Kinerja Aparatur Desa

Top PDF Kinerja Aparatur Desa:

Peningkatan Kinerja Aparatur Desa Melalui Program Pembelajaran Microsoft Excel di Desa Cibereum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung

Peningkatan Kinerja Aparatur Desa Melalui Program Pembelajaran Microsoft Excel di Desa Cibereum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung

LAPORAN AKHIR KKL-PPM PENINGKATAN KINERJA APARATUR DESA MELALUI PROGRAM PEMBELAJARAN MICROSOFT EXCEL DI DESA CIBEUREUM KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG Oleh : Victor Lumanu[r]

1 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS KINERJA APARATUR DESA DALAM BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo)

UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS KINERJA APARATUR DESA DALAM BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo)

Sesuai dengan kinerja aparatur desa dapat di lihat dalam kemampuan kerja aparatur desanya, dimana aparatur desa masing-masing memiliki tugas dan wewenang diantaranya yang telah dijalankan meliputi yaitu pelayanan kepada masyarakat serta melaksanakan tugas atau wewenang lain yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan indikator Pelayanan Fleksibel, Koordinasi, Kreatifitas, dan Tanggung Jawab. Kinerja aparatur desa tentu tidak akan bisa diterapkan tanpa adanya upaya untuk meningkatkan kinerja aparatur desa sendiri. Sebab nantinya hasil kinerja itu sendiri yang akan menentukan kesejahteraan masyarakatnya. Adapun upaya meningkatkan efektifitas kinerja aparatur desa yang sering dilakukan oleh pemerintahan desa yaitu berupa pelatihan dan pengalaman. Dengan pelatihan yang diterima oleh aparatur desa maka pengetahuan dan wawasannya akan bertambah sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya dibidang pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan hasil dari kinerja aparatur desa yang berbentuk gotong royong.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

KINERJA APARATUR DESA DALAM MENUNJANG PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN KEBIJAKAN DESA DI DESA TAKERHARJO KECAMATAN SOLOKURO KABUPATEN LAMONGAN.

KINERJA APARATUR DESA DALAM MENUNJANG PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN KEBIJAKAN DESA DI DESA TAKERHARJO KECAMATAN SOLOKURO KABUPATEN LAMONGAN.

Kebutuhan akan sumber daya aparatur yang tangguh menghadapi perubahan kelembagaan desa bukan hanya didorong oleh faktor intern tapi juga faktor ekstern. Faktor intern karena saat aparat desa harus mempunyai keterampilan dan pengetahuan tertentu seperti membuat peraturan-peraturan desa bersama Badan Perwakilan desa, mengelola keuangan desa, dan lain-lain. Fokus penelitian ini pada kinerja aparatur desa dan proses perencanaan pembangunan dan kebijakan desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari aparatur desa Takerharjo Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan, dengan 3 standar kinerja yaitu, kedisiplinan, semangat kerja, dan penyelesain tugas, yang nanti akan berdampak pada proses perencanaan pembangunan dan kebijakan desa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi yang didukung dengan wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh dengan triangulasi. Untuk mendapatkan validitas data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik Triangulasi sumber. Dalam penelitian ini analisis yang digunakan bersifat deskriptif analisis yang dilakukan dengan tahap (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan.hasil dari penelitian menunjukan bahwa kinerja aparatur desa Takerharjo dalam kedisiplinan masih kurang baik, dari semangat kerja juga perlu ada perbaikan, dan dari penyelesain tugas yang masih belum tepat waktu, sehingga akan berdampak pada perencanaan pembangunan dan kebijakan desa.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA BPMPD (BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA) TAPANULI UTARA DALAM MENGUPAYAKAN PENINGKATAN KINERJA APARATUR DESA.

ANALISIS KINERJA BPMPD (BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA) TAPANULI UTARA DALAM MENGUPAYAKAN PENINGKATAN KINERJA APARATUR DESA.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja BPMPD dan bagaimana mekanisme pelaksanaan kinerja BPMPD dalam meningkatkan kinerja aparatur desa di Kabupaten Tapanuli Utara. Kerjasama anatara pemerintahan daerah dan desa menjadi tolak ukur keberhasilan pemberdayaan masyarakat untuk memenuhi sebagian kebutuhan dari daerah tersebut. Penelitian ini termasuk jenis penelitian menyangkut dimensi sosial- politik dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini jugag penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data secara primer dilakukan melalui wawancara (interview) yang ditujukan untuk pegawai BPMPDg Kepala desa (informan). Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mencari data da informasi melalui bukug internetg jurnalg peraturan perundang- undangan yang berkaitan dengan masalah penelitian.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSI (1)

STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSI (1)

Strategi pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja aparatur desa. Desa Pinggan merupakan desa yang memiliki tingkat pelayanan yang rendah karena faktor pendidikan dan koordinasi serta kinerja yang kurang optimal, selain itu kurangnya pengawasan dari pemerintah juga mempengaruhi kinerja Aparat Desa. Maka dari itu perlu dilakukan strategi untuk meningkatkan kinerja SDM. Dalam penelitian ini strategi yang digunakan adalah menggunakan Analisis SWOT pendekatan kuantitatif, yaitu menganalisis Strenghs (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan) Opportunity (Tantangan) dan Threast (Ancaman) yang kemudian dibuat matriks dan skoring untuk menentukan strategi yang paling tepat. Berdasarkan hasil penelitian ini, strategi yang paling tepat untuk meningkatkan kinerja Aparatur Desa Pinggan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang adalah Peningkatan pelayanan Aparatur Desa dengan mengadakan pelatihan kepemimpinan, Pemanfaatan SDM untuk mengikuti pelatihan dalam peningkatan kualitas untuk menghadapi perkembangan teknologi dan Meningkatkan koordinasi dan kinerja aparatur dengan cara bekerjasama dengan pemerintah diatasnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAFTARAN TANAH YANG BERASAL DARI OBJEK JUAL BELI YANG BELUM BERSERTIFIKAT MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 1997 TENTANG PENDAFTARAN TANAH

PENDAFTARAN TANAH YANG BERASAL DARI OBJEK JUAL BELI YANG BELUM BERSERTIFIKAT MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 1997 TENTANG PENDAFTARAN TANAH

Masalah biaya juga masih menghambat jalannya pelaksanaan proses pendaftaran tanah objek jual beli yang belum bersertifikat. Hal ini disebabkan oleh banyaknya biaya-biaya diluar ketentuan yang diminta oleh instansi-instansi yang terkait dalam keperluan administrasi. Selain itu ternyata sebagian besar masyarakat tidak mengurus sendiri melainkan memakai jasa seseorang untuk mengurus karena keterbatasan waktu yang dimiliki oleh masyarakat yang ingin mendaftarkan tanahnya. Hal ini tentu saja menambah biaya pengeluaran. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi, karena pungutan terhadap biaya- biaya ini diluar ketentuan yang berlaku. “Menurut Hermit mengatakan bahwa bila anda tergolong orang tidak mampu secara ekonomi yang dibuktikan dengan suatu surat pernyataan sekaligus kesaksian dari Kepala desa atau lurah dan camat maka anda akan dikurangi dari biaya dalam perolahan hak milik dalam pendaftaran tanah melalui objek jual beli yang belum bersertifikat. Sedangkan dalam teknik memperlancar salah satunya adalah sebagai berikut: 6
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PROFESIONALISME KINERJA APARATUR PEMERINTAH  KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA  Profesionalisme Kinerja Aparatur Pemerintah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta (Studi Kasus Profesionalisme Kinerja Aparatur Pemerintah di Kecamatan Banjarsari Kota Surakar

PROFESIONALISME KINERJA APARATUR PEMERINTAH KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA Profesionalisme Kinerja Aparatur Pemerintah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta (Studi Kasus Profesionalisme Kinerja Aparatur Pemerintah di Kecamatan Banjarsari Kota Surakar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profesionalisme Kinerja Aparatur Pemerintah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta sudah dilaksanakan dengan efektivitas dan efisiensi yang baik oleh aparatur pemerintah di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pemerintahan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Solusi yang telah dilakukan adalah menggalakkan pembinaan kepada aparatur pemerintah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta untuk menciptakan efektivitas dan efisiensi sesuai fungsi pemerintahan; sasaran; tujuan; dan pembangunan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, dan mengoptimalkan pekerjaan dan kualitas kerja sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan masing-masing aparatur pemerintah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

BAB 14 PENCIPTAAN TATA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA

BAB 14 PENCIPTAAN TATA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA

2. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara Untuk mewujudkan aparatur negara yang bersih bebas dari korupsi dan sekaligus untuk meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan, telah dilaksanakan berbagai kegiatan di bidang pengawasan dan akuntabilitas aparatur negara dan telah menghasilkan, antara lain (1) rancangan peraturan perundang- undangan mengenai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP) sebagai penyempurnaan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; (2) terlaksananya sosialisasi, bimbingan teknis, dan evaluasi Sistem Akuntansi Keuangan Daerah/Pusat (SAKD/P) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP); (3) terlaksananya audit atas pengadaan barang/jasa di lingkungan instansi pemerintah dan BUMN/ BUMD/Badan Usaha Lainnya (BUL) yang sebagian atau seluruhnya dibiayai dari APBN, APBD, dan kekayaan yang dipisahkan; (4) temuan hasil audit investigatif atas kasus berindikasi Tindak Pidana Korupsi (TPK) yang dilimpahkan ke instansi penyidik periode 1 Oktober 2004 sampai dengan 30 April 2005 sebanyak 84 kasus senilai Rp220.155.240.823,27 dan US$ 14,358,969.28 sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel IV; (5) temuan jumlah kerugian negara hasil perhitungan dalam rangka tugas perbantuan kepada instansi penyidik periode 1 Oktober 2004 sampai dengan April 2005 sebanyak 115 kasus dengan nilai sebesar Rp635.639.820,503 dan US$ 54,278,863.60, sebagaimana dapat dilihat dalam tabel V; dan (6) tindak lanjut atas temuan hasil pengawasan dan pengaduan masyarakat mengenai tindakan korupsi di berbagai lembaga seperti yang saat ini sedang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tim tastipikor, dan aparat pengawasan yang lain.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kinerja Aparatur Dinas Pemukiman dan Perumahan dalam melaksanakan Program Penataan Ruang di Provinsi Jawa Barat

Kinerja Aparatur Dinas Pemukiman dan Perumahan dalam melaksanakan Program Penataan Ruang di Provinsi Jawa Barat

Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan perannya dalam instansi. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya instansi untuk mencapai tujuan. Instansi umumnya mendasarkan perencanaan tujuan yang hendak dicapai di masa depan dengan perilaku yang diharapkan dari keseluruhan personil dalam mewujudkan tujuan tersebut. Tujuan utama penilaian kinerja pegawai adalah untuk memotivasikan karyawan dalam mencapai sasaran operasi dan dalam memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut Marihot Tua Efendy mengatakan bahwa, Kinerja adalah unjuk kerja yang merupakan hasil kerja dihasilkan oleh pegawai atau prilaku nyata yang ditampilkan sesuai dengan perannya dalam organisasi. (Efendy, 2002:194).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

BAB II LKPJ ATA 2012

BAB II LKPJ ATA 2012

Common Goals merupakan kegiatan-kegiatan yang membutuhkan sinergitas lintas bidang dan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, antar tingkatan pemerintahan baik pusat, kabupaten/kota maupun desa/kelurahan, dan antar pelaku pembangunan baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, sebagai berikut: a. Common Goals 1, Peningkatan Kualitas Pendidikan, dengan sasaran:

17 Baca lebih lajut

LPSE Kabupaten Tanah Laut RUP BPMPD 2011

LPSE Kabupaten Tanah Laut RUP BPMPD 2011

Pembuatan WC BPMPD 1 Paket Rp 25,000,000.00 3 Pelatihan aparatur pemerintahan desa dalam bidang manajemen pemerintahan desa Pengadaan Konsumsi kegiatan pelatihan aparatur pemerintahan[r]

1 Baca lebih lajut

ANALISIS PENINGKATAN KINERJA APARATUR SI

ANALISIS PENINGKATAN KINERJA APARATUR SI

untuk performance tertentu. Dalam latihan diciptakan suatu lingkungandimana para karyawan dapat memperoleh atau mempelajari keahlian,perilaku yang spesifik yang berkaitan dengan tenaga kerja dalamrangka meningkatkan kinerja karyawan pada jabatan yang didudukinyasekarang. Menurut (Andrew E. Sikula dan Anwar PrabuMangkunegara, 2005:44), bahwa pelatihan (training) adalah suatuproses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedursistematis dan terorganisir di mana karyawan non-managerialmempelajari penegtahuan dan ketrampilan teknis dalam tujuanterbatas. mempelajari penegtahuan dan ketrampilan teknis dalam tujuanterbatas. 2. Pengertian Pengembangan
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

KINERJA APARATUR PEMERINTAHAN DESA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI DESA

KINERJA APARATUR PEMERINTAHAN DESA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI DESA

Salah satu kinerja aparat dapat diartikan sebagai suatu bentuk ukuran efisiensi dan efektivitas tidaknya suatu organisasi dijalankan. Sedangkan menurut (Handoko ,1986: 7) mengungkapkan untuk mengukur kinerja (performance) seseorang ada dua konsepsi utama yaitu efisiensi dan efektivitas. Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Efisiensi ini merupakan konsep matematis atau merupakan perhitungan rasional keluaran yang lebih tinggi (hasil, produktivitas, performance) disbanding masukan-masukan (tenaga kerja, bahan, uang, mesin, dan waktu). Dengan kata lain dapat memaksimumkan keluaran dengan masukan terbatas. Sedangkan efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seorang karyawan yang efektif adalah seorang yang dapat memilih pekerjaan yang dapat dilakukan atau metode (cara) yang tepat untuk mencapai tujuan.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA APARATUR PEMERINTAH

PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA APARATUR PEMERINTAH

Rendahnya realisasi yang terjadi sela- ma tiga tahun secara berturut-turut (2010, 2011, dan 2012) menunjukkan buruknya perencanaan dan pelaksanaan anggaran di Pemerintah Kota Palangka Raya serta bu- ruknya kinerja aparat pemerintah daerah. ABPD dapat dijadikan sebagai alat peren- canaan dan alat pengukuran kinerja yang baik, untuk mencapainya maka proses pe - nyusunan anggaran sebaiknya melibatkan banyak pihak, dimulai dari pimpinan pun- cak, pimpinan level menengah, pimpinan level bawah sampai bawahan. Goal Setting Theory (Teori Penetapan Tujuan) merupakan teori yang dapat digunakan untuk menjelas- kan hubungan antara perencanaan dan ki- nerja. Secara singkat, dalam teori tersebut dijelaskan bahwa proses penetapan tujuan dapat mempengaruhi kinerja orang-orang yang dituntut mencapai tujuan tersebut. Ke - tika sebuah tujuan dirancang, maka orang- orang yang terlibat dalam penetapan tujuan akan menginternalisasi tujuan yang ditetap- kan dan akan memiliki rasa tanggung jawab untuk mencapainya. Erez et al. (1985) men- gatakan partisipasi dalam penetapan tujuan akan meningkatkan penerimaan terhadap tujuan dan selanjutnya akan meningkatkan kinerja karena penerimaan tersebut meng- hasilkan komitmen untuk mencapai tujuan. Merujuk pada teori penetapan tujuan, apa- bila ABPD dianggap sebagai tujuan yang direncanakan, maka APBD dapat mempen - garuhi kinerja orang-orang atau karyawan yang dituntut merealisasikan APBD terse- but. Jika merujuk pada pendapat Erez et al. (1985), maka dapat pula disimpulkan bahwa apabila pegawai dilibatkan dalam penyusu- nan anggaran maka kinerja pegawai dalam merealisasikan anggaran dapat meningkat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA ASN DALAM (1)

KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA ASN DALAM (1)

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA MINAT MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK TANDA PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI KINERJA APARATUR[r]

1 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA

PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA

Kinerja aparatur Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa secara umum dapat dikatakan sudah cukup baik apabila dilihat dari dapat terselesaikannya sejumlah bidang tugas yang diselesaikan, tetapi dalam konteks kemampuan aparatur dimaksudkan disini adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk dapat melaksanakan tugas atau pekerjaan. Kinerja dalam suatu organisasi akan sangat mempengaruhi kemampuan seseorang aparatur dalam menjalankan tugasnya, karena melalui kinerja inilah catatan perolehan yang dihasilkan dan fungsi suatu pekerjaan atau kegiatan selama satu periode waktu tertentu dapat diketahui, baik dari segi kuantitas, kualitas maupun dari segi ketepatan waktu. Kuantitas dimaksudkan disini menyangkut jumlah yang harus diselesaikan. Kualitas menyangkut masalah mutu yang dihasilkan, sedangkan ketepatan waktu adalah kesesuaian dengan waktu yang telah ditentukan. Sehubungan dengan itu, maka evaluasi terhadap kinerja merupakan suatu bentuk pendekatan untuk melihat sejauh mana kemampuan seseorang telah mampu menjalankan tugas-tugas organisasi yang telah dilaksanakannya secara berhasil guna dan berdaya guna. Dalam penilaian kinerja, hasilnya agar dikaitkan dengan sumber daya yang berada dibawah wewenangnya seperti sumber daya manusia, dana, sarana dan prasarana, metode kerja dan hal lainnya yang bersangkutan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Mekanisme Kontrol Masyarakat Terhadap Kinerja Aparatur Negara.

Mekanisme Kontrol Masyarakat Terhadap Kinerja Aparatur Negara.

Namun, dari fenomena di lapangan ternyata kesemuanya masih sangat sulit diimplementasikan. Kondisi kinerja aparatur yang selama ini terpantau oleh media justru tidak sejalan dengan apa yang menjadi keinginan masyarakat. Salah satu dari sekian aspek yang perlu mendapat perhatian dalam penguatan kinerja aparatur ini adalah dengan mengembangan sistem kontrol masyarakat yang kuat. Hal ini menjadi penting sebab masyarakatlah yang selama ini menanggung kerugian akibat kinerja aparatur yang tidak memadai. Ketidak mampuan aparatur dalam menyelenggarakan pemerintahan, baik itu langsung atau tidak pada gilirannya akan ditanggung oleh masyarakat.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN APARATUR PEMERINTAH DESA DALAM PROSES PENYUSUNAN PERATURAN DESA DI KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG.

PEMAHAMAN APARATUR PEMERINTAH DESA DALAM PROSES PENYUSUNAN PERATURAN DESA DI KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG.

Memahami sebuah kajian tentang desa sangatlah menarik untuk diperhatikan. Menurut pasal 1 ayat 12 Undang-Undang No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yuridiksi, berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat, yang diakui dan/atau dibentuk dalam sistem Pemerintahan Nasional dan berada di kabupaten/kota, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Desa sebagai suatu komunitas yang terkecil dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terikat pada lokalitas tertentu baik sebagai tempat tinggal (secara menetap) maupun bagi pemenuhan kebutuhannya, sehingga dapat dipastikan bahwa setiap desa memiliki ciri dan karakteristik tertentu yang berbeda. Ciri utama yang melekat pada desa adalah fungsinya sebagai tempat tinggal dari suatu kelompok masyarakat yang relatif kecil dan memiliki kesamaan budaya dan kebiasaan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects