keturunan Cina

Top PDF keturunan Cina:

PENDAHULUAN ANALISIS PERCAKAPAN PADA PENGGUNAAN BAHASA PEDAGANG KETURUNAN CINA DI TOKO-TOKO SEKITAR PASAR KADIPOLO SURAKARTA.

PENDAHULUAN ANALISIS PERCAKAPAN PADA PENGGUNAAN BAHASA PEDAGANG KETURUNAN CINA DI TOKO-TOKO SEKITAR PASAR KADIPOLO SURAKARTA.

2. Diarahkan pada unsur-unsur pragmatik yang dapat menjembatani pemahaman analisis percakapan. Unsur-unsur pragmatik antara lain: (a) referensi, (b) inteferensi, (c) praanggapan, (d) implikatur, dan (e) kohesi. 3. Bahasa percakapan yang dipergunakan oleh pedagang keturunan Cina di

7 Baca lebih lajut

Pengaruh “Interpersonal Response Traits” Masyarakat Keturunan Cina Muslim terhadap Komunikasi Pembauran

Pengaruh “Interpersonal Response Traits” Masyarakat Keturunan Cina Muslim terhadap Komunikasi Pembauran

4. Persepsi berpengaruh dalam bentuk Interper- sonal Response Traits seseorang. Dari hasil analisis, tampak bahwa variabel-variabel seperti usia, motivasi, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh responden, pengetahuannya tentang KPI, frekuensi berkomunikasi, serta penilaiannya terhadap masyarakat Sunda mempengaruhi sifat-sifat utama Interpersonal Response Traits. Dalam hal motivasi responden menjadi anggota KPI, tampak kecenderungan bahwa responden juga ingin memiliki peranan dan ikut memajukan organisasi tersebut. Tingginya frekuensi responden berkomunikasi dengan orang Sunda menunjukkan kecenderungan bahwa kehidupan bermasyarakat dan inisiatif sosial kalangan WNI Keturunan Cina Muslim berjalan baik. Hal ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa persepsi seseorang ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional yang memperoleh dukungan empirik dari hasil penelitian ini.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI ANTARBUDAYA ETNIK JAWA DAN ETNIK KETURUNAN CINA

KOMUNIKASI ANTARBUDAYA ETNIK JAWA DAN ETNIK KETURUNAN CINA

memasuki babak baru. Warga etnik keturunan Cina di Solo lebih leluasa dalam mengekspresikan tradisi budaya leluhurnya secara terbuka di ha- dapan publik seperti perayaan tahun baru Imlek, penampilan kesenian tarian tradisional Cina de- ngan menggunakan sarung yang menyerupai singa yaitu Barongsai, dan lain sebagainya. Seperti yang terjadi pada tahun 2006 yang lalu, warga etnik keturunan Cina menggelar pasar imlek di fasilitas milik Pemerintah. Pasar imlek tersebut digelar di Sriwedari, Solo, sebuah ruang publik milik Peme- rintah. Area tersebut memang sering dipakai oleh (Pemerintah Kota) Pemkot untuk menggelar berbagai acara, termasuk Maleman Sriwedari, yang digelar Pemkot pada sepuluh hari terakhir bulan puasa di setiap tahunnya. Diizinkannya Sriwedari sebagai lokasi pasar imlek dengan alasan untuk semakin mendekatkan pembauran antar- etnik serta untuk memancing elemen masyarakat lain yang ingin menggunakan fasilitas tersebut. Di samping itu untuk menghilangkan kesan adanya diskriminasi etnik keturunan Cina di tengah pergaulan masyarakat. Dengan acara tersebut di- harapkan seluruh warga bisa mengenal lebih jauh keragaman budaya, terutama budaya etnik keturunan Cina. Tidak hanya itu untuk me- nunjukkan pembauran, pada pembukaan pasar Imlek dikemas cukup menarik. Selain pesta kembang api dan atraksi liong serta barongsai, juga disuguhkan tari gambyong, tarian Jawa untuk penyambutan tamu (www.detiknews. com, 10 Jan 2009). Tanggal 3 Februari 2008 warga kota Solo menyambut perayaan tahun baru Imlek 2559 dengan menggelar kirab Gunungan Kue Keran- jang. Acara yang dinamakan Grebeg Sudiroprajan ini digelar di depan kompleks Pasar Gedhe, Grebeg dengan gunungan biasanya diseleng- garakan oleh keraton yang sudah menjadi tradisi ratusan tahun. Sedangkan kue keranjang merupakan kue khas dari daratan Tiongkok. Dengan adanya gunungan kue keranjang menunjukkan terjadinya akulturasi budaya antara budaya etnik keturunan Cina dan etnik Jawa (www.kompas. com, 10 Jan 2009).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

IDENTITAS WARGA KETURUNAN CINA DI JAWA TENGAH

IDENTITAS WARGA KETURUNAN CINA DI JAWA TENGAH

Bisa diceritakan mengenai kejadian di Solo tersebut? Eee... delapan puluhan yo? Delapan puluh. (Cino karo Jawa padu, gelutan bocah dho bocah sing Cina iku mlayu neng nggon pecinan malah dadi rame tu opo yo mungkin memang sudah opo... wis panas-panasan opo piye ra ngerti yo. Waa ha itu rame banget itu sampai temen ku ra wani balik meh njupuk pakaian we ra wani. Sing... metu we sampe ra wani terusan. Nek emang sing kenal apik jane yo ora papa ngono lho. Ning mbuh anu... wong seko ngendi yo kok njuk iso jan ra karu-karuan.) Makane koyo jamane Temanggung itu, nek sing wonge dhewe ki ndhak papa, ketoke wong njaba mungkin yo? Wong njaba iku ketoke wis malah sing manas-manasi itu. Dadi nek, nek dhewe nek tak rasakke cah kampung ki jane yo koyo sik neng Temanggung koyo sik neng Solo ki jane yo rapopo nek wis kenal apik yo. (Ning nek kadang nek kaya kumpulan, terus ngomongke soal dhuwit, “Wah, medhit, mesthi Cina” itu mesti metu, “Wuh, ha wong Cina”) (lho nek Cina ki njuk kon ngapakke gitu lho.) (Lho kita kan yo podho jane ki yo meh guyub, tapi nek di gitukke terus kan yo wegah to suwe-suwe, ya to? Sing ngrungokke kan yo ra kepenak gitu lho nek muni Cinane Cina yo ora ketoke rodo sengak gitu kan yo ora papa jane yo?) (Yo emang Cina piye meneh to?) (Tapi kadang ki Cina koyone wis elek gitu lho, koyone ki piye.) (Dadine dhewe ki malah kadang nek dhewe sengit nek sing wong fanatik ki yo sengit karo Jawa ki kadang yo ono benere jane to? Lha nek digitukke kan yo suwe- suwe yo wegah to?)
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

Pemertahanan dan Sikap Bahasa di Kalangan Mahasiswa WNI Keturunan Cina di Medan dalam Konteks

Pemertahanan dan Sikap Bahasa di Kalangan Mahasiswa WNI Keturunan Cina di Medan dalam Konteks

Pada saat bersenandung, berhitung dalam hati, bersenda gurau, bermusyawarah, dan berdiskusi, responden juga cenderung menggunakan bahasa Hokkian. Demikian juga pada saat mengumpat, mengkhayal, marah, dan bermimpi juga cenderung digunakan bahasa Hokkian. Namun demikian, responden mengaku menggunakan bahasa Indonesia pada saat menulis surat/pesan dan lebih sering mendengarkan lagu-lagu dan menonton film berbahasa Inggris dan Indonesia daripada film dan lagu berbahasa Cina.

1 Baca lebih lajut

ANALISIS PERCAKAPAN PADA PENGGUNAAN BAHASAPEDAGANG KETURUNAN CINA DI TOKO-TOKO ANALISIS PERCAKAPAN PADA PENGGUNAAN BAHASA PEDAGANG KETURUNAN CINA DI TOKO-TOKO SEKITAR PASAR KADIPOLO SURAKARTA.

ANALISIS PERCAKAPAN PADA PENGGUNAAN BAHASAPEDAGANG KETURUNAN CINA DI TOKO-TOKO ANALISIS PERCAKAPAN PADA PENGGUNAAN BAHASA PEDAGANG KETURUNAN CINA DI TOKO-TOKO SEKITAR PASAR KADIPOLO SURAKARTA.

berpendidikan SMA, kebangsaan Indonesia keturunan Cina. Umur 36 tahun. Dagangan yang dijual adalah kebutuhan sehari-hari. Status sosial menengah ke atas. Lokasi toko di luar pasar Kadipolo. Pembeli: Ibu yang berumur ± 50 tahun, pedagang kecil.

14 Baca lebih lajut

Kls 12   bab 5   Multikulturalisme

Kls 12 bab 5 Multikulturalisme

Dalam komunitas kristiani, gereja-gereja di Indonesia dibangun di atas bangunan suku karena anggota gereja terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai suku, budaya, adat dan kebiasaan serta geograis yang berbeda- beda. Bahkan setiap sinode gereja berada di geograis tertentu dengan budaya dan suku tertentu. Meskipun gereja-gereja nampak memiliki ailiasi dengan suku dan daerah tertentu namun tetap terbuka bagi orang-orang yang berasal dari daerah, suku dan budaya lainnya. Misalnya GKI yang dahulunya merupakan gereja untuk orang-orang Indonesia keturunan Cina, pada masa kini yang menjadi anggota GKI berasal dari berbagai suku, budaya dan daerah. Demikian juga GPIB yang didirikan untuk orang-orang dari Indonesia Timur pada masa kini terbuka bagi orang-orang dari berbagai daerah, suku dan budaya. Gereja Bethel Indonesia (GBI) adalah gereja yang sangat terbuka terhadap multikultur, jemaatnya amat beragam dari segi suku, kebangsaan, budaya, geograi bahkan kelas sosial.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perjalanan Panjang Menuju Cina Benteng S (1)

Perjalanan Panjang Menuju Cina Benteng S (1)

penjelasan akan definisi “Cina Benteng” secara lokal. Cina Benteng dalam konteks Desa Situgadung memiliki makna sebagai Orang Keturunan yang telah beragama Kristen, dan bermata pencaharian pada sektor perdagangan. Dalam hal ini, agama Kristen memiliki makna dan dinamika sejarah, terutama dalam konteks politik, dimana pemerintah pada Era Orde Baru melarang penggunaan agama tradisional Cina. Sehingga, pemilihan agama Kristen sebagai agama kebanyakan penduduk Cina menjadi pilihan bagi perubahan identitas mereka. Bukan hanya sekedar rasionalitas individu semata. Dalam segi domisili, kebanyakan anggota komunitas Cina Benteng bertempat tinggal pada Desa Situgadung. Bagian kerangka teori telah mepaparkan mengenai definisi Cina Benteng. Namun Cina Benteng yang akan didefinisikan berikut adalah konsepsi Cina Benteng berdasarkan wawancara dengan berbagai informan. Meski identitas Cina Benteng versi lokal ini didefinisikan secara subjektif, namun identitas Cina Benteng versi penduduk Cina lokal sudah mendapat pengakuan dari berbagai komunitas di luarnya. Identitas Cina Benteng bukanlah sebuah istilah yang bersifat asli dalam konteks masyarakat Cina di kedua desa. Identitas ini merupakan hasil dari usaha meninggalkan identitas asli yang dialami penduduk Cina pada generasi yang tumbuh di era Pasca-Gedoran. Dengan kata lain, Cina Benteng dalam konteks ini adalah Orang Keturunan yang telah memilih untuk merubah identifikasi dirinya menjadi Cina Benteng. Hal ini dapat peneliti katakan mengingat identitas adalah sebuah proses fluktuatif yang tidak akan pernah selesai. Setidaknya terdapat ciri-ciri sosial yang umum dimiliki oleh komunitas Cina Benteng versi lokal ini. Bila mengacu pada definisi di awal paragraf ini, maka ciri-ciri sosial yang mendefinsikan Cina Benteng versi lokal adalah agama, domisili, dan mata pencaharian. Istilah Cina Benteng tidak ditemukan diantara penduduk keturunan Cina yang menetap di Desa Sampora. Maka, Cina Benteng yang dimaksud dalam penelitian ini bukanlah Cina Benteng mayoritas merupakan keturunan para pelarian Batavia Massacre tahun 1740, yang akhirnya menetap di Tangerang.
Baca lebih lanjut

376 Baca lebih lajut

THE QUESTIONABLE ROLE OF TOTAL FAT AND SATURATED FATTY ACID IN CARDIOVASCULAR DISEASE RISK.

THE QUESTIONABLE ROLE OF TOTAL FAT AND SATURATED FATTY ACID IN CARDIOVASCULAR DISEASE RISK.

Eratnya konsumsi kelapa dengan ikan terbukti pada profil asam lemak responden dalam penelitian ini. Jika dibanding konsentrasi asam lemak orang Minang dengan keturunan Cina dan Eropa yang tinggal di Melbourne, terlihat bahwa.konsentrasi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh terutama total asam lemak omega 3 orang Minang jauh lebih tinggi sedangkan total asam lemak omega 6 orang Minang lebih rendah.

10 Baca lebih lajut

Hidup Sehat dengan Makanan Minang.

Hidup Sehat dengan Makanan Minang.

Konsumsi kelapa dan ikan yang tinggi tersebut tergambar pada konsentrasi asam lemak plasma orang Minang, seperti tampak pada gambar diatas. Jika dibanding konsentrasi asam lemak orang Minang dengan keturunan Cina dan Eropa yang tinggal di Melbourne, terlihat bahwa.konsentrasi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh terutama total asam lemak omega 3 orang Minang jauh lebih tinggi sedangkan total asam lemak omega 6 orang Minang lebih rendah

8 Baca lebih lajut

Masakan Minang dan Resiko Penyakit Kardiovaskuler.

Masakan Minang dan Resiko Penyakit Kardiovaskuler.

Konsumsi kelapa dan ikan yang tinggi tersebut tergambar pada konsentrasi asam lemak plasma orang Minang, seperti tampak pada gambar diatas. Jika dibanding konsentrasi asam lemak orang Minang dengan keturunan Cina dan Eropa yang tinggal di Melbourne, terlihat bahwa.konsentrasi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh terutama total asam lemak omega 3 orang Minang jauh lebih tinggi sedangkan total asam lemak omega 6 orang Minang lebih rendah

8 Baca lebih lajut

CIlik-cilik Cina, suk gedhe arep dadi apa? : sebuah studi Autoetnografi mengenai pengalaman rasisme.

CIlik-cilik Cina, suk gedhe arep dadi apa? : sebuah studi Autoetnografi mengenai pengalaman rasisme.

Menjadi orang keturunan Cina adalah menjadi orang yang istimewa di Indonesia ini. Banyak pengalaman yang begitu berbeda kami rasakan walaupun kami sama-sama warga negara Indonesia, mulai dari berbagai kerusuhan anticina, sampai berbagai undang-undang yang bersifat diskriminatif. Keistimewaan ini membuat saya ingin melihat bagaimana pengalaman rasisme sebagai orang keturunan Cina di Indonesia. Kebutuhan untuk memaknai apa yang dialami dan bagaimana pengalaman sebagai peneliti tidak dibungkam atas nama jarak dan objektivitas membuat saya menggunakan metode penelitian dan penulisan autoetnografi. Metode yang menggunakan pengalaman pribadi dari penulisnya sebagai sumber data dari penelitian. Pengalaman rasisme yang saya ceritakan dalam tulisan ini akan saya analisa menggunakan teori dari Frantz Fanon. Dari data ditemukan bahwa adanya kecenderungan saya untuk menolak kecinaan saya yang membuat saya menjadi Liyan dan berusaha menjadi yang standar yaitu Jawa. Usaha yang pada akhirnya gagal dan menuntut negosiasi terus menerus.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

CIlik cilik Cina, suk gedhe arep dadi apa sebuah studi Autoetnografi mengenai pengalaman rasisme

CIlik cilik Cina, suk gedhe arep dadi apa sebuah studi Autoetnografi mengenai pengalaman rasisme

6 kulit hitam di Prancis. Bertemu Fanon membuat saya merasakan bahwa apa yang saya alami itu bukan pengalaman diri saya sendiri saja. Kami sama-sama merasakan bagaimana menjadi liyan dan bagaimana itu memengaruhi kami sebagai individu. Saya jadi merasa heran kenapa saya begitu terlambat mengenal Frantz Fanon, padahal orang ini berbicara mengenai psikologi dan dominasi kolonial, sesuatu yang sangat relevan dengan keadaan Indonesia sebagai negara bekas jajahan. Tulisan lain adalah karya Ien Ang dalam ―On Not Speaking Chinese‖ yang merupakan suatu kumpulan artikel dari penulis dalam bentuk tulisan semi-autobiographical (2001: vii) mengenai pengalamannya sebagai seorang keturunan Cina diaspora dalam kehidupannya sebagai seorang akademisi dan mengalami benturan-benturan dengan berbagai budaya. Kedua buku ini akan saya bahas dan jelaskan lebih lanjut pada bagian lain bab ini.
Baca lebih lanjut

163 Baca lebih lajut

Studi Fenomenologi: Penerimaan Diri pada Keturunan dari Pernikahan Cina-Jawa.

Studi Fenomenologi: Penerimaan Diri pada Keturunan dari Pernikahan Cina-Jawa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan terkait identitas etnis pada beberapa dekade lalu tidak dialami oleh keturunan dari pernikahan Cina- Jawa pada masa sekarang. Keempat subjek tidak mengalami permasalahan terkait identitas etnis yang membuat subjek tersebut merasa inferior sebagai keturunan dari pernikahan Cina-Jawa. Berdasarkan tahap penerimaan diri, subjek 1 dan 3 berada pada tahap self evaluation, yaitu membandingkan penilaian dirinya terhadap teman-temannya terkait dengan identitas etnis, sedangkan subjek 2 dan 4 berada pada tahap real ideal comparison, yaitu kesesuaian antara keturunan Cina-Jawa yang menurutnya ideal dengan dirinya yang sekarang.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Studi Fenomenologi: Penerimaan Diri pada Keturunan dari Pernikahan Cina-Jawa BAB 0

Studi Fenomenologi: Penerimaan Diri pada Keturunan dari Pernikahan Cina-Jawa BAB 0

Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan terkait identitas etnis pada beberapa dekade lalu tidak dialami oleh keturunan dari pernikahan Cina- Jawa pada masa sekarang. Keempat subjek tidak mengalami permasalahan terkait identitas etnis yang membuat subjek tersebut merasa inferior sebagai keturunan dari pernikahan Cina-Jawa. Berdasarkan tahap penerimaan diri, subjek 1 dan 3 berada pada tahap self evaluation, yaitu membandingkan penilaian dirinya terhadap teman-temannya terkait dengan identitas etnis, sedangkan subjek 2 dan 4 berada pada tahap real ideal comparison , yaitu kesesuaian antara keturunan Cina-Jawa yang menurutnya ideal dengan dirinya yang sekarang.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan Tradisional Majapahit Dengan Be

Hubungan Tradisional Majapahit Dengan Be

Kerajaan Majapahit mencapai zaman kegemilangannya semasa pemerintahan Hayam Wuruk dengan pimpinan Patih Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Majapahit telah menakluk hampir dari keseluruhan Nusantara dan telah menyebarkan sayapnya sehingga ke seluruh Asia Tenggara. Dalam negara Kertagama, Hayam Wuruk sebagai raja Majapahit telah melakukan ziarah ke makam leluhurnya ( kawasan yang berada di sekitar daerah Malano). Salah satunya di makam Ken Arok. Ini menunjukkan bahawa walaupun bukan pusat pemerintahan namun Malang adalah kawasan yang disucikan kerana merupakan tanah makam para leluhur yang dipuja sebagai Dewa. Beberapa prasasti dan arca peninggalan Majapahit di kawasan puncak Gunung Semeru dan juga di Gunung Arjuna menunjukkan bahawa kawasan gunung tersebut adalah tempat bersemayam para Dewa dan hanya keturunan Raja sahaja yang
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGUNGKAPAN DIRI DAN HARGA DIRI DENGAN SIKAP ETNIS CINA TERHADAP ETNIS JAWA.

HUBUNGAN ANTARA PENGUNGKAPAN DIRI DAN HARGA DIRI DENGAN SIKAP ETNIS CINA TERHADAP ETNIS JAWA.

Berdasarkan hasil observasi pra penelitian yang dilakukan oleh peneliti di lokasi penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar warga keturunan etnis Cina dalam pengungkapan dirinya cenderung terbuka dengan sesama warga keturunan etnis Cina dan tertutup bagi warga etnis lain. Hal ini dapat dilihat dari sebagian besar warga keturunan etnis Cina apabila membuat rumah membuat pagar tinggi dan pintu selalu tertutup. Kondisi ini membuktikan bahwa warga keturunan etnis Cina di masyarakat hidup tertutup dengan lingkungan.

6 Baca lebih lajut

Perkembangan pengadilan pradata masa reorganisasi bidang hukum di kasunanan Surakarta tahun 1893 1903

Perkembangan pengadilan pradata masa reorganisasi bidang hukum di kasunanan Surakarta tahun 1893 1903

Pada tanggal 16 Juli 1901 pada malam hari terjadi perampokan terhadap seorang cina, para bandit tersebut bersenjatakan revolver dan golok. Bandit itu berhasil membawa harta benda senilai 3100 Gulden . 128 Pelaku perbanditan tidak hanya datang dari rakyat biasa, tetapi bangsawanpun ada yang menjadi pelaku pengkecuan . Pengkecuan tersebut dilakukan oleh Pangeran Ario Hadiningrat pada bulan Desember, Pangeran Ario Hadiningrat melakukan pengkecuan terhadap seorang keturunan cina di daerah kampung Poerwodiningratan dan berhasil membawa harta korban senilai 127,5 Gulden . 129 Kasus-kasus pengkecuan tersebut semakin meresahkan masyarakat karena disamping terjadi hampir setiap malam juga karena para pelaku pengkecuan tersebut bertindak kejam Kasus-kasus tersebut dapat ditangani Pengadilan Pradata dengan bantuan polisi yang melakukan penangkapan terhadap pelaku setelah ada laporan dari para Bupati Gunung dari daerah kejahatan yang dilakukan yang kemudian dilakukan pemeriksaan oleh Patih dalem yang akan dikirimkan bahan-bahan hasil pemeriksaan kepada pengadilan pusat dan diproses menurut perkara yang ditangani. Pengadilan Pradata seijin dari sunan telah melaksanakan tugasnya
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI SOSIAL ETNIS TIONGHOA DALAM IKLAN PT MASPION GROUP VERSI IRMAN GUSMAN - FISIP Untirta Repository

KONSTRUKSI SOSIAL ETNIS TIONGHOA DALAM IKLAN PT MASPION GROUP VERSI IRMAN GUSMAN - FISIP Untirta Repository

pelit yang sengke yang medit, melekat di orang pribumi yang bekerja di tempat usaha etnis tionghoa, yang akhirnya ketika dia bekerja, oh iya y abos ini saya ini pelit, pasti ada sisi yang tidak dilihatdan akhirnya mereka mengeneralisir semua orang cina itu pelit, akhirnya ada konflik, karna ada generalisir ini, maka setiap ketemu dengan orang tionghoa asti mensteoritpkan orang tionghoa itu pelit dan tidak bisa di ajak kerjasama dengan baik, terus hanya menumpuk kekayaan sajadan merasa kehidupannya ekslusif, nah untukeksklusifitas ini bahwa ketidak inginan orang tionghoa untuk berurusan dengan pemerintahan bahkan dengan pihak rumah sakit, itu membuat mereka menjadi orang yang sangat ekslusif dan hanya ingin berkumpul dengan orang tionghoa juga, di Jakarta juga ada perumahan yang isinya orang tionghoa semua, dan ada pager seakan akan mereka tidak ingin berbaur, dan tiu adalah konsekuensi dari di berlakukannya inpres itu aakhirnya mereka prefentif terhadap hal-hal yang akan terjadi d kemudian hari, masih ada yang memang encim-encim yang generasinya itu masih hidup sampe sekarang yang memang mereka hidup di antara gonjang ganjing berdasarkan etnis itu dua periode tahun 65 sama 98, masih ada sampai sekarang yang merasakan pergolakan politik dan situasi di Indonesia di tahun 65 dia mengalami dai tahun 98 dia juga mengalami, akhirnya itu menjadi etnis tionghoa ini merasa tidak aman dengan hidupnya di Indonesia, akhirnay mereka bersikap prefentif dengan keadaan yang ada, apalagi yang terahri soal ahok menjadi trauma sendiri untuk etnis tionghoa yang hidupnya mengalami masa 1965 dengan 1998 menjadi sangat ketakutan, makanya jahat sekali yang menggunakan isu identitas dan isu etnis untuk meraih kekuasaan.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Kedudukan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) Terhadap Hak WNI Keturunan Tionghoa Cina Benteng di Tangerang Dalam Mendapatkan Pelayanan Publik Berdasarkan Hukum Kewarganegaraan Indo.

Kedudukan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) Terhadap Hak WNI Keturunan Tionghoa Cina Benteng di Tangerang Dalam Mendapatkan Pelayanan Publik Berdasarkan Hukum Kewarganegaraan Indo.

SBKRI dilatarbelakangi oleh sistem stelsel aktif kewarganegaraan RRC, dimana SBKRI merupakan bukti kewarganegaraan akibat memilih kewarganegaraan. SBKRI pertama kali diatur dalam ketentuan penutup UU No. 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dan bersifat fakultatif. Masih ada peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar diterapkannya SBKRI dalam praktik. Diwajibkannya SBKRI bagi warga keturunan Tionghoa ternyata menjadi suatu praktik dikskriminatif dalam pelayanan publik. Tanpa SBKRI, maka tidak dapat mengurus dokumen- dokumen kewarganegaraan guna mendapatkan pelayanan publik. Dengan demikian, keberadaan SBKRI ini pada akhirnya melanggar hak konstitusional warga keturunan Tionghoa. SBKRI telah dicabut oleh peraturan perundang- undangan baik di ranah hukum kewarganegaraan maupun hukum pelayanan publik. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui status hukum SBKRI pasca dikeluarkannya UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dan untuk mengetahui apakah SBKRI bertentangan dengan UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Show all 2154 documents...