KODE BAHASA INGGRIS DAN ITALIA

Top PDF KODE BAHASA INGGRIS DAN ITALIA:

CAMPUR KODE BAHASA INGGRIS DAN ITALIA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI TABLOID BOLA: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK

CAMPUR KODE BAHASA INGGRIS DAN ITALIA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI TABLOID BOLA: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul: “ Campur Kode Bahasa Inggris dan Italia terhadap Bahasa Indonesia di Tabloid BOLA: Tinjauan Sosiolinguistik ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, dan belum pernah diajukan pada institusi mana pun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

15 Baca lebih lajut

CAMPUR KODE BAHASA INGGRIS DAN ITALIA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI TABLOID BOLA: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK

CAMPUR KODE BAHASA INGGRIS DAN ITALIA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI TABLOID BOLA: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK

Metode yang digunakan dalam tahap penyediaan data, antara lain menggunakan metode dokumentasi, dilanjutkan dua metode yang dapat digunakan dalam tahap penyediaan data, yaitu metode simak dan metode cakap. Metode simak adalah metode yang dilakukan oleh peneliti dengan menyimak penggunaan bahasa di lapangan, yaitu menyimak pemakaian campur kode bahasa Inggris dan Italia terhadap bahasa Indonesia pada penulisan berita di tabloid BOLA. Sedangkan, untuk memperoleh data berupa persepsi yang timbul di masyarakat terkait penyebab terjadinya campur kode dan pengaruh yang ditimbulkan dari pemakaian campur kode terhadap masyarakat, peneliti menggunakan metode cakap sebagai tahap penyediaan data. Teknik selanjutnya adalah teknik catat. Untuk metode simak, teknik selanjutnya yang digunakan peneliti yaitu teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Campur kode bahasa Inggris dan bahasa Italia terhadap bahasa Indonesia yang diambil dari data- data di tabloid BOLA dianalisis menggunakan tinjauan sosiolinguistik. Bahasa asing yang dianalisis adalah bahasa Inggris dan bahasa Italia.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

CAMPUR KODE BAHASA INGGRIS DAN ITALIA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI TABLOID BOLA: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK

CAMPUR KODE BAHASA INGGRIS DAN ITALIA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI TABLOID BOLA: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul: “ Campur Kode Bahasa Inggris dan Italia terhadap Bahasa Indonesia di Tabloid BOLA: Tinjauan Sosiolinguistik ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, dan belum pernah diajukan pada institusi mana pun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

15 Baca lebih lajut

CAMPUR KODE BAHASA INGGRIS DAN ITALIA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI TABLOID BOLA: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK

CAMPUR KODE BAHASA INGGRIS DAN ITALIA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI TABLOID BOLA: TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK

bahasa Italia, sehingga diperlukan pemahaman tentang campur kode untuk memahami pemakaian bahasa asing di tabloid BOLA. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mendeskripsikan wujud campur kode bahasa Inggris dan Italia terhadap bahasa Indonesia dalam tabloid BOLA, 2) mendeskripsikan persepsi yang timbul di masyarakat terkait penyebab terjadinya campur kode bahasa Inggris dan Italia di tabloid BOLA, 3) mendeskripsikan pengaruh yang ditimbulkan dari pemakaian bahasa Inggris dan Italia di tabloid BOLA dalam kaitannya dengan campur kode terhadap masyarakat pemakai bahasa.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Campur Kode Pada Judul Berita Dalam Surat Kabar Jawa Pos Edisi Oktober 2014.

PENDAHULUAN Analisis Campur Kode Pada Judul Berita Dalam Surat Kabar Jawa Pos Edisi Oktober 2014.

Berbagai macam bahasa dan suku bangsa terdapat di bumi ini. Terdapat berbagai ragam bahasa yang berbeda disetiap negara dan suku bangsa. Banyak manusia yang ingin mengusai bahasa lebih dari satu tidak hanya menguasai bahasa asal saja. Karena ragam bahasa yang beragam terjadi suatu pencampuran bahasa. Ngalim (2013:09) berpendapat penyebutan nama bahasa pada umumnya nama komunitas antarbangsa, bangsa atau suku bangsa pemakainya. Misalnya: bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Belanda, bahasa Perancis, bahasa Italia, bahasa Cina, bahasa Jepang, bahasa Jawa, bahasa Banjar, bahasa Madura, bahasa Bali, bahasa Sasak dan bahasa Minang. Keberadaan aneka bahasa nasional, internasional, dan bahasa daerah tersebut, diiringi dengan kemampuan manusia untuk mempelajari selain bahasa pertamanya menjadi salah satu faktor munulnya monolingual (penguna satu bahasa), bilingual (pengguna dua bahasa) atau multilingual (pengguna beberapa bahasa).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

CAMPUR KODE PADA NOVEL 5 cm KARYA DONNY DHIRGANTORO DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA DI SMA

CAMPUR KODE PADA NOVEL 5 cm KARYA DONNY DHIRGANTORO DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA DI SMA

Nanang dan Ujang berasal dari Priangan, lima belas menit sebelum kuliah dimulai sudah hadir di ruangan kuliah. Keduanya terlibat dalam percakapan yang topiknya tak menentu dengan menggunakan bahasa Sunda, bahasa ibu keduanya. Sekali-kali bercampur dengan bahasa Indonesia kalau topik pembicaraan menyangkut masalah pelajaran. Ketika mereka sedang asyik bercakap-cakap masuklah Togar, teman kuliahnya yang berasal dari Tapanuli, yang tentu saja tidak dapat berbahasa Sunda. Togar menyapa mereka dalam bahasa Indonesia. Lalu, segera mereka terlibat percakapan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Tidak lama kemudian masuk pula teman- teman lainnya, sehingga suasana menjadi riuh, dengan percakapan yang tidak tentu arah topiknya dengan menggunakan bahasa Indonesia ragam santai. Ketika ibu dosen masuk ruang, mereka diam, tenang, dan siap mengikuti perkuliahan. Selanjutnya kuliah pun berlangsung dengan tertib dalam bahasa Indonesia ragam resmi(Chaer dan Agustina, 1995:141).
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

LAPORAN PENELITIAN ILMIAH ALIH KODE CAMP

LAPORAN PENELITIAN ILMIAH ALIH KODE CAMP

ragam pendapat mengenai beda keduanya. Namun, yang jelas, kalau dalam alih kode setiap bahasa atau ragam bahasa yang digunakan itu masih memiliki fungsi otonomi masing-masing, dilakukan dengan sadar, dan sengaja dengan sebab-sebab tertentu seperti yang sudah dibicarakan diatas. Sedangkan didalam campur kode ada sebuah kode utama atau kode dasar yang digunakan dan memiliki fungsi dan keotonomiannya, sedangkan kode-kode lain yang terlibat dalam peristiwa tutur itu hanyalah berupa serpihan-serpihan (pieces) saja, tanpa fungsi atau keotonomian sebagai sebuah kode. Seorang penutur misanya yang dalam berbahasa indonesia banyak menyelipkan serpihan-serpihan bahasa daerahnya, bisa dikatakan telah melakukan campur kode. Akibatnya, akan muncul satu ragam bahasa indonesia yang kejawa-jawaan (kalau bahasa daerahnya adalah bahasa jawa) atau bahasa indonesia yang kesunda-sundaan (kalau bahasa daerahnya adalah bahasa sunda).
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

ANALISIS ALIH KODE DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS DI UNIVERSITAS (Studi Kasus di UM, UMM, UNIKAMA, dan UNESA).

ANALISIS ALIH KODE DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS DI UNIVERSITAS (Studi Kasus di UM, UMM, UNIKAMA, dan UNESA).

Menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa Disertasi berjudul Analisis Alih Kode dalam Pengajaran Bahasa Inggris pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas (Studi Kasus di UM, UMM, UNIKAMA, dan UNESA) ini adalah asli (bukan jiplakan) dan betul-betul karya saya sendiri serta belum pernah diajukan oleh penulis lain untuk memperoleh gelar akademik tertentu.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects