komoditi tanaman bahan makanan

Top PDF komoditi tanaman bahan makanan:

Klasifikasi dan Strategi Pengembangan Komoditi Tanaman Bahan Makanan (Pendekatan Tipologi Klassen) Di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi - UNS Institutional Repository

Klasifikasi dan Strategi Pengembangan Komoditi Tanaman Bahan Makanan (Pendekatan Tipologi Klassen) Di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi - UNS Institutional Repository

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Klasifikasi Dan Strategi Pengembangan Komoditi Tanaman Bahan Makanan (Pendekatan Tipologi Klassen) Kabupaten Bungo Provinsi Jambi sebagai salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini taklepas dari bantuan berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada:
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENENTUAN KATEGORI KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DAN KAITANNYA DENGAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN EKONOMI DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO

PENENTUAN KATEGORI KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DAN KAITANNYA DENGAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN EKONOMI DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO

Metode pengambilan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Metode purposive yaitu pengambilan daerah penelitian secara sengaja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian (Singarimbun dan Effendi, 1997). Daerah yang digunakan sebagai lokasi penelitian adalah Kabupaten Sukoharjo. Kabupaten Sukoharjo dipilih sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa dari tahun 2004-2007 kontribusi subsektor tanaman bahan makanan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo merupakan yang terbesar akan tetapi laju pertumbuhannya berfluktuatif dengan kecenderungan menurun (lihat Tabel 1. dan Tabel 2.). Selain itu komoditi tanaman bahan makanan di Kabupaten Sukoharjo juga memiliki nilai produksi yang relatif besar (lihat Tabel 4) akan tetapi laju pertumbuhan komoditi tanaman bahan makanan yang masih berfluktuatif seperti yang terlihat pada Tabel 5. dan juga Kabupaten Sukoharjo selama ini cenderung terfokus pada pengembangan komoditi padi sehingga dengan penelitian ini diharapkan Kabupaten Sukoharjo dapat memiliki tanaman unggulan lain selain padi. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengembangkan komoditi tanaman bahan makanan sehingga dapat menunjang dalam usaha untuk mewujudkan keberlanjutan komoditi tanaman bahan makanan dalam menopang perencanaan pengembangan ekonomi Kabupaten Sukoharjo.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

ANALISIS PERAN KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN SRAGEN (PENDEKATAN TIPOLOOGI KLASSEN)

ANALISIS PERAN KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN SRAGEN (PENDEKATAN TIPOLOOGI KLASSEN)

Kabupaten Sragen telah mengembangkan pola demplot pada komoditi tanaman bahan makanan, akan tetapi untuk komoditi hortikultura hanya beberapa tanaman buah yang sudah terdapat lahan demplot. Pengembangan demplot-demplot untuk tanaman hortikultura khususnya sayur-sayuran sebaiknya dilakukan mengingat adanya potensi wilayah Kabupaten Sragen untuk tanaman hortikultura dataran rendah. Pemerintah perlu menyediakan alokasi dana dan sumberdaya manusia (penyuluh), selanjutnya dilakukan pemantauan secara kontinue sampai program selesai. Kerjasama dengan pihak swasta juga akan sangat mendukung dalam penyelenggaraan program demplot, misalnya dalam penyediaan benih/bibit, penyediaan pupuk, penyediaan pestisida, maupun penyediaan mesin pertanian. Pengembangan pola demplot dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (petani) serta dapat mengembangkan komoditi terbelakang sehingga produksinya dapat meningkat.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DALAM PENGEMBANGANPEREKONOMIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI

KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DALAM PENGEMBANGANPEREKONOMIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI

Daerah penelitian yang akan diambil adalah Kabupaten Wonogiri berdasarkan pertimbangan bahwa komoditi sektor pertanian di Kabupaten Wonogiri pada periode tahun 2004-7 memiliki kecenderungan terjadi kenaikan (BAPPEDA Kabupaten Wonogiri, 2007). Subsektor tanaman bahan makanan terhadap sektor pertanian memiliki besar kontribusi dan laju pertumbuhan yang cenderung fluktuatif dari tahun 2004-7 (Tabel 1 dan Tabel 2). Meskipun demikian, nilai produksi komoditi tanaman bahan makanan pada tahun 2004-7 di Kabupaten Wonogiri cenderung naik dan laju pertumbuhannya cenderung positif (Tabel 3 dan Tabel 4). Oleh karena itu, kondisi yang demikian perlu diperhatikan untuk diusahakan dapat lebih meningkat pada waktu mendatang, yaitu dengan menentukan strategi pengembangan pada sektor pertanian, khususnya pada komoditi dari subsektor tanaman bahan makanan di Kabupaten Wonogiri. Strategi pengembangan ditentukan baik dalam periode waktu jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

ANALISIS PERAN KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN SLEMAN (PENDEKATAN TIPOLOGI KLASSEN)

ANALISIS PERAN KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN SLEMAN (PENDEKATAN TIPOLOGI KLASSEN)

Ciherang atau Membramo yang memiliki ketahanan terhadap penyakit seperti wereng, penggunaan pupuk organik sehingga mampu mengembalikan kesuburan tanah. Pupuk organik ini dapat dibuat sendiri oleh masing-masing petani ataupun pada tiap kelompok tani seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Ngudi Makmur di Kecamatan Tempel ini dapat dikembangkan oleh kelompok lain di Kabupaten Sleman. Cara budidaya padi yang baik seperti pengolahan tanah sebelum penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit tanaman dan panen maupun pasca panen akan memberikan produksi dan kualitas padi yang baik. Pengolahan hasil produksi padi selain menjadi beras dapat berupa tepung beras dan bekatul. Bekatul merupakan bagian kulit ari dari beras, biasanya berupa serbuk halus berwarna coklat. Bekatul biasanya digunakan untuk pakan ternak, namun dengan adanya pengolahan maka bekatul dapat dikembangkan menjadi makanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DI KABUPATEN KEBUMEN

STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITI TANAMAN BAHAN MAKANAN DI KABUPATEN KEBUMEN

konsumsi artinya laju produksi beras diusahakan minimal sama dengan kecenderungan kenaikan tingkat konsumsi. Kedua, konsep kemandirian pangan. Konsep ini mengacu pada suatu posisi dimana kebutuhan pangan dalam negeri dapat ditutupi dari penerimaan (devisa) negara yang bersangkutan. Hal ini berarti strategi untuk meningkatkan ekspor sektor pertanian menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi, minimal untuk menyeimbangkan pengeluaran yang diperlukan untuk impor. Konsep ketiga yaitu ketahanan pangan. Ketahanan pangan minimal mengandung dua unsur pokok yaitu ketersediaan pangan dan aksesibilitas masyarakat terhadap bahan pangan tersebut. Penyediaan pangan dapat ditempuh melalui produksi sendiri maupun impor dari negara lain. Sedangkan aksesibilitas setiap individu terhadap bahan pangan dapat dijaga dan ditingkatkan melalui pemberdayaan sistem pasar serta mekanisme pemasaran yang efektif dan efisien (Arifin, 2001).
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Spatial Distribution of Key Sectors of West Kalimantan, Indonesia

Spatial Distribution of Key Sectors of West Kalimantan, Indonesia

Keterbatasan analisis I-O yang terutama adalah hanya menghasilkan sektor strategis semata, tanpa dapat secara nyata menjawab ‘dimana’ saja sektor-sektor tersebut berada. Keterbatasan ini dapat di’tanggulangi’dengan mengkombinasikannya melalui analisis LQ untuk menjawab gambaran lebih detil tentang sebaran wilayah dimana bahan baku dari sektor kunci (menurut hasil analisis I-O) dapat dikem- bangkan. Kemudian dengan memperhitungkan nilai produktivitas tiap komoditi tanaman bahan makanan, dapat memberikan gambaran lebih rinci tentang komoditi unggulan pada wilayah basis bahan baku industri.Dengan demikian hasil analisis ekonomi wilayah menja- di lebih komprehensif karena telah mengurangi ‘kebiasan’ sector-wise di suatu wilayah.Kembali pada keterkaitan Provinsi Kalimantan Barat dalam konteks ASEAN, baik untuk cluster BIMP EAGA maupunHoB, maka Kalimantan Barat akan dapat me’rapih’kan perencanaan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITI TANAMAN BAHAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI DENGAN PENDEKATAN TIPOLOGI KLASSEN

STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITI TANAMAN BAHAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI DENGAN PENDEKATAN TIPOLOGI KLASSEN

Sub sektor tanaman bahan makanan atau tanaman bahan pangan terdiri dari komoditi padi, berbagai macam komoditi palawija dan hortikultura. Kabupaten Boyolali tidak bisa hanya mengandalkan pada satu jenis komoditi saja sebagai penyangga utama dalam kegiatan perekonomiannya. Terkait dengan alasan tersebut maka yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali adalah menyusun strategi pengembangan dari komoditi tanaman bahan pangan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali dengan bantuan masyarakat sekitar mempunyai komoditi lain yang dapat diunggulkan, khususnya pada komoditi tanaman bahan pangan karena komoditi tanaman bahan pangan merupakan komoditi kebutuhan pokok yang dikonsumsi di setiap daerah sehingga mempunyai prospek yang bagus untuk dikembangkan serta Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali setidaknya mampu mempertahankan posisi dari komoditi-komoditi tanaman bahan pangan, terutama komoditi yang sudah mempunyai posisi sebagai komoditi unggulan. Oleh karena itulah, penelitian untuk menentukan strategi pengembangan komoditi tanaman bahan pangan dengan menggunakan pendekatan Tipologi Klassen ini dilakukan.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

POTENSI EKONOMI SUB SEKTOR PERTANIAN PANGAN PADA TINGKAT KECAMATAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO

POTENSI EKONOMI SUB SEKTOR PERTANIAN PANGAN PADA TINGKAT KECAMATAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO

Akan tetapi tidak diketahui dari daerah/Kecamatan mana saja yang memberikan kontribusi yang tinggi dan rendahnya. Faktor apa saja yang mempengaruhi produksi subsektor pangan di Kabupaten Probolinggo. Bagaimana produksi setiap daerah/Kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Dan subsektor pertanian tanaman bahan makanan apa saja yang menjadi komoditi unggulan pada Kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu kajian yang akan dibahas lebih mendalam yaitu Potensi Subsektor Pertanian Pangan Pada Tingkat Kecamatan di Kabupaten Probolinggo. B. Rumusan Masalah
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Analisis Determinan Ketahanan Pangan di Kota Tebing Tinggi

Analisis Determinan Ketahanan Pangan di Kota Tebing Tinggi

Bagi Indonesia, Pangan diidentikkan dengan suatu jenis hasil tanaman yaitu beras, karena pangan jenis ini merupakan makanan yang dijadikan bahan makanan pokok utama. Beras dijadikan hampir seluruh penduduk indonesia sebagai pemenuhan kebutuhan kalori harian. Sehingga tidak salah jika penggunaan istilah pangan disini mengacu pada perberasan nasional.

6 Baca lebih lajut

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per.03/Men/1998 Tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per.03/Men/1998 Tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan

1 - Pertanian tanaman bahan makanan pokok - Pertanian tanaman lainnya - Pertanian - Jasa pertanian dan peternakan -- Perikanan 2 PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN - Pertambangan batu bara[r]

30 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Biogas Kotoran Ternak Sapi Sebagai Pengganti Bahan Bakar Minyak Dan Gas

Pemanfaatan Biogas Kotoran Ternak Sapi Sebagai Pengganti Bahan Bakar Minyak Dan Gas

ini bukan merupakan hasil dari proses pembentukan gas bio, keberadaan gas ini dapat diindikasikan bahwa terjadi kebocoran di dalam biodigester atau pada saat perjalanan pengambilan dan pengujian sampel. Nilai kalor bersih rata-rata gas bio didapat dari persentase metana berdasarkan persamaan 2.1, untuk kelompok I yaitu 17,67 joule/cm 3 dan kelompok II yaitu 21,23 joule/cm 3 . Sedangkan berdasarkan referensi (Meynell, 1976) nilai kalor gas bio yaitu antara 20 – 26 joule/cm 3 . Berdasarkan hasil perhitungan terlihat bahwa rata-rata nilai kalor gas bio untuk kelompok II (pengenceran 1 : 4) masih berada pada rentang nilai referensi. Sedangkan untuk kelompok I meskipun memiliki nilai sedikit di bawah nilai referensi yaitu 17,67 joule/cm 3 , nilai kalor tersebut masih memungkinkan untuk digunakan sebagai sumber bahan bakar, karena setidaknya memiliki nilai kalor yang masih dalam rentang nilai gasifikasi batu bara yaitu 16,7 – 18,5 joule/cm 3 (Meynell, 1976).
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Mata Pencaharian Buruh (orang) Petani (orang) Pedagang (orang) PNS (orang) TNIPOLRI (orang)

Mata Pencaharian Buruh (orang) Petani (orang) Pedagang (orang) PNS (orang) TNIPOLRI (orang)

Apa pengaruh yang dapat bapak/ibu lihat dengan adanyan tanaman kehutanan terhadap komoditi lain yang di kembangkan?.[r]

16 Baca lebih lajut

Kajian Sistem Agroforestri di Hutan Kemasyarakatan, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Model Unit XIV Toba Samosir

Kajian Sistem Agroforestri di Hutan Kemasyarakatan, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Model Unit XIV Toba Samosir

Apa pengaruh yang dapat bapak/ibu lihat dengan adanyan tanaman pertanian terhadap komoditi lain yang di kembangkan?. ....[r]

12 Baca lebih lajut

Pengertian dan Cakupan Objek Kajian Geog

Pengertian dan Cakupan Objek Kajian Geog

Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman,hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian diartikan sebagai kegiatan pembudidayaan tanaman. Usaha pertanian diberi nama khusus untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan (biasanyapohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar (hutan). Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan danamfibia) atau serangga (misalnya lebah). Perikanan memiliki subjek hewan perairan (termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air). Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek -aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

FUNGSI DAN PERAN SUMBER DAYA ALAM NABATI

FUNGSI DAN PERAN SUMBER DAYA ALAM NABATI

SUMBER DAYA ALAM NABATI SEBAGAI KOMODITI KAYU OLAHAN SUMBER DAYA ALAM NABATI SEBAGAI KOMODITI KAYU OLAHAN Berikut beberapa bahan baku yang sering dimanfaatkan sebagai komoditi kayu[r]

24 Baca lebih lajut

Pembuatan Tepung Dari Buah Sukun (Artocarpus Altilis) bab 1

Pembuatan Tepung Dari Buah Sukun (Artocarpus Altilis) bab 1

Tepung terigu merupakan bahan dasar yang banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam pengolahan pembuatan kue. Tepung terigu merupakan salah satu bentuk alternatif produk setengah jadi yang dianjurkan, karena lebih tahan disimpan, mudah dicampur, diperkaya zat gizi (difortifikasi), dibentuk, dan lebih cepat dimasak sesuai tuntutan kehidupan modern yang serba praktis. Permasalahannya adalah terigu masih diimpor dari negara lain : bahwa impor tepung terigu tahun 1998 meningkat menjadi 24 ribu ton dari tahun 1997 yang hanya 15,2 ribu ton. Oleh karena itu perlu diupayakan bahan pengganti tepung terigu yang dapat dibuat dari bahan yang diperoleh secara lokal (Thomas, 1998).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KAJIAN KESETIMBANGAN CAIR – CAIR DENGAN METODE UNIFAC DALAM PROSES EKSTRAKSI SENYAWA EUGENOL DARI MINYAK CENGKEH -

KAJIAN KESETIMBANGAN CAIR – CAIR DENGAN METODE UNIFAC DALAM PROSES EKSTRAKSI SENYAWA EUGENOL DARI MINYAK CENGKEH -

Minyak cengkeh yang berasal dari daun cengkeh muncul sebagai salah satu mata dagang ekspor yang mampu menerobos berbagai pasar manca negara. Tanaman cengkeh merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dapat menghasilkan minyak atsiri yang bermanfaat sebagai bahan baku dalam industri farmasi maupun industri makanan, dan penggunaannya yang terbanyak adalah sebagai bahan baku rokok. Minyak cengkeh mengandung eugenol sebanyak 78 - 98%. Zat tersebut dihasilkan dari kelenjar minyak yang terdapat pada permukaan badan bunga cengkeh. Secara umum, daun dan ranting cengkeh mengandung eugenol dengan konsentrasi lebih banyak dibandingkan dengan bunga cengkeh. pemanfaatan dari senyawa eugenol hasil ekstraksi minyak cengkeh sangat potensial untuk digunakan dalam dunia industri. Selama ini minyak cengkeh yang diekspor hanya dalam keadaan minyak mentah, tetapi apabila sudah mendapatkan senyawa eugenol, nilai jualnya menjadi semakin tinggi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISIS DAYA SAING KOMODITI TANAMAN HIA

ANALISIS DAYA SAING KOMODITI TANAMAN HIA

Untuk dapat memasuki pasar tanaman hias dunia, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk dapat besaing dengan negara-negara yang lebih maju dalam pembudidayaan tanaman hias. Di kawasan Asia Tenggara, negara Thailand merupakan negara kompetitor utama yang maju dalam penerapan teknologi untuk menghasilkan berbagai jenis tanaman hias unggulan. Dengan demikian, tanaman hasil dari persilangan Thailand umumnya disukai pasar dan bernilai jual tinggi. Sejak tahun 1996 sampai dengan 2006, Indonesia memiliki lima negara tujuan ekspor terbesar tanaman hias, antara lain Jepang, Korea, Singapura, Belanda dan Amerika Serikat. Dalam usaha merebut pangsa pasar, Indonesia harus bersaing dengan Thailand sebagai negara pengekspor terbesar tanaman hias di Asia Tenggara. Negara Jepang merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia dan Thailand. Tahun 2006 nilai ekspor tanaman hias Indonesia ke Jepang mencapai 21,4 persen dari total ekspor tanaman hias Indonesia ke dunia. Sementara itu, di tahun yang sama nilai ekspor tanaman hias Thailand ke Jepang mencapai 32,64 persen dari total ekspor tanaman hias Thailand ke dunia. Selain itu, perkembangan ekspor tanaman hias Indonesia ke lima negara tujuan tersebut setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Hal tersebut diduga karena adanya berbagai faktor yang mempengaruhi (ekonomi dan non ekonomi) baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri.
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...