Komposisi Semen Ionomer Kaca

Top PDF Komposisi Semen Ionomer Kaca:

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin (SIKMR) ionomer kaca. Waktu kerja yang singkat dan waktu pengerasan yang lama pada

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin (SIKMR) ionomer kaca. Waktu kerja yang singkat dan waktu pengerasan yang lama pada

& Nandish 2011, p. 280). 2.1.1 Komposisi Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin (SIKMR) SIKMR terdiri dari bubuk dan cairan. Bubuk dari SIKMR berisi partikel kaca fluoro-alumino silikat yang bersifat radiopak dan cairannya harus disimpan dalam botol gelap ataupun kapsul untuk mencegah adanya pengaruh sinar terhadap cairan (Van Noort 2007, p. 141). Menurut McCabe dan Walls (2008, p.

10 Baca lebih lajut

Kekerasan permukaan semen ionomer kaca konvensional tipe II akibat lama penyimpanan

Kekerasan permukaan semen ionomer kaca konvensional tipe II akibat lama penyimpanan

Hasil kekerasan permukaan semen ionomer kaca konvensional tipe II yang menggunakan powder lama dan liquid lama dalam penelitian ini paling rendah = 48,938 VHN, meskipun demikian kekerasan permukaan dalam penelitian ini masih lebih tinggi daripada kekerasan permukaan semen ionomer kaca modifikasi tipe II dengan aktivasi sinar (merek Fuji II LC) = 36,2 VHN, 12 tetapi lebih rendah dari kekerasan permukaan semen ionomer kaca tipe II dalam kapsul (merek Fujicap II) = 74 VHN. 12 Komposisi semen ionomer kaca modifikasi tipe II dengan aktivasi sinar, berbeda dengan semen ionomer kaca konvensional tipe II, karena ada tambahan resin hidroksietil metakrilat (HEMA) pada liquidnya. HEMA bersifat sangat hidrofilik, menyerap air lebih banyak, menyebabkan semen ionomer kaca ekspansi dan menurunkan daya tahan terhadap keausan. 13 Pada penelitian kekerasan permukaan lain menggunakan semen ionomer kaca modifikasi tipe II dengan aktivasi sinar warna A3, didapatkan hasil 50,37 VHN. 4 Adanya perbedaan kekerasan permukaan pada semen ionomer kaca modifikasi tipe II dengan aktivasi sinar tersebut, dapat disebabkan karena ada perbedaan warna powder semen ionomer kaca, perbedaan alat dan metode penelitian yang dipakai. Komposisi semen ionomer kaca tipe II dalam kapsul sama dengan semen ionomer kaca konvensional tipe II. Kekerasan permukaan semen ionomer kaca dalam kapsul lebih tinggi karena perbandingan powder dan liquid akurat, pencampuran tepat, cepat dan tidak ada masalah kelembaban udara (tertutup rapat dalam kapsul, pencampuran secara mekanik selama 10 detik 4000 rpm), dan dimasukkan ke kavitas langsung dengan menyuntikkan material dari dalam kapsul. Hasil pencampurannya tepat dan seragam, dengan rasio powder dan liquid yang tinggi memberikan kekuatan mekanik optimal. 1,14
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Potensi semen ionomer kaca sebagai material bioaktif

Potensi semen ionomer kaca sebagai material bioaktif

Selain komposisi, tekstur dalam skala nanometer merupakan variabel yang penting berperan dalam bioaktifitas. Struktur mesoporus yang saling terhubung satu sama lain dengan diameter porusitas 2 dan 50 µm dari material kaca telah terbukti merupakan faktor penting dalam meningkatkan laju kelarutan dan tingkat pembentukan HCA. Penelitian in vitro menunjukkan bahwa laju kelarutan meningkat seiring dengan peningkatan porositas dan volume pori. Ukuran pori yang lebih besar dari 2 µm akan diperlukan untuk mendapatkan kinetika yang cepat. Peningkatan luas permukaan yang terpapar terhadap larutan akan meningkatkan pertukaran ion pada tahap 1, sehingga pelepasan silika yang mudah larut lebih banyak pada tahap 2 yang diperlukan untuk membentuk lapisan porus yang kaya silika.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Penyikatan Dengan Pasta Gigi Terhadap Kekasaran Permukaan Nano-ionomer Dan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin

Pengaruh Penyikatan Dengan Pasta Gigi Terhadap Kekasaran Permukaan Nano-ionomer Dan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin

menunjukkan bahwa nilai Ra pada NI lebih rendah dibandingkan dengan SIIKMR dan terjadi peningkatan nilai Ra setelah dilakukan pemolesan dan dinyatakan juga bahwa perbedaan nilai Ra karena perbedaan komposisi. Hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara kekerasan permukaan dengan Ra, hanya bentuk, distribusi dan jumlah partikel filler serta interfacial bonding antara partikel filler dan matrik yang berkontribusi dalam perlakuan pada permukaan material.

10 Baca lebih lajut

Efek Pra-perlakuan Resin Komposit dan Semen Ionomer Kaca Terhadap Kebocoran Tepi

Efek Pra-perlakuan Resin Komposit dan Semen Ionomer Kaca Terhadap Kebocoran Tepi

Pendahuluan: Aplikasi bahan pit dan fissure sealants dilakukan pada gigi dengan anatomi pit dan fisura yang dalam sebagai pencegahan terhadap karies. Bahan yang biasanya digunakan untuk aplikasi pit dan fissure sealants antara lain resin komposit dan semen ionomer kaca. Bahan-bahan tersebut memiliki komposisi, teknik, dan aplikasi yang berbeda. Seiring dengan berjalannya waktu, bahan tumpatan pit dan fissure sealants pada gigi seringkali ditemukan sudah tidak utuh. Tujuan: Mengetahui tingkat kebocoran tepi bahan pit dan fissure sealants yang akan berpengaruh terhadap kegagalan tumpatan. Metode: Sebanyak 60 spesimen gigi premolar atas dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu komposit flowable tanpa etsa (kelompok A), komposit flowable dengan etsa (kelompok B), semen ionomer kaca tanpa dentin conditioner (kelompok C), dan semen ionomer kaca dengan dentin conditioner (kelompok D). Masing-masing kelompok spesimen dibagi menjadi 3 subkelompok, yaitu perendaman selama 0, 7, dan 14 hari di dalam saliva buatan, suhu 37˚C. Setelah itu, dilakukan perendaman di dalam Methylene Blue 1% selama 48 jam. Masing-masing spesimen dipotong menggunakan Struers Accutom-2 dan diamati menggunakan Stereomicroscope (Nikon, Japan) untuk mengetahui tingkat kebocoran tepi. Data yang ada diuji menggunakan statistik SPSS 17 Komolgorov- smirnov. Hasil: Kelompok A dan B memiliki kebocoran tepi yang lebih kecil dibandingkan kelompok C dan D (p<0.05). Kelompok B memiliki kebocoran tepi yang lebih kecil dibandingkan dengan kelompok A (p>0.05). Kesimpulan: Pra-perlakuan etsa pada kelompok komposit flowable akan menambah daya adhesif. Sedangkan, pra-perlakuan dentin
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KANDUNGAN UNSUR FLUORIDA PADA GIGI TETAP MUDA YANG DI TUMPAT SEMEN IONOMER KACA DAN KOMPOMER

KANDUNGAN UNSUR FLUORIDA PADA GIGI TETAP MUDA YANG DI TUMPAT SEMEN IONOMER KACA DAN KOMPOMER

Setelah sekresi email yang terakhir, email yang sudah terbentuk lengkap masih belum termineralisasi secara sempurna. Penyelesaian mineralisasi terjadi setelah 2-3 tahun erupsi, yaitu proses maturasi email. 6 Proses ini sangat kompleks dimana protein dan air di email dikeluarkan bersamaan dengan penyerapan kalsium dan fosfat. Penyerapan ion kalsium dan fosfat dipengaruhi oleh konsentrasi, laju difusi, dan nilai pH pada saat itu. 6,7 Ion fluorida mempunyai peran dalam proses demineralisasi dan mineralisasi. 6 Bahan restorasi gigi harus dipilih secara tepat dan cermat sesuai dengan indikasinya. Untuk gigi sulung dan gigi tetap muda bahan yang sering digunakan adalah Glass Ionomer Cement (Semen Ionomer Kaca=SIK) dan Compomer (Kompomer). 8,9,10,11 Semen Ionomer Kaca mempunyai komposisi bahan bubuk acid soluable calcium fluoraluminosilicate glass dan cairan aqueous solution of polyacrilyc acid. Kandungan fluorida pada bahan ini sangat tinggi, fluorida tersebut berfungsi untuk memperendah suhu fusi kaca, meningkatkan kekuatan dan translusensi semen. 9,12,13 Kompomer adalah bahan restorasi dengan kombinasi keuntungan antara bahan Resin Komposit dan Semen Ionomer Kaca. 14
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Efek Penambahan Kitosan Blangkas (Tachypleus gigas) Nanopartikel Pada Varian Semen Ionomer Kaca Terhadap Mikrostruktur Dentin Dan Komposisi Kimia Melalui SEM-EDX  (In vitro)

Efek Penambahan Kitosan Blangkas (Tachypleus gigas) Nanopartikel Pada Varian Semen Ionomer Kaca Terhadap Mikrostruktur Dentin Dan Komposisi Kimia Melalui SEM-EDX (In vitro)

Glass ionomer cement (GIC) is a bioactive material because it contains silica elements and was developed for Atraumatic Restoration Technique (ART). The development of the resin-modified GICs resulted in better mechanical properties. Some studies describe the use of resin-modified GICs in ART, aiming at a higher success rate in the restorations. Nowadays with nano technology, this material is available in nano particle glass ionomer form. The use of the natural product in dentistry has increased. Chitosan is one of the natural materials that used to increase the bioactivity of the glass ionomer. Studies showed that addition of chitosan to GIC can improve mechanical performance and capability as a catalyst to release fluoride ions. This study was aimed to examine the effect of the addition of high molecular chitosan nanoparticles in RMGIC and nano RMGIC to the dentin surface microstructure and chemical composition. Nano particle chitosan was added to the restorative materials and then applied to the Class I cavity on the premolar and then the tooth was sectioned with diamond disc. Specimens were placed into a 5x3 mm mold. Sample testing is investigated with Energy Dispersive X-ray Spectrophotometry (EDX) and Scanning Electrone Microscope (SEM). Qualitative data were collected and the quantitative data were tested with ANOVA and LSD. The result showed that the addition of chitosan increases the element of Si, Na and Ca but on the other hand it decreases element of Al with p<0.05 for RMGIC and nano RMGIC. The addition of chitosan nanoparticles with a high molecular weight of 0,015 into RMGIC and nano RMGIC can reduce toxic effects, increasing the potential as a bioactive material and improves adhesion to dentin material.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

Efek Penambahan Kitosan Blangkas (Tachypleus gigas) Nanopartikel Pada Varian Semen Ionomer Kaca Terhadap Mikrostruktur Dentin Dan Komposisi Kimia Melalui SEM-EDX (In vitro)

Efek Penambahan Kitosan Blangkas (Tachypleus gigas) Nanopartikel Pada Varian Semen Ionomer Kaca Terhadap Mikrostruktur Dentin Dan Komposisi Kimia Melalui SEM-EDX (In vitro)

Salah satu masalah utama dalam kedokteran gigi restoratif adalah sulitnya memperoleh adhesi yang baik antara bahan restorasi dengan permukaan gigi. Beberapa bahan juga dikembangkan untuk meningkatkan ikatan terhadap permukaan gigi serta bioaktivitas suatu bahan. Semen ionomer kaca (SIK) merupakan suatu material yang bioaktif karena terdapat elemen silika dan dikembangkan untuk teknik Atraumatic Restoration Technique (ART). Perkembangan semen ionomer kaca modifikasi resin (SIKMR) menghasilkan sifat mekanis yang lebih baik. Beberapa penelitian menyarankan penggunaan SIKMR untuk teknik ART dengan tujuan untuk mencapai tingkat kesuksesan restorasi yang lebih tinggi. Pada saat ini dengan perkembangan teknologi nano, material ini juga tersedia dalam bentuk partikel nano yang disebut semen ionomer kaca modifikasi resin nanopartikel (SIKMRn). Penggunaan produk alam di dalam dunia kedokteran gigi juga meningkat, Kitosan merupakan salah satu produk alam yang digunakan untuk meningkatkan bioaktivitas SIK. Penelitian menunjukkan penambahan kitosan ke dalam SIK dapat meningkatkan performa mekanis dan mampu sebagai katalisator dalam pelepasan ion fluor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek penambahan kitosan molekul tinggi nanopartikel pada SIKMR dan SIKMRn terhadap mikrostruktur permukaan dentin dan komposisi kimia. Bahan restorasi yang ditambahkan kitosan nanopartikel diaplikasikan pada gigi premolar yang telah dilakukan preparasi kavitas klas I, kemudian gigi dibelah dengan menggunakan bur disk. Spesimen ditanam dalam mould berukuran 5x3 mm serta dilakukan pengujian sampel dengan alat Energy Dispersive X-ray Spectrophotometry (EDX) dan Scanning Electrone Microscope (SEM). Data dilihat secara kualitatif dan data kuantitatif diuji dengan uji ANOVA serta LSD. Hasil penelitian menunjukkan penambahan kitosan meningkatkan elemen Si, Na, dan Ca serta menurunkan elemen Al dengan nilai p<0,05 pada SIKMR dan SIKMRn. Penambahan kitosan molekul tinggi nanopartikel dengan 0,015 berat pada SIKMR dan SIKMRn dapat mengurangi efek toksik, meningkatkan potensi sebagai material bioaktif dan meningkatkan perlekatan material terhadap dentin.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KANDUNGAN UNSUR FLUOR PADA GIGI TETAP MUDA DENGAN TUMPATAN SEMEN IONOMER KACA VISKOSITAS TINGGI

KANDUNGAN UNSUR FLUOR PADA GIGI TETAP MUDA DENGAN TUMPATAN SEMEN IONOMER KACA VISKOSITAS TINGGI

SIK, memperoleh hasil rerata penyerapan fluorida tertinggi setelah satu minggu. 6 Komposisi SIK Fuji IX dan SIK Ketac Molar pada dasarnya sama. Komposisi Ketac Molar terdiri dari Ca, La, Al fluorosilicate glass dan pigmen. Cairannya terdiri dari asam polikarboksilat, asam tartar dan air. Hasil pencampuran antara bubuk dan cairan bahan ini mempunyai karakteristik berupa peningkatan stabilitas terhadap abrasi. 20 Kandungan Fuji IX terdiri dari fluor, calsium, strontium, dan aluminium dengan cairan asam poliakrilik. Unsur terbanyak adalah kalsium. Pelepasan Sr dari Fuji IX kedalam air yang terdeionisasi tergantung pH. Makin rendah pH, makin besar pelepasan fluor. Dengan adanya Sr yang menggantikan unsur Ca, dapat terjadi Sr Hidroksiapatit yang membantu proses remineralisasi, terutama pada pasien dengan aktifitas karies yang tinggi. 21 Berdasarkan hasil penelitian oleh ESPE, didapat bahwa Ketac Molar mempunyai setting time yang lebih cepat, kekerasan permukaan lebih tinggi dan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kandungan Unsur Fluorida pada Email Gigi Tetap Muda yang Di Tumpat Semen Ionomer Kaca dan Kompomer

Kandungan Unsur Fluorida pada Email Gigi Tetap Muda yang Di Tumpat Semen Ionomer Kaca dan Kompomer

Setelah sekresi email yang terakhir, email yang sudah terbentuk lengkap masih belum termineralisasi secara sempurna. Penyelesaian mineralisasi terjadi setelah 2-3 tahun erupsi, yaitu proses maturasi email. 6 Proses ini sangat kompleks dimana protein dan air di email dikeluarkan bersamaan dengan penyerapan kalsium dan fosfat. Penyerapan ion kalsium dan fosfat dipengaruhi oleh konsentrasi, laju difusi, dan nilai pH pada saat itu. 6,7 Ion fluorida mempunyai peran dalam proses demineralisasi dan mineralisasi. 6 Bahan restorasi gigi harus dipilih secara tepat dan cermat sesuai dengan indikasinya. Untuk gigi sulung dan gigi tetap muda bahan yang sering digunakan adalah Glass Ionomer Cement (Semen Ionomer Kaca=SIK) dan Compomer (Kompomer). 8,9,10,11 Semen Ionomer Kaca mempunyai komposisi bahan bubuk acid soluable calcium fluoraluminosilicate glass dan cairan aqueous solution of polyacrilyc acid. Kandungan fluorida pada bahan ini sangat tinggi, fluorida tersebut berfungsi untuk memperendah suhu fusi kaca, meningkatkan kekuatan dan translusensi semen. 9,12,13 Kompomer adalah bahan restorasi dengan kombinasi keuntungan antara bahan Resin Komposit dan Semen Ionomer Kaca. 14
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

strontium, barium atau zinc oxide, inisiator pengerasan dan resin polimerisasi. 3 Sementara cairannya harus disimpan dalam botol bewarna gelap karena untuk mencegah pengaruh sinar terhadap cairan. Isi cairan mempunyai komposisi yang bervariasi diantara produk yang beredar di pasaran tetapi secara umum terdiri atas asam poliakrilat, air, monomer metakrilat, 2-hydroxyehylmetacrylate (HEMA) dan katalisator peka cahaya. 1 Pilihan bahan resin sangat terbatas kerena pada dasarnya semen ionomer kaca adalah material yang berbasis air dan juga bahan resin perlu larut dalam air. HEMA adalah bahan monomer monovinil yang bersifat hidrofilik dan sangat efektif yang akan segera larut dalam air. 14
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

strontium, barium atau zinc oxide, inisiator pengerasan dan resin polimerisasi. 3 Sementara cairannya harus disimpan dalam botol bewarna gelap karena untuk mencegah pengaruh sinar terhadap cairan. Isi cairan mempunyai komposisi yang bervariasi diantara produk yang beredar di pasaran tetapi secara umum terdiri atas asam poliakrilat, air, monomer metakrilat, 2-hydroxyehylmetacrylate (HEMA) dan katalisator peka cahaya. 1 Pilihan bahan resin sangat terbatas kerena pada dasarnya semen ionomer kaca adalah material yang berbasis air dan juga bahan resin perlu larut dalam air. HEMA adalah bahan monomer monovinil yang bersifat hidrofilik dan sangat efektif yang akan segera larut dalam air. 14
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Semen Ionomer Kaca Pada Gigi Sulung

Semen Ionomer Kaca Pada Gigi Sulung

Keuntungan utamanya adalah pertukaran ion dengan dentin dan email serta melepaskan fluor secara terus-menerus di mana merupakan agen antikaries yang efektif sehingga menjadikan semen ini[r]

31 Baca lebih lajut

Peranan Semen Ionomer Kaca Dalam Peningkatan Remineralisasi

Peranan Semen Ionomer Kaca Dalam Peningkatan Remineralisasi

Eva Rotua Simanjuntak : Peranan Semen Ionomer Kaca Dalam Peningkatan Remineralisasi, 2000... Eva Rotua Simanjuntak : Peranan Semen Ionomer Kaca Dalam Peningkatan Remineralisasi, 2000..[r]

36 Baca lebih lajut

Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Sebagai Bahan Restorasi

Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Sebagai Bahan Restorasi

Kemala Hayati : Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Sebagai Bahan Restorasi, 2003... Kemala Hayati : Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Sebagai Bahan Restorasi, 2003..[r]

41 Baca lebih lajut

Semen Ionomer Kaca Sebagai Bahan Pelapik Pada Restorasi Sandwich

Semen Ionomer Kaca Sebagai Bahan Pelapik Pada Restorasi Sandwich

Ika Devi Adiana : Semen Ionomer Kaca Sebagai Bahan Pelapik Pada Restorasi Sandwich, 2004... Ika Devi Adiana : Semen Ionomer Kaca Sebagai Bahan Pelapik Pada Restorasi Sandwich, 2004..[r]

41 Baca lebih lajut

Gigi Tetap Muda yang Di Tumpat Semen Ionomer Kaca dan

Gigi Tetap Muda yang Di Tumpat Semen Ionomer Kaca dan

Liwang, B., Irmawati and Budipramana, E.2014.Kekerasan mikro enamel gigi permanen muda setelah aplikasi bahan pemutih gigi dan pasta remineralisasi ( Enamel micro hardness [r]

6 Baca lebih lajut

Efektifitas Penambahan Flour Pada Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca

Efektifitas Penambahan Flour Pada Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca

Dewi Sri Kesumawati : Efektifitas Penambahan Flour Pada Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca, 2005... Dewi Sri Kesumawati : Efektifitas Penambahan Flour Pada Bahan Restorasi Semen Ionomer [r]

40 Baca lebih lajut

Semen Ionomer Kaca Ditinjau Dari Kelebihannya Terhadap Bahan Tumpatan Pastis Lainnya

Semen Ionomer Kaca Ditinjau Dari Kelebihannya Terhadap Bahan Tumpatan Pastis Lainnya

Lira Fasyamuju Lubis : Semen Ionomer Kaca Ditinjau Dari Kelebihannya Terhadap Bahan Tumpatan Pastis Lainnya, 2004... Lira Fasyamuju Lubis : Semen Ionomer Kaca Ditinjau Dari Kelebihannya [r]

39 Baca lebih lajut

Perubahan warna semen ionomer kaca setelah direndam dalam larutan teh hitam

Perubahan warna semen ionomer kaca setelah direndam dalam larutan teh hitam

Porositas mikro dalam semen ionomer kaca berperan terhadap stabilitas warna. Di dalam mulut, SIK berinteraksi dengan saliva, makanan, minuman dan kebersihan mulut yang dapat mempengaruhi stabilitas warna. Tujuan penelitian ini untuk menguji perubahan warna SIK setelah direndam dalam larutan teh hitam. Sebanyak 28 spesimen (diameter 6 mm dan tebal 1 mm) diukur warnanya setelah disimpan dalam tabung tertutup selama 24 jam. Spesimen dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, masing-masing 7 spesimen. Spesimen kontrol disimpan dalam saliva. Tiga kelompok lain direndam dalam larutan teh hitam selama 5 menit sebanyak 5x, 7x, dan 14x, kemudian perubahan warna dicatat/diukur. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah dan LSD. Hasil penelitian menunjukkan ada perubahan warna yang bermakna dalam SIK setelah perendaman dalam larutan teh hitam. Disimpulkan bahwa semakin lama SIK diredam dalam larutan teh hitam, semakin rendah intensitas perubahan warna, perubahan intensitas yang paling rendah direndam selama 5 menit diulang 14 kali. Kata kunci: semen ionomer kaca, perubahan warna, teh hitam
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...