakan sel kanker untuk bermetastase. Secara spesifik, kanker dapat menyebabkan antara lain : a) malnutrisi, karena monopoli neoplasma terhadap zat gizi tertentu, b) kehilangan darah akibat erosi epitel atau permukaan-pemukaan lain sehingga terjadi pendarahan, c) nekrosis jaringan akibat defisiensi gizi, rusaknya organ dan inflamasi d) penyerangan tumor pada organ vital sehingga menurunkan fungsinya, e) gangguan saluran organ vital disertai menurunnya fungsi organ atau terjadinya infeksi, f) efek toksik, terutama pada sistem syaraf pusat atau periferal, g) efek sekresi, baik hormon yang sesuai maupun tidak (Braustein 1987).
Baca lebih lanjut

256 Baca lebih lajut

Aktivitas kitooligomer hasil reaksi enzimatik terhadap proliferasi sel limfosit dan sel kanker

Aktivitas kitooligomer hasil reaksi enzimatik terhadap proliferasi sel limfosit dan sel kanker

Pada sel normal, sel hanya akan membelah diri bila tubuh membutuhkannya, seperti mengganti sel-sel yang rusak atau mati. Sebaliknya sel kanker akan membelah diri meskipun tidak dibutuhkan sehingga terjadi kelebihan sel-sel baru. Kanker dapat tumbuh di semua jaringan tubuh, seperti kulit, sel hati, sel darah, sel otak, sel lambung, sel usus, sel paru, sel saluran kencing, dan berbagai macam sel tubuh lainnya. Jenis kanker yang berbeda memiliki perbedaan bagian tubuh yang ditempati, tergantung tempat yang memiliki afinitas baik untuk ditempati. Oleh karena itu, dikenal bermacam-macam jenis sel kanker menurut sel atau jaringan asalnya. Secara umum kanker menyebabkan lemahnya tubuh karena nutrisi yang tersedia digunakan sel kanker untuk bermetastase. Secara spesifik, kanker dapat menyebabkan antara lain : a) malnutrisi, karena monopoli neoplasma terhadap zat gizi tertentu, b) kehilangan darah akibat erosi epitel atau permukaan-pemukaan lain sehingga terjadi pendarahan, c) nekrosis jaringan akibat defisiensi gizi, rusaknya organ dan inflamasi d) penyerangan tumor pada organ vital sehingga menurunkan fungsinya, e) gangguan saluran organ vital disertai menurunnya fungsi organ atau terjadinya infeksi, f) efek toksik, terutama pada sistem syaraf pusat atau periferal, g) efek sekresi, baik hormon yang sesuai maupun tidak (Braustein 1987).
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

BAB I kematian sel dan kematian somatik

BAB I kematian sel dan kematian somatik

Dengan kemajuan teknologi, maka jika seorang penderita pernafasannya berhenti dapat dipasang respirator mekanis. Jika denyut jantung penderita mulai terputus-putus, dapat dipasang alat pacu jantung elektris. Dengan adanya peralatan untuk mempertahankan hidup semacam ini, maka definisi kematian menjadi lebih sulit. Sebenarnya, sebaiknya dijelaskan bahwa tidak semua sel tubuh mati secara serentak. Sudah dibuat jaringan hidup dari jaringan-jaringan yang diambil dari mayat. Dalam rumah sakit sekarang ini, definisi umum tentang kematian somatik menyangkut kegiatan sistem saraf pusat khususnya otak. Jika otak mati, maka kegiatan listrik berhenti dan elektroensefalogramnya menjadi isoelektris atau mendatar. Jika hilangnya kegiatan listrik terjadi selama jangka waktu yang sudah ditentukan secara ketat, maka para dokter berwenang menganggap penderita meninggal walaupun paru dan jantung masih dapat dijalankan terus secara buatan untuk beberapa lama.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 8249 documents...