komponen abiotik

Top PDF komponen abiotik:

KARAKTERISTIK KOMPONEN ABIOTIK ANOA (Bubalus sp) HABITAT DALAM HUTAN PENDIDIKAN TADULAKO UNIVERSITAS KECAMATAN BOLANO LAMBUNU KABUPATEN PARIGI MOUTONG

KARAKTERISTIK KOMPONEN ABIOTIK ANOA (Bubalus sp) HABITAT DALAM HUTAN PENDIDIKAN TADULAKO UNIVERSITAS KECAMATAN BOLANO LAMBUNU KABUPATEN PARIGI MOUTONG

26 sebagai suatu kawasan yang terdiri dari berbagai komponen, baik fisik maupun biotik yang merupakan satu kesatuan dan dipergunakan sebagai tempat hidup serta berkembangbiaknya satwa liar. Dari segi komponen, habitat terdiri dari komponen fisik dan biotik. Kedua komponen tersebut membentuk sistem yang dapat mengendalikan kehidupan satwaliar. Air, udara, iklim, topografi, tanah, dan ruang dikategorikan sebagai komponen fisik. Sedangkan komponen biotik te rdiri dari vegetasi, mikro dan makro fauna serta manusia.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

LEMBAR KEGIATAN BELAJAR 1 INTERAKSI MANU

LEMBAR KEGIATAN BELAJAR 1 INTERAKSI MANU

1. Pengaruh komponen abiotik terhadap komponen biotik. Air merupakan salah satu contoh komponen abiotik dalam ekosistem. Air sangat berguna bagi makhluk hidup. Tumbuhan sangat memerlukan air, misalnya untuk bahan baku fotosintetis. Akar tumbuhan menembus ke dalam tanah untuk menyerap air dan zat-zat hara. Jika tanah mengandung cukup air maka tumbuhan akan tumbuh subur. Sebaliknya, jika kekurangan air, tumbuhan tidak akan tumbuh dengan baik. Selain berguna bagi tumbuhan, air juga berguna bagi hewan dan manusia. Hewan memerlukan air untuk minum. Bagi hewan air seperti udang, ikan dan ketam; air merupakan tempat tinggal bagi mereka. Manusia memerlukan air untuk berbagai keperluan, seperti minum, memasak, mandi dan mencuci. Contoh lain komponen abiotik yang berpengaruh terhadap komponen biotik adalah udara. Di dalam udara terdapat gas oksigen dan karbon dioksida. Oksigen merupakan gas yang diperlukan untuk pernapasan, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Adapun karbon dioksida merupakan gas yang menjadi salah satu bahan baku fotosintetis tumbuhan hijau.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGAMATAN GEJALA BIOTIK DAN ABIOTIK

PENGAMATAN GEJALA BIOTIK DAN ABIOTIK

Gejala biotik dan abiotik saling berkaitan dan tidak dapat di- pisahkan. Kejadian yang terjadi pada komponen biotik akan berpen- garuh terhadap komponen abiotik, demikian sebaliknya. Contohnya kasus banjir, air sebagai komponen abiotik yang merupakan kompo- nen vital yang dibutuhkan makhluk hidup justru sebagai penyebab banjir. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya lahan resapan akibat penggundulan hutan atau penebangan tanaman (komponen biotik), belum lagi kebiasaan buruk manusia terhadap lingkungan yang dapat mengakibatkan banjir. Akibat dari banjir tentu saja merugikan seluruh lapisan masyarakat. Coba kamu sebutkan contoh lainnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGUKURAN FAKTOR ABIOTIK LINGKUNGAN abiotik

PENGUKURAN FAKTOR ABIOTIK LINGKUNGAN abiotik

Faktor abiotik merupakan salah satu komponen atau faktor dalam lingkungan yang mempengaruhi organisme. Faktor abiotik terbagi menjadi dua kategori yaitu sumber daya fisik (physical resource) dan faktor fisik (physical factors) yang berfungsi sebagai pertahanan hidup bagi organisme. Pengukuran faktor abiotik lingkungan dengan menggunakan alat lux meter, anemometer, dan weather meter yang memiliki fungsi berbeda beda. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui komponen abiotik lingkungan, mengetahui prinsip, cara kerja, dan cara menggunakan alat-alat pengukur faktor abiotik lingkungan serta dapat menjelaskan pengaruh komponen abiotik terhadap lingkungan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

GEJALA ALAM BIOTIK DAN ABIOTIK

GEJALA ALAM BIOTIK DAN ABIOTIK

Di sekitar kita terdapat adanya benda-benda yang bisa kita golongkan menjadi 2, yaitu makhluk hidup (biotik) dan benda mati (abiotik). Tentu dengan mudah kamu dapat membedakan antara komponen biotik dan abiotik di sekitarmu. Batu dan kerikil yang berserakan di halaman rumah merupakan komponen abiotik, sedangkan kupu-kupu, burung, dan bunga mawar merupakan komponen biotik. Dengan demikian, berdasarkan

83 Baca lebih lajut

Rpp Ekositem Kelas X

Rpp Ekositem Kelas X

Komponen abiotik merupakan komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda tak hidup. Secara terperinci, komponen abiotik merupakan keadaan fisik dan kimia di sekitar organisme yang menjadi medium dan substrat untuk menunjang berlangsungnya kehidupan organisme tersebut. Contoh komponen abiotik adalah air, udara, cahaya matahari, tanah, topografi , dan iklim. Hampir semua makhluk hidup membutuhkan air. Karena itu, air merupakan komponen yang sangat vital bagi kehidupan. Sebagian besar tubuh makhluk hidup tersusun oleh air dan tidak ada satupun
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN antara sains DALAM KOLAM

HUBUNGAN antara sains DALAM KOLAM

Di ekosistem kolam juga berperan komponen abiotik seperti cahaya matahari atau intensitas cahaya, yang di mana berfungsi untuk membantu pertumbuhan hidup tanaman yang ada kolam dan sekitar kolam serta membantu proses fotosintesis, yang dapat mengahsilkan oksigen dan sebagai sumber kehidupan makhluk hidup. Intensistas cahaya sendiri merupakan banyaknya cahaya yang dibutuhkan untuk proses terbentuknya ekosistem. Jika ekosistem kolam tidak terdapat cahaya matahari, maka organisme autotrof yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber energi tidak akan hidup.

1 Baca lebih lajut

Studi Efek Tepi Perkebunan Rakyat Terhadap Struktur dan Komposisi Vegetasi di Kawasan Hutan Gunung Sibuatan Kabupaten Karo Sumatera Utara

Studi Efek Tepi Perkebunan Rakyat Terhadap Struktur dan Komposisi Vegetasi di Kawasan Hutan Gunung Sibuatan Kabupaten Karo Sumatera Utara

Iklim mikro merupakan kondisi iklim pada suatu ruang yang sangat terbatas, tetapi komponen iklim ini penting artinya bagi kehidupan manusia, tumbuhan dan hewan, karena kondisi udara pada skala mikro ini yang akan berkontak langsung (dan mempengaruhi secara langsung) dengan makhluk-makhluk hidup tersebut (Lakitan, 2002). Iklim mikro di suatu daerah merupakan faktor penentu dalam kehidupan organisme terutama manusia, hewan, dan vegetasi. Secara umum, perubahan iklim mikro (suhu dan kelembaban terutama) di suatu daerah terjadi sebagai akibat dari perubahan unsur-unsur permukaan atau perubahan fungsi lahan (Palilingan et al., 2005).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kajian Kualitas Air Sungai Singkil dengan Bioindikator Makrozoobenthos dan Plankton

Kajian Kualitas Air Sungai Singkil dengan Bioindikator Makrozoobenthos dan Plankton

Di ekosistem perairan terdapat berbagai jenis biota akuatik yang selalu hidup berkelompok membentuk komunitas yang saling berhubungan secara kompleks dan memiliki respon yang berbeda terhadap lingkungan. Akibatnya gangguan terhadap salah satu komponen ekosistem perairan akan dapat mempengaruhi komponen ekosistem lainnya. Komunitas makrozoobentos yang merupakan biota akuatik adalah salah satu komponen ekosistem perairan yang secara keseluruhan dapat terpengaruh oleh perubahan lingkungan melalui jaring- jaring makanan. Wardhana (2006) menyatakan bahwa baik buruknya kualitas suatu perairan sangat dipengaruhi oleh berbagai kegiatan disekitarnya. Seringkali kegiatan yang ada dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan yang pada akhirnya akan mengganggu kehidupan biota aquatik. Selain itu pemanfaatan sumberdaya alam perairan sering kali juga turut mempengaruhi eksistensi komponen ekosistem perairan baik secara struktural ataupun fungsional.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Mahkluk hidup sebagian besar berada di darat dengan kehidupan secara alami ha ini menyebabkan ekosistem darat alami lebih banyak daripada ekosistem darat buatan. Dari pengamatan pada lingkungan sekitar dapat disimpulkan bahwa peredaanekosistem darat alami dengan darat buatan yaitu dengan mengacu pada bentuk terjadinya. Jika pada ekosistem darat alami dalam proses terjadinya tidak ada unsur campur tangan dari makhluk hidup lain yang komponen- komponen didalam ekosistem darat buatan bisa diatur oleh manusia.

9 Baca lebih lajut

FAKTOR LINGKUNGAN ABIOTIK di eksosistem

FAKTOR LINGKUNGAN ABIOTIK di eksosistem

Faktor-faktor abiotik lainnya termasuk diantaranya adalah luasnya daerah untuk hidup dan banyaknya nutrien-nutrien tertentu yang tersedia bagi organisme. Semua organisme membutuhkan luas wilayah tertentu untuk dapat hidup dan bergerak di dalam hubungan komunitas. Mereka juga membutuhkan nutrien yang berasal dari bukan mahkluk hidup seperti fospor, untuk menjaga aktifitas tubuh seperti peredaran darah dan pencernaan. Ekologi adalah ilmu yang

14 Baca lebih lajut

25b-6 Silabus Biologi Kelas X Multikultur

25b-6 Silabus Biologi Kelas X Multikultur

Komponen ekosistem terdiri dari unsur biotik dan abiotik. Dalam ekosisten terjadi interaksi antar unsur biotik dan abiotik, serta antar unsur biotik dan biotik lainnya (predasi, simbiosis). Hubungan yang dinamis antara unsur-unsur tersebut menyebabkan terjadinya keseimbangan lingkungan.

25 Baca lebih lajut

PP EKOSISTEM KAJIAN BIOLOGI  tampil

PP EKOSISTEM KAJIAN BIOLOGI tampil

Produsen adalah komponen biotik yang dalam ekosistem berperan sebagai penghasil makanan. Produsen disebut juga makhluk hidup autotrof.Makhluk hidup yang termasuk produsen adalah makhluk hidup yang sel- sel penyusun tubuhnya mempunyai klorofil, mulai dari fitoplankton di perairan sampai tumbuhan tingkat tingkat tinggi. Dengan bantuan cahaya matahari., produsen mampu

46 Baca lebih lajut

Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Kelimpahan Makrozoobenthos di Pesisir Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara

Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Kelimpahan Makrozoobenthos di Pesisir Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara

“Ada dua komponen keanekaragaman jenis yaitu kekayaan jenis dan kesamarataan”. Kekayaan jenis adalah jumlah jenis dalam suatu komunitas. Kekayaan jenis dapat dihitung dengan indeks jenis atau area yakni jumlah jenis per satuan area (Odum, 1993). Kesamarataan atau akuitabilitas adalah pembagian individu yang merata diantara jenis. Namun pada kenyataan setiap jenis itu mempunyai jumlah individu yang tidak sama. Satu jenis dapat diwakili oleh 100 hewan, yang lain oleh 10 hewan dan yang lainnya pula diwakili oleh 1 hewan. Kesamarataan menjadi maksimum bila semua jenis mempunyai jumlah individu yang sama atau rata. Cara sederhana mengukurkeanekaragaman jenis adalah menghitung jumlah jenis atau spesies (Soegianto, 1994).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Literatur Lingkungan dan Konsep Lingkung

Literatur Lingkungan dan Konsep Lingkung

Pada dasarnya manusia dapat bertahan hidup karena kebutuhannya dipenuhi oleh komponen-komponen lingkungan hidup. Sejak dalam kandungan ibunya, lahir, bahkan sampai meninggalpun kita masih juga memerlukan bantuan komponen-komponen lingkungan di luar manusia. Jadi, kalau kita ditanya apakah manfaat lingkungan hidup bagi manusia? Jelas jawabannya sangat banyak, sebab kita sendiri pada dasarnya merupakan salah satu bagian dari lingkungan hidup. Namun, demikian manfaat lingkungan hidup bagi manusia, dapat kita rinci sbb:

10 Baca lebih lajut

B. Tujuan Pembelajaran : - RPP SDA 1

B. Tujuan Pembelajaran : - RPP SDA 1

Sumberdaya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah (http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam )

14 Baca lebih lajut

PENGUKURAN FAKTOR ABIOTIK LINGKUNGAN abiotik

PENGUKURAN FAKTOR ABIOTIK LINGKUNGAN abiotik

Ekologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang interaksi antara organisme dan lingkungannya. Komponen-komponen yang ada di dalam lingkungan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sehingga membentuk sebuah ekosistem. Suatu ekosistem akan menjamin keberlangsungan kehidupan apabila memenuhi kebutuhan minimum dari kebutuhan organisme. (Campbell, 2008)

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...