kinerja guru dan kinerja sekolah

Top PDF kinerja guru dan kinerja sekolah:

D ADPEND 1302460 Chapter 3

D ADPEND 1302460 Chapter 3

Instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data penelitian didasarkan pada variabel yang diteliti yang mencakup : perilaku kepemimpinan kepala sekolah, komunikasi sekolah , budaya sekolah , kinerja guru dan kinerja sekolah, berdasarkan permasalahan yang diteliti serta tujuan dari penelitian, maka ditetapkan alat pengumpul data yang relevan dengan batasan permasalahan, Alat pengumpul data dikembangkan dengan kuesioner yang berbentuk skala Likert, dimana pernyataan-pernyataan merupakan indikator- indikator sebagai pengembangan setiap dimensi dari variabel penelitian. Angket disebar kepada seluruh responden kemudian dimintakan tanggapan mereka sesuai dengan kondisi yang dirasakan sehar-hari. Setelah data terkumpul kemudian ditabulasi sesuai item soal dan skor jawaban yang telah ditentukan sebelumnya.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

D ADPEND 1302460 Chapter 1

D ADPEND 1302460 Chapter 1

Hasil Penelitian Pusat Informatika Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menunjukkan bahwa Guru yang berkualitas mempunyai hubungan dengan kualitas pendidikan (Depdikbud,1994: 64). Oleh karena itu betapa pentingnya pembinaan profesional Guru secara terarah dan terprogram untuk meningkatkan kemampuan dan gairah mengajarnya, sehingga penampilan mengajarnya dapat lebih efektif dan efisien. Pada umumnya secara kualitas bahwa kinerja sekolah dasar negeri berada pada kategori di bawah standar, baik dilihat dari hasil belajar anak, kinerja guru, dan performa kelembagaan kualitasnya berada di bawah sekolah dasar swasta. Dalam konteks peningkatan kualitas pelayanan dibutuhkan efektifitas administrasi /manajemen sekolah yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah. Di mana kepala sekolah berperan sebagai pemegang kunci kesuksesan sekolah sesuai dengan tugas dan kewenangannya (Ametembun,2005). Perilaku pemimpin telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi produktivitas bawahan dalam organisasi di mana sistem sekolah tidak terkecuali (Babayemi, 2006 dalam SA Oyegoke ,2012). Salah satu aspek penting dalam menjalankan kepemimpinan adalah menerapkan gaya dan strategi kepemimpinan, mengembangkan komunikasi sekolah dan mengembangkan nilai budaya dalam kepemimpinannya, yang berpengaruh terhadap kinerja guru yang berimplikasi terhadap kinerja sekolah yang dipimpinnya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

D ADPEND 1302460 Table of Content

D ADPEND 1302460 Table of Content

Sumarna Jaeludin, 2016 Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Komunikasi Sekolah, Budaya Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Kinerja Sekolah Universitas Pendidikan Indonesia |[r]

3 Baca lebih lajut

D ADPEND 1302460 Title

D ADPEND 1302460 Title

PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN, KOMUNIKASI SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP KINERJA SEKOLAH PADA SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KABUPATEN BANDUNG DISERTASI Diajukan Unt[r]

3 Baca lebih lajut

Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Guru (PKG) Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) (Studi Kasus SMA Negeri 9 Semarang).

Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Guru (PKG) Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) (Studi Kasus SMA Negeri 9 Semarang).

Memiliki guru, staf tenaga pengajar, yang profesional merupakan sebuah keharusan bagi sekolah baik SD, SMP maupun SMA dalam melaksanakan proses pendidikan yang bermutu, demikian halnya dengan SMA Negeri 9 Semarang. Untuk itu, sekolah selalu mendorong peningkatan profesionalitas guru dengan cara memantau kerja guru dalam mengimplementasikan tugasnya sehingga dapat mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Pembuatan sistem pendukung keputusan merupakan salah satu cara untuk membantu dalam menentukan penilaian kinerja guru di SMA Negeri 9 Semarang dan diharapkan sistem tersebut mampu menentukan mana alternatif terbaik berdasarkan ranking perkalian bobot tiap kriteria. Kriteria yang dinilai dalam penilaian kinerja guru ini meliputi kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran dan kerjasama. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan suatu sistem yang menghasilkan suatu alternatif keputusan yang dapat dipergunakan sebagai alat bantu dalam mengambil sebuah keputusan. Model yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan ini adalah Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM). Metode SAW ini dipilih karena metode ini menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah guru yang memiliki PKG tertinggi berdasarkan kriteria – kriteria yang ditentukan. Dengan metode perankingan tersebut, diharapkan penilaian akan lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot yang sudah ditentukan sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih akurat terhadap siapa yang akan menerima reward tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN buku 2 pedoman pkg

PENDIDIKAN buku 2 pedoman pkg

Pelaksanaan penilaian kinerja guru kelas/mata pelajaran dilakukan melalui pengamatan dan pemantauan. Pengamatan adalah kegiatan untuk menilai kinerja guru sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Sedangkan pemantauan adalah kegiatan untuk menilai kinerja guru melalui pemeriksaan dokumen, wawancara dengan guru yang dinilai, dan/atau wawancara dengan warga sekolah. Pengamatan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan di kelas dan/atau di luar kelas tanpa harus mengganggu proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis bukti-bukti baik yang berbentuk dokumen perencanaan maupun dokumen tambahan lain serta hasil catatan pengamatan maupun hasil wawancara dengan peserta didik, orang tua dan teman guru, penilai menetapkan apakah indikator kinerja tugas utama secara utuh terukur atau teramati dengan cara membandingkan hasil analisis dan/atau catatan tersebut dengan rubrik penilaian yang merupakan bagian dari instrumen penilaian kienrja guru.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Profesi kepribadian guru Penyegaran. pptx

Profesi kepribadian guru Penyegaran. pptx

PENGAWAS SEKOLAH YANG PROFESIONAL Kinerja guru Dalam Pembelajaran Kinerja guru Dalam Kinerja Kep.Sek Dalam Mengelola Pendidikan Kinerja Kep.Sek Dalam Mengelola Pendidikan Mitra G[r]

30 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS WIRATNO KECAMATAN CILACAP TENGAH

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS WIRATNO KECAMATAN CILACAP TENGAH

(9) Penelitian yang dilakukan oleh Han dan Richard Lynch mahasiswa Assumption University Of Thailand pada tahun 2014 yang berjudul “The Relationship between perception of School Climate and Achievement Motivation among Korean Students in Grades 6 to 12 at a selescted International School in Bangkok, Thailand”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang siginifikan antara persepsi mahasiswa Korea mengenai iklim sekolah dan tingkat motivasi berprestasi mereka. Delapan puluh tiga mahasiswa korea yang belajar di sekolah internasional di Bangkok tahun akademik 2013 menjadi sampel dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan ada sebuah hubungan yang signifikan antara persepsi mahasiswa korea mengenai iklim sekolah dan tingkat motivasi berprestasi mereka. Penelitian ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Persamaan dalam penelitian ini adalah menggunakan motivasi berprestasi sebagai variabel. Perbedaan dalam penelitian ini adalah lokasi penelitian, subyek penelitian, dan variabel penelitian.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

BUKU 2 PEDOMAN PKG

BUKU 2 PEDOMAN PKG

Menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009, penilaian kinerja guru adalah penilaian yang dilakukan terhadap setiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Pelaksanaan tugas utama guru tidak dapat dipisahkan dari kemampuan seorang guru dalam penguasaan dan penerapan kompetensinya. Dalam hal ini adalah kompetensi yang sangat diperlukan bagi guru seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Penguasaan dan penerapan kompetensi sangat menentukan tercapainya kualitas proses pembelajaran, pembimbingan peserta didik, dan pelaksanaan tugas tambahan yang relevan yang sesuai dengan fungsi sekolah/madrasah. Untuk itu, perlu dikembangkan sistem penilaian kinerja guru
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Gambar 1 Hasil Lintasan dalam Analisis Jalur

Gambar 1 Hasil Lintasan dalam Analisis Jalur

Metode penelitian yang digunakan da- lam penelitian ini adalah Explanatory research, hal ini sesuai dengan tujuan penelitian yaitu meneliti pengaruh kultur sekolah terhadap motivasi belajar siswa melalui kinerja guru di SMK Negeri 1 Turen. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Random Sampling. Penelitian ini mengunakan instru- men berupa kuesioner dan untuk menentu- kan panjang pendeknya kelas interval maka digunakan Skala likert dengan 5 alternatif jawaban. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Turen sebanyak 510 siswa, karena keterbatasan bia- ya dan waktu maka diambil sampel seban- yak 15% atau 75 siswa. Sesuai pendapat yang dikemukakan oleh Arikunto (2002: 112) ber- pendapat bahwa.”Apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian popula- si. Selanjutnya apabila subjeknya besar lebih dari 100, maka dapat diambil antara 10- 15% atau 20-25% atau lebih.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KINERJA KEPEMIMPINAN SEKOLAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU TERHADAP KEEFEKTIFAN SEKOLAH : Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri Se- Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

KONTRIBUSI KINERJA KEPEMIMPINAN SEKOLAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU TERHADAP KEEFEKTIFAN SEKOLAH : Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri Se- Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Untuk keperluan penelitian mengenai Kontribusi Kinerja Kepemimpinan Sekolah dan Kinerja Mengajar Guru Terhadap Keefektifan sekolah pada SMAN Se- Kabupaten Deli Serdang yang dikategorikan berdasarkan pada status sekolah negeri, maka metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan maksud ingin mendapatkan gambaran informasi yang komprehensif mengenai variabel penelitian yang terjadi saat ini. Adapun pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran mengenai kontribusi mengenai variabel penelitian khususnya vaniabel , dan Y.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

4 www.folderpendidikan.com INSTRUMEN PK GURU TUGAS TAMBAHAN   KEPALA PERPUSTAKAAN

4 www.folderpendidikan.com INSTRUMEN PK GURU TUGAS TAMBAHAN KEPALA PERPUSTAKAAN

4. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui: (1) Observasi. Dilakukan dengan cara mengamati lingkungan perpustakaan baik secara fisik maupun nonfisik (persepsi pengguna) perpustakaan sekolah; (2) Wawancara. Dilakukan dengan mewawancarai guru yang diberi tugas sebagai kepala perpustakaan sekolah serta sumber-sumber yang relevan, antara lain kepala sekolah, wakasek, guru, siswa, dan staf tata usaha; dan (3) Dokumen. Dilakukan dengan cara menelaah dokumen-dokumen yang ada kaitannya dengan kegiatan yang dilakukan kepala perpustakaan sekolah.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

t por 0809367 bibliography

t por 0809367 bibliography

Ikke Dewi Sartika (1999) “Mutu Total STPDN: Pengaruh Budaya Organisasi Yang berorientasi Manajemen Mutu Total, Kepuasan Kerja dan Tahapan Mutu terhadap Kinerja Pengelola Dosen Tetap STPDN.” Disertasi, FPS IKIP Bandung, tidak diterbitkan.

3 Baca lebih lajut

t adp 0909923 chapter1

t adp 0909923 chapter1

Dengan demikian motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan kinerja mengajar yang efektif. Motivasi dapat menggerakkan individu untuk berbuat dan bekerja. Sehebat apapun kinerja kepala sekolah tidak akan terwujud suatu kinerja yang efektif tanpa didukung dengan motivasi kerja yang cukup. Seperti yang diungkapkan oleh Aceng Hasim (2005) dalam penelitiannya tentang kinerja mengajar guru dikemukakan bahwa,” Jika K inerja

12 Baca lebih lajut

S ADP 1103070 chapter5

S ADP 1103070 chapter5

1. Kinerja mengajar guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Cimahi Selatan ada pada kategori tinggi, walaupun demikian perlu adanya upaya peningkatan kinerja mengajar guru. Jika kinerja mengajar guru rendah terutama pada indikator evaluasi pembelajaran yaitu merancang evaluasi dalam mengukur keberhasilan siswa dan memanfaatkan hasil evaluasi, tentunya akan berdampak pada output pendidikan yaitu siswa dan guru itu sendiri. Evaluasi pembelajaran yang tidak sesuai akan berdampak pada pencapaian target yang telah ditetapkan sebelumnya. Bagaimanapun, evaluasi tidak akan bermakna jika hasilnya tidak digunakan sebaik mungkin. Misalnya dijadikan rujukan untuk rencana pembelajaran selanjutnya dan merefleksi kinerja guru tersebut.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

S ADP 1105810 Chapter5

S ADP 1105810 Chapter5

Untuk meningkatkan kinerja mengajar guru di kelas, sebaiknya kepala sekolah memperhatikan indikator keberhasilan kinerja mengajar guru yang salah satunya dipengaruhi oleh supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah hendaknya lebih mematangkan lagi perencanaan supervisi akademik secara terprogram untuk membantu proses pelaksanaan supervisi akademik dan dapat mengetahui masalah yang masih di hadapi oleh guru. Kepala sekolah harus lebih bisa memanfaatka n sumber daya yang ada di sekolah untuk kelancaran proses belajar mengajar. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki sekolah untuk mengoptimalkan kinerja mengajar guru.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMBE Pemberdayaan Guru Di SMP Negeri 2 Kismantoro.

PEMBE Pemberdayaan Guru Di SMP Negeri 2 Kismantoro.

Hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam rangka pemberdayaan guru melalui profesionalisme guru, yakni pengetahuan akan sistem kinerja oleh guru relative kurang. Kedisiplinan guru dalam pembelajaran relatif lemah, perangkat administrasi pembelajaran relatif berat. Hal ini telah diupayakan suatu solusi melalui pembinaan pengetahuan dan keterampilan teknis lewat pemberdayaan kompetensi guru. Mendengarkan masukan-masukan atau pengarahan tentang pentingnya suatu kedisiplinan dalam melaksanakan proses pembelajaran, agar guru dapat mematuhi aturan sekolah dan aturan kepegawaian yang mengikat. Salah satu solusi yang dilakukan kepala sekolah dalam pemberdayaan guru, kepala sekolah aktif dalam pembinaan kemampuan professional kepala sekolah. Berbagai wadah yang telah dikembangkan dalam pembinaan kemampuan professional kepala sekolah antara lain Musyawarah Kepala Sekolah (MKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). Kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi yang sangat berpengaruh dan menentukan kemajuan sekolah harus memiliki kemampuan administrasi, memiliki komitmen tinggi dan luwes dalam melaksanakan tugasnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KESEJAHTERAAN TERHADAP KINERJA GURU HONORER SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA | SUKMANA | Administrasi Pendidikan : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pascasarjana 149 720 1 PB

PENGARUH PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KESEJAHTERAAN TERHADAP KINERJA GURU HONORER SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA | SUKMANA | Administrasi Pendidikan : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pascasarjana 149 720 1 PB

Pembiayaan tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan, baik pembiayaan langsung maupun tidak langsung. Sudah menjadi fakta bahwa pendidikan baik membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menurut Fatah (1998) pembiayaan pendidikan merupakan faktor penting dalam menyediakan komponen- komponen input pendidikan. Bisa dilihat, biasanya lembaga pendidikan yang mewah menandakan lembaga tersebut menyelenggarakan pendidikan yang bermutu. Dengan demikian, variasi pembiayaan pendidikan akan sangat bervariasi. Oleh karena itu, keuangan atau pembiayaan pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan atau sekolah menjadi faktor esensial. Hal ini sejalan dengan pendapat Supriadi (2001) yang menyatakan bahwa biaya pendidikan merupakan salah satu komponen input yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB I Pendahuluan - HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA GURU PADA SMK NEGERI 20 JAKARTA - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

BAB I Pendahuluan - HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA GURU PADA SMK NEGERI 20 JAKARTA - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

memiliki motivasi yang tinggi. Menurutnya, keberhasilan seorang guru adalah kepuasan untuk mendidik dan membina mental anak menjadi manusia yang seutuhnya sehingga anak dapat berbakti kepada bangsanya. Guru adalah mutiara bangsa. Untuk sukses menjadi guru yang utama adalah tulus hati untuk mendidik siswanya juga cinta terhadap anak didiknya. Jika dia sudah cinta dengan profesi dan anak didiknya, maka dia akan mendidik dengan baik dan dapat meraih kepuasan bekerja," terangnya.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS SIKAPAT DAN SIPAYUNG KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS SIKAPAT DAN SIPAYUNG KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG

Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh guru Sekolah Dasar Negeri Gugus Sikapat dan Sipayung Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang sebanyak 94 guru. Sampel penelitian sebanyak 75 guru yang ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur, angket, dan dokumentasi. Tenik analisis data menggunakan uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. Uji prasyarat yang digunakan meliputi uji normalitas, linieritas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Uji hipotesis menggunakan uji t satu sampel, analisis korelasi sederhana, regresi sederhana, korelasi ganda, regresi berganda, koefisien determinan, dan uji F.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...