Kondisi Keuangan

Top PDF Kondisi Keuangan:

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

Pernyataan di atas sejalan dengan hasil penelitian Kim et al. (2010) bahwa semakin dekat perusahaan dengan pelanggaran kontrak utang, maka semakin mendorong perusahaan untuk melakukan manipulasi aktivitas riil. Berdasarkan hasil penelitian Beneish dan Press (1993) serta Kim et al. (2010), peneliti berasumsi bahwa kondisi keuangan perusahaan berpengaruh terhadap manipulasi aktivitas riil. Oleh sebab itu, peneliti ingin meneliti lebih lanjut tentang pengaruh kondisi keuangan perusahaan terhadap manipulasi aktivitas riil. Peneliti ingin mengetahui apakah kondisi keuangan perusahaan memiliki pengaruh yang sama dengan hasil penelitian Kim et al. (2010) pada perusahaan di Indonesia. Sepanjang pengetahuan peneliti, belum terdapat penelitian tentang pengaruh kondisi keuangan perusahaan terhadap manipulasi aktivitas riil di Indonesia. Hal ini memotivasi peneliti untuk mengangkat topik penelitian tentang pengaruh kondisi keuangan perusahaan terhadap manipulasi aktivitas riil. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan rasio Debt to Asset (DAR) untuk mengukur kondisi keuangan perusahaan dan arus kas operasi abnormal untuk mengukur manipulasi aktivitas riil.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM

perusahaan akan semakin mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. Bagi para investor, untuk menilai kondisi keuangan perusahaan dapat menggunakan nilai Z score yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi. Dalam pengambilan keputusan investasi sebaiknya investor menginvestasikan dana pada perusahaan yang mempunyai nilai Z score tinggi. Karena semakin tinggi nilai Z score semakin kecil kemungkinan perusahaan mengalami kebangkrutan. Bagi peneliti berikutnya dapat menggunakan Z score untuk menilai kondisi keuangan perusahaan, tetapi juga dapat menyertakan rasio penilaian yang lain sehingga dapat digunakan sebagai pembanding untuk lebih meyakinkan bahwa kondisi keuangan perusahaan mempengaruhi harga saham.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Pengaruh Kondisi Keuangan dan Pertumbuhan terhadap Opini Audit Going Cocenrn.

Pengaruh Kondisi Keuangan dan Pertumbuhan terhadap Opini Audit Going Cocenrn.

Opini audit going concern merupakan opini yang dikeluarkan auditor untuk memastikan apakah perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Auditor harus bertanggungjawab terhadap opini going concern yang dikeluarkan, karena akan mempengaruhi keputusan para pemakai laporan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh kondisi keuangan dan pertumbuhan perusahaan terhadap penerimaan opini going concern pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian berjumlah 29 perusahaan yang dipilih dengan metode purposive sampling dengan periode pengamatan 2 tahun. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari laporan keuangan auditan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2014-2015 yang telah diaudit dan dipublikasikan. Dengan metode pengumpulan data menggunakan data sekunder. Metode analisis yang digunakan yaitu metode regresi logistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kondisi keuangan memiliki pengaruh terhadap opini audit going concern dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern. Disamping itu untuk kelayakan penelitian selanjutnya digunakan variable lain dan perusahaan di sektor yang berbeda sehingga dapat menemukan hasil yang berbeda.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Bab ini memaparkan kondisi Kabupaten Pati yang terdiri atas : kondisi fisik, penggunaan lahan, kependudukan, jumlah dan sebaran fasilitas, kondisi sistem utilitas, kondisi perekonomian, kondisi keuangan daerah, dan kelembagaan pemerintah daerah. - DOCRPIJ

Bab ini memaparkan kondisi Kabupaten Pati yang terdiri atas : kondisi fisik, penggunaan lahan, kependudukan, jumlah dan sebaran fasilitas, kondisi sistem utilitas, kondisi perekonomian, kondisi keuangan daerah, dan kelembagaan pemerintah daerah. - DOCRPIJ

Bab ini memaparkan kondisi Kabupaten Pati yang terdiri atas : kondisi fisik, penggunaan lahan, kependudukan, jumlah dan sebaran fasilitas, kondisi sistem utilitas, kondisi perekonomian, kondisi keuangan daerah, dan kelembagaan pemerintah daerah.

20 Baca lebih lajut

Analisis Kondisi Keuangan Pemerintah Daerah di Indonesia dengan Metode Klaster.

Analisis Kondisi Keuangan Pemerintah Daerah di Indonesia dengan Metode Klaster.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan pemerintah daerah berdasar analisis klaster dan pengaruh biaya barang dan jasa, profil usia, karakteristik kepala daerah dan kinerja pemerintah terhadap probabilitas pemerintah daerah mengalami ketidaksehatan keuangan. Kesehatan keuangan dalam penelitian ini diproksikan dengan dua model. Model pertama menggunakan analisis klaster yang melibatkan komponen Dana Alokasi Umum (pendapatan asli daerah, dana bagi hasil sumber daya alam, dana bagi hasil pajak, jumlah penduduk, Produk Domestik Regional Bruto, Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Kelayakan Konstruksi), sedangkan model kedua menggunakan rasio belanja modal terhadap total belanja sebagai proksinya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL  PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2008-2012. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, terdapat 331 sampel pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil pengujian dalam penelitian ini membuktikkan bahwa kondisi keuangan perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manipulasi aktivitas riil. Sedangkan, ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manipulasi aktivitas riil.

14 Baca lebih lajut

PENUTUP  PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

PENUTUP PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

1. Peneliti menganalisis kondisi keuangan perusahaan hanya berdasarkan aspek ekonomi perusahaan. Pada kenyataannya, terdapat banyak aspek non ekonomi yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan suatu perusahaan. Aspek non ekonomi yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan antara lain sumber daya manusia, teknologi, dan berbagai aspek lainnya. Oleh sebab itu, penelitian ini tidak dapat menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. 2. Sampel perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini hanya
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN

berarti setiap Rp. 1,- hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp. 1,68. Nilai current ratio pada tahun 2007 sebesar 177,97% berarti setiap Rp. 1,- hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp.1,77. Nilai current ratio yang mengalami penurunan dan kenaikan selama periode 2005 sampai dengan 2007, untuk tahun 2006 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 2,55% disebabkan karena adanya kenaikan atas hutang lancar perusahaan sebesar 9,69%. Pos hutang lancar yang mengalami kenaikan adalah pada pos hutang pajak dan cukai yang mengalami kenaikan dari tahun 2005 sampai tahun 2006 sebesar 63,14%. Pada pos beban yang masih harus dibayar juga mengalami kenaikan sebesar 47,28%. Peningkatan current ratio dari tahun 2006 sampai tahun 2007 disebabkan oleh adanya kenaikan aktiva lancar sebesar 17,21% yang meliputi pos piutang usaha kepada pihak ketiga yang mengalami kenaikan sebesar 56,16% dan pada jumlah pos piutang lainnya yang juga mengalami kenaikan sebesar 551,9%. Dari tabel time series ini dapat dilihat kondisi keuangan perusahaan yang mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai dengan 2006, dan kenaikan dari tahun 2006 sampai dengan 2007 yang berarti likuiditas dari perusahaan juga mengalami penurunan dan kenaikan.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERTUMBUHAN DA

PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERTUMBUHAN DA

dokumentasi dan diproses dengan Logistic Regression. Berdasarkan hasil penelitian, bukti empiris yang ditemukan adalah bahwa kondisi keuangan corporate opini audit tahun lalu berdampak signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Namun sebaliknya variabel pertumbuhan corporate terbukti tidak signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern.

1 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN DAN OPINI AUDI

PENGARUH KONDISI KEUANGAN DAN OPINI AUDI

Penelitian merupakan replikasi dari penelitian Santoso dan Wedari (2007). Beberapa persamaan variabel independen dari penelitan sebelumnya adalah kualitas audit, kondisi keuangan, pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan dan opini audit tahun sebelumnya Disini peneliti menambah satu variabel independen yaitu audit tenure . Peneliti menambahkan variabel audit tenure karena perikatan audit yang lama akan menjadikan auditor kehilangan independensinya dalam memberikan opini going concern. Namun di sisi lain dengan adanya perikatan audit yang lama justru akan membuat kantor akuntan publik lebih memahami kondisi keuangan serta lebih mudah dalam mendeteksi masalah going concern. Dan tahun pengamatan juga berbeda dari penelitian sebelumnya, pada penelitian ini tahun pengamatan dari tahun 2011-2015 sedangkan penelitian sebelumnya tahun 2001-2005. Sedangkan untuk objek penelitian sama dengan penelitian tahun sebelumnya yaitu perusahaan manufaktur, alasan peneliti mengambil objek yang sama agar terhindar dari industrial effect yaitu resiko industri yang berbeda yang muncul antara suatu sektor dengan sektor yang lain (Setyarno et al , 2006). Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti akan menguji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan opini going concern .
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

PENDAHULUAN PENGARUH KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANIPULASI AKTIVITAS RIIL.

Bab ini membahas mengenai teori agensi, manajemen laba, motivasi manajemen laba, bentuk manajemen laba, manipulasi aktivitas riil, kondisi keuangan perusahaan, rasio keuangan, financial distress , dan penelitian terdahulu. Pada bagian akhir bab ini diuraikan pengembangan hipotesis dengan menggunakan teori dan penelitian terdahulu.

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Kondisi Keuangan, Ukuran Perusahaan, Audit Lag, dan Debt Default Terhadap Pemberian Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Kondisi Keuangan, Ukuran Perusahaan, Audit Lag, dan Debt Default Terhadap Pemberian Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh kondisi keuangan, ukuran perusahaan, audit lag, dan debt default terhadap pemberian opini audit going concern pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian sebab akibat dan jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Data diperoleh dari hasil publikasi Bursa Efek Indonesia mengenai laporan keuangan dan tahunan, laporan auditor independen, serta jurnal, buku referensi, internet dan literatur ilmiah yang berhubungan dengan penelitian. Metode pengumpulan data penelitian adalah metode dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pemberian opini audit going concern, audit lag berpengaruh positif tetapi tidak signifikan signifikan terhadap pemberian opini audit going concern dan debt default bepengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian opini audit going concern.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Kondisi keuangan negara saat ini

Kondisi keuangan negara saat ini

februari maret Adapun juga jika dibandingkan Secara kumulatif Januari-Maret 2015, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,30 juta kunjungan yang berarti meningkat 3,51 persen di[r]

2 Baca lebih lajut

PENGARUH KONDISI KEUANGAN DEBT DEFAULT K

PENGARUH KONDISI KEUANGAN DEBT DEFAULT K

Manfaat status default hutang sebelumnya telah diteliti oleh Chen dan Church (1992) yang menemukan hubungan yang kuat status default terhadap going concern setelah peristiwa-peristiwa yang menyarankan bahwa opini seperti itu mungkin telah sesuai, biaya kegagalan untuk mengeluarkan opini going concern ketika perusahaan dalam keadaan default tinggi sekali. Karenanya, diharapkan status default dapat meningkatkan kemungkinan auditor mengeluarkan laporan going concern. Sebuah perusahaan dapat dikategorikan dalam keadaan default hutangnya bila salah satu kondisi dibawah ini terpenuhi (Chen dan Church, 1992), yaitu :
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Tugas Mata Kuliah Akuntansi Keuangan Men

Tugas Mata Kuliah Akuntansi Keuangan Men

Catatan atas Laporan Keuangan adalah catatan tambahan dan informasi yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan informasi kepada pembaca dengan informasi lebih lanjut. Catatan atas Laporan Keuangan membantu menjelaskan perhitungan item tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan perusahaan. Catatan atas Laporan Keuangan dapat mencakup informasi tentang hutang , kelangsungan usaha , piutang , kewajiban kontinjensi , atau informasi kontekstual untuk menjelaskan angka-angka keuangan (misalnya untuk menunjukkan gugatan). Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah yang tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas serta informasi tambahan seperti kewajiban kontinjensi dan komitmen.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Chapter I FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Retribusi Pendapatan Di PT.Prima Medical Nusantara (Rumah Sakit Pabatu Ptpn IV)

Chapter I FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Retribusi Pendapatan Di PT.Prima Medical Nusantara (Rumah Sakit Pabatu Ptpn IV)

Sebuah Instansi di dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, selalu berkaitan erat dengan masalah keuangan. Untuk mengukur berhasil tidaknya suatu Instansi, dapat dilihat dari laporan keuangan. Laporan keuangan adalah hasil dari proses keuangan yang dapat menghasilkan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan serta menggambarkan kondisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh Instansi pada suatu periode tertentu.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA BMT UMS.

PENDAHULUAN ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA BMT UMS.

Kinerja keuangan dapat dilihat dari laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan rugi laba, yang keduanya dapat menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang terdiri dari asset, modal, utang dan inisial usaha.maka untuk mengetahui bagaimana kondisi perkembangan sesuatu itu dengan menggunakan analisis rasio. Dalam hal ini pokok permasalahan yang akan dibahas adalah

6 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGEVALUASI POSISI KEUANGAN DAN PERKEMBANGAN USAHA KOPERASI PADA KPRI “SETIA KAWAN” KECAMATAN PADAS KABUPATEN NGAWI.

TINJAUAN PUSTAKA ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGEVALUASI POSISI KEUANGAN DAN PERKEMBANGAN USAHA KOPERASI PADA KPRI “SETIA KAWAN” KECAMATAN PADAS KABUPATEN NGAWI.

Pertama kali, untuk mengetahui posisi keuangan dan perkembangan pada KPRI “Setia Kawan” di Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi, maka perlu diketahui tentang bagaimana kondisi keuangan perusahaan yaitu dengan menggunakan laporan keuangan, dan laporan keuangan itu terdiri dari neraca, neraca perhitungan SHU. Untuk mengetahui posisi keuangan dan perkembangan usaha koperasi diperlukan analisis rasio finansial, sehingga akan diketahui yaitu pertama rasio likuiditas itu mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi. Kedua rasio laverage artinya dalam memenuhi kewajibannya yang tidak hanya jangka pendek tetapi harus juga jangka panjangnya. Untuk langkah ketiga adalah rasio aktivitas yaitu rasio yang menunjukkan bahwa perusahaan itu dapat mendayagunakan aktivanya dengan baik. Untuk langkah terakhir yaitu rasio profitabilitas perusahaan yang artinya kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu, atau dikatakan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Dari keempat rasio keuangan tersebut akhirnya dapat menentukan posisi keuangan pada KPRI “Setia Kawan” kecamatan Padas kabupaten Ngawi.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

 this  file 411 1697 1 PB

this file 411 1697 1 PB

Analisis rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya (Kasmir, 2012:104). Analisis rasio keuangan ini berorientasi dengan masa depan yang berarti bahwa dengan analisis rasio dapat digunakan sebagai alat untuk meramalkan keadaan keuangan serta hasil usaha di masa yang akan datang. Analisis rasio keuangan dapat membantu para pelaku bisnis dan pihak pemakai laporan keuangan lainnya dalam menilai kondisi keuangan perusahaan yang juga bermanfaat untuk memprediksi laba atau rugi perusahaan di masa yang akan datang. Rasio keuangan juga dapat digunakan untuk menentukan kemampuan suatu perusahaan dalam membayar hutangnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...